cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 256 Documents
Analisa Lightning Arrester Pada Trafo Daya Dengan Simulasi Matlab di Gardu Induk Balai Pungut Duri Palaha, Fadhli; Ermawati, Ermawati; Machdalena, Machdalena; Chairuddin, Ilham; Fiter, Jhon
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.285

Abstract

Lightning Arrester merupakan peralatan yang paling penting untuk melindungi gardu induk dari tegangan tinggi, yang berperan untuk membatasi switching dan lonjakan arus petir kemudian dialirkan ke tanah. Tujuannya untuk mendapatkan jarak optimum penempatan Arrester dengan metoda simulasi menggunakan software Matlab. Hasil analisa simulasi yang dilakukan di wilayah gardu induk balai pungut dengan kecuraman 2000 du/dt jarak proteksi Lightning Arrrester dengan transformator 5,48 meter, jarak Lightning Arrester dengan transformator di gardu induk balai pungut 3 meter, sehingga dapat dikatakan penempatan jarak Lightning Arrester dengan trasformator serta peralatan proteksi lainnya dibawah nilai optimum dan masih dapat bekerja dalam kondisi maksimal. pada scope Arus Surja Petir pada rangkaian simulasi tidak menggunakan arrester terbaca dari durasi waktu 0.2 detik - 0.4 detik arus terlihat kondisi tidak normal karena tidak adanya pengaman Arrester Dari hasil analisa rangkaian simulasi surja petir menggunakan arrester dengan jarak pengujian 3 meter dan jarak pengujian 5 meter pada saat terjadi Surja petir terjadi penurunan tegangan sampai 1.2 x 105 kV atau 120.000 Volt (120 kV) Surja Petir terbaca pada simulasi dari durasi waktu 0.2 detik - 0.4 detik dan kemudian tegangan kembali normal 1.5 x 105 kV atau 150.000 Volt (150 kV). Pada scope Arus diawali kondisi normal dan terjadi penurunan dikarenakan data pada Arrrester sudah dimasukkkan pada rangkaian simulasi Surja Petir Menggunakan Arrester dan kemudian arus kembali normal pada Arus 7.049 x 104 kA Surja Petir terbaca pada simulasi dari durasi waktu 0.2 detik - 0.4 detik Arus hilang pada saat terjadi surja petir dan kemudian arus kembali normal.
Kajian Kuat Tekan Bata Cellular Lightweight Concrete (CLC) dengan Tambahan Abu Cangkang Kelapa Sawit Ahmad hamidi; Setiawan, Beny; Naldi, Septri
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan Abu Cangkang Kelapa Sawit (ACKS) terhadap kuat tekan bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC). ACKS digunakan sebagai bahan tambah dengan variasi 4%, 6%, dan 8% dari bobot semen. Pengujian dilakukan terhadap benda uji berbentuk balok berukuran 15x20x60 cm pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat halus yang digunakan memenuhi spesifikasi teknis dengan kadar lumpur, kadar organik, analisis saringan, modulus kehalusan, dan berat jenis sesuai standar nasional Indonesia. Penambahan ACKS memberikan kontribusi terhadap peningkatan kuat tekan bata ringan CLC dengan variasi tertentu, sehingga berpotensi mendukung efisiensi dan keberlanjutan dalam industri konstruksi.
Pengaruh Penambahan Abu Serbuk Kayu Pohon Merbau Sebagai Bahan Substitusi Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Mortar Gussyafri, Haji; Hujana, Raihan Rabih; Azhari, Azhari
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.290

Abstract

Abu serbuk kayu berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan substitusi sebagian semen dalam pembuatan mortar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu serbuk kayu terhadap kuat tekan mortar. Sebelum membuat benda uji, dilakukan uji propertis terhadap agregat halus dan abu serbuk kayu di laboratorium dan merencanakan komposisi campuran mortar sesuai dengan SNI 03-6882-2002. Benda uji berbentuk kubus bersisi 5 cm dengan jumlah sampel 5 buah untuk setiap variasi, dan diuji pada umur 28 hari. Variasi benda uji dilakukan pada perbandingan jumlah semen terhadap pasir yaitu 1 : 4, 1 : 5, & 1 : 6 serta variasi substitusi semen dengan abu serbuk kayu tehadap berat semen yaitu sebanyak 0%, 15%, 25%, 35% dan 45%. Dari hasil pengujian kuat tekan mortar pada 28 hari, didapat kuat tekan makismum sebesar 11,06 MPa pada mortar normal dengn variasi 1 semen : 4 pasir. Sedangkan mortar dengan campuran abu serbuk kayu didapat kuat tekan maksimum sebesar 10,48 MPa yaitu pada mortar dengan perbandingan 1 semen : 4 pasir dengan campuran 15% abu serbuk kayu. Untuk nilai kuat tekan pada perbandingan 1 semen : 5 pasir dan 1 semen : 6 pasir mengalami kenaikan kuat tekan pada campuran abu serbuk kayu sebanyak 15% dengan nilai kuat tekan yaitu 8,8 MPa dan 5,12 MPa,. Dari hasil kuat tekan mortar yang didapat mortar tergolong mortar jenis N atau O.
Pengujian Modulus Elastisitas Lentur Kayu Tembusu (Fragraea fragrans) di Pekanbaru Monica MG, Intan; Alfian Kamaldi; Andre Novan; Marlaily Idris
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.292

