cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 256 Documents
Analisis Kebutuhan Air Irigasi dan Keuntungan Produksi Tanaman Dengan Alternatif Waktu Tanam di Daerah Irigasi Barumun Kabupaten Padang Lawas Sumatra Utara S, Dedy Indriatmo; Andajani, Sih
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.206

Abstract

Rice fields around the Barumun River, Padang Lawas Regency, North Sumatra Province are generally rainfed rice fields. To increase the production of agricultural products, rainfed rice fields need to be upgraded into technical irrigation areas. Farmers in this area plant corn crops during the dry season, so the cropping pattern that can be applied is rice-rice corn. The available area around the Barumun River that can be used as rice fields is an area of ??3,128 ha with the Barumun River as the source of irrigation water. Of the 24 alternatives for starting rice planting, the potential area of ??rice and corn can be calculated, and it can be determined whether the entire 3,128 ha area can be irrigated by the Barumun River by gravity throughout the year. The method used in this calculation is the water balance method. From the results of the calculation of 24 alternative planting times, the alternative that produces the maximum land area and profit is alternative 21. The value of the planned irrigation water requirement which will be needed later to calculate the capacity of irrigation canals and buildings is 2.09 l/sec/ha, the land area of ??Paddy I is 3,128 ha can be irrigated, Paddy II land area is 3,128 ha, and palawija (corn) land area is 3,122.96 ha with a planting intensity of 200%. The maximum profit of crop production that can be obtained for a year in alternative 21 is IDR 43,831,792,674.
Pengembangan Model Rasionalisasi Stasiun Hujan Menggunakan Metode Jaringan Syaraf Tiruan dan Kerapatan WMO (World Meteorological Organization) Pada DAS Ciliwung Karya Alam, Nadia; Hidayat, Dina P A
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.208

Abstract

The accuracy of hydrological data is crucial for water resource planning. The Ciliwung watershed in Indonesia faces a challenge as the rainfall monitoring stations are too close to each other, resulting in the need for a review of the quality and quantity of data. One method to address this issue is the use of the Artificial Neural Network Method to rationalize the rain post network based on the needs of the watershed. The Ciliwung watershed with an area of 370,8 km2 and a main river length of 124,1 km is influenced by 9 rain stations that are scattered, for the upstream and midstream there are 5 rain stations that will be used as case studies. The results of the assessment were analyzed using the WMO standard, for the upstream and midstream parts of the downstream including tropical mountainous areas with an area of influence of 100-250 km2 where 12 combinations of rain stations were found that met the standard. The modeling results using JST also demonstrate relatively small error values of less than 10%. In modeling with 5 years of data is 3.298% in the combination of loss of Sta. Gunung Mas Plantation. For 2 years of data is 5,868% in the combination of the loss of Sta. Gadog and Cibinong. The need for relocation at one of the stations, Sta. Gunung Mas Plantation, is highlighted based on the analysis of 5 years and 2 years of data. One of the factors because in the upper part of the Ciliwung watershed the distance between stations is too close, causing less ideal distribution of rain stations.
Kuat Geser Tanah Timbunan Akibat Perubahan Kadar Air Muthia Anggraini; Haris, Virgo Trisep; Saleh, Alfian
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.209

