Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi merupakan perwujudan ilmiah dari suatu kegiatan atau intervensi kepada masyarakat yang dilaksanakan baik oleh dosen, mahasiswa maupun praktisi/kalangan lainnya yang berorientasi kepada kesejahteraan kesehatan masyarakat. Jurnal ini ditujukan untuk menampung berbagai hasil kegiatan atau bentuk intervensi dari karya-karya yang mutakhir dibidang kesehatan dan berdampak positif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat baik secara teoritis maupun praktis. Karya-karya yang memenuhi cakupan dalam jurnal ini meliputi hasil dari intervensi bidang gizi, tenologi pangan, bidang kesehatan lingkungan, sanitasi dan hygiene masyarakat, bidang kebidanan, promosi kesehatan kepada masyarakat, pelayanan kesehatan ibu dan bayi, bidang keperawatan dan keperawatan gigi, serta bidang kefarmasian.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2023): Oktober"
:
9 Documents
clear
Pemeriksaan mikroskopis scabies (sarcoptes scabiei) dan edukasi personal hygiene santri di Dayah Madrasatul Quran Aceh Besar
Jumadewi, Asri;
Wahab, Irwana;
Munira, Munira
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1402
Scabies atau kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei (var hominis), yaitu sejenis tungau (kutu atau mite) yang infestasinya berupa lesi kulit dan frekuensi gatal yang hebat di malam hari. Prevalensi Scabies tinggi pada anak-anak dengan risiko kejadian di sekolah asrama dan pondok pesantren. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk melakukan screening scabies dan edukasi personal hygiene santri di Dayah Madrasatul Qur’an Aceh Besar. Mitra masyarakat yang terlibat adalah guru, siswa dan petugas kesehatan setempat, sedangkan khalayak sasaran adalah santri. Tahapan awal adalah screening scabies pada santri dengan pengambilan spesimen kerokan kulit dan ditemukan adanya tungau Sarcoptes scabiei melalui pemeriksaan mikroskopis. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media flyer tentang penyakit scabies dan personal hygiene. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri tentang personal hygiene dan penyakit scabies berdasarkan perbandingan hasil yang diperoleh sebelum dilakukan penyuluhan. Hal ini menyimpulkan gambaran bahwa penyuluhan scabies dapat menjadi diseminasi informasi untuk meningkatkan derajat kesehatan santri dari penyakit menular scabies.
Edukasi pemanfaatan daun kelor menjadi produk olahan pemberian makanan tambahan (PMT) balita di Desa Deunong, Aceh Besar
Khazanah, Wiqayatun;
Andriani, Andriani;
Hadi, Abdul;
Miko, Ampera
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1549
Latar Belakang : Daun kelor (Imoringa oleifera) terbukti secara ilmiah memiliki kandungan gizi dan obat berkhasiat, sehingga diyakini memiliki potensi untuk mengatasi kekurangan gizi, kelaparan, serta mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit. Permasalahan yang terjadi yaitu belum banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi daun kelor dikarenakan karakteristik daun kelor memiliki bau yang khas dan tidak disukai. Tujuan : Secara umum kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat agar dapat mengolah berbagai makanan PMT dengan menggunakan daun kelor. Hasil Kegiatan : Dari hasil perolehan nilai rata-rata pengetahuan dan keterampilan peserta yang mengikuti pre-test dan post-test terlihat bahwa ada peningkatan pengetahuan peserta sebesar 14,5% yaitu dari 62,6% menjadi 77,1%. Kemudian, terjadi peningkatan juga terhadap rata-rata keterampilan peserta sebesar 13% yaitu dari 79% menjadi 92%. Kesimpulan: Edukasi tentang pemanfaatan daun kelor menjadi produk olahan pemberian makanan tambahan (PMT) balita ini memberikan dampak yang positif bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pemanfaatan daun kelor sebagai PMT balita.
