cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285755359670
Journal Mail Official
jpmb@bhinnekapublishing.com
Editorial Address
Jalan Mergan Lori No. 60 RT 11 RW 06 Tanjungrejo Sukun Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka
Published by Bhinneka Publishing
ISSN : -     EISSN : 29633753     DOI : 10.58266
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka (JPMB) published 4 (Four) times a year (February, July, September, November), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Bhinneka Publishing. ISSN Online 2963-3753
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,075 Documents
Gerak Sehat, Perempuan Hebat: Edukasi dan Praktik Senam untuk Meningkatkan Kesehatan Reproduksi dan Kualitas Hidup Perempuan Besse Aismaria AM; Reskiawati Azis; Yudiarsi Eppang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1569

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan. Namun, masih rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan kurangnya aktivitas fisik menjadi permasalahan yang dihadapi oleh ibu-ibu Bhayangkari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta melalui edukasi kesehatan reproduksi dan praktik senam kesehatan perempuan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Batalyon B Pelopor Kota Parepare dengan metode penyuluhan, diskusi, pemutaran video edukasi, praktik senam, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan dalam melakukan senam, serta motivasi peserta untuk menerapkan pola hidup sehat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik senam merupakan upaya promotif dan preventif yang efektif dalam mendukung kesehatan reproduksi perempuan.
Pengembangan Sarana Informasi Wisata Sebagai Pendukung Daya Tarik Pantai Tanjung Menangis di Dusun Ketapang Desa Pringgabaya Yulia Hesti Ziana; Siti Andriana; M Ira Santana; M Zulfikri; Sinaldi Pratama; Zahratul Fikni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1570

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan sarana informasi wisata melalui pembuatan dan pemasangan papan informasi sebagai pendukung daya tarik Pantai Tanjung Menangis di Dusun Ketapang, Desa Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum tersedianya media informasi yang mampu memberikan penjelasan mengenai potensi wisata, fasilitas, dan informasi penting lainnya kepada wisatawan sehingga potensi destinasi belum dikenal secara optimal. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola kawasan wisata, survei lokasi, perancangan desain, pembuatan, dan pemasangan papan informasi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi, pemerintah desa, dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa papan informasi berhasil dipasang pada lokasi strategis di pintu masuk kawasan wisata sehingga memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai daya tarik wisata, fasilitas, petunjuk arah, dan tata tertib kawasan. Keberadaan papan informasi juga memberikan manfaat bagi pemerintah desa dalam meningkatkan citra destinasi serta mendukung promosi wisata, sementara bagi pengelola kawasan membantu meningkatkan efektivitas pelayanan dan pengelolaan destinasi. Dengan demikian, pengembangan sarana informasi wisata melalui pemasangan papan informasi menjadi salah satu upaya yang efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat promosi destinasi, dan mendukung pengembangan pariwisata Pantai Tanjung Menangis secara berkelanjutan.
Dokumenter Ritual Adat Tetulak Desa, upaya Melestarikan dan Menjaga Adat dan Budaya di Desa Pringgabaya Fatanul Ikhsan; Ema Adha Riani; Diah Rani Ramadan; Ahmad Efendi; Zahratul Fikni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1571

Abstract

Digitalisasi budaya menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi. Ritual Adat Tetulak Desa di Desa Pringgabaya merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Sasak yang memiliki nilai religius, sosial, dan budaya, namun masih menghadapi keterbatasan dalam aspek dokumentasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendokumentasikan Ritual Adat Tetulak Desa dalam bentuk film dokumenter sebagai media pelestarian budaya, edukasi, serta promosi budaya berbasis digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat melalui tahapan persiapan, pengumpulan data, produksi, dan pascaproduksi film dokumenter. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi audiovisual, dan studi literatur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa film dokumenter berhasil mendokumentasikan secara komprehensif seluruh rangkaian ritual beserta nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Produk digital yang dihasilkan menjadi arsip budaya desa, media edukasi bagi generasi muda, serta sarana promosi budaya melalui berbagai platform digital. Program ini juga meningkatkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dalam upaya pelestarian budaya berbasis teknologi. Dengan demikian, digitalisasi melalui film dokumenter terbukti menjadi media yang efektif dalam menjaga keberlangsungan Ritual Adat Tetulak Desa sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan era digital.
Edukasi Gempita (Gerakan Perempuan Peduli Deteksi Dini Kanker Payudara) sebagai Upaya Peningkatan Cakupan Deteksi Dini Kanker Payudara di Dusun Sering AI Beta Ninik Wahyuni; Rati Andriani; Luh Putu Sri Yuliastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1572

