cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
ds.nahdi@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
edukasiana.papanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cigasong-Cirebon Majalengka, Jawa Barat 45476
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan
Published by Papanda Publisher
ISSN : -     EISSN : 28096770     DOI : https://doi.org/10.56916/ejip
Core Subject : Education,
Edukasiana is a scientific journal published by Papanda. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of education. Edukasiana has been published online since 2022. This Journal was published in January, April, July, and October. Edukasiana published by Papanda Publisher mainly focuses on major issues in teaching, Teaching Assessment, learning media, development of subjects of education, and management of education. This Journal received all the topics about the results of studies and research by lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of elementary education. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026)" : 27 Documents clear
Pembelajaran Parafrase Puisi Remaja dengan Menggunakan Teknik Inkuiri pada Siswa Kelas X Wasini, Wawas; Saepurokhman, Asep; Kurniawati , Nia
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3299

Abstract

Pembelajaran parafrase puisi menuntut kemampuan memahami makna implisit, bahasa figuratif, dan struktur kebahasaan yang padat. Namun, praktik pembelajaran sastra di sekolah masih sering berorientasi pada ceramah dan penjelasan tunggal, sehingga membatasi keterlibatan siswa dan menghambat pemahaman mendalam terhadap teks puisi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan pembelajaran berbasis inkuiri dalam meningkatkan kemampuan siswa memparafrasekan puisi remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah 46 siswa kelas X SMA Negeri 21 Bandung. Instrumen penelitian berupa tes parafrase puisi yang dinilai menggunakan rubrik analitik. Data dianalisis menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan parafrase siswa setelah penerapan pembelajaran berbasis inkuiri, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 2,33 dan posttest sebesar 6,89. Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai t hitung (28,55) lebih besar daripada t tabel (2,01) pada taraf signifikansi 0,05, yang mengindikasikan perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri efektif dalam meningkatkan pemahaman teks sastra dan kualitas respons interpretatif siswa dalam kegiatan parafrase puisi.
Analisis Gaya Bahasa Sunda dalam Kumpulan Sajak Kembang Katiga Karya Wahyu Wibisana sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMP Sukmarawati, Dewi; Kuswara; Kurniawati , Nia; Wasini, Wawas
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dalam kumpulan sajak Kembang Katiga karya Wahyu Wibisana serta menelaah potensinya sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra pada Mata Pelajaran Bahasa Sunda di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Sumber data berupa sepuluh puisi yang dipilih secara purposive dari total tiga puluh enam puisi dalam kumpulan Kembang Katiga. Data penelitian berupa larik dan ungkapan puitik yang mengandung gaya bahasa. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi dengan pendekatan stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa yang dominan dalam puisi-puisi sampel adalah metafora dan personifikasi, disertai penggunaan citraan, hiperbola, serta paralelisme. Gaya bahasa tersebut berfungsi sebagai sarana pembentukan makna puitik yang bersifat reflektif, simbolik, dan kultural. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa figuratif dalam puisi Sunda tidak hanya berperan sebagai unsur estetik, tetapi juga sebagai medium representasi pengalaman batin dan nilai budaya masyarakat Sunda. Secara pedagogis, hasil penelitian ini relevan dengan Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Sunda SMP yang menekankan kemampuan peserta didik dalam mengapresiasi karya sastra Sunda melalui pemahaman unsur kebahasaan, makna, dan nilai budaya. Dengan demikian, kumpulan sajak Kembang Katiga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan ajar apresiasi sastra yang kontekstual dan bermakna dalam pembelajaran Bahasa Sunda di SMP.
Analysis of Students’ Perceptions of Gender Awareness and Emancipation Through the Use of the Kartini Film as Learning Media in Kolisia Junior High Schools Purwanti, Nani; Yanto; Naro, Antonius M.K
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2019

Abstract

This study aims to analyze junior high school students’ perceptions of gender awareness and emancipation through the use of the Kartini film as a learning media. The background of this study is rooted in the limited integration of gender issues in classroom practices and the potential of visual media to bridge this gap. Using a descriptive qualitative approach, the research was conducted at Kolisia Junior High School and involved 21 seventh-grade students through observations and interviews. The Kartini film was utilized in class VII, accompanied by a brief explanation of gender concepts to support students’ understanding. The findings show that most students responded positively. They found it more engaging and easier to comprehend compared to the usual way of learning in class, such as reading or listening to explanations. The film effectively raised students’ gender awareness about the struggles faced by women in the past and inspired discussions on gender equality. However, challenges such as unfamiliar language and the film’s duration were noted by some students. Despite these obstacles, the film proved to be a meaningful tool in encouraging students to reflect on gender roles and equal rights. The study concludes that integrating films into classroom instruction can enhance students’ understanding of social issues and promote gender-sensitive education.
Kesalahan Konstruksi Sintaksis Pada Media Sosial Youtube Akun @KompasTv dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia SMA Dihana, Diesta Mara; Pramitasari, Afrinar
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan konstruksi sintaksis pada tataran frasa dan kalimat dalam komentar pengguna Youtube akun @KompasTV dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri atas 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verification atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai bentuk kesalahan sintaksis dalam komentar, baik dalam bentuk frasa maupun kalimat. Kesalahan pada tataran frasa meliputi (1) pengaruh bahasa daerah, (2) penggunaan preposisi yang tidak tepat, (3) penggunaan unsur yang mubazir,(4) penggunaan bentuk superlatif berlebihan, dan (5) penjamakan ganda. Sementara itu, kesalahan pada tataran kalimat meliputi (1) kalimat tidak bersubjek, (2) kalimat tidak berpredikat, (3) penggandaan subjek, (4) predikat dan objek yang tersisipi, (5) kalimat ambigu, dan (6) penghilangan konjungsi. Temuan ini mencerminkan lemahnya kompetensi sintaksis pengguna dalam komunikasi digital. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pemanfaatan data autentik dari media sosial sebagai bahan ajar dalam pembelajaran teks berita, guna meningkatkan kesadaran dan keterampilan kebahasaan siswa secara kontekstual dan aplikatif.
Guru Sebagai Fasilitator Pendidikan Agama Kristen di Era Modern Kasingku, Juwinner Dedy; Siby, Robert
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2741

