cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
senirekarancang@trisakti.ac.id
Editorial Address
Magister Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain Unversitas Trisakti Jln. Kyai Tapa No.1,Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 26566346     EISSN : 26544725     DOI : https://doi.org/10.25105/jsrr
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Seni dan Reka Rancang Jurnal Ilmiah Magister Desain Produk Universitas Trisakti terbit pertama terbit bulan Nopember 2018. Jurnal ini akan diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Nopember oleh Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti. Jurnal ini berisi artikel memuat artukel ilmiah bidang pengetahuan, kajian pendapat, dan gagasan intelektual yang berkaitan dengan bidang studi: Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Desain Produk, Fotografi dan ilmu-ilmu terkait.
Articles 179 Documents
ANALISA IKON FITUR UTAMA PADA APLIKASI SATUSEHAT MENGGUNAKAN TEORI SEMIOTIKA Kartika Magdalena Suwanto; Drajatno Widi Utomo; Ahadiat Joedawinata
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i2.17668

Abstract

AbstractThe SATUSEHAT application is developed as a one-information portal center for Health in Indonesia for both the public and internal scope of the Ministry of Health. The main features of this application are visualized using images as icons as one of the application's elements. The images that make up these icon elements can be recognized as signs triggering interaction between the user and the application. In this article, a study of the meaning of icons in the SATUSEHAT application will be analyzed using a literature review method using the theory of Semiotics proposed by Charles Sanders Peirce. Peirce's Semiotics theory discusses the trichotomous relationship between signs as icons, indexes, and symbols. Signs on icon elements in the SATUSEHAT application, which were successfully analyzed using Semiotic theory, concluded that Peirce's semiotic theory could be used to translate the meaning of an image or design.Keywords: icon, application, semiotic, peirce's semiotic   Abstrak Aplikasi SATUSEHAT adalah aplikasi yang dikembangkan sebagai pusat portal satu informasi Kesehatan di Indonesia baik untuk lingkup publik maupun internal Kementerian Kesehatan. Fitur utama pada aplikasi ini divisualisasikan menggunakan gambar-gambar sebagai elemen ikon. Gambar-gambar yang menjadi elemen ikon ini dapat dikenali sebagai tanda yang muncul untuk mendorong interaksi antara pengguna dengan aplikasi itu sendiri. Pada tulisan kali ini akan dilakukan suatu kajian makna dari ikon pada aplikasi SATUSEHAT dengan metode kajian literatur menggunakan teori Semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce. Teori Semiotika Peirce membahas bagaimana hubungan trikotomi antara tanda sebagai ikon, indeks dan simbol. Tanda pada elemen ikon di aplikasi SATUSEHAT yang berhasil dianalisa menggunakan teori Semiotika menyimpulkan bahwa teori semiotika Peirce dapat dipakai sebagai landasan untuk menerjemahkan makna dari suatu gambar atau desain. Kata Kunci: ikon, aplikasi, semiotika, semiotika peirce
REPRESENTASI SUSTAINABILITY PADA KEMASAN KOSMETIK DALAM RANGKA KOMODIFIKASI : SUSTAINABLE MYTH REPRESENTATION ON INNISFREE COSMETIC PACKAGING IN THE FRAMEWORK OF COMMODIFICATION Dipa Sandi Dewanty; Agung Eko Budiwaspada; Cama Juli Rianingrum
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v7i1.17670

