cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Nilai-Nilai Pendidikan dari Q.S Ar-Ra’d Ayat 28 Tentang Dzikir Sebagai Penenang Qolbu noval hendy kurniawan; Aep Saepudin; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12422

Abstract

Abstract. The study in this research is a thematic study on Surah Al-Ra'd verse 28. The major topic of this study is Zikr and its implementation as a heart tranquilizer. The two main issues to be raised are 1) how the Mufasir's view of peace of mind is expressed or implied in Surah Al-Ra'd verse 28, and 2) how the implications of Dhirullah and its application in building peace of mind. This type of research is descriptive qualitative research with library research. Qualitative research is a type of research whose findings are not obtained through measurement or statistical procedures. Descriptive means that the data collected, presented, and described in the form of description or narrative exposure. While what is meant by library research is research that limits research activities to obtaining data from library sources without requiring field research. Some of the conclusions obtained from this study include that with Dhirullah, a person will be greatly helped to overcome various difficulties and problems that plague the heart. Just to mention some of the benefits and implementation of dhikr as a tranquilizer of the heart, among others, is to guide a person to interpret his life positively. This can be achieved when he has confidence in every action or plan for future life, is able to control his heart, and at the next stage is actualization in the world. Abstrak. Kajian dalam penelitian ini merupakan kajian tematik pada surah Al-Ra’d ayat 28. Tema besar dalam kajian ini adalah Zikir dan Implementasinya sebagai Penenang Hati. Dua permasalahan pokok yang hendak di angkat adalah 1) bagaimana pandangan mufasir tentang ketenangan hati yang tersurat ataupun tersirat dalam surah Al-Ra’d ayat 28, dan 2)bagaimana implikasi dhirullah dan penerapannya dalam membangun ketenangan hati. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan library reseach. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang hasil penemuannya didapatkan tidak melalui prosedur pengukuran atau statistik. Deskriptif maksudnya adalah data-data yang dikumpulkan, disajikan dan digambarkan dalam bentuk uraian atau paparan narasi. Sementara yang dimaksud library reseach adalah penelitian yang membatasi kegiatan penelitian selama memperoleh data pada sumber kepustakaan tanpa memerlukan riset lapangan. Beberapa kesimpulan yang diperoleh dari kajian ini antara lain adalah dengan dhirullah, seseorang akan sangat terbantu untuk mengatasi berbagai kepelikan dan masalah-masalah yang sedang melanda hati. Untuk sekedar menyebut beberapa manfaat dan implementasi zikir sebagai penenang hati antara lain adalah memandu seseorang dalam memaknai hidupnya secara positif. Ini dapat digapai ketika ia mamiliki kepercayaan diri disetiap tindakan atau rencana-rencana untuk kehidupan kedepan, mampu mengontrol hatinya, dan pada tahap selanjutnya adalah aktualisasi diri. Zikir juga mampu memberikan sentuhan semangat bagi orang orang yang sedang merasa putus asa. Cara berpikirnya akan tercerahkan dan selamat dari berprasangka buruk serta membuat seseorang melangkah menuju kematangan cita-cita hidup. Hatinya lapang dan penuh dengan rasa syukur. Tidak ada rasa hawatir yang berlebihan, sehingga ekspresi hidupnya tidak lain adalah kebahagiaan.
Nilai – nilai Pendidikan Akhlak pada Kitab Ta’lim Muta’allim dan Aktualisasinya terhadap Pendidikan Karakter di Indonesia Irfan Faruq
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12429

