cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
ds.nahdi@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
edukasiana.papanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cigasong-Cirebon Majalengka, Jawa Barat 45476
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan
Published by Papanda Publisher
ISSN : -     EISSN : 28096770     DOI : https://doi.org/10.56916/ejip
Core Subject : Education,
Edukasiana is a scientific journal published by Papanda. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of education. Edukasiana has been published online since 2022. This Journal was published in January, April, July, and October. Edukasiana published by Papanda Publisher mainly focuses on major issues in teaching, Teaching Assessment, learning media, development of subjects of education, and management of education. This Journal received all the topics about the results of studies and research by lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of elementary education. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies.
Articles 357 Documents
Fenomena Bahasa Plesetan dalam Komunikasi Digital Siswa: Antara Kreativitas dan Degradasi Literasi Nova, Putri; Ahmadi, Anas
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2965

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memunculkan fenomena bahasa plesetan yang intensif digunakan siswa dalam komunikasi daring, namun dampaknya terhadap kemampuan literasi bahasa formal masih menjadi perdebatan. Penelitian ini menganalisis bentuk, karakteristik, dan pengaruh bahasa plesetan terhadap kemampuan literasi bahasa siswa di era digital, serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan, menganalisis 32 publikasi ilmiah melalui teknik analisis isi. Temuan menunjukkan bahasa plesetan didominasi oleh modifikasi fonologis (83,3%) dan semantik (77,8%), dengan fungsi yang melampaui humor meliputi pembentukan identitas kelompok (80%) dan kritik sosial (65%). Bahasa plesetan meningkatkan kreativitas linguistik dan kesadaran metalinguistik, namun menghambat penguasaan ejaan baku, struktur kalimat formal, dan kosakata akademik. Literasi digital terbukti berfungsi sebagai variabel mediasi yang menentukan dampak positif atau negatif terhadap literasi formal. Strategi pembelajaran efektif mencakup pengajaran eksplisit register bahasa, analisis kritis bahasa plesetan, dan integrasi literasi digital. Pengaruh bahasa plesetan bersifat paradoks dan kontingensi, bergantung pada literasi digital siswa dan kualitas pembinaan pedagogis.
Membangun Kelas yang Hidup dan Interaktif: Implementasi Model Pembelajaran SAVIOR untuk Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Setyorini, Beni; Ahmadi, Anas
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2967

Abstract

Rendahnya keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa SMA di Indonesia tetap menjadi tantangan, ditandai dengan keterbatasan kosakata, kurangnya kepercayaan diri, dan minimnya praktik komunikasi autentik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi dan keterampilan berbicara siswa kelas XI melalui penerapan model pembelajaran SAVIOR (Stand and Visitor) yang berlandaskan prinsip pragmatisme dan konstruktivisme sosial. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dengan 35 siswa selama dua siklus. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test lisan, observasi, kuesioner, dan penilaian sejawat. Model SAVIOR melibatkan siswa sebagai penyaji di stand dan pengunjung yang berinteraksi dinamis dalam memaparkan tema kontekstual melalui media poster. Rata-rata nilai tes lisan meningkat dari 74,29 (pre-test) menjadi 81,31 (post-test siklus II), dengan 51,43% siswa mencapai nilai minimal 78. Hasil penilaian sejawat menunjukkan 100% siswa mencapai nilai minimal dengan rata-rata 82,57 pada siklus II. Hasil kuesioner mengindikasikan peningkatan signifikan kepercayaan diri (dari 31,43% menjadi 85,71%) dan persepsi positif terhadap pembelajaran (dari 34,29% menjadi 88,57%). Model pembelajaran SAVIOR efektif menciptakan pengalaman belajar bermakna, interaktif, dan kontekstual, sehingga meningkatkan motivasi dan keterampilan berbicara siswa.
Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dalam Pendidikan Tinggi Swasta di Jakarta melalui Pendekatan Difusi T. W., Alhidayatuddiniyah; Aliffia Teja Prasasty; Erika Agustiana; Suhendra
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2972

