cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
senirekarancang@trisakti.ac.id
Editorial Address
Magister Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain Unversitas Trisakti Jln. Kyai Tapa No.1,Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 26566346     EISSN : 26544725     DOI : https://doi.org/10.25105/jsrr
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Seni dan Reka Rancang Jurnal Ilmiah Magister Desain Produk Universitas Trisakti terbit pertama terbit bulan Nopember 2018. Jurnal ini akan diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Nopember oleh Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti. Jurnal ini berisi artikel memuat artukel ilmiah bidang pengetahuan, kajian pendapat, dan gagasan intelektual yang berkaitan dengan bidang studi: Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Desain Produk, Fotografi dan ilmu-ilmu terkait.
Articles 179 Documents
KONSEP PAKAIAN GENDER-FLUID BERDASARKAN PANDANGAN MASYARAKAT URBAN Savitri, Elis; Syarief, Achmad; Laksemi, Sangayu Ketut
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v4i2.13497

Abstract

Abstract Through gender fluid fashion, a person can form self-representations that are free from stereotyping to bring out self-confidence and express it according to their wishes without being viewed negatively. Especially for men who are more repressive towards stereotypes than women. However, in reality the majority of urban men still hold strong social norms and view the taboo of men who wear feminine clothing. This quantitative study uses a questionnaire to determine how urban society perceives men who wear gender fluid clothing. This journal provides a description of the masculinity construction in the Indonesian urban society. Keywords: inclusive design, gender, gender fluid, fashion, clothing, gender stereotype. Abstrak Melalui pakaian gender fluid, seseorang dapat membentuk representasi diri yang terbebas dari pembentukan stereotip sehingga dapat menemukan rasa percaya diri dan mengekspresikannya sesuai keinginan mereka tanpa dipandang negatif. Terutama pada kaum pria yang lebih represif terhadap stereotip berpakaian dibandingkan wanita. Pada, kenyataannya mayoritas masyarakat urban Indonesia masih kuat memegang norma sosial dan memandang tabu pria yang mengenakan pakaian dengan unsur feminin. Studi kuantitatif ini menentukan bagaimana masyarakat urban melihat pria yang mengenakan pakaian gender fluid. Jurnal ini memberikan deskripsi terhadap konstruksi maskulinitas yang ada di dalam masyarakat urban Indonesia. Kata kunci: Inklusif desain, gender, gender fluid, pakaian, stereotip gender.
POLEMIK PLAGIAT LOGO MAGNIFICENT SAMARINDA DALAM KAIDAH VISUAL Analisis Logo Magnificent Samarinda melalui Semiotika Ginting, Elvira Yesica
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v4i2.13498

Abstract

Abstrak Perkembangan industri desain grafis kini tidak dapat dipungkiri memiliki berbagai tantangan yang terus-menerus semakin sulit dalam menciptakan karya yang dinilai benar-benar baru. Begitu yang dirasakan saat melihat logo Magnificent Samarinda muncul dan telah disahkan oleh wali kota Samarinda untuk menjadi wajah dari kota Samarinda. Berbagai perdebatan muncul di berbagai portal berita dengan berbagai perspektif karena logo tersebut memiliki kemiripan hingga 90% dengan logo ‘AA Bridge’ karya George Bokhua – sebagai karya yang telah dipublikasi lebih dahulu sebelum logo Magnificent Samarinda. Namun masih jarang ditemukan artikel ilmiah yang membahas kemiripan tersebut berdasar tinjauan semiotika yang didukung dengan prinsip gestalt. Oleh karena itu, dengan metode kualitatif yang didukung dengan dokumen sekunder dapat ditemukan cara tanda (unsur desain: bentuk, garis, ukuran, dan sebagainya) dalam logo membuat logo tersebut tidak berhasil mencapai fungsi dan estetika yang dituju. Banyak distorsi atau bias pada unsur desain logo yang menyebabkan logo tersebut ditolak penonton, tidak dapat menyampaikan makna atau pesan dan berfungsi sebagai logo sesuai kaidahnya dan yang dituju. Kata kunci; plagiat , logo, Magnificent Samarinda, semiotika. Abstract In its development, the industry of graphics design has reached a point where it has become challenging to create something that is considered truly new. One can’t help but agree with that sentiment when the logo of Magnificent Samarinda was unveiled and legitimized by Samarinda city’s major as Samarinda’s symbol. Multiple opinion pieces of varying stances and perspectives have cropped up on many news portals due to the logo’s resemblance (around 90%) to the AA Bridge logo by George Bokhua, which was created before the Magnificent Samarinda logo. However, there aren’t many scientific articles that discuss said resemblance from the semiotics view supported by gestalt principles. Therefore, with a qualitative method supported by secondary documents one can find how signs (design elements: shape, line, size, etc.) in the logo shows that it failed in fulfilling its own function and aesthetics criteria. There are many distortions and biases within the logo that causes its viewer to reject it, meaning it failed in conveying its principals and purpose. Keywords: plagiarism, logo, Magnificent Samarinda, semiotics
PERANCANGAN DESAIN KAMPANYE SOSIAL UNTUK KOMUNITAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Shafayra, Annisa; Franzia, Elda; Budi Waspada, Agung Eko
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v4i2.13499

