cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dalam Q.S Al-Qasash ayat 77 Lani Nurpratiwi; Nan Rahminawati; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12345

Abstract

Abstract. The development of an increasingly advanced economy encourages people to seek worldly satisfaction and forget about the eternal life of the afterlife. The Qur'an as a guide to life teaches how Muslims should behave in seeking and spending their wealth, namely by avoiding bad behavior, which can damage and harm other people and themselves, just like Qarun, who is an example of human behavior with bad morals. The focus of the discussion in this research is regarding the values of moral education. By classifying the opinions of mufassir, drawing out the essence, classifying the opinions of experts about moral education and finding the values of moral education in Q.S Al-Qasash verse 77. This research uses a qualitative approach, using library study data collection techniques, and analyzed using the tahlili method. The case of human greed in using their wealth is a sign of moral decline and acts of destruction on the face of the earth, such as the behavior of israf, tabdzir and stinginess carried out by Qarun today. It is hoped that the moral education values contained in Q.S Al-Qasash verse 77 can be applied in everyday life. Abstrak. Geliat perekonomian yang semakin maju mendorong seseorang mencari kepuasan duniawi dan melupakan kehidupan akhirat yang kekal. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup mengajarkan bagaimana seharusnya perilaku muslim dalam mencari dan membelanjakan hartanya yaitu dengan menjauhi perilaku yang buruk, yang dapat merusak dan merugikan orang lain serta dirinya sendiri seperti halnya Qarun yang merupakan contoh perilaku manusia yang memiliki akhlak yang buruk. Fokus pembahasan pada penelitian ini mengenai nilai-nilai pendidikan akhlak. Dengan Mengklasifikasikan pendapat mufassir, Menarik esensi, Mengklasifikasikan pendapat para ahli tentang pendikan akhlak dan Menemukan nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Q.S Al-Qasash ayat 77. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data studi kepustakan, dan dianalisis dengan metode tahlili. Kasus keserakahan manusia dalam menggunakan hartanya merupakan salah satu tanda dari kemerosotan akhlak dan perbuatan kerusakan di muka bumi, seperti perilaku israf, tabdzir dan kikir yang dilakukan para Qarun saat ini, diharapkan nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Q.S Al-Qasash ayat 77 dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Program Taujihad Wal Irsyadat dalam Pengembangan Akhlak pada Santri Pondok Pesantren Darussalam melvira adelia fahrani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12355

Abstract

Abstract. This study discusses the Implementation of Taujihat Wal Irsyadat program in developing the morals of students at the Darussalam Islamic Boarding School. This research uses a qualitative approach with descriptive methods use reduction, data, presntation, tringulation and conclusion drawing (varification). The research method used is data collection through interviews, observations, and document studies. The results showed that the Taujihad Wal Irsyadat program has had a significant positive impact on the moral development of students at the Darussalam Islamic Boarding School. The material delivered by the homeroom coordinator and homeroom teacher to students has helped them understand religious and ethical values better. The intensive interaction between room guardians and students in these sesstion creates an environment that supports reflection, discussion, and exchange of thoughts. Students have also begun to apply the moral values taught in their daily lives, both in social interactions, daily actions, and online behavior. The impact is not only seen in behavioral changes, but also in the increaset understanding and awareness of students about the importance of integrity, emphaty, and social responsibility. Taujihat Wal Irsyadat program has proven it is success in helping the moral development of students at the Darussalam Islamic Boarding School. These results confirm the importance of a holistic approach in moral education that integrates religious and ethical values in the daily lives of students. Although there are some challenges that need to be overcome, this program has great potential to continue to contribut in forming a young generation with noble morals and integrity in society. Abstrak. Penelitian ini membahas tentang Implementasi Program Taujihat Wal Irsyadat dalam pengembangan akhlak santri di Pondok Pesantren Darussalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif. Teknik analisis data menggunakan reduksi, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa program Taujihat Wal Irsyadat telah memberikan dampak positif yang signifikan pada perkembangan akhlak santri di Pondok Pesantren Darussalam. Materi yang disampaikan oleh koordinator kamar dan wali kamar kepada santri telah membantu mereka memahami nilai-nilai agama dan etika dengan lebih baik. Interaksi yang intensif antara wali kamar dan santri dalam sesi-sesi ini menciptakan lingkungan yang mendukung refleksi, diskusi, dan pertukaran pemikiran. Santri telah mulai menerapkan nilai-nilai akhlak yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam interaksi sosial, tindakan sehari-hari, maupun perilaku online. Dampaknya tidak hanya terlihat dalam perubahan perilaku, tetapi juga dalam peningkatan pemahaman dan kesadaran santri tentang pentingnya integritas, empati, dan tanggung jawab sosial. Program Taujihat Wal Irsyadat telah membuktikan keberhasilannya dalam membantu pengembangan akhlak santri di Pondok Pesantren Darussalam. Hasil ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan akhlak yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dan etika dalam kehidupan sehari-hari santri. Meskipun ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, program ini memiliki potensi besar untuk terus berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berintergritas dalam masyarakat..
Implementasi Program Klinik Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Melalui Metode Tahsinul Qur’an di MAN 1 Sukabumi Aditya Nova Nugraha
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12375