Abstract

High competition between brands encourages marketers to be more creative in maximizing marketing strategies, one of which is through product packaging design. Some cosmetic manufacturers that use a commodification strategy in packaging design are Innisfree, which uses the concept of sustainable packaging. The emergence of commodification practices in packaging design visualization is studied through the sign system that appears on the packaging to understand the meaning contained therein and understand these signs through the meaning of connotations and myths. How does the sustainable concept, the display of verbal and visual elements in packaging design such as color, logo, typography, and images/illustrations become a product commodification strategy by transforming use value into exchange value through sustainable meanings. The aim of the research is to understand sustainable materials used in packaging structures, and understand sustainable representation through packaging design elements used in packaging as a form of commodification. This research is a type of descriptive qualitative research with a case study method. Data collection was carried out using non-participant observation techniques, documentation and literature study. Data analysis uses SPC's Sustainable Packaging criteria to identify sustainable packaging standards used by cosmetic products. Roland Bathes' theory was used to obtain ideologies and myths, then researchers used commodification theory as an effort to answer the formulation of signs used as a commodification strategy. The results of this research indicate the practice of visual commodification, where commodification is formed from material and narrative differences in the visual elements used. So it can be concluded that the concept of sustainable packaging design can be constructed if the materials and visual elements can represent sustainable products holistically.
ANALISA FAKTOR KENYAMANAN FISIK INTERIOR TERHADAP POLA KERJA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA (STUDI KASUS: HOTDESK GOWORK PONDOK INDAH) Savira Hutami Nusi; Sangayu Ketut Laksemi Nilotama; Ahadiat Joedawinata
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i2.17747

Abstract

Abstract The changes in work habits in recent years are influenced by the pandemic and technological advancements, resulting in the prevalence of online working. This way, they can do work independently without requiring standardized office space. However, there is still the issue of the company and its employees finding a suitable and convenient working area to fulfill the requirements to increase work productivity. GoWork Pondok Indah, with its hotdesk area, can be one of the options for current working habits. This research addresses the issue of physical comfort factors in the interior that affect work habits and user productivity. The study analyzes physical factors, such as temperature, noise level, and lighting, which influence work productivity. This study uses a descriptive qualitative method to get a clearer picture of the physical comfort factors. The study results indicate that, regarding physical factors, the temperature aspect in the hotdesk area is already comfortable as it aligns with the comfort standards. However, improvements are needed in noise level and lighting as they still need to meet the standards of interior comfort.  Keywords: Working Habits, Co-Working Space, Convenience, Productivity, GoWork   Abstrak Perubahan pola kerja saat ini dipengaruhi pandemi dan kemajuan teknologi, sehingga pola kerja saat ini adalah online working. Bekerja dapat dilakukan secara mandiri, tanpa harus menggunakan ruang dengan standar ukuran tertentu seperti kantor pada umumnya. Sehingga membuat pekerja membutuhkan tempat kerja yang nyaman dan dapat memenuhi kebutuhan kerja sehingga meningkatkan produktivitas. GoWork Pondok Indah pada area hotdesk dapat menjadi salah satu pilihan atas pola kerja saat ini. Penelitian ini mengangkat masalah mengenai faktor kenyamanan fisik interior terhadap pola kerja yang mempengaruhi produktivitas kerja pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa aspek faktor kenyamanan fisik yaitu pada aspek penghawaan, kebisingan dan pencahayaan yang mempengaruhi produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai faktor kenyamanan fisik yang terjadi. Hasil penelitian kenyamanan pengguna yang dilihat dari faktor fisik didapatkan bahwa aspek penghawaan yaitu suhu pada area hotdesk sudah nyaman karena sudah sesuai dengan standar kenyamanan, namun pada aspek kebisingan dan aspek pencahayaan harus dilakukan perbaikkan karena masih belum sesuai dengan standar kenyamanan interior. Kata kunci: Pola Bekerja, Co-Working Space, Kenyamanan, Produktivitas, GoWork
PEMANFAATAN TENUN ATBM SUTRA FABRIKASI KABUPATEN PASURUAN PADA WOMEN’S WEAR SUSTAINABLE FASHION UNTUK PASAR AUSTRALIA Janet Rine Teowarang; Krishna Hutama; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i2.17749

