cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Landasan Moralitas dalam Menutup Aurat pada Mahasiswi Hasna Nur Azizah; Asep Dudi Suhardini; Giantomi Muhammad
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13803

Abstract

Abstract. This research was conducted to obtain data on the moral foundations of modesty in clothing among female students at an Islamic higher education institution in Bandung. The study aims to assess moral knowledge, moral feelings, moral behavior, and educational analysis regarding morality as a basis for wearing Islamic attire among female students. The approach used is a quantitative method with survey techniques. The research population consists of female students from the 2020-2023 cohort, with a sample size of 100 individuals. The data analysis technique used is descriptive analysis, which includes calculating average values, finding standard deviations, determining variable classification tables, and drawing conclusions by collecting data through questionnaires, documentation, observations, and interviews. The results indicate that moral knowledge about modesty in clothing falls into the adequate category, with an average score of 51, within the 49-51 interval. Moral feelings about modesty in clothing also fall into the adequate category, with an average score of 47, within the 44-48 interval. Moral behavior in terms of modesty in clothing is categorized as adequate, with an average score of 38, within the 36-38 interval. Therefore, based on knowledge, feelings, and moral behavior as three components indicating good character in the formation of morality among female students related to Islamic attire, it is considered to be in the adequate category. Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai dasar moral dalam menutup aurat di kalangan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi Islam di Bandung. Studi ini bertujuan untuk menilai pengetahuan moral, perasaan moral, perilaku moral, dan analisis pendidikan mengenai moralitas sebagai dasar untuk menutup aurat atau berpakaian Islami di kalangan mahasiswi. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survei. Populasi penelitian ini terdiri dari mahasiswi angkatan 2020-2023, dan sampelnya terdiri dari 100 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yang mencakup perhitungan nilai rata-rata, menemukan deviasi standar, menentukan tabel klasifikasi variabel, dan menarik kesimpulan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan moral mengenai menutup aurat berada dalam kategori cukup, dengan nilai rata-rata 51, yang berada dalam interval 49-51. Perasaan moral tentang menutup aurat juga berada dalam kategori cukup, dengan nilai rata-rata 47, dalam interval 44-48. Perilaku moral dalam menutup aurat dikategorikan sebagai cukup, dengan nilai rata-rata 38, dalam interval 36-38. Oleh karena itu, berdasarkan pengetahuan, perasaan, dan perilaku moral sebagai tiga komponen yang menunjukkan karakter yang baik dalam pembentukan moralitas di kalangan mahasiswi terkait dengan pakaian Islami dianggap berada dalam kategori cukup.
Pendidikan Aqidah Anak dalam Keluarga Menurut Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 133 Naira Alya Maura Gunawan; Fitroh Hayati; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13936

Abstract

Abstract. Providing aqidah education to children is the obligation of every parent to their children, aqidah is the main foundation that must be owned by humans in order to form humans with noble personalities, with strong faith that lives by always involving Allah SWT. As the Prophet Yaqub did to his children in the Qur'an letter al-Baqarah verse 133. Based on this, this study aims to (1) obtain the results of the opinions of the muffasir regarding QS Al-Baqarah verse 133, (2) find the essence contained in QS Al-Baqarah verse 133, (3) identify the opinions of experts regarding children's aqidah education in the family, (4) find the value of children's aqidah education in the family contained in QS Al-Baqarah verse 133. This research uses descriptive analysis method with library research data collection techniques collected from various sources mainly from the Qur'an as well as books and other published writings and also other sources related to this issue. The result of this research is in QS Al-Baqarah verse 133 there is the value of children's aqidah education in the family, namely giving wills to ana, the establishment of good communication between parents and children and the supervision of aqidah education to children. The essence of QS Al-Baqarah 133 is that parents must provide aqidah education to children from an early age, parents are required to prepare their children so as not to fall into polytheism, parents are obliged to always supervise their children's worship behavior. Abstrak. Pemberian pendidikan aqidah kepada anak merupakan kewajiban setiap orang tua kepada anak-anaknya, aqidah merupakan pondasi utama yang harus dimiliki oleh manusia agar terbentuknya manusia dengan kepribadian luhur, dengan iman yang kuat yang hidup dengan selalu melibatkan Allah SWT. Seperti yang dilaukan Nabi Yaqub kepada anak-anaknya dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 133. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh hasil pendapat para muffasir mengenai QS Al-Baqarah ayat 133, (2) menemukan esensi yang terkandung dalam QS Al-Baqarah ayat 133, (3) mengidentifikasi pendapat para ahli mengenai pendidikan aqidah anak dalam keluarga, (4) menemukan nilai pendidikan aqidah anak dalam keluarga yang terkandung dalam QS Al-Baqarah ayat 133. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data library research yang dikumpulkan dari berbagai sumber yang utamanya dari al-Qur’an serta buku-buku serta tulisan-tulisan lainnya yang dipublikasikan dan juga sumber lain yang berkaitan dengan permasalahan ini. Hasil dari penelitian ini adalah dalam QS Al-Baqarah ayat 133 terdapat nilai pendidikan aqidah anak dalam keluarga yaitu memberikan wasiat kepada ana, tejalinnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak serta adanya pengawasan pendidikan aqidah kepada anak. Esensi QS Al-Baqarah 133 adalah orang tua harus memberikan pendidikan aqidah kepada anak sejak dini, orang tua diharuskan untuk mempersiapkan anaknya agar tidak terjerumus kepada kemusyrikan, orang tua berkewajiban untuk selalu mengawasi perilaku ibadah anaknya.
Komptensi Guru Pendidikan Agama Islam Non Pendidikan Luar Biasa (PLB) di SLB X Kota Bandung Viny Apriyantie; Erhamwilda; Enoh Nuroni
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13950