Abstract

Abstract. Religious education is the most important education that must be taught to children in order to form a child's personality in accordance with Islamic religious guidance, namely the Koran and Hadith. The Koran is the holy book which is the main and first source of Islamic teachings, a guide to human life revealed by Allah to the Prophet Muhammad Sholallohu'alaihiwasallam. As one of the incomparable graces for the universe because in it are collected divine revelations which serve as instructions, guidelines and lessons for those who believe in and practice them. In reading the Koran there are several rules that must be considered in order to be able to read the Koran properly and correctly, Muslims must learn the science of reading the Koran. Both in terms of makharijul letters, letter properties, tajwid, and others. Tahsinul Qur'an method in teaching reading the Qur'an. the rules of tajwid science through guidance and teaching activities through an institutional program that all students of the school must follow. The tahsin method is also one of the ways of educators or ustad in reciting the Koran which focuses on makhroj (the place where letters come and go) and the science of recitation. It is named the Al-Qur'an clinic because it acts as a healer and problem solver for students who do not yet have the ability to read the Qur'an. The criteria for students who are required to take part in the program are students who are not yet fluent and students who do not know the punctuation and tajwid in the Qur'an. Abstrak. Pendidikan agama merupakan pendidikan yang paling utama yang harus diajarkan kepada anak dalam rangka membentuk kepribadian anak yang sesuai dengan tuntunan agama Islam, yaitu Alquran dan Hadits. Al quran adalah kitab suci yang merupakan sumber utama dan pertama ajaran Islam, menjadi petunjuk kehidupan umat manusia diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Sholallohu’alaihiwasallam. Sebagai salah satu rahmat yang tak ada taranya bagi alam semesta karena didalamnya terkumpul wahyu ilahi yang menjadi petunjuk, pedoman dan pelajaran bagi siapa yang mempercayai serta mengamalkannya. Dalam membaca Al-quran ada beberapa kaidah yang harus diperhatikan agar dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, umat muslim harus mempelajari ilmu baca AlQur’an. Baik dari segi makharijul huruf, sifat-sifat huruf, tajwid, maupun yang lainnya. metode Tahsinul Qur’an adalah metode yang mengkhususkan pengkajian terhadap materi-materi yang mana pengaplikasian cara bacanya sesuai kaidah-kaidah ilmu tajwid melalui kegiatan bimbingan dan pengajaran melalui suatu program lembaga yang wajib di ikuti oleh seluruh siswa sekolah tersebut. Metode tahsin juga merupakan salah satu cara pendidik atau ustad dalam tilawah Alquran yang menitik beratkan pada makhroj (tempat keluar masuknya huruf) dan ilmu tajwid. Dinamakan dengan klinik Al-Qur’an karena berperan sebagai penyembuh dan pemecah masalah bagi siswa-siswa yang belum memiliki kemampuan membaca Al Qur’an,Adapun kriteria siswa yang wajib mengikuti program tersebut ialah siswa-siswi yang belum lancar dan siswa-siswi yang belum mengetahui tanda baca dan tajwid yang ada di dalam Al Qur’an.
Nilai-Nilai Pendidikan tentang Mengonsumsi Makanan Halalan Thayyiban yang Disyaratkan dalam Islam yang Terkandung dalam Qur’an Surat Al-Baqoroh Ayat 168 Iil Hafna; Eko Surbiantoro; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12377