Abstract

Abstract Indonesian women experience many problems that make them not confident and do not love themselves. Therefore, it is necessary to create an Instagram social media campaign to empower Indonesian women with the theme of mindfulness. The purpose of this study is to explain the strategies and concepts of social campaigns to effectively run a women's mindfulness empowerment campaign through Instagram social media. The research method used in this research is design thinking with a qualitative research approach. The data collection technique used is design thinking which involves observation and interviews. The results of this study indicate the design of social campaigns through the design thinking method can find out the type of design or visual preferred by Instagram social media users, the results of which can be seen from the prototype and testing of the Instagram insight feature, and how to increase campaign awareness, one of which is to invite collaboration with female celebrities. Keywords: mindfulness, women empowerment, design thinking, campaign Abstrak Wanita Indonesia mengalami banyak permasalahan yang membuat mereka tidak percaya diri dan tidak mencintai dirinya sendiri. Maka dari itu perlu diciptakan sebuah kampanye media sosial Instagram pemberdayaan wanita Indonesia yang bertemakan mindfulness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan strategi dan konsep kampanye sosial agar dapat menjalankan kampanye pemberdayaan wanita mindfulness melalui media sosial Instagram secara efektif. Metode penelitian yang dijalankan pada penelitian ini adalah design thinking dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah design thinking yang melibatkan observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perancangan kampanye sosial melalui metode design thinking ini dapat mengetahui jenis desain atau visual yang disukai oleh pengguna media sosial Instagram yang hasilnya dapat dilihat dari prototype dan testing pada fitur insight Instagram, dan juga cara meningkatkan awareness kampanye, yang salah satunya adalah mengajak kolaborasi dengan selebgram wanita Indonesia untuk membantu mempromosikan kampanye mindfulness. Kata Kunci: mindfulness, pemberdayaan wanita, design thinking, kampanye
GAYA VISUAL INFOGRAFIK SEBAGAI IDENTITAS HARIAN KOMPAS DI ERA DIGITAL Patriari, Pandu Lazuardy; Jasjfi, Elda Franzia; Budiwaspada, Agung Eko
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v4i2.13500

