cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
inhis@idpublishing.org
Phone
-
Journal Mail Official
inhis@idpublishing.org
Editorial Address
Gg. Broto Manunggal V, Brajan, Tamantirto, Kec. Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Health Issue
ISSN : -     EISSN : 28282809     DOI : 10.47134/inhis
Core Subject : Health,
Indonesian Health Journal is one of the journals which is concerned with the health field. It was published in 2022 by PublishingId. Indonesian Health Journal adopts a double-blind peer review policy and concerns on various health fields, for instance NURSING, MIDWIFERY, NUTRITION, MEDICAL LAB TECHNOLOGY, PUBLIC HEALTH.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024): AGUSTUS" : 9 Documents clear
Pengaruh Pelayanan Reproduksi Terpadu terhadap Skrining Kanker Payudara pada Akseptor KB Hormonal Kadek Novi Marlinawati; Syajaratuddur Faiqah; Rita Sopiatun; Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i2.65

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2022, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 66.271 kasus (16,2%), data SADANIS di Kabupaten Lombok Barat tahun 2023 sebanyak 11.245 WUS dan curiga kanker sebanyak 14 kasus. Etiologi penyakit kanker payudara berhubungan dengan keadaan hormonal, salah satunya terdapat pada alat kontrasepsi hormonal sehingga diperlukan suatu inovasi pelayanan yaitu Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu Pelayanan Keluarga Berencana.Tujuan: mengetahui Pengaruh Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu pada Akseptor KB Hormonal terhadap Skrining Kanker Payudara di wilayah kerja Puskesmas Labuapi. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian yaitu Quasi Experimental dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel yang diambil sebanyak 44 sampel, dibagi menjadi 2 kelompok kasus dan kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji analisis yang digunakan yaitu Chi Square. Hasil: analisa post test dengan uji statistik Chi Square, pada pengetauan diperoleh nilai signifikansi 0,038, analisa sikap diperoleh nilai signifikansi 0,022, analisis kesediaan diperoleh nilai signifikansi 0,038. Hasil analisis ketiga kategori diperoleh nilai signifikansi < 0,05 sehingga ada pengaruh Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu Pada Akseptor KB Hormonal terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Kesediaan Skrining Kanker Payudara. Kesimpulan: terdapat Pengaruh Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu pada Akseptor KB Hormonal terhadap skrining kanker payudara ABSTRACT Background: In 2022, the number of new cases of breast cancer reached 66,271 cases (16.2%), SADANIS data in West Lombok Regency in 2023 is 11,245 WUS and suspected of cancer as many as 14 cases. The etiology of breast cancer is related to hormonal conditions, one of which is found in hormonal contraceptives. The problem solving is an integrated service innovation namely Reproductive Health Services combined with Family Planning Services. Purpose: To determine the effect of integrated reproductive health services on hormonal contraceptive acceptors on breast cancer screening in the Labuapi health center working area. Methods: The research design used Quasi Experimental with a Non-Equivalent Control Group Design. The samples were 44 hormonal birth control acceptors who were divided into 2 groups, case and control. The sampling technique uses purposive sampling and the analytics uses non parametrik Chi Squre. Results: the post test results,  in the knowledge obtained a significance value of 0.038, the attitude obtained a significance value of 0.022, and the willingness obtained a significance value of 0.038. The three categories obtained a significance value of < 0.05 so conclude there was an effect of Integrated Reproductive Health Services on Hormonal Birth Control Acceptors on knowledge, attitudes and willingness to carry out breast cancer screening. Conclusion: There is an influence of Integrated Reproductive Health Services on Hormonal Birth Control Acceptors on breast cancer screening   Background: In 2022, the number of new cases of breast cancer reached 66,271 cases (16.2%), SADANIS data in West Lombok Regency in 2023 is 11,245 WUS and suspected of cancer as many as 14 cases. The etiology of breast cancer is related to hormonal conditions, one of which is found in hormonal contraceptives. The problem solving is an integrated service innovation namely Reproductive Health Services combined with Family Planning Services. Purpose: To determine the effect of integrated reproductive health services on hormonal contraceptive acceptors on breast cancer screening in the Labuapi health center working area. Methods: The research design used Quasi Experimental with a Non-Equivalent Control Group Design. The samples were 44 hormonal birth control acceptors who were divided into 2 groups, case and control. The sampling technique uses purposive sampling and the analytics uses non parametrik Chi Squre. Results: the post test results,  in the knowledge obtained a significance value of 0.038, the attitude obtained a significance value of 0.022, and the willingness obtained a significance value of 0.038. The three categories obtained a significance value of < 0.05 so conclude there was an effect of Integrated Reproductive Health Services on Hormonal Birth Control Acceptors on knowledge, attitudes and willingness to carry out breast cancer screening. Conclusion: There is an influence of Integrated Reproductive Health Services on Hormonal Birth Control Acceptors on breast cancer screening          
Pengaruh Pendampingan Ibu Melalui Permainan Playmate Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Usia 4-5 Tahun Dengan Stunting Wijayanti, Gusti Ayu Sri Pudja Warnis; Rusmini; Purnamawati, Dewi; Ariani, I Gusti Ayu Devi
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i2.66

