cover
Contact Name
Rini Setiati
Contact Email
rinisetiati@trisakti.ac.id
Phone
+6221-5663232
Journal Mail Official
jftke@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi - Universitas Trisakti Kampus A, Gedung D Universitas Trisakti Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat, Indonesia Phone: (62-21) 566 3232
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Eksakta Kebumian
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : 2775913X     DOI : https://doi.org/10.25105/jek
Core Subject : Science,
Merupakan wadah untuk mempublikasikan karya tulis Teknik Perminyakan, Teknik Geologi dan Teknik Pertambangan. Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan diharapkan dapat menjadi referensi perkembangan teknologi kebumian
Articles 206 Documents
Kajian Teknis-Ekologis Keberhasilan Reklamasi Disposal Eeagle 3 PT IPC Berdasarkan Regulasi Nasional: Technical Studies-Ekological Succession of Disposal Eagle 3 PT IPC based on National Regulation Tasya Romaria Rettob; Edy Jamal Tuheteru; Ririn Yulianti
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Kegiatan reklamasi merupakan bagian integral dalam siklus pertambangan yang bertujuan untuk memulihkan kembali kondisi lahan pasca-penambangan agar dapat berfungsi secara ekologis, sosial, dan ekonomi. Reklamasi menjadi penentu keberlanjutan lingkungan pasca-eksploitasi, terutama dalam kegiatan pertambangan terbuka yang menyebabkan gangguan fisik, kimia, dan biologi pada lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan reklamasi pada Disposal Eagle 3 milik PT IPC seluas 2,7 hektar yang telah direklamasi pada tahun 2018. Evaluasi dilakukan dengan mengacu pada parameter-parameter keberhasilan yang tercantum dalam Kepmen ESDM No. 1827K/30/MEM/2018, yang meliputi aspek teknis penatagunaan lahan, kondisi media tanam, stabilitas tanah, revegetasi, serta pemeliharaan. Metode yang digunakan meliputi analisis dokumentasi teknis, observasi lapangan, dan perbandingan capaian dengan standar kriteria keberhasilan reklamasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disposal Eagle 3 memperoleh nilai total 98% dengan pencapaian maksimal pada hampir seluruh aspek, meliputi penatagunaan lahan, penebaran topsoil, pengendalian erosi, revegetasi, dan penyelesaian akhir. Capaian ini menunjukkan bahwa reklamasi telah dilaksanakan secara optimal dan sesuai dengan pedoman teknis yang berlaku, serta dapat menjadi referensi praktik reklamasi berkelanjutan di wilayah pertambangan lainnya.     Reclamation is an essential phase in the mining cycle, aiming to restore post-mining land to ecological, social, and economic functionality. In open-pit mining, where land degradation is significant, reclamation ensures long-term environmental sustainability. This study evaluates the reclamation success of Disposal Eagle 3, owned by PT IPC, which was reclaimed in 2018. The assessment refers to the criteria set by ESDM Decree No. 1827K/30/MEM/2018, covering land arrangement, topsoil application, erosion control, revegetation, acid mine drainage (AMD) management, and maintenance. The methodology includes technical documentation analysis, field observations, and comparison with reclamation success benchmarks. Results indicate a total evaluation score of 98%, showing excellent outcomes across almost all components. High performance in land stability, vegetation growth, and erosion prevention reflects optimal implementation. This study concludes that reclamation at Disposal Eagle 3 was successfully carried out according to regulatory standards and offers a strong reference for best practices in sustainable mine reclamation in Indonesia.
