cover
Contact Name
Diah Ika Putri
Contact Email
jurnallifescience@gmail.com
Phone
+628112118750
Journal Mail Official
jurnallifescience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pahlawan No.32, RW.01, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Life Science
ISSN : 2655688X     EISSN : 29644704     DOI : -
Jurnal Life Science (JLS) adalah jurnal yang menerbitkan dan mempromosikan penelitian pendidikan sains ilmiah. Jurnal ini mengkaji pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan informal yang berkaitan dengan pendidikan sains. Dalam menerbitkan artikel ilmiah, JLS mencari artikulasi prinsip dan praktik yang digunakan oleh para peneliti untuk membuat klaim yang valid tentang dunia dan kritik mereka terhadap pendidikan sains. Penelitian dapat mengambil banyak bentuk, metode kuantitatif, kualitatif dan mixed method. JLS tertarik untuk menghasilkan penelitian yang valid dan dapat dipercaya yang mengambil berbagai bentuk dan mencakup kemampuan baru yang ada, terutama seputar teknologi. Praktik inovatif dan bagaimana hal ini berhubungan dengan pendidikan sains. Karya ilmiah yang menarik yang diterbitkan dalam JLS perlu mencerminkan keragaman. Selain itu, karya tersebut juga harus mencakup keragaman bentuk. Beberapa kajian dalam jurnal ini meliputi: kajian kurikulum pendidikan sains, penerapan dan pengembangan model pembelajaran, pengintegrasian teknologi kedalam pembelajaran sains, dan temuan biologi murni.
Articles 128 Documents
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Buah Ceremai (Phyllanthus Acidus) terhadap Penggumpalan Susu Sapi Jenis FH (FRIESH HOLLAND) dalam Pembuatan Keju chevi Ardiana; Dewi hernawati
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v1i1.1755

Abstract

Susu merupakan nutrisi tambahan yang dibutuhkan oleh manusia. Kebutuhan akan susu terusmeningkat. Susu yang sering dikonsumsi oleh manusia sebagian besar berasal dari susu sapi. Hasilolahan dari susu sapi diantaranya keju. Keju dihasilkan dari hasil pemisahan antara whey dancurd melalui proses fermentasi. Proses ini melibatkan aktivitas mikroba yang berlangsung secaraaerob dan anaerob. Pembuatan keju melibatkan proses penggumpalan susu dengan bantuan enzimrennet. Enzim rennet tergolong sukar untuk didapatkan dan harganya relatif mahal. Sehinggadiperlukan pengganti dari enzim tersebut dalam proses penggumpalan susu. Ekstrak buah ceremai(Phyllanthus Acidus) dapat digunakan dalam proses penggumpalan susu. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi ekstrak buah ceremai ((Phyllanthus Acidus) yang optimalberpengaruh terhadap proses penggumpalan susu sapi jenis FH (Friesh Holland) dalampembuatan keju dilihat dari waktu penggumpalannya. Ekstrak buah ceremai (Phyllanthus Acidus)diperoleh dengan cara menghancurkannya dengan menggunakan blender sampai halus, kemudiandituangkan ke dalam saringan dan diperas untuk mendapatkan cairannya (ekstrak). Ekstrak inidigunakan untuk 5 perlakuan dengan variasi konsentrasinya 50%, 60%, 70%, 80%,dan 90%.dengan 5 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi ekstrak buahceremai 90% menghasilkan waktu penggumpalan yang optimal dengan rata-rata waktupenggumpalannya 5,4 menit. Berdasarkan fakta tersebut menunjukkan bahwa ekstrak buah ceremai(Phyllanthus Acidus) berpengaruh terhadap waktu penggumpalan susu sapi dalam pembuatan kejusehingga dapat dijadikan bahan alternatif pengganti enzim rennet dalam pembuatan keju dari sususapi.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN GALLERY WALK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SISTEM PERTAHANAN TUBUH Dani Ramdani; Popo Musthofa Kamil; Liah Badriah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v1i1.1756