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan yang seringkali disebabkan oleh keterlambatan dalam deteksi dini. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan payudara secara rutin menjadi tantangan dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker payudara. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi perempuan dalam melakukan deteksi dini kanker payudara melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Sasaran utama kegiatan adalah perempuan usia subur, ibu rumah tangga. Melalui program GEMPITA diharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya deteksi dini, mampu melakukan SADARI secara mandiri, serta meningkatnya cakupan pemeriksaan kanker payudara sehingga kasus dapat ditemukan lebih awal dan risiko komplikasi dapat ditekan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara. Selain itu, Edukasi GEMPITA mampu berperan aktif sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi dan mendorong perilaku deteksi dini di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk sistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan perempuan, khususnya dalam pencegahan dan deteksi dini kanker payudara.
Meningkatkan Keterampilan Berbahasa dengan Menggunakan Media Gambar pada Aspek Membaca dan Menulis Anak Didusun Otak Reban Desa Pringgasela Florinda Indriani; Ari Prasetyaningrum; Olivia Anugrah Utami; Maysuro Kamosa; Faeza Akbar; Zaki Maulana Ihsan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1576

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa anak, khususnya kemampuan membaca dan menulis, melalui penggunaan media gambar di Dusun Otak Reban, Desa Pringgasela. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan bahwa banyak anak telah mengenal huruf, namun masih mengalami kesulitan dalam membaca dengan lancar dan menulis dengan baik. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pembelajaran mencakup pengenalan huruf, pengayaan kosakata, latihan membaca, latihan menulis, serta permainan edukatif yang didukung oleh media gambar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media gambar secara signifikan meningkatkan motivasi dan partisipasi anak dalam kegiatan belajar. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam mengenali kosakata, membaca kata dan kalimat sederhana, serta menulis huruf dan kata dengan lebih rapi. Penggunaan media gambar juga menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan membantu anak memahami materi pembelajaran dengan lebih mudah. Oleh karena itu, media gambar dapat dianggap sebagai media pembelajaran yang efektif untuk mendukung pengembangan keterampilan membaca dan menulis anak dalam meningkatkan keterampilan berbahasa dengan menggunakan media gambar pada aspek membaca dan menulis.
Sosialisasi dan Pendampingan Penerapan Anti-Fraud Controls sebagai Upaya Pencegahan Asset Misappropriation pada UMKM RJ Perabot Solok Lili Wahyuni; Rasidah Nasrah; Adel Ramadani Fitri; Aisyah Putri; Hafifatul Hidayah; Sabila Nurul Faisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1577

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menghadapi berbagai kendala dalam penerapan pengendalian internal, khususnya pada pencatatan persediaan dan transaksi keuangan yang berpotensi meningkatkan risiko asset misappropriation. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan mitra dalam menerapkan anti-fraud controls sebagai upaya pencegahan risiko penjarahan aset pada UMKM RJ Perabot Solok. Metode pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, sosialisasi, pendampingan, serta evaluasi terhadap penerapan instrumen pengendalian sederhana berupa kartu kontrol persediaan dan nota transaksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pengendalian internal, mampu menggunakan kartu kontrol persediaan untuk memantau keluar masuknya bahan baku, serta mulai menerapkan pencatatan transaksi secara lebih tertib. Penerapan instrumen tersebut membantu meningkatkan pengawasan terhadap aset usaha dan meminimalkan peluang terjadinya penyalahgunaan aset. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat sistem pengendalian internal UMKM melalui penerapan anti-fraud controls sederhana yang sesuai dengan karakteristik usaha, sehingga dapat mendukung pengelolaan usaha yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Pelatihan Dasar Bahasa Inggris dalam Percakapan Sehari-Hari untuk Putera Puteri Karyawan PT Sinama Jati Makmur Maharani Putri; Ance Jusmaya; Yessie Aldriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1578

