cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara tentang profil farmakologi obat antituberkulosis Sari, Dwi Revita; Johan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.30981

Abstract

Prevalensi tuberkulosis (TB) secara global masih cukup tinggi mencapai 2,2 juta kasus dan terus meningkat. Tingkat keberhasilan pengobatan TB sudah baik, namun angka keberhasilan masih di bawah target yang telah ditentukan yaitu 85%. Hal tersebut dikarenakan pemberian regimen pengobatan TB masih berbeda dan dosis obat antituberkulosis (OAT) yang diresepkan terkadang tidak sesuai dengan rekomendasi nasional dan internasional. Beberapa negara ditemukan memberikan dosis terlalu tinggi. Selain itu, tingkat pengetahuan yang kurang dapat menjadi salah satu penyebab kasus TB meningkat. Studi ini merupakan studi deskriptif cross-sectional dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran tentang profil farmakologi obat antituberkulosis, meliputi farmakokinetik, farmakodinamik, dosis dan sediaan obat, regimen pengobatan, efek samping obat, interaksi obat dan multidrug resistance. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total population sampling pada bulan Januari sampai dengan April 2024. Subyek studi ini ialah mahasiswa kedokteran angkatan 2021 Universitas Tarumanagara yang telah lulus blok sistem respirasi dengan jumlah subyek sebanyak 97 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan mahasiswa terkait pengetahuan farmakokinetik, farmakodinamik, regimen, efek samping, interaksi dan multidrug OAT tergolong baik, hanya terkait dosis serta sediaan OAT yang tergolong ke dalam tingkat cukup. Secara keseluruhan, tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara mengenai profil farmakologi obat antituberkulosis masih tergolong baik.
Hubungan kecemasan dengan sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa kedokteran Zabrina, Cantika Salma; Ong, Hardianto Setiawan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.31045

Abstract

Dispepsia merupakan kumpulan gejala yang meliputi nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, serta perut terasa penuh. Berbagai tekanan psikologis dapat berkaitan dengan dispepsia fungsional, contohnya kecemasan. Kecemasan didefinisikan suatu kondisi emosi menimbulkan rasa tidak nyaman, ditandai perasaan khawatir, gelisah, serta ketakutan. Kecemasan dapat dialami mahasiswa kedokteran, karena menjalani sistem pembelajaran yang padat dan banyak ujian. Kecemasan memengaruhi fungsi saluran cerna dengan mengubah sekresi dari asam lambung, motilitas lambung, vaskularisasi mukosa lambung, dan menurunkan ambang rangsang nyeri. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa kdokteran.  Studi analitik ini dilakukan dari bulan Januari-Maret 2024 terhadap 87 responden yang diambil menggunakan teknik random sampling pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Kuesioner GAD-7 (General Anxiety Disorder-7) untuk menilai kecemasan dan Kriteria Roma III untuk menilai keluhan dispepsia. Studi ini didapatkan 75 (86%) responden yang mengalami sindrom dispepsia fungsional dan 44 (51%) responden yang mengalami kecemasan tingkat tinggi. Hasil studi menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan kejadian dispepsia fungsional (p > 0.05) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021.
Karakteristik pasien gangguan cemas (anxiety disorder) di RS Dr. Soeharto Heerdjan tahun 2022 Supandi, Angelina; Evi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34091

Abstract

Gangguan cemas merupakan masalah kesehatan mental yang umum dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya. Menurut data World Health Organization (WHO), 4 dari 100 orang di dunia mengalami gangguan cemas. Pada tahun 2019 terdapat 301 juta orang di seluruh dunia yang mengalami gangguan ini, dengan angka yang terus meningkat setiap tahun. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pasien gangguan cemas di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan (RSJ Grogol) Jakarta Barat pada tahun 2022. Metodologi yang digunakan ialah studi deskriptif cross-sectional dengan analisis data rekam medis pasien rawat jalan, melibatkan 377 pasien dari total 927 yang terdiagnosis. Hasil studi menunjukkan bahwa diagnosis yang paling umum ialah mixed anxiety and depressive disorder (40,66%), diikuti oleh unspecified anxiety disorder (31,06%) dan generalized anxiety disorder (23,19%). Karakteristik pasien didominasi oleh kelompok usia dewasa (82,3%), jenis kelamin laki-laki (52,1%), berstatus menikah (51,02%) dan sebagian besar menggunakan penjamin umum (75,3%). Sebagian besar pasien berdomisili di Jakarta Barat (46,27%). Studi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pencegahan dan penanganan gangguan cemas yang lebih efektif, serta memberikan kontribusi data untuk penelitian kesehatan jiwa di Indonesia.
Efek pemberian suplementasi vitamin D terhadap kejadian kekambuhan pasien inflammatory bowel disease: An evidence-based case report Hidayat, Astriliana Febrianawati; Manikam, Nurul Ratna Mutu
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34092