Abstract

Abstract Indonesia's fashion and textile industry is now trying to recover from the COVID-19 pandemic, which has significantly affected and stopped the productivity of eri silk farmers. In 2021, supplies of eri silk fiber began to be regained again through the KUPU Sutra organization from fundraising by Lenzing and MSME KaIND. However, the supply of eri silk fiber requires a definite sustainability cycle in order that eri silk farmers and handloom weaving artisans have good job stability by supporting their productivity. Women's wear sustainable fashion designed by fashion brand Allegra Jane in collaboration with the Australian fashion designer to be exhibited in Brisbane to introduce Pasuruan Regency handloom fabrication silk textile to the Australian market. This research is experimental-based research using an experimental design approach and experimental fashion. This research aims to utilize Pasuruan Regency handloom fabrication silk textile progressed into sustainable women's wear products with the theme 'Pasuruan Regency Fabrication Silk Within Fashion.' Keywords: Pasuruan Regency, women’s wear sustainable fashion, peace silk, fabrication silk, Australia market Abstrak Industri fashion dan tekstil di Indonesia kini berupaya bangkit dari pandemi COVID-19 yang memberikan dampak cukup besar, termasuk produktivitas petani yang membudidayakan ulat sutra eri juga sempat terhenti. Tahun 2021 persediaan serat sutra eri mulai kembali terkumpul melalui Koperasi KUPU Sutra karena penggalangan dana yang dilaksanakan oleh Lenzing dan UMKM KaIND. Namun, persediaan serat sutra eri memerlukan siklus keberlanjutan yang pasti, agar para petani sutra eri dan artisan tenun ATBM mempunyai stabilitas kerja baik dengan mendukung produktivitas mereka. Women’s wear sustainable fashion didesain oleh brand fashion Allegra Jane berkolaborasi dengan fashion desainer Australia untuk dipamerkan di kota Brisbane dengan tujuan mengenalkan tenun ATBM sutra fabrikasi Kabupaten Pasuruan untuk pasar Australia. Penelitian ini adalah experimental-based research yaitu dengan experimental design approach dan experimental fashion. Pelaksanaan penelitian ini bertujuan memanfaatkan tenun ATBM sutra fabrikasi Kabupaten Pasuruan yang diolah menjadi produk women’s wear sustainable fashion dengan tema ‘Pasuruan Regency Fabrication Silk Within Fashion’. Kata kunci: Pasuruan Regency, women’s wear sustainable fashion, peace silk, fabrication silk, pasar Australia
KAJIAN DESAIN KARAKTER SEMUT PADA BUKU CERITA TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK ANAK USIA DINI (STUDI KASUS: MISTERI HILANGNYA SI CACING TANAH) Hendriyo Kustrianjaya; Cama Juli Rianingrum; Acep Iwan Saidi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i2.17762

Abstract

This study aims to analyze character design in the children's book MHCT (Misteri Hilangnya si Cacing Tanah). Through literature reviews and analysis of popular children's book samples, particularly those translated from non-Indonesian publications, this research identifies key elements in character design in the MHCT book that are interconnected through visual storytelling about waste management in the surroundings. The results indicate that characters are combination of shape, color, expression, and style is a crucial aspect in creating appealing and memorable characters for young reader, especially kids from 7 to 10 years old. Keywords : children picturebooks, waste management for kids, character design  Studi ini bertujuan untuk menganalisis desain karakter dalam buku cerita anak MHCT (Misteri Hilangnya si Cacing Tanah). Melalui tinjauan pustaka dan analisis terhadap sampel buku cerita anak yang popular terutama terjemahan dari buku terbitan luar Indonesia. Penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen kunci dalam desain karakter di buku MHCT menggunakan teori dari Bryan Tillman. Karakter ini dikaitkan melalui komunikasi visual cerita dalam pengelolaan sampah disekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bentuk, warna, ekspresi, dan gaya yang kohesif merupakan aspekpenting dalam menciptakan karakter yang menarik dan mudah diingat bagi pembaca muda. Kata Kunci :buku cerita anak bergambar, ramah lingkungan, desain karakter
ANALISIS SEMIOTIKA VISUAL DESAIN MASKOT KOTA MAKASSAR Miftahul Jannah At Tabrani; Elda Franzia Jasjfi; Acep Iwan Saidi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i2.17763

