cover
Contact Name
Nurul Zahriani Jf
Contact Email
abdicendekiazia@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
abdicendekiazia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Pasar XII Gang Sayang, Dusun II, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29638968     EISSN : 29627923     DOI : -
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat is a regular scientific journal published by by the Zia Salsabila Foundation, Education and Research Sector since 2022. Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, published four times a year in March, July, and November. Use Mendeley as a citation manager and use Plagiarism Checker & Turnitin as a filter for plagiarism. The focus and scope of Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat are on various problems in the field of education and Islamic studies, both as material objects and as formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers in various scientific fields (multidisciplinary) to publish the results of their service written in the format of their research (according to the template) in our journal, which focuses on articles including: 1. Real Job Lecture 2. Community Service 3. Practice Field Experience
Articles 211 Documents
Transformasi Digital Pertanahan dan Problematika Kepastian Hukum Hak Atas Tanah di Indonesia Muhammad Zasmin; Arkana Cahya Ardiputra; Gabriella Patricia Habeahan; Fahrel Hakim; Vutri Tri Lestari Panjaitan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.735

Abstract

Transformasi digital pertanahan merupakan bagian dari reformasi administrasi publik yang bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan pertanahan serta memperkuat kepastian hukum hak atas tanah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi transformasi digital pertanahan melalui penerapan sertifikat elektronik serta mengkaji problematika kepastian hukum yang muncul dalam sistem pertanahan elektronik di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, buku, dan dokumen hukum yang relevan dengan sistem pendaftaran tanah elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikat elektronik memiliki dasar hukum yang sah dan dapat menjadi alat bukti hukum yang kuat dalam sistem pertanahan nasional sepanjang diterbitkan melalui sistem elektronik resmi pemerintah. Transformasi digital pertanahan memberikan manfaat berupa efisiensi administrasi, integrasi data pertanahan, dan peningkatan transparansi pelayanan publik. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai problematika, seperti tingginya konflik agraria, belum optimalnya validasi data pertanahan, risiko kebocoran data elektronik, ketidaksiapan infrastruktur digital, serta belum harmonisnya regulasi pertanahan dan sistem elektronik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan keamanan sistem elektronik, validasi data pertanahan secara menyeluruh, serta peningkatan literasi digital masyarakat guna mewujudkan kepastian hukum hak atas tanah dalam transformasi digital pertanahan di Indonesia.
Pembuatan Biofilm Edible Berbasis Kitosan Dan Pati Untuk Kemasan Pangan Ramah Lingkungan Maudi Rahim; Ismail Marzuki; Faisal Riza Basalamah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi kitosan terhadap sifat fisik biofilm berbasis pati, pengaruh variasi gliserol sebagai plasticizer terhadap fleksibilitas dan kelarutan biofilm, perbandingan karakteristik biofilm dari berbagai kombinasi kitosan–gliserol, dan mengetahui formula mana yang memberikan sifat biofilm paling optimal untuk kemasan pangan ramah lingkungan. Penelitian ini meliputi pembuatan larutan pati, pembuatan larutan kitosan, pencampuran larutan pati, kitosan, dan gliserol, pembuatan biofilm, pengujian ketabalan film, kelarutan dalam air, daya serap air, serta kekuatan tarik. Penggunaan plastik konvensional sebagai kemasan pangan menimbulkan permasalahan lingkungan karena sifatnya yang sulit terdegradasi secara alami. Oleh karena itu, diperlukan alternatif kemasan yang ramah lingkungan dan biodegradable, salah satunya melalui pengembangan biofilm edible berbasis biopolimer alami. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi kitosan dan gliserol berpengaruh signifikan terhadap seluruh karakteristik biofilm. Ketebalan biofilm meningkat seiring bertambahnya konsentrasi kitosan dan gliserol, dengan nilai berkisar antara 45–130 µm. Nilai kelarutan dan daya serap air meningkat pada formulasi dengan gliserol tinggi, sedangkan penambahan kitosan mampu menurunkan kelarutan dan daya serap air biofilm. Kekuatan tarik biofilm meningkat seiring bertambahnya konsentrasi kitosan, dengan nilai tertinggi mencapai 14,5 MPa. Namun, pada konsentrasi tinggi biofilm menjadi kaku dan kurang elastis. Formulasi terbaik diperoleh pada sampel A04 karena memiliki keseimbangan optimal antara ketebalan, kekuatan tarik, fleksibilitas, serta stabilitas terhadap air. Berdasarkan hasil tersebut, biofilm edible berbasis pati–kitosan–gliserol memiliki potensi sebagai alternatif kemasan pangan biodegradable yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi penggunaan plastik sintetis.
Pelatihan Sistem Survey Kepuasan Masyarakat Mengenai Destinasi Wisata Jepara pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Rafli Zudha Sasongko; Eko Darmanto
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.737