Abstract

Private universities in Jakarta face transformative pressures to manage innovation systematically amid intensifying educational competition and digital technology acceleration. This study aims to describe innovation management practices in Jakarta's private universities, analyze the innovation diffusion process through Rogers' theory, and map institutional positions on the S-curve of innovation diffusion. The study employs an integrative literature review approach, analyzing 32 journal articles from 2021-2025 through three-stage thematic analysis: open coding, axial coding, and narrative synthesis. Findings reveal that innovation management practices develop across three strategic domains: strengthening governance and entrepreneurship, digital transformation, and human resource capacity development. The majority of Jakarta's private universities are in the growth phase (early majority) of the S-curve, with innovation characteristics—relative advantage, compatibility, and observability—as primary adoption drivers, while technological complexity and resource constraints remain barriers. The study also identifies an "adoption leap" phenomenon in AI adoption contexts. This research enriches innovation diffusion theory with the concept of cumulative adoption readiness and provides strategic guidance for strengthening institutional innovation management in Jakarta's private universities.
Kekerasan Sebagai Produk Sistem: Analisis Kegagalan Tata Tertib Sekolah Dalam Membangun Kepatuhan Siswa Supriyadi, Dedy; Ahmadi, Anas
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2973

Abstract

Kekerasan dalam penegakan disiplin di sekolah mengancam esensi pendidikan sebagai proses humanis dan transformatif. Penelitian ini menganalisis kegagalan sistem tata tertib sekolah dalam membangun kepatuhan siswa dan mengidentifikasi faktor penyebab kekerasan dalam konteks penegakan disiplin di SMP Negeri 24 Penajam Paser Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 partisipan (6 guru, 9 siswa, 2 pimpinan sekolah, 3 orang tua), observasi partisipatif selama dua bulan, dan analisis dokumen sekolah. Data dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Ditemukan empat faktor utama penyebab kekerasan: ketidakjelasan sistem tata tertib, kurangnya keterampilan manajemen konflik guru, budaya sekolah yang mentolerir kekerasan, dan kesenjangan ekspektasi-realitas perilaku siswa. Temuan tidak terduga menunjukkan ambivalensi emosional guru yang mengalami guilt setelah menggunakan kekerasan. Dampak kekerasan bersifat multidimensional meliputi trauma psikologis siswa, kerusakan relasi guru-siswa, dan kepatuhan berbasis ketakutan yang superfisial. Kekerasan merupakan produk sistemik yang memerlukan transformasi paradigma dari disiplin punitif menuju disiplin positif dan restorative justice yang menghormati hak dan martabat siswa.
Kajian Ontologi Integrasi Google Lens dalam Pembelajaran LHO: Analisis Hakikat Teknologi dan Reposisi Peran Guru dalam Proses Konstruksi Pengetahuan Ilmiah Siswa Kholiem, Indrayane; Suhartono; Ahmadi, Anas; Raharjo, Resdi Permata
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2982

Abstract

Integrasi Kecerdasan Buatan (AI), khususnya Google Lens, dalam pembelajaran Laporan Hasil Observasi (LHO) menimbulkan pertanyaan fundamental tentang hakikat teknologi, transformasi konstruksi pengetahuan, dan reposisi peran guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif filosofis dengan desain studi literatur sistematis, menganalisis korpus literatur filosofi ontologi, teori pembelajaran konstruktivis, dan penelitian tentang integrasi AI dalam pendidikan (1970-2025). Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif menggunakan kerangka ontologi dengan triangulasi teoretis dan sumber untuk menjaga validitas. Temuan mengungkapkan tiga dimensi fundamental: (1) Google Lens memiliki quasi-agensi yang mengubah relasi subjek-objek menjadi triadik, menciptakan hermeneutic relation; (2) integrasi teknologi mentransformasi konstruksi pengetahuan menjadi konsumsi informasi dengan risiko simulacrum of knowledge; (3) guru dituntut reposisi ontologis dari transmitter pengetahuan menjadi fasilitator kritis dalam lima dimensi: epistemik, psikologis, metakognitif, etnografis, dan epistemologis. Penelitian ini mengembangkan ontological framework yang melengkapi perspektif instrumental-pedagogis dalam literatur existing, memberikan kontribusi konseptual tentang hakikat teknologi AI dan implikasi praktis untuk integrasi teknologi yang memperkuat proses konstruksi pengetahuan autentik.
Wacana sebagai Kuasa: Dimensi Filosofis Kekuasaan dan Ideologi dalam Idiom Jurnalisme Mata Najwa Ningrum, Dwi Setya; Sadiq, Syamsul; Ahmadi, Anas; Indrawati, Dianita
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2983

