cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281361694230
Journal Mail Official
pubhealt@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 28307224     DOI : https://doi.org/10.56211/pubhealth
Core Subject : Health,
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang membahas ilmu di bidang Kesehatan Masyarakat, jurnal ini juga sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat terbit 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli, Oktober, Januari dan April. Terbitan pertama adalah bulan Juli 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker X. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menerima naskah dengan topik Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik dan Kependudukan, Epidemiologi, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Kesehatan Lingkungan, Gizi Masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Mutidisiplin terkait dengan ilmu Kesehatan dan Kedokteran.
Articles 94 Documents
Asuhan Keperawatan pada Pasien Dispepsia di Rumah Sakit Tk. II Putri Hijau Manik, Yurike Pricilia; Khairani, Ade Irma; Dewi, Rani Sartika; Suharto, Suharto; Simamora, Endang Roswati
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v2i4.506

Abstract

  Dispepsia merupakan kumpulan gejala saluran pencernaan bagian atas yang meliputi rasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada area gastro duo denum (epigastrium/ulu hati), rasa penuh terbakar, mual muntah, rasa cepat kenyang, terasa kembung, dan banyak mengeluarkan gas asam dari dalam mulut. Dispepsia adalah suatu penyakit yang tidak menular, yang menyerang saluran pencernaan bagian atas dan banyak terjadi dikalangan masyarakat. Dispepsia merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang setiap keluhannya timbul biasanya berbeda beda pada masing-masing individu. Tanda dan gejala yang sering terjadi pada pasien dispepsia yaitu mengalami nyeri dapat tercermin dari perilaku pasien misal dari suara (menangis) ekspresi wajah (meringis, dan mengigit bibir) pergerakan tubuh (gelisah) interaksi sosial (menghindari percakapan).. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus untuk mengungkapkan asuhan keperawatan pada pasien dispepsia. Intervensi dan pelaksanaan tindakan asuhan keperawatan pada pasien dispepsia yang dilakukan yaitu pemberian obat analgetik terhadap 2 klien yang mampu menurunkan nyeri pada pasien dispepsia. hasil evaluasi antara kedua klien didapatkan hasil yang sama pada pasien I (Ny.Y) dan pasien II (Nn.A) semua masalah bisa teratasi di hari ke 3 dengan Tindakan pemberian obat analgetik selama 10-20 menit pada pasien dispepsia. Setelah dilakukan pemberian terapi nyeri berkurang dari skala nyeri 6 dan 9 menjadi skala nyeri 3 (0-10).
Asuhan Keperawatan Kebutuhan Rasa Nyaman Nyeri pada Pasien Hemodialisa dengan Teknik Slow Stroke Back Message di Rumah Sakit Tk. II Putri Hijau Medan Pratama, M. Iqbal; Susyanti, Deni; Jundapri, Kipa; Suharto, Suharto; Simamora, Endang Roswati
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v2i4.512

Abstract

Hemodialisa merupakan intervensi yang dilakukan untuk membantu pasien melakukan metabolisme cairan dan elektrolit. Proses Hemodialisa dilakukan dengan menusuk area av shunt sehingga dianalisis dapat terjadi. Penusukan area akan selalu dilakukan sehingga dapat menimbulkan nyeri. memberikan gambaran tentang asuhan keperawatan pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa melalui tindakan Slow Stroke Back Message. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah. Penelitian dilakukan Februari 2023 pada dua orang pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa. Setelah dilakukan intervensi pemberian tindakan Slow Stroke Back Message pada klien I dan II didapatkan penurunan skala nyeri pada klien I yaitu sebelum dilakukan skala nyeri 5(0-10) sedangkan setelah diberi intervensi menjadi skala nyeri 3(0-10). Pada klien II yaitu sebelum dilakukan tindakan Slow Stroke Back Message skala nyeri 5(0-10) sedangkan setelah diberi intervensi menjadi skala nyeri 3(0-10).  Tindakan Slow Stroke Back Message dapat mengurangi nyeri sehingga disarankan dapat ditetapkan pada pasien dengan hemodialisa.
Implementasi Model PRECEDE-PROCEED dalam Promosi Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Malinda, Risnati
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v2i4.526