Pemberdayaan masyarakat melalui asuhan keperawatan gigi keluarga dengan penerapan positif parenting dalam menurunkan skor risiko karies anak di Gampong Punge Jurong
Reca, Reca;
Salfiyadi, Teuku;
Nuraskin, Cut Aja;
Rahayu, Eka Sri;
Mufizarni, Mufizarni;
Nurdin, Nurdin
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1454
Positive Parenting juga merupakan sebuah program traning pengasuhan yang berorientasi pada pengasuhan dan strategi dukungan keluarga. Mengingat risiko yang terjadi pada karies berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak, maka cara pencegahan yang lebih awal penting untuk dilakukan yaitu melalui pemahaman dan peran serta orang tua. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui asuhan keperawatan gigi keluarga dengan penerapan positif parenting dalam menurunkan skor risiko karies anak Di Gampong Punge Jurong Kota Banda Aceh. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode deskriptif, dengan sasaran anak dan ibunya sebagai responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Intervensi yang diberikan berupa penyuluhan berbasis masalah, mengukur pengetahuan, sikap dan Tindakan ibu sebagai responden dan skor risiko karies gigi anak serta demontrasi cara menyikat gigi. Hasil pengabdian masyarakat yaitu ada perubahan peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan penerapan positif parenting dalam menurunkan skor risiko karies anak ke arah yang lebih baik dari pre test, post test I dan post test II. Direkomendasikan sebaiknya adanya kolaborasi dengan pihak terkait dengan melibatkan dokter gigi, perawat gigi, serta tenaga medis dan kesehatan lainnya dalam program ini. Kolaborasi dapat memperkuat pendekatan interdisipliner dalam memberikan edukasi dan perawatan gigi yang komprehensif.
Peningkatan status kebersihan gigi melalui teknik menyikat gigi yang benar pada murid kelas I MIN Teladan Kota Banda Aceh
Mardelita, Sisca;
Keumala, Cut Ratna;
Andriani, Andriani;
Liana, Intan;
Nur, Arnela
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1545
Karies merupakan penyakit pada jaringan keras gigi yang berupa proses demineralisasi pada jaringan keras gigi (email, dentin, sementum) yang disebabkan oleh aktivitas bakteri pada rongga mulut. Karies merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum terjadi di masyarakat. Salah satu penyebab terjadinya karies adalah bakteri. Bakteri akan menguraikan substrat karbohidrat yang melekat di rongga mulut dan membentuk plak. Salah satu penyebab karies adalah kebersihan gigi yang kurang baik. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan wawancara. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah murid kelas I MIN Teladan Kota Banda Aceh yang berjumlah 30 anak.. Sebelum dilakukan penyuluhan, terlebih dahulu dilakukan pre-test, kemudian melakukan wawancara kepada anak untuk mengukur tingkat pengetahuannya. Realisasi kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak untuk menyikat gigi dengan baik dan benar. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan pengetahuan sebelum penyuluhan berada pada katagori baik yaitu sebanyak 16.7% meningkat menjadi 90% setelah diberikan penyuluhan. Berdasarkan hasil kegiatan ini dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan anak setelah diberikan penyuluhan dalam bentuk ceramah dan demonstrasi cara menyikat gigi yang baik dan benar.