Abstract

Perkembangan teknologi informasi memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor pelayanan publik, termasuk sektor pariwisata. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara memerlukan sistem yang dapat membantu proses pengelolaan survei kepuasan masyarakat secara lebih efektif dan efisien. Permasalahan yang dihadapi yaitu proses survei yang masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan pengolahan data membutuhkan waktu yang lama, rentan terhadap kesalahan pencatatan, serta kurang optimal dalam penyajian laporan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penggunaan Sistem Survey Kepuasan Masyarakat Mengenai Destinasi Wisata Jepara kepada pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pretest, pelatihan, pendampingan, posttest, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 5 pegawai dalam pengelolaan data pelayanan wisata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta berdasarkan hasil pretest dan posttest setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, hasil evaluasi menggunakan skala Likert menunjukkan bahwa sistem memperoleh respons positif terutama pada aspek kemudahan penggunaan, kecepatan pengolahan data, dan manfaat sistem bagi pekerjaan. Dengan adanya sistem survei berbasis digital ini, proses pengelolaan data kepuasan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terstruktur sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Jepara.
Peran Manajemen dalam Meningkatkan Mutu Layanan PAUD Neneng Hasanah; Khairun Nisa Nabila
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.739

Abstract

Artikel ini membahas peran manajemen dalam meningkatkan mutu layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Fokus utama penelitian ini ialah untuk mendapatkan strategi menejemen yang efektif dan mampu meningkatkan kualitas yang baik dalam peningkatan layanan kualitas pendidikan pada PAUD. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pengelola PAUD dan observasi langsung di beberapa lembaga PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran manajemen yang terstruktur dan berorientasi pada mutu sangat penting dalam mencapai layanan pendidikan yang berkualitas. Aspek-aspek manajemen yang berkontribusi signifikan meliputi perencanaan program, pengembangan kurikulum, pelatihan dan pengembangan tenaga pendidik, serta evaluasi dan pengawasan berkala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi manajerial dan komitmen terhadap mutu layanan merupakan kunci utama dalam mengoptimalkan kinerja PAUD. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola PAUD dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini.
Penguatan Identitas dan Karakter Perempuan melalui Kegiatan Putri Luwes: Pendekatan Intergenerasional dalam Peringatan Hari Kartini Di Desa Panjunan Sukodono Sidoarjo Nailul Ulah Al Chumairoh Machfud; Agus Setyawanto; Ita Ayu Wulandari
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.741

Abstract

Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji penguatan identitas dan karakter perempuan melalui kegiatan Putri Luwes dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kegiatan ini melibatkan peserta perempuan dari rentang usia 20 hingga 65 tahun dengan latar belakang pendidikan dan status sosial yang beragam. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan observasi langsung serta refleksi interaktif selama proses kegiatan berlangsung. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan Putri Luwes menjadi ruang intergenerasional yang memungkinkan terjadinya pertukaran nilai antara perempuan muda dan perempuan dewasa. Peserta usia 20–35 tahun cenderung menampilkan ekspresi diri yang lebih dinamis, sementara peserta usia 40–65 tahun lebih menekankan nilai kesopanan, pengalaman hidup, dan kestabilan emosi sebagai bentuk keluwesan. Interaksi ini membentuk proses negosiasi identitas perempuan yang tidak hanya berbasis performativitas, tetapi juga nilai-nilai sosial dan budaya lokal. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat karakter perempuan, khususnya dalam aspek kepercayaan diri, komunikasi, dan pemaknaan nilai “luwes” secara lebih kontekstual. Dengan demikian, kegiatan Putri Luwes dapat menjadi media pemberdayaan perempuan berbasis budaya yang relevan dalam penguatan identitas perempuan di masyarakat.
Implementasi Pelatihan Microsoft Word Berbasis Proyek Dalam Materi Pembuatan Surat Resmi Di SDN Glagga 3 Arosbaya Bangkalan Zaehol Fatah; Nurhayatik
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.742

