cover
Contact Name
Yogi Ginanjar
Contact Email
yogi.ginanjar@ptk.ubpkarawang.ac.id
Phone
+6281340144014
Journal Mail Official
empowerment@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Secara garis besar jurnal empowerment bertujuan untuk membangkitkan semangat dan motivasi mahasiswa-dosen dalam melakukan publikasi artikel ilmiah secara bersama di Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang. Metode yang digunakan untuk meningkatkan semangat dan motivasi mahasiswa adalah dengan mengikutsertakan para peneliti lain di luar Universitas Buana Perjuangan Karawang. Selain meningkatkan motivasi, penelitian ini juga berfungsi sebagai media untuk membangun kerjasama antar Universitas dalam mencapai Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pada edisi pertama, jurnal ini melibatkan empat Universitas yang memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas jurnal. Diharapkan pada edisi selanjutnya jurnal ini dapat mengajak mahasiswa lain yang ada di Indonesia maupun di luar Indonesia untuk mengasah kemampuan melakukan publikasi artikel jurnal. Fokus topik dari jurnal ini adalah fenomena-fenomena yang berkaitan dengan Psikologi. Kelebihan yang dimiliki oleh jurnal ini adalah mahasiswa dan dosen dapat berkontribusi secara bersama-sama dalam melakukan penelitian hingga publikasi penelitian
Articles 146 Documents
STRATEGI PENGUATAN COPING STRESS MAHASISWA DALAM MENGHADAPI TEKANAN AKADEMIK DAN ORGANISASI: STUDI PADA BPH LSO TAHFIDZ AL-QUR’AN Annisa Aqilah Haya; Nayla Fithratuzzahara
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1583

Abstract

Students who are actively involved in campus organizations often face dual pressures from academic demands and organizational responsibilities, which may trigger stress if not managed with adaptive coping skills. This study aims to evaluate the effectiveness of guided sharing sessions in enhancing stress coping abilities among student board members of LSO Tahfidz Al-Qur’an. Using a quantitative approach with a single-subject A-B-A experimental design, four selected participants took part in six intervention sessions involving group discussions, written reflections, and relaxation exercises. Pre-test results indicated a tendency toward maladaptive coping strategies, whereas post-test scores showed a significant increase in the use of adaptive coping mechanisms. The average coping score improved from 12.5 to 20.5. Qualitative data from participant reflections further supported these findings, revealing increased self-awareness and a stronger commitment to self-care. Thus, guided sharing sessions proved to be an effective and contextually relevant intervention to help students manage stress in the face of dual academic and organizational roles. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kerap menghadapi tekanan ganda dari tanggung jawab akademik dan kegiatan organisasi, yang dapat memicu stres jika tidak diimbangi dengan keterampilan coping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sharing session terbimbing dalam meningkatkan coping stress mahasiswa pengurus Badan Pengurus Harian (BPH) LSO Tahfidz Al-Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen single subject A-B-A pada empat subjek terpilih. Intervensi dilakukan dalam enam sesi dengan metode diskusi kelompok, refleksi, dan latihan relaksasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa subjek cenderung menggunakan coping maladaptif, sementara post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada strategi coping adaptif. Rata-rata skor coping meningkat dari 12,5 menjadi 20,5. Temuan ini diperkuat oleh data kualitatif berupa refleksi peserta yang menunjukkan peningkatan kesadaran diri dan komitmen terhadap self-care. Dengan demikian, sharing session terbimbing terbukti menjadi intervensi yang efektif dan relevan dalam membantu mahasiswa mengelola stres secara sehat di tengah peran ganda yang dijalani.
EFEKTIVITAS KEGIATAN MERONCE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI RUMAH AUTIS KARAWANG Sri Kurniasih; Arif Rahman Hakim; Regi Ramadan
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1584