Abstract

Abstract The mass media, especially newspapers, are starting and adapt to enter digital platforms as a result of industrial revolution 4.0. People change how to reading and that makes the mass media must be able to provide information briefly but clearly, one of which is through visual journalism, represented by infographics. The Kompas Daily Infographic has its own visual style that distinguishes it from others. This visual style become an identity that represents the Kompas Daily brand. This study explores how the visual style of infographics becomes the identity of Kompas Daily in terms of text, production, consumption, to socio-culture. The goal is to understand how visual style becomes identity. The methodology uses Norman Fairclough's critical discourse analysis which dissects a phenomenon with three dimensions. The results of this study show that the visual style of Kompas Daily infographic can be an identity that distinguishes it from other media. Infographic visual style is produced to align its ideology, policies, and consumption. Identity is manifested from a pattern that takes place in a continuous time and is formed by various factors, both directly and indirectly influencing it. Keywords: Mass Media, Infographic, Visual Style, Identity Abstrak Media massa khususnya surat kabar mulai beradaptasi dengan era revolusi industri 4.0 untuk masuk ke dalam platform digital. Pola baca yang ikut berubah menjadikan media massa harus mampu memberikan informasi dengan singkat namun jelas, salah satunya melalui jurnalisme visual yang diwakili salah satunya dengan infografik. Infografik Harian Kompas memiliki gaya visual sendiri yang membedakan dengan infografik media lain. Gaya visual tersebut dapat menjadi identitas yang mewakili brand Harian Kompas. Penelitian ini mengangkat bagaimana gaya visual infografik menjadi identitas Harian Kompas dilihat dari teks, produksi, konsumsi, hingga sosial budaya. Tujuannya untuk memahami bagaimana gaya visual menjadi identitas. Metodologi menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough yang membedah suatu fenomena dengan tiga dimensi. Hasil penelitian ini menunjukkan gaya visual infografik Harian Kompas dapat menjadi identitas yang membedakan dengan media lain. Gaya visual infografik diproduksi untuk menyelaraskan ideologi, kebijakan, dan konsumsinya. Identitas terwujud dari pola yang berlangsung dalam waktu yang kontinyu dan terbentuk oleh dari berbagai macam faktor baik yang memengaruhi langsung maupun tidak secara langsung. Kata kunci: Media Massa, Infografik, Gaya Visual, Identitas
SEMIOTIKA PADA MICROLIBRARY BIMA BANDUNG Noorzanah, R Aj. Dewi Sekar; Laksemi, Sangayu Ketut; Hutama, Krishna
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v4i2.13501

Abstract

Abstract Semiotics at the Bima Bandung Microlibrary. The study of semiotics in building has not been done much. Therefore, I conduct a study of the message behind architectural design in the context of semiotic theory by taking the case of the Bima Bandung microlibrary. The purpose of this study is to understand the denotative and connotative messages in the Bima microlibrary. The study refers to the case study method of qualitative research. In the microlibrary Bima conveys a message of 1)war against low literacy levels, 2) is an example of improving public spaces, 3) giving messages of environmentally conscious design, 4)the use of used plastic buckets is arranged to form the word "Books are the Window of the World". The denotative meanings of Bima's microlibrary are: location in a densely populated residential area, the building is in the form of a box, supported by a steel structure, the color of the building is black for the structure, the walls and windows are white. The connotative meaning is that the presence of the building does not interfere with existing open space facilities. The shape of the building becomes a symbol of progressive, inviting people to advance through reading books. The window material creates a dramatic effect, giving the impression that the building cares about environmental issues. Keywords: microlibray, semiotics, building, denotative, connotative. Abstrak Semiotika pada Microlibrary Bima Bandung. Kajian semiotika pada bangunan masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu kami melakukan kajian tentang pesan dibalik karya bangunan dalam konteks teori semiotika dengan mengambil kasus microlibrary Bima Bandung. Tujuan penelitian ini adalah mencoba memahami pesan denotatif dan konotatif pada microlibrary Bima. Tulisan mengacu pada metode studi kasus penelitian kualitatif. Pada microlibrary Bima menyampaikan pesan tentang 1) perang terhadap rendahnya tingkat literasi, 2) merupakan contoh memperbaiki ruang publik, 3) memberi pesan rancangan yang sadar terhadap lingkungan, 4)penggunaan material bekas ember plastik ditata membentuk kata “Buku adalah Jendela Dunia”. Makna denotatif microlibrary Bima yaitu: lokasi di kawasan pemukiman padat, bangunan berbentuk balok, yang ditopang struktur baja, warna bangunan hitam untuk struktur, dinding dan jendela berwarna putih. Makna konotatif yaitu kehadiran bangunan tidak mengganggu fasilitas ruang terbuka yang ada sebelumnya. Bentuk bangunan menjadi simbol kemajuan, mengajak masyarakat maju melalui membaca buku. Material jendela menimbulkan efek dramatis, memberi kesan bahwa bangunan peduli terhadap isu lingkungan. Kata kunci: microlibray, semiotika, bangunan, denotatif, konotatif.
KONTRIBUSI ESENSI DAN ESTETIKA USER INTERFACE TERHADAP USER EXPERIENCE DALAM VIRTUAL EXHIBITION: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ratih Alifah Putri; Murwonugroho, Wegig; Dharsono, Soni
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i1.15195