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk sektor pendidikan dasar. TIK kini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, melainkan menjadi elemen utama dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan keterampilan abad digital. Salah satu perangkat lunak produktivitas yang berperan penting adalah Microsoft Word, yang kini mulai diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar sebagai sarana untuk memahami struktur administrasi melalui pembuatan surat resmi. Penguasaan aplikasi ini mendukung peningkatan literasi digital, sesuai dengan rekomendasi UNESCO mengenai pentingnya keterampilan teknologi sejak pendidikan dasar. Namun, data Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa indeks literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada kategori sedang (3,45), dengan mayoritas penggunaan internet lebih banyak untuk hiburan dibandingkan pembelajaran. Kondisi ini menegaskan perlunya pelatihan berbasis proyek yang mengintegrasikan praktik langsung dalam penggunaan Microsoft Word. Observasi di SDN Glagga 3 Arosbaya Bangkalan menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan teknis dalam pengolahan kata, sehingga pelatihan berbasis proyek diharapkan mampu meningkatkan keterampilan digital sekaligus memperkuat literasi administrasi sejak usia dini.
Tradisi dan Perubahan Pendidikan Islam di Asia: Systematic Literature Review Wulandari Wulandari; Egiy Dwi Nurristianto; Muchammad Eka Mahmud; Muljono Damopolii; Omik Bustomi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis perkembangan kajian mengenai tradisi dan transformasi pendidikan Islam di Asia yang terindeks Scopus pada periode 2023-2025. Fokus penelitian meliputi tren publikasi, tema-tema utama penelitian, karakteristik metodologi, serta arah perkembangan pendidikan Islam dalam menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadopsi protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Scopus menggunakan kata kunci yang relevan sehingga diperoleh 65 artikel pada tahap identifikasi. Setelah melalui proses penyaringan dan penilaian kelayakan, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian mengenai pendidikan Islam di Asia mengalami peningkatan pada periode 2023-2025 dengan dominasi publikasi dari Indonesia dan Malaysia. Analisis tematik menghasilkan lima tema utama, yaitu: (1) transformasi pendidikan tinggi Islam, (2) digitalisasi pendidikan Islam, (3) dialektika tradisi dan modernitas, (4) internasionalisasi pendidikan Islam, serta (5) etika dan identitas pendidikan Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam di Asia berlangsung melalui proses integrasi antara inovasi pendidikan modern dan pelestarian tradisi keislaman. Meskipun modernisasi dan globalisasi mendorong perubahan kelembagaan, kurikulum, dan metode pembelajaran, nilai-nilai keislaman, adab, serta pembentukan karakter tetap menjadi fondasi utama pendidikan Islam. Kesenjangan penelitian masih ditemukan pada studi komparatif lintas negara, penelitian longitudinal, dan kajian mengenai dampak transformasi pendidikan Islam dalam jangka panjang. Penelitian ini memberikan peta komprehensif mengenai arah perkembangan pendidikan Islam di Asia yang dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan, inovasi pendidikan, dan agenda penelitian di masa mendatang.
Membangun Harmoni Sosial: Peran Toleransi dalam Kehidupan Nasional Evelyn Christy Sidabalok; Adiba Deeandra; Aisyah Simanullang; Nabira Arafah; Wahyu Arif Syahputra; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.750