Abstract

Promosi kesehatan perlu dilakukan oleh petugas kesehatan yang pada umumnya dapat mendeteksi kebutuhan masyarakat akan upaya kesehatan pada tahap yang lebih awal guna mencegah timbulnya penyakit. Akan tetapi, masyarakat juga kadang-kadang baru merasa membutuhkan upaya kesehatan jika mereka berada dalam tahap sakit atau bahkan dalam keadaan sudah parah. Terdapat sebanyak 12 provinsi memiliki proporsi di atas angka nasional pada tahun 2013, sedangkan 21 provinsi lainnya masih berada di bawah angka nasional. Secara nasional bahwa proporsi individu yang ber-PHBS baik belum mencapai setengah (41,3%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan model PRECEDE-PROCEED terhadap Perilaku Hidup Berseh Sehat (PHBS) di desa Alue Dua Kecamatan Langsa Baro, Aceh. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah peneltian pre-eksperimental dengan rancangan yaitu One-group Pretest-posttest Research Design. Lokasi penelitian ini di Desa Alue Dua Kecamatan Langsa Baro dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Hasil Penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa Promosi kesehatan PHBS model PRECEDE-PROCEED dan  Health Believe Model (HBM) yang dilakukan pada responden memiliki hubungan yang bermakna terhadap tingkat pengetahuan responden dengan nilai p< 0,05. Kesimpulan dan Saran: Promosi Kesehatan dengan menggunakan Model  PRECEDE-PROCEED dan  Health Believe Model (HBM) dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dan dengan penerapan model promosi dengan waktu yang lebih lama dan mendalam diharapkan dapat merubah perilaku PHBS sesuai yang diharapkan oleh pemerintah. Kepada Dinas Kesehatan diharapkan dapat melakukan Promosi kesehatan secara berkala untuk dapat merubah pengetahuan dan perilaku masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Hubungan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif, Riwayat Pemberian MP-ASI dan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Kejadian Stunting di Kelurahan Kota Baru Kota Bekasi Tahun 2023 Mujadillah, Saddam Aufa; Alnur, Rony Darmawansyah
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v2i4.531

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak mencukupi dalam jangka waktu yang panjang, akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Provinsi Jawa Barat memprioritaskan upaya percepatan penurunan angka stunting karena memiliki jumlah balita stunting yang sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 24,4 persen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat pemberian MP-ASI, dan dukungan tenaga kesehatan dengan kejadian stunting di Kelurahan Kota Baru Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi tahun 2023. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain studi case control dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah balita berusia 24 – 59 bulan yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Kota Baru. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian balita berusia 24 – 59 bulan yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Kota Baru. Adapun besar sampel menggunakan perbandingan 1:2 dengan jumlah 28 sampel kasus balita dan 56 sampel kontrol balita sehingga total sampel 84 balita. Pengumpulan data melalui primer dan sekunder dengan alat ukur kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel riwayat pemberian ASI eksklusif dan dukungan tenaga kesehatan memiliki hubungan dengan kejadian stunting di Kelurahan Kota Baru Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi dengan nilai P-Value masing sebesar 0,026 dan 0,025. Adapun pada variabel riwayat pemberian MP-ASI tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting di Kelurahan Kota Baru Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi dengan nilai P–Value sebesar 0,483. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan peningkatan strategi promosi kesehatan dalam memotivasi masyarakat dalam pemberian ASI eksklusif.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Pengetahuan Siswa/Siswi Mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja di SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Selamat Sumatera Utara Lubis, Fitri Halimah; Simatupang, Muhammad Ihsan; Sari, Nurmala Novita; Lubis, Annisa Mutiara; Audria, Nabila
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v2i4.568

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, aborsi yang tidak aman, penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS, serta semua bentuk kekerasan dan pemaksaan seksual (FCI,2000). Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa-siswi terkait pentingnya menjaga kesehatan reproduksi . peneliti mengamati pengetahuan siswa-siswi dengan cara edukasi dan kuesioner sebelum dan sesudah diberi penyuluhan. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada hari rabu, 20 april 2022 di SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Selamat, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Waktu Tunggu Pelayanan Resep di Depo Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Kota Bogor Shulihah, Shulihah
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v3i1.573

