cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281361694230
Journal Mail Official
pubhealt@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 28307224     DOI : https://doi.org/10.56211/pubhealth
Core Subject : Health,
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang membahas ilmu di bidang Kesehatan Masyarakat, jurnal ini juga sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat terbit 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli, Oktober, Januari dan April. Terbitan pertama adalah bulan Juli 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker X. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menerima naskah dengan topik Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik dan Kependudukan, Epidemiologi, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Kesehatan Lingkungan, Gizi Masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Mutidisiplin terkait dengan ilmu Kesehatan dan Kedokteran.
Articles 94 Documents
Analisis Pelaksanaan Program Penanggulangan Hipertensi di Puskesmas Pante Raya Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh Syahputri, Nada Sarah; Safitri, Vira; Kamisahri, Kamisahri; Nahrisah, Putri; Baharuddin, Dharina
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i1.1115

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah systole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal (tekanan darah systole diatas 140 mmHg dan diastole diatas 90 mmHg). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2022, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,11%. Evaluasi program hipertensi di Puskesmas Pante Raya dirancang dengan pendekatan metode campuran (mixed methods), yang memadukan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Kajian ini merupakan analisis kebijakan pencegahan hipertensi dalam program pencegahan PTM yang dilakukan pada bulan Juni 2025.Hasil kajian ini didapat bahwa penderita hipertensi paling tinggi tahun 2023 sejumlah 4.618 orang. Kesimpulannya pelaksanaan program penanggulangan hipertensi sudah berjalan dengan Ketersediaan alat dan pelayanan PTM menunjukkan hasil yang baik dan adanya kepuasaan pasien terhadap pelayanan puskesmas. Serta pendistrubisian yang tepat waktu dan stock obat dan fasilitas lainnya terkait PTM yang selalu tersedia. Namun, kepatuhan minum obat pasien dan kunjuan ulang pasien yang selalu menjadi kendala di Puskesmas Pante Raya Kabupaten Bener Meriah.
Pengaruh Penggunaan Kompres Hangat terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Dismenore Primer Remaja Putri di Kecamatan Mojoroto Maringga, Estin Gita; Mustofa, Linda Andri; Fatayati, Awalina Nur
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i1.1025

Abstract

Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang sering terjadi pada remaja putri, yang diakibatkan oleh peningkatan kadar hormon prostaglandin. Salah satu terapi non farmakologis yang bisa digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri pada dismenore adalah dengan menggunakan kompres hangat. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan rancangan preeksperiment one group Pretest-Postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang mengalami dismenore primer sebanyak 50 orang dengan besar sampel yang diambil yaitu sebanyak 30 orang. Sample dalam penelitian ini adalah Sebagian remaja putri yang mengalami dismenore primer. Sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Waktu penelitian ini mulai 1-27 April 2025 bertempat di kantor PAC IPPNU Kecamatan Mojoroto, dengan menggunakan intrumen penelitian kuisioner yang tetap memperhatikan etika-etika dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan intensitas nyeri sebelum diberikan kompres hangat memiliki skala nyeri antara 1-8, dengan nilai rata-rata skala nyeri 4,63. Setelah diberikan perlakuan (kompres hangat) didapatkan nilai skala nyeri minimal 0 dan maksimal 6 dengan nilai rata-rata skala nyeri adalah 2,1. Hasil uji statistik menunjukan hasil terdapat nilai p value=0,003 (p < 0,05). Sehingga berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulka bahwa terdapat pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja di Kecamatan Mojoroto Kediri, sehingga penggunaan kompres hangat pada dismenore primer dapat mengurangi intensitas nyeri yang dialami oleh remaja putri di kantor PAC IPPNU Kecamatan Mojoroto Kediri.
Evaluasi Pelaksanaan Pengawasan Menelan Obat (PMO) pada Kasus TB di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2024 Lasmaria, Kaitlyn Rosalie; Sari, Rumita Ena
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i1.1030

