cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 256 Documents
Studi Optimasi Pola Tanam Daerah Irigasi Lubuk Ambacang I Kecamatan Kuantan Mudik Menggunakan Program Linier Chahyani Putri
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.255

Abstract

Penurunan produktivitas tanaman di Daerah Irigasi Lubuk Ambacang I yang menerima air dari Bendungan Kobun Nopi di Kecamatan Kuantan Mudik, karena penyediaan air yang tidak efektif dibandingkan dengan kebutuhan air daerah irigasi serta pola tanam yang belum optimal. Oleh karena itu, perlu dibangun sistem irigasi di Lubuk Ambacang I dan pengaturan pola tanam untuk mencapai produksi tanaman yang optimal melalui penerapan teknik optimasi guna meningkatkan hasil pertanian. Program linier digunakan sebagai strategi optimasi. Dengan menggunakan program linier untuk menyusun pola tanam di daerah irigasi Lubuk Ambacang I, penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan luas maksimum dan keuntungan yang diperoleh. Rumusnya, seperti keuntungan maksimum, adalah contoh fungsi tujuan. Luas lahan dan ketersediaan debit merupakan dua contoh kendala yang dapat direpresentasikan secara matematis dengan fungsi kendala. Setiap musim tanam, optimasi memperhitungkan dua variabel penanaman: tanaman primer padi dan tanaman sekunder kacang tanah. Dengan luas lahan 200 hektar untuk lahan padi pada musim tanam pertama dan 200 hektar lagi pada musim tanam kedua dan ketiga maka keuntungan maksimal sebesar Rp. 3.403.197.000,00 dicapai melalui desain linier dengan pola tanam padi-padi-palawija. Dua puluh hektar untuk kacang tanah dan tanaman palawija lainnya pada musim tanam ketiga. Di zona irigasi, lembaga terkait dan petani mungkin dapat memanfaatkan penelitian ini.
Analisis Pelayanan Jaringan Air Bersih PDAM Tirta Siak Pekanbaru Berdasarkan Persepsi Pelanggan Purba, Rakhmat Minanggi; Yusa, Muhamad; Sandhyavitri, Ari
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.258

Abstract

PDAM Tirta Siak menghadapi tantangan besar dalam penyediaan air bersih di Pekanbaru akibat pertumbuhan penduduk dan ekonomi, dengan upaya peningkatan layanan yang masih dihadapkan pada masalah cakupan, kualitas, kontinuitas, pengaduan, dan kinerja keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan pelanggan dan kinerja PDAM Tirta Siak dalam memenuhi kebutuhan air bersih di Pekanbaru. Menggunakan sampel 79 orang dengan metode simple random sampling, analisis meliputi kepuasan pelanggan dengan skala Likert dan penilaian kinerja berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999, yang mencakup aspek operasional, keuangan, dan administrasi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pelanggan puas dengan tekanan dan kualitas air, tetapi aspek kontinuitas, kecukupan pemakaian, penanganan pengaduan, akurasi meteran, dan sikap petugas masih perlu perbaikan. Dari tahun 2020 hingga 2022, kinerja PDAM menurun dari 50,44 menjadi 46,89, dengan sedikit peningkatan pada aspek operasional tetapi penurunan signifikan pada aspek keuangan, menekankan perlunya peningkatan efisiensi operasional dan manajemen keuangan, serta perbaikan pelaporan dan kepatuhan administrasi. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan infrastruktur tekanan air, manajemen pasokan air 24 jam, kualitas pengolahan air, dan perluasan jaringan distribusi. Selain itu, adopsi teknologi untuk penanganan pengaduan, penggunaan meter air pintar, pelatihan petugas, dan survei rutin untuk mendapatkan umpan balik pelanggan juga disarankan. Optimalisasi produksi, pengurangan kebocoran, efisiensi operasional, dan peningkatan manajemen keuangan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kinerja PDAM Tirta Siak dan memastikan keberlanjutan penyediaan air bersih yang berkualitas bagi masyarakat Pekanbaru.
Pengaruh Curah Hujan terhadap Ketersediaan Air pada DAS Bogowonto Rinanti, Astri; Herlina, Liana; Kurniyaningrum, Endah; Adhi Kurniawan, Mochamad; Primahessa, Angga; Dwiki Komara, Kresna; Difa Faluty, Mutiara; Wihdah Misshuari, Imas
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.259

