cover
Contact Name
Swastiani Dunggio
Contact Email
redaksijipik@gmail.com
Phone
+6282195003200
Journal Mail Official
redaksijipik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Drs. Achmad Nadjamudin No 10, Dulalowo Timur Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, 96115 - Indonesia
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu komunikasi (JIPIK)
ISSN : 28071123     EISSN : 27989879     DOI : https://doi.org/10.37915/jipik.v1i1
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi (JIPIK), is a journal of Governmental, Political, Public Administration, Communication and Social Sciences, for information and communication resources for academics, and observers of Governance Sciences, Social Sciences, Political Sciences, Public Administration Sciences, Communication Sciences, Methodology of Social Sciences and Social Work. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of Governmental, Political, Public Administration, Communication, and Social Sciences, All papers are peer-reviewed by at least two referees. The scope of Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi (JIPIK) is the Governmental, Political, Administration and Communication Sciences. Published twice a year (January and July) and first published for printed edition since Volume 1 No. 1 January 2022.
Articles 104 Documents
KOMUNIKASI INTERPERSONAL KORBAN LOVE BOMBING SEBAGAI BENTUK KEKERASAN BERBASIS GENDER: Studi Kasus Kekerasan Berbasis Gender pada Akun @SBYFESS Annisya, Annisya Ayu Azzahra; Rahmawati, Dian Hutami
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i1.1187

Abstract

A type of manipulative behavior in relationships known as love bombing is when a person focuses on controlling their partner. Information was collected through in-depth interviews with informants who commented in the @SBYFESS community, who were purposively selected based on their love bombing experiences. This research method uses qualitative data analysis and qualitative case study approach with data collection techniques in the form of interviews and documentation to 8 informants who live in Surabaya. The results show that love bombing is a complex type of psychological violence that affects the victim's interpersonal communication through patterns of emotional manipulation, control, and decreased self-confidence. The results show how interpersonal communication relationships in relationship development have duplicated the Orientation stage with the Active Exploration stage in Social Penetration Theory. The perpetrator is also able to create emotional dependence and communicate by manipulating and controlling the aspects contained in the success of interpersonal communication in the form of empathy, support, positive attitudes, and equality in developing relationships at the Affective stage in Social Penetration Theory. So that the relationship that has been indicated by love bombing behavior, will never reach the Stable stage in the last stage of Social Penetration Theory. This research supports the theoretical understanding of the love bombing phenomenon to the dynamics of gender-based violence in interpersonal communication. Jenis perilaku manipulatif dalam hubungan yang dikenal sebagai love bombing adalah ketika seseorang berfokus pada mengendalikan pasangannya. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang berkomentar dalam komunitas @SBYFESS, yang dipilih secara purposif berdasarkan pengalaman love bombing yang dialami informan terkait. Metode penelitian ini menggunakan analisis data secara kualitatif dan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa wawancara dan dokumentasi kepada 8 informan yang berdomisili di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa love bombing adalah jenis kekerasan psikologis yang kompleks yang memengaruhi komunikasi interpersonal korban melalui pola manipulasi emosional, kontrol, dan penurunan kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana hubungan komunikasi interpersonal dalam pengembangan hubungan sudah merangkap tahap Orientasi dengan tahap Aktif Eksplorasi pada Teori Penetrasi Sosial. Pelaku juga mampu membuat ketergantungan emosional dan berkomunikasi dengan cara memanipulasi dan mengontrol pada aspek yang terkandung dalam keberhasilan komunikasi interpersonal dalam bentuk empati, dukungan, sikap sositif, dan kesetaraan dalam pengembangan hubungan pada tahap Afektif dalam Teori Penetrasi Sosial. Sehingga hubungan yang sudah terindikasi perilaku love bombing, tidak akan pernah sampai pada tahap Stabil dalam tahap terakhir Teori Penetrasi Sosial. Penelitian ini mendukung pemahaman teoritis tentang fenomena love bombing hingga dinamika kekerasan berbasis gender dalam komunikasi interpersonal.
Interpersonal Communication in Supporting Organizational Climate in Air Traffic Controller Airnav Surabaya Rusdi, Ahmad Avairus; Rahmawati, Dian Hutami
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1208

