cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Shelsabila; Eko Surbiantoro; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14605

Abstract

Abstract. This research is motivated by the low learning outcomes of students who have not reached the KKM 70. This research was conducted at SD Negeri Rancatungku 04 which aims to determine the improvement of student learning outcomes by using the scramble type cooperative learning model in Islamic Religious Education and Budi Pekerti subjects. Scramble-type cooperative learning model is an approach that combines elements of games with learning. In this model, students will be given practice questions that generally consist of scrambled words, sentences, or discourse then students must think quickly and creatively in rearranging the scrambled sentences into the correct order. This research uses a quantitative approach with an experimental method with a pre-experimental one group pretest posttest design. The type of sampling uses random samples. In the results of this research involving one class only as an experimental class. These results show that the average pretest results of student learning in the cognitive domain is 51.28 after being given treatment is 76.41. In the spiritual affective domain before being given treatment resulted in an average of 79.21 after being given treatment of 81.92. In the social spiritual affective domain, it shows that the average before being given treatment is 74.08 after being given treatment shows 77.23. The difference in learning outcomes between pretest and posttest scores on t learning outcomes, in the realm of cogni. Abstrak. Penelitiaan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai KKM 70. Penelitiaan ini dilakukan di SD Negeri Rancatungku 04 yang bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Model pembelajaran kooperatif tipe scramble yaitu pendekatan yang menggabungkan unsur permainan dengan pembelajaran. Dalam model ini, para siswa akan diberikan latihan soal yang umumnya terdiri dari kata-kata, kalimat, atau wacana yang diacak kemudian siswa harus berpikir secara cepat dan kreatif dalam menyusun kembali kalimat yang diacak menjadi urutan yang benar. Penelitiaan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dengan bentuk desain pre-eksperimental one group pretest posttest. Jenis pengambilan sampel menggunakan sampel acak. Dalam hasil penelitiaan ini melibatkan satu kelas saja sebagai kelas eksperimen. Hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil pretest belajar siswa pada ranah kognitif yaitu 51.28 setalah diberikan perlakuan yaitu 76.41. Pada ranah afektif spiritual sebelum diberikan perlakuan menghasilkan rata-rata 79.21 setelah diberikan perlakuan sebesar 81.92. Pada ranah afektif spiritual sosial menunjukkan bahwa rata-rata sebelum diberi perlakuan yaitu 74.08 setelah diberikan perlakuan menunjukkan 77.23. perbedaan hasil belajar antara nilai pretest dan posttest pada hasil belajar t, pada ranah kognitif t hitung (-4.811 < 3.832), pada ranah afektif spiritual t hitung (6.090 < 7.699), pada ranah afektif sosial (3.025 < 7.124). Dan pada ranah psikomotorik yaitu 4.927. Maka dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble terdapat efektivitas dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Implementasi Program Mentoring dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al Qur’an Peserta Didik Kelas VII di SMP PGII 1 Bandung Tegar Maulana; Aep Saepudin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14622

