cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1: Februari (2026)" : 68 Documents clear
Stres Akademik dan Kecenderungan Impulsive Buying pada Mahasiswa di Yogyakarta Setyaningtyas, Angelina Dyah Arum; Tiara; Rahmawan, Ridwan
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.1171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan kecenderungan Impulsive Buying pada mahasiswa di Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan yang positif dan signifikan antara stres akademik dengan kecenderungan perilaku impulsive buying pada mahasiswa di Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 orang mahasiswa. Cara pengambilan subjek dengan menggunakan sampling purposive. Pengambilan data penelitian ini menggunakan Skala Stres Akademik dan Skala Impulsive Buying . Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Product Momen and person. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0,331 dengan p = 0,000 (p < 0,050). Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Stres Akademik dengan Impulsive Buying. Diterima nya hipotesis dalam penelitian ini menunjukan koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,109 yang menunjukan bahwa variabel Stres akademik menunjukan kontribusi (10,9%) terhadap Impulsive Buying dan sisanya (89,1%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.
Hubungan Self-Compassion dan Persepsi Cyber-Ostracism pada Mahasiswa Yang Aktif Menggunakan Media Sosial Instagram dan WhatsApp Tasrief, Rafly Anugrah M; Basaria, Debora
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.1913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan persepsi cyber-ostracism pada mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial Instagram dan WhatsApp. Penelitian menggunakan desain kuantitatif non eksperimental  dengan metode purposive sampling. Penelitian ini melibatkan 248 mahasiswa berusia 18–24 tahun. Pengukuran self-compassion dilakukan menggunakan Self-Compassion Scale versi bahasa Indonesia, dan persepsi cyber-ostracism diukur menggunakan Cyber-Ostracism Scale. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dan persepsi cyber-ostracism (rs = -0.664, p= 0.000 < 0.05), yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat self-compassion lebih tinggi cenderung memiliki persepsi cyber-ostracism lebih rendah. Hasil uji beda mengindikasikan beberapa pola yang konsisten. Mahasiswa yang mulai menggunakan smartphone pada usia ≤ 10 tahun cenderung memiliki persepsi cyber-ostracism yang lebih tinggi. Selain itu, penggunaan media sosial dengan durasi kurang dari 2 jam per hari berkaitan dengan tingkat self-compassion yang lebih tinggi, sementara durasi penggunaan ≥ 5 jam per hari berkaitan dengan persepsi cyber-ostracism yang lebih tinggi. Temuan lainnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang telah memiliki akun media sosial selama lebih dari 3 tahun cenderung memiliki tingkat self-compassion yang lebih rendah, sekaligus menunjukkan persepsi cyber-ostracism yang lebih tinggi. Selanjutnya, hasil uji beda juga memperlihatkan bahwa mahasiswa semester 7 memiliki tingkat self-compassion yang lebih rendah, serta mahasiswa yang tinggal bersama orang tua menunjukkan persepsi cyber-ostracism yang lebih tinggi.
Pengaruh Fungsi Keluarga terhadap Adiksi Game Online pada Generasi Z Setiadi, Fredrick Yappy; Basaria, Debora
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.1918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fungsi keluarga terhadap adiksi game online pada Generasi Z di Jabodetabek. Meningkatnya fenomena penggunaan game online yang berlebihan di kalangan generasi Z memunculkan kekhawatiran mengenai dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif regresional. Partisipan penelitian berjumlah 357 individu Generasi Z (usia 13-28 tahun) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan alat ukur Family Assessment Device (FAD) untuk mengukur keberfungsian keluarga dan Indonesian Online Game Addiction Questionnaire (IOGAQ) untuk mengukur tingkat adiksi game online. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat peranan negatif yang signifikan antara fungsi keluarga terhadap adiksi game online (R2 = 0.560, p < 0.001). Temuan ini mengindikasikan bahwa fungsi keluarga memberikan sumbangan pengaruh sebesar 56% terhadap adiksi game online, di mana semakin efektif fungsi keluarga, semakin rendah tingkat adiksi game online pada individu. Penelitian ini menekankan pentingnya peran fungsi keluarga, terutama dimensi keberfungsian umum dan penyelesaian masalah, sebagai faktor protektif dalam mencegah perilaku adiksi pada Generasi Z.
Dampak Kekerasan Terhadap Perkembangan Dan Kesejahteraan Psikologis Anak Rizkiana, Afitria; Katni
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2026