Abstract

Inflammatory Bowel Disease (IBD), yang mencakup Crohn’s Disease (CD) dan Ulcerative Colitis (UC), merupakan penyakit radang kronis saluran cerna yang dapat timbul berulang. Pasien IBD rentan mengalami defisiensi mikronutrien termasuk vitamin D akibat gangguan absorpsi, malnutrisi, dan peradangan kronis. Beberapa studi menunjukkan bahwa vitamin D mempunyai peran imunomodulator dan antiinflamasi yang berpotensi menurunkan angka kekambuhan IBD. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas suplementasi vitamin D dalam menurunkan angka kekambuhan pada pasien dengan IBD melalui telaah bukti ilmiah terkini. Metode pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, CENTRAL, dan Google Scholar hingga Februari 2025. Artikel yang diseleksi meliputi studi uji klinis acak dan tinjauan sistematik/meta-analisis. Proses seleksi mengikuti alur PRISMA (preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses) dan dinilai menggunakan pedoman Oxford Centre for Evidence-Based Medicine. Studi ini didapatkan dua artikel memenuhi kriteria inklusi yaitu satu artikel meta-analisis dan satu artikel uji klinis acak. Kedua studi menunjukkan suplementasi vitamin D dapat menurunkan risiko kekambuhan klinis pada pasien IBD terutama signifikan pada pasien CD, bahkan pada pemberian dosis tinggi (2000 IU) dapat menurunkan kadar TNF-α dan meningkatkan kadar serum vitamin D, meskipun tidak signifikan terhadap semua penanda inflamasi setelah penyesuaian. Suplementasi vitamin D menunjukkan potensi dalam menurunkan kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup pasien IBD terutama pada pasien CD. Namun, dibutuhkan lebih banyak studi dengan metodologi yang seragam untuk menentukan dosis, durasi, dan rute pemberian optimal.
Prevalensi ekspresi PD-L1 Sp263 pada kanker paru di MRCCC Siloam Hospital Hiu, Christian Hendrik; Sugiharto, Sony
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34094

Abstract

Kanker paru menjadi penyebab kematian paling banyak di dunia. Kanker paru ialah kanker kedua terbanyak di Indonesia dan lebih banyak menyerang laki-laki. Perkembangan penelitian molekuler telah memberikan alternatif pada terapi kanker paru seperti target terapi dan imunoterapi. Saat ini, PD-1 inhibitor digunakan sebagai imunoterapi pada pasien kanker paru yang menunjukan hasil pemeriksaan PD-L1 positif. Tujuan studi ini untuk mengetahui prevalensi PD-L1 pada pasien kanker paru untuk melihat cakupan penggunaan PD-1 inhibitor. Studi ini ialah studi deskriptif observasional dengan desain potong lintang, dan bertempat di Laboratorium Patologi Anatomi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan. Variabel yang diteliti ialah jenis kelamin, usia, jenis kanker paru, dan hasil pemeriksaan imunohistokimia PD-L1 Sp263 pada pasien kanker paru pada tahun 2020 – 2023. Hasil studi mendapatkan jumlah pasien kanker paru yang memeriksakan PD-L1 Sp263 sebanyak 161 pasien yang terdiri atas 100 pasien laki-laki (62,1%) dan 61 pasien perempuan (37,9%). Rentang usia pasien 30-85 tahun dengan rata-rata 61,49 (SD + 10,68), dan prevalensi paling tinggi pada pasien > 60 tahun (57,1%). Jenis kanker paru terbanyak ialah adenokarsinoma (76,4%). Prevalensi PD-L1 positif ditemukan pada 71 (44,1%) pasien, terdiri atas 48 (29,8%) pasien positif rendah dan 23 (14,3%) pasien positif tinggi. Prevalensi PD-L1 pada pasien kanker paru dalam studi masih cukup tinggi sehingga memberikan harapan untuk pasien mendapatkan imunoterapi (PD-L1 inhibitor).
Hubungan konsumsi sugar-sweetened beverages dengan berat badan berlebih pada anak usia sekolah dasar di Kabupaten Karawang Wijaya, Develyn Aurelia; Pambudi, Wiyarni
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34095

