cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
ds.nahdi@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
edukasiana.papanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cigasong-Cirebon Majalengka, Jawa Barat 45476
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan
Published by Papanda Publisher
ISSN : -     EISSN : 28096770     DOI : https://doi.org/10.56916/ejip
Core Subject : Education,
Edukasiana is a scientific journal published by Papanda. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of education. Edukasiana has been published online since 2022. This Journal was published in January, April, July, and October. Edukasiana published by Papanda Publisher mainly focuses on major issues in teaching, Teaching Assessment, learning media, development of subjects of education, and management of education. This Journal received all the topics about the results of studies and research by lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of elementary education. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies.
Articles 357 Documents
Perspektif Realisme terhadap Pemanfaatan Artificial Intelligence pada Pembelajaran Abad 21 Maya Putriwan; Ismail
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran abad 21 melalui perspektif filsafat realisme. Realisme sebagai aliran filsafat pendidikan menekankan pentingnya kenyataan objektif, pengalaman empiris, dan pengetahuan berbasis bukti, sehingga memiliki relevansi kuat dengan tuntutan pembelajaran modern yang menekankan penguasaan kompetensi abad 21. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015–2025, dengan prioritas literatur terbaru (2020 ke atas). Analisis dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, untuk mengevaluasi keterkaitan antara realisme, AI, dan pembelajaran abad 21. Hasil kajian menunjukkan bahwa realisme menekankan pentingnya pembelajaran yang berbasis pada fakta dan pengalaman nyata, sementara pembelajaran abad 21 menuntut penguasaan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi (4C). AI berfungsi sebagai instrumen aplikatif yang mampu menghadirkan pengalaman belajar berbasis data nyata, simulasi realistis, serta materi adaptif sesuai kebutuhan siswa. Integrasi AI dalam pembelajaran tidak hanya memperkuat prinsip realisme, tetapi juga mendukung tercapainya kompetensi 4C secara lebih efektif. Integrasi realisme, AI, dan pembelajaran abad 21 membentuk pendekatan pendidikan yang faktual, relevan, dan adaptif terhadap tantangan global. Penelitian ini menegaskan bahwa AI tidak sekadar teknologi, tetapi sarana yang merealisasikan prinsip realisme dalam praktik pembelajaran modern, sekaligus memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran, kurikulum, dan kebijakan pendidikan di era digital.
Penerapan Problem Based Learning dengan Media Canva untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas 1 Lutfiah, Widi Ati; Wiarsih, Cicih
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2690

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 1B SD  melalui penerapan model PBL dengan media Canva. Penelitian ini menggunakan  metode Penelitian Tindakan kelas (PTK). Kegiatan penelitian ini dijalankan pada dua siklus yakni siklus I pada hari Senin, 28 Juli 2025 dan hari Jum’at 1 Agustus 2025, siklus II pada hari Senin 4 Agustus 2025 dan hari Jum’at 8 Agustus 2025, sebanyak dua siklus dengan menerapkan model Kemmis dan Mc Taggart, yang mencakup fase perancangan, tindakan, pengamatan, serta refleksi. Partisipan subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas 1B SD Negeri 2 Purbalingga Lor. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai siswa dari 68,12 pada siklus I menjadi 78,3 pada siklus II. Keterlaksanaan pembelajaran meningkat secara bertahap di setiap siklus. Penerapan model berbasis masalah dengan media Canva dalam meningkatkan prestasi belajar siswa serta mendukung pembelajaran kontekstual sesuai Kurikulum Merdeka.
Analisis Relevansi Praktik Pedagogis dan Literasi Digital Pada Pembelajaran Mendalam di SMK Anita Herlina; Siti Yulianti; Erna Yayuk
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2702

Abstract

Vocational education essentially emphasizes the development of practical competencies that are in line with the needs of the job market. To achieve deep learning, pedagogical practices in vocational education environments must integrate methodologies that increase student engagement and encourage interaction with learning materials and digital literacy. This study aims to analyze the relevance between teachers' pedagogical practices and students' digital literacy in supporting deep learning in vocational schools and the factors that influence it. The research method used was descriptive qualitative with the research location at SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi. The research subjects were mathematics teachers, curriculum coordinators, and 11th grade Light Vehicle Engineering students. Data were collected through interviews, student questionnaires, and documentation to obtain a comprehensive picture of the application of pedagogical practices and digital literacy skills in deep learning. The results of the study indicate that the pedagogical practices of teachers at SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi are quite relevant to the principles of deep learning, particularly in terms of encouraging active student engagement, digital literacy-based learning, and strengthening critical thinking skills. However, students' digital literacy levels still vary, with some students not yet optimally utilizing digital technology for knowledge exploration and collaborative learning. In addition, there are several key factors that influence the relevance of pedagogical practices and students' digital literacy, namely teachers' pedagogical and digital competencies, the readiness of school technology infrastructure, students' level of digital literacy, and support from school management. Significantly, this study shows that the relevance between pedagogical practices and digital literacy is key to developing deep learning in vocational schools. The successful implementation of deep learning in vocational schools is greatly influenced by teachers' ability to integrate reflective pedagogical approaches with the continuous strengthening of students' digital literacy.
Pola Asuh Islami Terhadap Sosial dan Emosional Anak: Perspektif Pendidikan Keluarga Islam Devi, Tiara Citra; Zulhannan, Zulhannan; Romlah, Listiyani Siti
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2724