Abstract

Kontribusi Esensi dan Estetika User Interface terhadap User Experience dalam Virtual Exhibition: Systematic Literature Review. Desain user interface (UI) merupakan elemen yang sangat esensial untuk menunjang kualitas user experience (UX) agar dapat memunculkan sensasi pameran sungguhan (on-site). Systematic literature review (SLR) bertujuan membangun basis bukti yang andal sebagai dasar rekomendasi kepada desainer Virtual Exhibition (VE) guna membangun VE yang mendekati suasana pameran sebenarnya. SLR ini mereview 30 penelitian tentang virtual reality dan virtual exhibition yang dipublikasikan dalam periode 2018-2022. Jumlah tersebut diperoleh dari 374 penelitian dari database terkemuka (ScienceDirect), yang kemudian dinilai bobot kualitasnya dari tiga aspek (kelayakan metodologis, parameter exposure VE, dan relevansinya dengan pertanyaan penelitian). Temuan dari 30 penelitian tersebut diekstrak secara tabulatif dan disajikan secara tematik. Berdasarkan sintesis atas temuan-temuan yang disorot dalam berbagai literatur, SLR ini merekomendasikan desainer VE untuk memperhatikan esensi, estetika, dan UX dalam membangun VE yang berkesan dan bermakna dalam bentuk tayangan audio-visual.
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP INTERIOR DAN WARNA PENCAHAYAAN BUATAN RESTORAN ELY’S KITCHEN DI UBUD I Dewa Ayu Sukma Indriawati; Maharani, Ida Ayu Dyah; Julianto, I Nyoman Larry
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i1.15528

Abstract

Penggunaan warna pada jenis pencahayaan serta pemilihan bahan dan desain interior mempunyai pengaruh penting terhadap psikologi seseorang ketika berkunjung ke sebuah restoran. Fungsi pada penelitian ini yaitu mengetahui tentang penggunaan cahaya serta desain interior pada pelanggan yang berkunjung ke Ely's Kitchen Ubud Bali. Pada penelitian ini menggunakan acuan dari deskriptif kuantitatif yang melibatkan ratusan pengisian kuisioner yang dilakukan oleh responden melalui situs google form . Hasil dari penelitian ini adalah dalam interior restoran secara berwujud konsep tradisional modern menjadi identitas restoran Ely's Kitchen yang diperkuat dengan penataan sistem pencahayaan dan penghawaan yang baik sehingga nuansa ruang yang segar dan alami semakin terasa. Secarapenerapan konsep nyata pada elemen desain interior tampak pada penggunaan warna, bentuk furnitur, pemilihan aksesoris dan material pada bentuk ruang. Sedangkan warna lighting buatan secara fungsional dilihat dari lighting yang diberikan sesuai fungsinya untuk memperluas ruangan dan membuat ruangan terlihat lebih luas. Secara estetika restoran Ely's Kitchen memberikan pencahayaan untuk menunjang estetika seperti lilin yang akan digunakan untuk makan malam romantis.
DESAIN OUTDOOR SIGNAGE SEBAGAI ELEMEN ESTETIS PADA BANGUNAN DEALER KENDARAAN Sidharta Hariadi; Syarief, Achmad; Widi Utamo, Drajatno; Hariadi, Sidharta
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i1.16250

Abstract

Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) membangun outlet penjualan berupa dealer/store. Corporate identity penting sebagai penanda identitas pada dealer, tetapi juga memiliki fungsi estetis atau nilai keindahan pada signage itu sendiri, dan secara keseluruhan juga dapat sebagai unsur estetis untuk bagian luar bangunan dealer sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana peran desain outdoor signage dapat memberi keindahan pada bagian luar bangunan dealer. Jenis penelitian kualitatif deskriptif analitik yang diperoleh dari hasil pengamatan dealer sepeda motor Honda di Jakarta dan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan elemen-elemen desain dan mempertimbangkan prinsip-prinsip desain dengan baik, seimbang, harmonis, dan proporsional pada desain outdoor signage pada dealer sepeda motor Honda telah mengungkap, bahwa sebagai elemen-elemen outdoor signage, bukan hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga outdoor signage tersebut sebagai unsur estetis telah menghasilkan keindahan bentuk secara keseluruhan terhadap arsitektur bangunan dealer. Kata kunci: outdoor, signage, corporate identity, , estetis, fasade.
STRATEGI RANCANGAN DESAIN PROMOSI LAYANAN PANGGILAN DARURAT 112 INDONESIA Ramadhianto Tri Handoko; Drajatno Widi Utomo; Achmad Syarief
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i1.16353

