cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281361694230
Journal Mail Official
pubhealt@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 28307224     DOI : https://doi.org/10.56211/pubhealth
Core Subject : Health,
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang membahas ilmu di bidang Kesehatan Masyarakat, jurnal ini juga sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat terbit 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli, Oktober, Januari dan April. Terbitan pertama adalah bulan Juli 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker X. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menerima naskah dengan topik Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik dan Kependudukan, Epidemiologi, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Kesehatan Lingkungan, Gizi Masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Mutidisiplin terkait dengan ilmu Kesehatan dan Kedokteran.
Articles 94 Documents
Evaluasi Keefektivitasan Aplikasi serta Website Chatra sebagai Program Konseling dalam Penanganan Gangguan Kesehatan Mental bagi Generasi Z Irawan, Teguh; Indriyani, Yulis; Aulia, Mahda; Pramudhia, Cita Windu; Qhotriena, Elica; Hasbibie, Caesar Thoriq Kemal; Kusumaningtyas, Dwi; Firmansyah, M. Rifki
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1061

Abstract

Gangguan kesehatan mental adalah kondisi ketika fungsi psikologis seseorang mengalami hambatan atau tidak berjalan semestinya. Berbagai upaya telah dilakukan, seperti layanan konseling di sekolah dan universitas dan kampanye kesadaran Kesehatan mental. Namun, banyak solusi ini masih menghadapi keterbatasan dari segi aksesibilitas, efektivitas, maupun penerimaan oleh Generasi Z yang akrab dengan teknologi. Sebagai solusi inovatif, program konseling berbasis website hadir, salah satunya adalah CHATRA, yang dirancang sesuai kebutuhan Generasi Z. Evaluasi efektivitas platform ini penting untuk menilai sejauh mana dampaknya terhadap kesehatan mental pengguna. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dan FGD, dengan desain studi kasus. Informan terdiri dari 6 pengurus UKM Pikma Sriwijaya periode 2025/2026 dan 6 klien konseling. Hasil menunjukkan bahwa fitur anonimitas dan format chat memudahkan pengguna mengungkapkan masalah pribadi tanpa takut atau malu, serta memberikan dampak positif seperti perasaan lega, berkurangnya kecemasan, dan peningkatan kemampuan menyelesaikan masalah. Namun, masih ditemukan kendala teknis seperti lambatnya respons konselor, tidak adanya notifikasi, dan tampilan antarmuka yang kurang ramah. Temuan ini menunjukkan Chatra dapat menjadi jembatan awal layanan kesehatan mental bagi remaja dan mahasiswa, dengan catatan perlunya perbaikan teknis dan dukungan profesional berkelanjutan. Chatra berpotensi dikembangkan sebagai model layanan konseling digital yang murah, aman, dan efektif di lingkungan kampus.  
Gambaran Pelaksanaan Upaya Triple Eliminasi Penanggulangan HIV/AIDS di Suku Dinas Kesehatan Kota ADM. Jakarta Selatan Tahun 2025 Anjani, Mawar; Rachmawati, Emma
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1163

Abstract

Sejalan dengan sasaran global untuk mengakhiri epidemi HIV/AIDS pada tahun 2030, pemerintah dan masyarakat bersinergi dalam komitmen untuk mengendalikan HIV/AIDS dengan target eliminasi 95-95-95. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran input, proses, dan output dalam pelaksanaan upaya Triple Eliminasi HIV/AIDS di Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan pada tahun 2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi, dan telaah dokumen. Informan terdiri dari empat orang: koordinator P2PM, pengelola program HIV/AIDS, tenaga Technical Officer TB-HIV/AIDS, dan Data Officer HIV/AIDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program telah sesuai dengan Permenkes RI No. 23 Tahun 2022, dengan monitoring dan evaluasi rutin bulanan dan triwulanan, serta adanya koordinasi lintas sektor, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), fasilitas kesehatan, dan komunitas. Namun, hambatan masih ditemui, yaitu kurangnya sosialisasi dan edukasi, keterbatasan SDM (hanya 1 orang pengelola program), serta tidak adanya pelatihan yang diselenggarakan langsung oleh Sudinkes Jakarta Selatan. Disarankan agar Sudinkes menambah jumlah SDM, memperluas jejaring dengan mitra, meningkatkan sosialisasi dan edukasi, serta menyelenggarakan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) mandiri.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny. “A” Umur 30 Tahun dari Masa Kehamilan Hingga Masa Interval di TPMB Bdn. DS, Pare Fadila, Safira Hanin Iffa Putri; Rahayu, Dwi Estuning; Titisari, Ira; Rahmaningtyas, Indah
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1173