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of merging activities on the fine motor development of children with special needs (ASD and ADHD) at Rumah Autis Karawang. The activity itself involves arranging materials such as beads and seeds arranged by color, shape, and size, so that it can train children's fine motor skills. To achieve these objectives, this study used a quasi-experimental method with a one group pretest-posttest design. The sample in this study consisted of 5 children, who were selected using the total sampling technique, where the entire population was used as a sample. Furthermore The measurement instrument used was the PDMS-2 (Peabody Development Motoric Scale-2), especially in the dimension of grasping and visual motor integration, which are relevant in assessing fine motor development. The data obtained were then analyzed using paired sample t-test with the help of JASP software version 0.18.1.0. Based on the results of the analysis, it was found that the tying activity had a significant effect on children's fine motor development, with a p value = 0.001 (<0.05). Therefore, it can be concluded that the activity is effective in improving the fine motor skills of children with special needs, especially children with ASD and ADHD classifications. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan meronce terhadap perkembangan motorik halus anak berkebutuhan khusus (ASD dan ADHD) di Rumah Autis Karawang. Kegiatan meronce sendiri melibatkan penyusunan bahan seperti manik-manik dan biji-bijian yang disusun berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran, sehingga dapat melatih keterampilan motorik halus anak. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain one group pretest-posttest. Adapun sampel dalam penelitian ini terdiri dari 5 anak, yang dipilih menggunakan teknik total sampling, di mana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Selanjutnya, instrumen pengukuran yang digunakan adalah PDMS-2 (Peabody Development Motoric Scale-2), khususnya pada dimensi grasping dan visual motor integration, yang relevan dalam menilai perkembangan motorik halus. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan software JASP versi 0.18.1.0. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa kegiatan meronce efektif dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak, dengan nilai p = 0,001 (< 0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan meronce terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan klasifikasi ASD dan ADHD.
PENGARUH HARGA DIRI TERHADAP KECERDASAN MORAL PADA SISWA SMP DI KARAWANG Citra Cartika; Wina Lova Riza; Devi Marganing Tyas
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1585

Abstract

Moral intelligence is the ability that helps adolescents distinguish right from wrong and act according to moral values ​​amidst the rampant moral degradation. This study aims to determine the effect of self-esteem on moral intelligence in junior high school students in Karawang. The method used is a quantitative approach with a causal design. The sample of 205 junior high school students in Karawang was obtained using the Cohen formula with an effect size of 0.1 and an error rate (α) of 1%, through an incidental sampling technique. The research instrument was a self-esteem scale constructed based on the theory of Heatherton and Polivy, and a moral intelligence scale using the Moral Competency Inventory (MCI) from Lennick and Kiel. Data analysis shows that self-esteem has a significant value of 0.000 <0.05, so Ha is accepted and H0 is rejected. This means that there is an effect of self-esteem on the moral intelligence of junior high school students in Karawang. The results of the determination test showed an R square value of 0.193, so that self-esteem has a 19.3% effect on moral intelligence, while the remaining 80.7% is influenced by other factors not examined. Kecerdasan moral adalah kemampuan yang membantu remaja membedakan benar dan salah serta bertindak sesuai nilai moral di tengah maraknya degradasi moral. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh harga diri terhadap kecerdasan moral pada siswa SMP di Karawang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Sampel berjumlah 205 siswa SMP di Karawang yang diperoleh menggunakan rumus Cohen dengan effect size 0,1 dan tingkat kesalahan (α) 1%, melalui teknik incidental sampling. Instrumen penelitian berupa skala harga diri yang dikonstruksikan berdasarkan teori Heatherton dan Polivy, serta skala kecerdasan moral menggunakan Moral Competency Inventory (MCI) dari Lennick dan Kiel. Analisis data menunjukkan harga diri memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat pengaruh harga diri terhadap kecerdasan moral siswa SMP di Karawang. Hasil uji determinasi menunjukkan nilai R square sebesar 0,193, sehingga harga diri berpengaruh 19,3% terhadap kecerdasan moral, sedangkan 80,7% sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti.
PENGARUH PERSEPSI RISIKO DAN IKLIM KESELAMATAN TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN PADA KARYAWAN PT. NR Hesti Hamidah; Linda Mora; Holy Greata
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1586