Abstract

Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran strategis dalam membentuk perkembangan sosial dan emosional anak melalui internalisasi nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pola asuh Islami dalam keluarga Muslim serta implikasinya terhadap perkembangan sosial dan emosional anak dalam perspektif pendidikan keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SDN 1 Campang Raya, melibatkan lima belas orang tua, guru wali kelas, serta siswa kelas I dan II. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh Islami berbasis kasih sayang (rahmah), keteladanan (uswah hasanah), dan pembiasaan ibadah yang berkontribusi positif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak, seperti meningkatnya kepercayaan diri, empati, kedisiplinan, dan kestabilan emosi. Namun, keterbatasan waktu orang tua serta penerapan pola asuh yang cenderung otoriter ditemukan menjadi faktor penghambat dalam pembentukan kehangatan emosional dan kepekaan sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh Islami memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan sosial dan emosional anak secara holistik, sehingga diperlukan sinergi antara keluarga dan sekolah dalam menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan Islam secara berkelanjutan.
Krisis Kebermaknaan Belajar Pada Generasi Z : Solusi Filosofis Melalui Eksistensialisme Sarte Sumarni, Sumarni; Ismail, Ismail
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2734

Abstract

Generasi Z mengalami krisis kebermaknaan belajar yang ditandai dengan keterputusan emosional dan orientasi instrumental terhadap pendidikan. Penelitian ini menganalisis krisis kebermaknaan belajar pada Generasi Z melalui perspektif eksistensialisme Jean-Paul Sartre dan merumuskan strategi pedagogis berbasis otentisitas. Studi pustaka filosofis-hermeneutik dengan analisis 33 literatur yang terdiri dari karya primer Sartre, artikel jurnal terakreditasi, dan laporan institusional dari OECD, UNESCO, dan Pew Research Center (2017-2025). Data dianalisis melalui empat tahap: reduksi data, analisis deskriptif, analisis hermeneutik-filosofis, dan sintesis reflektif. Analisis mengidentifikasi lima dimensi krisis: keterputusan emosional (63% pelajar Indonesia merasa pembelajaran kurang bermakna), hilangnya sense of purpose (78% menilai pendidikan untuk mendapat pekerjaan), ketergantungan validasi eksternal (52% merasa tidak memiliki kendali), fragmentasi atensi (rentang fokus 8 detik), dan pasivitas eksistensial. Konsep Sartrean tentang bad faith, kebebasan eksistensial, dan "tatapan yang lain" menjelaskan akar filosofis krisis ini. Penelitian merumuskan lima strategi pedagogis: dialog reflektif terstruktur, pembelajaran berbasis pengalaman, proyek autentik dengan pilihan personal, evaluasi reflektif, dan fleksibilitas kurikulum dengan otonomi terbimbing. Strategi ini menawarkan kerangka praktis untuk membangun pembelajaran bermakna yang menempatkan peserta didik sebagai subjek bebas dan bertanggung jawab.
Evaluasi Implementasi Lagu dan Film sebagai Media Edukasi Pencegahan Bullying di SD Negeri Sembaturagung 02 : Pendekatan Model CIPP Meiriyanti, Merlina; Wardoyo, Tri Hutami
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2742

Abstract

Bullying tetap menjadi permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Dampak negatif yang ditimbulkan dapat mengganggu proses perkembangan sosial dan emosional siswa. Pihak sekolah telah melakukan berbagai strategi untuk mengatasi hal ini, seperti yang dilakukan oleh SD Negeri Sembaturagung 02, yaitu melaksanakan kegiatan anti-bullying menggunakan lagu dan film sebagai media edukasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi serta memberi gambaran terkait penerapan lagu dan film sebagai media edukasi dalam mencegah bullying di SD Negeri Sembaturagung 02. Pada pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), dengan desain penelitian kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pihak-pihak yang terlibat antara lain kepala sekolah, guru, dan siswa. Berdasarkan hasil temuan menunjukkan bahwa penggunaan lagu dan film efektif dalam meningkatkan kesadaran emosional dan empati siswa, serta memperkuat pemahaman siswa tentang bullying. Meskipun demikian, kegiatan ini masih memerlukan perbaikan lebih lanjut terkait konsistensi, mekanisme evaluasi, dan implementasi jangka panjang.
Systematic Literature Review: Tren Penggunaan dan Efektivitas Media Pembelajaran Digital Dalam Konteks Pendidikan Abad Ke-21 Maya Putriwan; Sumarni; Elisa; Arifah Novia Arifin; Nur Aisyah
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2746

