cover
Contact Name
Aldi Aditya
Contact Email
iswara@unsoed.ac.id
Phone
+6281804884272
Journal Mail Official
iswara@unsoed.ac.id
Editorial Address
Jl. DR. Soeparno, Karangwangkal, Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia
ISSN : 27467104     EISSN : 29618045     DOI : https://doi.org/10.20884/1.iswara
Jurnal Iswara: Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia which is published twice a year (every June and December), is a double blind peer-reviewed publication consists of research-based and review articles, fresh ideas about Indonesian language, literature, cultural studies, which have never been published before. The journal covers all aspect relating to humanities, including: 1. Macro-linguistics; 2. Micro-linguistics; 3. Translation studies; 4. Post-colonial literature; 5. Modern literature; 6. Popular teen literature; 7. Cultural Studies; 8. Modern culture; 9. Popular culture; 10. Folk culture; 11. Ethnic Studies.
Articles 47 Documents
Makna Leksikal dalam Upacara Ngeracut sebagai Bagian dari Ritual Kematian Suku Tengger: Kajian Antropolinguistik Oktavia, Nova; S. Firari, Adelia; . Baidho, Siti D; Rahmadhani, Ika A.; Listyawan, Ivan Agus; ., Buati; Mufarihah, Lailil
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2022.2.2.6198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan bentuk leksikon, mendeskripsikan makna leksikal dan kultural leksikon, mendeskripsikan fungsi dan aspek sosial leksikon Ngeracut dalam konteks upacara Ngeracut sebagai bagian dari ritual kematian suku Tengger. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa leksikon atau istilah-istilah ritual dan media upacara Ngeracut yang diperoleh dari hasil wawancara yang berkaitan dengan tradisi kematian suku Tengger. Wawancara dilakukan dengan beberapa narasumber di Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Teknik yang digunakan adalah teknik catat dengan analisis penelitian Spradley. Hasil penelitian yang diperoleh berupa bentuk-bentuk leksikon yang ada pada upacara ngeracut dibedakan menjadi dua, yaitu leksikon ritual yang terdiri atas sajian dan diracut, dan leksikon ngeracut yang meliputi petra, prasamong isah, prastumpeng ireng, arena silir, dan gedhang ayu. Makna kultural yang diperoleh berupa kepercayaan masyarakat terhadap upacara Ngeracut sebagai bentuk budaya leluhur yang keberadaannya terus dilestarikan hingga saat ini, dengan berbagai fungsi budaya yang ada pada upacara Ngeracut seperti sumber ekonomi masyarakat setempat, pelestarian lingkungan dan lain sebagainya. Selain itu, aspek sosial yang didapatkan berupa masyarakat diharapkan mampu menjalin hubungan baik antar sesama, salah satunya dengan bergotong royong melaksanakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Tengger, seperti pelaksanaan upacara kematian. Kata kunci: makna leksikal, upacara Ngeracut, suku Tengger, antropolinguistik
Makna Kultural Nama-Nama Hidangan dalam Upacara Adat Tingkeban pada Masyarakat Sawojajar Kota Malang (Kajian Antropolinguistik) Putri, Yusriani Febrian Ramadani; Nur’aini, Lelly; Ahmad, Jihan; Fahroni, Nurkholis
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2022.2.2.6238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bisa mengetahui dan mendeskripsikan setiap makna yang terkandung dalam setiap kudapan yang dihidangkan dalam upacara adat Tingkeban. Pada penelitian kali ini, objek data yang digunakan adalah kudapan upacara adat Tingkeban, meliputi : rujak gobet, tumpeng, polo pendem (tujuh macam umbi-umbian), dan dawet. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari acara Tingkeban berupa video di YouTube dan informasi terkait makna yang terkandung dalam setiap hidangan di upacara adat Tingkeban pada masyarakat Sawojajar Kota Malang, melalui kegiatan wawancara terhadap narasumber yang ada. Metode untuk pemerolehan data pada penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan cara melakukan teknik wawancara dan teknik catat. Setelah pengambilan data selesai, data tersebut akan diolah serta dianalisis sebelum akhirnya disusun kesimpulannya. Hasil penelitian ini berupa makna filosofi pada (1) Rujak gobet sebagai bentuk harapan agar calon bayi memiliki sikap-sikap yang baik dan positif ; (2) Tumpeng sebagai bentuk harapan agar anak yang lahir kelak akan menjadi anak yang sholeh, cerdas, dan panjang umur, serta mendapatkan dukungan dan dihormati oleh keluarga dan orang lain ; (3) Polo pendem sebagai bentuk harapan agar anak tidak boleh serakah dengan kenikmatan hidup di dunia ; (4) Dawet sebagai bentuk harapan agar bayi mendapatkan banyak rezeki.
Kritik Sosial Masalah Ekonomi dalam Novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga Karya Erni Aladjai Insani, Dinda Priska
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2022.2.2.6893