Upaya peningkatan kesehatan gigi melalui penerapan konsep quality home care pada anak disabilitas di SDLB Kota Banda Aceh
Mufizarni, Mufizarni;
Rahayu, Eka Sri;
Reca, Reca;
Salfiyadi, Teuku;
Nuraskin, Cut Aja;
Mardhiah, Ainun;
Nurhaida, Nurhaida
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1456
Anak berkebutuhan khusus, termasuk para penderita “down syndrome” umumnya bermasalah pada pertumbuhan dan kesehatan giginya, yang paling sering ditemukan adalah gigi berlubang, susunan gigi tidak teratur, serta penyakit jaringan gusi kelainan ini diperparah dengan kesulitan anak memelihara kesehatan gigi dan mulut secara mandiri. Mengingat risiko yang terjadi pada karies berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak dan didukung dengan ketidaktahuan orang tua tentang kesehatan gigi, maka cara pencegahan yang lebih awal penting untuk dilakukan yaitu melalui pemahaman dan peran serta orang tua. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode deskriptif, dengan sasaran anak dan ibunya sebagai responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Intervensi yang diberikan berupa edukasi tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kepada ibu, simulasi dan demonstrasi tentang bagaimacara menyikat gigi yang baik dan benar, penerapan konsep quality home care kepada orang tua mengenai cara pendampingan, pemantauan dan pemberian perawatan gigi dan mulut yang dapat dilakukan di dalam rumah sebagai upaya preventif. Hasil pengabdian masyarakat yaitu ada perubahan peningkatan pengetahuan orang tua atau keluarga mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi anak disabilitas dan adanya perubahan ke arah yang lebih baik status kebersihan gigi dan mulut anak. Direkomendasikan kepada pihak sekolah sebaiknya pertahankan hubungan dengan orang tua dan lakukan monitoring serta evaluasi rutin terhadap kemajuan perawatan gigi anak
Pemberdayaan masyarakat melalui “Senam Sehat” untuk meningkatan aktifitas fisik serta penilaian kebugaran dan status gizi pada orang dewasa sebagai upaya preventif terhadap penyakit tidak menular
Al Rahmad, Agus Hendra;
Khazanah, Wiqayatun;
Alamsyah, Teuku;
Emilda, Emilda
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1580
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mempunyai prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) sangat signifikan. Saat ini PTM di Indonesia telah menjadi masalah kesehatan serta sebagai penyebab kematian dan serta merupakan ancaman terhadap kondisi ekonomi di Indonesia. Tujuan pengabdian masyarakat ini secara umum yaitu untuk memberdayakan masyarakat melalui “Senam Sehat” untuk meningkatan aktifitas fisik serta penilaian kebugaran dan status gizi pada orang dewasa sebagai upaya preventif terhadap penyakit tidak menular. Metode pengabdian dilakukan seperti intervensi “Senam Sehat”,penyuluhan kesehatan, pengukuran kebugaran, pemantauan status gizi, dan pemerikasaan kesehatan. Sasaran dalam kegiatan ini masyarakat yang berusia > 18 tahun yang berjumlah 40 orang. Kegiatan dilakukan pada bulan Juni-September tahun 2023 di Kecamatan Lueng Bata. Hasil pemeriksaan status gizi dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) bahwa rata-rata status gizi masyarakat masuk kedalam katagori normal sedangkan dalam pengukuran Rasio Lingkar Pinggang dan Panggul (RLPP) nilai rata-rata masyarakat masuk kedalam katagori obesitas. Untuk hasil pemeriksaan kesehatan dalam pemeriksaan GDPP dan kolesterol, nilai rata-rata masyarakat masuk kedalam katagori normal. Sedangkan pada pemeriksaan Tekanan Darah Sistolik nilai rata-rata masuk kedalam katagori tinggi dan pemeriksaan Tekanan Darah Diastolik masuk kedalam katagori optimal. Perlu adanya tindak lanjut intervensi dalam meningkatkan aktivitas fisik pada masyarakat sebagai salah satu preventif dalam menurunkan angka pravelensi Penyakit Tidak Menular pada masyarakat.