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam pemanfaatan media pembelajaran digital sebagai sarana untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penggunaan, jenis media, efektivitas, serta implikasi media pembelajaran digital melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari basis data Scopus pada rentang tahun 2020–2025 dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, sehingga terpilih 58 artikel relevan dari 92 artikel hasil seleksi awal. Analisis tren publikasi menunjukkan peningkatan signifikan penelitian tentang media pembelajaran digital pasca-pandemi COVID-19, dengan pergeseran fokus dari penggunaan Learning Management System (LMS) konvensional menuju media inovatif seperti augmented reality (AR), mobile learning, dan gamifikasi. Hasil sintesis literatur mengungkap bahwa AR menjadi media paling dominan (21%), diikuti oleh LMS (16%) dan mobile learning applications (12%), yang menunjukkan pergeseran menuju pembelajaran berbasis pengalaman imersif. Sebanyak 85% artikel melaporkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar, motivasi, dan keterlibatan peserta didik. Meskipun demikian, beberapa kendala seperti keterbatasan infrastruktur dan literasi digital pendidik masih menjadi tantangan utama. Temuan ini menegaskan bahwa tren penggunaan media pembelajaran digital berperan strategis dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 (4C), mendorong pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada peserta didik, serta memberikan dasar empiris bagi perumusan kebijakan pendidikan digital yang berkelanjutan.
Pengembangan Media Game Edukasi Berbasis Google Site, QuizWhizzer, dan Wordwall untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Geografi Diana, Fidia Nur Wahyu; Rindawati; Murtini, Sri
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media game edukasi berbasis Google Site, QuizWhizzer, dan Wordwall, serta menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi dan hasil belajar geografi peserta didik kelas XI pada materi flora dan fauna. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang diintegrasikan dengan quasi-experimental design pola pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah 43 peserta didik kelas XI MA Sains Tebuireng Putri yang terbagi menjadi kelas eksperimen (n=21) menggunakan Google Site dan Wordwall, serta kelas kontrol (n=22) menggunakan Google Site dan QuizWhizzer. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket motivasi belajar berbasis model ARCS, dan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan deskriptif persentase dan paired sample t-test serta independent sample t-test. Media game edukasi layak digunakan dengan validasi ahli media 84,615% dan ahli materi 90,9% (sangat tinggi). Terdapat pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar pada kelas eksperimen (13,7%) dan kontrol (11,8%), serta hasil belajar pada kelas eksperimen (85,2%) dan kontrol (27,8%) dengan p < 0,05. Terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol (p = 0,049). Media game edukasi berbasis Google Site, QuizWhizzer, dan Wordwall efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar geografi peserta didik.
Ontologi Lagu Sebagai Materi Karya Sastra Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas XII: Perspektif Siswa dan Guru Sari, Reny Yuanita; Ahmadi, Anas
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2954

Abstract

Penelitian ini mengkaji ontologi lagu sebagai materi karya sastra dalam pembelajaran Bahasa Inggris Tingkat Lanjut kelas XII di SMA Negeri 3 Jombang. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan empat guru dan 20 siswa, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis tematik mengungkapkan bahwa guru dan mayoritas siswa (72%) mengakui nilai literasi lagu yang mengandung metafora, imagery, dan repetisi. Lagu terbukti meningkatkan motivasi belajar (85%), perolehan kosakata (78%), dan pengucapan (72%). Analisis komparatif terhadap "If You Believe" dan "Believer" menunjukkan fungsi pedagogis diferensial: lagu pertama efektif untuk refleksi personal dan pengembangan kosakata, sedangkan lagu kedua menyediakan materi kaya untuk analisis figuratif dan retorika. Namun, implementasi terhambat oleh keterbatasan waktu, sarana audio, dan variasi kompetensi guru. Temuan ini memperkaya diskursus ontologi lagu sebagai entitas multimodal dan merekomendasikan pengembangan materi ajar terstruktur, pelatihan guru dalam strategi pre-/while-/post-listening, serta penelitian lanjutan menggunakan mixed-methods untuk mengukur dampak objektif pembelajaran berbasis lagu terhadap literasi kritis siswa.
Pengaruh Model Project Based Learning Berbasis Sekolah Siaga Kependudukan terhadap Motivasi Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Hafidah, R. Ajeng; Kurniawati , Aida; Faharudin Fadirubun, Fahmi
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2956

Abstract

Rendahnya motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pengolahan data kependudukan berdampak signifikan terhadap hasil belajar Geografi. Penelitian ini menganalisis pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbasis Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) terhadap motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 1 Bangkalan. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain non-equivalent control group design melibatkan 71 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen (n=36) dan kontrol (n=35). Data dikumpulkan melalui angket motivasi model ARCS dan tes keterampilan berpikir kritis, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test dan N-Gain Score. Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan sangat signifikan (p < 0,05) antara pretest dan posttest pada kedua variabel. Analisis N-Gain mengungkapkan motivasi belajar meningkat 63,03% (cukup efektif), sementara keterampilan berpikir kritis meningkat 51,49% (kurang efektif). Model PjBL berbasis SSK terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar siswa, namun pengembangan keterampilan berpikir kritis memerlukan strategi scaffolding yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.