Abstract

Penelitian ini menjelaskan peran guru sebagai fasilitator dalam pendidikan, terutama dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK), seiring perubahan dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau berbagai konsep tentang fasilitator, perbedaannya dengan cara mengajar tradisional, serta kaitannya dengan nilai dan ajaran Alkitab. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan peran guru sebagai fasilitator dengan jelas dan menunjukkan bagaimana peran ini dapat diterapkan dalam pembelajaran PAK. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru sebagai fasilitator memiliki tanggung jawab dalam memberikan suasana belajar yang aman, aktif, dan terbuka, serta membantu siswa belajar melalui pengalaman dan diskusi. Dalam PAK, peran ini sangat sesuai dengan ajaran kasih, pelayanan, dan keteladanan, sehingga guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing pertumbuhan iman dan karakter siswa. Pembahasan memperlihatkan bahwa guru fasilitator berbeda dari guru tradisional karena lebih mendorong siswa untuk berpikir, bekerja sama, bertanya, dan mandiri, termasuk dalam memahami firman Tuhan. Kesimpulannya, peran fasilitator membuat pembelajaran PAK lebih hidup, bermakna, dan membantu siswa berkembang secara menyeluruh baik dalam pengetahuan, keterampilan, maupun kehidupan rohani.
Integrating Translanguaging in Students’ Writing: A Descriptive Qualitative Study at the English Department of the University of Mataram Misrohatun, Misrohatun; Melani, Boniesta Zulandha; Apgrianto, Kurniawan
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2767

Abstract

Academic writing in EFL contexts remains challenging due to simultaneous demands on content, grammar, vocabulary, and rhetoric. While translanguaging—the dynamic use of multiple languages—has gained attention as a meaning-making resource, its application and limitations in university-level argumentative writing in Indonesia are under-explored. This descriptive qualitative study involved 28 third-semester English Education students at the University of Mataram enrolled in an Argumentative Writing course. Data were collected through classroom observations (three sessions), questionnaires (N=28), and semi-structured interviews (n=5), then analyzed using thematic analysis with triangulation. Students frequently employed translanguaging across writing stages: bilingual reading, mixed-language discussion, L1 idea generation and drafting, tool-assisted translation, and revision. Twenty-six students wrote initial drafts in Bahasa Indonesia before translating. However, they reported difficulties in idea transfer, producing natural English sentences, lexical equivalence, and maintaining focus during language switching. Translanguaging facilitated idea development and reduced writing anxiety but posed cognitive and linguistic challenges in achieving academic English norms. Findings support a shift toward pedagogies that strategically integrate students’ full linguistic repertoires while providing targeted support for L2 accuracy.
Study Fenomenologi: Pengalaman Interaksi Sosial Siswa Berkebutuhan Khusus Tunagrahita Haryanti, Sri; Widiharto, Chr Argo; Ismanto, Heri Saptadi
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2806

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman interaksi sosial siswa tunagrahita ringan di sekolah inklusif SMP Negeri 32 Semarang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian melibatkan lima siswa berusia 13–17 tahun. Data dikumpul melalui wawancara semi-terstruktur mendalam dan observasi non-partisipan, kemudian dianalisis melalui langkah membaca ulang transkrip, komentar eksploratif, tema emergen, dan tema utama. Hasil menunjukkan lima tema utama: hambatan interaksi (takut salah bicara, menarik diri), penyesuaian diri (mengikuti aturan, diam saat marah), peniruan perilaku positif (meniru guru dan teman), dukungan sosial (ajakan bermain, perhatian guru), serta penguatan emosional (rasa aman dan diterima). Temuan tidak terduga adalah kemampuan siswa memberikan kontribusi sosial aktif. Penelitian ini mengisi celah literatur dengan perspektif emik siswa di konteks inklusi reguler tingkat SMP, menegaskan pentingnya dukungan lingkungan untuk membangun interaksi bermakna.

Page 3 of 3 | Total Record : 27