Abstract

An effective mascot is one that can depict a city, its philosophy, convey its vision and mission, and become a part of its public. In 2005, the Makassar City Government introduced the Si Jago mascot in its city branding. This research aims to analyse the design of the Makassar City mascot using Charles Sanders Peirce's semiotics approach with the concept of the meaning triangle, in which a sign is formed by the triangular relationship between the representamen related to the selected object, ultimately resulting in an interpretant. The analysis was conducted on the Si Jago mascot using a qualitative method. The results of this study conclude that the visualisation of the Si Jago mascot, which is a representamen, has iconic, symbolic, and indexical presence. Si Jago mascot becomes a great and distinctive identity of the local culture so that it can be a means of introducing Makassar City to a wider audience so that the culture of Makassar City can be widely known. Keywords : Mascot, Peirce’s Semiotics, Makassar City Maskot yang efektif adalah maskot yang mampu menggambarkan sebuah kota, filosofi, membawa gambaran visi dan misi, serta mampu menjadi bagian dari dari publik itu sendiri. Di tahun 2005, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan maskot Si Jago pada city brandingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam desain maskot Kota Makassar menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dengan konsep segitiga makna, di mana tanda dibentuk oleh hubungan segitiga antara representamen berhubungan dengan objek yang dipilih, pada akhirnya akan menghasilkan interpretan. Analisis dilakukan terhadap maskot Si Jago menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa visualisasi maskot Si Jago yang merupakan representamen yang kehadiran bersifat ikonik, simbolik dan indeksikal. Maskot Si Jago menjadi kehebatan dan penuh identitas ciri khas budaya setempat sehingga dapat menjadi wadah pengenalan Kota Makassar ke masyarakat lebih luas agar budaya Kota Makassar dapat diketahui secara umum. Kata Kunci : Maskot, Semiotika Pierce, Kota Makassar
STUDI KELAYAKAN ATMOSPHERE PASAR IKAN MODERN SEBAGAI PEMBAHARUAN PASAR IKAN TRADISIONAL (Komparasi Pasar Ikan Modern Muara Baru dan Pasar Grosir Ikan Muara Angke): FEASIBILITY STUDY ATMOSPHERE OF THE MUARA BARU MODERN FISH MARKET AS A RENEWAL OF THE TRADITIONAL FISH MARKET Roland Ananda; Wahyu Ramandha Putro; Andrea Cecilia
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v7i1.18348

Abstract

Feasibility Study Atmosphere of The Muara Baru Modern Fish Market as a Renewal of The Traditional Fish Market. The Luar Batang Fish Market, which was built during the Dutch colonial administration as Vismarkt, is a fish auction center in Jakarta which has now been relocated because of its very poor condition. The Luar Batang Fish Market Traders were relocated to two places, namely the Muara Angke Wholesale Fish Market and Muara Baru Fish Market to provide a decent place to trade. In 2019, The Muara Baru Fish Market was relocated again and changed its name into Muara Baru Modern Fish Market in response to problems that arise in the traditional fish market. The purpose of this study is to discuss what are the factors that distinguish the atmosphere between traditional and modern fish markets, how the transformation of fish market design has impacts on local communities, traders and buyers, and what are the values that change, remain, lost and arises from the phenomenon of changes in traditional fish market designs into modern ones using the research methods of comparison, continuity and changes, through semiotics.  
ONCE UPON A TOWN : VISUALISASI RUANG HIJAU JAKARTA DALAM FOTO MONTASE AKAN MENGHASILKAN KARYA FOTOGRAFI MONTASE : ONCE UPON A TOWN: VISUALIZING JAKARTA'S GREEN SPACES THROUGH PHOTOMONTAGE PHOTOGRAPHY Silviana Amanda Aurelia Tahalea; Erlina Novianti; Asih Retno Dewanti; FX. Damarjati
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v7i2.18483

