cover
Contact Name
Vera Sholeha
Contact Email
verasholeha@staff.uns.ac.id
Phone
+6285729001211
Journal Mail Official
ecedjournal@gmail.com
Editorial Address
Departement of Teacher Training of Early Childhood Education Jalan Slamet Riyadi 449 Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Early Childhood Education and Development Journal
ISSN : 26847442     EISSN : 27160637     DOI : https://doi.org/10.20961/ecedj
Core Subject : Education,
The Early Childhood Education and Development Journal is a peer-reviewed scientific journal that publishes the results of research and current issues about early childhood education. All topics that we accept only articles relating to early childhood education fields. The journal serves the needs of early childhood practitioners and academicians. This journal has been published since 2019, twice in a year, every April and Oktober. It is published by Early Childhood Education Program, Universitas Sebelas Maret.
Articles 100 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERMAIN PERAN Riyadi, Anggita Putri; Endang Rasmani, Upik Elok; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 3 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i3.106157

Abstract

Perkembangan sosial emosional diartikan sebagai salah satu kemampuan yang dibutuhkan seseorang dalam membangun sebuah interaksi, komunikasi dan melakukan penyesuaian diri terhadap lingungan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional melalui penerapan kegiatan bermain peran pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas selama 2 siklus dengan subjek anak usia 5-6 tahun sejumlah 22 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan sumber data guru dan anak. Teknik uji valiiditas data dilakukan dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data yang dilakukan peneliti yaitu dengan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain peran dapat memberikan pengaruh dan mampu meningkatkan kemampuan sosial emosional pada anak usia 5-6 tahun. Persentase peningkatkan kemampuan sosial emosional anak semakin meningkat pada setiap siklus dan telah mencapai minimal target keberhasilan anak yaitu sebesar 75%. Pada akhir siklus 2 hasil ketuntasan kemampuan sosial emosional anak sebesar 83,6%. Hasil ketuntasan tersebut dicapai oleh 18 anak dari 22 nak di kelas. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan bermain peran dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional pada anak usia 5-6 tahun.
STUDI PENCAPAIAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Pangestu, Akhmadi Putro Aji; Wahyuningsih, Siti; Rasmani, Upik Elok Endang
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 1 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i1.102285

Abstract

Pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia memberi dampak yang luar biasa terhadap banyak sektor salah satunya yaitu sektor pendidikan. Pembelajaran yang pada mulanya dilaksanakan di sekolahan, karena adanya pandemi covid-19 berubah menjadi pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran dalam jaringan (daring). Penerapan pembelajaran jarak jauh ini tidak mudah dilaksanakan, banyak kendala yang dihadapi seperti kesulitan guru dalam mengelola pembelajaran jarak jauh, kesulitan komunikasi guru dengan orangtua, tidak semua orangtua mampu mendampingi anak belajar, siswa kesulitan konsentrasi belajar. Kendala yang dialami berbagai pihak ini berdampak kepada kemampuan anak dalam menerima materi yang diberikan oleh guru, terutama aspek motorik kasar anak yang memerlukan praktek secara langsung, maka dari itu peneliti ingin mencari tahu bagaimana perkembangan motorik kasar anak selama masa pandemi. Penelitian dilaksanakan di TK Nawa Kartika XXXI dengan tujuan untuk mendeskripsikan perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun pada masa pandemi covid-19. Sampel berjumlah 22 anak yang diambil dengan sampling jenuh sesuai dengan jumlah anak di TK. Penelitian termasuk ke dalam penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi untuk mengetahui perkembangan motorik kasar anak. Penelitian dilakukan menggunakan pengujian validitas konstruk dan konsultasi expert judgement dengan landasan teori sebagai pengukuran instrumen. Penelitian ini tidak menggunakan hipotesis dikarenakan penelitian bersifat survei deskriptif. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun di TK Desa Sumberbening sesuai dengan harapan, walaupun pada masa pandemi pemberian materi dari guru kepada anak tidak optimal.
PROFIL KOMPETENSI KEPRIBADIAN DAN SOSIAL GURU PAUD Larasati, Fadhillah Chonifat; Dewi, Nurul Kusuma
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i2.109067

Abstract

Kompetensi kepribadian adalah kemampuan seorang guru untuk menciptakan konsep diri yang lebih baik sehingga dapat dijadikan role model oleh peserta didik dalam berperilaku. Sementara itu, kompetensi sosial adalah kemampuasn guru di dalam membangun relasi dengan peserta didik dan orang-orang lain terkait keberhasilan pembelajaran, seperti rekan guru, orang tua/wali murid, dan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kompetensi kepribadian dan sosial guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Taman Kanak-Kanak (TK) Gugus Budi Mulya, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Kompetensi kepribadian dan sosial merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran serta hubungan interpersonal guru dengan anak, orang tua, dan lingkungan  sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumulan data menggunakan angket kepada 50 guru TK. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian guru berada pada presentase 93% dan kompetensi sosial 92%, keduanya termasuk kategori sangat baik. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kedua kompetensi tersebut sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pendidikan anak usia dini, sehingga tercipta lingkungan belajar yang mendukung perkembangan holistik anak.
PENGGUNAAN GAME MARBEL KEBIASAAN BAIK UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 4 – 5 TAHUN 'Afifah, Faridah Auliya; Rasmani, Upik Elok Endang
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i2.105980