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kritik sosial dalam novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga karya Erni Aladjai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kritik sosial terhadap masalah ekonomi yang terdapat dalam novel tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra dan teori kritik sosial. Teori kritik sosial Soekanto digunakan untuk mendeskripsikan permasalahan sosial yang dikritik oleh pengarang. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah analisis naratif. Hasil pembahasan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat permasalahan sosial ekonomi yang dialami oleh petani cengkeh di Desa Kon sebagai akibat dari adanya monopoli perdagangan cengkeh. Kata kunci: petani cengkeh, monopoli perdagangan cengkeh, sosiologi sastra, teori kritik sosial
Objektifikasi Perempuan dalam Kumpulan Cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta Karya Seno Gumira Ajidarma Rahmawati, Risma Nur
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2022.2.2.6983

Abstract

ABSTRAK Perempuan seringkali diposisikan sebagai pihak yang inferior dan laki-laki seringkali menempatkan perempuan sebagai objek seksual. Hal ini tidak hanya terlihat dalam kehidupan masyarakat, akan tetapi juga terlihat dari karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana objekifikasi perempuan dalam kumpulan cerpen berjudul Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta karya Seno Gumira Ajidarma. Selain itu, penelitina ini juga akan mengungkapan tokoh-tokoh yang dihadirkan sebagai subjek dan objek yang dominan dalam penceritaan. Metode yang digunakan dalam mengupas masalah adalah analisis tekstual dengan menggunakan teori milik Sara Mills. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa objektifikasi perempuan terlihat dari bentuk eksploitasi tubuh perempuan dalam cerita. Posisi subjek ditempati oleh laki-laki sebagai pihak yang dominan dan memiliki kuasa sedangkan perempuan adalah objek penerima kuasa. Tidak jarang perempuan sering mendapatkan perlakuan diskriminasi dari laki-laki. Kata Kunci: Objektifikasi, Perempuan, Sara Mills, Seno Gumira Ajidarma. ABSTRACT Women are often seen as inferior. Men often place women as sexual objects. This is not only seen in the life of Indonesian society, but also inseparable from literary works. This study aims to reveal how the objectification of women is in a collection of short stories entitled Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta (A Question For Love) by Seno Gumira Ajidarma. In addition, this research will also reveal the characters presented as the dominant subjects and objects in the storytelling. The method used in examining the problem is textual analysis using Sara Mills ' theory. The results of this research indicate that the objectification of women is seen from the form of exploitation of the female body in the story. The position of the subject is occupied by men as the dominant party and has power while women are the objects of the donee. It is not uncommon for women to often get discriminatory treatment from men. Keywords: Objectification, Women, Sara Mills, Seno Gumira Ajidarma.
Makna Leksikal dan Kultural Ubo Rampe Pernikahan Adat Kemanten Malang Keputren : Kajian Antropolinguistik Sholihah, Anifatus; Sholiha, Rohmatus; Safiro, Elda; Khasanah, Uswatun; Khafida, Zuli L; Syarochil, Ahmad I.
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2022.2.2.6234