Abstract

Abstract. This research aims to determine the planning, implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors in the mentoring program at SMP PGII 1 Bandung. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews and documentation. The research results show that this mentoring program can improve the ability to read the Qur'an through 1) plans made with the aim of eradicating Qur'an illiteracy and improving the ability to read, write and understand the Qur'an, as well as arranging a time, place and resource schedule , 2) the implementation is carried out on Friday at 13.00-14.00, the implementation is carried out in each class with the homeroom teacher. The implementation uses the Iqra method and a material guide book entitled Tahsin Guide to Recitations of the Qur'an and Tajwid Science. 3) The evaluation of this mentoring program includes written and oral tests to measure understanding and practice of Tajwid science, as well as end-of-semester evaluations and teacher training. Continuous testing ensures fluency in reading the Al-Qur'an, with additional testing before going to grade 8, this testing is carried out with PAI teachers. The tahfidz 7A class was created based on testing the memorization of juz 30 to support the memorization of students who are already fluent in reading the Al-Qur'an. 4) The Al-Qur'an mentoring program is supported by adequate infrastructure, appropriate methodology, and relevant handbooks, but is hampered by a lack of student practice. External support includes Koran recitation activities at the mosque, additional tutoring, and family support, while internal and external barriers include limited student abilities, cellphone use, low motivation at home, and lack of parental involvement. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan faktor pendukung serta penghambat dalam program mentoring di SMP PGII 1 Bandung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mentoring ini dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui 1)perencanaan dibuat dengan tujuan untuk memberantas buta huruf Al Qur’an dan meningkatkan kemampuan membaca,menulis dan memahami Al Qur’an, serta menyusun jadwal waktu, tempat dan narasumber, 2) pelaksanaan dilaksanakan pada hari Jum’at pukul 13.00-14.00,pelaksanaan dilaksanakan di kelasnya masing masing bersama wali kelasnya. Pelaksanaan menggunakan metode Iqra dan buku panduan materi yang berjudul Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an dan Ilmu Tajwid. 3) Evaluasi program mentoring ini yaitu evaluasi mencakup tes tertulis dan lisan untuk mengukur pemahaman dan praktik ilmu tajwid, serta evaluasi akhir semester dan pelatihan guru. Pengetesan berkelanjutan memastikan kelancaran membaca Al-Qur'an, dengan pengetesan tambahan sebelum naik kelas 8 pengetesan tersebut dilakukan bersama guru PAI. Kelas tahfidz 7A dibuat berdasarkan pengetesan hafalan juz 30 untuk mendukung hafalan siswa yang sudah lancar membaca Al-Qur'an. 4) Program mentoring Al-Qur'an didukung oleh sarana prasarana yang memadai, metodologi tepat, dan buku pegangan relevan, namun terkendala kurangnya latihan siswa. Dukungan eksternal meliputi aktivitas mengaji di masjid, les tambahan, dan dukungan keluarga, sementara hambatan internal dan eksternal mencakup kemampuan siswa terbatas, penggunaan handphone, motivasi rendah di rumah, dan kurangnya keterlibatan orang tua.
Pembelajaran PAI Berbasis Video dalam Meningkatkan Akhlak Mulia Tengku Nabilah Chalil
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14637

Abstract

Abstract. Moral education is expected to build the character of groups, congregations and people through collaboration between schools and parents. SDN 084 Cikadut is committed to providing quality education for all students regardless of economic background. The use of video-based learning is currently in the spotlight, because it can stimulate children's interest and help form morals and moral values. Video based learning can be an effective solution in instilling moral values, especially akhlakul karimah. The video shows presented are easy to understand and can be implemented by students in everyday life. This research aims to analyze the planning, implementation, results, as well as supporting and inhibiting factors for video based learning in improving the morals and morals of students at SDN 084 Cikadut, using a qualitative approach. Researchers use descriptive research methods to analyze, describe and summarize the conditions or problems studied through collecting data from interviews and observations. SDN 084 Cikadut applies video based learning and habituation to improve students' morals and morals. Supporting and inhibiting factors in implementing this learning include aspects of video content, students, and facilities and infrastructure. Supporting factors for video content include: (1) a variety of video sources, such as animation and humans, (2) all videos display at least one moral value, and (3) diversity of material that offers many choices. Abstrak. Pendidikan Akhlak diharapkan dapat membangun karakter kelompok, jamaah, dan umat melalui kolaborasi antara sekolah dan orang tua. SDN 084 Cikadut berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas bagi semua peserta didik tanpa memandang latar belakang ekonomi. Penggunaan pembelajaran berbasis video saat ini menjadi sorotan, karena dapat merangsang minat anak-anak dan membantu pembentukan akhlak serta nilai-nilai moral. Video based learning dapat menjadi solusi efektif dalam menanamkan nilai-nilai akhlak, khususnya akhlakul karimah. Tayangan video yang disajikan mudah dipahami dan dapat diimplementasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, hasil, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran video based learning dalam meningkatkan akhlakul karimah peserta didik SDN 084 Cikadut, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif untuk menganalisis, menggambarkan, dan merangkum kondisi atau masalah yang diteliti melalui pengumpulan data dari wawancara dan observasi. SDN 084 Cikadut menerapkan video based learning dan pembiasaan untuk meningkatkan akhlakul karimah peserta didik. Faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi pembelajaran ini meliputi aspek konten video, peserta didik, serta sarana dan prasarana. Faktor pendukung konten video meliputi: (1) variasi sumber video, seperti animasi dan manusia, (2) semua video menampilkan minimal satu nilai akhlakul karimah, dan (3) keberagaman materi yang menawarkan banyak pilihan.
Pembelajaran Wudhu dan Shalat Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Salah Satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarkat Kota Bandung Ghina Yusriyah Shidiq; Erhamwilda
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14649