Abstract

Abstract. Ideally, teachers in SLB have a special education background to be able to perform their duties and roles in achieving learning objectives. However, the reality in the field is often different. Many of the teachers who teach in SLB come from non-Developmental Education backgrounds, one of which is the PAI teacher at SLB X Bandung City who is also an individual with low vision. Teachers who do not have a special education background usually have limited theoretical and practical knowledge related to children with disabilities. The purpose of this study was to determine the competencies possessed by non PLB PAI teachers who teach at SLB X in Bandung City. The research used descriptive qualitative methods, with data collection tools in the form of interviews, observation, and documentation. The data sources in this study came from key informants, namely the vice principal of SLB X in the field of curriculum, SLB X students, one of the teachers who taught at SLB X, while the core informants were PAI teachers of SLB X Bandung City. Based on the results of the research, although the PAI teacher does not have a PLB background, the teacher can still teach PAI to children with disabilities because of the teacher's condition who is also an individual with low vision, the personal condition also affects the teacher's success in teaching because the teacher can apply his experience and understanding to students who face similar obstacles. However, in terms of theories related to special education, teachers still have limitations. Abstrak. Idealnya, guru di SLB memiliki latar belakang pendidikan luar biasa untuk dapat melakukan tugas dan peran dalam mencapai tujuan pembelajaran. Namun, kenyataan di lapangan seringkali berbeda. Banyak guru yang mengajar di SLB berasal dari latar belakang pendidikan non PLB, salah satunya guru PAI di SLB X Kota Bandung yang juga merupakan individu dengan tunanetra (low vision). Guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus biasanya memiliki pengetahuan teoritis dan praktis yang terbatas terkait ABK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh guru PAI non PLB yang mengajar di SLB X Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari informan kunci yaitu wakil kepala sekolah SLB X bidang kurikulum, siswa SLB X, salah satu guru yang mengajar di SLB X, sedangkan informan inti yaitu guru PAI SLB X Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian, meskipun guru PAI tidak berlatar belakang PLB, namun guru tetap bisa mengajar PAI pada ABK karena kondisi guru yang juga merupakan individu dengan tunanetra (low vision), kondisi pribadi ini turut mempengaruhi keberhasilan guru dalam mengajar karena guru dapat mengaplikasikan pengalaman dan pemahamannya kepada peserta didik yang menghadapi hambatan serupa. Namun, dalam hal teori-teori yang berkaitan dengan Pendidikan Luar Biasa (PLB) guru masih memiliki keterbatasan.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBl) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa Kelas XI SMK Assalaam Bandung Kamil Amarudin Solihin; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13955