Abstract

Abstract. This study examines modern society that still pays little attention to halal in obtaining and consuming food. As a result, they tend to not care, take it lightly, and underestimate the halalness and permissibility of food. This condition occurs due to a lack of knowledge and understanding, which makes most Muslim communities unaware and unconcerned. Because we believe that every command and prohibition of Allah Swt. is good, every rule has benefits for humans. Therefore, the author seeks to explore the effects that will be caused by people who consume halalan thayyiban food, as mentioned in the Qur'an Surah Al-Baqoroh verse 168. This research uses a qualitative descriptive approach, collecting data using literature studies and then analyzing it with the tahlili method. Halalan Thayyiban is a fundamental belief about Islamic ethics that will affect the way a person who is Muslim behaves in terms of food and beverage consumption at the level of quality of life. So, the meaning of halalan thayyiban food explained in QS. Al-Baqoroh verse 168 is food that is permitted by Islamic law is called halal, while good food (thayyib) indicates quality, good benefits for the body, proportional (not excessive), safe to eat, and of course halal. Abstrak. Penelitian ini mengkaji mengenai masyarakat modern yang masih kurang memperhatikan kehalalan dalam mendapatkan dan mengonsumsi makanan. Akibatnya, mereka cenderung tidak peduli, menganggap enteng, dan meremehkan kehalalan dan ke-thayyiban pada makanan. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman, yang membuat sebagian besar masyarakat muslim tidak sadar dan tidak peduli. Karena kita percaya bahwa setiap perintah dan larangan Allah Swt. baik, setiap aturan memiliki manfaat bagi manusia. Karena itu, penulis berusaha untuk mengeksplorasi efek yang akan ditimbulkan oleh orang-orang yang mengonsumsi makanan halalan thayyiban, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqoroh ayat 168. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, mengumpulkan data menggunakan studi kepustakaan dan kemudian menganalisisnya dengan metode tahlili. Halalan thayyiban adalah keyakinan fundamental tentang etika Islam yang akan memengaruhi cara seseorang yang beragama Islam berperilaku dalam hal konsumsi makanan dan minuman pada tingkat keberkualitas hidup. Maka, makna makanan halalan thayyiban yang dijelaskan pada QS. Al-Baqoroh ayat 168 ini adalah makanan yang diizinkan oleh syariat Islam disebut halal, sementara makanan yang baik (thayyib) menunjukkan kualitas, manfaat yang baik bagi tubuh, proporsional (tidak berlebihan), aman dimakan, dan tentu saja halal.
Nilai-Nilai Pendidikan tentang Ahklak Siswa terhadap Guru dalam Kitab Ahklak Lil Banin Jilid II Karangan Syekh Umar Bin Ahmad Baradja Fachrurozi Kamal, Muhamad Faqih; Surana, Dedih; Al Ghazal, Sobar
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12387

Abstract

Abstract. Moral education is the core of all types of education. Because morals are education that directs the creation of human inner and outer behavior so that it becomes a balanced human being in the sense of himself and outside himself. The position of morals in human life occupies an important place. if the morals are good, then the physical and mental well-being, if the morals are damaged, then the physical and mental damage. The glory of a person lies in good morals, good morals always make a person safe, calm and no reprehensible actions. Of the many books that discuss adab education, the author chooses the book of akhlak lil banin as a reference and also analyzes the adab of students towards teachers. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What is the essence of student manners towards teachers in the book of morals lil-banin volume II by Sheikh Umar bin Ahmad Baraja? (2) What are the views of education experts on student manners towards teachers? (3) The educational values of student manners towards teachers contained in the book of morals lil-banin volume II by Sheikh Umar bin Ahmad Baraja? The research objectives are as follows: (1) To find out the essence of students' morals towards teachers in the book of morals lil-banin volume II by Sheikh Umar bin Ahmad Baraja. (2) To find out the views of education experts about students' morals towards teachers. (3) To find out the values of ahklak education. Abstrak. Pendidikan akhlak adalah inti dari semua jenis pendidikan. Karena akhlak merupakan pendidikan yang mengarahkan pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun luar dirinya. Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang penting. apabila akhlak baik, maka sejahteralah lahir dan batinnya, apabila akhlaknya rusak, maka rusaklah lahir dan batinnya. Kejayaan seseorang terletak pada akhlak yang baik, akhlak yang baik selalu membuat seseorang menjadi aman, tenang dan tidak ada perbuatan yang tercela. Dari banyak kitab yang membahas tentang pendidikan adab, penulis memilih kitab akhlak lil banin sebagai rujukan dan juga analisis adab murid terhadap guru. Berdasarkan fenomena tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana esensi akhlak siswa terhadap guru dalam kitab ahklak lil-banin jilid II karangan syeikh Umar bin Ahmad Baraja? (2) Bagaimana pandangan ahli pendidikan tentang ahklak siswa terhadap guru? (3) Nilai-nilai pendidikan ahklak siswa terhadap guru yang terkandung dalam kitab akhlak lil-banin jilid II karangan syeikh Umar bin Ahmad Baraja? Adapun tujuan penelitian sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui esensi akhlak siswa terhadap guru dalam kitab ahklak lil-banin jilid II karangan syeikh Umar bin Ahmad Baraja. (2) Untuk mengetahui pandangan ahli pendidikan tentang ahklak siswa terhadap guru. (3) Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan.
Implementasi Peraturan Bupati Kab. Bandung No. 78 Tahun 2021 Tentang Pembelajaran Pendidikan Keagamaan di Sekolah Dasar Desa Gunungleutik Baehaqi, Riyandi; Rahminawati, Nan; Rachmah, Huriah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12400