Abstract

The flexural modulus of elasticity (MOE) is a critical parameter in assessing the mechanical performance of wood, particularly for structural applications. This study investigates the MOE of Tembusu wood (Fragraea fragrans), a tropical hardwood renowned for its durability and versatility in construction and furniture production. Specimens were prepared following SNI 03-3960-1995 standards, ensuring consistency in dimensions and testing protocols. A three-point bending test was employed to evaluate the flexural MOE under controlled laboratory conditions. The results reveal that Tembusu wood exhibits a high flexural modulus, averaging 10.000 MPa, making it comparable to other hardwood species used in structural applications. Additionally, microscopic analysis of wood fibers indicated a correlation between the density and elastic behavior of the material. The study concludes that Tembusu wood possesses excellent bending properties, demonstrating its suitability for beams, joists, and other load-bearing applications. Recommendations for further research include exploring the effects of environmental factors such as humidity and temperature on the long-term performance of Tembusu wood. This research contributes to the growing body of knowledge on sustainable wood materials for engineering applications.
Analisis Keandalan Sistem Proteksi Kebakaran Pada Gedung Integrated Laboratory, Universitas Riau Ghina Mardhatillah; Iriana, Rian Trikomara; Djuniati, Sri; Sandhyavitri, Ari
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.261

Abstract

Suatu Gedung harus dipertimbangkan keandalan sistem proteksi kebakaran sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008. Gedung Integrated Laboratory (IL) Universitas Riau merupakan bangunan pendidikan dengan fasilitas penelitian yang lengkap yang bertujuan untuk tempat praktik sains dan penelitian tangkat tinggi. Oleh karna itu pentingnya menerapkan sistem proteksi kebakaran yang andal untuk melindungi penghuni dan peralatan sensitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui tingkat keandalan Gedung Integrated Laboratory (IL), sehingga saat Gedung beroperasi tingkat resiko terjadinya kebakaran dapat diminimalisir. Penelitian ini menggunakan metode Checklist. Metode checklist dilakukan dengan cara membandingkan sistem yang terpasang pada Gedung Integrated Laboratory dengan ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 tahun 2008 dan Puslitbang Pemukiman Departemen Pekerjaan Umum (PD-T-11-2005-C). Hasil yang didapatkan dari metode checklist tersebut berupa nilai pembobotan dimana nilai yang diperoleh tersebut memiliki tingkatan masing-masing keandalan gedung. Tingkat keandalan Gedung memiliki rentang nilai yaitu jika ?60% maka dinyatakan kurang, jika >60% dan ?80% maka dinyatakan cukup, dan jika >80% hingga ?100% dinyatakan andal. Nilai keandalan Gedung Integrated Laboratory dengan metode Checklist didapatkan nilai yaitu kelengkapan tapak dengan 4 indikator sudah terpenuhi 100% dengan bobot yang didapat 25%, jalan lingkungan dengan 2 indikator sudah terpenuhi 100% dengan bobot yang didapat 22,4%, sistem proteksi pasif dengan 3 indikator sudah terpenuhi 90% dengan bobot yang didapat 23,50% dan sistem proteksi aktif dengan 10 indikator sudah terpenuhi 93,75% dengan bobot yang didapat 18,93%. Sehingga dari hasil keseluruhan bobot yang didapatkan sebesar 89,83% dan dari nilai tersebut sudah termasuk dalam rentang "Andal".
Perbandingan Metode International Roughness Index (IRI) dan Surface Distress Index (SDI) Terhadap Kerusakan Jalan (Studi Kasus: Sp. Panam – Sp. Air Hitam Pekanbaru) Aldo, Aldo Dwi Jefril; Zainuri; Rahmat, Hendri
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.264