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi dimana panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur pada anak balita yang dapat menyebabkan berbagai gangguan perkembangan pada balita salah satunya gangguan pada perkembangan motorik kasar dikarenakan kurang optimalnya pencapaian peran ibu. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pendampingan ibu melalui permainan playmate terhadap perkembangan motorik kasar pada balita usia 4-5 tahun dengan stunting di Wilayah kerja Puskesmas Kediri Tahun 2024. Metode : Desain penelitian menggunakan pre eksperimental (One Group Pretest-Posttest design). Populasi penelitian yaitu ibu balita yang bersedia mendampingi dan balita berusia 4-5 tahun dengan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kediri. Dengan jumlah sampel 27 orang, teknik sampling yaitu sampling jenuh. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebagian besar perkembangan motorik kasar pada balita termasuk dalam kategori mulai berkembang sebanyak 22 orang (81%). Setelah diberikan pendampingan ibu melalui permainan playmate sebagian besar meningkat menjadi berkembang sesuai harapan sebanyak 23 orang (85%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan p = 0,000. Kesimpulan : Ada pengaruh pendampingan ibu melalui permainan playmate terhadap perkembangan motorik kasar pada balita usia 4-5 tahun dengan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kediri. Background: Stunting is a condition where the length or height is less than the age of a toddler which can cause various developmental disorders in toddlers, one of which is disorders in gross motor development due to the less than optimal achievement of the mother's role. Objective: To determine the effect of maternal assistance through playmate games on gross motor development in toddlers aged 4-5 years with stunting in the Kediri Health Center work area in 2024. Method: The research design used pre-experimental (One Group Pretest-Posttest design). The study population was mothers of toddlers who were willing to accompany and toddlers aged 4-5 years with stunting in the Kediri Health Center work area. With a sample size of 27 people, the sampling technique was saturated sampling. Data analysis used the Wilcoxon Sign Rank Test. Results: Based on the results of the study, it was found that most of the gross motor development in toddlers was included in the category of starting to develop as many as 22 people (81%). After being given maternal assistance through playmate games, most of them increased to develop according to expectations as many as 23 people (85%). The results of the Wilcoxon test obtained p = 0.000. Conclusion: There is an influence of maternal guidance through playmate games on gross motor development in toddlers aged 4-5 years with stunting in the Kediri Health Center Work Area
Hubungan Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan Dengan Kejadian Kelahiran Prematur Yulinar; Tarigan, Eka Falentina; Sembiring, Mediana; Aruan, Lasria Yolivia
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i2.68