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan makna leksikal (semantik) Uborampe pernikahan adat kemanten Malang keputren; 2) mendeskripsikan makna konteks budaya (kultural) Uborampe pernikahan adat kemanten Malang keputren. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan menggunanakn metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah antropolinguistik—studi kasus. Data penelitian adalah makna dari teks Uborampe adat kemanten Malang Keputren. Sumber data adalah hasil wawancara dari penata rias adat kemanten keputren Malang. Teknik penelitian adalah teknik wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode simak. Hasil penelitiannya yakni terdapat 14 Ubo Rampe yang digunakan dalam acara Adat kemanten Malang Keputren. 14 Ubo Rampe tersebut dibagi menjadi 2 macam yakni 1) Ubo Rampe yang disiapkan sebelum acara pernikahan sebanyak 4 barang dan 2) Ubo Rampe yang digunakan untuk acara inti prosesi pernikahan sebanyak 10 barang. Analisis Ubo Rampe dalam pernikahan malang keputren ditemukan makna tersendiri dalam segi arti, bentuk, warna, bahan yang digunakan maupun isi, juga terdapat makna konteks budaya yang erat kaitannya dengan Ubo rampe ditinjau dari kehidupan sosial mempelai dengan Ubo rampe yang digunakan saat ritual dilakukan.
Tindak Tutur Ekspresif Mendoakan Pada Kolom Komentar Akun Instagram @Kevin_Sanjaya Shalihah, Sarah Arifatus; Alayya, Syamila Isyqi; Muthmainnah, Atikah; Saefullah, Muhammad Iqbal; Pratama, Difa Wahyu; Fanani, Muhammad Faraz Yoga; Panggalih, Rito
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2023.3.1.6262

Abstract

Tindak tutur terjadi antara penutur dan mitra tutur. Penelitian ini membahas tentang tindak tutur ilokusi ekspresif berdoa pada kolom komentar akun Instagram @kevin_sanjaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan konsep tindak tutur ekspresif berdoa pada kolom komentar di Instagram @kevin_sanjaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan. Data diambil dari kolom komentar akun Instagram @kevin_sanjaya. Data yang ada dianalisis secara kontekstual, yaitu mengaitkan data dengan konteks yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tindak tutur ilokusi ekspresif jenis berdoa pada kolom komentar akun Instagram @kevin_sanjaya. Kesimpulannya, adanya tindak tutur dipengaruhi oleh konteks atau maksud yang ingin disampaikan oleh penutur kepada mitra tutur. Kata kunci: tindak tutur, ilokusi, ekspresif, berdoa, instagram
Gangguan Berbahasa pada Remaja Usia Delapan Belas Tahun akibat Bibir Sumbing: Perspektif Fonologi Trianingsih, Erna; Hasanah, Uswatun; Lestariana, Santi; Setyaningrum, Adinda; Adzkia, Najma Dina
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2023.3.1.7206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan fonem bahasa Indonesia berupa kelas kata nomina, verba, adjektiva dan adverbia yang diucapkan oleh penderita bibir sumbing. Manfaat penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi gangguan berbahasa pada remaja penderita bibir sumbing. Sumber data dalam penelitian ini adalah remaja penderita bibir sumbing berusia 18 tahun. Proses pengambilan data menggunakan metode simak, rekam, dan catat. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa fonem yang sulit dilafalkan oleh informan dan cenderung terdengar sengau, namun ada pula fonem yang terdengar jelas seperti orang normal. Kata kunci: psikolinguistik, gangguan berbahasa, bibir sumbing
Metafora Dalam Judul Pemberitaan Lesti Kejora Maysalluna, Dherysha Auria; Kusuma, Felicia Yohana; Kifaya, Kinanti Nadia; Zuliawati, Shavira Rahma; Chodijah, Trista Aura
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2023.3.1.7454

Abstract

Penelitian terkait penggunaan metafora pada judul berita ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi metafora pada berita online. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendeskripsian secara mendalam mengenai topik yang diangkat dan diikuti dengan teknik pengumpulan data dasar melalui teknik simak dan catat. Bentuk data yang diteliti adalah penggunaan metafora pada judul berita Lesti Kejora. Sumber data yang akan diteliti berasal dari berbagai media berita online yang berkaitan dengan fenomena Lesti Kejora. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian agih dengan teknik lanjutan hubung banding menyamakan. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis metafora dalam pemberitaan Lesti Kejora yang ditulis oleh berbagai media online. Serta bagaimana cara membandingkan dan menghubungkan sebuah metafora pada berita dengan makna kata aslinya pada setiap unsur metafora tersebut. Kata kunci: metafora, media online, Lesti Kejora
Aspek Religi dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan (Kajian Antropologi Sastra) -, Anggi Setianingsih
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2023.3.1.8670