Abstract

Asuhan kebidanan Continuity of Care (CoC) merupakan layanan yang diberikan secara menyeluruh dan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga program keluarga berencana. Tujuan dari laporan ini adalah untuk menggambarkan penerapan asuhan CoC pada Ny. A, usia 30 tahun, di TPMB DS, Pare. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan dokumentasi menggunakan format SOAP. Selama kehamilan trimester III, Ny. A mengeluhkan nyeri pada pinggang dan rasa tidak nyaman pada kaki, yang berhasil diatasi melalui edukasi dan senam hamil. Senam hamil terbukti efektif dalam memperkuat serta merilekskkan otot-otot dasar panggul dan dapat menurunkan ketidaknyaman selama masa kehamilan. Proses persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 39 minggu 4 hari tanpa adanya komplikasi, dengan bayi lahir sehat, berat 3390 gram, panjang 50 cm, dan skor Apgar 7/9. Masa nifas berjalan normal, meskipun terdapat keluhan bengkak pada kaki yang diatasi dengan kompres hangat, latihan senam nifas, dan anjuran posisi tidur yang benar terapi ini membantu memperlancar sirkulasi darah, khususnya di area kaki, sehingga dapat mengurangi terjadinya edema atau pembengkakan pada ekstremitas bawah. Saat kunjungan neonatus, bayi dalam kondisi sehat, telah mendapatkan imunisasi HB0 dan vitamin K, serta edukasi tentang pentingnya penjemuran pagi untuk mencegah terjadinya penyakit kuning pada bayi. Pada masa interval, Ny. A memilih kontrasepsi suntik 3 bulan yang aman untuk ibu menyusui. Secara keseluruhan, asuhan ini menunjukkan bahwa pelayanan kebidanan berkelanjutan sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi serta mencegah terjadinya komplikasi.
Gambaran Penggunaan Obat Nonsteroidal Anti-Inflamatory Drugs (NSAID) pada Pasien Osteoarthtritis (OA) Geriatri Anggi, Anggi; Aqsa, Kathina Deswi; Meilinasary, Khairunnisa Azani
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1199

Abstract

Nyeri kronis adalah gejala umum dari osteoartritis (OA), kondisi sendi degeneratif yang sebagian besar menyerang lansia.  Pengobatan lini pertama untuk pereda nyeri OA adalah NSAID.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dalam mengobati pasien OA lanjut usia di poliklinik RSUD Dr. Abdul Aziz Singkawang menggunakan Wong-Baker Faces Scale (WBFS).  Sembilan puluh dari 115 pasien di masyarakat menjadi subjek penelitian observasional retrospektif ini. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pasien adalah perempuan (67%) dan NSAID yang paling banyak digunakan adalah Etoricoxib (67%). Namun, NSAID yang paling efektif dalam menurunkan nyeri adalah Meloxicam dengan rata-rata penurunan skor WBFS sebesar 2,18 (p<0.05) dan Etorixocib kurang efektif dalam menurunkan nyeri dengan rata-rata penurunan skor WBFS sebesar 1,83. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Meloxicam lebih efektif dibandingkan NSAID lainnya seperti Etoricoxib dalam meredakan nyeri OA pada pasien geriatri.
Peran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam Penguatan Nilai Keagamaan di Desa Pangkalan Dodek Baru Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara Nurhayati, Nurhayati; Suraya, Rani; Tantri, Dinda Agus; Rahmanda, Lily; Mendriani, Putri; Parapat, Ruqayah Salsabila
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1224