Abstract

Berat badan berlebih (overweight dan obesitas) terjadi akibat penumpukan lemak yang berlebihan karena ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu lama. Berat badan berlebih pada anak dapat disebabkan karena minuman yang mengandung gula tinggi disertai kurangnya aktivitas fisik. Persentase obesitas anak usia 5-12 tahun di Karawang lebih tinggi dibandingkan populasi obesitas anak di Indonesia. Studi ini mempelajari hubungan konsumsi sugar-sweetened beverages terhadap berat badan berlebih pada anak usia sekolah dasar di wilayah Kabupaten Karawang. Desain yang digunakan ialah studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling pada 120 siswa SD Ignatius Slamet Riyadi, Karawang. Analisis bivariat dilakukan untuk menguji hubungan konsumsi sugar-sweetened beverages dengan kejadian berat badan berlebih pada anak menggunakan uji chi-square. Sebesar 68,5% siswa yang sering mengonsumsi sugar-sweetened beverages termasuk dalam kategori berat badan berlebih, sedangkan 72,7% siswa yang jarang mengonsumsi sugar-sweetened beverages tidak mengalami berat badan berlebih. Hasil analitik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara konsumsi sugar-sweetened beverages dengan kejadian berat badan berlebih pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Karawang dengan nilai p sebesar 0,00001 dan nilai PRR sebesar 2,51. Konsumsi sugar-sweetened beverages berlebih menjadi salah satu faktor risiko anak usia sekolah dasar mengalami berat badan berlebih.
Tingkat pengetahuan profil farmakologi obat antiplatelet pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Gunawan, Devina; Johan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34096

Abstract

Cardiovascular disease (CVD) menjadi penyebab utama kematian secara global setiap tahunnya. Pasien dengan risiko CVD sering menggunakan antiplatelet sebagai pencegahan primer dan sekunder. Pada pencegahan sekunder, antiplatelet sudah terbukti memberikan manfaat, baik sebagai monoterapi ataupun kombinasi/dual antiplatelet therapy. Namun, peresepan antiplatelet oleh tenaga medis terkadang tidak tepat sehingga menyebabkan pengobatan menjadi kurang efektif atau bahkan memberikan efek samping yang tidak diharapkan. Studi ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran mengenai profil farmakologi obat antiplatelet. Studi deskriptif ini dilakukan dengan metode cross sectional terhadap 125 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari 35 pertanyaan terkait profil farmakologi antiplatelet meliputi farmakokinetik, farmakodinamik, farmakogenomik clopidogrel dan resistensinya, sediaan dan dosis, interaksi antiplatelet dengan obat lain, efek samping, indikasi serta kontraindikasi antiplatelet. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang “cukup” terhadap profil farmakokinetik antiplatelet (37.6%), farmakodinamik antiplatelet (47.2%), sediaan dan dosis antiplatelet (44.8%), efek samping antiplatelet (52%), serta indikasi dan kontraindikasi penggunaan antiplatelet (53.6%). Responden memiliki tingkat pengetahuan yang “kurang” terhadap profil farmakogenomik dan resistensi clopidogrel (40.8%) serta interaksi antiplatelet dengan obat lain (45.6%). Responden memiliki tingkat pengetahuan yang “cukup” (57.6%) terhadap profil farmakologi antiplatelet.
Pengaruh suplementasi vitamin D terhadap peningkatan berat badan pada pasien tuberkulosis paru: Tinjauan literatur Wulandari, Dewi; Sutanto, Krisadelfa
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34097