PENGARUH FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN TERHADAP PERFORMA DIGGING TIME KOMATSU PC-2000: The Effect of Fragmentation of Explosion Results on The Performance of Digging Time of Komatsu PC-2000 Muhammad Rifki; Maharani Rindu; Ryan Paranindya
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Kegiatan pembongkaran overburden di PT. Arutmin Indonesia–Tambang Batulicin dilakukan dengan kegiatan pemboran dan peledakan. Dengan adanya peledakan akan menghasilkan ukuran fragmentasi yang diharapkan. Hasil fragmentasi peledakan yang baik dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah geometri peledakan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fragmentasi hasil peledakan terhadap digging time Komatsu PC-2000. Fragmentasi batuan dianalisis menggunakan perangkat lunak Split Dekstop 2.0, sedangkan digging time diukur secara langsung menggunakan stopwatch. Hasil menunjukan rata-rata fragmentasi untuk kedalaman lubang 9 meter sebesar 60 cm dengan digging time 13,2 detik. Korelasi antara fragmentasi dan digging time adalah 0,0741 pada Komatsu PC-2000 (sangat lemah) ini diduga adanya faktor lain bisa jadi karena faktor kekerasan batuan, kondisi geologi, kondisi alat gali muat dan faktor pengoperasian alat.     Overburden demolition activities at PT. Arutmin Indonesia–Batulicin Mine are carried out by drilling and blasting activities. With blasting, the expected fragmentation size will be produced. Good blasting fragmentation results are influenced by several factors, one of which is the blasting geometry. This study aims to evaluate the effect of blasting fragmentation on the digging time of the Komatsu PC-2000 excavator. Rock fragmentation was analyzed using Split Desktop 2.0 software, while digging time was measured directly using a stopwatch. The results showed an average fragmentation for a hole depth of 9 meters of 60 cm with a digging time of 13.2 seconds. The correlation between fragmentation and digging time is 0.0741 for the Komatsu PC-2000 (very weak). It is suspected that there are other factors, possibly due to rock hardness, geological conditions, excavator conditions and equipment operation factors.
OPTIMALISASI KINERJA DUMP TRUCK HINO FM 260 JD UNTUK MENDUKUNG TARGET PRODUKSI CRUSHER DI PT. GUNUNG KECAPI: OPTIMIZATION OF HINO FM 260 JD DUMP TRUCK PERFORMANCE TO SUPPORT CRUSHER PRODUCTION TARGET IN PT. GUNUNG KECAPI Ricardo Dwi Alvian; Pantjanita Novi Hartami; Christin Palit
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kinerja alat angkut Dump Truck Hino FM 260 JD dalam mendukung target produksi unit crusher di PT. Gunung Kecapi, Kabupaten Purwakarta. Berdasarkan data operasional bulan April dan Mei 2024, diketahui bahwa target produksi perusahaan sebesar 47.250 ton per bulan belum tercapai secara konsisten. Produktivitas aktual dump truck tercatat sebesar 62,36 ton/jam pada bulan April dan 66,05 ton/jam pada bulan Mei, sedangkan target perusahaan adalah 100 ton/jam. Evaluasi menunjukkan bahwa rendahnya produktivitas disebabkan oleh keterbatasan jumlah armada, waktu tunggu saat pemuatan, dan kondisi jalan tambang yang kurang mendukung. Simulasi menunjukkan bahwa penambahan minimal dua unit dump truck dapat meningkatkan produktivitas hingga melampaui target. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis untuk optimalisasi sistem pengangkutan material menuju crusher.     This study evaluates the performance of Hino FM 260 JD dump trucks in supporting the production target of the crusher unit at PT. Gunung Kecapi, Purwakarta. Based on operational data from April and May 2024, it was found that the company's monthly target of 47,250 tons has not been consistently met. Actual dump truck productivity was recorded at 62.36 tons/hour in April and 66.05 tons/hour in May, while the target was 100 tons/hour. The low productivity is mainly due to the limited number of dump trucks, long loading wait times, and poor haul road conditions. A simulation indicates that adding at least two dump trucks would significantly improve hauling capacity beyond the target. This study provides technical recommendations to optimize the material hauling system to the crusher.