Abstract

DAS Bogowonto merupakan salah satu DAS di Jawa Tengah. Isu pemanasan global akan berdampak pada perubahan iklim. Curah hujan merupakan salah satu parameter dari iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas data hujan, mengetahui adanya indikasi perubahan iklim terhadap curah hujan dan hujan wilayah serta ketersediaan air di DAS Bogowonto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui validitas data hujan adalah metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums). Karakteristik hujan dan perubahan distribusi hujan dianalisis dengan uji statistik, yaitu uji rata-rata dengan uji-t, uji kesamaan jenis varian sampel dan uji varian populasi dengan uji-F. Data hujan diambil dari Stasiun Sapuran, Stasiun Guntur, Stasiun Tanjungsari dan hujan wilayah DAS Bogowonto. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ketiga stasiun hujan adalah panggah. Rata-rata curah hujan tahunan antara periode 1 dan 2 di masing-masing stasiun hujan dan hujan wilayah menunjukkan tidak ada beda nyata. Hasil analisis statistic dengan menggunakan curah hujan total tahunan, bulan basah (DJF), bulan kering (JJA), dan bulan peralihan (MAM & SON) menunjukkan bahwa terjadi perubahan distribusi curah hujan yang cukup signifikan berdasarkan nilai rata-rata dan varian sehingga Terdapat bulan-bulan antara kebutuhan dan ketersediaan memiliki selisih yang tidak banyak yaitu Juli hingga Oktober dimana pada bulan-bulan tersebut memiliki intensitas curah hujan yang tidak stabil terjadi karena curah hujan pada bulan-bulan tersebut rendah (20-50mm) dengan karakteristik curah hujan di bawah normal (31%-50 %).
Evaluasi Kondisi Permukaan Jalan Dengan Metode IRI (Internasional Roughness Index) dan Metode SDI (Surface Distress Index) Pada Jalan Pesantren Kecamatan Tenayan Raya Musema, Virananda Oktaviana; Rahmat, Hendri; Putri, Lusi Dwi
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.262

Abstract

Jalan Pesantren Kecamatan Tenayan Raya memiliki beberapa kerusakan pada ruas jalan, sehingga pengguna jalan sering mengalami kecelakaan akibat kerusakan jalan, oleh karena itu, diperlukan evaluasi kondisi permukaan pada Jalan Pesantren Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru agar diketahui jenis kerusakan dan penanganan yang harus ditepat di jalan Pesantren Kecamatan Tenayan Raya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kondisi permukaan jalan dan jenis penanganan kerusakan di Jalan Pesantren Kecamatan Tenayan Raya. Metode penelitian berdasarkan pada metode IRI (Internasional Roughness Index) menggunakan aplikasi roadroid dan metode SDI (Surface Distress Index). Hasil penelitian dengan menggunakan metode IRI didapatkan nilai sebesar 4,14 dalam kondisi sedang dengan jenis penanganan pemeliharaan berkala dan metode SDI didapatkan nilai sebesar 62,11 dalam kondisi sedang dengan jenis penanganan pemeliharaan rutin. Kesimpulan pada metode IRI dalam kondisi baik sebesar 79%, dalam kondisi sedang sebesar 10%, kondisi rusak ringan sebesar 11%. Pada metode SDI hasil yang didapatkan yaitu pada kondisi baik sebesar 71%, kondisi sedang sebesar 3%, kondisi rusak ringan 26% dan jenis penanganan dari analisis tersebut yaitu dalam kondisi baik jenis penanganannya pemeliharaan rutin, dalam kondisi sedang jenis penanganannya pemeliharaan rutin dan kondisi rusak ringan jenis penanganan pemeliharaan berkala. Kata Kunci: Internasional roughness index, jalan pesantren, kondisi permukaan jalan, surface distress index
Analisis Karakteristik Arus Lalu Lintas Dengan Model Greenshield, Greenberg dan Underwood di Ruas Jalan Kota Pekanbaru (Studi Kasus Jalan Hr. Soebrantas KM. 9,5 Kota Pekanbaru) Athallah, Afif; Rhoma Putra, Benny Hamdi; Djuniati, Sri
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.263

Abstract

Traffic congestion on HR Soebrantas Street in Pekanbaru has become a serious issue. This provincial road, serving as a 4/2D collector road, connects Pekanbaru City and Kampar Regency. The u-turn at KM 9.5, in front of BANK BCA Panam, is the focus of the study. Utilizing MKJI 1997 and Regression Analysis (Greenshield, Greenberg, Underwood models), the highest coefficient of determination occurred on June 24, 2023, with an R2 of 0.973. In the Underwood model, the relationships (U-D): U = 43.403 x e-D/162.275, (V-D): V = D x 43.403 x e-D/162.275, (V-U): V = Us x 162.275 x Ln (43.403/Us). Maximum volume is 2,591,078 pcu/hour, maximum density is 162,275 pcu/km, maximum speed is 15,967 km/h, and free flow speed is 43,403 km/h. According to MKJI, the capacity (C) is 3,312,910 pcu/hour, with a Level Of Service of F (DS = 1,685), indicating characteristics of congested and stalled traffic.
Studi Eksperimental Penambahan Serat Kawat Bendrat Terhadap Kuat Tekan Pada Mortar Geopolimer Pratama, Defrianto Sayadi; Megasari, Shanti Wahyuni; Anggraini, Muthia
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.265

Abstract

Limbah fly ash digunakan sebagai bahan pengikat pada campuran mortar geopolimer yang direaksikan dengan alkali activator dan katalisator serta serat kawat bendrat sebagai bahan tambah pada campuran mortar geopolimer tersebut. Dengan menambahkan serat kawat bendrat pada mortar geopolimer menjadikan kuat terhadap retakan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis nilai kuat tekan pada mortar geopolimer dengan penambahan serat kawat bendrat . Metode penelitian merupakan studi eksperimental di laboratorium dengan perbandingan agregat dan pengikat yaitu 65%:35%, perbandingan SS:SH yaitu 2:1 molaritas alkali 12M dan variasi serat kawat yaitu 0%, 0,25% , 0,50%, 0, 75% dan 1 % terhadap berat fly ash . Pada penelitian ini benda uji yang digunakan berupa kubus dengan ukuran 50 ´ 50 ´ 50 mm. Pengujian untuk kuat tekan mortar dilakukan pada umur mortar 28 hari dengan perawatan suhu ruang. Hasil penelitian diperoleh nilai tertinggi pada pengujian kuat tekan pada variasi 0% yang kuat tekan rata-ratanya 113,53 kg/cm 2 dan nilai terendah terdapat pada variasi 1% dengan nilai rata-rata 84,98 kg/cm 2 . Kesimpulan dari penelitian yang diperoleh bahwa kuat tekan rata-rata mortar geopolimer dengan tertinggi sebesar 113,53 kg/cm² tergolong pada mortar tipe S dimana pada tipe S memiliki kuat tekan ? 52,5 Kg/cm² dan dapat digunakan pada pasangan terbuka di atas tanah. Untuk penelitian selanjutnya dilakukan pengujian dengan variasi yang berbeda
Pengaruh Pemanfaatan Limbah Karbit Sebagai Filler Terhadap Nilai Karakteristik Marshall Pada Campuran AC-BC Mildawati, Roza; Dewi, Sri Hartati; Asri, Riski Al
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.266

Abstract

Dalam campuran aspal digunakan bahan pengisi filler, Filler digunakan sebagai bahan pengisi antar partikel agregat yang lebih kasar, filler juga berfungsi meningkatkan energi ikat (kohesi) pada aspal beton. Penelitian ini menggunakan limbah karbit sebagai alternatif pengganti filler pada campuran aspal AC-BC. Limbah karbit adalah hasil sisa pembakaran karbit yang tidak terpakai, diperoleh dari bengkel las karbit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengujian marshall test yaitu VMA, VFA, VIM, stabilitas, dan Flow. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Eksperimen. Komposisi Variasi Substitusi limbah karbit yang digunakan sebesar 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% dari berat filler. Hasil penelitian didapatkan campuran limbah karbit variasi 0% nilai VMA sebesar 15,585 %, VFA 83,166 %, VIM 3,142 %, Stabilitas 1290,081 Kg, dan flow 3,51 mm. variasi 1% nilai VMA sebesar 15,727 %, VFA 84,066 %, VIM 3,305 %, Stabilitas 1317,676 Kg, dan flow 3,60 mm. variasi 2% nilai VMA sebesar 15,802 %, VFA 83,167 %, VIM 3,391 %, Stabilitas 1359,069 Kg, dan flow 3,78 mm. variasi 3% nilai VMA sebesar 15,376 %, VFA 82,700 %, VIM 3,391 %, Stabilitas 1400,462 Kg dan flow 3,89 mm. variasi 4% nilai VMA sebesar 15,043 %, VFA 87,419 %, VIM 2,779 %, Stabilitas 1407,361 Kg, dan flow 3,90 mm. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah karbit pada variasi 3% adalah campuran yang paling efektif sesuai spesifikasi bina marga 2018, Revisi 2.
Komposit Hybrid Serat Tebu Bermatrik E-Glass Epoxy: Adi Isra, Weriono, Mirfaturiqa Isra, Adi; Weriono, Weriono; Mirfaturiqa, Mirfaturiqa
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan komposit sebagai material yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan serat ampas tebu sebagai bahan penguat. Serat ampas tebu yang berasal dari pabrik-pabrik pengolahan gula tebu di Indonesia dipilih karena ketersediaannya yang mudah, sifat tidak berbahaya bagi kesehatan, harganya yang terjangkau, dan kemampuannya untuk terdegradasi secara alami. Proses perlakuan serat melibatkan rendaman dalam larutan alkali (NaOH) selama 2 jam, diikuti dengan metode pencetakan komposit menggunakan hand lay up dan matriks resin epoxy. Eksperimen mencakup fraksi volume komposit antara serat ampas tebu, resin epoxy (75%:25%, 65%:35%, dan 55%:45%) dengan variasi sudut 45° dan 90° , dengan uji sifat mekanik sesuai standar ASTM, yaitu Uji ketangguhan impak. Hasil uji menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi volume Resin 25%:75% Serat tebu pada sudut 90° ketebalan 1 mm memiliki ketangguhan impak yang paling besar diantara fraksi yang lain.
Analisis Perbandingan Antara Kondisi Temperatur Perkerasan Aspal Maksimum Aktual Dengan Manual Desain Perkerasan Jalan di Provinsi Riau Khairil Badry; Sentosa, Leo; Wibisono, Gunawan
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.269