Abstract

The high incidence of workplace accidents in Indonesia highlights the critical importance of safety behavior, particularly in high-risk industries such as manufacturing. This study aims to examine the influence of risk perception and safety climate on safety behavior among employees of PT. NR. A quantitative approach with a causal design was employed. The research involved 76 production employees selected using a total sampling technique. Instruments used in the study include a risk perception scale, a safety climate scale, and a safety behavior scale. Data were analyzed using multiple linear regression with the help of JASP version 0.18.10. The results of partial tests revealed that both risk perception and safety climate significantly influenced safety behavior independenly. Moreover, simultaneous testing showed that these two variables jointly had a significant effect on safety behavior. These findings indicate that improving employees’ safety behavior requires attention to both individual factors, such as risk perception, and organizational factors, such as the safety climate. Tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia menunjukkan pentingnya perilaku keselamatan dalam lingkungan kerja, terutama di sektor manufaktur yang memiliki tingkat risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi risiko dan iklim keselamatan terhadap perilaku keselamatan pada karyawan PT. NR. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Subjek penelitian berjumlah 76 karyawan bagian produksi yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi skala persepsi risiko, skala iklim keselamatan, dan skala perilaku keselamatan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak JASP versi 0.18.10. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa baik persepsi risiko maupun iklim keselamatan masing-masing berpengaruh signifikan terhadap perilaku keselamatan. Selain itu, hasil uji simultan juga menunjukkan bahwa secara bersama-sama, persepsi risiko dan iklim keselamatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku keselamatan. Temuan ini menegaskan bahwa untuk meningkatkan perilaku keselamatan karyawan, perlu adanya perhatian terhadap aspek individual seperti persepsi risiko serta aspek organisasi seperti iklim keselamatan.
PENGARUH KETERBUKAAN DIRI TERHADAP KEPUASAN PERNIKAHAN PADA WANITA DEWASA AWAL YANG TELAH MENIKAH DI KABUPATEN KARAWANG Prisma Fisabillah; Nuram Mubina; Yulyanti Minarsih
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1587

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of self-disclosure on marital satisfaction in married early adult women in Karawang Regency. This study used a quantitative approach with a causal research design and a sample of 204 married early adult women respondents. The sampling method used was non-probability sampling with convenience sampling techniques, this research instrument used a Likert scale, namely the Marital Self-Disclosure Questionnaire (MSDQ) self-disclosure scale and the ENRICH Marital Satisfaction (EMS) marital satisfaction scale. The data analysis technique in this study was simple regression analysis. The results showed a significance value of self-disclosure of 0.000 <0.05, so Ha was accepted and H0 was rejected, meaning there was an effect of self-disclosure on marital satisfaction in married early adult women in Karawang Regency. The results of the determination coefficient test showed an R square value of 0.479, so the magnitude of the effect of self-disclosure on marital satisfaction in married early adult women was 47.9%, while the remaining 52.1% was influenced by other variables not examined in this study. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keterbukaan diri terhadap kepuasan pernikahan pada wanita dewasa awal yang telah menikah di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal dan sampel sebanyak 204 responden wanita dewasa awal yang telah menikah. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik sampel convenience, instrumen penelitian ini menggunakan skala likert yaitu skala keterbukaan diri Marital Self Disclosure Questionnaire (MSDQ) serta skala kepuasan pernikahan ENRICH Marital Satisfaction (EMS). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan nilai signifikansi dari keterbukaan diri bernilai 0,000 < 0,05 , maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya ada pengaruh keterbukaan diri terhadap kepuasan pernikahan pada wanita dewasa awal yang telah menikah di Kabupaten Karawang. Hasil uji koefisien determinasi dapat diketahui nilai R square sebesar 0,479 maka besaran pengaruh keterbukaan diri terhadap kepuasan pernikahan pada wanita dewasa awal yang telah menikah sebesar 47,9%, sedangkan sisanya 52,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
DUKUNGAN SOSIAL: SEBERAPA BESAR PERANNYA DALAM CAREER DECISION-MAKING SELF-EFFICACY MAHASISWA TINGKAT AKHIR? Nurazizah; Nita Rohayati; Anggun Pertiwi
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1588