ANALISIS PRODUKTIVITAS AKTUAL UNIT ROLL CRUSHER PADA DAERAH TAMBANG PT. GUNUNG BALE, KABUPATEN MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR: Analysis of Actual Productivity of Roll Crusher Units in PT. Gunung Bale Mining Area, Malang Regency, East Java Province Rico Damarizky; Edy Jamal Tuheteru; Christin Palit
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

PT Gunung Bale merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan piropilit, terletak diwilayah Desa Argotirto, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, penelitian ini dilakukan pada daerah stockpile. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui produktivitas aktual unit roll crusher berdasarkan metode analisis kuantitatif. Roll crusher adalah alat untuk mengurangi ukuran umpan dengan menghancurkannya di antara dua roll, roll crusher terdiri dari dua silinder berat yang berputar ke arah satu sama lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan diperhitungkan maka didapatkan nilai produktivitas aktual roll crusher sebesar 1.246,6 ton/bulan, dengan nilai waktu kerja efektif sebesar 145,78 jam/bulan dan waktu hambatan sebesar 10,22 jam/bulan, didapatkan nilai ketersediaan alat yaitu ketersediaan mekanis sebesar 69,16%, ketersediaan fisik sebesar 69%, ketersediaan penggunaan sebesar 93,45% dan penggunaan efektif sebesar 65,96%. Faktor yang menyebabkan terjadinya waktu hambatan adalah persiapan awal, material tertahan, ganti shift, isoma terlalu lama, pulang cepat, briefing loader, menunggu wheel loader, mechanical down, dan electrical down.     PT Gunung Bale is one of the companies engaged in pyrophyllite mining, located in Argotirto Village, Malang Regency, East Java Province, this research was conducted in the stockpile area. The purpose of this study was to determine the actual productivity of the roll crusher unit based on quantitative analysis methods. Roll crusher is a tool to reduce the size of feed by crushing it between two rolls, the roll crusher consists of two heavy cylinders that rotate towards each other. Based on the research conducted and calculated, the actual productivity value of the roll crusher was 1,246.6 tons/month, with an effective working time value of 145.78 hours/month and a bottleneck time of 10.22 hours/month, the availability value of the equipment was obtained, namely mechanical availability of 69.16%, physical availability of 69%, availability of use of 93.45% and effective use of 65.96%. Factors that cause bottleneck time are initial preparation, stuck material, changing shifts, isoma too long, going home early, briefing loaders, waiting for wheel loaders, mechanical down, and electrical down.
ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT ROCK BREAKER DI PT. GUNUNG BALE, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR: Analysis of Productivity of Rock Breaker in PT. Gunung Bale, Malang Regency, East Java Risky Anggito Pangestu; Danu Putra; Mixindo Korra Herdyanti
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

PT Gunung Bale yang melakukan penambangan batu piropilit yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 6,7 ha yang berlokasi di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan di site penambangan PT Gunung Bale. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah evaluasi dengan menggunakan analisis kuantitatif. Pengambilan data secara aktual diambil langsung dilokasi site penambangan PT Gunung Bale dengan mengamati proses operasional rock breaker yang sedang beroperasi. Untuk mencari data produktivitas pertama harus didapatkan data swell factor dan kapasitas chisel berdasarkan masing-masing rock breaker karena setiap rock breaker memiliki panjang chisel yang berbeda-beda dan cycle time rock breaker, maka didapatkan data produktivitas masing-masing rock breaker pada bulan september Produtivitas rock breaker D1 didapatkan sebesar 1.028,7 ton/bulan, D3 CAT320D2 sebesar  2.618,18 ton/bulan, Untuk rock breaker D4 CAT320D didapatkan produktivitas sebesar 2.701,19 ton/bulan, untuk SG02 PC210 produktivitas yang didapatkan sebesar 1.864,73 ton/bulan. dengan nilai waktu kerja efektif sebesar 113,47 jam/bulan dan waktu hambatan sebesar 5,53 jam/bulan. Perhitungan ketersediaan alat pada masing-masing rock breaker yaitu untuk D! CAT320D MA 76% PA 77% UA 95% EU 73%, D3 CAT320D2 MA 100% PA 100% UA 95% EU 95%, D4 CAT320D nilai ketersediaan alatnya sama dengan D3 CAT320D, dan untuk SG02 PC210 nilai ketersediaan alatnya didapatkan MA 94% PA 94% UA 95% EU 90%. Adapun faktor penghambat yang mempengaruhi produktivitas yaitu MAN, Method, Machine, Material, Environment.     PT Gunung Bale, which mines pyropilit stone, has a Mining Business License (IUP) covering an area of 6.7 ha located in Argotirto Village, Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency, East Java. The research was conducted at the mining site of PT Gunung Bale. The research method used in this study is evaluation using quantitative analysis. The actual data collection was taken directly at the location of the PT Gunung Bale mining site by observing the operational process of the rock breaker that was in operation. To find productivity data, first you must get swell factor data and chisel capacity based on each rock breaker because each rock breaker has a different chisel length and cycle time rock breaker, then the productivity data of each rock breaker in September is obtained The productivity of rock breaker D1 is obtained at 1,028.7 tons/month, D3 CAT320D2 is 2,618.18 tons/month, For the D4 rock breaker CAT320D a productivity of 2,701.19 tons/month, for SG02 PC210 the productivity obtained is 1,864.73 tons/month. with an effective working time value of 113.47 hours/month and an obstacle time of 5.53 hours/month. The calculation of the availability of tools on each rock breaker is for D! CAT320D MA 76% PA 77% UA 95% EU 73%, D3 CAT320D2 MA 100% PA 100% UA 95% EU 95%, D4 CAT320D the availability value of the tool is the same as D3 CAT320D, and for SG02 PC210 the tool availability value is MA 94% PA 94% UA 95% EU 90%. The inhibiting factors that affect productivity are MAN, Method, Machine, Material, Environment.