Abstract

Abstract. This research is entitled Implementation of District Regent Regulations. Bandung No. 78 of 2021 concerning Religious Education Learning at Gunungleutik Village Elementary Schools, this program was created to overcome Al-Qur'an illiteracy in Bandung Regency through the Koran School program. This research aims to identify the learning and benefits of Koran reading teachers at the Gunungleutik village elementary school in the Bandung Regency Koran School program. The method used is a qualitative method with a phenomenological approach and the research instruments used are interviews, observation and documentation, data analysis techniques using data reduction, data display, and drawing conclusions and verification. This Quran Reciting School Program has a positive impact on the school, especially PAI teachers, helping to facilitate learning that is not affordable in Islamic Religious Education learning, so Koran Koran teachers provide facilities to provide additional material related to Reading and Writing Memorizing the Al-Qur'an. The shortcomings of this program are clashes in teaching and learning hours, some of which are used by Koran teachers, and the lack of competence of Koran teachers in preparing and developing material. The purpose of the District Regent's Regulations. Bandung No. 78 of 2021 concerning Religious Education Learning in the form of the Koran School program targeting elementary school level students in reducing Al-Qur'an illiteracy, the school is grateful to get the benefits of its students experiencing positive development in reading, writing, and memorizing the Al-Qur'an. and to students. Abstrak. Penelitian ini dengan judul Implementasi Peraturan Bupati Kab. Bandung No. 78 Tahun 2021 Tentang Pembelajaran Pendidikan Keagamaan di Sekolah Dasar Desa Gunungleutik, program ini dibuat untuk mengatasi buta huruf Al-Qur’an di Kabupaten Bandung melalui program Sekolah Mengaji . Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pembelajaran dan manfaat guru ngaji di sekolah dasar desa Gunungleutik dalam program Sekolah Mengaji Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, teknik analisis data menggunakan reduksi data, data display dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Program Sekolah Mengaji ini berdampak positif terhadap pihak sekolah khususnya guru PAI membantu memfasilitasi pembelajaran yang tidak terjangkau dalam pembelajaran PAI, jadi guru ngaji memberikan fasilitas untuk memberikan tambahan materi terkait Baca Tulis Hafal Al-Qur'an. kekurangan pada program ini bentroknya jam KBM yang sebagian di pakai oleh guru ngaji dan kurangnya kompetensi guru ngaji dalam persiapan dan pengembangan materi. Tujuan dari Peraturan Bupati Kab. Bandung No. 78 Tahun 2021 Tentang Pembelajaran Pendidikan Keagamaan dalam bentuk program Sekolah Mengaji dengan sasaran peserta didik jenjang sekolah dasar dalam mengurangi buta huruf Al-Qur’an, pihak sekolah bersyukur mendapatkan manfaat para peserta didiknya mengalami perkembangan positif dalam membaca, menulis dan menghafal Al-Qur'an pada siswa.
Pengelolaan Kegiatan Membaca dan Menerjemahkan Kitab Kuning di Pondok Pesantren Mi’rojul Huda Ciamis Indri Azqiya Rachmawati; Ikin Asikin; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12408