Penggunaan media buku bergambar SOGI (menggosok gigi) dalam praktik menggosok gigi yang benar pada murid kelas V MIN 13 Aceh Besar
Niakurniawati, Niakurniawati;
imran, Herry;
Nasri, Nasri;
Wilis, Ratna
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1475
Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting dalam kehidupan setiap individu termasuk pada anak, karena gigi dan gusi yang tidak dirawat dapat menggangu kesehatan tubuh lainnya. Hasil studi awal, dari wawancara terhadap 15 murid didapati 3 murid yang mengerti dan 12 murid tidak mengerti tentang cara, frekuensi dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media buku bergambar sogi terhadap pengetahuan dan praktik menggosok gigi yang benar pada murid kelas V MIN 13 Aceh Besar yang diambil secara total populasi. Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-postest terhadap dua kelompok yaitu kelompok intervensi 40 murid kelas V-A dan 40 murid kelompok kontrol kelas V-B. Pengumpulan data dan intervensi dilaksanakan di MIN 13 Aceh Besar pada tanggal 01 September sampai 07 September 2023 dengan menggunakan kuesioner dan lembar ceklist. Rentang waktu antara pretest dan postest selama sebulan. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan terhadap kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,000) dengan selisih rata-rata (3,5) dan (0,3) sedangkan terhadap praktik kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,000) dengan selisih rata-rata (1,4) dan (0,23) tentang menggosok gigi yang benar. Disimpulkan bahwa media buku bergambar sogi dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik tentang menggosok gigi yang benar. Diharapkan kepada murid dapat mempertahankan pengetahuan dan meningkatkan praktik tentang menggosok gigi yang benar dengan cara lebih banyak membaca dari berbagai sumber informasi dan menanamkan kesadaran diri sendiri akan pentingnya menggosok gigi.
Reasons for extracting children's teeth at the department of pediatric dentistry, RSGM Baiturrahmah
Utami, Sri Pandu;
Suryati, Sisi I
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1254
Background : Extraction of primary teeth is a relatively common part of pediatric dentistry practice, often included as part of treatment based on caries, trauma, and orthodontic considerations. Object: The samples were 30 children who had their teeth extracted at RSGM Baiturrahmah. Research Methods: Research by filling out informed consent Research by interview was asked directly to the mother and child during the anamnesis before the child had a tooth extraction in the room. Results: The results of the study were based on a sample of 30 children who had their teeth extracted at the Baiturrahmah Hospital, the highest number was the extraction of the incisors as many as 14 children on the grounds that the teeth were loose or the teeth were persistent, 8 children extracted the 1st molars because the teeth had been lost. rocking and cavities. 7 children had their 2nd molars extracted and 1 child had their canines extracted due to loose teeth and cavities. Conclusion: Based on the reasons why children do tooth extraction, that is because dental caries is the most common cause, followed by mobility and persistence.
Program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus dengan gerakan satu rumah satu jumantik di Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar
Sofia, Sofia;
Aditama, Wiwit;
Kartini, Kartini;
Junaidi, Junaidi
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1498
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang endemis dimasyarakat, upaya memotivasi masyarakat untuk melaksanakan 3M Plus terus dilakukan pemerintah melalui kerjasama lintas program dan lintas sektor termasuk tokoh masyarakat dan swasta. Musim hujan, adanya tampungan air dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam memperhatikan jentik nyamuk menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya DBD. Tujuan kegiatan adalah mengimplementasikan program PSN 3M Plus serta membentuk gerakan satu rumah satu jumantik. Sasasaran adalah ibu rumah tangga dan remaja putri di Desa Dham Pulo kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar sejumlah 112 rumah. Kegiatan dilakukan mulai bulan Juni hingga September 2021. Metode pengabdian dilakukan dengan survey keberadaan jentik, penyuluhan, PSN, dan evaluasi. Hasil survey lanjutan didapatkan indeks ABJ 88% indeks ini masih dibawah targat bebas jentik, nilai HI= 11 dan CI= 13,6 dengan tingkat kepadatan sedang. Dari hasil evaluasi diketahui ada peningkatan tingkat kebersihan lingkungan rumah setelah dilakukan penyuluhan dan penetapan penanggung jawab jumantik disetiap rumah. Perlu dilakukan observasi secara berulang untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat tetap konsisten dalam memantau keberadaan jentik di lingkungan rumahnya sehingga angka bebas jentik tercapai.