Abstract

Abstract. Kamil Amarudin Solihin. 10030120168. Application of the Problem Based Learning (PBL) Learning Model to To Increase Motivation for Learning Islamic Religious Education and Character of Class XI Students at Assalaam Vocational School Bandung. The learning model is the design of learning activities to ensure learning is effective. This research aims to: 1) analyze the objective conditions of PAIBP learning motivation for class XI students at Vocational School Assalaam Bandung before using the PBL learning model; 2) analyze the application of the PBL learning model in increasing the motivation of class XI students in PAIBP learning at SMK Assalaam Bandung; 3) analyze the influence of the PBL learning model in increasing the learning motivation of class XI students in PAIBP learning after using the PBL learning model at SMK Assalaam Bandung. This research uses a quantitative approach experimental method. This research shows that students' learning motivation decreased before implementing the PBL model, but increased after. The average score for student learning motivation in the experimental class (84.49) was higher than the control class (70.37), indicating that the application of the PBL model increased students' learning motivation in PAIBP subjects. This can be seen from the results of the Paired-Samples t-Test which obtained a Sig (2-tailed) = 0.000. Based on the tests that have been carried out, it can be said that is rejected and is accepted because 0.000 < 0.05. Thus, it can be concluded that there is a significant influence on the use of the PBL learning model on increasing the learning motivation of class XI TKR students in PAIBP subjects at SMK Assalaam Bandung. Abstrak. Kamil Amarudin Solihin. 10030120168. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Siswa Kelas XI SMK Assalaam Bandung. Model pembelajaran merupakan perancangan kegiatan belajar untuk memastikan pembelajaran berjalan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisa kondisi objektif motivasi belajar PAIBP siswa kelas XI di SMK Assalaam Bandung sebelum menggunakan model pembelajaran PBL; 2) menganalisa penerapan model pembelajaran PBL dalam meningkatkan motivasi siswa kelas XI dalam pembelajaran PAIBP di SMK Assalaam Bandung; 3) menganalisa pengaruh model pembelajaran PBL dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran PAIBP sesudah menggunakan model pembelajaran PBL di SMK Assalaam Bandung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa menurun sebelum menerapkan model PBL, tetapi meningkat setelahnya. Perolehan nilai rata-rata motivasi belajar siswa di kelas eksperimen (84,49) lebih tinggi daripada kelas kontrol (70,37), menunjukkan bahwa penerapan model PBL meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAIBP. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji Paired-Samples t-Test yang memperoleh nilai Sig (2-tailed) = 0.000. Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, maka dapat dikatakan bahwa ditolak dan diterima karena 0.000 < 0.05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran PBL terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI TKR pada mata pelajaran PAIBP di SMK Assalaam Bandung.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Market Place Activity (MPA) dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Materi Sholat Fardhu 5 Waktu Azzahra Khoirunnisa; Ayi Sobarna; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13980

Abstract

Abstract. Le The learning outcomes of students are closely related to the objectives of national education both from the cognitive, affective, and psychomotor aspects as well as changes in behavior achieved after children follow the teaching and learning process. This study aims to determine the effect of the application of the Market Place Activity (MPA) learning model on the subject of Islamic Religious Education (PAI) 5-time fardhu prayer material in class VIII SMP Al-Falah Dago Bandung. This study uses a quantitative approach, experimental method with a one group pretest-posttest design. Researchers took class VII E SMP Al-Falah Dago Bandung with 35 students. The results showed an increase in the results of the cognitive domain Post-Test obtained the highest score of 97 with an average of 87.91 then the affective domain Post-Test obtained the highest score of 80 with an average of 77.49 and the results of the psychomotor domain Post-Test obtained the highest score of 96 with an average of 88.03. The test conducted in this study is the Paired-Samples t-Test which obtained a value of 0.000 <0.05 in each cognitive, affective and psychomotor aspect. The test results can be concluded that Hₒ is rejected and Hₐ is accepted. This means that the Market Place Activity (MPA) learning model has an influence on student learning outcomes in the subject of Islamic Religious Education (PAI) material "Fardhu 5 Time Prayers" class VIII E SMP Al-Falah Dago Bandung. Abstrak. Hasil belajar peserta didik berhubungan erat dengan tujuan pendidikan nasional baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik serta perubahan perilaku yang dicapai setelah anak mengikuti proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Market Place Activity (MPA) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi sholat fardhu 5 waktu kelas VIII SMP Al-Falah Dago Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Peneliti mengambil kelas VII E SMP Al-Falah Dago Bandung dengan jumlah 35 siswa. Hasil penelitian menunjukan meningkatnya hasil Post-Test ranah kognitif memperoleh nilai tertinggi 97 dengan rata-rata 87,91 kemudian Post-Test ranah afektif memperoleh nilai tertinggi 80 dengan rata-rata 77,49 dan hasil Post-Test ranah psikomotor memperoleh nilai tertinggi 96 dengan rata-rata 88,03. Uji coba yang dilakukan pada penelitian ini yaitu Uji Paired-Samples t-Test yang memperoleh nilai 0,000 < 0,05 pada setiap aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa Hₒ ditolak dan Hₐ diterima. Hal ini berarti model pembelajaran Market Place Activity (MPA) memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi “Sholat Fardhu 5 Waktu” kelas VIII E SMP Al-Falah Dago Bandung.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Fiqih untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Dialektis Siswa Kelas XII di MA Yasipa Ujungberung Kota Bandung Alga Jaka Munggaran; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13988