Abstract

Program bincang-bincang Mata Najwa telah menjadi institusi penting dalam jurnalisme televisi Indonesia, dengan kekuatan yang terletak pada penggunaan idiom jurnalistik yang khas. Penelitian ini bertujuan membongkar bagaimana idiom-idiom tersebut beroperasi secara ideologis untuk mengonstruksi realitas politik dan menegosiasikan relasi kuasa antara negara dan masyarakat sipil. Metode yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis model tiga dimensi Norman Fairclough untuk mengkaji lima idiom kunci: "aturan main", "pengalaman pahit", "pinggir jurang", "no viral no justice", dan "keranjang sampah" dalam episode diskusi RUU KUHAP. Analisis dimensi teks mengungkapkan penggunaan metafora konfrontatif yang membingkai legislasi sebagai situasi genting dan menolak narasi keamanan negara. Dimensi praktik wacana menunjukkan fenomena intertekstualitas dan demokratisasi bahasa hukum, di mana logika media sosial berhasil mengintervensi kekakuan birokrasi legislasi formal. Dimensi praktik sosial mengungkapkan formasi high distrust society di Indonesia, di mana hukum dipandang sebagai ancaman otoritarianisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa idiom dalam Mata Najwa berfungsi sebagai mekanisme perlawanan simbolik (counter-hegemony) untuk mengungkap krisis legitimasi moral penguasa dan menuntut checks and balances di tengah degradasi sistem hukum formal.
Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Discovery Learning dan Podcast: Relevansi Filsafat Pendidikan dalam Meningkatkan Kompetensi Menceritakan Kembali Ma'rifi, Hisyam; Suhartono; Ahmadi, Anas; Indrawati, Dianita
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3010

Abstract

The development of information and communication technology in the digital era has significantly influenced language use patterns among students. One linguistic phenomenon emerging from this transformation is bahasa plesetan (wordplay), a modified form of language used to create humor, satire, or creative expression. This study aims to analyze the forms and characteristics of bahasa plesetan used by students in the digital era, examine its influence on language literacy skills, and formulate effective learning strategies to balance linguistic creativity with mastery of standard language. This research employs a qualitative descriptive approach using a library research method. Data were obtained from various academic sources and analyzed through content analysis to interpret the linguistic patterns and sociocultural meanings embedded in the phenomenon of bahasa plesetan. The findings reveal that bahasa plesetan serves dual functions: as a medium of creative expression and as a representation of students’ social identity in digital spaces. While it enriches linguistic creativity, it also risks diminishing sensitivity to formal language norms if not accompanied by adequate digital literacy and proper guidance. Therefore, Indonesian language learning should integrate contemporary linguistic phenomena such as bahasa plesetan into reflective and contextual pedagogical strategies to strengthen students’ language literacy in the digital era.
Pengaruh STEAM QUEST terhadap Keterlibatan, Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar IPAS serta Gender Ariyansyah Noor, Muhammad; Suciati; Suyadi
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3013