Abstract

Abstract. Every human being requires education to enhance their individual potential, including children with special needs or individuals with disabilities. These children require specialized educational services tailored to their specific needs or conditions. Obtaining Islamic religious education is a right for children with special needs, with one fundamental aspect being the introduction to ablution (wudhu) and prayer (shalat). This research aims to describe (1) The learning process of ablution and prayer for children with special needs in a community learning center (PKBM) in Bandung City, (2) The approach used by teachers for children with special needs in this PKBM, and (3) The evaluation of ablution and prayer learning for children with special needs in the PKBM. This study employs a descriptive qualitative approach, combining direct observation methods and in-depth interviews with responsible teachers and administrative staff of the PKBM. The observation focus includes teacher conditions, teaching strategies, and student responses. Interviews were conducted to gain insights into the learning process, implementation, and evaluation. The research results indicate that this PKBM adopts an adapted learning approach, using demonstration and prompting methods to facilitate understanding among children with special needs. The main challenges identified include the diversity of learners' needs and resource limitations. Nevertheless, the program shows a positive impact in improving children's ability to perform ablution and prayer. Abstrak. Pada hakikatnya setiap manusia memerlukan pendidikan untuk meningkatkan potensi dalam dirinya masing-masing. Setiap manusia disini termasuk dengan anak yang berkebutuhkan khusus atau orang penyandang disabilitas. Anak berkebutuhan khusus membutuhkan pelayanan pendidikan yang khusus, dengan disesuaikannya pada kekurangan atau kelainan masing-masing anak. Memperoleh pendidikan agama islam adalah hak bagi anak berkebutuhan khusus salah satu aspek dasarnya adalah memperkenalkan wudhu dan shalat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Proses pembelajaran wudhu dan shalat bagi anak berkebutuhan khusus di salah satu pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Kota Bandung (2) Pendekatan yang digunakan oleh guru kepada anak berekebutuhan khusus di salah satu satu pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Kota Bandung (3) Evaluasi pembelajaran wudhu dan shalat bagi anak berkebutuhan khusus di salah satu pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Kota Bandung. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggabungkan metode observasi langsung dan wawancara mendalam dengan guru penanggung jawab serta staf administrasi PKBM. Fokus observasi meliputi kondisi guru, strategi pengajaran, dan respons peserta didik. Wawancara dilakukan untuk memperoleh wawasan mengenai proses pada pembelajaran, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBM ini mengadopsi pendekatan pembelajaran yang disesuaikan, menggunakan metode demonstrasi dan prompting untuk memfasilitasi pemahaman anak-anak berkebutuhan khusus. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keragaman kebutuhan peserta didik dan keterbatasan sumber daya. Meskipun demikian, program ini menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan anak-anak dalam melaksanakan wudhu dan shalat.
Nilai Religiositas pada Film animasi Si Bulan Koki Super sebagai Materi Pendidikan Islami Musdalifah; dudi suhardini, asep
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14714

