cover
Contact Name
Diah Ika Putri
Contact Email
jurnallifescience@gmail.com
Phone
+628112118750
Journal Mail Official
jurnallifescience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pahlawan No.32, RW.01, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Life Science
ISSN : 2655688X     EISSN : 29644704     DOI : -
Jurnal Life Science (JLS) adalah jurnal yang menerbitkan dan mempromosikan penelitian pendidikan sains ilmiah. Jurnal ini mengkaji pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan informal yang berkaitan dengan pendidikan sains. Dalam menerbitkan artikel ilmiah, JLS mencari artikulasi prinsip dan praktik yang digunakan oleh para peneliti untuk membuat klaim yang valid tentang dunia dan kritik mereka terhadap pendidikan sains. Penelitian dapat mengambil banyak bentuk, metode kuantitatif, kualitatif dan mixed method. JLS tertarik untuk menghasilkan penelitian yang valid dan dapat dipercaya yang mengambil berbagai bentuk dan mencakup kemampuan baru yang ada, terutama seputar teknologi. Praktik inovatif dan bagaimana hal ini berhubungan dengan pendidikan sains. Karya ilmiah yang menarik yang diterbitkan dalam JLS perlu mencerminkan keragaman. Selain itu, karya tersebut juga harus mencakup keragaman bentuk. Beberapa kajian dalam jurnal ini meliputi: kajian kurikulum pendidikan sains, penerapan dan pengembangan model pembelajaran, pengintegrasian teknologi kedalam pembelajaran sains, dan temuan biologi murni.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2025)" : 8 Documents clear
Kebijakan Hijau: Konversi Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel untuk Mengurangi Kasus Tuberkulosis dan Mencapai SDGs Lopiani, Salmanera Senja; Fikri, Achmad Ali
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.1698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan hijau pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel sebagai solusi atas masalah ketergantungan Indonesia pada minyak bumi dan dampak lingkungannya. Selain itu, minyak goreng sawit yang digunakan menyebabkan residu minyak jelantah berlimpah, memperburuk pencemaran lingkungan di Indonesia. Data menunjukkan peningkatan signifikan kasus TBC di Indonesia yang terkait langsung dengan tingginya polusi udara, salah satunya dari emisi bahan bakar fosil. Penggunaan biodiesel dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan partikulat, serta mengurangi polusi udara sehingga potensial untuk menurunkan kasus TBC. Memanfaatkan limbah minyak jelantah Indonesia untuk biodiesel dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi serta memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif interpretatif ini menghasilkan solusi konkret dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. Gagasan ini memberikan inspirasi bagi mahasiswa biologi untuk mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel yang berpotensi menurunkan kasus TBC dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Selain itu, pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel dapat menambah keterampilan bioentrepreneur bagi mahasiswa.
Faktor Kestabilan Suhu terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio pada Ayam Broiler (Gallus Domesticus) dalam Pengeraman Telur Menggunakan Inkubator Sederhana Maryam Ghurfatus Salimah; Malika Nurul Husna; Laela Sumiyati; Nadifatun Nabilah; Nabila Firrizqi Azmi; Linda Komalasari; Epa Paujiah; Sofia Fikria Nurfina; Nur Hamidah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.1935

Abstract

Suhu merupakan salah satu faktor eksternal yang tidak bisa dilepaskan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan mahkluk hidup termasuk dalam pengeraman telur ayam. Kestabilan suhu perlu diperhatikan untuk keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan embrio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan membuat inkubator sederhana dan melakukan pemecahan satu butir telur setiap harinya untuk melihat tahapan perkembangan embrio selama 21 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya pertumbuhan dan perkembangan embrio pada telur ayam dengan kestabilan suhu 38℃. Sehingga dapat disimpulkan kestabilan suhu berpengaruh besar pada pertumbuhan dan perkembangan embrio telur ayam.
Pengaruh Penerapan Model Learning Cycle 5e (Enggage, Explore, Explain, Elaborate, Dan Evaluate) Berbantuan Alat Peraga terhadap Hasil Belajar Siswa pada Konsep Tumbuhan Paku Diah Ika Putri; Nuriah, Hesti; Sri Mulyaningsih
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.2273