Abstract

Indonesia adalah negara dengan tingkat keragaman yang tinggi dalam hal etnis, agama, ras, dan budaya, yang berpotensi menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, toleransi menjadi nilai penting dalam menjaga keharmonisan sosial di dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran toleransi dalam membangun keharmonisan sosial di tengah keragaman masyarakat Indonesia dan untuk memahami pentingnya penerapan sikap toleran dalam kehidupan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana data diperoleh dari berbagai sumber sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya sikap menghormati perbedaan tetapi juga berfungsi sebagai perekat sosial dalam menjaga stabilitas dan integrasi nasional. Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti stereotip negatif, kurangnya pemahaman tentang keragaman, dan penyebaran ujaran kebencian di media sosial. Oleh karena itu, upaya seperti penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi digital, dan promosi dialog lintas budaya sangat diperlukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa toleransi merupakan faktor kunci dalam mewujudkan masyarakat yang damai, inklusif, dan adil.
Krisis Kepercayaan Publik terhadap Negara: Implikasinya terhadap Pola Relasi Negara dan Warga di Era Digital Adiba Deeandra; Evelyn Christy Sidabalok; Aisyah Simanullang; Nabira Arafah; Wahyu Arif Syahputra; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.751

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti krisis kepercayaan publik terhadap negara dan era digitalnya, serta implikasi hubungan sosial terhadap pola hubungan antara negara dan warga negara di era digital. Fenomena ini penting karena perkembangan teknologi informasi tidak hanya memperluas akses informasi tetapi juga mempercepat penyebaran opini, kritik, dan ketidakpercayaan terhadap lembaga negara. Dalam konteks ini, hubungan antara negara dan warga negara telah bergeser menjadi lebih terbuka dan interaktif, namun juga lebih rentan terhadap konflik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka, yang mengacu pada berbagai sumber sekunder seperti buku akademik, jurnal ilmiah, artikel ilmiah, dan laporan dari lembaga yang kredibel. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif deskriptif untuk memahami dinamika sosial dan perubahan pola hubungan antara negara dan masyarakat di ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis kepercayaan publik dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, termasuk transparansi yang rendah, inkonsistensi kebijakan, dan penyebaran informasi yang salah secara luas di media digital. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya skeptisisme publik, menurunnya legitimasi negara, dan meningkatnya partisipasi warga dalam bentuk kritik dan kontrol sosial melalui platform digital. Di sisi lain, era digital juga memberikan peluang bagi negara untuk membangun kembali kepercayaan melalui komunikasi yang lebih terbuka, responsif, dan partisipatif. Studi ini menyimpulkan bahwa krisis kepercayaan publik di era digital bukan hanya tantangan tetapi juga peluang untuk membangun hubungan yang lebih demokratis antara negara dan warga negara. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan manajemen komunikasi publik yang adaptif sejalan dengan perkembangan teknologi.
A Needs Analysis for Developing an SDG 11 Integrated Reading Media to Support Reading Engagement in Kindergarten Indah Amaliya; Putu Kerti Nitiasih; Ni Wayan Monik Rismadewi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.753

Abstract

Low reading engagement can affect the quality of young children’s literacy experiences. Although literacy activities have been implemented in kindergarten classrooms, limitations in reading media and the lack of contextual learning materials remain challenges in sustaining children’s attention and participation during reading activities. This study aimed to analyze teachers’ and students’ needs regarding the development of SDG 11 integrated reading media to support reading engagement in kindergarten. The study employed a qualitative descriptive design and was conducted in Class B1 at Undiksha Kindergarten Lab School. Data were collected through classroom observations and semi-structured interviews with the English teacher and were analyzed using thematic analysis. The findings revealed that students showed interest at the beginning of reading activities, however, their engagement, attention, and participation tended to decline as the activities progressed. The limited availability and variety of reading materials, the small size of existing storybooks, and difficulties in understanding unfamiliar vocabulary were identified as factors influencing students’ reading engagement. The findings also showed that shared reading activities were conducted but had not yet been implemented regularly, while reading materials integrating SDG 11 themes were not available in the classroom. Furthermore, the teacher expressed the need for visually appealing, interactive, and developmentally appropriate reading media to support literacy learning. These findings indicate the need to develop SDG 11 integrated reading media that can support shared reading activities, enhance reading engagement, and introduce sustainable cities and communities concepts to young children.