Abstract

Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih menjadi isu yang mengkhawatirkan, dengan tren peningkatan jumlah kejadian dari tahun ke tahun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan berbagai bentuk kekerasan yang dialami anak-anak di Kabupaten Ponorogo serta menganalisis dampaknya terhadap aspek psikologis mereka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis, sedangkan analisis data dilakukan melalui teknik analisis tematik. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa kekerasan terhadap anak di Ponorogo merupakan fenomena kompleks yang meliputi kekerasan fisik, emosional, dan seksual. Berbagai bentuk kekerasan tersebut berdampak serius terhadap perkembangan psikologis anak, antara lain munculnya gangguan emosi, perilaku, dan fungsi kognitif. Selain itu, kekerasan juga berimplikasi pada penurunan kesejahteraan psikologis, seperti timbulnya rasa cemas, depresi, gejala stres pascatrauma, hingga kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri. Oleh karenanya, dibutuhkan upaya untuk mencegah dan intervensi yang komprehensif serta terintegrasi untuk melindungi anak dari dampak negatif kekerasan.
Ketahanan Psikologis Single Father dalam Menghadapi Tekanan Peran Ganda: Perspektif Psikologi Sosial dan Keluarga Ali, Nisa
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketahanan psikologis single father dalam menghadapi tekanan peran ganda melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Fokus penelitian diarahkan pada ayah tunggal yang menjalankan peran sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh utama anak, sebuah kelompok yang masih relatif kurang mendapat perhatian dalam kajian psikologi keluarga. Sumber data diperoleh dari Google Scholar dan SciSpace dengan total 557 artikel yang teridentifikasi, kemudian diseleksi secara sistematis melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi, sehingga diperoleh 30 artikel yang dianalisis. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa ketahanan psikologis single father merupakan proses adaptif yang bersifat multidimensional dan kontekstual, dipengaruhi oleh regulasi emosi, pemaknaan peran ayah, dukungan sosial, nilai spiritual, serta relasi ayah–anak. Tekanan peran ganda tidak semata-mata berdampak negatif, tetapi dalam kondisi tertentu justru mendorong terbentuknya ketahanan psikologis dan ketahanan keluarga. Penelitian ini juga mengungkap adanya kesenjangan penelitian akibat dominasi studi tentang single mother, sehingga pengalaman psikologis ayah tunggal kerap terpinggirkan. Temuan penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperluas kajian ketahanan psikologis dalam psikologi keluarga dan secara praktis memberikan dasar bagi pengembangan intervensi psikososial serta kebijakan yang lebih inklusif bagi single father di Indonesia.
Tazkiyatun Nafs dan Tantangan Digital: Integrasi Psikologi Islam dalam Menjaga Kesehatan Mental Aulia, Dinda; Bestari, Nurhillal; Intan Lestari, Yuliana
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2126

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap kesehatan mental, ditandai dengan meningkatnya kecemasan, kelelahan emosional, gangguan regulasi diri, dan krisis makna hidup. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan mental yang bersifat teknis-psikologis semata belum sepenuhnya memadai untuk menjawab kompleksitas tantangan psikologis era digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep tazkiyatun nafs dalam kerangka Psikologi Islam serta relevansinya dalam menjaga kesehatan mental di tengah dominasi teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer yang membahas psikologi Islam, kesehatan mental, spiritualitas, serta dinamika psikologis di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs merupakan proses penyucian dan pengembangan jiwa yang berfungsi sebagai mekanisme regulasi diri spiritual, mencakup pengendalian emosi, pengelolaan dorongan nafsu, dan pencapaian ketenangan jiwa (ithmi’nan al-nafs). Dalam konteks digital, tazkiyatun nafs berperan sebagai faktor protektif yang memoderasi dampak negatif paparan teknologi terhadap kesehatan mental. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi tazkiyatun nafs dalam pendekatan kesehatan mental menawarkan kerangka preventif dan transformatif yang relevan untuk menghadapi tantangan psikologis era digital.
Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Dewi, Sinta Rahmi; Puspitasari, Nadia Arum; Raharjo, Trubus; Faqihuddin, Ahmad
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2130