Abstract

Abstract. Agains the backdrop of the decline in moral education in the community, various problems related to morality have emerged which have started to emerge causing moral degradation. Therefore, it is necessary to study moral education which is expected to have a positive impact on education in Indonesia. In addition, this research will also examine its actualization with character education as the indent of the Indonesia nation. This study aims ti determine the values of character education in the book of ta’lim muta’allim by sheikh Az-Zarnuji. The questions to be answered through this research are : what are the values of moral education in the muta’allim book ? how is the actualization of moral education values in the muta’allim ta’lim book on character education in Indonesia? The research method used is library research. The primary data sources are taken from other books, journals, articles and so on that are relevant and relevant to the research. As for technical analysis of data using analytical descriptive method and content analysis. The finding of this study indicate that the book of muta’allim ta’lim is still relevant today to character education in Indonesia.. Abstrak. dilatar belakangi oleh semakin merosotnya Pendidikan moral di Masyarakat, muncul berbagai permasalahan terkait moralitas yang mulai bermunculan sehingga menyebabkan terjadinya degradasi moral. Oleh karena itu, perlu adanya kajian terhadap Pendidikan moral yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Pendidikan di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga akan mengakaji aktualisasinya dengan penddidikan karakter sebagai cikal bakal bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai Pendidikan karakter dalam Kitab Ta’lim Muta’allim karya Syeikh Az-Zarnuji. Pertanyaan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah : apa saja nilai – nilai Pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab muta’allim ? bagaimana aktualisasi nilai-nilai Pendidikan akhlak dalam kitab muta’allim Pendidikan karakter di Indonesia ? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Sumber data primer diambil dari buku-buku lain, jurnal, artikel dan sebagainya yang relevan dengan penelitian. Sedangkan untuk teknis analisis data menggunakan metode deskriptif analitis dan analisis isi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kitab ta’lim muta’allim masih relevan hingga saat ini dengan Pendidikan karakter di Indonesia.
Kajian Tafsir Maudhu’I tentang Perilaku Kaum Sodom dan Implikasinya terhadap Pendidikan Seks Bagi Anak Citra Shenya Adelia; Fitroh Hayati; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.12701

Abstract

Abstract. Islam is a religion of fitrah that recognizes that the fitrah that humans have in all aspects of their lives, including aspects related to the fulfillment and encouragement of sexual instincts that Allah Swt. has created in humans. From a young age, humans are given the instinct to pair up and encourage the culprit to try to meet their partner. However, the rise of sex acts or relationships that are carried out outside of marriage and this is contrary to religious teachings and government regulations. This is the existence of marriage between men and men, known as homosexual / sodomy, was done by the people of the Prophet Luth, namely the people of Sodom who were told in Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A’raf verse 80. This is the background for the author to conduct this research which aims to find out how the opinions of the mufasirs about Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A'raf verse 80, how the essence of Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A'raf verse 80, what are the experts' opinions on sex education for children, and what are the educational implications of Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A'raf verse 80. Abstrak. Islam merupakan agama fitrah yang mengakui bahwa fitrah yang dimiliki manusia dalam semua aspek kehidupannya, termasuk aspek yang berkaitan dengan pemenuhan dan adanya dorongan insting seksual yang telah diciptakan Allah Swt. pada diri manusia. Sejak usia muda, manusia diberikan naluri untuk berpasangan telah tumbuh dan mendorong pelakunya untuk berupaya bertemu dengan pasangannya. Namun, maraknya perbuatan atau hubungan seks yang dilakukan di luar pernikahan dan hal tersebut bertentangan dengan ajaran agama dan peraturan pemerintah. Hal tersebut adanya perkawinan yang dilakukan antara laki-laki dengan laki-laki yang dikenal dengan sebutan homoseks/sodomi sebagaimana perbuatan yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth yaitu kaum Sodom yang dikisahkan pada Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’raf ayat 80. Hal tersebut yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendapat dari para mufasir tentang Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’raf ayat 80, bagaimana esensi dari Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’raf ayat 80, bagaimana pendapat para ahli tentang pendidikan seks bagi anak, dan bagaimana implikasi pendidikan dari Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’Raf ayat 80.
Tazkiyatun Nafs Menurut Said Hawwa dan Implikasinya dalam Pembentukan Akhlak Mulia Andini Putri Utami
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13198

Abstract

Abstract. Noble morals are a necessity for carrying out worship rituals to build a relationship with God and establish social relationships between fellow humans. However, in reality, humans are currently experiencing a crisis of morality and causing bad behavior that can plunge and damage generations. Therefore, the world of education needs a new concept to form the young generation with noble morals through the world of Islamic religious education. According to Said Hawwa, the concept of tazkiyatun nafs is carried out using three methods, including: purifying the heart by eliminating heart disease, adorning oneself with commendable morals and imitating noble morals that come from the names of Allah and the morals of the Prophet Muhammad. The aim of this research is to understand the concept of tazkiyatun nafs according to Said Hawwa and apply the implications of the concept of tazkiyatun nafs according to Said Hawwa in the formation of noble morals. The research method used is a descriptive analytical qualitative research method through literature study data collection. The result of this research is the concept of tazkiyatun nafs according to Said Hawwa, namely cleansing the soul and heart from dirt and disease which causes behavior to reflect disgraceful morals by adorning oneself with righteous deeds, practicing noble morals by imitating the names of Allah and the morals of the Prophet Muhammad. The implication of the concept of tazkiyatun nafs according to Said Hawwa in the formation of morals is to produce humans who have morals towards Allah, towards fellow humans and towards themselves. Abstrak. Akhlak mulia merupakan kebutuhan untuk menjalankan ritual peribadatan untuk membangun hubungan dengan Allah dan menjalin hubungan sosial antar sesama manusia. Namun, pada kenyataannya saat ini manusia mengalami krisis moralitas dan menyebabkan perilaku buruk yang dapat menjerumuskan dan merusak generasi. Oleh karena itu, dunia pendidikan membutuhkan konsep yang baru untuk membentuk generasi muda dengan akhlak mulia melalui dunia pendidikan agama Islam. Konsep tazkiyatun nafs menurut Said Hawwa dilakukan dengan tiga metode, antara lain: menyucikan hati dengan menghilangkan penyakit hati, menghiasi diri dengan akhlak terpuji dan meneladani akhlak mulia yang berasal dari nama-nama Allah dan akhlak yang dimiliki oleh Rasulullah Saw. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami konsep tazkiyatun nafs menurut Said Hawwa dan menerapkan implikasi konsep tazkiyatun nafs menurut Said Hawwa dalam pembentukan akhlak mulia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif analitis melalui pengumpulan data studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah konsep tazkiyatun nafs menurut Said hawwa yaitu membersikan jiwa serta hati dari kotoran dan penyakit yang menyebabkan perilaku mencerminkan akhlak tercela dengan menghiasi diri dengan amal shalih, mengamalkan akhlak mulia dengan meneladani nama-nama Allah dan akhlak Rasulullah Saw. Implikasi pada konsep tazkiyatun nafs menurut Said Hawwa dalam pembentukan akhlak ialah menghasilkan manusia yang berakhlak kepada Allah, kepada sesama manusia dan kepada diri sendiri.
Pengelolaan Program Jum’at Rohani (Jumroh) dalam Meningkatkan Karakter Religius pada Siswa di SDN 188 Bandung Baru Amy Kurnia Rahmawati; Asep Dudi Suhardini; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13223

Abstract

Abstract. This research aims to determine the implementation of the spiritual Friday program in terms of philosophy, vision, mission, objectives, management, as well as supporting and inhibiting factors for the spiritual Friday program implemented at SDN 188 Bandung Baru. The method used in this research is a case study method with qualitative data. Researchers collected data using interview, observation and documentation techniques. The data sources in this research were Islamic religious education teachers, school principals, and students at SDN 188 Bandung Baru. The data analysis techniques used are data collection, reduction, data presentation, and drawing conclusions (verification). The results of this research generally show that (1) The philosophy of the spiritual Friday program is to create examples and familiarize students with Islamic religious teachings. The vision and mission are to instill noble morals in students. (2) Planning for spiritual Friday programs is carried out by Islamic religious education teachers and school principals. The organizational system is that each teacher and staff is given tasks and responsibilities in this program. The implementation consists of initial activities, core activities and final activities. The spiritual Friday program activities are continued with religious-based specialization classes which are the hallmark of this program, namely tahfidz, calligraphy, qiraat and qasidah classes. The supervision system is carried out by teachers and school principals. The evaluation system is carried out by holding evaluations every week. (3) Supporting factors for this program come from parents, teachers, staff, students, facilities and infrastructure. The inhibiting factors come from parents, weather, and other activities on Friday. Based on the research results, it can be concluded that the spiritual Friday program runs well and is effective in improving the religious character of students so that it can instill noble moral habits in students. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program jumat rohani yang ditinjau dari filosofi, visi, misi, tujuan, pengelolaan, serta faktor pendukung dan penghambat program jumat rohani yang dilaksanakan di SDN 188 Bandung Baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan jenis data kualitatif. Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini adalah guru pendidikan agama islam, kepala sekolah, dan siswa SDN 188 Bandung Baru. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa (1) Filosofi program jumat rohani yaitu menciptakan keteladanan dan pembiasaan ajaran agama islam bagi siswa. Adapun visi dan misinya yaitu menanamkan akhlak mulia pada siswa. (2) Perencanaan program jumat rohani dilakukan oleh guru pendidikan agama islam dan kepala sekolah. Sistem pengorganisasiannya yaitu setiap guru dan staf diberikan tugas dan tanggungjawab dalam program ini. Pelaksanaan yang dilakukan terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kegiatan program jumat rohani dilanjutkan dengan kelas peminatan berbasis keagamaan yang menjadi ciri khas dari program ini yaitu kelas tahfidz, kaligrafi, qiraat, dan qasidah. Sistem pengawasan dilakukan oleh guru-guru dan kepala sekolah. Adapun sistem evaluasi dilakukan dengan mengadakan evaluasi setiap minggunya. (3) Faktor pendukung adanya program ini berasal dari orangtua, guru, staf, siswa, sarana dan prasarana. Adapun faktor penghambatnya berasal dari orangtua, cuaca, dan adanya kegiatan lain di hari jumat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program jumat rohani berjalan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan karakter religius pada siswa sehingga dapat menanamkan pembiasaan akhlak mulia pada siswa.
Penerapan Metode Pembelajaran Role Playing Role Playing pada Materi Rasul Allah Idolaku di Kelas V SDN Setiawarga Kota Cimahi Luthfi Nuzul Syahri; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13312

Abstract

Abstract. One of the problems faced by teaching is the weak student-centered learning process. In this process, students are not encouraged to develop the ability to analyze problems and solve the problems they face. The learning process in the classroom should be directed at students' abilities to hone their minds, sharpen their memory, and memorize information provided by the teacher. The student's brain is forced to understand and remember various information provided by the teacher without being required to understand the information that is remembered to be connected with everyday life. Therefore, it is important for teachers to apply or implement interesting and active learning activities so that students are not bored with the learning process in class. Determining and using the learning method is one of the various factors that can determine the success of the teaching and learning process. The purpose of this study is to describe the application of the role play method to Islamic religious education subjects in the material Rasulullah Allah is my idol in class V SD Negeri Setiawarga, Cimahi City. The method used is a qualitative research approach, with the process of collecting data using interview, observation, and documentation techniques. The results of this study were to find out how to apply the role-playing method to PAI subjects at SD Negeri Setiawarga Cimahi City. Even though there were some shortcomings, educators at SD Negeri Setiawarga Cimahi City continued to maximize teaching and learning activities, especially the methods used to vary, innovate, and be updated. In order to create a learning atmosphere that is fun, exciting, and offers new learning experiences for students. Abstrak. Salah satu masalah yang dihadapi oleh guru adalah lemahnya proses pembelajaran yang berpusat pada siswa, dalam prosesnya siswa kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan menganalisis masalah dan menyelesaikan masalah yang dihadapinnya. Proses pembelajaran di kelas sebaiknya diarahkan kepada kemampuan siswa untuk mengasah fikiranya, mengasah ingatanya, dan menghafal informasi yang diberikan oleh guru, otak siswa dipaksa untuk memahami dan mengingat berbagai informasi yang diberikan oleh guru tanpa dituntut memahami informasi yang diingat untuk di hubungkan dengan kehidupan sehari hari. Oleh karena itu penting bagi guru untuk mengaplikasikan atau menerapkan kegiatan pembelajaran yang menarik dan aktif agar peserta didik tidak bosan dalam proses pembelajaran dikelas. Menentukan serta menggunakan metode pembelajaran merupakan salah satu faktor dari berbagai faktor yang dapat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode role playing pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam materi rasul allah idolaku di kelas V SD Negeri Setiawarga Kota Cimahi. Adapun metode yang digunakan adalah dengan pendekatan penelitian kualitatif dan untuk proses pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan metode role playing pada mata pelajaran PAI di SD Negeri Setiawarga Kota Cimahi, meskipun ada beberapa kekurangan, pendidik di SD Negeri Setiawarga Kota Cimahi terus memaksimalkan kegiatan belajar mengajar terutama metode yang digunakan untuk bervariasi, berinovasi, dan diperbaharui. Agar terciptanya suasana belajar yang menyenangkan, mengasyikan, dan pengalaman belajar baru bagi peserta didik.
Pengaruh Metode Yanbu’a untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an Santri di Pondok Pesantren Modern Al-Jumhuriyah Subang Intan Tasqia Setiawati; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13560

Abstract

Abstract. The influence of the Yanbu'a Method to Improve the Ability to Read and Memorize the Qur'an of Santri at the Modern Islamic Boarding School Al-Jumhuriyah Subang, the method is about the method of studying the Qur'an whose sanadnya comes from Kyai Haji Arwani Sa'id from Qudus Central Java. The Yanbu'a method is characterized by this method not using harakat and reading it is not allowed to spell and adjusted makhorijul huruf. Researchers chose this research at the Al-Jumhuriyah Subang Islamic Boarding School because the pesantren has been implementing learning using the yanbu'a method for 3 years. The research results obtained are: (1) Implementation of yanbu'a method to improve the ability to read and memorize al-qur'an of students in modern boarding school Al-Jumhuriyah Subang able to read and memorize al-qur'an properly and correctly (2) The effect of yanbu'a method to improve the ability to read and memorize al-qur'an of students in modern boarding school al-jumhuriyah Subang, can be seen from the results of the calculation of SPSS version 27, from the Anova test table above, the significant value of the pre-test and post-test results is 0.075 <0.05, so it can be concluded that the yanbu'a method variable (X) has a significant effect on the ability to read and memorize the Qur'an (Y). (3) There are supporting and inhibiting factors for the influence of the yanbu'a method to improve the ability to read and memorize the al-qur'an of students at the modern boarding school Al-Jumhuriyah Subang, the supporting factor is the influence of the yanbu'a method to improve the ability to read and memorize the al-qur'an of the students. Abstrak. Pengaruh Metode Yanbu’a untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menghafal Al-qur’an Santri di Pondok Pesantren Modern Al-Jumhuriyah Subang, metode tersebut tentang metode mempelajari Al-Qur’an yang sanadnya itu berasal dari Kyai Haji Arwani Sa’id dari Qudus Jawa Tengah. Metode Yanbu’a memiliki ciri khas metode ini tidak menggunakan harakat dan membacanya tidak diperbolehkan mengeja dan disesuaikan makhorijul hurufnya. Peneliti memilih penelitian di Pondok Pesantren Al-Jumhuriyah Subang ini dikarenakan pesantren tersebut sudah melaksanakan pembelajaran menggunakan metode yanbu’a selama 3 tahun. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Implementasi metode yanbu’a untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal al-qur’an santri di pondok pesantren modern Al-Jumhuriyah Subang mampu membaca dan menghafal al-qur’an dengan baik dan benar (2) Pengaruh metode yanbu’a untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal al-qur’an santri di pondok pesantren modern al-jumhuriyah Subang, dapat dilihat dari hasil perhitungan SPSS versi 27, dari tabel uji Anova diatas diperoleh nilai signifikan dari hasil pre-test dan post-test sebesar 0,075 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel metode yanbu’a(X) berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an (Y). (3) Terdapat faktor pendukung dan penghambat pengaruh metode yanbu’a untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal al-qur’an santri di pondok pesantren modern Al-Jumhuriyah Subang, faktor pendukung tersedianya sarana dan pra sarana seperti tempat atau ruangan yang memadai, media yang cukup, Sedangkan faktor penghambat dari metode tersebut yaitu masih banyak santri yang masih belum mengenal huruf hijaiyah dan belum lancar dalam membaca al-qur’an dan masih kurangnya dukungan dari orangtua yang mengakibatkan rendahnya motivasi terhadap santri.
Implementasi Metode Qiraati untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Siswa di SD Insantama Lembang Dinda Kamilia Meilynda; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13598

Abstract

Abstract. This research aims to examine in more depth the application of the Qiraati method to the ability to read the Al-Qur'an in elementary school. By studying Al-Qur'an learning using these two methods, we can understand the preparation, implementation and impact so that existing methods can be developed better. Considering the importance of this learning, this research formulates the problem as follows: (1) How is the Qiraati method implemented at SD Insantama Lembang (2) How is this method planned for the ability to read the Al-Qur'an in that school (3) What are the supporting and inhibiting factors? application of the Qiraati method at SD Insantama Lembang? This research is qualitative research with an experimental approach. The techniques used were observation, interviews, documentation and tests. The research subjects were class I students who applied the Qiraati method. Research findings show that: 1) Koran teachers must prepare the material to be taught, 2) There are differences in the results of reading the Qur'an between Qiraati methods, 3) Supporting factors include competent Koran teachers, supportive parents, and adequate infrastructure . The inhibiting factors are students who cannot read the Koran, a lack of teachers, and minimal parental supervision. After that, the Qiroati method learning steps are divided into three processes, namely preliminary activities, the second is the core activity and the third is the closing activity. Next, the evaluation stage goes through three stages, namely, first, daily evaluation, second, volume increase evaluation, and third, volume completion evaluation. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam penerapan metode Qiraati terhadap kemampuan membaca Al-Qur'an di SD. Dengan mempelajari pembelajaran Al-Qur'an menggunakan kedua metode tersebut, kita dapat memahami persiapan, pelaksanaan, serta dampaknya sehingga metode yang sudah ada dapat dikembangkan lebih baik. Mengingat pentingnya pembelajaran ini, penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana penerapan metode Qiraati di SD Insantama Lembang (2) Bagaimana perencanaan metode tersebut terhadap kemampuan membaca Al-Qur'an di sekolah tersebut (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat penerapan metode Qiraati di SD Insantama Lembang?Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan eksperimen. teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi serta tes.Subjek penelitiannya adalah siswa kelas I yang menerapkan metode Qiraati. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru mengaji harus mempersiapkan materi yang akan diajarkan, 2) Terdapat perbedaan hasil membaca Al-Qur'an antara metode Qiraati, 3) Faktor pendukung meliputi guru mengaji yang kompeten, orang tua yang mendukung, dan infrastruktur yang memadai. Faktor penghambatnya adalah siswa yang belum bisa membaca Al-Qur'an, kurangnya jumlah guru, dan minimnya pengawasan orang tua. Setelah itu pada tahap langkah-langkah pembelajaran metode Qiroati dibagi menjadi tiga proses yaitu kegiatan pendahuluan, yang kedua kegiatan inti dan yang ketiga kegiatan penutup. Selanjutnya pada tahap evaluasi dengan melalui tiga tahapan yaitu, pertama evaluasi harian, kedua evaluasi kenaikan jilid, dan ketiga evaluasi selesai jilid.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas V SDN Cimahi Mandiri 5 Tahun Ajaran 2023/2024 Dea Malinda Aliffiya; Nan Rahminawati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13776

Abstract

Abstract. The study was promted from the low engagement of fifth-grade students in the Islamic Religious Education learning process. Low student engagement leads to a deficiency in comprehensive student comprehension and low academic achievement. Islamic education teachers attempted to enhance student engagement by implementing the problem based learning approach, which emphasised the active involvement of students, while the teacher is solely to facilitate and guide the learning process. This study aimed to analyse the process of PAI teachers implementing the PBL learning model by the established syntax to create an engaging learning environment that actively involves students during the learning process. The research was conducted at Primary School of Cimahi Mandiri 5 using a qualitative and descriptive approach. The data was collected through interviews, observations, and documentation studies. The study’s findings indicated that implemented PBL learning model be able to fostered student engagement in each phase of the PBL learning. There are five stages in PBL learning, in which at each stage the students could comprehend the problems provided with learning videos. could acquire knowledge autonomously and locate resources to solve an issue, could collaborated to resolve issues and assemble written reports, brave to demonstrated their collaboration outcomes and engaged in discussions and Q&A sessions, and could reflect on their learning experiences. Based on the research findings, it can be inferred that implementing the PBL model in 5 grade classrooms fosters an engaging learning environment by promoting student participation throughout the learning process. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi siswa kelas V saat proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Rendahnya partisipasi ini memicu kurang maksimalnya pemahaman siswa, sehingga mampu mempengaruhi rendahnya hasil belajar. Guru PAI berupaya meningkatkan partisipasi siswa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning yang menitikberatkan partisipasi aktif siswa, sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator untuk memfasilitasi dan membimbing proses pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis proses guru PAI dalam menerapkan model pembelajaran PBL berdasarkan ketentuan sintak yang ada sehingga dapat menciptakan suasana pembelajaran aktif dan melibatkan siswa saat proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SDN Cimahi Mandiri 5 dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL mampu menciptakan suasana belajar yang mendorong partisipasi siswa dalam setiap tahap proses pembelajaran PBL. Terdapat lima tahap dalam pembelajaran PBL, dimana pada setiap tahapnya siswa mampu memahami permasalahan yang disajikan melalui video pembelajaran, mampu belajar secara mandiri untuk mencari materi yang mendukung penyelesaian suatu masalah, mampu bekerja sama untuk memecahkan permasalahan dan menyusun laporan tertulis, berani mempresentasikan hasil kerjasamanya dan melakukan diskusi serta tanya jawab, serta mampu melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL di kelas 5 dapat menciptakan suasana pembelajaran aktif karena mampu mendorong siswa untuk berpartisipasi selama proses pembelajaran berlangsung.
Efektivitas Metode Maqdis dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Santri di SDIT Persis Tarogong Garut Aulia Rahmani Alfazri; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13789

Abstract

Abstract. The fact that a lot of pupils still misread the Qur'an is what inspired this study. This is clear from the researcher's tests and observations, which revealed that a large number of pupils still misread the Qur'an. This study's goals are to: (1) ascertain the students' reading comprehension of the Qur'an prior to applying the Maqdis method; (2) describe how the Maqdis method is implemented to improve students' reading comprehension at SDIT Persis Tarogong Garut; and (3) evaluate the Maqdis method's efficacy in raising students' reading comprehension of the Qur'an at SDIT Persis Tarogong Garut. This study uses a non-equivalent control group design and a quasi-experimental methodology with a quantitative approach. The Maqdis approach is used as part of the treatment to help the pupils become more proficient Qur'anic readers. Students completed a pretest before to using the Maqdis technique. The experimental class's average pretest score was 51.84, while the control group's average score was 54.98. Following the pretest, the Maqdis approach was used to treat the students. As evidenced by the experimental class's average posttest score of 76 and the control class's score of 58, the students' comprehension of the Qur'an significantly improved during the course of the treatment. Therefore, it can be said that SDIT Persis Tarogong Garut students' comprehension of the Qur'an has improved as a result of the Maqdis approach. Abstrak. Penelitian ini didasarkan pada banyaknya santri yang masih melakukan kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. Berdasarkan observasi dan tes yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan bahwa masih banyak santri yang melakukan kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kemampuan membaca Al-Qur'an santri sebelum menggunakan metode Maqdis, (2) menjelaskan pelaksanaan metode Maqdis dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an santri di SDIT Persis Tarogong Garut, dan (3) mengukur efektivitas metode Maqdis dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an santri di sekolah tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen, menggunakan desain non-equivalent control group design. Perlakuan yang diberikan berupa penerapan metode Maqdis untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an. Sebelum metode Maqdis diterapkan, santri diberikan pretest. Hasil rata-rata nilai pretest untuk kelas eksperimen adalah 51,84, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata 54,98. Setelah penerapan metode Maqdis, terlihat peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an pada santri, dengan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 76, sementara kelas kontrol hanya 58. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode Maqdis efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada santri di SDIT Persis Tarogong Garut.