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu cara yang digunakan manusia untuk saling bertukar informasi. Dalam lingkup organisasi, proses komunikasi interpersonal dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah iklim organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran komunikasi interpersonal dalam menunjang iklim organisasi di ruang pelayanan Air Traffic Controller (ATC) AirNav Surabaya. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, data reduction, data display, dan conclusion drawing. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antar staf ATC terkhusus dalam satu ruangan telah berkontribusi dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif dan mendukung kelancaran pengaturan lalu lintas udara. Selain itu, komunikasi yang terbuka dan efektif di antara anggota tim juga membantu mengurangi stres, meningkatkan kolaborasi, serta memperkuat iklim organisasi yang lebih suportif dan inklusif. Temuan ini menegaskan bahwa dalam konteks ATC, komunikasi yang lancar dan saling percaya bukan hanya penting untuk kesejahteraan staf, tetapi juga untuk keselamatan penerbangan dan kelancaran operasional yang optimal​. Selain itu, Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengelola ATC (AirNav Indonesia) untuk lebih fokus pada pengembangan keterampilan komunikasi interpersonal sebagai bagian integral dari pengelolaan iklim organisasi yang sehat. Communication is one of the ways used by humans to exchange information. In the scope of the organization, the interpersonal communication process can be influenced by several factors, one of which is the organizational climate. This study aims to explore the role of interpersonal communication in supporting the organizational climate in the Air Traffic Controller (ATC) service room of AirNav Surabaya. Using a qualitative approach, data was obtained through in-depth interviews with informants selected by purposive sampling. Data analysis techniques were carried out through three stages, data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings of the study indicate that interpersonal communication between ATC staff, especially in one room, has contributed to creating a conducive working atmosphere and supporting the smooth running of air traffic control. In addition, open and effective communication between team members also helps reduce stress, increase collaboration, and strengthen a more supportive and inclusive organizational climate. These findings confirm that in the context of ATC, smooth and trusting communication is not only important for staff welfare, but also for flight safety and optimal operational smoothness. In addition, these findings provide important insights for ATC managers (AirNav Indonesia) to focus more on developing interpersonal communication skills as an integral part of managing a healthy organizational climate.
Digital Marketing Analysis of Yogya Chicken Restaurant In Maintaining Sales Karismasari, Masyithoh Intan Briliani; Sumarlan , Iman
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1215

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan strategi digital marketing pada rumah makan Yogya Chicken untuk mempertahankan penjualan di tengah persaingan industri kuliner di Kota Yogyakarta. Dengan menggunakan teori bauran pemasaran 7P, penelitian ini mengevaluasi produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yogya Chicken berhasil memaksimalkan beberapa elemen, seperti kualitas rasa, harga terjangkau, lokasi strategis, dan pelayanan yang baik. Namun, aspek promosi digital dan tata ruang masih memerlukan optimalisasi. Promosi melalui media sosial kurang aktif, sementara tata ruang membutuhkan pembaruan untuk menarik pelanggan. Kontribusi penelitian ini terletak pada identifikasi kekuatan dan kelemahan strategi pemasaran Yogya Chicken, serta memberikan rekomendasi untuk memanfaatkan media digital lebih efektif dan meningkatkan fasilitas fisik. Temuan ini relevan bagi pelaku usaha sejenis yang ingin beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital. Optimalisasi strategi digital marketing dan inovasi produk diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha Yogya Chicken di pasar yang semakin kompetitif. This study analyzes the implementation of digital marketing strategies at Yogya Chicken restaurant to sustain sales amidst the competitive culinary industry in Yogyakarta. Using the 7P marketing mix theory, this research evaluates product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. The method employed is qualitative descriptive, utilizing interviews, observations, and documentation. The findings reveal that Yogya Chicken has successfully optimized several elements, such as taste quality, affordable pricing, strategic locations, and excellent service. However, the digital promotion and spatial design aspects require further optimization. Social media promotion remains underutilized, while the physical layout needs improvement to attract customers. The contribution of this research lies in identifying the strengths and weaknesses of Yogya Chicken's marketing strategy and providing recommendations to leverage digital media more effectively and enhance physical facilities. These findings are relevant for similar businesses seeking to adapt to changing consumer behavior in the digital era. Optimizing digital marketing strategies and product innovation is expected to boost the competitiveness and sustainability of Yogya Chicken in an increasingly competitive market.
Indonesia's New Order Era: Study of a Democratic State with a "Taste" of Autocracy Hasan, Nor; Anam, Anas Syariful; Hermawan, Muhammad Aris; Muwahid, Muwahid
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1236