Abstract

Kemandrian merupakan salah satu aspek sosial emosional yang mengalami perkembangan. Kemandirian membentuk anak berperilaku berperilaku mandiri tanpa bergantung pada orang lain, memiliki rasa inisiatif, mampu menentukan pilihan, bertanggung jawab, dan dapat mengatasi masalah. Faktanya, tidak semua anak memiliki kemandirian yang berkembang secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemandirian menggunakan permainan marbel kebiasaan baik pada anak usia 4 – 5 tahun. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan berupa triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini menggunakan Teknik analisis data kualitatif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemandirian pada anak menggunakan kebiasaan permainan marbel dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan persentase rata-rata dari pra tindakan sampai dengan siklus 3 semakin meningkat, diantaranya 1) terdapat 100% anak mampu menjaga kebersihan diri sendiri, 2) terdapat 75% anak yang membuang sampah pada tempatnya, 3) terdapat 75% anak yang mengembalikan mainan pada tempatnya setelah digunakan, 4) terdapat 86,11% anak yang mampu makan sendiri, dan 5) terdapat 83,33% anak yang mampu mandi, BAK, dan BAB dengan bantuan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan marbel kebiasaan baik dapat meningkatkan kemandirian pada anak usia 4 – 5 tahun.
HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI PADA ANAK Khotimah, Khusnul; Rasmani, Upik Elok Endang; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 3 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i3.102332

Abstract

Salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dikembangkan bagi anak usia dini adalah aspek emosional. Dalam aspek emosional terdapat beberapa sub aspek salah satunya adalah kemampuan mengelola emosi. Kemampuan mengelola emosi mencakup kemampuan mengenali, mengatur dan mengekspresikan emosi kepada lingkungan luar. Kemampuan ini bermanfaat bagi anak dalam pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan akademis dan kemampuan interpersonal. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kemampuan ini adalah perhatian orang tua. Perhatian orang tua kepada anak terdiri dari; menyediakan lingkungan yang nyaman bagi anak, menjadi pelindung bagi anak, memberikan apresiasi bagi prestasi anak dan memberikan bimbingan dan nasihat. Banyak literatur yang membahas terkait perhatian orang tua, namun sedikit yang menghubungkannya dengan kemampuan mengelola emosi anak, untuk itulah penelitian ini dilakukan. Penelitian menggunakan anak berusia 5-6 tahun dan orang tua sebagai responden. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif korelasi. Pengujian hipotesis menggunakan rumus korelasi product moment dengan uji normalitas dan uji linieritas sebagai uji prasyarat. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa nilai rhitung 0,437 > rtabel 0,227 dengan taraf hubungan sedang. Nilai pearson correlation pada kedua variabel berada pada angka 0,437 yang berarti hubungan antara perhatian orang tua dengan kemampuan mengelola emosi berada pada taraf sedang dan memiliki hubungan yang positif.  Sehingga disimpulkan bahwa perhatian orang tua berhubungan dengan kemampuan mengelola emosi anak dengan tingkat pengaruh yang sedang.
HUBUNGAN POLA ASUH CO-PARENTING DENGAN KEJUJURAN PADA ANAK USIA DINI Putri, Diza Giani; Jumiatmoko, Jumiatmoko; Fitrianingtyas, Anjar
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 2 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i2.117209

Abstract

Kejujuran merupakan salah satu karakter penting yang menjadi fondasi bagi karakter-karakter lainnya dalam kehidupan bermasyarakat yang bermoral ini. Dalam pembentukan karakter kejujuran ini perlu adanya penanaman yang dilakukan oleh orang sekitar anak, khususnya orang tua sebagai orang terdekat anak. Orang tua perlu menanamkan karakter kejujuran melalui penerapan pengasuhan bersama atau pola asuh co-parenting oleh kedua orang tua agar dapat membentuk karakter kejujuran pada anak tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya hubungan pola asuh co-parenting dengan kejujuran pada anak usia 5-6 tahun. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi pearson product moment. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak umur 5-6 tahun di Posyandu Rajawali Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini, yaitu 45 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi oleh orang tua.  Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan uji linearitas dan uji normalitas dengan taraf siginifikansi sebesar 0,044 dan hasil koefisien korelasi sebesar 0,302. Artinya, ada hubungan antara pola asuh co-parenting dengan kejujuran pada anak usia 5-6 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin meningkat penerapan pola asuh co-parenting maka akan semakin meningkat pula kejujuran pada anak usia 5-6 tahun.
PENGASUHAN PADA ANAK USIA DINI DENGAN TAHAPAN TRUST VS MISTRUST Novianti, Erintika Putri; Syamsuddin, Muhammad Munif; Zuhro, Nurul Shofiatin
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102362

