cover
Contact Name
Hendra Rustiawan
Contact Email
jurnal_keolahragaan@unigal.ac.id
Phone
+6282214951874
Journal Mail Official
jurnal_keolahragaan@unigal.ac.id
Editorial Address
Jl. RE. Martadinata No.150 Kabupaten Ciamis - Jawa Barat - Indonesia
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keolahragaan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 24432075     EISSN : 27150062     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/jkor.v8i2.7362
Jurnal Keolahragaan merupakan jurnal saintifik yang terbit setiap bulan April dan Oktober. Untuk versi cetak mulai terbit bulan April tahun 2015 dan pada tahun 2019 Jurnal Keolahragaan menerbitkan versi online. Misi Jurnal Keolahragaan adalah menjadi publisher artikel dalam bidang pendidikan jasmani dan keolahragaan yang memiliki reputasi baik nasional maupun internasional. Jurnal Keolahragaan mempublikasikan artikel terkait bidang: 1. Ilmu keolahragaan termasuk biomekanika olahraga 2. Fisiologi Olahraga 3. Sosiologi Olahraga 4. Psikologi Olahraga 5. Aktivitas Fisik 6. Pendidikan Jasmani
Articles 117 Documents
Pengaruh Kelelahan Otot Ekstremitas Bawah Terhadap Gerakan Mendarat/Landing Satu Kaki Pada Pemain Futsal Putra Muslim, Zacky Zakaria; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan
Jurnal Keolahragaan Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i1.17871

Abstract

ABSTRACTLower extremity muscle fatigue is a significant factor affecting the landing mechanics of one-footmovements in futsal players. This study aimed to analyze the impact of lower extremity muscle fatigue onthe kinematic parameters of landing movements. The research involved 14 male futsal players using aquantitative descriptive method with a pre-test and post-test design. The research instruments included theBosco test (squat jump, countermovement jump, and lunges), a force plate, and blood lactate measurements.Results indicated a significant increase in blood lactate levels post-fatigue (p < 0.05). Additionally,significant differences were observed in hip, knee, and ankle joint angles before and after fatigue. Fatiguereduced neuromuscular control, increased injury risk, and impaired landing stability. In conclusion, lowerextremity muscle fatigue negatively impacts landing biomechanics, highlighting the need for strengthtraining and fatigue management to prevent injuries and enhance performance.
Prediksi Mood Berdasarkan Pola Aktivitas Fisik pada Remaja Menggunakan Algoritma Machine Learning Kencana, Mayang Mega; Jajat, Jajat; Zaky, Mohammad; Sutoni, Kuston
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i1.17895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi mood remaja berdasarkan pola aktivitas fisik menggunakan algoritma machine learning. Aktivitas fisik sering kali berkorelasi erat dengan kondisi emosional, sehingga pendekatan ini dapat memberikan wawasan baru dalam mendukung kesehatan mental. Data dikumpulkan dari 50 remaja mahasiswa melalui perangkat wearable selama 90 hari, mencakup parameter seperti jumlah langkah, durasi aktivitas, intensitas, dan pola tidur. Sementara untuk data mood diperoleh dari skala BRUMs yang sudah diadaptasi dan divalidasi. Algoritma Decision Tree dan Support Vector Machine (SVM) digunakan untuk membangun model prediksi, dengan evaluasi kinerja berdasarkan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Decision Tree lebih unggul dibandingkan SVM, dengan akurasi sebesar 98,44% dibandingkan 97,45%. Decision Tree juga menunjukkan keunggulan dalam interpretasi model dan efisiensi komputasi, yang penting untuk implementasi aplikasi prediktif real-time. Penelitian ini menyimpulkan bahwa algoritma Decision Tree merupakan pendekatan yang lebih efektif untuk prediksi mood berbasis pola aktivitas fisik pada remaja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem pendukung kesehatan mental berbasis teknologi wearable.  This study aims to predict adolescents' mood based on physical activity patterns using machine learning algorithms. Physical activity is often closely correlated with emotional states, making this approach potentially valuable in providing new insights to support mental health. Data were collected from 50 university students using wearable devices over 90 days, including parameters such as step count, activity duration, intensity, and sleep patterns. Mood data were obtained using the BRUMs scale, which had been adapted and validated. Decision Tree and Support Vector Machine (SVM) algorithms were employed to develop the predictive model, with performance evaluated based on accuracy, precision, recall, and F1-score metrics. The results showed that the Decision Tree outperformed SVM, achieving an accuracy of 98.44% compared to 97.45%. Decision Tree also demonstrated advantages in model interpretability and computational efficiency, which are crucial for implementing real-time predictive applications. This study concludes that the Decision Tree algorithm is a more effective approach for mood prediction based on physical activity patterns in adolescents. These findings are expected to form the foundation for developing mental health support systems based on wearable technology.
Prediksi Mood Berdasarkan Pola Aktivitas Fisik pada Remaja Menggunakan Algoritma Machine Learning Kencana, Mayang Mega; Jajat, Jajat; Zaky, Mohammad; Sultoni, Kuston; Ruhayati, Yati
Jurnal Keolahragaan Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i1.17894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi mood remaja berdasarkan pola aktivitas fisik menggunakan algoritma machine learning. Aktivitas fisik sering kali berkorelasi erat dengan kondisi emosional, sehingga pendekatan ini dapat memberikan wawasan baru dalam mendukung kesehatan mental. Data dikumpulkan dari 50 remaja mahasiswa melalui perangkat wearable selama 90 hari, mencakup parameter seperti jumlah langkah, durasi aktivitas, intensitas, dan pola tidur. Sementara untuk data mood diperoleh dari skala BRUMs yang sudah diadaptasi dan divalidasi. Algoritma Decision Tree dan Support Vector Machine (SVM) digunakan untuk membangun model prediksi, dengan evaluasi kinerja berdasarkan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Decision Tree lebih unggul dibandingkan SVM, dengan akurasi sebesar 98,44% dibandingkan 97,45%. Decision Tree juga menunjukkan keunggulan dalam interpretasi model dan efisiensi komputasi, yang penting untuk implementasi aplikasi prediktif real-time. Penelitian ini menyimpulkan bahwa algoritma Decision Tree merupakan pendekatan yang lebih efektif untuk prediksi mood berbasis pola aktivitas fisik pada remaja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem pendukung kesehatan mental berbasis teknologi wearable.
Pengaruh Kegiatan Outward Bound terhadap Hasil Pembelajaran dan Profil Disiplin Mahasiswa FPOK UPI Suhendra, Dede Iman
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v9i1.18555

Abstract

This study aims to evaluate the learning outcomes and discipline profiles of students from the Faculty of Sports and Health Education (FPOK UPI) who participated in Outward Bound activities. Using a quantitative descriptive method and survey techniques, data were collected from 30 students across three study programs through Likert-scale questionnaires and academic records. The results show that most students achieved Grade Point Averages (GPA) in the "satisfactory" to "very satisfactory" categories and demonstrated high levels of discipline. The Outward Bound program positively contributed to both academic achievement and character development, particularly in fostering discipline, responsibility, and teamwork. These findings support the integration of Outward Bound into higher education character-building programs as an effective experiential learning strategy.
Pengaruh Outdoor Education Terhadap Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa dalam Aspek Rasional dan Realistis: Sebuah Studi Eksperimen di SMP Yayasan Wanita Kereta Api Bandung Suhendra, Dede Iman
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v9i2.18557

Abstract

This study aims to analyze the influence of Outdoor Education on improving students' self-confidence, particularly in the rational and realistic aspects. A quasi-experimental method with a Randomized Pretest-Posttest Comparison Group Design was employed. A total of 40 junior high school students were divided into experimental and control groups. The research instrument was a self-confidence questionnaire based on Lauster’s theory. The results showed that the experimental group experienced significant improvements in both aspects compared to the control group. Outdoor Education activities based on experiential learning proved effective in enhancing students' logical thinking, self-awareness, and realistic acceptance of their limitations. This study recommends the integration of Outdoor Education into school-based character education programs.
Hubungan Kekuatan Otot Lengan dan Berat Badan Terhadap Ketepatan Smash dalam Bola Voli di PBV. Pelopor Muda Maulana, Abdillah; Basri, Mohammad Hasan; Suparto, Achmad
Jurnal Keolahragaan Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i1.18590