Abstract

Abstract. This research aims to investigate the effect of the Problem Based Learning (PBL) learning model on improving students' dialectical thinking abilities in Fiqh subjects in class XII at MA Yasipa Ujungberung, Bandung City. The research method used was an experiment with a pretest-posttest design. The sample of this research is one class XII. The data collection instrument used was an essay test on dialectical thinking abilities. Data analysis was carried out using the t-test to compare the average pre-test and post-test scores between the results of students' answers to the pre-test and post-test questions. The results showed that there was a statistically significant increase in dialectical thinking abilities. This shows that the Problem Based Learning learning model is effective in improving students' dialectical thinking abilities in Fiqh subjects at high school level. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir dialektis siswa pada mata pelajaran Fiqih di kelas XII di MA Yasipa Ujungberung Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest. Sampel penelitian ini adalah satu kelas XII. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes essay kemampuan berpikir dialektis. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test untuk membandingkan rata-rata skor pre-test dan pos-test antara hasil jawaban siswa pada soal pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir dialektis yang signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir dialektis siswa pada mata pelajaran Fiqih di tingkat sekolah menengah atas.
Penerapan Model Pembelajaran Make A Penerapan Model Pembelajaran Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas V SDN 194 SukMatch Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas V SDN Sukajadi Bandung Najla Nashirah Salma; Dedih Surana; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13990

Abstract

Abstract. This study aims to find out whether the Make A Match learning approach has improved the learning outcomes of grade V students in the subject of Islamic Religious Education. Experiments with pretest-posttest control group designs are the methodology used. Using a purposive sample approach, all students in grade V of SDN 194 Sukajadi were used as the research population. Using a purposive sample approach, all students in grade V of SDN 194 Sukajadi were used as the research population. Research findings Before the use of the Make A Match learning model, the average score of the experimental class was 51.43, while the value of the control class was 51.50. 2) From the teaching module, it can be seen that the method of implementing Make A Match, based on the percentage results, there are 12 very good criteria 86% and 2 good criteria 14%). Six indicators and 19 sub-indicators that became the implementation of learning that had been carried out in the experimental class produced 80% excellent scores and 15% good results. 3) The cognitive domain that has an average result before (51.43) after (79.29) in the control class before (51.50) after (55.83) is one of the results in the experimental class. The control class (69.93) and the experimental class (81.11) were in the affective realm. The psychomotor realm of the control class (72.73) and the experimental class (88.54). There was a significant difference in the average t-test score in the following domains: cognitive (9.701 > 1.672), affective (8.003 > 1.672), and psychomotor (5.118 > 1.672) This proves that the learning outcomes are different when the conventional model and the Make A Match model are used. Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah pendekatan pembelajaran Make A Match telah meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest adalah metodologi yang digunakan. Dengan menggunakan pendekatan sampel purposif, seluruh siswa kelas V SDN 194 Sukajadi dijadikan sebagai populasi penelitian. Temuan penelitian Sebelum digunakan model pembelajaran Make A Match, nilai ratarata kelas eksperimen berjumlah 51,43, sedangkan nilai kelas kontrol sebesar 51,50. 2) Dari modul ajar terlihat metode pelaksanaan Make A Match, berdasarkan hasil persentase terdapat 12 kriteria sangat baik 86% dan 2 kriteria baik 14%). Enam indikator dan 19 subindikator yang menjadi keterlaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan pada kelas eksperimen menghasilkan 80% nilai sangat baik dan 15% hasil baik. 3) Ranah kognitif yang mempunyai rata-rata hasil sebelum (51,43) sesudah (79,29) pada kelas kontrol sebelum (51,50) sesudah (55,83) merupakan salah satu hasil pada kelas eksperimen. Kelas kontrol (69,93) dan kelas eksperimen (81,11) ranah afektif. Ranah psikomotorik kelas kontrol (72,73) dan kelas eksperimen (88,54). Terdapat perbedaan nyata pada nilai rata-rata uji t pada ranah berikut: kognitif (9,701 > 1,672), afektif (8,003 > 1,672), dan psikomotorik (5,118 > 1,672) Hal ini membuktikan hasil belajar berbeda ketika model konvensional dan model Make A Match yang digunakan.
Implikasi Pendidikan dari Kitab At-Tibyan tentang Adab Menghafal Al-Qur’an terhadap Model Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Mutia Khoirunisa; Sobar; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14088