Abstract

Pelayanan farmasi merupakan salah satu pelayanan kesehatan di rumah sakit yang diharapkan memenuhi standar pelayanan minimal. Salah satu indikator untuk mengukur pelayanan farmasi yang telah memenuhi standar pelayanan minimal adalah waktu tunggu pelayanan resep obat. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008 menyebutkan bahwa standar waktu tunggu pelayanan resep obat jadi adalah ≤ 30 menit dengan capaian 100%, sedangkan untuk resep obat racikan adalah ≤ 60 menit dengan capaian 100%. Kenyataannya masih terdapat waktu tunggu resep obat yang belum memenuhi standar minimal pelayanan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan waktu tunggu pelayanan resep RSUD Kota Bogor. Kemudian, membandingkan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep dengan SPM (Standar pelayanan minimal) Kementrian Kesehatan, serta mengetahui faktor yang memengaruhi waktu tunggu pelayanan resep tersebut. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Data penelitian dikumpulkan secara prospektif selama bulan Januari hingga Februari 2024. Sampel penelitian diambil secara acak dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase capaian waktu tunggu pelayanan obat jadi ≤ 30 menit adalah 82,33 % dan obat racikan adalah ≤ 60 menit adalah 82%. Hal ini menunjukan bahwa persentase waktu tunggu pelayanan resep belum mencapai standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Faktor yang memengaruhi waktu tunggu pelayanan resep obat yaitu kurangnya SDM di instalasi farmasi, kelengkapan berkas pasien, kurangnya ketersediaan obat yang diresepkan dokter, adanya penggunaan resep elektronik dan manual secara bersama sama, banyaknya resep dokter yang tidak ada di fornas, banyaknya resep yang meminta obat racikan, sistem informasi di instalasi farmasi yang kurang optimal, dokter yang sulit dihubungi ketika resep sulit terbaca. Rumah sakit perlu memperhatikan faktor tersebut sehingga dapat menjaga mutu pelayanan rumah sakit.
Peran Telenursing dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Keperawatan Zuliatika, Pratiwi; Purnamawati, Dewi
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v3i1.574

Abstract

Pelayanan keperawatan akan selalu berkembang seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tenaga perawat dituntut untuk memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas serta bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi salah satunya adalah telenursing. Tujuan studi ini adalah untuk mendeskripsikan telenursing dan berfokus pada manfaatnya dalam pelayanan keperawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literature. 6 artikel diperoleh melalui penelusuran online database Google Scholar antara tahun 2016 hingga 2023 yang membahas telenursing dalam keperawatan. Hasil studi menemukan penggunaan teknologi informasi dalam layanan telenursing dapat memberikan fasilitas komunikasi jarak jauh dan memberikan peringatan pada pasien Telenursing harus dimanfaatkan secara tepat dan terpadu agar tujuan utama pemenuhan kesehatan masyarakat khususnya bagi mereka yang jauh dari pelayanan kesehatan dapat tercapai sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan baik di Fasilitas Kesehatan maupun Homcare.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Praktik dalam Penanganan Demam Berdarah Dengue di Bekasi Utara Ulfah, Rona; Purnamawati, Dewi
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v3i1.580

Abstract

Angka kasus DBD dari tahun 2016 sampai 2023 menunjukan angka kasus yang yang fluktuatif atau naik turun, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah melakukan berbagai macam program dan sosialisasi penaggulangan namun saja belum dapat membantu laju perkembangan kasus DBD. Hal tersebut juga terjadi di wilayah Kota Bekasi, dimana Kota Bekasi sebagai penyangga Ibu Kota seharusnya mendapatkan banyak informasi terkait penanggulangan DBD namun saja sepertinya tidak berpengaruh pada angka kasus DBD. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor lain yaitu faktor pengetahuan, sikap, dan praktik dengan kejadian demam berdarah. Metode. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang digunakan adalah dewasa yang pernah terkena DBD dan berusia 26-45 tahun yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bekasi Utara berjumlah 88 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan Teknik non- probability sampling dengan tipe total sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner online atau google form yang dibuat oleh peneliti dan dianalisis menggunkan statistic deskriptif. Hasil. Hasil Pengetahuan, Sikap, dan Praktik dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue memiliki penegetahuan baik sebanyak 73 orang responden (83,0%) pengetahuan dalam kategori baik. Kemudian pada domain sikap sebanyak 86 orang responden (97,7%) memiliki sikap dalam kategori baik. Kemudian pada domain praktik sebanyak 81 orang responden (92,0%) praktik dalam kategori baik. Simpulan. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan, sikap, dan praktik dengan kategori baik. Diharapkan responden dapat mempertahakan dan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik dalam upaya pencegahan DBD.
Persepsi Perawat Rawat Inap terhadap Persiapan Akreditasi di RSU Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak Tahun 2023 Ilham, Muhammad Adiul; Meliala, Sri Agustina; Faradita, Falia Nabila
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v3i1.581