Abstract

Tanah lempung apabila digunakan untuk subgrade perlu dilakukan perbaikan tanah untuk menaikkan daya dukung tanahnya, salah satu cara dengan perbaikan sifat fisis. Perbaikan sifat fisi yaitu dengan mengganti subgrade dengan tanah yang memiliki daya dukung yang baik yang disebut sebagai tanah timbunan. Pemadatan tanah timbunan di lapangan pada kondisi ideal yaitu pada saat kadar air optimum, permasalahannya di lapangan kondisi ideal ini tidak selalu bisa diperoleh. Dimana pemadatan dapat terjadi pada kondisi kering (dibawah kadar air optimum) dan pada kondisi basah (diatas kadar air optimum). Tujuan penelitian mengetahui karaktersistik kuat geser pemadatan tanah timbunan untuk subgrade terhadap perubahan kadar air. Metode penelitian adalah pengujian kuat geser laboratorium SNI 3420:2016. Hasilnya diperoleh nilai kohesi meningkat pada kondisi kering (OMC-2%) dan kondisi basah (OMC+2%). Nilai sudut geser turun pada kondisi basah (OMC+2%) dan kondisi kering (OMC-2%). Kesimpulan terjadi penurunan sudut geser apabila dipadatkan dalam kondisi basah dan kering dari kadar air optimum.
Perbandingan Biaya Lantai GRC Superpanel dan Lantai Beton Hermawan, Fahmy; Irlan, Ade Okvianti; Herlina, Liana; Karista, Ardilla Jefri
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.210

Abstract

Kinerja bangunan dapat ditingkatkan dengan mengurangi berat beban bangunan, pengurangan berat dapat dilakukan dengan menggunakan material konstruksi yang lebih ringan dan daya tahan yang baik terhadap faktor lingkungan namun dengan memperhatikan target kinerja bangunan yang sesuai dengan faktor resiko dan fungsi bangunan. GRC (Glass Reinforced Concrete) Superpanel dibuat dari serat kaca yang dicor beton sehingga memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan beton konvensional, daya tahan yang baik terhadap cuaca, korosi, dan kebakaran. GRC mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama, tidak mudah rusak dan rendah biaya perawatan serta penggantian panel. Perbandingan biaya antara lantai GRC Superpanel dan lantai beton dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti lokasi geografis, ukuran bangunan, metode konstruksi yang digunakan, dan biaya bahan baku lokal. Namun, perbedaan biaya ini dapat bervariasi tergantung pada harga bahan lokal dan ketersediaan serat kaca di wilayah tersebut dan kemudahan mobilitas material. Pekerjaan lantai GRC Superpanel dibanding dengan pekerjaan lantai beton memberikan banyak keuntungan antara lain biaya yang lebih murah, berat yang lebih ringan, waktu pekerjaan yang lebih singkat, transportasi yang lebih mudah, waktu pemasangan yang lebih singkat, lebih sedikit perawatan. Implikasi dari efisiensi yang diperoleh adalah manfaat ekonomi yang diperoleh signifikan namun kinerja bangunan dapat dipertahankan sesuai dengan kategori resiko bangunan yang diinginkan.
Evaluasi Kesiapan Modernisasi Sistem Irigasi di Daerah Irigasi Molek Berdasarkan Indeks Kinerja Kurnianingrum, Endah; Mulya, Hegi Daniel; Anwar, Saihul
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.211

Abstract

Modernisasi irigasi merupakan transformasi mendasar dalam pengelolaan sumber daya air irigasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya manusia dan pelayanan yang diberikan kepada petani secara efektif, efisien, dan berkelanjutan sesuai dengan modul modernisasi irigasi. Kajian ini bertujuan mengkaji kesiapan modernisasi Daerah Irigasi Molek berdasarkan kinerja sistem irigasi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi penelitian dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis pada penelitian ini, (1) Kinerja sistem irigasi di Molek mencapai 75,78% yang tergolong kinerja baik; (2) Perlu dikembangkan penilaian terhadap kinerja sistem irigasi yaitu sistem manajemen, kelembagaan manajemen dan sumber daya manusia; dan (3) bobot total indeks kesiapan modernisasi di D.I Molek sebesar 75,8 yang dikategorikan cukup, irigasi ditunda dan harus selesai dalam waktu 1-2 tahun.
Analisis Geoteknik Runway Bandara Sultan Syarif Kasim II International Airport STA 2+300 hingga STA 2+600 Muhardi, Muhardi; Maizir, Harnedi
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.213