Abstract

Abstract. The ethics of memorizing the Qur'an has become a problem that is going on today. Several research findings show that behaviour violates ethics by memorizers of the Qur'an. The purpose of this study is to learn how manners must be carried out by a student when memorizing the Qur'an, which is written in the book At-Tibyan by Imam An-Nawawi. This research is vital because it can be used in Islamic boarding schools, educational institutions, and communities that memorize the Qur'an. This research uses a qualitative approach with library research (literature method). The data was obtained from primary data from the book At-Tibyan Fi Adabi Halamah Al-Qur'an. The secondary data of this research was obtained from some literature related to the research title, such as theses, book theses, journals, and the internet. The results of this research found that there are eleven manners that must be possessed by a memorizer of the Qur'an.. This research has implications for learning to memorize the Qur'an by exploring the manners of memorizing the Qur'an contained in this book. Abstrak. Etika penghafal Al-Qur’an dijadikan sebuah masalah yang berlangsung sekarang ini. Beberapa temuan penelitian memperlihatkan terdapatnya tingkah laku yang melanggar etika oleh penghafal Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari bagaimana adab yang harus dilaksanakan seorang murid pada saat menghafal Al-Qur’an, yang dituliskan pada kitab At-Tibyan Karya Imam An-Nawawi. Riset ini sangat diperlukan, karena tidak hanya dapat digunakan di pesantren saja, namun pula di lembaga pendidikan serta masyarakat yang menjadi seorang penghafal Al-Qur’an. Riset ini dilaksanakan dengan mempergunakan pendekatan kualitatif dengan library research (metode kepustakaan). Sementara data didapatkan dari data primer berbentuk kitab At-Tibyan serta tentang data sekunder riset ini, diraih dari sebagian literatur yang berhubungan dengan judul riset, misalnya tesis, skripsi, buku, jurnal, dan internet. Temuan riset ini mendapatkan temuan terdapat sebelas adab yang harus dipunyai oleh penghafal Al-Qur’an. Penelitian ini berimplikasi pada pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dengan menggali adab penghafal Al-Qur’an yang ada dalam kitab ini.
Pengaruh Media Pembelajaran Blooket terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VII SMP PGII 2 Bandung Marshanda Restina
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14139

Abstract

Abstract. Low student learning motivation is influenced by many factors such as teacher teaching skills, learning facilities which are facilities and infrastructure when teaching, learning models or learning media that make students bored and have no motivation to learn. Low learning motivation can affect the attitude of students to negative things. Students' learning motivation will not just disappear, but it will develop in a way that can guide them to make themselves better, therefore this should be a special concern for parents and teachers. This study aims to 1) explore whether or not blooket learning media has an effect on student learning motivation, 2) to determine the level of motivation of seventh grade students. This research was conducted at SMP PGII 2 Bandung because this school has appropriate criteria, one of which is the application of learning media in PAI subjects. The research method used in this study uses a quantitative approach and experimental method because this research will be analyzed with numbers, but before that it was carried out first the blooket media trial. The results of the study showed that the T test value showed that the significance of the effect of blooket learning media (X) on student learning motivation (Y) was 0.000 <0.05 and the t test value was 4.489> t table 1.705 then Ho and H1 were accepted. then it was concluded that the t test showed a significant influence between variable X and variable Y. Furthermore, in the results of the influence test, there was an R2 value of 0.455, this means that 45.5% of the variation of the dependent variable learning motivation can be explained by the variation of the independent variable, namely the blooket learning media. Based on the results of data analysis, there are results that blooket media has an effect on student learning motivation. Abstrak. Rendahnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor seperti keterampilan mengajar guru, fasilitias belajar yang merupakan sarana dan prasarana disaat mengajar, model pembelajaran atau media pembelajaran yang membuat siswa bosan dan tidak mempunyai motivasi belajar. Motivasi belajar yang rendah dapat mempengaruhi sikap dari siswa ke hal yang negatif. Motivasi belajar siswa tidak akan mudah hilang begitu saja, tetapi ia akan berkembang dengan cara yang bisa membimbing mereka untuk membuat diri mereka menjadi lebih baik, maka dari itu ini harus menjadi perhatian khusus bagi orang tua dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengeskplorasi media pembelajaran blooket berpengaruh atau tidak terhap motivasi belajar siswa, 2) untuk mengetahui tingkat motivasi siswa kelas VII. Penelitian ini dilaksanakan di SMP PGII 2 Bandung karena sekolah ini memiliki kriteria yang sesuai salah satunya penerapan media pembeajaran dalam mata pelajaran PAI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode eksperimen karena penelitian ini akan dianalisis dengan angka, akan tetapi sebelum itu dilakukan terleboh dahulu uji coba media blooket. Hasil penelitian menunukkan pada nilai uji T menunjukkan signifakasi pada pengaruh media pembelajaran blooket (X) terhadap motivasi belajar siswa (Y) adalah 0,000<0,05 dan nilai uji t hitung 4,489>t tabel 1,705 maka Ho dan H1 diterima. maka didapatkan kesimpulan bahwa uji t tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Selanjutnya dalam hasil uji pengaruh nya terdapat hasil nilai R2 sebesar 0.455 hal ini berarti bahwa 45.5% variasi dari variabel dependent motivasi belajar dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel independen yaitu media pembealajaran blooket. Berdasarkan hasil analisis data terdapat hasil media blooket berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.
Implementasi Kegiatan Pembiasaan Keagamaan di Pondok Pesantren dan Rumah Yatim At-Tamim Cileunyi Bandung Azlan Kiaq; Asep Dudi Suhardini; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14167