Abstract

The transition from higher education to the world of work is often challenging for final-year students, who are expected to make mature career decisions. Many students face confusion, anxiety, and hesitation due to limited information, lack of experience, and insufficient support from their social environment. One psychological factor that plays a key role in this process is career decision-making self-efficacy (CDMSE), which reflects students’ confidence in their ability to plan, explore, and make career-related decisions. This study examines the influence of social support on CDMSE among 283 final-year students at Universitas Buana Perjuangan Karawang. Using a quantitative approach with causal design, data were collected through the CDMSE-SF and MSPSS scales, both of which showed high reliability (α = 0.893 and α = 0.870). Statistical analysis using Spearman’s Rho and regression tests revealed a significant positive effect of social support on CDMSE (r = 0.712, p < 0.01), with a determination coefficient of 94.8%. These findings highlight that strong social support from family, peers, and significant others plays a crucial role in strengthening students’ confidence in making career decisions. The study emphasizes the need for career guidance interventions that integrate social support systems to prepare students for future career challenges. Masa transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa tingkat akhir, yang dituntut untuk mampu mengambil keputusan karir secara matang. Banyak mahasiswa menghadapi kebingungan, keraguan, hingga kecemasan karena keterbatasan informasi, minimnya pengalaman, serta kurangnya dukungan dari lingkungan sosial. Salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam proses ini adalah career decision-making self-efficacy (CDMSE), yaitu keyakinan mahasiswa terhadap kemampuannya dalam merencanakan, mengeksplorasi, dan mengambil keputusan terkait karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap CDMSE pada 283 mahasiswa tingkat akhir Universitas Buana Perjuangan Karawang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas, menggunakan skala CDMSE-SF dan MSPSS yang keduanya menunjukkan reliabilitas tinggi (α = 0,893 dan α = 0,870). Analisis statistik dengan uji Spearman’s Rho dan regresi menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan dukungan sosial terhadap CDMSE (r = 0,712, p < 0,01), dengan koefisien determinasi sebesar 94,8%. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari keluarga, teman, dan orang terdekat memiliki peran penting dalam memperkuat keyakinan mahasiswa untuk mengambil keputusan karir. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan layanan bimbingan karir yang melibatkan sistem dukungan sosial untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN STUDENT SUBJECTIVE WELL-BEING TERHADAP SCHOOL ENGAGEMENT SANTRIWATI AISYAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL Sarah Labibah; Linda Mora; Haryanti Mustika
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1589

Abstract

This study aims to analyze the influence of social support and student subjective well-being on school engagement of female students at Aisyah Islamic Boarding School. In this study, the research method used is quantitative involving 90 female students as respondents. Data were collected through a scale that measures the level of school engagement, namely the school engagement scale, social support, namely the perceived social support, and student subjective well-being, namely the student subjective well-being questionnaire. The results of the study showed a significant value of the social support variable of 0.208 > 0.05, which means there is no influence of social support on school engagement of female students at Aisyah Islamic Boarding School. The significant value of student subjective well-being is 0.000 < 0.05, which means there is an influence of student subjective well-being on school engagement of female students at Aisyah Islamic Boarding School. Then simultaneously social support and student subjective well-being showed a significant value of 0.000 < 0.05, which means there is an influence of social support and student subjective well-being simultaneously on school engagement of female students at Aisyah Islamic Boarding School. The magnitude of the influence of social support and student subjective well-being on school engagement in female students at Aisyah Islamic Boarding School is 56.9%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial dan student subjective well-being terhadap school engagement santriwati di Aisyah Islamic Boarding School. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang melibatkan 90 santriwati sebagai responden. Data dikumpulkan melalui skala yang mengukur tingkat school engagement yaitu school engagement scale, dukungan sosial yaitu the perceived social suport, dan student subjective well-being yaitu student subjective well-being questionnare. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan dari variabel dukungan sosial sebesar 0.208 > 0.05, yang artinya tidak ada pengaruh dukungan sosial terhadap school engagement santriwati Aisyah Islamic Boarding School. Nilai signifikan dari student subjective well-being adalah sebesar 0.000 < 0.05, yang artinya ada pengaruh student subjective well-being terhadap school engagement santriwati Aisyah Islamic Boarding School. Kemudian secara simultan dukungan sosial dan student subjective well-being menunjukkan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05, yang artinya ada pengaruh dukungan sosial dan student subjective well-being secara bersamaan terhadap school engagement santriwati Aisyah Islamic Boarding School. Besaran pengaruh dukungan sosial dan student subjective well-being terhadap school engagament pada santriwati Aisyah Islamic Boarding School adalah sebesar 56.9%.
Study Literature Review : Client Centered Therapy Calisa Najwa Vionita; Helmi Salma Napisa; Ita Rosadi; Pitri Liani; Yanuar Syaiful Anwar; Nuram Mubina
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1590

Abstract

This article examines the Client-Centered Therapy (CCT) approach developed by Carl Rogers, a humanistic psychotherapeutic method that views individuals as creative beings with an inherent potential for self-development. Central to this approach is the conviction that clients can achieve psychological growth and self-actualization if the therapist provides three essential conditions: congruence (genuineness), unconditional positive regard, and accurate empathy. The therapeutic process is conducted through systematic stages, beginning with rapport building and free problem exploration, leading to the attainment of self-insight and client autonomy in addressing issues realistically. Through a case study of a client with severe depression, the application of CCT was proven effective in providing emotional relief, enhancing self-awareness of personal worth, and fostering more adaptive behavioral changes following a series of structured sessions.. Artikel ini mengulas pendekatan Client-Centered Therapy (CCT) yang dikembangkan oleh Carl Rogers, sebuah metode psikoterapi humanistik yang memandang individu sebagai pribadi kreatif dengan potensi pengembangan diri internal. Inti dari pendekatan ini adalah keyakinan bahwa klien dapat berkembang secara psikologis dan mencapai aktualisasi diri jika terapis menghadirkan tiga kondisi utama: kongruensi (kejujuran), penerimaan positif tidak bersyarat, dan empati yang akurat. Proses terapi dilakukan melalui tahapan sistematis yang dimulai dari pembangunan rapport, penjajakan masalah secara bebas, hingga pencapaian self-insight dan kemandirian klien dalam menyelesaikan masalahnya secara realistis. Melalui studi kasus pada klien dengan depresi berat, penerapan CCT terbukti efektif memberikan kelegaan emosional, meningkatkan kesadaran diri sebagai individu yang berharga, serta menghasilkan perubahan perilaku yang lebih adaptif setelah menjalani serangkaian sesi yang terstruktur.
HUBUNGAN ANTARA PEER ATTACHMENT DENGAN STUDENT ENGAGEMENT PADA SISWA KELAS XI SMAN 5 PURWOKERTO Nur Tryas Hastaningrum; Dian Bagus Mitreka Satata; Tri Na’imah; Eka Rizki Meilani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1591