Abstract

Latar Belakang: Kelahiran prematur merupakan kelahiran bayi pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Prematuritas merupakan masalah multifaktor. WHO juga mencatat bahwa angka kejadian kelahiran prematur di Indonesia pada tahun 2010 adalah15,5 per 100 kelahiran hidup dan menempatkan Indonesia diposisi ke-9 tertinggi dari 184 negara. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kunjungan pemeriksaan kehamilan dengan kejadian kelahiran prematur di Klinik Pratama Lina di Kabupaten Langkat Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Klinik Pratama Lina Kabupaten Langkat  pada bulan Januari-Juni 2024  sebanyak  64 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel penelitian berjumlah 64 orang. Hasil: Berdasarkan hasil uji tabulasi silang antara kunjungan pemeriksaan kehamilan dengan kejadian kelahiran prematur, dari hasil uji chi-square didapatkan nilai p value 0,002 atau kurang dari 0,05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat Hubungan Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan dengan Kejadian Kelahiran Prematur di Klinik Pratama Lina. Diharapkan agar orang tua senantiasa meningkatkan pengetahuan, melaksanakan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan mengembangkan wawasan sehingga tindakan Preventif lebih ditingkatkan daripada tindakan kuratif. ABSTRACTBackground: Premature birth is the birth of a baby at a gestational age of less than 37 weeks. Prematurity is a multifactorial problem. WHO also noted that the incidence of premature birth in Indonesia in 2010 was 15.5 per 100 live births and placed Indonesia in the 9th highest position out of 184 countries. Objective: To determine the relationship between pregnancy check-up visits and the incidence of premature birth at the Lina Pratama Clinic in Langkat Regency in 2024. Method: This type of research uses a cross-sectional design. The population in this study were all pregnant women at the Lina Pratama Clinic, Langkat Regency in January-June 2024, totaling 64 people. The sampling technique was total sampling where the entire population was used as a research sample totaling 64 people. Results: Based on the results of the cross-tabulation test between pregnancy check-up visits and the incidence of premature birth, the results of the chi-square test obtained a p value of 0.002 or less than 0.05, meaning Ho was rejected and Ha was accepted. Conclusion: There is a Relationship between Pregnancy Check-up Visits and the Incidence of Premature Birth at the Lina Pratama Clinic. It is hoped that parents will continue to increase their knowledge, carry out routine pregnancy check-ups and develop insight so that preventive measures are more effective than curative measures. 
Pengaruh Peer Group Education Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Status Gizi Selama Kehamilan Br. Maha, Sisilia Septhreena; Sinaga, Siti Nurmawan; Simanullang, Ester
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i2.69

Abstract

Latar Belakang: Status gizi ibu hamil pada waktu pertumbuhan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Berdasarkan data Riskesdas beberapa masalah kesehatan yang dialami ibu hamil terkait masalah gizi, 48,9 % ibu hamil di Indonesia mengalami anemia dalam kehamilan, terdapat 17,3 % ibu hamil mengalami kekurangan energi kronis (KEK) dan terdapat 28 % persen ibu hamil yang beresiko mengalami komplikasi dalam persalinan. Kasus diatas merupakan akibat yang terjadi karena status gizi yang buruk yang dialami ibu hamil selama kehamilan Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh peer group education terhadap pengetahuan dan sikap tentang status gizi selama kehamilan di PMB T Hutapea Kota Pematang Siantar Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Pretest-Post test with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melakukan kunjungan Ante Natal Care di PMB T. Hutapea. Cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penilitian ini berjumlah 42 responden ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care. 21 responden menjadi kelompok intervensi dan 21 responden menjadi kelompok kontrol. Penelitian dilakukan bulan Mei-Juni 2024. Hasil: Dilakukan uji Mann-withney pada variabel pengetahuan didapatkan P Value = 0,009 artinya p <  0,05, dan  dilakukan uji Mann-withney pada variabel sikap didapatkan hasil P Value = 0,015 artinya p <  0,05. Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Peer Group Education Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Status Gizi Selama Kehamilan dan terdapat Pengaruh Peer Group Education Terhadap Sikap Ibu Tentang Status Gizi Selama Kehamilan. Diharapkan bagi responden tetap meningkatkan Pengetahuan dan sikap tentang status gizi selama kehamilan.       Background: The nutritional status of pregnant women during growth and during pregnancy can affect the growth and development of the fetus. Based on Riskesdas data, several health problems experienced by pregnant women are related to nutritional problems, 48.9% of pregnant women in Indonesia experience anemia during pregnancy, 17.3% of pregnant women experience chronic energy deficiency (CED) and 28% of pregnant women are at risk of complications in childbirth. The above case is a result of poor nutritional status experienced by pregnant women during pregnancy. Objective: To determine the effect of peer group education on knowledge and attitudes about nutritional status during pregnancy at PMB T Hutapea, Pematang Siantar City in 2024. Method: This study used a quasi-experimental method with a Pretest-Post test with control group design. The population in this study were all pregnant women who visited Ante Natal Care at PMB T. Hutapea. The sampling method used purposive sampling. The sample in this study was 42 pregnant women who visited antenatal care. 21 respondents became the intervention group and 21 respondents became the control group. The study was conducted in May-June 2024. Results: The Mann-Whitney test was carried out on the knowledge variable, obtained a P Value = 0.009, meaning p <0.05, and the Mann-Whitney test was carried out on the attitude variable, obtained a P Value = 0.015, meaning p <0.05. Conclusion: There is an Influence of Peer Group Education on Mothers' Knowledge of Nutritional Status During Pregnancy and there is an Influence of Peer Group Education on Mothers' Attitudes About Nutritional Status During Pregnancy. It is hoped that respondents will continue to improve their Knowledge and attitudes about nutritional status during pregnancy.    
Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Kartu Kuartet Terhadap Pengetahuan Tentang Kehamilan Remaja Siallagan, Rosmala Dewi; Sinaga, Siti Nurmawan; Tarigan, Eka Falentina; Pasaribu, Riska Susanti
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i2.70

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan remaja merupakan fenomena internasional yang masih belum terselesaikan. Berdasarkan hasil Riskesdas (2018) proporsi remaja usia 10-19 tahun yang pernah hamil sejumlah 58,8 persen dan yang sedang hamil anak pertama 25,2 persen, usia rata-rata ibu yang hamil pertama kali adalah pada usia 18 tahun yakni 46 persen, dimana terjadi perbedaan angka didaerah pedesaan lebih tinggi (51 persen) dibandingkan dengan daerah perkotaan. Hasil SDKI (2017) menunjukkan 7 persen wanita umur 15-19 tahun sudah menjadi ibu, 5 persen sudah pernah melahirkan dan 2 persen sedang hamil anak pertama. Tujuan: Untuk mengevaluasi pengaruh edukasi menggunakan media kartu kuartet terhadap pengetahuan tentang kehamilan remaja di SMA Negeri 1 Bintang Bayu Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2024.  . Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain  Pretest-Post test with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah semua remaja yang ada Di SMA Negeri 1 Bintang Bayu Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai kelas X dan kelas X1 berjumlah 157 orang. Besar sampel penelitian menggunakan rumus Lemeshow yaitu 30 orang. Lokasi Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Bintang Bayu Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai dilakukan pada bulan Mei- Juni 2024. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Mann-withney didapatkan hasil untuk P Value = 0,000 artinya p <  0,05. Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Kartu Kuartet Terhadap Pengetahuan Tentang Kehamilan Remaja Di SMA Negeri 1 Bintang Bayu Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai. Diharapkan kerjasama dengan  tenaga kesehatan dalam pemberian Edukasi Menggunakan Media Kartu Kuartet Terhadap Pengetahuan Kehamilan Remaja.   Background: Teenage pregnancy is an international phenomenon that has yet to be resolved. Based on the results of Riskesdas (2018), the proportion of teenagers aged 10-19 years who have ever been pregnant is 58.8 percent and those who are pregnant with their first child are 25.2 percent, the average age of mothers who are pregnant for the first time is 18 years, which is 46 percent, where there is a difference in figures in rural areas which is higher (51 percent) compared to urban areas. The results of the SDKI (2017) showed that 7 percent of women aged 15-19 years have become mothers, 5 percent have given birth and 2 percent are pregnant with their first child. Objective: To evaluate the effect of education using quartet card media on knowledge about teenage pregnancy at SMA Negeri 1 Bintang Bayu, Bintang Bayu District, Serdang Bedagai Regency in 2024. . Method: This study uses a quasi-experimental method with a Pretest-Post test with control group design. The population in this study were all adolescents at SMA Negeri 1 Bintang Bayu, Bintang Bayu District, Serdang Bedagai Regency, class X and class X1 totaling 157 people. The sample size of the study used the Lemeshow formula, which was 30 people. The location of the study was conducted at SMA Negeri 1 Bintang Bayu, Bintang Bayu District, Serdang Bedagai Regency in May-June 2024. Results: The results of the statistical test with the Mann-Whitney test obtained results for P Value = 0.000, meaning p <0.05. Conclusion: There is an Effect of Education Using Quartet Card Media on Knowledge of Adolescent Pregnancy at SMA Negeri 1 Bintang Bayu, Bintang Bayu District, Serdang Bedagai Regency. Cooperation with health workers is expected in providing Education Using Quartet Card Media on Knowledge of Adolescent Pregnancy.
Pengaruh Kompres Daun Kubis Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Nifas Sriani; Tarigan, Eka Falentina; Sinaga, Siti Nurmawan; Simanulang, Ester
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i2.71