Abstract

AbstractPromotional Design Strategy Of 112 Indonesia Emergency Call Service. Case Study: Design Scenario For The Introduction And Promotion Of Indonesia's 112 Emergency Calling Service To Generation Z. The 112 Emergency Call Service Program, which is an integrated service, has been running since 2016 in Indonesia. From 40 random respondents, it was found that only 52.5% of the people knew about the Emergency Call Service (Call Center) 112. In fact, according to the results of interviews with the Ministry of Communications and Informatics, Kominfo hopes that the level of public understanding is at least 80%. The reason is that every region in Indonesia has not been fully integrated. The problems that occur are: (a) there is no proper design to become a means of introducing and promoting the 112 Emergency Call Service To Generation Z, and (b) there is still a lack of a design promotion strategy for the 112 Emergency Call Service To Generation Z. The objectives of the research are: (1) drafting a document on the awareness dissemination strategy or the introduction of the Emergency Call Service 112 To Generation Z, (2) producing a design that is in accordance with the awareness dissemination strategy or the introduction of the Emergency Call Service 112 To Generation Z. The research method used is qualitative with focused interviews. The design method for the campaign is the Design Thinking method with 5 stages namely; (i) Emphasize, (ii) Define, (3i) Ideate, (iv) Prototype, and (v) Test. From the results of this study, 3 content pillars can be created, namely: (1) Educative Content, (2) Reels Instagram Video, and (3) Awareness Content. Each pillar content has its own purpose to the audience. This research process is still the first strategy that will be suggested to the Indonesian 112 Emergency Call Service, so it is necessary to carry out A/B testing to see which strategy is effective for implementing the introduction promotion strategy. When the research strategy was tested, the respondents’ results were tested whether they were inline with expectations or not. If most of them answered no, this research process would be repeated to get the appropriate results.Keywords: emergency call service 112, emergency call 112, call center 112, design thinking
PENGEMBANGAN DESAIN AMBUNG MELAYU JAMBI UNTUK MASYARAKAT URBAN DALAM KONTEKS GOOD DESIGN Bustam Effendi; Drajatno Widi Utomo; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v5i2.16811

Abstract

AbstractDevelopment of Jambi Malay Ambung Design for Urban Communities in the Context of Good Design. The existence of a home decor and fashion for urban communities is a must. The home decor and fashion market is very broad because home decor and fashion is one of the mandatory needs of urban communities. Good design is innovative design. Ambung Melayu Jambi needs to be developed into a modern home decoration and fashion that suits the lives of urban people. The research objectives are: (1) to design the home decor and fashion of Ambung Melayu Jambi in accordance with the concept of good design. (2) knowing how to choose quality materials and material combinations so that home decor and fashion can be developed optimally. The research method is a qualitative method. The results showed that the home decor and fashion designs of Ambung Melayu Jambi that matched the concept of good design were innovative, useful and beautiful, while the materials used were environmentally friendly materials such as rattan, wood, bamboo, and bamban. Abstrak Pengembangan Desain Ambung Melayu Jambi Untuk Masyarakat Urban Dalam Konteks Good Design. Keberadaan sebuah home decor dan fashion bagi masyarakat urban menjadi suatu keharusan. Pasar home decor dan fashion sangat luas karena home decor dan fashion merupakan salah satu kebutuhan wajib masyarakat urban. Desain yang baik adalah desain yang inovatif. Ambung Melayu Jambi perlu dikembangkan menjadi home decoration dan fashion yang modern dan sesuai dengan kehidupan orang perkotaan. Tujuan penelitian yaitu: (1) mendesain home decor dan fashion Ambung Melayu Jambi yang sesuai dengan konsep good design. (2) mengetahui cara untuk memilih bahan yang berkualitas dan kombinasi material sehingga home decor dan fashion dapat dikembangkan dengan optimal. Metode penelitian adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain home decor dan fashion Ambung Melayu Jambi yang sesuai konsep good design yaitu inovatif, berguna dan memiliki keindahan sedangkan bahan yang digunakan yaitu bahan ramah lingkungan seperti rotan, kayu, bambu, dan bamban.

Page 11 of 18 | Total Record : 179