Abstract

Bandara Runway Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II mengalami kenaikan jumlah penumpang dan barang serta pergerakan lalu lintas pesawat, pada tahun 2018 pertumbuhan penumpang datang dan berangkat meningkat sebesar 13,92%, lalu lintas pesawat meningkat sekitar 23,27% dan barang meningkat sekitar 64,17% Proyeksi untuk tahun 2025 memperkirakan peningkatan penggunaan runway menjadi 69.369 pesawat. Pada November 2018, terjadi kerusakan pada aspal runway di segmen STA 2+240 hingga STA 2+600 yang menimbulkan keprihatinan terkait operasional dan keselamatan penerbangan di Bandara SSK II. Studi penyelidikan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan dan mencari langkah perbaikan yang tepat. Metodologi investigasi tanah yang digunakan meliputi pengujian lapangan (boring tanah, SPT, dan CPTu, analisis data boring, dan uji laboratorium mekanika tanah serta analisa geoteknik. Penyelidikan geotek berfokus pada runway STA 2+300 hingga STA 2+600 Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Provinsi Riau. Hasil dari Pengujian CPTu menunjukkan kapasitas dukung tanah lebih rendah dibandingkan dengan Pengujian Laboratorium. Perhitungan konsolidasi tanah menggunakan data CPTu menghasilkan nilai yang lebih tinggi daripada data dari Pengujian Laboratorium. Metode Schmertmann memberikan nilai konsolidasi tanah yang lebih rendah dibandingkan metode Muni Budhu. Time rate konsolidasi memenuhi kriteria untuk sebagian besar lokasi, kecuali STA 2+500 yang tidak memenuhi syarat. Derajat konsolidasi masih di bawah 90%, menunjukkan penurunan tanah yang lama dengan estimasi penurunan yang signifikan (>2.5 cm). Oleh karena itu, diperlukan perbaikan pada STA 2+380 hingga STA 2+600.
Pemanfaatan Struktur Space Frame pada Rangka Atap Gedung Kurniawandy, Alex; Syafikri, Muhammad Afdal; Darmawan, Igeny Dwiana
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.214

Abstract

Gedung yang berfungsi sebagai sarana gedung pertemuan dan arena olaraga pada umumnya mempunya bentangan rangka atap yang besar. Pada bentang atap dengan ukuran 34 m x 39 m sebagai studi kasus yang ditinjau dibutuhkan sistem struktur bentang lebar yang cocok untuk diterapkan. Oleh karena itu, teknologi struktural seperti space frame atau struktur baja yang kuat sering digunakan untuk mencapai bentang lebar yang diinginkan dalam bangunan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan perancangan dimensi batang-batang space frame yang cocok untuk digunakan dan melihat kemampuan struktur space frame tersebut mampu menahan beban dengan kombinasi pembebanan. Perhitungan struktur space frame mengacu pada peraturan LRFD dengan SNI 1729: 2020, peraturan gempa menggunakan SNI 1726: 2019, dan pembebanan menggunakan SNI 1727: 2020. Optimasi perancangan dilakukan dengan mengecilkan dimensi batang pipa dari keadaan perancangan awal. Hasil optimasi didapatkan diameter 2,5 inci dapat dijadikan 2 inci; diameter 3 inci menjadi 2,5 inci; diameter 4 inci menjadi 3 inci; dan diameter 6 inci menjadi 5 inci. Hasil analisis menunjukan bahwa semua diameter yang dirancang telah memenuhi syarat kekuatan batang tarik dan/atau batang tekan terhadap gaya dalam atau beban ultimate yang terjadi pada struktur space frame.
Pengaruh Abu Fiber Kelapa Sawit Pada Campuran Paving Block Sebagai Pengganti Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Mildawati, Roza; Dewi, Sri Hartati; Alqudrisyam, Fadel Ibnu Muliya
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.217