Abstract

Biologi adalah mata pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, Pemilihan stretegi pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran harus berorientasi pada tujuan yang akan dicapai. Salah satu model pembelajaran yang dianggap dapat menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran yang ditemui adalah Learning Cycle. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hasil belajar siswa pada konsep tumbuhan paku setelah diberikan perlakuan mennggunakan model Learning Cycle 5e berbantuan alat peraga. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Garut pada bulan April 2024. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi eksperimen dan menggunakan desain penelitian Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini diambil secara acak kelas sehingga diperoleh X MIPA 6 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model Learning Cycle 5e berbantuan alat peraga dan kelas X MIPA 5 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen pada hasil penelitian yaitu menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 25 soal. Hasil belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan model learning cycle 5e berbantuan alat peraga memperoleh nilai rata-rata sebesar 84,77 sedangkan hasil belajar kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional memperoleh nilai rata-rata sebesar 77.03. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney didapat nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) α = 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga keputusan dari uji Mann-Whitney adalah terdapat pengaruh penerapan model Learning Cycle 5e berbantuan alat peraga terhadap hasil belajar siswa kelas X MIPA pada konsep tumbuhan paku yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar daripada rata-rata kelas kontrol.
Tempe sebagai Sumber Isoflavon Alami: Review Article Nuriyah, Alicia; Nisa', Khoirun; Sangrila, Klara; Muniroh, Amirotul
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.2285

Abstract

Tempe dapat didefinisikan sebagai pangan olahan kedelai yang diolah melalui proses fermentasi. Kedelai mengandung isoflavon yang tinggi dibandingkan senyawa kompleks lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review, pengumpulan data melalui Google Scholar dengan kata kunci “tempe’, “Rhizopus sp”, “isoflavon”, dan “pangan fungsional”. Isoflavon ialah senyawa polifenol yang memiliki struktur menyerupai estrogen. Isoflavon yang terkandung pada tempe terdiri dari genistein, daidzein, dan glycitein. Proses fermentasi kedelai menjadi tempe dapat meningkatkan ketersediaan isoflavon dengan mengubah senyawa isoflavon glikosida menjadi aglikon yang lebih mudah untuk diserap oleh tubuh. Perubahan senyawa isoflavon glikosida menjadi aglikon dipengaruhi oleh aktivitas enzim β-glukosidase yang dihasilkan oleh kapang Rhizopus oligosporus selama proses fermentasi. Isoflavon merupakan flavonoid dalam kacang kedelai yang memiliki potensi sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal bebas dan mencegah reaksi berantai radikal bebas. Isoflavon dapat membantu menurunkan resiko pengeroposan tulang (osteoporosis), aterosklerosis, biodegradasi, mengurangi prevalensi kanker prostat dan kanker payudara. Selain itu, isoflavon juga dapat membantu dalam menghambat atherogenesis dan menekan resorpsi tulang dengan cara mencegah oksidasi Low Density Lipoprotein (LDL).  
Perbandingan Kadar Klorofil dan Karotenoid pada Empat Varietas Daun Selada (Lactuca sativa L.) dengan Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS Rizky Ardiansyah; Lida Amalia; Chevi Ardiana Rusmawan
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.2253

Abstract

Klorofil merupakan pigmen penting dalam proses fotosintesis, yang berfungsi untuk menyerap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. Selain klorofil, karotenoid juga berperan dalam memberikan warna pada daun dan melindungi tumbuhan dari kerusakan akibat sinar ultraviolet. Klorofil dan karotenoid juga memiliki fungsi sebagai antioksidan bagi tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) perbedaan kadar klorofil dan karotenoid pada empat varietas daun selada (Lactuca sativa L.) dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. 2) jenis varietas daun selada (Lactuca sativa L.) yang memiliki kandungan kadar klorofil dan karotenoid tertinggi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2024 sampai dengan bulan Mei 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif pada satu jenis tumbuhan yaitu selada (Lactuca sativa L) dengan 4 varietas yaitu selada hijau (Lactuca sativa L. var. crispa), selada merah (Lactuca sativa L. var. crispa), selada romanie (Lactuca sativa L. var. longifolia) dan selada crisphead (Lactuca sativa L. var. capitata) dan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah kadar klorofil dan karotenoid pada daun dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kadar klorofil dan karotenoid pada empat varietas daun selada. Dilihat dari parameter yang diteliti menggunakan uji ANOVA, kadar klorofil dan karotenoid daun menunjukkan perbedaan yang signifikan. Daun selada romanie merupakan daun yang memiliki kandungan kadar klorofil sebesar 9,85 mg/L dan karotenoid sebesar 191,35 μmol/L yang merupakan kadar tertinggi, dibandingkan varietas daun lainnya.
Pengaruh Pemberian POC Gabungan Limbah Cair Tahu dengan Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Varietas Labana F1 Hernawati, Dewi; Indra Dodo Saputra; Neriza Septiana; Asep Rohayat
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.2263

