cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281361694230
Journal Mail Official
pubhealt@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 28307224     DOI : https://doi.org/10.56211/pubhealth
Core Subject : Health,
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang membahas ilmu di bidang Kesehatan Masyarakat, jurnal ini juga sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat terbit 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli, Oktober, Januari dan April. Terbitan pertama adalah bulan Juli 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker X. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menerima naskah dengan topik Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik dan Kependudukan, Epidemiologi, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Kesehatan Lingkungan, Gizi Masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Mutidisiplin terkait dengan ilmu Kesehatan dan Kedokteran.
Articles 112 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penerapan Higiene Sanitasi Makanan pada Rumah Makan di Kecamatan Sekayu Tahun 2025 Andini, Putri; Hidayati, Fajrina; Fitri, Adelina; S, Oka Lesmana; S, Hendra Dhermawan
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1256

Abstract

Latar Belakang: Penerapan higiene sanitasi yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit akibat makanan seperti keracunan pangan dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penerapan higiene sanitasi makanan pada rumah makan di Kecamatan Sekayu tahun 2025. Metode Penelitian: Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penjamah makanan yang bekerja di rumah makan yang ada di Kecamatan Sekayu. Sampel penelitian sebanyak 56 responden. Hasil: Hasil penelitian menujukkan responden dengan perilaku penerapan higiene sesuai 69,6%, pengetahuan baik 67,9%, sikap positif 57,1%, berpendidikan tinggi 71,4%, lama kerja baru 67,9%, sarana dan prasarana memenuhi syarat 67,9%, dan pengawasan 80,4%. Hasil analisis bivariate menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p-value=0,001), sikap (p-value=0,001), tingkat pendidikan (p-value=0,012), ketersediaan sarana dan prasarana (p-value=0,005), dan tidak ada hubungan lama kerja (p-value=0,339) dan pengawasan (p-value=1,000) dengan perilaku penerapan higiene sanitasi makanan. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku penerepan higiene saniatasi makanan pada rumah makan di Kecamatan Sekayu tahun 2025.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pembuangan Tinja Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Melsa, Sosa; Hidayati, Fajrina; Lesmana S, Oka; Asparian, Asparian; Kasyani, Kasyani
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1257

Abstract

Latar Belakang: Pembuangan tinja balita yang tidak dilakukan dengan benar dapat menjadi salah satu pemicu praktik buang air besar sembarangan. Tinja balita yang tidak ditangani secara benar berpotensi mencemari lingkungan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit pada anak, seperti diare, stunting, hingga hepatitis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik multistage sampling sebanyak 73 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: Proporsi ibu yang melakukan pembuangan tinja balita tidak aman sebesar 35,7%. Terdapat hubungan yang signifikan tingkat pendidikan ibu (P-value = 0,000), jumlah anak/paritas (P-value = 0,022), toilet training (P-value = 0,001), paparan informasi sanitasi (P-value = 0,014) dengan perilaku pembuangan tinja balita. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan usia ibu (P-value = 0,758), status ekonomi (P-value = 0,480) dan ketersediaan sumber air bersih (P value = 1,000) dengan perilaku pembuangan tinja balita. Kesimpulan: Pendidikan ibu, jumlah anak/paritas, toilet training dan paparan informasi sanitasi memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pembuangan tinja balita. Sebaliknya, usia ibu, status ekonomi dan ketersediaan sumber air bersih tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap perilaku pembuangan tinja balita.
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proyek Pembangunan Filtrasi Air Sumur Dalam Rendjani, Sekar Aulia; Rini, Willia Novita Eka; S, Oka Lesmana
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1260