Abstract

Abstract. The value of religiosity must be instilled from as early as possible, this helps shape children's religious character. A number of recent viral incidents have shown the fact that children's morals are declining due to a lack of religious education, many children go to school but cannot understand the lessons well. In the increasingly advanced digital era, learning to use digital media can be utilized, such as by showing Islamic animated films. This can help children who can only learn from watching examples more easily understand the lessons from the films shown. The animated film Si Bulan Koki Super is an Islamic film which instills religious values ​​which are easy to understand because the values ​​are explained in a show that has nuances of everyday life. This can be used as educational material because the religious values ​​contained in this film contain the basic points needed in Islamic educational material. This research aims to determine the religious value contained in the animated film Si Bulan Koki Super and also that this value can be used as Islamic education material. This research uses a qualitative descriptive approach, collecting data by observation and documentation. Data analysis uses pierce theory semiotic analysis, namely using the meaning triangle theory; Research shows that in the animated film The Super Chef Moon, there is a religious value that can be used as Islamic education material. Abstrak. Penanaman nilai religiositas harus dari sedini mungkin, hal ini membantu pembentukan karakter religious anak. Sejumlah kejadian viral belakangan ini dengan fakta merosotnya moral anak karena kurangnya Pendidikan agama, banyak anak yang bersekolah namun tidak dapat mencerta pelajaran dengan baik. Di era digital yang semakin maju, dapat dimanfaatkan dengan pembelajaran menggunakan media digital seperti dengan menayangkan film animasi islami. Hal ini dapat membantu anak yang hanya bisa belajar dari melihat contoh lebih mudah memahami pelajaran dari film yang ditayangkan. Film animasi Si Bulan Koki Super adalah film islami yang didalamnya menanamkan nilai religiositas yang mudah dipahami karena nilai dijelaskan dalam tayangan yang bernuansa kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dijadikan sebagai materi Pendidikan karena nilai religiositas yang terkandung dalam film ini mengandung pokok dasar yang diperlukann dalam materi Pendidikan islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai religiositas yang terkandung dalam film animasi Si Bulan Koki Super dan juga nilai tersebut dapat dijadika materi Pendidikan islami. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif, pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis semiotic teori pierce yaitu menggunakan teori segitiga makna.hasi; penelittian menunjukan bahwa dalam film animasi si bulan koki super terdapat nilai religiositas yang dapat dijadikan materi Pendidikan islami
Pola Pembinaan Karakter Religiusitas Anak Melalui Penanaman Pendidikan Agama Islam di Panti Asuhan Yayasan Salamiyah Al-Aziz Kota Bandung Annisa Aulia Nur Rahman; Aep Saepudin; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14719

Abstract

Abstract. The Salamiyah Al-Aziz Foundation orphanage is one of the orphanages that provides assistance to abandoned, orphaned, and poor children in the form of services to meet their basic needs, health, education, and guidance for their mentee. The focus of this research is to describe the pattern of fostering children's religiosity character through PAI cultivation carried out at the Salamiyah Al-Aziz Foundation orphanage with the aim of being used as a guideline and can be applied in the lives of mentee. This research uses a qualitative descriptive method with a qualitative approach. The data collection technique is through observation, interviews, and documentation. The results showed that: (1) The purpose of this coaching is to educate the fostered participants' nature with Islamic insights so that the embedded religious character in the fostered participants can be applied in everyday life (2) The strategy used in coaching planning, namely the preparation process stage, implementation or implementation, and the evaluation process, this coaching strategy can also be seen in the resource person/presenter planning strategy and the determination of the time allocation and place of coaching. (3) The methods used in coaching are self-memorization method, tasmi' method, verse connection method, talaqqi method, lecture method, SCL method, PBL method, and habituation method. (4) The approach used in the orientation of coaching is the mentees to be able to play an active role in coaching activities, and in terms of material, namely using a constructivist and contextual approach (5) Evaluation is carried out as an assessment to improve quality in coaching activities and to see output by paying attention to development and self-change in religious character in mentee. Abstrak. Panti asuhan Yayasan Salamiyah Al-Aziz merupakan salah satu panti asuhan yang memberikan bantuan kepada anak-anak terlantar, yatim-piatu, dan dhuafa dalam bentuk pelayanan untuk memenuhi kebutuhan pokok, kesehatan, pendidikan, dan pembinaan bagi anak asuhnya. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai pola pembinaan karakter religiusitas anak melalui penanaman PAI yang dilakukan di panti asuhan Yayasan Salamiyah Al-Aziz dengan tujuan untuk dijadikan pedoman dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan anak asuhnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tujuan pembinaan ini adalah untuk mendidik fitrah peserta binaan dengan wawasan keislaman agar tertanamnya karakter religius dalam diri peserta binaan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (2) Strategi yang gunakan dalam perencanaan pembinaan, yaitu tahap proses persiapan, pelaksanaan atau implementasi, dan proses evaluasi, strategi pembinaan ini juga dapat dilihat dalam strategi perencanaan narasumber/pemateri dan penetapan alokasi waktu dan tempat pembinaan. (3) Metode metode yang digunakan dalam pembinaan adalah metode menghafal sendiri, metode tasmi’, metode sambung ayat, metode talaqqi, metode ceramah, metode SCL, metode PBL, dan metode pembiasaan. (4) Pendekatan yang digunakan dalam orientasi pembinaan adalah peserta binaan untuk dapat berperan aktif dalam kegiatan pembinaan, dan ditinjau dari segi materi yaitu menggunakan pendekatan secara kontruktivisme dan kontekstual (5) Evaluasi dilakukan sebagai penilaian untuk meningkatkan kualitas dalam kegiatan pembinaan dan untuk melihat output dengan memperhatikan perkembangan dan perubahan diri dalam karakter religius pada peserta binaan.
Analisis Kurikulum Al-Islam, Kemuhamadiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba) di SMA Muhamadiyah 1 Bandung Ihsan Sidikin; Aep Saepudin; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14777