Abstract

Perawat memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan pelayanan kesehatan paripurna kepada pasien. Oleh karena itu, pembentukan persepsi positif terhadap persiapan akreditasi ini perlu dikembangkan dalam diri perawat demi memaksimalkan mutu pelayanan terhadap pasien sebagaimana yang menjadi tujuan utama penyelenggaraan akreditasi rumah sakit itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi perawat rawat inap terhadap persiapan akreditasi di RSU Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis survey analytic dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi penelitian di RSU Sultan Abdul Azis Syah Peureulak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat Rawat Inap di RSU Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak sebanyak 117 perawat dan sampel sebanyak 54 responden menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (0,000<0,05), kepercayaan dan keyakinan (0,000<0,05) dan asumsi (0,000<0,05) memiliki pengaruh secara signifikan dengan persepsi perawat terhadap persiapan akreditasi. Kebutuhan (0,091>0,05) dan sikap (0,308>0,05) tidak memiliki hubungan secara signifikan dengan persepsi perawat terhadap persiapan akreditasi. Faktor kepercayaan dan keyakinan yang paling berhubungan dengan persepsi perawat terhadap persiapan akreditasi yaitu sebesar 70,4 kali. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan secara signifikan antara pengetahuan, kepercayaan dan keyakinan dan asumsi dengan persepsi perawat terhadap persiapan akreditasi dan tidak ada hubungan secara signifikan antara kebutuhan dan sikap dengan persepsi perawat terhadap persiapan akreditasi di RSU Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak tahun 2023. Saran yang diberikan adalah agar rumah sakit dapat meningkatkan partisipasi, komitmen dan kinerja karyawan terkait akreditasi rumah sakit sehingga dapat tercapai standar akreditasi demi peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.
Pencegahan dan Perawatan Pressure Ulcer pada Pasien Stroke Non-Hemoragik di ICU Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan Wulandari, Dwi Pasma Setyo; Pratama, Muchti Yuda; Jundapri, Kipa
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v3i1.584

Abstract

Stroke non-hemoragik merupakan jenis stroke yang terjadi secara patologis dari 80% jenis stroke yang terjadi karena penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. Tujuan penelitian ini adalah melakukan asuhan keperawatan dengan implementasi 5 elemen kunci bundle care terhadap pressure ulcer pada pasien stroke non-hemoragik. Metode penelitian ini adalah desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah yang terdiri dari pembagian: anamnesis, identitas klien, keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit terdahulu, riwayat penyakit keluarga, diagnosa keperawatan, intervensi dan implementasi 5 elemen bundle care yaitu: pengkajian risiko, pengkajian kulit, permukaan pendukung, nutrisi dan reposisi/alih baring serta melakukan evaluasi yang dilakukan pada dua pasien stroke non-hemoragik. Hasil penelitian diperoleh bahwa 5 elemen kunci bundle care dapat mencegah pressure ulcer dengan hasil pada kasus 1 yaitu sebelum implementasi luas luka tekan 2 Cm dan setelah implementasi menjadi 1 Cm sedangkan pasien 2 sebelum diberikan implementasi luka tekan bernilai 3 Cm dan setelah dilakukan implementasi menjadi 1 Cm. Kesimpulan dan saran penelitian ini diharapkan pencegahan dan perawatan dengan mengimplementasikan 5 elemen kunci bundle care dapat mengurangi pressure ulcer pada klien stroke non-hemoragik.

Page 6 of 10 | Total Record : 94