Abstract

Supersemar menjadi awal mula perpindahan estafet kepemimpinan nasional dari pemerintahan Orde Lama ke pemerintahan Orde Baru. Pemerintahan Orde Baru dengan jelas dan tegas mendeklarasikan bahwa demokrasi pancasila harus ditegakkan secara konsekuen. Namun faktanya, demokrasi pancasila yang didengung-dengungkan hanyalah “jargon” belaka. Penelitian ini membahas secara mendalam terkait pemerintahan Orde Baru yang jauh dari ciri – ciri demokrasi yang justru mengarah pada pemerintahan yang otokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman atas suatu sistem autokrasi beserta implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif serta disajikan dengan metode deskriptif yang menggambarkan fakta dan fenomena tertentu secara objektif berdasarkan sejarah yang ada dan telah diketahui oleh khalayak umum. Orde baru memiliki semangat untuk menjalankan demokrasi pancasila meskipun pada implementasinya lebih mengarah pada otokrasi dengan menjalankan tata kelola pemerintahannya menggunakan cara – cara yang dikehendaki oleh penguasa dan minim partisipasi masyarakat. Strategi perolehan kekuasaan dan jalannya pemerintahan dijalankan dengan memonopoli struktur militer dan aparatur sipil yang digunakan untuk mencapai tujuan negara yang diyakini kelompoknya saja. Supersemar was the beginning of the transfer of the national leadership relay from the Old Order government to the New Order government. The New Order government clearly and firmly declared that Pancasila democracy must be enforced consistently. However, in fact, the Pancasila democracy that is being talked about is just "jargon". This research discusses in depth the New Order government which was far from democratic characteristics which actually led to an autocratic government. This research aims to provide an understanding of an autocratic system and its implementation. This research uses a qualitative approach and is presented with a descriptive method that describes certain facts and phenomena objectively based on existing history and is known to the general public. The New Order had the enthusiasm to implement Pancasila democracy even though its implementation was more towards autocracy by carrying out its governance using methods desired by the authorities and minimal public participation. The strategy to gain power and run the government is carried out by monopolizing the military structure and civil apparatus which is used to achieve state goals that are believed by only one's group.
Communication Strategy of LKAAM Padang Pariaman in the implementation of Regional Regulation No. 7 of 2018 Alvi Yendi, Jaky; Zamzami, Lucky; Dewi, Rahmi Surya
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1255

Abstract

Penelitian ini membahas strategi komunikasi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Padang Pariaman dalam implementasi Peraturan Daerah (Perda) No. 7 Tahun 2018 tentang Nagari. LKAAM berperan penting dalam menjaga nilai-nilai adat Minangkabau di tengah dinamika modernisasi pemerintahan nagari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami strategi komunikasi LKAAM. Strategi komunikasi yang digunakan oleh LKAAM meliputi pendekatan partisipatif, sosialisasi intensif, dan pemanfaatan teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan seperti rendahnya pemahaman masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, dan perbedaan interpretasi, strategi komunikasi yang inklusif telah membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Perda ini. Penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, LKAAM, dan masyarakat untuk memastikan keberhasilan implementasi kebijakan berbasis adat. Dengan demikian, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan untuk terus memperkuat komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan adat dan budaya lokal. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan strategi komunikasi yang lebih efektif di masa depan. This study explores how the Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) in Padang Pariaman communicates its strategies to implement Regional Regulation (Perda) No. 7 of 2018 about Nagari. LKAAM plays a key role in safeguarding Minangkabau cultural values while adapting to the evolving nature of modern governance in the nagari. Using a qualitative case study approach, this research delves into the communication methods LKAAM employs, such as participatory approaches, intensive outreach programs, and leveraging information technology. The findings reveal that while LKAAM faces challenges like limited public awareness, a shortage of skilled human resources, and varying interpretations of the regulation, their inclusive communication strategies have significantly improved public understanding of the Perda. This study underscores the importance of collaboration among local governments, LKAAM, and communities to ensure the effective implementation of culturally-rooted policies. The research provides actionable recommendations for stakeholders to strengthen communication and foster greater community involvement in shaping decisions related to local customs and culture. Ultimately, the study aims to serve as a guide for developing more impactful communication strategies in the future.
Strategi Komunikasi Perbaikan Citra Kepolisian Republik Indonesia: Hashtag #PercumaLaporPolisi Tata Amelia, Dian
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1258

