cover
Contact Name
Sugeng Supriyanto
Contact Email
jfks@unimugo.ac.id
Phone
+6281572929655
Journal Mail Official
jfks@unimugo.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Gombong Address: Jl. Yos Sudarso No.461 Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54412. Phone: (0287) 472433 | Email: jfks@unimugo.ac.id
Location
Kab. kebumen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
ISSN : 28092899     EISSN : 28092899     DOI : http://dx.doi.org/10.26753/jfks.v2i1.784
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Klinik & Sains (JFKS) mainly focuses a current topic in Pharmaceutical scineces, pharmaceutical management and pharmacy practice are also considered for publication by the Journal. JFKS is open for various fields such as pharmaceutical technology, pharmacognosy and phytochemistry, pharmaceutical microbiology and biotechnology, pharmacokinetics, pharmacology and toxicology, pharmaceutical Chemistry, community and clinical pharmacy, regulatory affairs and management pharmacy, pharmacoeconomic, social Pharmacy.
Articles 95 Documents
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DI UPTD PUSKESMAS KUWARASAN TENTANG PRODUK OBAT HALAL Sahro, Intan Fatimah; Handayani, Eka Wuri; Widiastuti, Tri Cahyani; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i2.1845

Abstract

Kehalalan produk obat menjadi perhatian penting bagi masyarakat Muslim di Indonesia, namun dari 19.483 produk farmasi yang terdaftar di BPOM tahun 2022, hanya 13,27% yang telah bersertifikat halal. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap produk obat halal dan menganalisis hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat pengetahuan. Metode penelitian adalah deskriptif-analitik dengan pendekatan potong lintang pada 331 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas (r > 0,361) dan reliabilitas (α = 0,912), kemudian dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (82,77%), berusia 26–40 tahun (28,7%), berpendidikan SMA (58,6%), dengan tingkat pengetahuan baik (94,56%), cukup (4,53%), dan kurang (0,91%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,021) dan pernah mendapat informasi (p=0,001) dengan tingkat pengetahuan. Kesimpulannya, mayoritas pasien memiliki pengetahuan baik tentang produk obat halal. Diperlukan program edukasi berkelanjutan khususnya untuk kelompok dengan pendidikan rendah dan yang belum pernah mendapat informasi tentang obat halal.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL BUAH DAN DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) PADA IKAN ZEBRA (Danio rerio) Nurhidayati, Lailiana Garna; Alfiraza, Ery Nourika; Diana, Intan Mauli; Krisdiantho, Roos Kemal
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i2.1931

Abstract

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah tanaman yang banyak ditemui di Indonesia. Buah dan daun belimbing wuluh dikenal banyak memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi salah satunya sebagai agen antikanker. Uji toksisitas akut dapat dilakukan sebagai skrining awal untuk melihat potensi agen antikanker dari suatu senyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut ekstrak buah dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada ikan zebra (Danio rerio). Metode pengujian menggunakan hewan uji ikan zebra (Danio rerio) yang diberi sampel perlakuan konsentrasi 1000, 800, 400, 200 dan 100 ppm dengan medium akuades dan pengamatan selama 96 jam. Hasil yang diperoleh pada ekstrak daun dan buah belimbing wuluh berturut-turut memiliki toksisitas dengan LD50 591,851 ppm dan 41,609 ppm. Hasil tersebut dapat dikategorikan bahwa ekstrak daun dan buah belimbing wuluh memiliki potensi toksisitas yang bersifat toksik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah belimbing wuluh ini dapat dikembangkan menjadi kandidat obat antikanker.
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERSEPSI APOTEKER TERHADAP KEHALALAN OBAT DI APOTEK DI KABUPATEN KEBUMEN Ayuntinasih, Septiana; Widiastuti, Tri Cahyani; Khuluq, Muh Husnul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i2.1414