Abstract

This study explores the significant relationship between arm muscle strength and body weight on smash accuracy in young volleyball athletes at PBV. Pelopor Muda, aged 15-16 years. Using correlational research design and descriptive statistical analysis as well as Pearson correlation, this study involved twelve athletes as a sample. The results showed that arm muscle strength contributed 52.2% to smash accuracy, while body weight showed a negative correlation of -0.700, which accounted for 49% of the variation in smash accuracy. These findings emphasize the importance of muscle strength in producing effective and accurate attacks, which can affect the outcome of a match. In addition, maintaining an ideal body weight is important to help athletes achieve better balance and stability during the game. This study emphasizes that muscle strength and weight management should be a focus in training programs to optimize athlete performance. Further discussion in this document links previous literature linking physical attributes to performance in volleyball, thus reinforcing the importance of structured training and athletic development in young populations. Further research is recommended to explore the interaction of other factors that influence performance, including overall physical fitness and nutritional strategies, in order to achieve a holistic training approach. The conclusion of this study emphasizes that muscle strength and body weight are important factors that directly affect the accuracy of volleyball smashes, and training interventions tailored to these attributes can improve the technical execution of volleyball skills.Penelitian ini mengeksplorasi hubungan signifikan antara kekuatan otot lengan dan berat badan terhadap ketepatan smash pada atlet bola voli muda di PBV. Pelopor Muda, berusia 15-16 tahun. Dengan menggunakan desain penelitian korelasional dan analisis statistik deskriptif serta korelasi Pearson, penelitian ini melibatkan dua belas atlet sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan otot lengan berkontribusi sebesar 52,2% terhadap ketepatan smash, sedangkan berat badan menunjukkan korelasi negatif sebesar -0,700, yang menyumbang 49% terhadap variasi ketepatan smash. Temuan ini menegaskan pentingnya kekuatan otot dalam menghasilkan serangan yang efektif dan akurat, yang dapat mempengaruhi hasil pertandingan. Selain itu, menjaga berat badan ideal penting untuk membantu atlet mencapai keseimbangan dan stabilitas yang lebih baik selama permainan. Penelitian ini menekankan bahwa kekuatan otot dan pengelolaan berat badan harus menjadi fokus dalam program latihan untuk mengoptimalkan performa atlet. Diskusi lebih lanjut dalam dokumen ini mengaitkan literatur sebelumnya yang menghubungkan atribut fisik dengan performa dalam bola voli, sehingga memperkuat pentingnya pelatihan terstruktur dan pengembangan atletik pada populasi muda. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi interaksi faktor-faktor lain yang mempengaruhi performa, termasuk kebugaran fisik secara keseluruhan dan strategi nutrisi, guna mencapai pendekatan pelatihan yang holistik. Simpulan dari penelitian ini menekankan bahwa kekuatan otot dan berat badan adalah faktor penting yang secara langsung mempengaruhi ketepatan smash dalam bola voli, dan intervensi pelatihan yang disesuaikan pada atribut-atribut ini dapat meningkatkan eksekusi teknis keterampilan dalam bola voli.
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN PANJANG LENGAN TERHADAP KETEPATAN SERVIS ATAS PADA SISWA EKSTRAKULIKULER PERMAINAN BOLA VOLI SMK NEGERI 4 PALEMBANG an, ar man
Jurnal Keolahragaan Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i1.17767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap ketepatan servis atas pada siswa ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 4 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 36 siswa (20 putra dan 16 putri) yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan mencakup tes kekuatan otot lengan melalui push-up, pengukuran panjang lengan menggunakan pita meteran, dan tes ketepatan servis atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan sempurna antara kekuatan otot lengan dan ketepatan servis atas, dengan nilai korelasi R=0,946 pada siswa putra dan R=0,933 pada siswa putri. Panjang lengan juga memiliki hubungan yang sedang terhadap ketepatan servis atas, dengan nilai korelasi R=0,613 untuk siswa putra dan R=0,589 untuk siswa putri. Analisis regresi menunjukkan bahwa kekuatan otot lengan dan panjang lengan secara bersama-sama memberikan kontribusi sempurna terhadap ketepatan servis atas, dengan nilai R=0,946 pada siswa putra dan R=0,940 pada siswa putri. Hasil ini menunjukkan bahwa baik kekuatan otot lengan maupun panjang lengan merupakan faktor penting dalam meningkatkan ketepatan servis atas. Temuan ini memberikan implikasi bagi pelatih untuk mengembangkan program latihan fisik yang lebih terfokus pada penguatan otot lengan dan teknik servis atas siswa.
Perbandingan Pengaruh Latihan Menggunakan Metode Inkuiri dengan Metode Reciprocal Terhadap Keterampilan Servis Atas dalam Permainan Bola Voli Romadhon, Gugun Rafiq Awal Syahrul; Suhendra, Dede Iman; Rofi, Ucu Abdul
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v8i1.18535