Abstract

Dalam konteks dinamika media sosial, citra lembaga pemerintah menjadi krusial dalam mempertahankan kepercayaan dan dukungan masyarakat. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah persepsi terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya terkait penggunaan hashtag #percumalaporpolisi yang mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Polri dalam menangani kasus kriminal. Analisis dilakukan berdasarkan konsep strategi image repair, mencakup penerimaan tanggung jawab, penetapan standar moral, penjelasan tindakan perbaikan, ekspresi empati, pembentukan komitmen, dan pengendalian narasi. Strategi tersebut kemudian diimplementasikan oleh Polri melalui transparansi dalam menyampaikan informasi, komunikasi responsif, kampanye kesadaran, peningkatan kualitas layanan, keterlibatan dengan komunitas, dan evaluasi kinerja secara rutin. Hasil analisis menunjukkan bahwa Polri telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki citra mereka melalui responsifitas dan transparansi dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Namun, terdapat tantangan dalam implementasi strategi, termasuk kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan dan penanganan kasus, serta pembangunan hubungan yang lebih erat dengan komunitas. Strategi komunikasi untuk memperbaiki citra Polri sangat penting dalam menjaga legitimasi dan dukungan masyarakat Rekomendasi termasuk perluasan kampanye kesadaran, peningkatan transparansi, serta penguatan hubungan dengan komunitas sebagai langkah-langkah penting untuk terus meningkatkan citra Polri dan membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan. In the context of social media dynamics, the image of government institutions is crucial in maintaining public trust and support. One of the issues of concern is the perception of the Indonesian National Police (Polri), specifically related to the use of the hashtag #percumalaporpolisi which reflects public dissatisfaction with Polri's performance in handling criminal cases. The analysis is based on the concept of image repair strategy, which includes accepting responsibility, setting moral standards, explaining corrective actions, expressing empathy, forming commitment, and controlling the narrative. The strategy is then implemented by Polri through transparency in conveying information, responsive communication, awareness campaigns, improving service quality, engaging with the community, and regular performance evaluation. The analysis shows that Polri has taken steps to improve their image through responsiveness and transparency in communicating with the public. However, there are still challenges in implementing the strategy, such as the need to improve the quality of services and case handling, as well as building closer relationships with the community. A communication strategy to improve Polri's image is a crucial step in maintaining legitimacy and community support. Recommendations include expanding awareness campaigns, increasing transparency, and strengthening community relations as important steps to continuously improve Polri's image and build sustainable public trust.
Implementasi Program Pencegahan Stunting di Desa Sumorame Putmala Sari, Riska; Rodiyah, Isnaini
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1269

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pencegahan stunting di Desa Sumorame, Sidoarjo, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Merilee S. Grindle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali informasi mendalam terkait pelaksanaan berbagai program yang telah dijalankan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara medalam, dan studi dokumentasi. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, sehingga menghambat perkembangan fisik dan kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program seperti pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan lokal, penyuluhan gizi, dan pendampingan ibu hamil telah dilakukan, masih terdapat kendala seperti kurangnya tenaga kesehatan terlatih, sosialisasi yang kurang optimal, dan keterbatasan partisipasi masyarakat yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan program. Temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, edukasi gizi yang berkelanjutan, dan penguatan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi untuk mencapai keberhasilan dalam menurunkan angka stunting secara signifikan. Implementasi kebijakan yang terstruktur dan didukung sumber daya yang memadai menjadi kunci utama dalam keberlanjutan program pencegahan stunting.  This study aims to analyze the implementation of stunting prevention programs in Sumorame Village, Sidoarjo, using Merilee S. Grindle's policy implementation theory. A qualitative approach was employed to explore in-depth information regarding the execution of various implemented programs. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation studies. Stunting is a condition of impaired growth in children caused by chronic malnutrition over a prolonged period, hindering physical and cognitive development. The study results show that although programs such as locally-sourced supplementary feeding (PMT), nutrition counseling, and assistance for pregnant women have been carried out, challenges remain, including a lack of trained health workers, suboptimal socialization, and limited community participation, which affect the effectiveness of program implementation. These findings emphasize the importance of cross-sectoral collaboration, sustainable nutrition education, and strengthened coordination between the government, community, and organizations to achieve significant reductions in stunting rates. Structured policy implementation supported by adequate resources is a key factor in ensuring the sustainability of stunting prevention programs.
Strategi Komunikasi Persuasif Media Sosial dalam PILKADA Sumatera Barat 2024 Noviafni, Fitri Nilam; Sarmiati, Sarmiati; Asnawi, Asnawi
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1282