Abstract

Abstract. The curriculum is a set of plans and arrangements regarding the objectives, content, learning materials and methods used as guidelines for organizing learning activities to achieve certain educational goals. In simple terms, curriculum components include objectives, content, implementation and evaluation. Muhamadiyah is a successful Islamic-based community organization engaged in education with 162 universities and 3,334 primary and secondary education institutions. In simple terms, the ISMUBA curriculum is a set of lessons used in schools under Muhamadiyah. Based on this study, the problems in this study are formulated as follows: (1) How is the purpose of the Ismuba curriculum at Muhamadiyah 1 Bandung High School (2) How is the content of the Ismuba curriculum at Muhamadiyah 1 Bandung High School (3) How is the implementation of the Ismuba curriculum at Muhamadiyah 1 Bandung High School (4) How is the evaluation of the Ismuba curriculum at Muhamadiyah 1 Bandung High School. Researchers used a literature study technique method using a qualitative approach. The place chosen to conduct this research is Muhamadiyah 1 Bandung High School. With data collection techniques through observation, interviews and documentation to the deputy principal of the curriculum and affirmed by the secretary of the muhamadiyah council of Bandung. The results of this study are: there is a progressive formulation of the Ismuba curriculum objectives, substantive content, implementation that needs to be improved with cyber pedagogy and equitable evaluation which is directly controlled by the Muhamadiyah Education Council of Bandung. Abstrak. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan Pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pedidikan tertentu. Secara sederhana komponen kurikulum meliputi tujuan, isi, implementasi dan evaluasi. Muhamadiyah menjadi organisasi Masyarakat berbasis islam yang terbilang sukses bergerak di bidang pendidikan dengan 162 Perguruan tinggi dan 3.334 lembaga pendidikan dasar dan menengah. Secara sederhana kurikulum ISMUBA adalah seperangkat pembelajaran yang digunakan di sekolah yang berada di bawah naungan Muhamadiyah. Berdasarkan Studi tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana tujuan kurikulum Ismuba di SMA Muhamadiyah 1 Bandung (2) Bagaiaman isi kurikulum Ismuba di SMA Muhamadiyah 1 Bandung (3) Bagaimana implementasi kurikulum Ismuba di SMA Muhamadiyah 1 Bandung (4) Bagaimana evaluasi kurikulum Ismuba di SMA Muhamadiyah 1 Bandung. Peneliti menggunakan metode teknik studi literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tempat yang dipilih untuk melakukan penelitian ini adalah SMA Muhamadiyah 1 Bandung. Dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan diafirmasi oleh sekretaris majelis dikdasmen muhamadiyah kota Bandung. Hasil dari penelitian ini adalah: terdapat formulasi yang progresif pada tujuan kurikulum Ismuba, Isi yang substantif, Implementasi yang perludiperbaiki dengan cyber pedagogy dan evalusi yang merata yang dikontrol langsung oleh majelis dikdasmen Muhamadiyah kota Bandung.
Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan Menggunakan Metode Card Sort dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Islam Plus Ummul Mukminin Fadilla Ulya Tahani; Enoh; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14799

