cover
Contact Name
Nursaleh Hartaman
Contact Email
nursaleh1994@gmail.com
Phone
+6285240403223
Journal Mail Official
ip@unismuh.ac.id
Editorial Address
5th Floor of Menara Iqra, Universitas Muhammadiyah Makassar. Jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar 90221, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kybernology : Journal of Government Studies
ISSN : -     EISSN : 2807758X     DOI : -
Core Subject : Social,
Kybernology : Journal of Government Studies is a peer-reviewed open access journal that aims to spread conceptual thinking or ideas, review and the research findings obtained in Governmental Studies.
Articles 110 Documents
Problematika Pengaturan Sentra GAKKUMDU dalam Penanganan Pelanggaran Pidana Pemilihan Serentak Tahun 2024 di Kabupaten Gunungkidul Satriyo, Fahri Hanindita
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v5i1.18255

Abstract

Artikel ini mengkaji permasalahan pengaturan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dalam penanganan pelanggaran pidana pemilihan umum serentak 2024 di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka normatif Sentra Gakkumdu, melacak hambatan pelaksanaan di lapangan, serta mengevaluasi hasil penanganan kasus pemilu berdasarkan data dokumen Bawaslu Gunungkidul. Metode yang digunakan bersifat yuridis-normatif dan yuridis-sosiologis, dengan data primer berupa dokumen berita acara rapat Gakkumdu dan laporan Bawaslu (Temuan dan Laporan) Gunungkidul 2024, serta data sekunder dari peraturan perundang-undangan dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Sentra Gakkumdu di Gunungkidul belum optimal. Dari 1 laporan dan 2 temuan yang ditangani selama Pemilu 2024, seluruhnya dihentikan dengan alasan kurangnya unsur pidana. Temuan ini selaras dengan penelitian Lampung yang mencatat perbedaan persepsi hukum antaranggota Gakkumdu sebagai faktor hambatannya. Selain itu, tenggat waktu penanganan yang ketat berpotensi menghambat pengumpulan bukti secara tuntas. Berbagai hambatan tersebut menegaskan perlunya peninjauan regulasi operasional dan peningkatan koordinasi antar-institusi.
Dampak Sosial dan Ekonomi Dalam Pembangunan Center Point Of Indonesia Kota Makassar Mawardi, Ahmad Azhar; Nurlinah, Nurlinah; Syamsu, Suhardiman
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v5i1.18376

Abstract

This study investigates the socio-economic impacts of the Center Point of Indonesia (CPI) development in Makassar City within the paradigm of Sustainable Urban Development. Utilizing a qualitative descriptive design, data were gathered through in-depth interviews with key stakeholders and direct field observations. The findings reveal that the CPI project has stimulated local economic growth through increased investment, tourism expansion, and job creation, particularly in the service and retail sectors. Nonetheless, the project has also triggered significant social and environmental concerns, including disruption of traditional livelihoods, social displacement, and ecological degradation due to coastal reclamation. Anchored in the 5E framework—Environment, Employment, Equity, Engagement, and Energy—this research underscores the need for integrative urban planning that prioritizes inclusive participation, regulatory accountability, and intersectoral coordination. The study contributes to the discourse on sustainable coastal urbanization in developing countries, offering practical insights for policymakers and urban developers
Peran Aparatur Sipil Negara (ASN) Dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Naibaho, Diana Stevany; Lena, Elsa Fera Mahda; Maulana, Jaka
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v5i1.18578

Abstract

Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran krusial dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat daerah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui peran ASN yang profesional dan berintegritas. Meski secara normatif ASN diharapkan menjadi pelaksana kebijakan publik yang bebas dari praktik KKN, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya hambatan seperti budaya birokrasi tradisional, kekurangan SDM kompeten, dan lemahnya sistem akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi ASN terhadap penerapan prinsip good governance, khususnya dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASN memainkan tiga peran utama: sebagai pelaksana kebijakan, penyedia layanan publik, dan fasilitator partisipasi masyarakat. Di beberapa daerah, inisiatif seperti e- government, pelatihan kompetensi, dan sistem kinerja berbasis indikator telah meningkatkan akuntabilitas dan kualitas layanan publik. Namun, tantangan seperti minimnya literasi digital, resistensi terhadap perubahan, dan keterbatasan anggaran masih menjadi penghambat. Diperlukan upaya penguatan profesionalisme ASN melalui pelatihan berkelanjutan, sistem merit, dan insentif berbasis kinerja agar mereka dapat berfungsi sebagai agen perubahan yang efektif.
Collaborative Governance in the Development of Marine Tourism in Taka Bonerate National Park, Selayar Islands Regency Putra, Muhammad Amril Pratama; Anriandi, Anriandi
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v5i1.18730

Abstract

This qualitative case study aims to explore the dynamics of collaboration in the management of Taka Bonerate tourism comprehensively and contextually. The study reveals that while collaboration processes have been implemented relatively well, involvement of community groups remains institutionally weak, communication is insufficient, trust between parties is lacking, and commitment is not yet strong despite adherence to official regulations. Collaborative actions, especially facilitation through training and socialization, are limited, with infrequent meetings among stakeholders hindering progress. Nevertheless, the collaboration has positively impacted the community by increasing tourism awareness and creating income opportunities. These findings highlight the need to strengthen communication, trust, and commitment, as well as to enhance capacity-building efforts to improve collaborative tourism management in Taka Bonerate
Regionalism and Migration Governance: The Institutional Role of ASEAN in Complementary Pathways for Labour Mobility Amri, Aqmal Reza; Muliastuti, A.
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/x4w40a64

Abstract

This paper examines the institutional role of ASEAN in developing complementary pathways for labour mobility in Southeast Asia. Moving beyond normative debates on ASEAN’s relevance as a regional institution, the study explores how the region’s distinctive institutional design, grounded in state sovereignty, non-interference, and consensus, shapes migration governance. Using a qualitative approach, this study draws on ASEAN policy documents, national labour regulations, and reports from international organisations such as the IOM, ILO, and UNHCR. Findings show that ASEAN’s complementary pathways are primarily realised through temporary labour schemes, bilateral agreements, and regional normative frameworks such as the 2007 ASEAN Declaration and the 2017 ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers. While these instruments provide an important normative foundation, their soft law status results in uneven implementation and heavy reliance on national political commitment. The high proportion of undocumented migrant workers and fragmented protection mechanisms underscore the limitations of ASEAN’s consensus-based, intergovernmental model. The study highlights the dual role of complementary pathways as both a bridge between labour market demands and migrant rights protection and as a reflection of ASEAN’s institutional constraints. It argues that strengthening these pathways requires expanding regional coordination, integrating international labour standards, and positioning rights protection as a central pillar of migration governance rather than as an adjunct to labour mobility. By comparing ASEAN with the European Union’s more integrated model, the paper underscores ASEAN’s potential to develop a flexible, inclusive, and progressively rights-based approach suited to the political and economic realities of the Global South.
Kepemimpinan Agile di Sektor Publik: Tinjauan Sistematis Berbasis Transformational leadership Gafur, Abdul
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/k1t87309

Abstract

The transformation of public bureaucracy has become increasingly urgent amidst digital disruption and global complexity that demand rapid adaptation. This study aims to analyze the relationship between Transformational leadership  and Agile leadership in supporting public sector reform, particularly in Indonesia. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, this article reviews 24 selected scholarly publications obtained through Google Scholar via Publish or Perish (PoP), covering the period from 2005 to 2025. The findings indicate that Transformational leadership  significantly influences organizational culture, civil servant performance, and the quality of public services. Meanwhile, Agile leadership offers an alternative leadership style that is more adaptive in responding to uncertainty and policy dynamics. The integration of both approaches has the potential to create a public bureaucracy that is not only visionary and value-driven but also responsive, collaborative, and innovative. This review recommends the development of public leadership training that combines transformative values with organizational agility principles as a strategy to strengthen the national bureaucratic reform agenda.
Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Badan Kepegawaian Pendidikan Dan Pelatihan Daerah Kabupaten Luwu Timur Juharni, Juharni; Congge, Umar
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v1i2.6520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Luwu Timur. Aspek yang diteliti secara garis besar meliputi dua hal, yaitu kepemimpinan dan efektivitas kerja pegawai. Indikator yang digunakan untuk kepemimpinan adalah motivasi, Disiplin kerja, komunikasi dan pengambilan keputusan Sedangkan indikator untuk efektivitas kerja pegawai adalah Loyalitas Kerja, Ketepatan Waktu, Kreatifitas Kerja dan Prestasi Kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode asosiatif kausal yang mana mencari hubungan sebab akibat, dengan teknik pengumpulan data melalui cara penyebaran angket, dan observasi, Dan ditunjang juga dengan sejumlah buku, karya ilmiah, dan arsip yang berhubungan dengan masalah yang ditelit, Jenis analisa data yang digunakan adalah jenis anlisa kuantitatif, dan Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi product moment dan untuk mengetahui persen besarnya pengaruh kepemimpinan terhadap efektivitas kerja pegawai dan untuk mengetahui signifikan maka digunakan rumus t- hitung. Data diambil dan diperoleh dari 25 responden yang dilakukan melalui penyebaran angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan terhadap efektivitas kerja pegawai dan hubungannya ada pada kategori kuat, Berdasarkan hasil penelitian lapangan untuk uji signifikan 0,05% dengan responden 25 orang maka di uji dua pihak dan hasil t-tabel 2,069, dan ternyata t hitung 10,424 lebih besar dari t tabel 2,069 (10,424 ≥ 2,069) maka Ho ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dan efektivitas kerja pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Luwu Timur
Strategi Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Petani Alami Di Desa Kaloling Kabupaten Bantaeng Hasdiki, Hasdiki; Hamrun, Hamrun
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v1i2.6522

