cover
Contact Name
Nurul Zahriani Jf
Contact Email
abdicendekiazia@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
abdicendekiazia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Pasar XII Gang Sayang, Dusun II, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29638968     EISSN : 29627923     DOI : -
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat is a regular scientific journal published by by the Zia Salsabila Foundation, Education and Research Sector since 2022. Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, published four times a year in March, July, and November. Use Mendeley as a citation manager and use Plagiarism Checker & Turnitin as a filter for plagiarism. The focus and scope of Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat are on various problems in the field of education and Islamic studies, both as material objects and as formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers in various scientific fields (multidisciplinary) to publish the results of their service written in the format of their research (according to the template) in our journal, which focuses on articles including: 1. Real Job Lecture 2. Community Service 3. Practice Field Experience
Articles 211 Documents
Berburu Hasangapon di Perantauan: Logika Konversi Modal dan Histeresis Habitus dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Saibil Aprilia Putri; Zai Alpris Wulandari Saragih; Fadhilah Sabrina Zaylani; Rini Syarifah Siregar; Yusnika Sihite; Ahmad Samhudi; Tomi Arianto; Heny Anggreini
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.791

Abstract

Studi ini menggunakan teori Arena Produksi Kultural Pierre Bourdieu untuk mengeksplorasi logika sosial di balik konflik antar generasi yang diterjemahkan dalam film Bene Dion Rajagukguk Ngeri-Ngeri Sedap (2022). Studi ini menyelidiki bagaimana para agen dalam arena keluarga Batak menciptakan, mempertahankan, dan mengubah klaim kebenaran. Hal ini dilakukan dengan menggunakan epistemologi “berpikir relasional”, atau berpikir relasional. Metode deskriptif kualitatif yang digunakan menggunakan sosiologi sastra (sosiologi produksi budaya). Data primer bersumber pada unit tekstual, yakni dialog, tindakan serta narasi pada film Ngeri-Ngeri Sedap. Merujuk pada temuan riset bahwa: (1) Arena keluarga Batak berfungsi sebagai arena pertarungan modal simbolik yang dipimpin oleh dominasi patriarki dominan; (2) Terjadi fenomena habitus histeresis pada generasi tua (Pak Domu) yang berbenturan dengan habitus kosmopolitan generasi muda (Domu dan Sarma); (3) Tokoh Gabe mengubah strategi dengan menggunakan rumus praktik= (Habitus × Modal) + Arena untuk memperoleh legitimasi di arena dengan menggunakan modal budaya (gelar hukum). Studi ini menunjukkan bahwa konflik keluarga modern bukan hanya masalah komunikasi; itu adalah konflik struktural antar-kebiasaan yang memerlukan perundingan kembali ruang tradisi di tengah arus modernitas.
Mimikri dan Ambivalensi Tokoh Sarina dalam Cerpen Mata-Mata Karya Yin Ude: Analisis Poskolonial Poppy Adelia Adisty; Nur Syakila; Andini Aulia Distira; Ines Amelia; Lolo Mesliana Cibro; Aulia Uswatun Siagian; Tessalonika Simangunsong
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.792

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk mimikri dan ambivalensi tokoh Sarina dalam cerpen Mata-Mata karya Yin Udemelalui perspektif poskolonial Homi K. Bhabha. Identitas tokoh dalam cerpen tersebut dibentuk oleh relasi kuasa antara masyarakat terjajah dan budaya kolonial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk mimikri serta ambivalensi yang dialami Sarina sebagai dampak kolonialisme. Metode yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif dengan pendekatan poskolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sarina melakukan mimikri melalui pola pikir, sikap, dan perilaku yang menyerupai budaya kolonial sebagai upaya menyesuaikan diri terhadap kekuasaan dominan. Namun, peniruan tersebut tidak sepenuhnya menjadikan Sarina bagian dari pihak penjajah karena ia tetap mengalami konflik identitas dan keraguan batin. Ambivalensi tokoh tampakpada sikapnya yang menerima pengaruh kolonial, tetapi di sisi lain masih mempertahankan prinsip serta identitas pribumi. Dengan demikian, cerpen Mata-Mata merepresentasikan bahwa kolonialisme tidak hanya berorientasi pada penguasaan wilayah, melainkan juga memengaruhi cara berpikir dan pembentukan identitas masyarakat terjajah.
Pemikiran Tokoh-Tokoh Politik dan Pendidikan Islam di Indonesia Titi Ivtiah; Salahuddin Salahuddin; Jamrizal Jamrizal
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.793