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyebab kematian kedua tertinggi di dunia akibat satu agen infeksi. Pasien TB sering mengalami malnutrisi dan kekurangan mikronutrien, termasuk vitamin D. Vitamin D berperan sebagai imunomodulator dalam melindungi tubuh terhadap infeksi. Studi ini bertujuan mengevaluasi penggunaan suplementasi vitamin D sebagai terapi tambahan pada pasien TB aktif dan dampaknya terhadap status gizi, yang dinilai melalui parameter kenaikan berat badan. Studi dilakukan melalui pencarian literatur dengan menggunakan tiga basis data utama, yaitu PubMed, Cochrane, dan Google Scholar dengan menyesuaikan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Tahun publikasi artikel yang diikutsertakan antara tahun 2019 hingga 2024. Metode penilaian kritis terhadap studi yang terpilih menggunakan pendekatan validitas, pentingnya hasil atau importancy, dan aplikabilitas atau applicability (VIA) berdasarkan kriteria dari Centre for Evidence-Based Medicine (CEBM) untuk studi terapi. Berdasarkan kriteria inklusi yang ditetapkan, didapatkan satu artikel systematic review/meta-analisis (SR/MA) dari Randomised Clinical Trial (RCT) dan satu artikel RCT yang selanjutnya dikaji secara kritis dari aspek validitas, signifikansi, dan aplikabilitas. Kedua studi menunjukkan suplementasi vitamin D sebagai terapi tambahan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan pada pasien tuberkulosis paru.
Evaluasi implementasi team-based learning dilihat dari perspektif jenis kelamin mahasiswa Patricia, Dianisa; Irawaty, Enny
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34098

Abstract

Team-based learning (TBL) merupakan metode pembelajaran aktif yang menekankan kolaborasi tim yang dapat diterapkan pada lingkungan kelas berskala besar. Penerapan TBL mencerminkan pembelajaran yang berorientasi pada mahasiswa. Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar) mulai mengimplementasikan metode ini pada awal semester genap tahun akademik 2022/2023. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi TBL pada blok sistem muskuloskeletal dari perspektif mahasiswa laki-laki dan perempuan. Desain studi ini bersifat cross-sectional dengan teknik pengambilan data convenience sampling. Evaluasi implementasi TBL dinilai dengan menggunakan kuesioner, yang dikembangkan Inuwa, meliputi aspek motivasi, kerja tim, tujuan pembelajaran, penerapan pengetahuan, dan fasilitas. Sebanyak 147 mahasiswa yang menjalani blok sistem muskuloskeletal bersedia menjadi responden. Rerata total skor evaluasi pada mahasiswa laki-laki sebesar 4,6 (0,5) sedangkan pada perempuan sebesar 4,5 (0,5). Hasil t-test independent menunjukkan p-value >0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan perspektif yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam mengevaluasi pelaksanaan TBL. Mahasiswa laki-laki maupun perempuan memiliki perspektif yang hampir sama terkait implementasi TBL secara keseluruhan.
Korelasi lingkar pinggang dengan hipertensi pada lansia di Panti Wreda Bina Bhakti Pamulang Alvianto, Fidelia; Santoso, Alexander Halim
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34099

Abstract

Hipertensi, peningkatan tekanan darah sistolik (³140 mmHg) dan atau diastolik (³ 90 mmHg), merupakan suatu penyakit kardiovaskular yang sering terjadi pada lansia. Berbagai komplikasi seperti gagal jantung, stroke, penyakit jantung koroner hingga kematian dini dapat terjadi apabila hipertensi tidak segera ditangani dengan tepat. US National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) melaporkan bahwa sebesar 70% lansia berusia >65 tahun menderita hipertensi. Pengukuran lingkar pinggang merupakan pengukukuran sederhana sebagai skrining obesitas sentral melalui penilaian massa lemak viseral di daerah perut. Obesitas sentral berkaitan erat terhadap perkembangan penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, stroke, dan lain-lain. Studi ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara lingkar pinggang dengan hipertensi pada lansia di Panti Wreda Bina Bhakti Pamulang. Jenis studi ini ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 92 responden dengan menggunakan metode total sampling dan dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil analisis spearman menunjukan korelasi positif lemah dan bermakna secara statistik antara lingkar pinggang terhadap tekanan darah sistolik dengan nilai p = 0,047 dan r=0,208 dan diastolik dengan nilai p<= 0,010 dan r=0,268. Berdasarkan hasil studi ini dapat disadari bahwa pentingnya pengaturan pola makan dan gaya hidup sehat serta turut diimbangi dengan aktivitas fisik secara rutin untuk mencegah terjadinya obesitas sentral yang berkaitan dengan hipertensi.