Abstract

Abstract. This research examines the implementation of religious habituation activities in Pondok Pesantren and Rumah Yatim At-Tamim Cileunyi Bandung, which was triggered by the increase in criminal acts such as murder, theft, and drug use in Indonesia. The lack of early religious habituation is identified as the main cause of this phenomenon. Therefore, religious habituation activities are considered crucial to shape the character of students, who are encouraged to always remember and believe in Allah SWT. Pondok Pesantren and Rumah Yatim At-Tamim Cileunyi Bandung was chosen because this institution has a strong tradition in shaping the character of students through religious habituation. The research method used is descriptive analytic with a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that this activity went through several stages: planning which involved coordination meetings between teachers and cottage leaders, implementation of structured activities from daily to annual, and evaluation carried out by cottage leaders to ensure the success of activities. From this habituation activity, the character of students is formed with the characteristics of religion, discipline, and responsibility. Supporting factors for the success of this activity include the dedication of teachers, a supportive environment, good time management, and high motivation from teachers and students. On the other hand, inhibiting factors include the lack of educators, inadequate facilities, activity schedules that often change, and the lack of enthusiasm of some students in participating in activities. Abstrak. Penelitian ini mengkaji pelaksanaan kegiatan pembiasaan keagamaan di Pondok Pesantren dan Rumah Yatim At-Tamim Cileunyi Bandung, yang dipicu oleh peningkatan tindak pidana seperti pembunuhan, pencurian, dan penggunaan narkoba di Indonesia. Kurangnya pembiasaan keagamaan sejak dini diidentifikasi sebagai penyebab utama fenomena ini. Oleh karena itu, kegiatan pembiasaan keagamaan dianggap krusial untuk membentuk karakter siswa, yang didorong untuk selalu ingat dan beriman kepada Allah SWT. Pondok Pesantren dan Rumah Yatim At-Tamim Cileunyi Bandung dipilih karena lembaga ini memiliki tradisi kuat dalam membentuk karakter santri melalui pembiasaan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini melalui beberapa tahap: perencanaan yang melibatkan rapat koordinasi antara pengajar dan pimpinan pondok, pelaksanaan kegiatan yang terstruktur dari harian hingga tahunan, dan evaluasi yang dilakukan oleh pimpinan pondok untuk memastikan keberhasilan kegiatan. Dari kegiatan pembiasaan ini, karakter santri terbentuk dengan ciri khas religius, disiplin, dan tanggung jawab. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini meliputi dedikasi pengajar, lingkungan yang mendukung, pengelolaan waktu yang baik, serta motivasi yang tinggi dari pengajar dan santri. Di sisi lain, faktor penghambat termasuk kurangnya tenaga pendidik, fasilitas yang kurang memadai, jadwal kegiatan yang sering berubah, dan kurangnya antusiasme dari sebagian santri dalam mengikuti kegiatan.