Abstract

Abstract. This research aims to find out about planning, implementation, evaluation, supporting and inhibiting factors, and the impact felt after participating in these activities. The method used in this research is a qualitative method with a case study type of research. The data collection technique uses interviews, observation and documentation. Data analysis techniques are carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The informants in this research are the general leadership as the policy maker for holding this activity, the administrators who are responsible for this activity as well as supervising the continuity of the activity, teachers who provide material and see the development of students in the learning environment after participating in the activity process, and students who directly participate in the activity Islamic boarding schools are also educational institutions that help increase the Islamic knowledge of their students. With this training activity, students are trained to be able to increase their Islamic knowledge contained in the Yellow Book, and to show courage when interacting with many people, because like it or not, a student will definitely be needed by the community when they return to their respective hometowns, because Santri are usually considered the most capable and often relied on in community activities. Activities will run well if there is good activity management in the process, then success will be achieved which is part of the plan to achieve a goal. The results of this research show that this activity has been running for a long time and is still ongoing today. The purpose of holding this activity is an agreement from all Islamic boarding school parties to be able to produce graduates who are competent in the community environment. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan penghambat, dan dampak yang dirasakan setelah mengikuti kegiatan tersebut. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Informan pada penelitian ini adalah pimpinan umum sebagai pembuat kebijakan untuk mengadakan kegiatan ini, pengurus yang bertugas menanggungjawabi kegiatan ini sekaligus mengawasi keberlangsungan kegiatan, guru yang memberikan materi dan melihat perkembangan santri di lingkungan pembelajaran setelah mengikuti proses kegiatan tersebut, dan santri yang mengikuti langsung kegiatan tersebut. Dengan adanya pelatihan kegiatan ini santri di latih untuk dapat meningkatkan pengetahuan keislaman yang terdapat pada kitab kuning, dan untuk memunculkan keberanian ketika berinteraksi dengan banyak orang, karena mau tidak mau seorang santri pasti akan dibutuhkan oleh masyarakat ketika kembali ke kampung halamannya masing-masing, karena santri biasanya dianggap paling bisa dan sering di andalkan dalam kegiatan bermasyarakat. Kegiatan akan berjalan dengan baik jika di dalam prosesnya terdapat manajemen kegiatan yang baik maka akan mencapai suatu keberhasilan yang sudah bagian dari rencana untuk bisa mencapai suatu tujuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan ini sudah berjalan sejak lama dan masih bertahan sampai sekarang. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah suatu kesepakatan dari seluruh pihak pesantren untuk dapat menghasilkan lulusan yang dapat berkompeten dalam lingkungan masyarakat..
Efektivitas Metode Index Card Match pada Penerapan Pembelajaran Ilmu Tajwid Kelas IV di SDN Lagadar 01 eva samantha pertiwi; Nan Rahminawati; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12410

Abstract

Abstract. The lack of effectiveness of student learning outcomes is the result of many things, one of which is the inappropriate use of learning methods. Therefore, it is hoped that the application of the index card match method can answer problems and increase the effectiveness of student learning outcomes. This research aims to find out how much the effectiveness of student learning outcomes has increased. This research was conducted on the Qur'an subject, Tajwid science material. This research was conducted in class IV B at SDN Lagadar 01 using a quantitative approach and quasi-experimental methods. Data collection techniques use interviews, tests and observations. Data analysis used the normality test, homogeneity test, and independent samples t test.The results of the research showed that the experimental class which used the index card match method was superior in the level of effectiveness of student learning outcomes to the control class which used conventional methods in Al Qur'an Subjects, Tajwid Science material. This can be seen from the average learning value after implementing the index card match method. The results of research on the learning process of the experimental class and control class show that the value of the control class is greater. Next, data analysis was carried out through an independent samples t test with the help of SPSS, the results were that there were significant differences in learning outcomes between the experimental class which used the index card match method and the control class which used the conventional method. This shows that the Index Card Match method is more effective when applied to learning the Qur'an, Tajwid Science. Abstrak. Kurangnya efektifitas hasil belajar siswa merupakan akibat banyak hal, salah satunya kurang tepatnya penggunaan metode belajar. maka dari itu, penerapan metode index card match diharapkan dapat menjawab permasalahan serta meningkatkan efektivitas hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan efektivitas hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan pada Mata Pelajaran Al Qur’an materi Ilmu Tajwid. Penelitian ini dilakukan di kelas IV B SDN Lagadar 01 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode quasi eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes dan observasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent samples t test. Hasil penelitian menunujukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan metode index card match lebih unggul tingkat efektivitas hasil belajar siswa dari kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional pada Mata Pelajaran Al Qur’an materi Ilmu Tajwid. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata belajar sesudah pelaksanaan metode index card match. Hasil penelitiaan terhadap proses belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa kelas kontrol lebih besar nilainya. Selanjutnya dilakukan analisis data melalui uji independent samples t test dengan bantuan SPSS, hasilnya terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antar kelas eksperimen yang menggunakan metode index card match dengan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Hal itu menunjukkan bahwa metode Index Card Match lebih efektif untuk diterapkan pada pembelajaran Al Qur’an Ilmu Tajwid.
Pengaruh Model Contextual Teaching And Learning pada Mata Pelajaran Akhlak terhadap Hasil Belajar Siswa Diniyah Takmiliyah Thoriqul Huda Kota Bandung Irfan Muhammad Luqman; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12412

Abstract

Abstract. This research is a quantitative experimental research that aims to determine the effect of student learning outcomes using the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model on the subject of Akhlak. The sample in this research was 15 students of class VI Diniyah Takmiliyah Thoriqul Huda. This research was conducted using a quantitative approach through quasi-experimental methods. With data collection instruments using observation, tests, and documentation. The research results were analyzed using the T-test formula. The results of data analysis show that tcount is greater than ttable (4.67 > 2.08) at α = 0.05, with 21 degrees of freedom, which means H0 is rejected and H1 is accepted. Based on these findings, it is stated that there is a significant influence between the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model on student learning outcomes in the Morals subject in class VI Diniyah Takmiliyah Thoriqul Huda. Abstrak. Penelitian ini merupakan Penenlitian Kuantitatif Eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran Akhlak. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI Diniyah Takmiliyah Thoriqul Huda sebanyak 15 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode kuasi eksperimental. Dengan instrumen pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis menggunkan rumus uji T-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (4,67 > 2,08) pada α = 0,05, dengan derajat kebebasan 21 yang berarti H0 di tolak dan H1 diterima. Berdasarkan temuan tersebut, maka dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Akhlak di kelas VI Diniyah Takmiliyah Thoriqul Huda.
Pembelajaran Bahtsul Kutub di Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang Subang Andri Ramadhan
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12420

Abstract

Abstract. This research aims to evaluate Bahtsul Polar learning at the Darussalam Islamic Boarding School. Bahtsul Polar, as a method of studying classical Islamic books, has an important role in increasing the Islamic understanding of santriyyah. This research uses a qualitative approach involving observation, interviews and document analysis. The results of the research show that Bahtsul Polar learning at the Darussalam Islamic Boarding School is effective in increasing understanding and application of Islamic values. Santriyyah are able to explore the wisdom and relevance of classical books in the context of everyday life. The discussion and debate process in Bahtsul Pole also provides space for students to develop critical and analytical thinking skills. In addition, this research identified several factors that support the effectiveness of Bahtsul Pole learning, including teacher competency, interactive teaching methods, and infrastructure support. However, challenges such as limited resources and the lack of up-to-date classical literature are the focus of improvement to improve Bahtsul Pole learning in the future. It is hoped that this research can contribute to the development of Islamic boarding school curricula and become a reference for other Islamic educational institutions that wish to strengthen scientific and Islamic aspects in learning Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembelajaran Bahtsul Kutub di Pondok Pesantren Darussalam. Bahtsul Kutub, sebagai metode pengkajian kitab-kitab klasik Islam, memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman keislaman para santriyyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahtsul Kutub di Pondok Pesantren Darussalam efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam. Santriyyah mampu menggali hikmah dan relevansi kitab-kitab klasik dengan konteks kehidupan sehari-hari. Proses diskusi dan debat dalam Bahtsul Kutub juga memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor penunjang efektivitas pembelajaran Bahtsul Kutub, termasuk kompetensi pengajar, metode pengajaran yang interaktif, dan dukungan sarana-prasarana. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya literatur klasik yang terkini menjadi fokus perbaikan untuk meningkatkan pembelajaran Bahtsul Kutub di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum pondok pesantren dan menjadi acuan bagi lembaga pendidikan Islam lainnya yang ingin memperkuat aspek keilmuan dan keislaman dalam pembelajaran.