Abstract

Penelitian penciptaan karya Once Upon a Town : Visualisasi Ruang Hijau Jakarta dalam Foto Montase akan menghasilkan karya fotografi montase yang merupakan visualisasi dari imajinasi penulis mengenai konsep kota hijau. Teknologi fotografi merupakan alat rekam, representasi dan re-imagining citra kota. Visualisasi fotografi merupakan sarana yang dinamis untuk menangkap keadaan kota. Citra atau imaji merupakan bayangan visual yang menghadirkan kembali sebuah gambar atau karya fotografi baik yang merupakan refleksi kenyataan maupun refleksi fantasi seorang fotografer. Terdapat banyak pendekatan untuk menghadirkan sebuah karya fotografi salah satunya montase yang merupakan gabungan dari beberapa foto atau gambar atau campuran dari  keduanya yang menghasilkan sebuah gambar baru untuk melukiskan gagasan yang berkaitan (Rusli  Dosen Jurusan Fotografi et al., 2016). Jakarta sebagai Kawasan urban merupakan kota yang beragam, mulai dari kelas sosial, suku, ras, agama dan profesi yang berbeda-beda, hadir di Jakarta.  Kepadatan penduduk Jakarta membuat ruang hijau yang mempunyai peran penting yaitu sebagai paru-paru kota dan ruang berinteraksi menjadi hampir tidak tersedia. Berdasarkan laman informasi DKI Jakarta, luas ruang hijau di Jakarta hanya 5.18 persen dari presentasi minimum yaitu 20 persen. Konsep kota hijau, sustainable city, smart city sekarang ini sudah banyak dicanangkan akan tetapi implementasinya tidak begitu signifikan, seperti apa visualisasi dari konsep kota hijau  tidak terlihat secara gamblang dalam tata kota Jakarta. Oleh karena itu, penting untuk memvisualisasikan kembali betapa pentingnya ruang hijau dalam keseharian masyarakat Jakarta. Salah satu cara untuk memvisualisasikan kembali pentingnya ruang hijau di Jakarta adalah melalui foto montase. Dalam foto montase, gambar-gambar yang diambil dari beberapa sumber digabungkan menjadi satu gambar yang lebih besar dan menarik. Tujuan penciptaan karya fotografi ini adalah visualisasi dari  imajinasi penulis mengenai penerapan konsep kota hijau dalam kehidupan urban Kota Jakarta dengan pendekatan fotografi montase. Metode  penelitian yang digunakan adalah Metode kualitatif deskriptif. Penulis akan mencari literasi data dan data lapangan tentang deskripsi dan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai      sifat-sifat, fakta-fakta tentang kota hijau. Analisis data akan menjadi dasar visual foto montase. Hasil dari foto montase ini dapat menginspirasi masyarakat Jakarta untuk memperhatikan dan menjaga ruang hijau yang ada di sekitarnya, serta membangun ruang hijau baru di tempat-tempat yang memungkinkan.
ANALISIS IKLAN SEPATU COMPASS EDISI “IKLAN INI TIDAK LULUS SENSOR” Widiya Lestari Harahap; Drajatno Widi Utomo; Acep Iwan Saidi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i1.18720