ANALISIS PENYEBAB STUCK PIPE DENGAN METODE PERBEDAAN TEKANAN DAN ANALISIS GEOMETRI LUBANG BORPADA SUMUR G-17: Analysis of Stuck Pipe Causes Using Differential Pressure Method and Wellbore Geometry on G-17 Well Genta Sebastianus Shalom Jawa; Bayu Satiyawira; Andry Prima, S.T., M.T.
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Permasalahan pipa terjepit menyebabkan kerugian dalam hal waktu, peralatan, dan biaya pengeboran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengatasi masalah stuck pipe yang terjadi pada sumur G-17. Analisis dalam studi ini didasarkan pada dua aspek utama: geometri lubang bor (dogleg severity >6), dan differential sticking (perbedaan tekanan lebih dari 500 psi). Jenis stuck pipe utama yang akan dibahas adalah Differential Pipe Sticking dan Mechanical Pipe Sticking. Data yang diperlukan meliputi tekanan hidrostatik lumpur, tekanan formasi, Mw, serta sudut inklinasi melalui pembacaan measurement while drilling. Pada tugas akhir ini, stuck pipe teridentifikasi pada trayek 12 ¼” di kedalaman 7594 ftMD / 5436 ftTVD. Jepitan pipa terjadi di formasi POH yang memiliki litologi batuan sandstone. Evaluasi dogleg severity menunjukkan hasil dimana tidak ada yang melewati batas yang sudah ditentukan yaitu > 6º. Evaluasi perbedaan tekanan menghasilkan selisih antara tekanan hidrostatik dan tekanan formasi sebesar 514,8 psi, dari sini disimpulkan bahwa penyebab stuck pipe pada sumur G-17 adalah masalah differential pressure. Berdasarkan evaluasi tersebut, upaya penanggulangan stuck pipe dilakukan dengan beberapa metode. Metode Work on Pipe (WOP) dicoba namun tidak berhasil. Selanjutnya, metode perendaman dengan menggunakan pipe lax membuahkan hasil dimana pipa yang terjepit di formasi POH bisa terlepas.