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Jambi. Pengawasan Menelan Obat (PMO) menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian TB melalui pendekatan DOTS (Directly Observed Treatment Short-Course). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan PMO pada pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi tahun 2024 berdasarkan model evaluasi input, proses, dan output. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input masih terdapat keterbatasan dalam sumber daya manusia terlatih, sarana prasarana, dan pendanaan. Pada aspek proses, peran PMO dalam memberi motivasi, edukasi, dan mengingatkan pasien untuk melakukan pemeriksaan ulang belum optimal karena rendahnya pengetahuan dan partisipasi sebagian PMO. Sementara itu, dari sisi output, tingkat keberhasilan pengobatan belum mencapai target nasional, dipengaruhi oleh rendahnya kepatuhan pasien. Kesimpulannya, pelaksanaan PMO di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perbaikan terutama dalam pelatihan, monitoring, dan dukungan terhadap PMO serta peningkatan kesadaran pasien. Diperlukan sinergi antara tenaga kesehatan, PMO, keluarga, dan masyarakat guna mencapai keberhasilan program pengendalian TB.  
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Balita Usia 24-60 Bulan Damayanti, Dina; Salsyabilla, Berliani
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i1.1043

Abstract

Perkembangan merupakan proses bertambahnya kemampuan tubuh maupun tingkah laku yang lebih matang dan kompleks. Indonesia menjadi negara nomor tiga dengan gangguan perkembangan tertinggi di Asia Tenggara. Faktor penyebab terjadinya gangguan perkembangan pada balita disebabkan oleh tingkat pendidikan orang tua, status ekonomi, status gizi, faktor lingkungan, dan stimulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan pada balita usia 24-60 bulan. Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dan observasi yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kemayoran. Analisis data menggunakan spearman rho dengan besar sampel sebanyak 97 responden. Sebagian besar status pendidikan ibu tinggi (75.3%) hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status pendidikan ibu dengan perkembangan balita usia 24-40 bulan p value 0.173, mayoritas status ekonomi otang tua tinggi (72.2%) didapatkan hasil terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan perkembangan pada balita usia 24-60 bulan p value 0.001, dan status gizi sebagian besar normal (47,4%) hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status gizi (BB/U) berdasarkan z score dengan perkembangan balita usia 24-60 bulan p value 0.349. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan balita usia 24-60 bulan status ekonomi, sedangkan pendidikan ibu dan status gizi tidak termasuk dalam faktor yang berhubungan dengan perkembangan balita usia 24-60 bulan.
Analisis Ketercapaian Indikator Pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan berdasarkan Kategori Jumlah Jiwa tiap Rukun Tetangga di Kelurahan Rungkut Menanggal Dewi, Dyah Septiani; Susanto, Nugroho
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i1.1063

Abstract

  Pilar Stop buang air besar sembarangan (BABS) dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, sehingga menjadi strategi penting dalam mengubah perilaku dan meningkatkan akses ke fasilitas sanitasi. Namun, ketercapaian indikator pada pilar ini belum banyak dikaji pada tingkat komunitas kecil seperti Rukun Tetangga (RT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketercapaian indikator berdasarkan kategori jumlah jiwa tiap RT di Kelurahan Rungkut Menanggal. Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder dari Aplikasi Sayang Warga Surabaya tahun 2023 yang dianalisis secara tabulatif berdasarkan klasifikasi jumlah jiwa (kecil: ≤ 50 jiwa, sedang: 50 – 100, dan besar: > 100 jiwa) terhadap 4 indikator yakni Buang Air Besar di Jamban, Jamban Milik Sendiri, Jamban Kloset Leher Angsa, dan Bangunan Bawah Tangki Septik. Sebagian besar RT telah menunjukkan capaian sempurna pada 3 indikator, sedangkan indikator Jamban Milik Sendiri baru mencapai 94% RT. Selain itu, RT dengan kategori jumlah jiwa kecil dan sedang cenderung belum seluruhnya memiliki jamban milik sendiri, sementara RT dengan kategori jumlah jiwa besar justru telah mencapai seluruh indikator. Temuan ini mengindikasikan bahwa capaian sanitasi tidak hanya dipengaruhi oleh ukuran populasi, tetapi juga oleh faktor pengetahuan dan sikap, persepsi dan norma sosial, serta dalam kasus ini juga dipengaruhi oleh letak spasial geografis.
The Role of Midwives in the Early Detection of Infertility Risk Factors Among Women of Reproductive Age Kurniawati, Erna Yovi; Iriyani, Elfrida
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i1.1064