Abstract

Indonesia memiliki penduduk mayoritas menganut agama Islam. Tanggungjawab pemerintah adalah memastikan produk sesuai standar kehalalan, termasuk obat-obatan. Peran Apoteker, sangat signifikan dalam menentukan pilihan obat terhadap pasien penggunaan obat yang terkandung bahan yang tidak diperbolehkan oleh umat Islam. Prioritas umat muslim di Indonesia adalah produk yang halal. Status kehalalan suatu obat merupakan hal penting yang akan diperhatikan oleh seseorang sebelum membeli sebuah produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Persepsi Apoteker terhadap kehalalan obat di apotek di Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling dengan jumlah apoteker 174. Data diambil dengan cara mengisi kuisioner. Hasil yang diperoleh yakni Tingkat Pengetahuan Apoteker terhadap kehalalan obat berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh 24 responden (31,17%) baik sekali dan 53 responden (68,83%) baik. Sikap apoteker terhadap kehalalan obat diperoleh 62 responden (80,52%) sangat mendukung dan 15 responden (19,48%) mendukung. Persepsi apoteker terhadap kehalalan obat diperoleh 36 responden (46,75%) sangat mendukung dan 33 responden (42,86%) mendukung, 7 responden (9,09%) cukup mendukung, 1 responden (1,30%) tidak mendukung. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan apoteker terhadap kehalalan obat di Kabupaten Kebumen itu baik, sedangkan sikap dan persepsi apoteker terhadap kehalalan obat di Kabupaten Kebumen itu sangat mendukung.
CLINICAL OBSERVATION OF MALONDIALDEHYDE FREE RADICAL COMPOUND LEVELS IN URINE SAMPLES OF SMOKERS AND NON SMOKERS GIVEN JUICE WATERMELON (Citrullus Lanatus) ZAMRUDDIN, NUR MASYITHAH; Dwi Septiani, Kadek Ayu; Almeida, Maria; Rusman, Arman; Jafar, Fahriani Istiqamah; Herman, Herman
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i2.1933

Abstract

Malondialdehid (MDA) merupakan biomarker stres oksidatif akibat keberadaan radikal bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar MDA urin dan asam urat pada responden perokok dan non perokok dan mengetahui perubahan kadar MDA urin dan asam urat pada responden perokok dan non perokok yang diberikan minuman antioksidan jus buah semangka (Citrullus lanatus). Metode penelitian yang digunakan adalah pre-post test design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA urin pada perokok aktif dan bukan perokok sebelum pemberian jus semangka adalah 2,666 nmol/mL dan 1,506 nmol/mL, sedangkan hasil penelitian setelah pemberian jus semangka pada hari ke-7 pada responden adalah 0,799 nmol/mL dan 0,539 nmol/mL. Sedangkan kadar asam urat awal masing-masing responden sebesar 7,5 mg/dL dan 6,6 mg/dL dan hasil penelitian setelah pemberian jus pada hari ke-7 kepada responden sebesar 6,1 mg/dL dan 5,7 mg/dL. Pada hasil analisis statistik menggunakan uji-t didapatkan nilai p0,05 pada kadar asam urat perokok dan nilai p
Identifikasi Mutu Simplisia dan Ekstrak Serta Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Ma'ruf, Muhammad; Febrianti, Dwi Rizki; Kumalasari, Eka; Amukti, Danang Prasetyaning; Santoso, Blegoh Iwan
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i2.1862

Abstract

Sungkai (Peronema canescens Jack.) merupakan salah satu tanaman yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk berbagai jenis penyakit. Tanaman ini khususnya pada bagian daun diketahui mengandung flavonoid alkaloid saponin tanin dan terpenoid atau steroid yang berperan sebagai antioksidan. Namun data terkait variasi mutu simplisia dan ekstrak daun sungkai masih terbatas sehingga berpotensi memengaruhi konsistensi aktivitas dan kualitas produk herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia dalam simplisia dan ekstrak daun sungkai, serta menguji kemampuan antioksidannya dengan metode DPPH. Penelitian ini diawali dengan pengambilan daun sungkai segar yang kemudian diolah menjadi simplisia dan diekstraksi menggunakan etanol 96% melalui metode maserasi. Karakterisasi simplisia dan ekstrak dilakukan melalui uji organoleptik, penetapan parameter spesifik dan nonspesifik, serta skrining fitokimia. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan vitamin C sebagai pembanding serta mengacu pada kriteria klasifikasi nilai IC₅₀ untuk menentukan tingkat kekuatan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak daun sungkai mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, serta terpenoid/steroid. Parameter mutu simplisia memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia. Uji DPPH menghasilkan nilai IC₅₀ vitamin C sebesar 7,80 ppm dan ekstrak daun sungkai sebesar 14,55 ppm. Keduanya termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat kuat, meskipun ekstrak daun sungkai sedikit lebih rendah dibanding vitamin C. Temuan ini menunjukkan bahwa daun sungkai berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami serta menjadi dasar dalam upaya standardisasi bahan baku dan pengembangan sediaan herbal.

Page 10 of 10 | Total Record : 95