Abstract

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pangkalan Dodek Baru bertujuan memperkuat nilai keagamaan masyarakat melalui peran aktif mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Participatory Action Research (PAR) yang diterapkan secara spesifik dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat secara kolaboratif dalam lima siklus: mengamati kondisi awal (to know), memahami masalah (to understand), merencanakan solusi (to plan), melaksanakan program belajar mengaji dan praktik sholat secara partisipatif (to action), serta melakukan evaluasi bersama (to reflection). Melalui proses ini, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mengajak masyarakat aktif turut serta. Program ini menyasar anak-anak dan remaja dengan dukungan tokoh agama setempat. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan baca Al-Qur’an, pemahaman praktik ibadah, serta tumbuhnya kesadaran beragama yang disiplin, toleran, dan bertanggung jawab. Pendekatan PAR juga berhasil memperkuat partisipasi masyarakat dan ikatan sosial antarwarga. Dengan demikian, KKN berbasis PAR efektif membangun generasi muda berakhlak mulia dan kehidupan beragama yang harmonis di tingkat desa.
Determinan Perilaku Personal Hygiene Remaja Putri saat Menstruasi di SMPN 12 Kota Jambi Tahun 2025 Marbun, Tesalonika Graciella; Ibnu, Ismi Nurwaqiah; Butar, Marta Butar; Nasution, Helmi Suryani; Sari, Puspita; Siregar, Sri Astuti
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1232

Abstract

Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia, perilaku remaja putri menjaga hygiene saat menstruasi masih dikategorikan kurang yaitu sebesar 66,6%. Observasi awal di SMPN 12 Kota Jambi menunjukkan 8 siswi yang diwawancarai tidak mengetahui personal hygiene saat menstruasi dan penerapannya di kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku personal hygiene remaja putri saat menstruasi di SMPN 12 Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan analisis deskriptif dan pendekatan cross-sectional dengan populasi sebanyak 402 siswi serta sampel sebanyak 80 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan analisis chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan berada dalam kategori baik (53,8%), sikap positif (53,8%), peran guru baik (56,3%), dan peran orang tua baik (57,5%). Terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku personal hygiene remaja putri saat menstruasi (p value = 0,002 < 0,05), sikap dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi (p value = 0,000 < 0,05), dan peran orang tua dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi (p value = 0,001 < 0,05). Namun tidak terdapat hubungan antara peran guru dengan perilaku personal hygiene remaja putri saat menstruasi (p value = 0,474 > 0,05). Kesimpulannya, perilaku personal hygiene siswi SMPN 12 Kota Jambi saat menstruasi tergolong baik, sebanyak 58,8% siswi melaksanakan perilaku personal hygiene yang baik saat menstruasi. SMPN 12 Kota Jambi dapat memberdayakan siswi sebagai peer educator dan memanfaatkan media sosial sebagai wadah edukasi personal hygiene saat menstruasi.
Gambaran Perbandingan Obat Piracetam dan Citicoline pada Pasien Stroke Iskemik di Rawat Inap Juniarti, Juniarti; Aqsa, Kathina Deswi; Fitri, Maghfiroti
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1237

Abstract

Stroke iskemik merupakan masalah kesehatan global yang menyebabkan kecacatan dan kematian, dengan prevalensi yang meningkat secara signifikan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Stroke iskemik terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah ke otak, yang mengakibatkan kerusakan jaringan otak dan gangguan fungsi. Neuroprotektif, seperti piracetam dan citicoline, digunakan untuk mengurangi kerusakan sel saraf dan memperbaiki fungsi otak pasca-stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perbandingan obat piracetam dan citicoline pada pasien stroke iskemik di rawat inap pada periode Januari 2022 - Desember 2023. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimental observasional dengan pendekatan kohort, mengambil data secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan rumus slovin hasil sampel 80 pasien dari total populasi 99 pasien. Data dianalisis secara deskriptif analitik, dengan uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test untuk data yang tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian pada 80 sampel, pasien stroke iskemik didominasi oleh laki-laki (62%) dan kelompok usia 45-64 tahun (61%). Hasil penelitian menunjukkan golongan neuroprotektif yang paling banyak digunakan citicoline (97,50%) dibandingkan piracetam (2,50%). Hasil efektivitas berdasarkan lama hari rawat inap menggunakan rumus AvLOS yang paling singkat citicoline (3,76 hari) dibandingkan piracetam (7,5 hari) dan berrdasarkan nilai GCS terdapat perbedaan yang bermakna pada GCS awal dan GCS akhir dengan nilai signifikansi 0,00<0,05 artinya terdapat perbedaan nilai GCS sebelum dan setelah pemberian terapi piracetam atau citicoline. Kesimpulan bahwa citicoline adalah obat neuroprotektif yang paling banyak digunakan dan paling efektif dalam terapi pasien stroke iskemik berdasarkan lama hari rawat inap maupun peningkatan nilai GCS.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja pada Perawat di Rumah Sakit ‘X’ Kota Jakarta Tahun 2025 Nestiti, Adinda Desta Dian; Rachmawati, Emma
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1238