Abstract

Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang memiliki peranan penting dalam komunikasi global. Perkembangan sektor wisata di Kota Pariaman menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Namun, pembelajaran bahasa Inggris yang diperoleh di sekolah belum sepenuhnya mampu membekali peserta didik untuk melakukan percakapan sehari-hari secara percaya diri.Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari bagi putera-puteri karyawan PT. Sinama Jati Makmur. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang meliputi pemberian motivasi, materi dasar bahasa Inggris, kosakata sehari-hari, tenses dasar, praktik berbicara, serta diskusi interaktif.Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 juni 2026 dengan peserta putera-puteri karyawan PT. Sinama Jati Makmur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi selama pelatihan berlangsung. Peserta mengalami peningkatan motivasi belajar bahasa Inggris serta mampu mempraktikkan percakapan sederhana menggunakan kosakata dan pola kalimat dasar bahasa Inggris.Berdasarkan hasil kegiatan, pelatihan bahasa Inggris dasar ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri peserta dalam berkomunikasi. Kegiatan serupa perlu dilanjutkan dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan waktu pelaksanaan yang lebih panjang agar kemampuan berbicara bahasa Inggris peserta dapat berkembang secara optimal.
Penyuluhan Burnout Pada Siswa Kelas 12 di SMKN 2 Kotamobagu Widya Astuti; Helkim Sarino Laode Manika; Dea Gladys Tabo; Felisia Dalin Gamis; Keysya Cika Manangin; Nur Fadilla Israini Paputungan; Siti Fadila Ginoga; Hairil Akbar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1580

Abstract

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang terjadi akibat stres berkepanjangan sehingga dapat memengaruhi kesehatan mental, motivasi belajar, dan prestasi akademik siswa. Siswa kelas XII merupakan kelompok yang rentan mengalami burnout karena tingginya tuntutan akademik, persiapan ujian, serta penentuan rencana pendidikan maupun pekerjaan setelah lulus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai burnout serta upaya pencegahannya melalui pendidikan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 April 2026 di SMKN 2 Kotamobagu dengan sasaran 35 siswa kelas XII. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi teknik relaksasi napas dalam. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan praktik kembali teknik relaksasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu menjelaskan pengertian burnout, faktor penyebab, tanda dan gejala, dampak burnout terhadap kesehatan maupun prestasi belajar, serta berbagai strategi pencegahannya. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik relaksasi napas dalam secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya promotif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai burnout sehingga diharapkan mampu membantu siswa menjaga kesehatan mental selama menghadapi tuntutan akademik.
Pemberdayaan Orang Tua Melalui Program Gas Pedas Berbasis Culture Care untuk Mendukung Tumbuh Kembang Balita di Kelurahan Abianbase Kadek Widiantari; Ni Ketut Devy Kaspirayanti; Elisabet Sulastina; Siti Zakiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1581

Abstract

Stunting dan Speech delay merupakan permasalahan kesehatan anak yang masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang balita. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pemenuhan gizi, stimulasi perkembangan, serta deteksi dini gangguan tumbuh kembang dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting dan keterlambatan bicara pada anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan keluarga yang melibatkan pendekatan budaya agar lebih mudah diterima dan diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan orang tua melalui Program GAS PEDAS berbasis Culture Care dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang balita di Kelurahan Abianbase. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 15 orang tua balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan stimulasi perkembangan bahasa, demonstrasi pemberian makanan bergizi, pendampingan keluarga, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pendekatan Culture Care diterapkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam proses edukasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pencegahan stunting dan speech delay. Persentase peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 33,3% sebelum intervensi menjadi 80% setelah intervensi. Selain itu, orang tua mengalami peningkatan keterampilan dalam melakukan stimulasi perkembangan bahasa dan komunikasi sesuai usia balita. Pendekatan Culture Care mampu meningkatkan partisipasi dan penerimaan masyarakat terhadap program yang dilaksanakan.
Pencegahan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Prajurit TNI Yonkes Melalui Penerapan Microbreaks Gina Umasangadji; Nanik Zainiyah; Atika Yulianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1584

Abstract

Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) merupakan permasalahan kesehatan kerja signifikan bagi personel Batalyon Kesehatan TNI yang memiliki beban kerja fisik berat dan postur statis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan personel mengenai penerapan microbreak sebagai strategi preventif guna meminimalkan risiko gangguan muskuloskeletal. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan pendidikan masyarakat yang meliputi evaluasi awal (pre-test), edukasi interaktif berbasis experiential learning, demonstrasi langsung gerakan peregangan, serta evaluasi akhir (post-test). Selain itu, dilakukan difusi ilmu pengetahuan berupa pemasangan poster edukasi sebagai pengingat visual di area kerja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kognitif dan keterampilan psikomotor personel yang signifikan, di mana pemahaman konsep microbreak melonjak sebesar 85%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah intervensi melalui edukasi demonstratif dan media visual terbukti efektif dalam memitigasi risiko ergonomis pada personel militer. Program ini disarankan untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui digitalisasi panduan latihan serta pembentukan kader kesehatan kerja internal guna menjaga kesiapan operasional prajurit.