Abstract

Ruas jalan Sp. Panam - Sp. Air Hitam (Pekanbaru) merupakan jalan Arteri Primer dengan panjang ruas 3,50 km dan lebar 7 m yang merupakan jalan Nasional dengan jenis perkerasan lentur. Fenomena kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Sp. Panam - Sp. Air Hitam adalah kerusakan seperti retak, berlubang, dan bergelombang akibat dilalui oleh truk atau kendaraan berat yang melebihi kapasitas (overload) dimana kelebihan muatan dilarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi jalan dan jenis penanganan kerusakan jalan dengan menggunakan metode International Roughness Index (IRI) dengan alat ROMDAS Laser Profilometer dan metode Surface Distress Index (SDI) dengan cara visual. Hasil kondisi jalan yang didapatkan berdasarkan metode IRI adalah kondisi baik sebesar 91%, kondisi sedang sebesar 6%, kondisi rusak ringan sebesar 3%, dan kondisi berat 0% sedangkan metode SDI adalah kondisi baik sebesar 86%, kondisi sedang sebesar 11%, kondisi rusak ringan sebesar 3% dan kondisi berat 0%. Penanganan yang didapatkan berdasarkan kombinasi kondisi dari metode IRI dan SDI adalah kondisi baik dengan jenis penanganan pemeliharaan rutin, kondisi sedang dengan pemeliharaan rutin, dan kondisi rusak ringan dengan jenis penanganan berkala. Peneliti menyarankan agar melakukan penelitian serupa dengan metode yang berbeda.
Penentuan Prioritas Penanganan Jaringan Irigasi Dengan Metode Simple Additive Weighting Pada Kabupaten Padang Lawas Harahap, Ade Martua; Sandyavitri, Ari; Ikhsan, Muhammad
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.284

Abstract

Tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Padang Lawas telah menyusun rencana pembangunan khususnya di bidang konstruksi yang akan dilaksanakan pada tahun 2024. Perencanaan pembangunan dituangkan dalam rencana strategis (Renstra) dan rencana kerja (Renja) organisasi perangkat daerah (OPD) yang disusun dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) daerah, pokok pikiran (Pokir) anggota dewan perwakilan rakyat daerah yang mewakili daerah pemilihan masing-masing dan penjabaran visi – misi dari pimpinan daerah baik secara Top Down maupun Bottom Up. Selama ini kegiatan Musrenbang dalam memilih kegiatan yang harus dilaksanakan digunakan kriteria deskriptif dan argumentatif yang cenderung subjektif. Kegiatan pada bidang pengairan tahun 2024 yang tertuang pada rencana kerja dinas Pekerjaan umum Kab. Padang Lawas pada Bidang Pengairan sebanyak 33 kegiatan dan kegiatan yang bersumber dari Dewan Perwakilan Daerah sebanyak 7 kegiatan, hasil Musrenbang sebanyak 25 kegiatan, sedangkan hasil dari Bottom up sebanyak 1 kegiatan. (Renja Dinas PU Kab. Padang Lawas, 2024). Dengan banyaknya kegiatan yang tertuang pada rentsra dan renja dinas pekerjaan umum diperlukan metode pengambilan keputusan untuk mengakomodir kegiatan agar tetap berlangsung dalam kondisi keterbatasan anggaran, salah satu metode yang dipakai adalah SAW. Metode ini digunakan untuk menghasilkan perengkinan pada kegiatan kontruksi yang ada pada renja dinas PU. Penelitian ini didapat 19 subkriteria dari 4 kriteria, dengan bobot kriteria ekonomi 26,6%, kriteria budaya 26,1%, kriteria Lingkungan 26,1%, kriteria teknis 21,2% dengan jumlah alternatif 16 kegiatan kontruksi di bidang jaringan irigasi.
Pemilihan Skala Prioritas Pekerjaan Konstruksi Bidang Rekonstruksi Jalan Dengan Metode Technique For Order of Preferences By Similarity To Ideal Solution ( TOPSIS ) Pada Kabupaten Padang Lawas Taufiq, Muhammad; Sandyavitri, Ari; Ikhsan, Muhammad
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.286

