cover
Contact Name
Nurul Zahriani Jf
Contact Email
abdicendekiazia@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
abdicendekiazia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Pasar XII Gang Sayang, Dusun II, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29638968     EISSN : 29627923     DOI : -
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat is a regular scientific journal published by by the Zia Salsabila Foundation, Education and Research Sector since 2022. Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, published four times a year in March, July, and November. Use Mendeley as a citation manager and use Plagiarism Checker & Turnitin as a filter for plagiarism. The focus and scope of Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat are on various problems in the field of education and Islamic studies, both as material objects and as formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers in various scientific fields (multidisciplinary) to publish the results of their service written in the format of their research (according to the template) in our journal, which focuses on articles including: 1. Real Job Lecture 2. Community Service 3. Practice Field Experience
Articles 211 Documents
Two-Tier Multiple Choice Sebagai Inovasi Instrumen TKA Pada Materi Bilangan Fadiyah Syafigah; Arfin Efriani; Retni Paradesa
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.718

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk menghasilkan instrumen evaluasi berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam format soal Two-Tier Multiple Choice pada materi bilangan untuk peserta didik SMP kelas VIII, serta untuk mengetahui tingkat kevalidan instrumen yang dikembangkan. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya capaian nilai TKA matematika di tingkat nasional maupun regional, yang mengindikasikan masih banyak siswa yang belum mampu memahami konsep secara mendalam maupun menyelesaikan soal bertipe HOTS. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pemulutan Barat dengan subjek 10 siswa. Pendekatan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang melewati lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli, hasil pengerjaan soal oleh siswa, serta dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif berdasarkan masukan validator dan secara kuantitatif melalui analisis deskriptif persentase. Pengujian validitas butir soal menggunakan korelasi Pearson product-moment pada SPSS Statistics 16. Instrumen mencapai persentase validasi 82% (sangat valid). Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh butir soal dinyatakan valid dan uji reliabilitas memperoleh nilai 0,986 yang menunjukkan instrumen memiliki reliabilitas sangat tinggi. Dengan demikian, instrumen layak digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bilangan.
Menyoroti Jejak Kesalahan Siswa Kelas VIII dalam Menyelesaikan Soal TKA Materi Bilangan Menggunakan Newman’s Error Analysis Miftahul Jannah; Arvin Efriani; Agustiany Dumeva Putri
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.719

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah bentuk kesalahan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Pemulutan Barat dalam mengerjakan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) materi bilangan menggunakan kerangka Newman's Error Analysis. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dengan melibatkan 20 peserta didik sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui tes tertulis lima butir soal TKA dan wawancara mendalam untuk menggali penyebab kesalahan siswa, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan persentase kesalahan sebagai berikut: reading error (13,3%), comprehension error (11,1%), transformation error (11,1%), process skill error (13,3%), dan encoding error (51,1%). Kesalahan terbanyak terjadi pada tahap encoding, karena siswa tidak menuliskan jawaban akhir secara utuh dan benar. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya kecermatan membaca soal, lemahnya penguasaan konsep dasar, serta kesulitan memilih prosedur penyelesaian yang tepat. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi pendidik dalam meningkatkan mutu pembelajaran matematika pada materi bilangan.
Peran Pendidikan Pancasila dalam Membentuk Sikap Ideologi Mahasiswa Dafina Nabila Nasution; John Moses Sintong Sinaga; M. Rifqi Athariq; Regina H.S Munthe; Triana Margaretha Napitupulu; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.720

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila dijadikan sebagai dasar untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai pedoman dan acuan dalam kehidupan. Sebagai ideologi berbangsa dan bernegara Indonesia, Pancasila menjadi cita-cita dan tujuan hidup Indonesia. Pancasila adalah kristalisasi dari nilai adat, nilai budaya, dan agama dalam pandangan hidup di Indonesia. Nilai dalam Pancasila memiliki seperangkat nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Kondisi Indonesia saat ini dapat diidentifikasi dengan melihat perilaku dan kepribadian masyarakat Indonesia yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Globalisasi tidak dapat dihindari, globalisasi membuat semua negara tampak tanpa batas. Untuk itu kita membutuhkan Pancasila sebagai penyaring globalisasi. Dasar Pancasila menjadi tuntunan agar bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang demokrasi dan satu serta tidak terpengaruh dengan budaya luar yang negatif dan tidak sesuai dengan jati diri Indonesia. Perlunya pembudayaan nilai-nilai Pancasila bukan hanya pemahaman, tetapi harus dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan oleh setiap individu. Kewajiban akan hal tersebut harus diajarkan kepada para insan penerus bangsa, khususnya mahasiswa. Oleh sebab itu, perlu kesadaran untuk menumbuhkan dan melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei online pada 1.200 responden ini dengan tujuan mengukur pendapat masyarakat perihal Pendidikan Pancasila bagi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berasumsi bahwa Pendidikan Pancasila sangat penting dan diperlukan. Kebenaran hal tersebut dapat dirasakan, di era globalisasi ini perlu ada kesadaran dan penangan yang lebih teliti dari diri sendiri sehingga perlu pembekalan yang kuat yaitu Pancasila bagi bangsa Indonesia.
Etika dan Tanggung Jawab Komunikasi Organisasi di Era Digital: Tantangan dan Strategi Implementasi Sakia Asshifa; Abdul Hadi; Mohamad Muspawi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.721