Abstract

AbstractAdvertising is the use of paid media by a seller to communicate persuasive information about the product (idea, goods, services) owned (M. SUYANTO, n.d.). The use of visual elements in the advertisement creates its own message in it. One of them is what the Compass shoe brand did in the “Iklan Ini Tidak Lulus Sensor” edition of the ad which uses visual elements that are a sign as a means of conveying the advertising message. The focus of the problem to be researched in the “Iklan Ini Tidak Lulus Sensor” edition of advertising are the visual elements that shape the message in the ad. This study aims to understand the meaning in the level of denotation and connotation and describe what message is displayed in the “Iklan Ini Tidak Lulus Sensor” edition of the ad. To analyze it used the analysis of Barthes semiotics. Through this research, it is hoped that it can enrich understanding in understanding the message contained in a painting. Keywords: Advertising, Compass, Barthes SemioticsAbstrakPeriklanan merupakan penggunaan media bayaran oleh seorang penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasive tentang produk (ide, barang, jasa) yang dimiliki (M.SUYANTO, n.d.). Penggunaan elemen-elemen visual yang ada pada iklan menciptakan pesan tersendiri didalamnya. Salah satunya yaitu yang dilakukan oleh brand sepatu Compass dalam iklan edisi “Iklan Ini Tidak Lulus Sensor” yang menggunakan elemen-elemen visual yang merupakan sebuah tanda sebagai sarana menyampaikan pesan iklan. Fokus masalah yang akan diteliti dalam iklan edisi “Iklan Ini Tidak Lulus Sensor” adalah elemen-elemen visual pembentuk pesan pada iklan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dalam tingkatan denotasi dan konotasi serta mendeskripsikan pesan apa yang ditampilkan pada iklan edisi “Iklan Ini Tidak Lulus Sensor”. Untuk menganalisisnya digunakan analisis semiotika Barthes. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman dalam memahami pesan yang terdapat pada suatu lukisan.
PENGEMBANGAN DESAIN FONT DIGITAL BERDASARKAN GAMBAR HURUF KARYA DRS SUYADI Vera Waradya; Elda Franzia Jasjfi; Achmad Syarief
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i1.18721

Abstract

AbstractDrs Suyadi, known as Pak Raden, a character from the TV series Puppet si Unyil, for more than 60 years has produced various high-quality works of art, one of which is a unique and interesting lettering image, which has received little attention. Making digital fonts based on letter images by Drs Suyadi is one of the efforts to maintain its existence. However, Drs Suyadi’s hand-lettering alphabet is not yet complete. Before the design is developed and digital fonts are made, this alphabet must be completed first. Therefore, this research is to identify the characteristics of the letter image by Drs Suyadi, complete the incomplete character of the letter, develop the design of the typeface and create the digital font, and evaluate the results of the development of the letter design. The research approach is mixed. Qualitative mode with observation, interviews, and design, and qualitative mode with evaluation of the response to the results with a questionnaire. The results are “Pak Raden” typeface, “Pak Raden” digital font, and survey results that show a positive response to 5 questions regarding memory, design suitability, suitability of the name of the typeface, compatibility with Pak Raden’s character, and the ease of recognizing each letter.Keywords: hand-lettering letters, Drs Suyadi, typeface, Pak Raden, typographyAbstrakDrs Suyadi, dikenal sebagai Pak Raden, tokoh dari serial TV Boneka si Unyil, selama lebih dari60 tahun telah menghasilkan berbagai karya seni bermutu tinggi yang salah satunya adalah gambar huruf yang unik dan menarik, tetapi kurang mendapat perhatian. Pembuatan fontdigital berdasarkan gambar huruf karya Drs Suyadi merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan keberadaanya. Namun demikian abjad gambar huruf karya Drs Suyadi ini belum lengkap. Sebelum kemudian dikembangkan desainnya dan dibuatkan rupa huruf dan font digitalnya, abjad huruf ini harus dilengkapi dulu. Karenanya penelitian ini adalah mengidentifikasi ciri khas gambar huruf karya Drs Suyadi, melengkapi karakter huruf yang belum lengkap, mengembangkan desain rupa huruf dan membuat font digitalnya, serta melakukan evaluasi dari hasil pengembangan desain huruf. Pendekatan penelitian adalah campuran (mix). Modus kualitatif dengan observasi, wawancara, dan perancangan, serta modus kualitatif dengan evaluasi respon terhadap hasil dengan kuesioner. Hasil rancangan berupa desain rupa huruf “Pak Raden”, font digital “Pak Raden”, dan hasil survey yang menunjukkan respon positif terhadap 5 pertanyaan menyangkut memori, kesesuain desain, kesuaian nama rupa huruf, keseuaian dengan karakter Pak Raden, dan kemudahan mengenali setiap huruf.Kata kunci: gambar huruf, Drs Suyadi, rupa huruf, Pak Raden, tipografi