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi persuasif melalui media sosial Instagram yang digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) 2024. Komunikasi persuasif, yaitu pendekatan komunikasi yang bertujuan memengaruhi sikap dan perilaku audiens secara sukarela, menjadi inti kajian ini. Penelitian berfokus pada bagaimana pesan persuasif dirancang, disampaikan, dan diterima oleh generasi milenial dan Gen Z, yang mendominasi pengguna media sosial. Strategi yang diterapkan meliputi penggunaan influencer lokal, produksi konten video kreatif, dan penyelenggaraan lomba film pendek bertema pemilu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, analisis konten, dan Focus Group Discussion (FGD). Temuan menunjukkan bahwa kombinasi elemen visual yang menarik, narasi inspiratif, dan simbol politik efektif dalam meningkatkan keterlibatan politik generasi muda, dengan peningkatan interaksi di media sosial hingga 35%. Namun, literasi digital yang rendah pada sebagian masyarakat menjadi tantangan yang signifikan. Studi ini berkontribusi pada literatur komunikasi politik dengan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan komunitas lokal serta inovasi konten berbasis budaya. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan penguatan relevansi pesan politik melalui media sosial, evaluasi berkala, dan pemanfaatan teknologi analitik untuk meningkatkan efektivitas kampanye di masa depan. This study examines persuasive communication strategies through Instagram, employed by the West Sumatra General Election Commission (KPU) during the 2024 Regional Head Election (PILKADA) campaign. Persuasive communication, an approach aimed at voluntarily influencing audience attitudes and behaviors, forms the core focus of this research. The study explores how persuasive messages are designed, delivered, and received by Millennials and Generation Z, who dominate social media usage. The strategies implemented include leveraging local influencers, producing creative video content, and organizing short film competitions themed around elections. This research employs a qualitative case study approach, involving in-depth interviews, content analysis, and Focus Group Discussions (FGDs). Findings indicate that a combination of engaging visual elements, inspiring narratives, and political symbols effectively enhances political engagement among young generations, with social media interactions increasing by 35%. However, low digital literacy among certain communities presents a significant challenge. This study contributes to the political communication literature by emphasizing the importance of collaboration with local communities and culturally-based content innovation. As recommendations, the research suggests strengthening the relevance of political messages on social media, conducting regular evaluations, and utilizing analytic technologies to improve future campaign effectiveness.
Analysis of Mothers' Reception of the Mom’s Corner Podcast on the Nikita Willy Official YouTube Channel with Medical Experts Regarding Stunting Moeksim, Thania; Alamiyah, Syifa Syarifah
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1283