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan informasi United Nations International Children’s Education Found (UNICEF) terdapat 17.230.142 ibu mengalami masalah menyusui didunia. Masalah-masalah yang terjadi ketika ibu menyusui disebabkan oleh beberapa hal ibu menderita rasa nyeri di bagian puting susunya, lecet pada puting susu dan payudara bengkak serta abses pada payudara (Novianti, 2016 ).  Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 terdapat 1,5 juta bayi baru lahir meninggal disebabkan karena tidak mendapatkan ASI Tujuan: Untuk  mengevaluasi Pengaruh Kompres Daun Kubis Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Nifas di Rumah Sakit Regina Maris Kota Medan Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain  Post test with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu nifas di Rumah Sakit Regina Maris yang mengalami pembengkakan payudara dimana rata-rata ibu nifas berjumlah antara 60-90 pada bulan April 2024. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok control yang tidak mendapatkan intervensi dan kelompok intervensi yang mendapatkan intervensi kompres daun kubis. Pada kedua kelompok akan dilakukan observasi pembengkakan payudara ibu. Lokasi Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Regina Maris Kota Medan. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Mei- Juni 2024. Hasil: Analisis Bivariat dengan Mann-Whitney didapatkan hasil dari 60 responden dengan p value = 0,000 dimana p value < dari 0.05. Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Kompres Daun Kubis Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Nifas di Rumah Sakit Regina Maris Kota Medan Tahun 2024. Diharapkan kerjasama tenaga kesehatan dalam pemberian informasi manfaat Kompres Daun Kubis Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Nifas.       Background: Research in America shows that 9,514.5% of Background: Based on information from the United Nations International Children's Education Found (UNICEF), there are 17,230,142 mothers experiencing breastfeeding problems in the world. Problems that occur when mothers breastfeed are caused by several things, mothers suffer from pain in the nipples, sore nipples and swollen breasts and breast abscesses (Novianti, 2016). Based on data from the World Health Organization (WHO) in 2020 there were 1.5 million newborns who died due to not getting breast milk. Objective: To evaluate the Effect of Cabbage Leaf Compresses on Breast Swelling in Postpartum Mothers at Regina Maris Hospital, Medan City in 2024. Method: This study used a quasi-experimental method with a Post-test with control group design. The population in this study were all postpartum mothers at Regina Maris Hospital who experienced breast swelling where the average number of postpartum mothers was between 60-90 in April 2024. Sampling using purposive sampling was divided into 2 groups, namely the control group that did not receive intervention and the intervention group that received cabbage leaf compress intervention. In both groups, observations of breast swelling will be carried out. The location of the study was at Regina Maris Hospital, Medan City. The study was conducted in May-June 2024. Results: Bivariate analysis with Mann-Whitney obtained results from 60 respondents with a p value = 0.000 where the p value <0.05. Conclusion: There is an Effect of Cabbage Leaf Compress on Breast Swelling in Postpartum Mothers at Regina Maris Hospital, Medan City in 2024. Cooperation of health workers is expected in providing information on the benefits of Cabbage Leaf Compress on Breast Swelling in Postpartum Mothers.    
Pengaruh Yoga Terhadap Perkembangan Motorik Halus Dan Motorik Kasar Pada Balita Op. Sunggu, Yuli Destiana Oktavia; Simanullang, Ester; Tarigan, Eka Falentina; Damayanty
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i2.72