Abstract

Primary infertility is an increasingly prevalent reproductive health issue, yet it often remains undetected at the primary care level. Midwives, as frontline health professionals, hold strategic potential in the early identification of infertility risk through maternal and child health (MCH) services. This study aimed to analyze the relationship between patients’ perceptions of midwives’ roles and the identification of infertility risk factors among couples of reproductive ages. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The sample consisted of 32 reproductive-age couples attending MCH services in Yogyakarta, Indonesia. Data were collected using a structured questionnaire assessing perceptions of midwives’ roles across five dimensions: education, early detection, counseling, referral, and communication. Data analysis included chi-square tests and multivariate logistic regression. A significant association was found between positive perceptions of midwives’ roles in education (p=0.041), early detection (p=0.018), and communication (p=0.029) with successful identification of infertility risk factors. Early detection emerged as the most dominant factor (OR=3.47; 95% CI=1.29–9.31).  Midwives' roles in early detection, education, and communication significantly contribute to identifying infertility risk factors. Strengthening midwives’ authority and capacity in fertility-related issues is essential to promote a sustainable preventive approach in primary health care.
Lessons Learned for Establishing Hospital Safety Climate with ROI vs Cost Control Approach as a Budget Policy Advocacy Nurani, Promisetyaningrum Fitria; Siregar, M Arbi; N, Pramadyo Adhi; H, Ria Nuril
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i1.1083

Abstract

Objective: The classical issue in most of the Asian countries on establishing hospital safety climate is the lack of budget for safety program due to the management perspective that safety is a burden. It makes safety programs annually only submitted but unapproved because of various management decisions allocating the budget to another program which is considered to be more important. With a lack of budget makes many safety programs are stuck and unimproved. Activity: In the field visit from one of the famous referral hospitals in Yogyakarta, hospital safety climate implementation is reviewed as a picture of hospital safety climate in general. This paper tries to solve the classical issue that inhibits the safety climate implementation in the hospital with a brief introduction to the ROI vs Cost Control for the decision-makers which referenced from various journals as the evidence. Regulation Review: The laws and regulations regarding hospital safety have entered into the legal system that must be fulfilled by the hospital through accreditation at least once every 3 years. However, some of the hospital safety implementations as a major part of the safety climate in hospital runs into unsustain because it is only done as a fulfillment of the obligation to pass accreditation completely which is called "SNARS" (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit). Even though the rules regarding hospital safety should be used as a reference for establishing a sustainable hospital safety climate but in facts it is not well implemented. Lessons Learned: Safety paradigm will change among the decision-makers from the perspective of safety as a burden and fulfilment of accreditation requirements to the perspective of safety as an investment that can provide long-term benefits for hospitals by calculating ROI vs Cost Control for all safety program and its infrastructure. However, it is very important to establish safety climate in the hospital.ROI vs Cost Control calculations are the main tool for making a paradigm shift from viewing K3 as a cost center to a profit center that can provide long-term competitive advantages.
Menjaga Tekanan Darah, Meningkatkan Harapan: Evaluasi Program Hipertensi di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe Meutia, Rika; Yelastari, Raden Debby; Nazar, Fakhrul; Baharuddin, Dharina; Nahrisah, Putri
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i1.1120

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Evaluasi program pengendalian hipertensi penting dilakukan untuk mengetahui efektivitas implementasi program di tingkat pelayanan primer. Tujuan: Mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan hipertensi di Puskesmas Muara Dua, Kota Lhokseumawe berdasarkan komponen input, proses, output, outcome, dan impact. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan petugas program, observasi lapangan, dan telaah dokumen program hipertensi periode 2022–2024. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan temuan berdasarkan lima komponen evaluasi program. Hasil: Program hipertensi telah mencakup layanan skrining, edukasi, pemberian obat, dan rujukan. Namun, masih terdapat kendala pada keterbatasan SDM, pelatihan yang tidak berkelanjutan, logistik, serta belum optimalnya dokumentasi edukasi dan outcome pasien. Tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi juga masih rendah, dan sistem rujukan belum berjalan lancar. Kesimpulan: Program hipertensi di Puskesmas Muara Dua telah berjalan namun belum optimal. Diperlukan penguatan pada seluruh komponen program, terutama dalam hal pencatatan, edukasi berkelanjutan, serta pemantauan hasil dan dampak jangka panjang.
Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah: Studi Kasus di SDN 009 Karang Asam Samarinda Maliran, Shafa Minda; K, Iriyani; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.952

Abstract

Keamanan pangan jajanan anak sekolah dasar merupakan isu penting dalam kesehatan masyarakat karena melibatkan kelompok usia rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan pangan jajanan di SDN 009 Karang Asam, Samarinda. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, observasi praktik higiene pedagang, serta uji cepat terhadap kandungan bahan tambahan pangan berbahaya, yaitu formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow pada jenis jajanan es teh dan melakukan pengamatan hygiene dan sanitasi pada terang bulan mini dan jelly. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa seluruh sampel negatif terhadap bahan berbahaya tersebut. Namun, ditemukan kelemahan dalam aspek penyajian dan kebersihan, seperti makanan disajikan terbuka dan penggunaan air yang tidak terverifikasi kualitasnya. Temuan ini menunjukkan bahwa keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kandungan kimia, tetapi juga oleh praktik higiene pedagang, edukasi konsumen, dan pengawasan lingkungan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan rutin bagi pedagang, integrasi edukasi gizi dalam kurikulum, serta penguatan program kantin sehat sebagai upaya preventif dan promotif terhadap risiko pangan tidak aman di sekolah dasar.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Tablet Fe di Kalangan Remaja di Lihat dari Perspektif Sosial dan Kesehatan Aprilia, Aprilia; Septiyana, Nadhifa Bunga; Nabilah, Putri Nilna; Ramadina, Novia Riski; Abidin, Muhammad Ayassy Malik; Hidayanti, Sukma; indriani, yulis; Irawan, Teguh
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1060

Abstract

Anemia merupakan kondisi yang dikarenakan kekurangan zat gizi esensial yang mempunyai peran pada pembentukan hemoglobin, umumnya akibat rendahnya asupan atau gangguan penyerapan nutrisi. Penelitian ini dilakukan di empat SMA/MA di Kota Pekalongan untuk mengkaji faktor-faktor sosial dan kesehatan yang memengaruhi konsumsi Tablet Tambah Darah (tablet Fe) pada remaja putri. Meskipun mayoritas responden mempunyai pemahaman yang baik mengenai anemia, hal ini tidak selalu berbanding lurus dengan perilaku konsumsi tablet Fe secara rutin. Studi yang dilaksanakan mempergunakan desain kuantitatif mempergunakan pendekatan cross-sectional. Data primer dilakukan pengumpulan dengan survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 siswi kelas X dan XI yang dipilih secara random sampling dari SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, dan MAN 1 Pekalongan. Analisis dilaksanakan mempergunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 23 dan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian mengindikasikan jika mayoritas responden mempunyai tingkat pengetahuan yang baik (76%), motivasi yang baik (73%), serta dukungan sosial yang cukup (67%). Namun, pengaruh teman sebaya masih tergolong kurang baik (70%), dan sikap positif belum optimal (68%). Uji regresi logistik mengindikasikan jika hanya variabel motivasi yang berdampak signifikan pada perilaku konsumsi tablet Fe (p = 0,004; Exp(B) = 4,779), sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh secara signifikan. Dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan faktor utama yang memengaruhi konsumsi tablet Fe, sehingga intervensi promotif sebaiknya difokuskan pada peningkatan motivasi remaja dalam upaya pencegahan anemia.

Page 8 of 10 | Total Record : 94