Abstract

Latar Belakang: Krisis air bersih masih menjadi permasalahan global dengan 2,2 miliar penduduk dunia kekurangan akses air aman. Di Indonesia, hanya 11,9% rumah tangga yang benar-benar memiliki akses air minum layak berdasarkan parameter kesehatan. Pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih melalui sistem filtrasi sumur dalam menjadi salah satu solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, proyek ini memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tinggi karena melibatkan aktivitas pengeboran, penggunaan bahan kimia, serta instalasi peralatan berat. Tujuan: Menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek pembangunan sistem filtrasi air sumur dalam melalui kajian literatur dengan pendekatan HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control). Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan dari berbagai jurnal, laporan penelitian, dan dokumen ilmiah yang membahas identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta strategi pengendalian dalam pekerjaan konstruksi, khususnya pada sistem filtrasi sumur dalam. Analisis dilakukan dengan kerangka HIRADC untuk mengklasifikasikan potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan langkah pengendalian. Hasil: Kajian literatur mengidentifikasi beragam potensi bahaya konstruksi, mulai dari risiko jatuh dari ketinggian, paparan bahan kimia, hingga masalah ergonomi. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa penerapan HIRADC efektif dalam menurunkan tingkat risiko dari kategori tinggi menjadi sedang hingga rendah melalui penerapan kontrol yang tepat. Risiko dominan pada pembangunan sistem filtrasi sumur dalam meliputi kecelakaan akibat peralatan berat, paparan debu arang aktif, serta bahaya jatuh saat proses instalasi. Kesimpulan: Kajian literatur menunjukkan bahwa pembangunan sistem filtrasi air sumur dalam memiliki risiko K3 tinggi, namun penerapan metode HIRADC efektif untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan pengendalian guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
Analisis Kandungan Siklamat pada Minuman Jajanan Sekolah di SMP Negeri 15 Samarinda, sebagai Upaya Pengawasan Keamanan Pangan Yuniasih, Arista Dian; K, Iriyani; W, Ratih Wirapuspita
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1296

Abstract

Keamanan pangan merupakan hal yang perlu diupayakan secara maksimal guna menciptakan kondisi atau jaminan bahwa pangan yang dikonsumsi aman. Suatu bahan pangan dianggap aman apabila telah memenuhi standar keamanan tertentu, sehingga dapat menghindarkan dari potensi bahaya, baik yang bersifat biologis, kimiawi, fisik, maupun zat lain yang bisa membahayakan kesehatan manusia. Salah satu zat berbahaya dalam minuman jajanan sekolah adalah pemanis buatan siklamat. Siklamat bersifat karsinogenik, meningkatkan tekanan darah dan risiko sindrom metabolik apabila dikonsumi oleh anak-anak. Berbagai laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan masih adanya produk jajanan di sektor informal yang mengandung siklamat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kandungan siklamat pada jajanan minuman yang dijual di lingkungan SMP Negeri 15 Samarinda. Sepuluh sampel minuman diambil dari pedagang di dalam dan luar area sekolah, kemudian dianalisis di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Samarinda menggunakan metode kualitatif. Hasil uji menunjukkan bahwa kedua sampel negatif mengandung siklamat. Dengan demikian, pada saat pemeriksaan, jajanan minuman yang dikonsumsi siswa dinyatakan aman dari zat pemanis buatan berbahaya tersebut. Namun, pengawasan berkala dan edukasi kepada pedagang serta masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga keberlanjutan keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Pengaruh Senam Kebugaran Jasmani terhadap Lansia yang Mengalami Insomnia pada Penderita Hipertensi di Posyandu Tangguh Dusun Kejambon 2 Kecamatan Dapurkejambon Kabupaten Jombang Fitria, Widya Anggarini; P, Tiara Fatma; Camelia, Dina
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i3.1019

Abstract

Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang usianya mencapai 60 tahun keatas. Secara umum lansia akan mengalami penurunan fisik dan lebih rentan terkena penyakit salah satunya adalah hipertensi selain masalah tersebut lansia juga mengalami insomnia yang merupakan keadaan seseorang mengalami kesulitan memulai tidur atau sering terbangun dan tidak dapat tidur nyenyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam kebugaran jasmani terhadap lansia yang mengalami insomnia pada penderita hipertensi di posyandu tangguh dusun kejambon 2 kecamatan dapurkejambon kabupaten jombang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pre experiment design dengan pendekatan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Posyandu Tangguh sebanyak 30 lansia menggunakan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner Insomnia Severity Index (ISI). Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon. Sebagian besar (post-test didapatkan sebagian besar (60,0) 18% lansia mengalami insomnia ringan, (40,0) 12% lansia yang mengalami insomnia sedang.Hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon dengan nilai signifikasi p value= 0,000 < 0,05 bermakna H1 diterima. Kesimpulan dan saran dari hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh senam kebugaran jasmani terhadap lansia yang mengalami insomnia dan diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat memodifikasi dengan metode lain untuk mengatasi tingkat insomnia dengan responden yang lebih banyak lagi.
Hubungan Usia, Sikap Kerja, Durasi Kerja, dan Masa Kerja dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Pengendara Ojek Online di Kota Jambi Evany, Abib Putra; Rini, Willia Novita Eka; Noerjoedianto, Dwi; Aswin, Budi; Muldiasman, Muldiasman
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i3.1408

Abstract

Low back pain (LBP) adalah nyeri yang dirasakan pada daerah punggung bawah di daerah diskus intervertebralis lumbal dan sakralis (L5-S1). Faktor resiko low back pain, yaitu Usia, Sikap, Durasi kerja, masa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Usia, sikap kerja, durasi kerja, dan masa kerja pada pengendara ojek online di Kota Jambi. Penelitian kuantitatif dengan desain observasional merupakan metodologi yang digunakan. Tujuan dari pendekatan cross sectional adalah untuk mengetahui hubungan antara usia, sikap kerja, durasi kerja, dan masa kerja dengan resiko terjadinya Low Back Pain (LBP) pada pengendara ojek online di Kota Jambi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Accidental sampling mengambil responden yang kebetulan ditemui di suatu tempat yang sesuai dengan konteks penelitian. Jumlah sampel yaitu 100 sampel yang merupakan pengendara Ojek Online di Kota Jambi. Hasil penelitian terhadap 72 responden yang mengalami keluhan (LBP) dan 28 orang yang tidak mengalami keluhan low back pain (LBP). Ditemukan hubungan yang signifikan antara variabel durasi kerja dan masa kerja dengan keluhan (LBP). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara variabel usia dan sikap kerja hal ini disebabkan oleh homogenitas postur berkendara responden. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih banyak pengendara ojek online di Kota Jambi yang mengalami keluhan LBP dari pada yang tidak mengalami keluhan LBP.
Determinan Pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional pada Kelompok Remaja: Studi di SMA Negeri 5 dan 8 Kota Jambi Minapo, Achmad Shiddiq; Noerjoedianto, Dwi; Mekarisce, Arnild Augina
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i3.1411

Abstract

Latar Belakang: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program penting pemerintah untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan. Namun, pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada remaja, khususnya siswa SMA, masih bervariasi. Sikap dan persepsi merupakan faktor psikologis yang berperan besar dalam perilaku kesehatan. Pemanfaatan JKN didefinisikan sebagai perilaku siswa SMA dalam menggunakan kepesertaan JKN untuk memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, baik pelayanan promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif, sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tujuan: Mengetahui hubungan sikap dan persepsi siswa SMAN 5 dan SMAN 8 Kota Jambi dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel 200 siswa yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner. Analisis menggunakan Chi-Square. Hasil: Tidak terdapat hubungan antara sikap dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) (P Value = 0,623). Sikap positif siswa tidak serta merta mendorong pemanfaatan karena keputusan berobat dominan ada pada orang tua. Terdapat hubungan signifikan antara persepsi dengan pemanfaatan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) (P Value = 0,005). Kesimpulan: Sikap siswa tidak berhubungan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sedangkan persepsi berperan signifikan. Sekolah perlu meningkatkan edukasi dan sosialisasi mengenai manfaat JKN melalui kegiatan penyuluhan, Sekolah dapat bekerja sama dengan Puskesmas atau BPJS Kesehatan untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan mudah dipahami oleh siswa.
Perbandingan Akurasi Diagnostik PHQ-2 dan PHQ-9 sebagai Instrumen Skrining Depresi di Layanan Primer: Systematic Literature Review Azenta, Moch. Tabriz; Ichsan, Burhanudin; Permatasari, Shalsa Difa; Salsabila, Nabila Mutia; Humaira, Nabila; Prawito, Chevalerie Daffa; Pramono, Natasya
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i3.1415

Abstract

Deteksi dini depresi di layanan primer membutuhkan instrumen skrining yang akurat sekaligus praktis. Tinjauan sistematis ini membandingkan akurasi diagnostik Patient Health Questionnaire-2 (PHQ-2) dan PHQ-9 untuk skrining depresi. Pencarian dilakukan di Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci terkait (publikasi 2020-2025). Seleksi menggunakan alur PRISMA dengan kriteria inklusi studi komparatif pada dewasa di layanan primer. Lima studi (6.500 subjek) dari berbagai populasi memenuhi kriteria. PHQ-9 menunjukkan sensitivitas lebih tinggi (0,88-0,90) dibandingkan PHQ-2 (0,75-0,80), dengan spesifisitas masing-masing 0,85 dan 0,78. PHQ-2 efektif untuk skrining awal dengan administrasi lebih cepat, sedangkan PHQ-9 memberikan evaluasi komprehensif untuk diagnosis definitif. Pendekatan bertingkat mengoptimalkan deteksi dini dengan menggunakan PHQ-2 sebagai skrining awal dilanjutkan PHQ-9 untuk evaluasi mendalam. Disarankan menggunakan pendekatan dua tahap (two-step screening): PHQ-2 untuk skrining cepat semua pasien, lalu lanjutkan PHQ-9 pada hasil positif untuk konfirmasi.
Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil di Trimester III dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Eimadake, Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2024 Nenobesi, Rini; Mirasa, Yudied Agung; Winarti, Eko
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i3.1502

Abstract

Kehamilan pada usia yang tidak ideal dan kondisi anemia merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik umur ibu hamil trimester III, kejadian anemia, serta hubungannya dengan berat badan bayi lahir di Puskesmas Eimadake. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasipencatatan rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil berada pada kelompok usia risiko tinggi (<20 tahun dan >35 tahun) yaitu sebanyak 85,3%, sedangkan hanya 14,7% yang berada pada usia aman (20–35 tahun). Prevalensi anemia cukup tinggi, ditemukan pada 67,6% responden. Sementara itu, sebagian besar bayi lahir dengan berat badan normal (88,3%), meskipun masih terdapat 11,7% kasus bayi berat lahir rendah (BBLR). Uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara anemia ibu hamil trimester III dengan berat badan bayi lahir (p=0,184). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sebagian besar ibu hamil berada pada kelompok usia risiko tinggi dan mengalami anemia, namun kondisi tersebut tidak terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR. Pentingnya pemantauan kesehatan ibu hamil secara periodik guna memastikan persalinan yang baik dan mencegah komplikasi kehamilan segingga tercapai bayi yang lahir sehat.
Dinamika Faktor Risiko Maternal dan Disparitas Wilayah terhadap Kejadian Stunting: Analisis Evidence-Based Data SSGI 2024 Niswah, Ummi Khairun; Anggraini, Sevrima
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i3.1518

Abstract

Stunting masih menjadi kondisi yang memerlukan strategi khusus untuk mengatasinya karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting pada balita dengan fokus pada determinan maternal, layanan kesehatan, dan klasifikasi wilayah. Menggunakan data sekunder dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, studi observasional dengan desain cross-sectional ini melibatkan sampel nasional balita usia 0–59 bulan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik multivariat dengan mempertimbangkan desain survei kompleks. Hasil analisis menunjukkan prevalensi stunting lebih tinggi di wilayah pedesaan (21,87%) dibandingkan perkotaan (16,23%). Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu selama kehamilan ditemukan sebagai faktor risiko paling dominan (AOR = 1,63; 95% CI: 1,54-1,74). Selain itu, faktor risiko signifikan lainnya meliputi klasifikasi wilayah pedesaan (AOR = 1,30), tidak adanya diskusi isi buku KIA (AOR = 1,23), umur ibu melahirkan pada usia berisiko (AOR = 1,14), dan ketiadaan suplementasi tablet tambah darah (AOR = 1,09). Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas instrumen kesehatan seperti Buku KIA sangat bergantung pada diskusi aktif antara tenaga kesehatan dan ibu. Solusi untuk percepatan penurunan stunting harus memprioritaskan optimalisasi gizi ibu selama kehamilan, revitalisasi literasi kesehatan berbasis komunitas, serta pemerataan kualitas layanan kesehatan di wilayah pedesaan untuk memutus rantai malnutrisi antargenerasi.

Page 10 of 12 | Total Record : 112