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan praktik komunikasi organisasi, terutama dalam hal kecepatan dan jangkauan penyampaian informasi. Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan tantangan etis, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat, pelanggaran privasi, dan disinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan etika dan tanggung jawab dalam komunikasi organisasi di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur terhadap jurnal ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip etika komunikasi seperti kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas berperan penting dalam menjaga kepercayaan publik. Selain itu, organisasi memiliki tanggung jawab untuk melindungi data pengguna dan memastikan validitas informasi. Tantangan utama meliputi penyebaran hoaks dan bias algoritma media digital. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan etika komunikasi yang konsisten menjadi kunci dalam menjaga reputasi organisasi di era digital.
Pembuatan Plastik Biodegradable Dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Putri Aliah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik plastik biodegradable berbahan dasar selulosa kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan penambahan pati sagu sebagai bahan ramah lingkungan pengganti plastik konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan variasi konsentrasi NaOH sebesar 20%, 25%, dan 30% serta perbandingan selulosa dan pati sebesar 40:60, 50:50, dan 60:40. Proses penelitian meliputi tahap milling kulit buah naga, ekstraksi selulosa melalui predelignifikasi dan delignifikasi, pembuatan bioplastik, serta pengujian karakteristik menggunakan FTIR, uji kuat tarik, uji daya serap air, dan uji biodegradabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis FTIR mengidentifikasi adanya gugus fungsi -OH, C-H, CO bending, dan C-O yang menandakan terbentuknya ikatan antara selulosa dan pati. Nilai kuat tarik tertinggi diperoleh pada sampel 60:40 sebesar 2,0340 MPa. Daya serap air terendah diperoleh pada perlakuan NaOH 30% dengan perbandingan 60:40 sebesar 20,80%. Uji biodegradabilitas menunjukkan seluruh sampel mampu terurai sempurna dalam tanah. Dengan demikian, kulit buah naga merah berpotensi digunakan sebagai bahan baku plastik biodegradable yang ramah lingkungan.
Proses Pendampingan Pembelajaran Digital dan Penguatan Literasi di PKBM Abdi Cahaya Fajar Kota Bengkulu Ari Putra; Wiwin Yunita; Ebta Aulia; Intan Suraningsih
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.725

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran digital dan penguatan literasi di PKBM Abdi Cahaya Fajar Kota Bengkulu melalui program pendampingan kepada tutor dan warga belajar. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan kemampuan penggunaan media digital dalam pembelajaran, rendahnya literasi digital warga belajar, serta belum optimalnya pemanfaatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai pusat literasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi awal, sosialisasi, pelatihan pembelajaran digital, pendampingan literasi, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tutor dan warga belajar mulai mampu memanfaatkan media digital dalam proses pembelajaran secara lebih fleksibel dan interaktif. Selain itu, kegiatan pendampingan juga meningkatkan partisipasi warga belajar dalam kegiatan literasi melalui pemanfaatan TBM dan penguatan keterampilan digital marketing sederhana. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pembelajaran digital dan literasi pada pendidikan nonformal.
Fenomena Budaya FOMO pada Remaja dan Tantangan Dunia Pendidikan Modern Amri Amri; Afifah Ramadhanisa; Aliffaa Hani; Liliyana Yolanda; Zaitun Rahmadani; Muhammad Mujahidin Assyidiqi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.729

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji fenomena budaya Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan remaja sekaligus menelaah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan modern pada era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yaitu melalui pengumpulan dan analisis data yang bersumber dari jurnal, artikel ilmiah, serta berbagai penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya FOMO memberikan dampak negatif terhadap motivasi dan konsentrasi belajar remaja akibat tingginya penggunaan media sosial. Di samping itu, intensitas penggunaan media sosial yang terlalu tinggi turut memberikan dampak terhadap kondisi kesehatan mental seseorang. peserta didik, seperti meningkatnya kecemasan, stres, gangguan emosional, dan menurunnya kualitas tidur. Perkembangan teknologi digital menjadi tantangan bagi dunia pendidikan modern dalam membentuk karakter dan literasi digital peserta didik. Dengan demikian, kolaborasi yang baik antara pihak sekolah, tenaga pendidik, dan orang tua sangat diperlukan dalam memberikan edukasi literasi digital, pengawasan penggunaan media sosial, serta pembentukan lingkungan belajar yang sehat supaya para remaja dapat memanfaatkan teknologi dengan lebih bijaksana serta penuh tanggung jawab.
Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak Down syndrome pada Pengikut Instagram @potads Ahmad Rigeel Antarex Ridwan; Tri Susanto; Oky Oxcygentri
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.730

Abstract

Anak dengan Down syndrome (DS) memiliki tantangan khas dalam kemampuan berbicara dan berbahasa, yang menuntut pola komunikasi yang adaptif dan konsisten dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang diterapkan oleh orang tua pengikut Instagram @potads, sebuah komunitas digital bagi orang tua anak DS, serta menggali pemaknaan pengalaman yang mereka jalani dalam interaksi sehari-hari. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan heterogenitas pola komunikasi yang cenderung visual, repetitif, dan menggunakan bahasa sederhana, disesuaikan dengan kebutuhan individu anak. Makna interaksi yang ditemukan bersifat evolusioner: orang tua tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga mencapai kepuasan emosional, wawasan psikologis, dan pelajaran hidup tentang penerimaan diri dan anak. Interaksi ini dipandang sebagai ekosistem pembelajaran timbal balik yang memperkuat motivasi orang tua untuk terus berkomunikasi, menjadikan setiap kemajuan kecil sebagai keberhasilan yang bermakna. Implikasi penelitian ini menyarankan fokus komunikasi harus bergeser dari sekadar transmisi pesan menjadi pembangunan hubungan dan proses, serta mengakui peran penting komunitas digital dalam membentuk pemahaman pola komunikasi.
Paradigma Mutu dan Akuntabilitas Pendidikan dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Berkelanjutan Risma Nata Saputri; Yudo Handoko
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.732

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi paradigma kualitas dan akuntabilitas dalam pendidikan untuk peningkatan berkelanjutan. Kualitas pendidikan dipahami sebagai konsep multidimensi yang mencakup aspek-aspek yang saling terkait: masukan, proses, hasil, dan dampak. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka, menggabungkan berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penjaminan mutu internal dan eksternal memainkan peran penting dalam memastikan pencapaian standar pendidikan yang konsisten dan berkelanjutan. Lebih lanjut, akreditasi dan implementasi standar nasional sdan internasional berfungsi sebagai alat strategis untuk menilai dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan. Penggunaan pendekatan pendidikan berbasis hasil (Outcome-Based Education/OBE) juga terbukti efektif dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten yang memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja dan berdaya saing global. Secara keseluruhan, kombinasi penjaminan mutu, akreditasi, standar pendidikan, dan OBE memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan sosial. Oleh karena itu, kolaborasi antara semua pemangku kepentingan diperlukan untuk menciptakan sistem pendidikan berkualitas tinggi yang responsif terhadap perubahan kondisi.
Analisis Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Mendukung Kenyamanan Pelanggan Publik Di Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang Ajeng Ainur Rochimah; Rani Tsaniatun Naja; Angguliyah Rizqi Amaliyah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.734

Abstract

Pengelolaan fasilitas umum yang kurang optimal di lembaga penegak hukum sering kali memicu ketidaknyamanan bagi masyarakat yang mencari keadilan. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui kajian analisis situasi ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen sarana dan prasarana dalam mendukung kenyamanan pelanggan publik bersama mitra sasaran Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengelola serta pengguna layanan, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan secara umum telah tersedia dan tertata rapi. Pada aspek inklusivitas luar gedung, mitra telah menyediakan guiding block dan ramp kursi roda yang memadai. Namun, ditemukan titik kritis berupa keterbatasan kapasitas ruang tunggu pada jam padat kunjungan, pola pemeliharaan yang cenderung reaktif, serta belum tersedianya kursi tunggu prioritas dan loket khusus kelompok rentan di dalam ruangan. Solusi yang direkomendasikan mencakup penerapan skema pemeliharaan preventif secara berkala serta penataan interior ruang pelayanan yang inklusif demi mendukung terwujudnya pelayanan publik yang prima, aman, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.