Abstract

Paving block merupakan bahan bangunan yang digunakan sebagai lapisan atas struktur jalan selain aspal atau beton. Pemasangan paving block yang menyisakan celah antara paving block satu dan yang lainnya sehingga mampu meloloskan air sebanyak 30%-50%, dan dapat membuat ketersediaan air tanah tetap terjaga. Berdasarkan penelitian yang dilakukan UPT. Laboratorium Universitas Diponegoro kandungan silika (SiO2) dari Abu fiber kelapa sawit sebesar 38,1957% yang memungkinkannya dapat menjadi bahan subtitusi sebagian semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu fiber sawit sebagai bahan arltermatif pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan dan daya serap air paving block. Penelitian ini dilakukan dengan metode uji kuat tekan dan daya serap air berdasarkan SNI 03-0691-1996. Benda uji berbentuk persegi dengan dimensi 5 cm x 5 cm x 5 cm. Pengujian kuat tekan dan daya serap air dilakukan pada umur 28 hari. Penelitian ini menggunakan komposisi campuran semen dan pasir 1:4. Hasil kuat tekan rata-rata paving block pada variasi 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15% secara berturut-turut adalah 141,40 kg/cm2, 148,20 kg/cm2, 152,28 kg/cm2, 125,08 kg/cm2, 118,29 kg/cm2, 100,61 kg/cm2, dan 80,22 kg/cm2. Sedangkan hasil daya serap air rata-rata paving block pada variasi 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15% secara berturut-turut adalah 7,7%, 7,86%, 8,01%, 8,67%, 9,48%, 10,68% dan 11,11%. Kesimpulannya ialah hasil pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa penggantian semen dengan abu fiber sawit di atas 5% dari volume semen mengalami penurunan. Sedangkan hasil daya serap air menunjukkan bahwa semakin besar variasi penggunaan abu fiber sawit maka semakin besar penyerapan pada paving block.
Hubungan Matriks Stirling Jenis Kedua dengan Matriks Tetranacci Mirfaturiqa, Mirfaturiqa; Weriono, Weriono; Palaha, Fadhli
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.218

Abstract

Matriks Stirling jenis kedua dinyatakan dengan setiap entrinya bilangan Stirling jenis kedua. Selanjutnya, matriks Tetranacci dinyatakan dengan dengan setiap entrinya bilangan Tetranacci. Dalam Artikel ini, membahas hubungan antara matriks Stirling jenis kedua dan matriks tetranacci. Kemudian, dari hubungan kedua matriks tersebut diperoleh sebuah matriks baru yaitu matriks , sehingga matriks dapat dinyatakan sebagai
Pengaruh Perawatan Mortar Menggunakan Air Gambut Terhadap Kuat Tekan Mortar Pratama, Riski; Azhari, Azhari; Fakhri, Fakhri
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.220

Abstract

Mortar merupakan campuran dari semen, pasir, dan air yang banyak dipakai untuk pasangan bata, keramik, plesteran dan lain-lain. Bahan berbasis semen hidrolik memerlukan perawatan (curing) agar keberlangsungan proses hidrasinya terjaga. Perawatan sampel mortar dilakukan dengan cara merendam dalam air. Lahan gambut yang banyak kandungan air gambut di Propinsi Riau sangat luas, mencapai 4.043.602 hektar. Dipandang perlu meneliti pengaruh air gambut yang bersifat asam terhadap bahan konstruksi berupa beton maupun mortar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perawatan mortar menggunakan air gambut terhadap kuat tekan mortar. Sampel mortar berupa kubus bersisi 5 cm divariasikan dalam beberapa rasio semen terhadap pasir, masing-masing diuji saat umur 14 hari dan 28 hari. Sampel dirawat dengan merendam dalam air gambut lalu diuji kuat tekannya. Dibuat juga sampel mortar pembanding yang dirawat dengan air biasa/normal. Hasilnya menunjukkan adanya pengaruh paparan air gambut terhadap mortar, dimana pada perendaman dalam air gambut hasil kuat tekan mortar lebih rendah dibandingkan dengan perendaman dalam air biasa untuk semua variasi. Penurunan kuat tekan terbesar mencapai 35,71% pada mortar dengan rasio semen terhadap pasir 1 : 4, pada umur mortar 14 hari.