PENGUJIAN INTERFACIAL TENSION (IFT) PADA SISTEM MINYAK–BRINE MENGGUNAKAN SURFAKTAN X DI KONDISI RESERVOIR: Interfacial Tension (IFT) Measurement on Oil–Brine System Using X Surfactant Under Reservoir Conditions Muhammad Fatih Ibrahim Siregar; Pauhesti
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Enhanced Oil Recovery (EOR) merupakan metode lanjutan yang dikembangkan untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan tua setelah metode primer dan sekunder tidak lagi efektif. Salah satu teknik yang banyak digunakan dalam EOR adalah injeksi surfaktan, yang berfungsi untuk menurunkan tegangan antar muka (Interfacial Tension/IFT) antara minyak dan air. Penurunan IFT dapat meningkatkan bilangan kapiler (capillary number), sehingga membantu melepaskan minyak yang terperangkap di dalam pori-pori batuan reservoir akibat gaya kapiler. Dalam penelitian ini, surfaktan berbasis Methyl Ester Sulfonate (MES) digunakan untuk mengetahui kemampuannya dalam menurunkan IFT pada kondisi reservoir dengan temperatur 60°C dan salinitas brine 10.000 ppm. Pengujian dilakukan menggunakan metode spinning drop tensiometer, yang mampu mengukur nilai IFT secara akurat pada kondisi temperatur tinggi. Larutan surfaktan MES dengan konsentrasi 2% dicampurkan dengan brine, kemudian diukur nilai IFT-nya terhadap crude oil dengan API gravity 43,23°. Hasil pengujian menunjukkan bahwa surfaktan MES mampu menurunkan IFT dari kisaran awal 15–30 dyne/cm menjadi 0,555 dyne/cm. Penurunan ini sudah cukup signifikan untuk meningkatkan efisiensi displacement minyak, meskipun belum mencapai kategori ultra-low IFT (
EVALUASI PERBANDINGAN HASIL ACCRETION, LSM, EROSION TEST PADA KCL DAN HPWBM PADA PENCEGAHAN TERJADINYA BIT BALLING: COMPARATIVE EVALUATION OF ACCRETION, LSM, AND EROSION TEST RESULTS ON KCL AND HPWBM TO PREVENT BIT BALLING. Muhamad Zidan Gymnastiar; Maman Djumantara; Cahaya Rosyidan
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Pemboran bertujuan mencapai reservoir hidrokarbon, namun sering menghadapi masalah teknis seperti bit balling, terutama saat melewati formasi shale reaktif. Bit balling terjadi akibat interaksi buruk antara lumpur dan formasi, dipicu oleh sifat tanah liat seperti smectite yang menyerap air. Di Sumur ZM trayek 12¼", potensi bit balling cukup tinggi karena nilai CEC mencapai 20–22 meq/100g. Empat formulasi lumpur berbasis KCl dan HPWBM diuji melalui accretion, LSM, dan erosion. Hasil terbaik ditunjukkan oleh Mix 2, dengan LSM 2,10%, accretion 2,80%, dan erosion 14,65%, membuktikan kemampuannya dalam mencegah bit balling secara efektif.
PENGARUH PENAMBAHAN ADDITIVE KULIT ARI KACANG KEDELAI TERHADAP FILTRATION LOSS PADA WATERBASED MUD DI TEMPERATUR 200℉: Effect of Soybean Hull Additive on the Filtration Loss of Waterbased Drilling Mud at 200℉ Rifky Saputra; Apriandi Rizkina Rangga Wastu; Marmora Titi Malinda
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

ABSTRAK Komposisi serta sifat fisik lumpur pemboran merupakan parameter penting yang sangat memengaruhi keberhasilan dan efisiensi dalam operasi pemboran. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian terhadap filtration loss, mud cake dan pH di laboratorium dengan menggunakan data lumpur pemboran yang telah digunakan pada sumur BL lapangan BCK. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui apakah kulit ari kacang kedelai dapat digunakan sebagai additive lumpur pemboran untuk mencegah terjadinya kehilangan fasa cair pada lumpur pemboran di temperatur 200℉ . Penelitian diawali dengan menghaluskan kulit ari kacang kedelai dengan menggunakan food processor hingga menjadi bubuk. Setelah menjadi bubuk, kulit ari kacang kedelai akan dijadikan objek penelitian yang akan digunakan untuk membuat sampel dengan komposisi 0, 2, 4, 6, dan 8 gram. Kemudian dilakukan pengujian terhadap, filtration loss, mud cake dan pH. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil sebagai berikut, nilai filtration loss yang didapatkan sebesar 19 – 10 ml, kemudian untuk nilai mud cake yang didapatkan sebesar 8 – 4 mm, dan pH yang didapatkan bernilai 9 pada seluruh sampel yang telah diuji. Perubahan nilai filtration loss, mud cake dan pH tersebut dipengaruhi oleh kandungan selulosa sebesar 54% pada kulit ari kacang kedelai, dimana selulosa tersebut akan membentuk ikatan antar molekul yang dapat mencegah terjadinya kehilangan fasa cair pada lumpur pemboran serta mempengaruhi tebalnya mud cake yang terbentuk. Berdasarkan data rekomendasi lumpur sumur BL lapangan BCK sampel 8 gram merupakan sampel yang paling sesuai dan dapat dipertimbangkan untuk digunakan sebagai lumpur pemboran. ABSTRACT The composition and physical properties of drilling mud are critical parameters that significantly impact the success and efficiency of drilling operations. This study focuses on evaluating the filtration loss, mud cake thickness, and pH of drilling mud using data from the BL well in the BCK field. The research aimed to determine whether soybean seed coat can be utilized as an additive to reduce fluid phase loss in drilling mud at a temperature of 200℉. The study began by grinding the soybean seed coat into a fine powder using a food processor. The powdered material was then used to prepare drilling mud samples with additive concentrations of 0, 2, 4, 6, and 8 grams. Laboratory tests were conducted to analyze filtration loss, mud cake thickness, and pH. The results showed that filtration loss ranged from 19 - 10 mL, mud cake thickness from 8 - 4 mm, and pH remained stable at 9 across all samples. These changes were influenced by the 54% cellulose content in the soybean seed coat, which contributes to molecular bonding that helps minimize fluid loss and affects the thickness of the mud cake. Based on the recommended mud properties for the BL well, the 8-gram sample demonstrated the most optimal performance and is considered suitable for use in drilling mud formulations.