Abstract

Kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aspek psikologis yang sering kali belum mendapatkan perhatian memadai dalam penelitian sebelumnya. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kepatuhan sebagian wajib pajak yang tidak hanya disebabkan oleh persoalan administratif, tetapi juga oleh persepsi, pengetahuan, pengalaman layanan, kondisi emosional, dan tingkat trust terhadap pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana faktor psikologis membentuk perilaku kepatuhan wajib pajak dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih secara purposive, serta observasi untuk memperkuat interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mengenai manfaat pajak, pengalaman positif terhadap layanan online, pengetahuan yang memadai, dan pengaruh sosial berkontribusi pada kepatuhan yang stabil, sementara pengalaman layanan yang buruk, stres finansial, dan rendahnya trust dapat menurunkan motivasi dan menyebabkan kepatuhan yang fluktuatif atau reaktif. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis perilaku dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Hubungan Kecakapan Hidup Abad 21 dengan Psikologi Perkembangan Peserta Didik: Studi Literatur Ayudhya, Nayla Farhah; Rembulan Eryani Gumilangsari; Cherry Noor Rizkia; Normalasari
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2139

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut pengembangan kecakapan hidup yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mencangkup kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas (4C), serta aspek sosial-emosional dan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecakapan hidup abad ke-21 yang relevan dalam pendidikan, memahami karakteristik perkembangan psikologi peserta didik, serta menganalisis hubungan keduanya beserta implikasi pedagogiknya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel, buku, prosiding, dan tesis yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021-2025. Pencarian literatur dilakukan melalui basis dan data Scopus, ScienceDirect, ResearchGate, Google Scholar, Sinta, dan Garuda, dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecakapan hidup abad ke-21 secara konsisten berfokus pada kompetensi 4C, dengan berpikir kritis sebagai keterampilan yang paling dominan. Selain itu, literasi digital, soft skills, serta keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam pengembangan peserta didik. Temuan juga mengungkap bahwa pengembangan kecakapan tersebut sangat dipengaruhi oleh tahap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran yang selaras dengan psikologi perkembangan, bersifat kontekstual, berpusat pada peserta didik, serta mengintegrasikan pembelajaran sosial emosional dan teknologi dinilai lebih efektif. Kesimpulannya, Sinergi antara kecakapan hidup abad ke-21 dan pemahaman psikologi perkembangan merupakan kunci dalam menciptakan praktik pendidikan yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.
Integrasi Fungsi Manajemen Modern dan Nilai-Nilai Islam dalam Manajemen Pendidikan Islam Nanda Safitri, Ria; Fitriyadi, Muhammad
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2143

Abstract

Manajemen pada era modern menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap organisasi, termasuk lembaga pendidikan, agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Namun demikian, kajian yang mengintegrasikan fungsi manajemen modern dengan prinsip-prinsip manajemen Islam masih relatif terbatas dan belum disusun secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar manajemen pendidikan Islam melalui penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis, serta mengaitkannya dengan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, di mana data diperoleh dari literatur otoritatif berupa kitab tafsir, hadis, buku manajemen, dan karya ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengidentifikasi kesesuaian nilai-nilai Islam terhadap fungsi-fungsi manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap fungsi manajemen memiliki landasan normatif dalam ajaran Islam yang tercermin melalui nilai ketakwaan, amanah, keadilan, ihsan, dan tanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan Islam merupakan sistem pengelolaan yang integratif, yang tidak hanya efektif secara manajerial, tetapi juga sarat dengan dimensi spiritual dan etis dalam mewujudkan tujuan pendidikan secara menyeluruh.
Transformasi Makna Pernikahan pada Generasi Z dalam Konteks Fenomena “Marriage Is Scary”: Tinjauan Literatur Review Cahyani, Pramesti
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2154

Abstract

Fenomena "Marriage is Scary" di kalangan Generasi Z mencerminkan ketakutan yang berkembang terhadap pernikahan, yang dipengaruhi oleh perubahan sosial, ketidakpastian ekonomi, dan trauma emosional. Dalam ajaran Islam, pernikahan dipandang sebagai ibadah yang tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Namun, persepsi Generasi Z terhadap pernikahan cenderung lebih pragmatis dan penuh kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi makna pernikahan dalam perspektif Islam, serta faktor-faktor yang menyebabkan munculnya fenomena "Marriage is Scary" di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketakutan terhadap pernikahan disebabkan oleh trauma masa lalu, ketimpangan peran gender, kekhawatiran finansial, dan pengaruh media sosial. Oleh karena itu, untuk mengatasi persepsi negatif ini, diperlukan pendekatan pendidikan agama yang lebih mendalam mengenai pernikahan sebagai ibadah dan pentingnya pemahaman nilai-nilai spiritual dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkah.