cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Perilaku makan dan status gizi mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara dalam era media sosial Agustina, Cut Ghina; Silaban, Dorna Yanti Lola
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33350

Abstract

Tendensi di media sosial yang mempromosikan makanan dan minuman tidak sehat dapat memengaruhi perilaku makan penggunanya. Gambar atau iklan di media sosial dapat merangsang sistem otak seperti dopaminergik sehingga memengaruhi rasa lapar dan mendorong keinginan untuk makan. Perilaku makan tidak sehat dapat menyebabkan status gizi yang buruk akibat tidakseimbangan asupan dan kebutuhan gizi. Perilaku makan yang buruk banyak berkembang di kalangan remaja. Studi ini memanfaatkan teknik analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Status gizi disurvei berdasarkan indeks massa tubuh (IMT), pengunaan media sosial diperoleh menggunakan Social Network Time Usage Scale (SONTUS) yang telah tervalidasi, dan asupan makanan dianalisis menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Sebanyak 121 (81,2%) responden memiliki pengunaan media sosial yang tinggi, 98 (65,8%) responden dengan perilaku makan yang kurang dan 105 (70,5%) responden dengan status gizi tidak normal. Pengolahan data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square menunjukkan hasil P-value sebesar 0,0001 menandakan yang adanya hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku makan dan status gizi (p<0,05; PRR=0.136; PRR=2.469).
The journey of Indonesian traditional medicine Yunita, Fenny; Gunawan, Shirly; Silaban, Hertina; Chaidir
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33351

Abstract

Indonesia is the second mega biodiversity country in the world, with more than 17.000 islands and 1.340 tribes with abundant potency in traditional medicine. Traditional medicine in Indonesia has a long history. It has been greatly influenced by foreign cultures, such as India (Ayurveda), China (Traditional Chinese Medicine), and the Middle East (Arabic/Islamic/Thibbun Nabawi). Traditional Indonesian medicine is also known as Jamu, which refers to prayer, physical and non-physical techniques, and herbal medicine that aims to maintain and improve health. Many national surveys have shown that Indonesian people strongly believe in traditional medicine and still use it daily. The development of traditional medicine in Indonesia started early in the 8th century, as shown in the reliefs of Borobudur and many other temples. The development of traditional medicine in Indonesia also refers to the WHO's traditional medicine strategy, which focuses on the 3Ps (Products, practices, practitioners). World Health Organization (WHO) recommends using traditional medicines to maintain public health, preventing and treating diseases, especially chronic and degenerative diseases. WHO also supports efforts to improve the safety and efficacy of traditional medicines. Traditional Indonesian medicine has great potential to help improve the community's health. Cross-sectoral cooperation from all sectors, such as academics, business, government, and the community, is needed to develop traditional Indonesian medicine and support its use in health service facilities towards independence in the health sector.
Prevalensi risiko gangguan makan pada pelajar sekolah menegah atas di Manado: Perbandingan jenis kelamin dan status gizi Liemintang, Gregorius Edward; Charissa, Olivia
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33352

Abstract

Gangguan makan di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang semakin meningkat, dengan risiko mortalitas tinggi, terutama pada anoreksia nervosa. Pada pria, prevalensi gangguan makan juga meningkat dan sering kali tidak terdiagnosis. Studi ini berfokus pada prevalensi gangguan makan berdasarkan jenis kelamin dan status gizi. Metode deskriptif observasional digunakan dengan data yang diperoleh dari kuesioner eating disorder examination questionnaire (EDE-Q) dan pengukuran status gizi melalui indeks massa tubuh (IMT). Studi dilakukan terhadap 230 siswa SMA di Manado. Mayoritas responden ialah perempuan (120 responden; 52,2%) dan 94 (40,9%) siswa dari seluruh responden berisiko gangguan makan. Laki-laki memiliki risiko gangguan makan yang lebih tinggi dibandingkan perempuan meskipun tidak terdapat perbedaan yang jauh (42,7% vs 39,2%). Diantara status gizi, risiko gangguan makan lebih bervariasi antar kelompok. Kelompok gizi lebih didapatkan paling berisiko (64,9%), diikuti oleh gizi normal (37,5%), dan kelompok gizi kurang memiliki risiko terendah (13,5%). Frekuensi perilaku gangguan makan berupa binge eating, muntah (self-induced vomitting), dan puasa juga diperoleh. Hasil ini menyoroti tingginya risiko gangguan makan dan perilaku terkait pada remaja terutama pada remaja laki-laki.
Hubungan kebiasaan sarapan dengan indeks massa tubuh pelajar SMP Negeri 1 Long Bangun Mahakam Ulu Faridawati, Hety; Darmawi, Kumala Dewi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33354

Abstract

Asupan gizi dimulai dari aktivitas sarapan. Sarapan berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan zat gizi yang berguna dalam proses fisiologis pada tubuh. Namun, seringkali siswa mengabaikan sarapan pagi. Sarapan juga memberikan berpengaruh terhadap konsentrasi pada saat belajar karena otak akan sulit untuk berkonsentrasi jika tubuh kekurangan asupan nutrisi. Sarapan dikatakan dapat mengurangi obesitas dan mendukung status gizi yang lebih baik. Studi ini bertujuan untuk melihat hubungan kebiasaan sarapan dengan indeks massa tubuh (IMT) pada pelajar SMP Negeri 1 Long Bagun. Studi analitik ini dilakukan terhadap 184 orang pelajar yang diambil secara consecutive non random sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk penentuan status gizi. Pelajar SMPN 1 Long Bangun paling banyak memiliki kategori kebiasaan sarapan yang jarang (85 pelajar; 46,2%) dan memiliki IMT berlebih (95 pelajar; 51,6%). Hasil studi menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan berkorelasi dengan indeks massa tubuh (IMT) pada pelajar (p = 0,0005). Sarapan pagi rutin setiap harinya sebelum berangkat sekolah dapat disiasati dengan menyiapkan terlebih dahulu menu makanan yang akan dikonsumsi pada waktu malam hari agar tidak terburu-buru saat pagi harinya, khususnya mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang sesuai kebutuhan pelajar.
Penggunaan strategi coping stress pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Komara, Nia Silva; Irawaty, Enny
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33358

Abstract

Stres merupakan keadaan fisik dan psikologis yang terjadi ketika tekanan masalah tidak seimbang dengan kemampuan seseorang untuk bereaksi. Stres dapat dialami oleh setiap individu termasuk mahasiswa kedokteran dalam proses pendidikannya. Mahasiswa perlu melakukan strategi coping stress dalam upaya menangani stres sehingga tidak akan berdampak buruk bagi individu itu sendiri. Coping stress terbagi ke dalam dua jenis, yaitu problem-focused coping dan emotion-focused coping. Tujuan dari studi ini ialah untuk mengetahui penggunaan strategi coping stress pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Stusi ini menggunakan desain cross-sectional dan dilakukan pada 165 mahasiswa kedokteran Untar yang menyetujui untuk mengikuti studi ini. KuesionerBrief COPE digunakan untuk menilai penggunaan strategi coping stress pada mahasiswa. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan problem-focused coping dilaporkan oleh 87,9% mahasiswa, sedangkan emotion-focused coping dilaporkan oleh 80,6% mahasiswa. Kedua jenis coping stress memiliki persentase penggunaan yang hampir sama, namun mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara lebih banyak yang memilih untuk langsung menghadapi masalah yang dihadapi.
Gambaran pengetahuan tentang karies gigi pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Winata, Nicholas Hadi; Micni, Djoko
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33359

Abstract

Karies gigi atau gigi berlubang ialah penyakit jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme yang terdapat dalam karbohidrat yang difermentasi. Kebersihan gigi dan mulut berperan dalam pencegahan terjadinya karies gigi. Pengetahuan yang kurang akan mempengaruhi kebiasaan seseorang dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan serta pemahaman mengenai karies gigi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi deskriptif dengan desain studi cross-sectional ini diikuti oleh 94 mahasiswa angkatan 2022. Hasil studi ini menunjukkan komponen pengetahuan yang sudah dipahami dengan baik yaitu mengenai definisi, etiologi, serta pencegahan terhadap karies gigi yang digambarkan oleh komponen kuesioner nomor 1 sebanyak 91 responden (96,8%), nomor 2 sebanyak 89 responden (94,6%) dan nomor 8 sebanyak 85 responden (90,4%). Komponen pengetahuan yang masih kurang dipahami dengan baik yaitu komponen mengenai proses perjalanan akhir, faktor proteksi, serta patofisiologi mengenai karies gigi yang digambarkan oleh komponen kuesioner nomor 10 sebanyak 29 responden (30,8%), nomor 5 sebanyak 20 responden (21,2%) serta nomor 3 sebanyak 18 (19,1%). Tingkat pengetahuan mengenai karies gigi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022 paling banyak pada kategori baik (82 responden; 88,3%), 9 responden (9,6%) memiliki pengetahuan yang cukup dan 2 responden (2,1%) memiliki pengetahuan kurang.
Pengaruh durasi dan posisi mengetik terhadap gejala Carpal Tunnel Syndrome pada karyawan Universitas Tarumanagara Sitorus, Ribka Anggeline Hariesti; Setiadi, Tjie Haming
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33360

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS), kumpulan gejala yang terjadi akibat adanya tekanan yang diberikan oleh terowongan karpal pada saraf medianus di pergelangan tangan, sering dialami oleh pekerja yang mengetik dalam durasi lama dengan posisi tidak ergonomis. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh durasi dan posisi mengetik dengan insiden gejala CTS pada karyawan Universitas Tarumanagara. Studi analitik dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 145 responden yang dikumpulkan melalui metode non-random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi CTS. Hasil studi menunjukkan 30 (20,7%) responden mengalami gejala CTS, sementara 115 (79,3%) tidak mengalami CTS. Mayoritas responden mengetik lebih dari 55 menit per hari tanpa jeda (134; 92,4%), dengan 98 (67,6%) responden diantaranya mengetik dengan posisi yang tidak ergonomis. Analisis risiko menunjukkan bahwa durasi mengetik lama meningkatkan risiko CTS hingga 2,38 kali (PRR = 2,38), sementara posisi mengetik yang tidak ergonomis meningkatkan risiko CTS hingga 3,12 kali (PRR = 3,12). Meski analisis menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara durasi mengetik dan gejala CTS (p-value = 0,460), namun terdapat hubungan signifikan antara posisi mengetik yang salah dan gejala CTS (p-value = 0,012). Temuan ini menekankan pentingnya praktik ergonomis, seperti penyesuaian posisi mengetik dan pengambilan jeda dalam upaya mencegah CTS di lingkungan kerja, terutama pada karyawan yang sering menggunakan komputer.
Pengaruh bermain game online terhadap kualitas tidur mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Maharani, Salwa Deyo; Dwiana, Alya
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33361

Abstract

Environment Software Association (ESA) pada tahun 2022 menunjukkan pengguna game online di Amerika Serikat (USA) mencapai 215.5 juta dan sebanyak 65% ialah kalangan remaja. Bermain game online yang terlalu lama dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kurangnya pemenuhan kebutuhan akan tidur. Pemain game yang tidak dapat mengatur waktu dan terus menerus bermain game online akan memberikan dampak negatif terhadap kualitas tidurnya. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan intensitas bermain game online dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022. Desain studi ini ialah analitik cross-sectional. Teknik pengambilan 126 responden menggunakan consecutive non random sampling. Data bermain game online menggunakan kuisioner Indonesian online game addiction Questionnaire dan data kualitas tidur diperoleh dengan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dengan interval kepercayaan 95% (alpha = 0,05). Intensitas bermain game online menunjukkan paling banyak dalam kategori tidak kecanduan yaitu sebanyak 95 (75.4%) responden, sedangkan kualitas tidur menunjukkan kualitas yang sama antara baik maupun buruk, yaitu sebanyak 63 (50%) responden. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas bermain game online dengan kualitas tidur (p-value = 0,02) dengan nilai PRR yaitu 1,53.
Pengaruh kendali glikemik pasien diabetes tipe 2 terhadap komplikasi penyakit jantung koroner Ratulangi, Serhen Esterany; Sutanto, Hari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33362

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu komplikasi utama yang dialami pasien diabetes melitus tipe 2 akibat dari kendali glikemik yang buruk. Diabetes melitus sampai saat ini menjadi salah satu permasalahan penyakit kronis terbanyak. HbA1c merupakan indikator utama yang mencerminkan kendali glikemik jangka panjang dan berperan dalam menilai komplikasi pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c sebagai kendali glikemik dengan risiko PJK pada pasien DM tipe 2 yang menjalani perawatan rawat jalan di RS Husada Jakarta Pusat. Studi ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain potong lintang. Data diambil dari rekam medis pasien DM tipe 2 dengan jumlah sebanyak 82 pasien yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel utama yang dianalisis meliputi kadar HbA1c, riwayat klinis pasien, dankomplikasi PJK yang didiagnosis secara medis. Analisis data dilakukan dengan uji statistik yang relevan untuk menentukan hubungan antara kendali glikemik dan risiko PJK. Hasil studi menunjukkan pasien dengan kendali glikemik yang buruk memiliki risiko PJK yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien dengan kendali glikemik yang baik (86,5% vs 63,3%). Hasil uji analitik didapatkan adanya hubungan signifikan antara kadar HbA1c yang tinggi dengan meningkatnya risiko PJK pada pasien DM tipe 2 (p- value 0,014; PRR 1,37). Kesimpulan dari penelitian ini ialah bahwa kendali glikemik yang optimal memiliki peran penting dalam mencegah komplikasi PJK pada pasien DM tipe 2. Oleh karena itu, pengelolaan kadar HbA1c yang efektif perlu menjadi focus utama dalam perawatan pasien DM tipe 2 untuuk mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.
Implementasi “Lima Prinsip Tepat” terapi anti hipertensi pada lansia di panti wreda Tiranda, Wisasti Gladys Chantika; Gunawan, Shirly
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33363

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia. Pengobatan yang tepat akan mendukung keberhasilan pengelolaan hipertensi, terutama pada lansia. Pengobatan yang tepat melibatkan lima prinsip tepat: tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat rute pemberian. Penelitian ini akan menggambarkan ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada lansia di panti werda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan desain cross-sectional. Data diperoleh dari kuesioner dengan pemilihan sampel menggunakan teknik non-random sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Subjek studi ini ialah lansia yang tinggal di panti werda di Tangerang dan Cibubur. Hasil studi menunjukkan bahwa 62 lansia di panti jompo menderita hipertensi, yang didominasi oleh perempuan (71%). Sebagian besar dari mereka menderita hipertensi derajat I (87,1%), hipertensi sistolik terisolasi (11,3%), dan hipertensi derajat II (1,6%). Amlodipin merupakan obat yang paling banyak digunakan sebagai monoterapi, sedangkan untuk kombinasi, amlodipin dan candesartan merupakan terapi kombinasi hipertensi yang paling banyak digunakan. Lima prinsip tepat dalam pengobatan (tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat rute) telah diimplementasikan dengan cukup baik pada lansia yang mengonsumsi obat antihipertensi di panti werda.