ANALISA DENSITAS FLUIDA PENGEBORAN TERHADAP PENGGUNAAN METODE AERATED DRILLING PADA TRAYEK 12 ¼ SUMUR RN-1 LAPANGAN HM: Analysis of Drilling Fluid Density on The Use Of Aerated Drilling Method on 12 ¼ Section RN-1 Well in HM Field Riva Naruritta Putri; Onnie Ridaliani Prapansya; Apriandi Rizkina Rangga Wastu
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

ABSTRAK Pengeboran sumur geothermal di daerah pegunungan atau dataran tinggi sering mengalami kendala berupa lost circulation akibat banyaknya rekahan pada batuan beku. Kondisi ini menyebakan fluida pengeboran hilang ke formasi, sehingga mengganggu kelancaran operasi pengeboran dan menurunkan efisiensi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode aerated drilling dalam menurunkan atau mengurangi densitas fluida pengeboran guna mengatasi permasalahan berupa lost circulation yang ada pada sumur RN-1. Metode aerated drilling merupakan teknik pengeboran yang menggunakan lumpur pengeboran yang dicampur dengan gas bertekanan sehingga menghasilkan penurunan densitas fluida pengeboran aerasi dan proses ini bertujuan untuk mengurangi tekanan hidrostatik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini mencakup analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan melakukan perhitungan profil densitas fluida menggunakan metode Guo-Ghalambor. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan fluida aerasi menghasilkan nilai Equivalent Circulating Density (ECD) berkisar antara 6,65 hingga 4,99 ppg, yang relatif lebih tinggi dibandingkan Equivalent Mud Weight (EMW) dari fluida konvensional yang berkisar antara 6,22 hingga 4,32 ppg. Meskipun ECD aerasi lebih tinggi, hasil ini tetap menunjukkan bahwa metode aerated drilling mampu mengurangi tekanan hidrostatis fluida secara keseluruhan dan dapat meminimalkan risiko loss circulation. ABSTRACT Geothermal well drilling in mountainous or highland areas often faces obstacles in the form of circulation loss due to numerous fractures in igneous rocks. This condition causes drilling fluid to be lost to the formation, thereby disrupting the smooth running of drilling operations and reducing work efficiency. This study aims to evaluate the application of gas-pressurized drilling methods to reduce drilling fluid density and address circulation loss issues in the RN-1 well. Foam drilling is a drilling technique that uses drilling mud mixed with pressurized gas to reduce the density of foam drilling fluid, thereby reducing hydrostatic pressure. The approach used in this study includes quantitative analysis. Quantitative analysis was performed by calculating the fluid density profile using the Guo-Ghalambor method. The analysis results show that the use of foamed fluid produces an Equivalent Circulating Density (ECD) value ranging from 6.65 to 4.99 ppg, which is relatively higher than the Equivalent Mud Weight (EMW) of conventional fluid ranging from 6.22 to 4.32 ppg. Although the oxygenated ECD is higher, these results still indicate that the oxygenated drilling method is capable of reducing the total hydrostatic pressure of the fluid and minimizing the risk of circulation loss.