Abstract

Latar Belakang: Penelitian di Amerika menunjukkan 9,514,5% anak mulai lahir sampai usia - tahun di Amerika mengalami masalah psikososial yang berdampak negatif terhadap mereka (Cooper, 2009 dalam penelitian Subandi 2012). Angka kejadian gangguan motorik halus pada anak prasekolah di Amerika Serikat berkisar 12-16%, Thailand 24%, Argentina 22%, dan di Indonesia antara 13%-18%. Tujuan: Untuk  mengevaluasi pengaruh yoga terhadap perkembangan motorik halus dan motorik kasar pada balita di UPTD Puskesmas Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Pretest-Post test with control group. Populasi pada penelitian ini adalah semua balita yang dibawa ibunya untuk melakukan kunjungan pemeriksaan tumbuh kembang di UPTD Puskesmas Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 44 balita 22 responden menjadi kelompok intervensi dan 22 responden menjadi kelompok kontrol. Lokasi Penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Sipispis Jalan Dusun II Desa Serbananti Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Mei- Juni 2024. Hasil: Dilakukan uji Mann-Whitney pada kedua kelompok  didapatkan hasil untuk P Value = 0,010 artinya p <  0,05, artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yoga Terhadap Perkembangan Motorik Halus dan Motorik Kasar pada Balita di UPTD Puskesmas Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. Diharapkan agar tenaga kesehatan melakukan sosialisasi keefektifan metode Yoga untuk meningkatkan Perkembangan Motorik Halus dan Motorik Kasar Balita.   Background: Research in America shows that 9,514.5% of children from birth to - years old in America experience psychosocial problems that have a negative impact on them (Cooper, 2009 in Subandi's 2012 study). The incidence of fine motor disorders in preschool children in the United States ranges from 12-16%, Thailand 24%, Argentina 22%, and in Indonesia between 13% -18%. Objective: To evaluate the effect of yoga on the development of fine and gross motor skills in toddlers at the UPTD Sipispis Health Center, Serdang Bedagai Regency in 2024. Method: This study used a quasi-experimental method with a Pretest-Post test with control group design. The population in this study were all toddlers brought by their mothers to visit for growth and development checks at the UPTD Sipispis Health Center, Serdang Bedagai Regency. Sampling using purposive sampling totaled 44 toddlers, 22 respondents became the intervention group and 22 respondents became the control group. The research location was conducted at the UPTD Sipispis Health Center, Jalan Dusun II, Serbananti Village, Sipispis District, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra Province. The study was conducted in May-June 2024. Results: The Mann-Whitney test was carried out on both groups, the results for P Value = 0.010, meaning p <0.05, meaning H0 was rejected and Ha was accepted. Conclusion: There is an effect of yoga on the Development of Fine Motor and Gross Motor Skills in Toddlers at the UPTD Sipispis Health Center, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra Province in 2024. It is hoped that health workers will socialize the effectiveness of the Yoga method to improve the Development of Fine Motor and Gross Motor Skills in Toddlers.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Evaluasi Akademik pada Mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram Mahardika, Vidya; Nur Cory'ah, Fitra Arsy; Gumilang Pratiwi, Intan
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i2.73