Abstract

Education is a process that is needed to achieve perfection and balance in a person"s development. During their education at school, students have responsibilities and duties that must be fulfilled, namely to learn and be involved in activities at school. One of the factors that affect student involvement is the attachment of students to their peers. A stable friendship will affect the student"s activeness in the classroom. This study aims to empirically examine the relationship between peer attachment and student engagement in grade XI students of SMAN 5 Purwokerto. The method used in this study is a quantitative approach, with a sample of 194 students taken by simple random sampling. The results of the hypothesis test found that the Pearson correlation value was 0.405 with p 0.000. This means that there is a positive relationship of 40.5% between peer attachment and student engagement. So, it can be concluded that there is a positive relationship between peer attachment and student engagement, where the higher the student"s peer attachment, the more student engagement will also increase. Pendidikan adalah sebuah proses yang dibutuhkan guna mendapatkan kesempurnaan dan keseimbangan dalam perkembangan seseorang. Selama menjalani masa pendidikan di persekolahan, siswa- siswi memiliki tanggung jawab dan tugas yang harus dipenuhi, yaitu untuk belajar dan terlibat dalam aktivitas di sekolah. Salah satu faktor yang mempengaruhi keterlibatan siswa adalah kelekatan siswa dengan teman sebayanya. Hubungan pertemanan yang stabil akan mempengaruhi keaktifan siswa di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara peer attachment dengan student engagement pada siswa kelas XI SMAN 5 Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, dengan sampel sebanyak 194 siswa diambil dengan cara simple random sampling. Hasil uji hipotesis mendapatkan bahwa nilai pearson correlation sebesar 0,405 dengan p 0,000. Artinya terdapat hubungan positif sebesar 40,5% antara peer attachment dengan student engagement. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara peer attachment dengan student engagement, dimana semakin tinggi peer attachment siswa maka akan semakin meningkat juga student engagement siswa tersebut.
STUDI META-ANALISIS: RELIGIUSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS Fian Rizkyan Surya Pambuka
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1593

Abstract

The phenomenon of students committing suicide while working on their final assignments is a highlight that needs to be considered. One of the influencing factors is low closeness to God or religiosity. This phenomenon also indicates that the psychological well-being of students is important to consider. The study of psychological well-being is important to see how individuals can maximize their potential and actuality in their environment. The purpose of this study is to find out how religiosity affects psychological well-being based on previous research that has been conducted. The method used is a systematic literature review meta-analysis approach, with effect size model analysis. Based on a search for articles from 2013 to 2023 in Scopus and Google Scholar, 11 journals were selected that met the criteria for this study. The results show that religiosity has a positive effect on psychological well-being. This means that the higher the religiosity, the higher the individual's psychological well-being. Based on the results of this study, it can be a further basis for considering religiosity as an effort to improve psychological well-being. Fenomena mahasiswa bunuh diri dalam masa mengerjakan tugas akhir menjadi sorotan yang perlu diperhatikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah rendahnya kedekatan diri dengan Tuhan atau keberagamaannya (religiusitas). Fenomena tersebut juga menandai bahwa kesejahteraan psikologis mahasiswa penting untuk diperhatikan. Studi tentang kesejahteraan psikologis penting untuk melihat bagaimana individu dapat memaksimalkan potensi diri dan aktual di lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah mencari tahu bagaimana pengaruh religiusitas terhadap kesejahteraan psikologis berdasarkan penelitian terdahulu yang pernah dilakukan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review pendekatan meta-analisis, dengan analisis model effect size. Berdasarkan pencarian artikel dari 2013 hingga 2023 di scopus dan google scholar dipilih 11 jurnal yang memenuhi kriteria penelitian ini. Hasil menunjukan bahwa religiusitas berpengaruh positif terhadap kesejahteraan psikologis. Artinya, semakin tinggi religiusitas maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis individu. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat menjadi pijakan lebih lanjut mempertimbangkan religiusitas sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 3 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 1 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 1 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 3 No. 3 (2023): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 3 No. 2 (2023): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 3 No. 1 (2023): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 2 No. 3 (2022): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 2 No. 2 (2022): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 2 No. 1 (2022): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 3 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 1 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang More Issue