Abstract

Objek kajian dalam penelitian ini adalah novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Novel ini dipilih karena mengangkat topik yang sensitif mengenai perbedaan afiliasi organisasi sosial antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah pada tahun 1960-an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter, alur, dan latar serta mengkaji aspek religiusitas dalam novel Kambing dan Hujan dengan menggunakan kajian antropologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan antropologi sastra. Hasil dari penelitian yang berjudul "Aspek Religius dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan" ini adalah ditemukannya 4 komponen religi menurut Emile Durkheim, yaitu(1) emosi keagamaan, (2) sistem kepercayaan supranatural, (3) sistem ritus atau upacara religi, dan (4) kelompok-kelompok religius. Aspek agama dalam novel ini dapat dilihat dari gagasan, jalan cerita, narasi dan dialog yang disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam novel ini, khususnya Muhammad Fauzan, Iskandar, Miftahul Abrar, Nurul Fauzia, Pakde Anwar dan Cak Ali. Kata kunci: Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Kambing dan Hujan, Mahfud Ikhwan
Medan Makna Konsep Aktivitas Inderawi (Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Peraba, Perasa) Bahasa Lamboya, Pulau Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur Suwignyo, Hanum Lintang Siwi; Proklawati, Desy; Ledi, Andreas Wuraka; Ngura, Serlin Peda
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2023.3.1.8922

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian semantik yang bertujuan untuk merevitalisasi bahasa Lamboya dengan mendeskripsikan leksem-leksem yang mengacu pada aktivitas inderawi yang dilakukan oleh indera penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa dalam bahasa Lamboya. Data dalam tulisan ini diinventaris dengan metode cakap sejajar dengan wawancara kepada penutur jati bahasa Lamboya yang dianalisis dengan metode analisis komponensial dengan; 1) mengidentifikasi dimensi pembeda dan dimensi yang sama pada leksem-leksem yang ada, 2) membuat matriks analisis, 3) menjabarkan stuatus fitur-fitur semantik di dalam matriks (-, 0, +), 4) menguraikan komponen makna yang dimiliki setiap leksem, dan 5) menyimpulkan definisi dari setiap leksem. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam merujuk suatu aktivitas yang sama dalam bahasa Lamboya, jumlah leksem yang sama, lebih sedikit daripada jumlah leksem yang berbeda. Ditemukan beberapa memiliki leksem yang berbeda dengan kondisi leksem yang mengalami penambahan fonem serta korespondensi fonemis. 25 definisi leksem yang mengacu pada aktivitas inderawi dalam bahasa Lamboya, yakni definisi dari leksem dengan 1) indera penglihatan; torowe-etawe, kejele-gilaka, toro, tambrage-tamra, toro kabunyi, haangu-angudi, kabula-hawula, kamatarage-tamratorodage, toro-hamatara-kapida-hapid dakanan matana, kaworoi-kabat deka, kapidi-kapit daka, hakeleng, 2) indera pendengaran; harange, tabararange-hato, hangada-hatonage, 3) indera penciuman; hangahana-hangaha, ngahayi-hangaha, kanutra, kabaina-kadananage, 4) indera perasa; jalnani-hajali, huge lamana-pohuge lamana, tangrayanage-kabadi, mamanani-kajaka, dan 5) indera perasa; karigta-kalika. Perbedaan leksem yang merujuk pada aktivitas yang sama tersebut, menunjukkan bahwa bahasa Lamboya yang digunakan oleh suku-suku yang berbeda di desa-desa yang berbeda pada wilayah yang sama, tidak memunculkan leksem yang sama. Kemunculan leksem yang sama, ada dengan hubungan kontra; leksem yang bermakna paling umum atau justru leksem yang bermakna paling khusus. Kata kunci: medan makna, aktivitas inderawi, bahasa Lamboya, analisis komponensia, revitalisasi bahasa