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk strategi pemerintah desa dalam upaya melakukan pemberdayaan petani alami di desa kaloling, metode penelitian ini adalah metode kualitatif yakni memberikan gambaran secara objektif terkait bagaimana keadaan sebenarnya objek yang diteliti dan tipe penelitian yang digunakan adalah tipe fenomenologi. Data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder dengan jumlah informan sebanyak 7 orang. Dan dokumentasi. Teknik Analisis data dan digunakan dalam penelitian ini yaitu Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Pengabsahan data yang digunakan adalah Triangulasi sumber, Triangulasi tekik dan Triangulasi waktu. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi Formulasi strategi, Implementasi strategi, dan Evaluasi strategi dalam Pemberdayaan Petani Alami di Desa Kaloling Kabupaten Bantaeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Petani Alami di Desa Kaloling Kabupaten Bantaeng telah selesai dengan pendekatan kekeluargaan dan keorganisasian guna mencapai tujuan dari penelitian ini yaitu menciptakan kesejahteraan masyarakat dalam bertani tampa menggunakan bahan kimia.  Faktor yang memperlambat strategi ini dikarenakan beberapa masyarakat tani masih menginginkan bercocok tanam dengan sesuatu hal yang serba singkat dan cepat tampa memikirkan dampak yang akan mereka dapatkan nantinya. Tetapi masalah tersebut sudah di atasi oleh pihak SPA dan dapat di terima secara berlahan oleh beberapa petani desa kaloling.
Transparansi Bantuan Sosial dalam Pemutusan Penyebaran Virus Covid-19 di Kabupaten Soppeng Mustari, Nuryanti
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v1i2.6800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Transparansi Bantuan Sosial Dalam Pemutusan Penyebaran COVID-19 Di Kelurahan Salo Karaja Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian adalah Kualitatif. Tipe penelitian yaitu Deskriptif Kualitatif. Jumlah Informan 5 (Lima) Orang. Sumber data meliputi Data Primer dan Data Sekunder. Teknik Pengumpulan Data meliputi Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik Analisis meliputi Pengumpulan Data, Reduksi Data, Sajian Data, Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Transparansi Bantuan Sosial Dalam Pemutusan Penyebaran Virus COVID-19 di Kelurahan Salo Karaja Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng 1) Keterbukaan Proses yaitu: Pemerintah melihat dalam 2 proses Transparansi yakni adanya Mekanisme Penganggaran dan Mekanisme Pendataan. 2) Peraturan dan Prosedur Pelayanan yaitu: a) Dalam hal pemberian Bantuan Sosial telah diatur dalam PERMENDAGRI Nomor 32 Tahun 2011 yang telah diubah dengan PERMENDAGRI Nomor 39 Tahun 2012. Sedangkan bantuan yang dikhususkan untuk Bantuan Sembako COVID-19 di Kabupaten Soppeng yakni Bantuan Sosial Pangan (BSP) telah di atur dalam PERBUB BUPATI Nomor 28 tahun 2020. b) Untuk Prosedur Pelayanannya terbagi 2 yakni Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Membuat Posko Tim Pengaduan di 8 Kecamatan Kabupaten Soppeng. 3)Kemudahan Informasi yaitu: Masyarakat mendapatkan informasi melalui sosialisasi dari Aparat Kelurahan maupun di Media Sosial namun masyarakat juga dapat mengakses melalui Aplikasi SIKS DATAKU dengan memasukkan NIK KTP yang sesuai dengan KK
Optimalisasi Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi di Era Pandemi COVID-19 di Indonesia Agani, M Wahyu; Kencono, Dewi Sekar
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v4i1.6860

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan pemerintah menemui tantangan dalam melakukan tugas dan kewajibannya dalam pelayanan publik. Tantangan terutama karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan pelayanan publik terhambat. Demikian pula dengan kebijakan pembatasan aktivitas di kantor bagi seluruh pegawai termasuk Aparatur Sipil Negara dengan pemberlakuan bekerja dari rumah. Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi pertanyaan dalam tulisan ini yaitu bagaimana pengembangan model pelayanan elektronik dari sistem e-Government di era new normal? Ditemukan bahwa era new normal menuntut agar penggunaan media elektronik menjadi sarana utama pemerintah dan masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan. Peran pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan di era pandemi membutuhkan inovasi di bidang layanan berbasis teknologi informasi kepada masyarakat serta perlu juga ditunjang dengan ketersediaan data yang valid dan otentik. Tersedianya data yang valid dan otentik, menjadi salah satu indikator utama dari kepuasan masyarakat terhadap pemerintah di era new normal. Selain itu, pelaksanaan e-Government harus mampu membentuk interaksi komunikasi antara elemen pemerintah pusat, daerah serta masyarakat melalui sistem elektronik berbasis informasi digital. Realitanya, pertukaran informasi melalui digital jauh lebih cepat dan efektif dilakukan daripada melakukan interaksi informasi melalui pelayanan tercetak. Selanjutnya setelah era new normal pelayanan melalui online masih dapat terus dilaksanakan sebagai wujud modernisasi pelayanan dari pemerintah kepada masyarakat.Kata Kunci: e-government, Covid-19, Pelayanan Publik

Page 7 of 11 | Total Record : 110