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan media sosial banyak digunakan oleh para remaja yang berusia antara 18 dan 25 tahun sebesar (96,25%) diantaranya adalah mahasiswa, sebagian besar menggunakan media sosial sebagai rutinitas sehari-hari untuk sarana komunikasi dan digunakan untuk kebutuhan akademik sebagai media informasi pembelajaran sehingga dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran atau obyek yang abstrak menjadi konkret nyata sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar dan hasil evaluasi akademik Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan menggunakan metode penelitian korelasi. Rancangan penelitian ini bertujuan untuk mencapai tujuan khusus. Populasi penelitian ini, mahasiswa jurusan kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram sebanyak 505 orang dan sampel sebanyak 84 orang. Teknik sampel menggunakan stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil : Media sosial yang paling banyak digunakan yaitu whatsapp sebanyak 100%. Responden yang menggunakan media sosial dengan durasi 3-4 jam sebanyak 28,6%. Sebagian besar responden memiliki tingkat motivasi belajar tinggi sebanyak 61,9%. Sebagian besar hasil evaluasi akademik responden mendapatkan predikat memuaskan sebanyak 56%. Hasil uji Spearman’s rho motivasi belajar didapatkan ρ value 0,823 > α = 0,05, evaluasi akademik didapatkan ρ value 0,390 > α = 0,05. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar dan hasil evaluasi akademik pada mahasiswa jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram   Background: The use of social media is widely used by teenagers aged between 18 and 25 years (96.25%) of whom are students, most of whom use social media as a daily routine for communication and are used for academic needs as information media. learning so that it is easier to understand learning material or abstract objects into real concrete ones so that it can increase learning motivation. Purpose: This research aims to determine the relationship between the use of social media on learning motivation and academic evaluation results. Method: This type of research is analytical survey research using correlation research methods. This research design aims to achieve specific objectives. The population of this study was 505 students majoring in midwifery at the Mataram Ministry of Health Polytechnic and a sample of 84 people. The sampling technique uses stratified random sampling. Data analysis used Spearman's rho test. Results: The most widely used social media is WhatsApp, 100%. Respondents who used social media for a duration of 3-4 hours were 28.6%. Most respondents had a high level of learning motivation, 61.9%. Most of the respondents' academic evaluation results received a satisfactory rating of 56%. The results of the Spearman's rho test for learning motivation obtained ρ value 0.823 > α = 0.05, academic evaluation obtained ρ value 0.390 > α = 0.05. Conclusion: There is no relationship between the use of social media on learning motivation and the results of academic evaluations for students majoring in Midwifery, Poltekkes Kemenkes Mataram.
Pengaruh Birth Ball Terhadap Lama Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Primigravida Rahim, Rosita; Rachmawati Suseno, Mutiara; Sulianty, Ati; Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i2.74

Abstract

Latar belakang: Lama persalinan kala I pada primigravida mempunyai durasi yang lebih lama daripada multigravida. Semakin lama proses persalinan, ibu bersalin akan merasakan kelelahan yang dapat mengakibatkan kontraksi uterus yang tidak adekuat, akibatnya akan terjadi persalinan yang memanjang, peningkatan distres maternal, dan peningkatan resiko perdarahan postpartum yang menyumbang angka kematian ibu. Upaya fisiologis yang bisa dilakukan selama persalinan kala I, yaitu salah satunya adalah dengan memberikan intervensi  birthing ball. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh birthing ball terhadap lama persalinan kala I fase aktif pada primigravida. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian  quasy  experiment. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden yang terdiri dari 17 responden kelompok intervensi dan 17 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan partograf, kemudian data dianalisa menggunakan uji statistik Independent Samples T-test.  Hasil: Pada kelompok intervensi birthing ball didapatkan hasil rata-rata lama persalinan kala I fase aktif selama 204,18 menit (3 jam 24 menit), dan pada kelompok kontrol selama 252,35 menit ( 4 jam 12 menit). Hasil analisa data didapatkan nilai p value sebesar 0,019 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata lama persalinan kala I fase aktif pada kelompok intervensi birthing ball dan kelompok control. Kesimpulan: Terdapat pengaruh birthing ball terhadap lama persalinan kala I fase aktif pada primigravida. Background: The duration of the first stage of labor in primigravidas is longer than in multigravidas. The longer the labor process, the more the mother in labor will feel tired which can result in inadequate uterine contractions, resulting in prolonged labour, increased maternal distress, and an increased risk of postpartum hemorrhage which contributes to maternal mortality. One of the physiological efforts that can be carried out during the first stage of labor is by providing birth ball intervention. Objective: To determine the effect of the birth ball on the length of labor in the active phase of first stage in primigravida. Purpose: To determine the effect of the birth ball on the length of labor in the active phase of first stage in primigravid. Methods: This research uses a quasi-experimental research method. The sampling technique used purposive sampling technique with a total sample of 34 respondents consisting of 17 intervention group respondents and 17 control group respondents. Data were collected using observation sheets and partographs, then the data were analyzed using the Independent Samples T-test statistical test. Results: The first stage of labor in the active phase was 204.18 minutes (3 hours 24 minutes), and in the control group it was 252.35 minutes (4 hours 12 minutes). The results of data analysis showed that the p value was 0.019 < 0.05, so H0 was rejected and Ha was accepted, meaning that there was a significant difference between the average length of labor during the first active phase in the birth ball intervention group and the control group. Conclusion: There is an effect of the birth ball on the length of labor in the first stage of the active phase in primigravida.

Page 1 of 1 | Total Record : 9