Abstract

Kajian ini bertujuan menelaah corak pemikiran tokoh-tokoh berpengaruh dalam ranah politik dan pendidikan Islam di Indonesia. Melalui pendekatan historis-analitis berbasis studi kepustakaan, artikel ini mengulas gagasan Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid, M. Amien Rais, dan Ahmad Syafii Maarif dalam konteks pemikiran politik Islam; serta Azyumardi Azra, Harun Nasution, dan Ahmad Tafsir dalam kerangka pengembangan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kendati setiap tokoh memiliki orientasi dan penekanan tersendiri, mereka secara bersama-sama membangun narasi Islam yang demokratis, inklusif, dan relevan bagi konteks Indonesia yang pluralistik. Lima tema sentral yang ditemukan meliputi: integrasi keilmuan, pluralisme dan toleransi, demokrasi dan masyarakat sipil, modernisasi tanpa kehilangan identitas, serta pemberdayaan lembaga pendidikan Islam tradisional. Temuan ini memiliki relevansi strategis bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer di Indonesia.
Analisis Pemahaman Gen Z Mengenai Pernikahan yang Sakinah Menurut Qs. Ar-Rum Ayat 21 Widya Puspita Sari
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman Generasi Z mengenai pernikahan yang sakinah berdasarkan QS. Ar-Rum ayat 21 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman tersebut dalam konteks kehidupan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian adalah Generasi Z berusia 18–27 tahun yang beragama Islam dan berdomisili di Kota Medan. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Generasi Z memahami pernikahan sakinah sebagai kehidupan rumah tangga yang harmonis, damai, dan mampu memberikan ketenangan bagi pasangan suami istri. Informan juga memahami konsep mawaddah sebagai cinta dan kasih sayang, serta rahmah sebagai kepedulian dan sikap saling menghormati dalam keluarga. Namun, pemahaman tersebut masih cenderung bersifat umum dan belum sepenuhnya didasarkan pada pemahaman tafsir yang komprehensif terhadap QS. Ar-Rum ayat 21. Penelitian ini juga menemukan bahwa media sosial, lingkungan keluarga, pendidikan agama, dan teman sebaya merupakan faktor utama yang memengaruhi pemahaman Generasi Z mengenai pernikahan. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan literasi Alqur'an dan pendidikan pranikah untuk membangun pemahaman yang lebih utuh mengenai konsep keluarga sakinah di kalangan Generasi Z.
Memahami Manajemen PAUD Melalui Manajemen Lembaga PAUD Neneng Hasanah; Eko Gunawan Putra
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.799

Abstract

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari jenjang pendidikan lain, karena harus mengintegrasikan fungsi manajerial dengan pemahaman mendalam tentang tumbuh kembang anak. Penelitian/Artikel ini bertujuan untuk memodifikasi dan memperdalam pemahaman mengenai manajemen PAUD melalui lensa operasional manajemen lembaga. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (reviu naratif) terhadap pilar-pilar tata kelola lembaga PAUD. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan empat pendekatan manajemen kontemporer: pendekatan sistem, kemanusiaan (human relations), perilaku, dan kontingensi (situasional). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman manajemen PAUD yang efektif pada tingkat lembaga harus mencakup lima pilar utama, yaitu manajemen kurikulum berbasis bermain, manajemen SDM yang humanis, manajemen sarana prasarana yang aman (ergonomis), manajemen keuangan yang akuntabel, serta manajemen hubungan masyarakat (kemitraan orang tua). Integrasi keempat pendekatan tersebut menghasilkan model pengelolaan PAUD yang adaptif, berpusat pada anak (child-centered), dan fleksibel terhadap tuntutan zaman. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan lembaga PAUD tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas fisik, melainkan oleh sinergi sistemik dan kualitas interaksi manusia di dalamnya.
Ketidakadilan Gender dalam Cerpen Inem Karya Pramoedya Ananta Toer: Kajian Feminisme Eksistensialisme Simone de Beauvoir Riska Moriska; Nadira Azzahra; Nafisa Aulia Putri Pakpahan; Berlian Serevina Harianja; Jail Keni Aguselin Sembiring; Sri Lestari Putri Mulyani Harahap
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perempuan sebagai the Other serta menganalisis bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami tokoh Inem dalam cerpen Inem karya Pramoedya Ananta Toer berdasarkan perspektif feminisme eksistensialisme Simone de Beauvoir. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian berupa cerpen Inem dan kutipan-kutipan yang merepresentasikan ketidakadilan gender dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Inem direpresentasikan sebagai the Other, yaitu perempuan yang tidak memiliki kebebasan memilih jalan hidupnya karena terkungkung dalam struktur sosial patriarkal. Bentuk ketidakadilan gender yang dialami meliputi stereotipe gender, subordinasi, marginalisasi, beban kerja ganda, dan kekerasan berbasis gender. Berbagai ketidakadilan tersebut menempatkan Inem dalam kondisi immanensi yang membatasi kebebasannya sebagai individu dan menghalangi pencapaiannya terhadap transendensi sebagai subjek otonom. Kesimpulannya, cerpen Inem merefleksikan bagaimana budaya patriarki mengonstruksi perempuan sebagai pihak yang tersubordinasi serta kehilangan otonomi atas kehidupan dan tubuhnya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami ketidakadilan gender dalam karya sastra Indonesia melalui lensa feminisme eksistensialisme.
Analisis Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan di MTs Daarul Ikhlaash Sangatta Selatan Selvi Dewi Rahayu; Moh Ibnu Faruk Fauzi; Eka Widyanti
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan bauran pemasaran jasa pendidikan (7P) serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MTs Daarul Ikhlaash Sangatta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan utama meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah, kepala tata usaha, serta wali murid. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bauran pemasaran jasa pendidikan di MTs Daarul Ikhlaash Sangatta Selatan telah dilaksanakan namun belum optimal. Unsur product, price, place, people, dan process telah berjalan cukup baik, terutama karena integrasi pendidikan formal dengan sistem boarding school berbasis pesantren serta kebijakan biaya yang fleksibel dan terjangkau. Namun, unsur promotion masih terbatas dan unsur physical evidence menjadi kendala utama akibat keterbatasan sarana dan prasarana. Faktor pendukung meliputi nilai-nilai keislaman yang kuat, sistem boarding school, serta dukungan dari guru, yayasan, dan masyarakat. Sementara faktor penghambat utama adalah keterbatasan dana operasional, persaingan dengan lembaga pendidikan lain, serta keterbatasan pengembangan fasilitas dan promosi. Penerapan strategi pemasaran ini berdampak pada peningkatan citra positif lembaga, meskipun masih diperlukan penguatan strategi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan daya saing madrasah.
Peran Pembelajaran PAI dalam Menanamkan Literasi Digital Islami pada Generasi Z Amri Amri; Selfi Otapiyarahmadona; Nur Amira; Mursyidah Mursyidah; Zaskya Azura; Rio Septrinanda
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.828

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan Generasi Z, terutama dalam pola komunikasi, akses informasi, dan perilaku sosial. Kemudahan penggunaan media digital tidak selalu diiringi dengan kemampuan literasi digital yang baik sehingga memunculkan berbagai permasalahan seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, hingga menurunnya etika dalam bermedia sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan literasi digital Islami pada Generasi Z. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data penelitian diperoleh melalui penelaahan jurnal ilmiah, buku referensi, dan artikel akademik yang relevan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pembelajaran PAI mempunyai kontribusi yang signifikan dalam pembentukan karakter digital peserta didik melalui penanaman nilai-nilai moral dan akhlak, etika komunikasi, sikap tabayyun, serta tanggung jawab dalam menggunakan media digital. Selain itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI mampu meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap penggunaan media digital yang positif, edukatif, dan sesuai dengan ajaran Islam. Oleh sebab itu, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat difungsikan sebagai media strategis untuk menciptakan Generasi Z yang berintelektual dan berkualitas secara digital sekaligus memiliki karakter religius dan berakhlak mulia.
Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih di Pondok Pesantren Almubarok Kuala Simpang Siti Aisyah Pohan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi guru terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di Pondok Pesantren Almubarok Kuala Simpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 110 peserta didik kelas VII Tsanawiyah, sedangkan sampel penelitian sebanyak 32 peserta didik yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data kompetensi profesional guru dikumpulkan melalui angket yang terdiri atas 20 butir pernyataan, sedangkan data prestasi belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai peserta didik. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat kompetensi profesional guru berada pada kategori sedang dengan persentase menunjukkan 66 dengan jumlah frekuensi sebanyak 32 orang peserta didik. 2) prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran fiqih berada pada kategori sedang dengan persentase menunjukkan 62 dengan jumlah frekuensi sebanyak 32 orang peserta didik. 3) dari hasil analisis regresi sederhana diperoleh nilai Thitung = 18,138 dan Ttabel = 2,042. Sehingga diperoleh Thitung  > Ttabel  yaitu 18,138 > 2,042 dan nilai sig. 0,01 < 0,05 maka Ha diterima. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru ada pengaruhnya terhadap prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran fiqih di Pondok Pesantren Almubarok Kuala Simpang.
Hukum Talaq dan Iddah dalam Perspektif Hukum Islam Wawan Arbeni; Mawar Zahratul Jannah; Arum Sari; Laila Safitri; Zahra Alvira; Indah Farizky
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hukum Talaq dan iddah dalam perspektif hukum Islam melalui pendekatan studi pustaka. Talaq sebagai instrumen pemutusan ikatan perkawinan dan iddah sebagai masa tunggu pasca perceraian merupakan dua konsep fundamental dalam fikih munakahat yang memiliki landasan normatif kuat dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Kajian ini menganalisis dalil-dalil syar’i, pendapat ulama mazhab, serta relevansinya dengan regulasi hukum perkawinan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum Talaq bersifat kondisional dan tidak dianjurkan kecuali dalam keadaan darurat, sementara iddah memiliki tujuan mulia dalam memastikan nasab anak, memberikan waktu rujuk bagi suami, serta menjaga martabat perempuan. Standarisasi hukum Talaq dan iddah dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia merupakan upaya harmonisasi antara nilai-nilai syariah dan kepastian hukum positif. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi akademik bagi pengembangan ilmu hukum keluarga Islam di Indonesia.