Abstract

Temperatur udara menjadi salah satu faktor paling penting yang mempengaruhi sifat mekanis campuran aspal, sehingga semakin tinggi suhu udara disuatu tempat maka semakin tinggi suhu perkerasan aspal yang berada di daerah tersebut. Peningkatan suhu dan waktu pembebanan yang lama dapat mempengaruhi tingkat deformasi pada struktur lapisan perkerasan aspal serta karakteristik distribusi bebannya. Ketika suhu meningkat dan waktu pembebanan menjadi lebih lama, nilai modulus kekakuan campuran beraspal mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini menyebabkan perkerasan aspal mengalami deformasi berlebih, yang dapat mengakibatkan terbentuknya alur pada perkerasan aspal. Tabel nilai faktor koreksi modulus campuran beraspal hanya sebatas suhu perkerasan aspal sebesar 38OC sampai 42OC, sedangkan di wilayah Provinsi Riau cenderung memiliki suhu udara yang tinggi sehingga diperlukan pemeriksaan suhu perkerasan aspal yang terjadi di Provinsi Riau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu temperatur perkerasan aspal yang berada di Provinsi Riau melebihi dari suhu yang telah ditetapkan, dimana di Provinsi Riau didapatkan suhu maksimum perkerasan aspalnya sebesar 54.90OC dan suhu perkerasan aspal rata-ratanya sebesar 47.27OC, sehingga dilakukan penghitungan untuk menentukan nilai faktor koresi modulus campuran beraspal yang hasilnya untuk suhu maksimum sebesar 0.329 dan suhu rata-rata sebesar 0.606.
Efek Ukuran Terhadap Sifat Mekanik Komposit Diperkuat Serat Sabut Kelapa Weriono, Weriono; Isra, Adi
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.270

Abstract

Pengaruh ukuran terhadap kekuatan komposit laminasi yang diperkuat serat buatan telah dibahas secara luas selama perancangan struktur komposit. Dengan uji coba sebagai struktur dalam kedirgantaraan, teknik sipil, industri otomotif, penskalaan sifat komposit yang diperkuat serat tanaman harus dipelajari. Dalam makalah ini, pengaruh ukuran dan mekanisme kegagalan sifat tarik dan impak komposit yang diperkuat serat sabut kelapa dinilai. Pengaruh area, ketebalan, dan volume yang berbeda terhadap sifat tarik komposit dieksplorasi. Selain itu, mekanisme kegagalan pengaruh ukuran pada spesimen tarik diusulkan melalui morfologi kerusakan komposit. Ditemukan bahwa puntiran bundel serat memainkan peran penting dalam pengaruh ukuran ketebalan komposit. Selain itu, hubungan antara sifat impak dan pengaruh ukuran komposit dilakukan, termasuk ukuran palu, energi impak yang berbeda, dan ukuran sampel. Kurva berbagai jenis sampel impak dinormalisasi untuk memverifikasi aturan linier dalam tahap respons. Hasilnya diharapkan dapat memberikan dasar teoritis untuk desain struktural komposit yang diperkuat serat serabut kelapa.