Abstract

This study aims to compare the effect of training using the inquiry method and reciprocal method on improving upper serve skills in volleyball games. The research method used is an experiment with a true-experimental design and a two group pretest-posttest approach. The research sample consisted of 24 students of class XII SMK Ma'arif NU Banjar Patroman who were divided into two groups, each getting treatment with inquiry and reciprocal methods. The research instrument used a volleyball top serve test. The results of data analysis showed that both methods had a significant effect on improving upper serve skills. The reciprocal method provides a higher improvement (15.00%) than the inquiry method (11.67%). The t-test showed that the t-count of the inquiry method (4.10), reciprocal method (4.72), and the comparison of the two (2.09) were greater than the t-tables (1.80 and 1.72). Thus, both methods are effective, but the reciprocal method is superior in improving volleyball top serve skills.
Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Team Assisted Individualization pada Keterampilan Sosial Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Risyanto, Aris; Yulianto, Ari Gana
Jurnal Keolahragaan Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i1.18592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Team Assisted Individualization terhadap peningkatan keterampilan sosial siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Menggunakan desain Randomized Pretest-Posttest Control Group, sampel terdiri dari 60 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Subang yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan berupa angket SSIS-RS. Hasil paired t-test menunjukkan kedua model pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap keterampilan sosial siswa (Sig. 0,00 < 0,05). Namun, independent t-test menunjukkan bahwa Team Assisted Individualization lebih efektif dibandingkan Direct Instruction. Temuan ini merekomendasikan penerapan model tersebut oleh guru Penjasorkes untuk mendorong pengembangan keterampilan sosial siswa secara optimal.
Kontribusi Self-Efficacy dan Dukungan Sosial terhadap Peningkatan Hasil Belajar Gerak dalam Pembelajaran Olahraga Sedayu, Dwi Sularso Agung; Yulisatria, Guntur; Bhakti, Yopi Hutomo; Suhariyanti, Mela; Malasari, Citra Azhariat
Jurnal Keolahragaan Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i1.19993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi self-efficacy dan dukungan sosial terhadap peningkatan hasil belajar gerak dalam pembelajaran olahraga pada siswa SMA Negeri 3 Kotabumi, Lampung. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanatori korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X dan XI sebanyak 240 siswa, dengan sampel berjumlah 150 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi angket self-efficacy, kuesioner dukungan sosial, dan lembar penilaian hasil belajar gerak yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa baik self-efficacy maupun dukungan sosial secara parsial maupun simultan berkontribusi signifikan terhadap hasil belajar gerak siswa. Self-efficacy berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan, kepercayaan diri, dan ketekunan siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran gerak. Sementara itu, dukungan sosial dari guru, orang tua, dan teman sebaya memperkuat motivasi serta menciptakan suasana belajar yang positif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan faktor psikososial dalam strategi pembelajaran pendidikan jasmani di tingkat sekolah menengah. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya integrasi pendekatan pedagogis yang mendorong perkembangan self-efficacy dan optimalisasi dukungan sosial guna meningkatkan efektivitas pembelajaran gerak secara menyeluruh.

Page 9 of 12 | Total Record : 117