Abstract

Kinerja perawat adalah salah satu faktor penting dalam menentukan mutu pelayanan di rumah sakit. Banyak faktor yang dapat memengaruhi kinerja perawat, baik dari internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat di Rumah Sakit ‘X’ Kota Jakarta. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh 42 perawat di Rumah Sakit ‘X’, (total sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk G-form dan analisis data menggunakan analisis univariat bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pelatihan dan pengembangan SDM (Diklat) (p=0,012, PR=2,890), motivasi kerja (p=0,010, PR=3,333), dan disiplin kerja (p=0,000, PR=4,000),  dengan kinerja perawat (p-value < 0,05). Disarankan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas Diklat bagi perawat serta membangun motivasi dan kedisiplinan perawat guna menjaga mutu pelayanan.
Hubungan Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja Fisik, dan Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Kinerja Pekerja pada Proyek Kostruksi Jayatri, Alya Artika; Rini, Willia Novita Eka; Putra, Ashar Nuzulul
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1245

Abstract

Latar Belakang: Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor vital bagi perekonomian, namun memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, yaitu menyumbang 31,9% dari total kecelakaan kerja di Indonesia. Di Provinsi Jambi, tren kecelakaan kerja menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada proyek berskala besar yang melibatkan banyak tenaga kerja dengan tekanan waktu dan kondisi kerja yang menantang. Kinerja pekerja menjadi faktor kunci keberhasilan proyek, sehingga perlu dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti motivasi kerja, lingkungan kerja fisik, dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan: Mengetahui hubungan antara motivasi kerja, lingkungan kerja fisik, dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja dengan kinerja pekerja pada proyek konstruksi. Metode: Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis. Pencarian artikel dilakukan pada basis data ilmiah Google Scholar dan Scopus menggunakan kata kunci “motivasi kerja”, “lingkungan kerja fisik”, “keselamatan dan kesehatan kerja”, “pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja”, dan “kinerja pekerja” dengan rentang publikasi tahun 2015 hingga 2024. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi kerja, lingkungan kerja fisik yang kondusif, dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pekerja. Motivasi mendorong pekerja mencapai hasil optimal, lingkungan kerja yang baik meningkatkan kenyamanan dan produktivitas, sedangkan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kepatuhan. Kesimpulan: Peningkatan motivasi kerja, perbaikan lingkungan kerja fisik, dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja yang ketat secara simultan sangat krusial untuk mengoptimalkan kinerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif pada proyek konstruksi.  
Hubungan Depresi dengan Keharmonisan Keluarga pada Mahasiswa Kesehatan Edyana, Asep; Sarwendah, Endah; Hadiansyah, Tantan; Safaria, Triana Dewi; Wawondatu, Meidy Michelle Fitria; Nawal, Nawal
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1254

Abstract

Depresi merupakan masalah kesehatan jiwa yang seringkali muncul pada mahasiswa. Kondisi depresi juga dapat memicu dampak negatif seperti putus sekolah atau berhenti sekolah. Lingkungan keluarga menjadi salah satu factor eksternal yang berhubungan dengan kondisi depresi. Keharmonisan keluarga berpengaruh pada munculnya depresi. Sehingga penting untuk mengetahui hubungan antara depresi dengan keharmonisan keluarga pada mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara depresi dengan keharmonisan keluarga pada mahasiswa kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sample yang digunakan menggunakan perhitungan Slovin yakni 245 sample. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Beck Depression Inventory- II yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia serta Family Harmony Scale. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden tidak mengalami depresi, namun, terdapat proporsi yang cukup signifikan mengalami depresi pada tingkat ringan hingga berat dengan total 42,0%. Tingkat konflik yang cukup tinggi atau mencapai 46,9%, menandakan bahwa perbedaan pendapat maupun ketegangan masih sering muncul dalam interaksi keluarga. Correlation coefficients rₛ = -0.598, p < 0.01. Ada hubungan bermakna antara depresi dengan keharmonisan keluarga. Semakin tinggi tingkat keharmonisan keluarga, semakin rendah tingkat depresi yang dialami responden, demikian pula sebaliknya Diharapkan penelitian ini mampu memberikan jawaban terkait hubungan antara depresi dan keharmonisan keluarga pada mahasiswa kesehatan sehingga dapat memberikan pembaharuan pada ilmu pengetahuan.

Page 9 of 10 | Total Record : 94