Abstract

Perencanaan pembangunan dituangkan dalam rencana strategis (Renstra) dan rencana kerja (Renja) organisasi perangkat daerah (OPD) yang disusun dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) daerah, pokok pikiran (Pokir) anggota dewan perwakilan rakyat daerah yang mewakili daerah pemilihan masing-masing dan penjabaran visi – misi dari pimpinan daerah baik secara Top Down maupun Bottom Up. Selama ini kegiatan Musrenbang dalam memilih kegiatan yang harus dilaksanakan digunakan kriteria deskriptif dan argumentatif yang cenderung subjektif. Kegiatan pada bidang pengairan tahun 2024 yang tertuang pada rencana kerja dinas Pekerjaan umum Kab. Padang Lawas pada Bidang Bina Marga sebanyak 35 kegiatan dan kegiatan yang bersumber dari Dewan Perwakilan Daerah sebanyak 20 kegiatan, hasil Musrenbang sebanyak 9 kegiatan, sedangkan hasil dari Bottom up sebanyak 6 kegiatan. (Renja Dinas PU Kab. Padang Lawas, 2024).Dengan banyaknya kegiatan yang tertuang pada rentsra dan renja dinas pekerjaan umum diperlukan metode pengambilan keputusan untuk mengakomodir kegiatan agar tetap berlangsung dalam kondisi keterbatasan anggaran, salah satu metode yang dipakai adalah Topsis. Metode ini digunakan untuk menghasilkan perengkinan pada kegiatan kontruksi yang ada pada renja dinas PU. Penelitian ini didapat 15 subkriteria dari 8 kriteria, dengan bobot Kriteria Konstruksi mempunyai nilai 10%, Kriteria Desain dengan nilai 25%, Kriteria Topografi 17% ,Kriteria Politik sebesar 17%, Kriteria Organisasi 8%,Kriteria Utilitas 8%,Kriteria hukum dan ketertiban 8% dan criteria lain-lain 7%, dengan jumlah alternatif 23 kegiatan kontruksi.
Perbandingan Kuat Dukung Pondasi Tiang Mini berdasarkan Hasil Hydraulic Static Pile Driver (HSPD) dan Metode Empiris Ningrum, Puspa; Toyeb, Muhammad; Hamdani, Rizki
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.295

Abstract

Pada umumnya, pondasi sebagai elemen struktur bawah terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi berfungsi sebagai elemen struktur bawah yang menyalurkan beban dari struktur atas ke lapisan tanah keras. Untuk mencegah terjadinya kegagalan struktur, diperlukan investigasi tanah terlebih dahulu guna memahami jenis dan karakteristik tanah sebelum menentukan jenis pondasi yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan daya dukung pondasi tiang pancang mini (minipile) pada proyek pembangunan rumah tinggal dua lantai menggunakan metode empiris dan metode statis dengan alat Hydraulic Static Pile Driver (HSPD). Penyelidikan tanah dilakukan menggunakan uji Cone Penetration Test (CPT) atau sondir di tiga titik pengujian untuk mendapatkan data karakteristik tanah. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa lapisan tanah keras berada pada kedalaman lebih dari 15 meter. Oleh karena itu, digunakan pondasi dalam berupa tiang pancang mini dengan dimensi 20×20 cm yang dipancang menggunakan HSPD untuk mengurangi gangguan pada lingkungan sekitar. Daya dukung pondasi dianalisis dengan metode empiris, yaitu Mayerhoff, Janbu, dan Vesic, serta dibandingkan dengan hasil uji HSPD yang mencerminkan kondisi aktual lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung izin rata-rata berdasarkan uji HSPD adalah 24,2 ton. Sedangkan hasil dari analisis perhitungan metode empiris diperoleh daya dukung izin rata-rata sebesar 8,34 ton. Perbandingan hasil analisis metode empiris dengan metode statis menggunakan alat HSPD yaitu sekitar lebih kurang tiga kali lipat, dimana nilai analisis metode empiris lebih kecil dari HSPD.
Sifat Mekanik Sambungan Las Butt Joint Pada Plat ASTM A36 Menggunakan Las GTAW Junaidi, Abdul Khair; Isra, Adi; Pertiwi, Eka; Rinaldi; Weriono
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanik sambungan las butt joint pada plat ASTM A36 menggunakan metode pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik maksimum pada spesimen 1 (40 A) lebih tinggi dibandingkan spesimen 2 (60 A), dengan nilai 440.0 MPa dan strain 18.5%, sedangkan spesimen 2 memiliki nilai kekuatan tarik 396.7 MPa dan strain 12.95%. Pada pengujian tekuk, spesimen 2 (60 A) memiliki kekuatan tertinggi sebesar 5.830,482 N dengan deformasi 14,8 mm, lebih tinggi dibandingkan spesimen 1 yang memiliki kekuatan 4.533,510 N dengan deformasi 13,3 mm. Pengujian kekerasan menunjukkan bahwa spesimen 2 (60 A) memiliki nilai kekerasan rata-rata lebih tinggi (48,2 HRA) dibandingkan spesimen 1 (45,8 HRA), terutama pada daerah HAZ. Struktur mikro spesimen 1 didominasi oleh ferrit dan perlit dengan lebih banyak bainit dan martensit karena proses pendinginan yang lebih cepat, sementara spesimen 2 didominasi oleh ferrit dan perlit dengan sedikit bainit dan hampir tanpa martensit akibat pendinginan yang lebih lambat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arus pengelasan yang lebih rendah (40 A) menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi, sementara arus yang lebih tinggi (60 A) meningkatkan kekuatan tekuk dan kekerasan permukaan, jadi untuk material ASTM A36 dengan menggunakan sambungan butt joint lebih baik menggunakan arus 60 A.