Abstract

Studi ini mengkaji penerimaan ibu-ibu mengenai informasi kesehatan di podcast “Mom’s Corner” di akun YouTube Nikita Willy, yang menyajikan diskusi bersama pakar medis serta membahas mengenai berbagai topik kesehatan ibu dan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana para ibu memahami pentingnya memahami keterlambatan pertumbuhan dengan ahli medis dalam podcast “Mom’s Corner” di saluran YouTube resmi Nikita Willy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan analisis model teori resepsi Stuart Hall untuk menyelidiki bagaimana khalayak menafsirkan pesan yang disampaikan oleh media. Dalam proses pembuatan makna yang dijelaskan oleh Stuart Hall, khalayak dibagi menjadi tiga kategori: dominan hegemonik, negosiasi, dan oposisi. Studi ini menemukan bahwa makna dan interpretasi bervariasi dari satu informan ke informan lainnya. Lebih lanjut, penelitian ini juga mengelompokkan hasil interpretasi informan berdasarkan teori encoding-decoding Stuart Hall. Berdasarkan hasil penelitian, dari keenam responden, dua responden masuk dalam kategori dominan hegemoni, tiga responden masuk dalam kategori negosiasi, dan satu responden masuk dalam kategori oposisi. This study examines mothers' reception of health information in the podcast "Mom's Corner" on Nikita Willy's YouTube account, which features discussions with medical experts and covers various topics related to maternal and child health. The aim of this research is to describe how mothers understand the importance of recognizing growth delays with medical experts in the "Mom's Corner" podcast on Nikita Willy's official YouTube channel. This research employs a qualitative approach based on Stuart Hall's reception theory model to investigate how audiences interpret the messages conveyed by the media. In the process of meaning-making described by Stuart Hall, the audience is divided into three categories: dominant hegemonic, negotiated, and oppositional. The study finds that meanings and interpretations vary from one informant to another. Furthermore, this research also categorizes the informants' interpretation results based on Stuart Hall's encoding-decoding theory. Based on the research findings, out of the six respondents, two respondents fall into the dominant hegemonic category, three respondents fall into the negotiated category, and one respondent falls into the oppositional category.  
Difusi Inovasi AI oleh Kelompok UMKM Indonesia (umkmindonesiaofficial) dalam Komunikasi Pemasaran Digital Zamzami, Moch; Arviani, Heidy
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1285

Abstract

Kehadiran Artificial Intelligence sebagai inovasi teknologi berpotensi besar untuk membantu UMKM untuk mencapai tujuan pemasarannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana UMKM mengadopsi AI sebagai inovasi untuk diimplementasikan pada kegiatan komunikasi pemasaran digital dalam rangka menjangkau konsumennya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teori Difusi Inovasi oleh Everett Rogers sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan dengan observasi, dokumentasi, serta melakukan wawancara mendalam pada anggota kelompok komunitas UMKM Indonesia di Facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknologi AI telah dimanfaatkan oleh anggota kelompok UMKM Indonesia untuk mendukung digital marketing communication dengan cukup baik namun perlu pengoptimalan. Berdasarkan Teori Difusi Inovasi oleh Everett Rogers, pelaku UMKM yang mengadopsi AI umumnya termasuk dalam kategori early majority, yang cenderung membutuhkan bukti keberhasilan sebelum mencoba inovasi baru. Meskipun demikian, pelaku UMKM masih menghadapi kendala seperti kompleksitas teknologi, keterbatasan biaya, dan kurangnya dukungan eksternal berupa pelatihan atau fasilitas. Penelitian ini menunjukkan besarnya potensi AI bagi pelaku UMKM di masa mendatang untuk membantu mengoptimalkan kegiatan digital marketing communication yang merupakan proses menggunakan saluran digital untuk merancang dan menyampaikan pesan pemasaran kepada audiens target guna mencapai tujuan pemasaran tertentu. The presence of Artificial Intelligence (AI) as a technological innovation holds significant potential to assist Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in various aspects to achieve their marketing goals. This study aims to explore how MSMEs adopt AI as an innovation implemented in digital marketing communication activities to reach their customers. A descriptive qualitative approach was employed, with Everett Rogers' Diffusion of Innovation theory serving as the analytical framework. Data were collected through observation, documentation, and in-depth interviews with MSMEs participating in the "UMKM Indonesia" community group on Facebook, based on specific criteria. Thematic analysis was conducted to identify patterns of AI utilization, challenges faced, and its impact on marketing effectiveness. The findings reveal that AI technology has been utilized by members of the "UMKM Indonesia" group to support digital marketing communication effectively, though optimization is still needed. According to Rogers' Diffusion of Innovation theory, MSME actors adopting AI generally belong to the early majority category, who tend to require evidence of success before embracing new innovations. Nevertheless, MSMEs still face challenges such as technological complexity, budget constraints, and limited external support in the form of training or facilities. This study highlights the significant potential of AI for MSMEs in the future to help them survive in the current digitalization era.

Page 6 of 11 | Total Record : 104