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metodepembelajaran Gallery Walk terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materisistem pertahanan tubuh di kelas XI SMAN 1 Bantarujeg, Kab. Majalengka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 sampai dengan bulanMei 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode true eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA SMAN 1 Bantarujeg, Kab. Majalengka sebanyak 3 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 104 orang. Adapun sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas yang diambil secara clusterrandom sampling yaitu kelas XI IPA-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XIIPA-2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikirkritis berbentuk uraian pada materi sistem pertahanan tubuh yang berjumlah 15butir soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji perbedaan dua rata-rata(uji-t) dengan taraf signifikan (α) = 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruhmetode pembelajaran Gallery Walk terhadap kemampuan berpikir kritis siswapada materi sistem pertahanan tubuh di kelas XI SMAN 1 Bantarujeg, Kab.Majalengka, Tahun Ajaran 2017/ 2018.
PENGARUH LEARNING CYCLE 5E TERHADAP LITERASI SAINS PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM EKSKRESI Egi Nuryadin; Popo Musthofa Kamil
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v1i1.1757

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model learning cycle 5e terhadap literasisains peserta didik pada materi Sistem Ekskresi di kelas VIII SMP Negeri 14 Tasikmalaya. Penelitian inidilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Juli 2018 di SMP Negeri 14 Tasikmalaya.Metode penelitian yang digunakan adalah True-experiment, dengan populasi seluruh kelas VIII SMPNegeri 14 Tasikmalaya sebanyak 11 kelas, dengan jumlah peserta didik 387 orang. Sampel diambildengan menggunakan teknik cluster random sampling sebanyak 2 kelas, yaitu Kelas VIII C sebagai kelaseksperimen dan Kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Untuk mengukur literasi sains peserta didik,digunakan instrumen berupa tes kemampuan literasi sains berjumlah 32 butir soal PG (Pilihan Ganda).Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapatpengaruh model learning cycle 5e terhadap literasi sains peserta didik pada materi sistem ekskresi di kelasVIII SMP Negeri 14 Tasikmalaya.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA WHATSAPP (WA) GROUP TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM GERAK PADA MANUSIA Popo Musthofa Kamil; Egi Nuryadin
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v1i1.1758

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh mediaWhatsApp (WA) Group terhadap hasil belajar peserta didik pada Materi Sistem GerakPada Manusia di kelas VIII SMP Negeri 19 Kota Tasikmalaya. Penelitian inidilaksanakan pada bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan Oktober 2018 di SMPNegeri 19 Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah trueeksperimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPNegeri 19 Kota Tasikmalaya sebanyak sepuluh kelas, dengan jumlah siswa sebanyak 248orang.Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yang diambil secara cluster randomsampling yaitu kelas VIII G sebanyak 30 siswa dan kelas VIII H sebanyak 32 siswa.Instrumen penelitian adalah tes hasil belajar pada materi sistem gerak pada manusia. Tesini berupa pilihan majemuk sebanyak 50 butir soal dengan empat option. Teknik analisisdata yang digunakan adalah uji t dengan taraf signifikan (α) = 5 %. Berdasarkan hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media WhatsApp (WA)Group terhadap hasil belajar peserta didik pada materi sistem gerak pada manusia di kelasVIII SMP Negeri 19 Kota Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2018/2019.
THE INFLUENCE OF SCIENCE, TECHNOLOGY, AND SOCIETY (STS) ON STUDENT LEARNING OUTCOMES IN THE SUBCONCEPT OF GLOBAL WARMING Mufti Ali; Vidi Widiannisa
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v1i1.1759

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modelpembelajaran science, technology, and society (STS) terhadap hasil belajar pesertadidik pada sub konsep Pemanasan Global di kelas VII SMP Negeri 5 KotaTasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai denganbulan Juni 2018 di SMP Negeri 5 Tasikmalaya. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode true eksperiment dengan populasi seluruh kelas VIISMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya, sebanyak 11 kelas dengan jumlah siswa 368orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random samplingsebanyak 2 kelas, yaitu kelas VII G sebagai kelas eksperimen dan VII F sebagaikelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah teknik tes hasil belajar siswa padasub konsep Pemanasan Global. Tes tertulis ini berupa pilihan ganda dengan empatoption. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan α 0.05.Berdasarkan hasil penelitian dan mengujian hipotesis denganmenggunakan uji t independen diperoleh harga thitung = 7,73 sedangkan harga ttabel= 1,99 atau -1,99. Karena harga thitung berada di daerah penolakan Ho makakesimpulan analisis dari penelitian ini adalah tolak Ho, artinya terdapat pengaruhmodel pembelajaran science, technology, and society (STS) terhadap hasil belajarpeserta didik pada konsep Pemanasan Global.
Perbandingan Kemampuan Koagulasi Empat Macam Biji Polong-Polongan (Famili Fabaceae) wida Silfia; Lida Amalia; chevi Ardiana
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v5i1.1804

Abstract

Banyak sumber air yang tingkat kekeruhannya melebihi standar baku mutu yang telah ditetapkan,sehingga memerlukan usaha penjernihan. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan cara koagulasimenggunakan koagulan alami dari biji polong-polongan. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentangkemampuan koagulasi empat macam biji polong-polongan, yaitu biji kelor (Moringa oleifera), biji asamjawa (Tamarindus indica L.), biji kacang babi (Vicia faba), dan biji kacang merah (Phaseolus vulgaris).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) kemampuan koagulasi dari empat macam biji polong-polongan(Famili Fabaceae), 2) perbedaan kemampuan koagulasi dari empat macam biji polong-polongan (FamiliFabaceae), dan 3) kemampuan koagulasi yang lebih efektif dan efisien dari empat macam biji polongpolongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakanpola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan melakukan pengukuran terhadap kadar kekeruhan, DO, pH,suhu, dan waktu penggumpalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuankoagulasi dari empat macam biji polong-polongan (Famili Fabaceae). Biji kacang babi tidak mempunyaikemampuan koagulasi dalam proses menjernihkan air. Biji kelor mempunyai kemampuan paling efektif danefisien dalam proses penjernihan air dengan rata-rata penurunan kekeruhan sebesar 90,75%, penambahanoksigen terlarut 16,47, suhu 24,6 oC, pH 6,06 dan waktu penggumpalan selama 106 menit
Kebijakan Hijau: Konversi Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel untuk Mengurangi Kasus Tuberkulosis dan Mencapai SDGs Lopiani, Salmanera Senja; Fikri, Achmad Ali
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.1698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan hijau pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel sebagai solusi atas masalah ketergantungan Indonesia pada minyak bumi dan dampak lingkungannya. Selain itu, minyak goreng sawit yang digunakan menyebabkan residu minyak jelantah berlimpah, memperburuk pencemaran lingkungan di Indonesia. Data menunjukkan peningkatan signifikan kasus TBC di Indonesia yang terkait langsung dengan tingginya polusi udara, salah satunya dari emisi bahan bakar fosil. Penggunaan biodiesel dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan partikulat, serta mengurangi polusi udara sehingga potensial untuk menurunkan kasus TBC. Memanfaatkan limbah minyak jelantah Indonesia untuk biodiesel dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi serta memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif interpretatif ini menghasilkan solusi konkret dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. Gagasan ini memberikan inspirasi bagi mahasiswa biologi untuk mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel yang berpotensi menurunkan kasus TBC dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Selain itu, pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel dapat menambah keterampilan bioentrepreneur bagi mahasiswa.
Faktor Kestabilan Suhu terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio pada Ayam Broiler (Gallus Domesticus) dalam Pengeraman Telur Menggunakan Inkubator Sederhana Maryam Ghurfatus Salimah; Malika Nurul Husna; Laela Sumiyati; Nadifatun Nabilah; Nabila Firrizqi Azmi; Linda Komalasari; Epa Paujiah; Sofia Fikria Nurfina; Nur Hamidah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.1935

Abstract

Suhu merupakan salah satu faktor eksternal yang tidak bisa dilepaskan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan mahkluk hidup termasuk dalam pengeraman telur ayam. Kestabilan suhu perlu diperhatikan untuk keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan embrio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan membuat inkubator sederhana dan melakukan pemecahan satu butir telur setiap harinya untuk melihat tahapan perkembangan embrio selama 21 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya pertumbuhan dan perkembangan embrio pada telur ayam dengan kestabilan suhu 38℃. Sehingga dapat disimpulkan kestabilan suhu berpengaruh besar pada pertumbuhan dan perkembangan embrio telur ayam.
Pengaruh Penerapan Model Learning Cycle 5e (Enggage, Explore, Explain, Elaborate, Dan Evaluate) Berbantuan Alat Peraga terhadap Hasil Belajar Siswa pada Konsep Tumbuhan Paku Diah Ika Putri; Nuriah, Hesti; Sri Mulyaningsih
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.2273

Abstract

Biologi adalah mata pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, Pemilihan stretegi pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran harus berorientasi pada tujuan yang akan dicapai. Salah satu model pembelajaran yang dianggap dapat menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran yang ditemui adalah Learning Cycle. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hasil belajar siswa pada konsep tumbuhan paku setelah diberikan perlakuan mennggunakan model Learning Cycle 5e berbantuan alat peraga. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Garut pada bulan April 2024. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi eksperimen dan menggunakan desain penelitian Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini diambil secara acak kelas sehingga diperoleh X MIPA 6 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model Learning Cycle 5e berbantuan alat peraga dan kelas X MIPA 5 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen pada hasil penelitian yaitu menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 25 soal. Hasil belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan model learning cycle 5e berbantuan alat peraga memperoleh nilai rata-rata sebesar 84,77 sedangkan hasil belajar kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional memperoleh nilai rata-rata sebesar 77.03. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney didapat nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) α = 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga keputusan dari uji Mann-Whitney adalah terdapat pengaruh penerapan model Learning Cycle 5e berbantuan alat peraga terhadap hasil belajar siswa kelas X MIPA pada konsep tumbuhan paku yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar daripada rata-rata kelas kontrol.
Tempe sebagai Sumber Isoflavon Alami: Review Article Nuriyah, Alicia; Nisa', Khoirun; Sangrila, Klara; Muniroh, Amirotul
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.2285

Abstract

Tempe dapat didefinisikan sebagai pangan olahan kedelai yang diolah melalui proses fermentasi. Kedelai mengandung isoflavon yang tinggi dibandingkan senyawa kompleks lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review, pengumpulan data melalui Google Scholar dengan kata kunci “tempe’, “Rhizopus sp”, “isoflavon”, dan “pangan fungsional”. Isoflavon ialah senyawa polifenol yang memiliki struktur menyerupai estrogen. Isoflavon yang terkandung pada tempe terdiri dari genistein, daidzein, dan glycitein. Proses fermentasi kedelai menjadi tempe dapat meningkatkan ketersediaan isoflavon dengan mengubah senyawa isoflavon glikosida menjadi aglikon yang lebih mudah untuk diserap oleh tubuh. Perubahan senyawa isoflavon glikosida menjadi aglikon dipengaruhi oleh aktivitas enzim β-glukosidase yang dihasilkan oleh kapang Rhizopus oligosporus selama proses fermentasi. Isoflavon merupakan flavonoid dalam kacang kedelai yang memiliki potensi sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal bebas dan mencegah reaksi berantai radikal bebas. Isoflavon dapat membantu menurunkan resiko pengeroposan tulang (osteoporosis), aterosklerosis, biodegradasi, mengurangi prevalensi kanker prostat dan kanker payudara. Selain itu, isoflavon juga dapat membantu dalam menghambat atherogenesis dan menekan resorpsi tulang dengan cara mencegah oksidasi Low Density Lipoprotein (LDL).  

Page 12 of 13 | Total Record : 128