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran konvensional yang cenderung pasif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pendekatan STEAM terhadap keterlibatan, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), serta mengkaji respons berdasarkan gender. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain kelompok kontrol nonekuivalen. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 034 Kampung Bugis, melibatkan 53 peserta didik kelas IV. Sampel dibagi menjadi kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran inovatif STEAM QUEST meliputi tahap Question (pertanyaan ajaib), Understand (berburu jawaban), Explore (membuat model), Solve (uji coba), dan Tell (bagikan cerita), kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir, sedangkan data keterlibatan dikumpulkan menggunakan angket pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan STEAM memberikan pengaruh signifikan dan lebih unggul pada ketiga variabel. Terdapat perbedaan signifikan dalam keterlibatan dengan nilai p = 0,002, peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan N-Gain 0,41 kategori sedang di kelas eksperimen berbanding 0,26 di kelas kontrol serta nilai p = 0,032, dan hasil belajar dengan nilai p = 0,002. Analisis gender menunjukkan pendekatan ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dengan menyempitnya kesenjangan gender. Disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis STEAM secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan aspek-aspek tersebut dibandingkan pembelajaran konvensional, serta mendorong partisipasi yang lebih seimbang antar gender.
Mutasi Pegawai Aparatur Sipil Negara sebagai Instrumen Pengembangan Karier dan Peningkatan Kinerja Kusworo, Mukhtar; Rochman, Catur; Wajiyo, Wajiyo; Nyoman Murniati, Ngurah Ayu
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3016

Abstract

Mutasi pegawai merupakan instrumen strategis dalam manajemen sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara, namun efektivitasnya masih menghadapi berbagai tantangan implementasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mutasi pegawai sebagai instrumen pengembangan karier dan peningkatan kinerja aparatur serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasinya. Penelitian menggunakan desain systematic literature review dengan thematic synthesis terhadap sepuluh artikel ilmiah tentang mutasi pegawai ASN di berbagai instansi pemerintahan Indonesia. Analisis mengidentifikasi empat tema utama: (1) mutasi berpengaruh sangat kuat terhadap peningkatan kinerja (98,6%); (2) mutasi meningkatkan motivasi melalui penyegaran organisasi; (3) mutasi berfungsi sebagai wahana pengembangan kompetensi lintas fungsi; dan (4) efektivitas mutasi terhambat oleh ketidakcocokan kompetensi, praktik spoil system, dan kurangnya transparansi. Penelitian ini mengusulkan konsep merit-fairness nexus yang menegaskan bahwa efektivitas mutasi sangat ditentukan oleh kualitas implementasi berbasis merit dan persepsi keadilan prosedural. Implikasi praktis meliputi pengembangan competency-based rotation system, penguatan transparansi, dan penyediaan transition support programs.
Strategi Kepala Sekolah dalam Mentransformasi Supervisi Akademik: Penerapan Gibbs' Reflective Cycle untuk Pengembangan Profesional Guru Rochman, Catur; Hasanah, Usrotun; Sumirat, Idham; Soedjono, Soedjono
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3037

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam membangun budaya reflektif melalui supervisi akademik berbasis Gibbs' Reflective Cycle di MI Ma'arif Gondang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan selama satu bulan pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi supervisi reflektif mentransformasi praktik supervisi dari administratif-evaluatif menjadi developmental-emansipatoris. Penerapan enam tahap Gibbs memfasilitasi guru melakukan analisis sistematis terhadap praktik pembelajaran, meningkatkan kompetensi pedagogik dari 37,5% menjadi 87,5% dalam perumusan tujuan pembelajaran, dan mengubah rasio komunikasi supervisi dari 70:30 menjadi 40:60 yang lebih dialogis. Budaya reflektif terbentuk melalui perubahan mindset terhadap kesalahan, munculnya peer learning spontan, dan peningkatan partisipasi siswa dari 45% menjadi 68%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa supervisi reflektif berbasis Gibbs' Reflective Cycle efektif membangun budaya reflektif dan meningkatkan profesionalisme guru melalui penciptaan psychological safety dan structured reflection sebagai mediating mechanism pengembangan profesional berkelanjutan.