Abstract

Banyak orang tua kurang memahami mengenai pentingnya pola asuh yang tepat untuk bayi, terutama pada usia 0-18 bulan dimana pada masa ini bayi mulai mengembangkan rasa percaya atupun tidak percaya dalam dirinya, namun kebanyakan orang tua menganggap bahwa bayi belum bisa membedakan kebenaran dan kebohongan sehingga orang tua seringkali membohongi bayi untuk mengelabuhinya tanpa disadari kebiasaan inilah yang dapat mempengaruhi bagaimana rasa percaya atau tidak percaya berkembang pada diri bayi kedepannya. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan pola asuh yang dilakukan oleh orang tua pada anak usia 0-18 bulan dengan tahapan trust vs mistrust. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah lima orang ibu atau pengasuh yang memiliki anak dengan usia 0-18 bulan. Sumber data dari penelitian ini adalah ibu atau pengasuh, foto dan hasil rekaman suara. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi data atau sumber. Teknik analisis data menggunakan model  analisis  interaktif  Miles  dan  Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat dari lima orang tua dengan anak usia 0-18 bulan di Desa Sembalun lebih cenderung menggunakan pola asuh autoritatif atau demokratis, satu orang tua lainnya menggunakan pola asuh otoriter, faktor yang mempengaruhi pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua adalah kepribadian orang tua, pengalaman pengasuhan yang diterima dari orang tua terdahulu, usia, pendidikan, keterlibatan pasangan serta pengalaman pengasuhan sebelumnya.
MANAJEMEN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI PAUD Santi, Novi Ari; Rasmani, Upik Elok Endang; Fitrianingtyas, Anjar
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 3 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i3.101562

Abstract

Proses manajemen projek penguatan profil pelajar Pancasila para guru mengalami kesulitan, seperti : kurangnya kompetensi guru, kurangnya pemahaman guru mengenai konsep dan tujuan projek penguatan profil pelajar Pancasila, serta kurangnya pelatihan untuk guru. Selain itu keterbatasan dana anggaran dan alokasi waktu yang tidak terpenuhi sering kali menyebabkan ketidakefektifan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses manajemen dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, dengan 3 responden yakni:  Kepala Sekolah, guru kelompok A, dan guru kelompok B yang merupakan sumber data primer. Sedangkan sumber data sekunder penelitian ini yaitu dokumen modul projek penguatan profil pelajar Pancasila, Buku Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan dokumentasi pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni model analisis Interaktif meliputi : pengumpulan data, kondensasi data, penyanjian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas manajemen projek penguatan profil pelajar Pancasila sangat bergantung pada kesiapan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu manajemen projek yang terstruktur dapat meningkatkan efektivitas implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KECANDUAN SMARTPHONE PADA ANAK Lintang, Devi Nur; Palupi, Warananingtyas; Hafidah, Ruli
Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 3 (2022): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v4i3.101484

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan tingkat kecanduan smartphone anak usia 5 sampai 6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi antara dua variable. Populasi penelitian ini terdiri dari anak usia 5-6 kelompok B pada TK Aisyiyah 7 Kecamatan Sragen sebanyak 45 anak dan 45 orang tua. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, yaitu sampel dipilih berdasarkan karakteristik dengan kriteria sampel yang ditentukan agar diperoleh sampel yang representatif Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Validitas instrument menggunakan uji validitas konstruk. Analisis data untuk pengujian hipotesis dengan pearson product moment. Pada taraf signifikasi 0,05 dengan menggunakan spss 25 for windows, hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh demokratis, otoriter dan permisif dengan tingkat kecanduan smartphone. Dari hasil terlihat koefisien korelasi sebesar 0,466, 0,395 dan 0,506 dan nilai signifikasi dalam uji hipotesis sebesar 0,000<0,05 hal ini dapat diartikan bahwa pola asuh permisif dan demokratis yang tergolong dalam pola hubungan yang cukup kuat dan menjadi faktor pola asuh orang tua dominan kedua terjadinya kecanduan smartphone pada anak. Sedangkan pola asuh otoriter tergolong lemah terjadinya kecanduan smartphone pada anak.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA BUSY FUN BAG Astuti, Dwi Yuni; Wahyuningsih, Siti; Sholeha, Vera
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 2 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i2.102326

Abstract

Motorik halus adalah gerakan yang dilakukan oleh bagian tubuh tertentu, hanya melibatkan sebagian kecil otot tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Al Islam 4 Sondakan, Surakarta. Subjek penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 12 orang anak. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih agar dapat menjelaskan semua kegiatan pembelajaran di kelas selama penelitian secara lengkap. Pendekatan kuantitatif dipilih agar dapat menganalisis data hasil proses belajar anak dan untuk membandingkan perolehan nilai sebelum dan sesudah dilakukannya tindakan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data kuantitatif menggunakan validitas konstruk, melalui pendapat expert judgement sedangkan validitas kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik Peningkatan ini dapat dilihat dari presentase ketuntasan klasikal pada kemampuan motorik halus pada siklus I yakni sebesar 41,66% yang meningkat menjadi 83,33% pada siklus II dan hasilnya mampu mencapai indikator keberhasilan kemampuan motorik halus.

Page 8 of 10 | Total Record : 100