Abstract

Limbah cair tahu dan air cucian beras merupakan salah satu limbah yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat. Kandungan pada limbah cair tahu dan air cucian beras dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair gabungan limbah cair tahu dengan air cucian beras terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas labana F1 dan pada konsentrasi berpakah yang paling optimum untuk pertumbuhan tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan di Kp. Cicadas RT. 001/RW. 009, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut pada bulan Mei sampai Juli 2024. Metode yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu konsentrasi POC dengan 5 perlakuan (konsentrasi 0%, 10%, 30%, 40% dan 50%) dan 5 ulangan. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat buah dan jumlah buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC gabungan limbah cair tahu dengan air cucian beras memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Dari parameter yang diteliti menggunakan uji ANOVA, tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah buah menunjukkan pengaruh yang signifikan, sedangkan berat buah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Konsentrasi 50% merupakan yang paling optimal untuk pertumbuhan tanaman mentimun, dibandingkan dengan perlakuan lain dan kontrol.
Identifikasi Kecerdasan Ekologis Siswa pada Materi Ekologi Taofik, De Budi Irwan; Susila, Aceng Ahmad Rodian; Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.2265

Abstract

Identifikasi Kecerdasan Ekologis Siswa Pada Materi Ekologi Di Kelas XI SMAN 15 Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi kecerdasan ekologis siswa pada materi ekologi di kelas XI SMAN 15 Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 15 Garut dengan jumlah sampel sebanyak 168 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen angket untuk mengukur kecerdasan ekologis. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif berbantuan SPSS veris 25. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan ekologis siswa pada materi ekologi di SMAN 15 Garut telah teridentifikasi dengan baik, kondisi tersebut dibuktikan dengan rata-rata presntase kecerdasan ekologis dari 168 siswa sebesar 72,04% kecerdasan ekologisnya berada pada kategori baik, dengan nilai terkecil 55% dan nilai terbesar 95%
Efektivitas Metode Hand On Minds On Activity Dengan Bantuan Media Asli terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Tumbuhan Paku (Pterydophyta) Sri Mulyaningsih; Sepa Lestari; Chevi Ardiana; De Budi Irwan Taofik
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.2288

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran yang selama ini dilakukan hanya berdasarkan konsep yang berasal dari buku dan internet, tidak banyak yang langsung mengaitkan dengan dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Hands On Minds On Activity dengan Bantuan Media Asli terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Tumbuhan Paku (Pterydophyta) di Kelas X SMAN 11 Garut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode penelitian Pre Experimental dengan desain eksperimen yaitu the One-Group Pretest Posttest Design. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel yaitu kelas X MIPA 8 yang berjumlah 37 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda berjumlah 25 butir soal. Efektivitas dari metode tersebut di peroleh dari hasil posttest. Rata-rata nilai kemampuan awal siswa yang diperoleh yaitu 55,35 menunjukkan kemampuan awal siswa masih belum memenuhi dari KKM yang telah ditentukan. Setelah adanya perlakuan menunjukkan rata-rata nilai hasil belajar siswa telah memenuhi KKM yaitu dengan rata-rata sebesar 77,19 dan tingkat penguasaan materi siswa sebesar 77% yang termasuk ke dalam kriteria sedang. Apabila dilihat dari ketuntasan belajarnya dari 37 siswa terdapat 32 siswa yang tuntas dan 5 siswa yang tidak tuntas dalam belajarnya. Hasil perhitungan persentase menunjukkan ketuntasan hasil belajar siswa yaitu sebesar 86%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Metode Hands On Minds On Activity dengan Bantuan Media Asli Efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa Pada Materi Tumbuhan Paku (Pterydophyta) di SMAN 11 Garut. Metode Hands On Minds On Activity dengan bantuan media asli bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam memilih suatu metode dan media pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 8