Abstract

Abstract. Fadilla Ulya Tahani. 10030120192. Effective learning methods encourage students to be actively involved in the learning process. Students have an active role in building their knowledge and understanding to achieve better learning outcomes. This research aims to: 1) obtain an overview of the condition of class V students in Islamic Religious Education and Character Learning before using the Card Sort learning method; 2) analyze the implementation of the Card Sort learning method in class V Islamic Religious Education and Character learning; 3) examine the effectiveness of the Card Sort learning method in improving student learning outcomes in Islamic Religious Education and Character learning. This research was conducted at SD Islam Plus Ummul Mukminin class V with the aim of determining the effectiveness of student learning outcomes after using the Card Sort method in the subjects of Islamic Religious Education and Character. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method in the form of a Nonequivalent Control Group Design design. The type of sampling uses Nonprobability Sampling or nonrandom sample selection because there are special considerations. In the results of the research involving the experimental class V B and the control class V A. Student learning outcomes improved after implementing learning using the Card Sort method, the learning outcomes reached an average result before (56.81) after (87.48), so it can It was concluded that student learning outcomes in the subjects of Islamic Religious Education and Character had improved after learning using the Card Sort method. The difference in average learning outcomes between the experimental class and the control class is proven by the results of analysis via the t-test showing that the calculated t value = 10,699 > t table, namely 2,080 with a significance level of 95% with a = 0.05. Thus it can be stated that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H0) is rejected, which means that there is a difference in the average PreTest and PostTest in the Experiment and Control classes using the Card Sort method which provides an increase in student learning outcomes in Islamic Religious Education subjects. and Characteristics of fifth grade students at SD Islam Plus Ummul Mukminin. Abstrak. Fadilla Ulya Tahani. 10030120192. Metode pembelajaran efektif mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Siswa memiliki peran aktif dalam membangun pengetahuan dan pemahaman mereka untuk pencapaian hasil belajar yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memperoleh gambaran tentang kondisi siswa kelas V dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebelum menggunakan metode pembelajaran Card Sort; 2) menganalisis Implementasi metode pembelajaran Card Sort pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas V; 3) mengkaji efektivitas metode pembelajaran Card Sort dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini dilakukan di SD Islam Plus Ummul Mukminin kelas V yang bertujuan untuk mengetahui adanya efektivitas hasil belajar siswa setelah menggunakan metode Card Sort pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dengan bentuk desain Nonequivalent Control Grup Desain. Jenis pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling atau pemilihan sampel nonrandom karena ada pertimbangan khusus. Dalam hasil penelitian melibatkan kelas eksperimen V B dan kelas kontrol V A. Hasil belajar siswa mendapati peningkatan setelah dilaksanakannya pembelajaran menggunakan metode Card Sort, pada hasil belajar tersebut mencapai hasil rata-rata sebelum (56,81) setelah (87,48), sehingga dapat disimpulkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mendapati peningkatan setelah dilaksanakannya pembelajaran memakai metode Card Sort. Adapun perbedaan rata-rata hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dibuktikan dengan hasil analisis melalui Uji-t menunjukan bahwa nilai t hitung = 10.699 > t tabel yaitu 2.080 dengan taraf signifikansi 95% dengan a = 0,05. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nihil (H0) ditolak, yang artinya terdapat perbedaan rata-rata PreTest dan PostTest di kelas Eksperimen dan Kontrol dengan menggunakan metode Card Sort memberikan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa kelas V SD Islam Plus Ummul Mukminin.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Jujur dalam Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 70 Miftahudin Wirtadipura; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14828

Abstract

Abstract. This research aims to examine: (1) the opinions of commentators on Q.S. Al-Ahzab verse 70, (2) the essence of Q.S. Al-Ahzab verse 70, (3) the implications of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70, and (4) the values of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70. The study involved an in-depth review of various interpretations and books related to the research topic. The conclusions drawn from the research are as follows: (1) The verse contains two main commands: to be pious to Allah and to speak the truth. This verse emphasizes the importance of piety as the foundation of faith that drives Muslims to guard their speech. Honest character education in Surah Al-Ahzab verse 70, according to commentators, emphasizes that honesty is a direct expression of deep faith in Allah. (2) The essence of Q.S. Al-Ahzab verse 70 is (a) One should always believe in Allah (b) One should always be pious to Allah (c) One should always speak the truth (d) The importance of honest character education. (3) The implication of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70 is that honesty is a tangible manifestation of deep faith in Allah. This verse affirms that authentic faith must be reflected in real actions, especially in speaking and acting truthfully. (4) The values of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70 are (a) Faith values (b) Piety values (c) Honesty in speech. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) bagaimana pendapat para mufassir dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 70? (2) Apa Esensi dari Q.S. Al-Ahzab Ayat 70? (3) Bagaimana implikasi pendidikan karakter jujur dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 70? (4) Bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter jujur yang terdapat pada Q.S. Al-Ahzab ayat 70?. Kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengkaji secara mendalam berbagai tafsir dan buku yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Dari penelitian ini diperoleh beberapa Kesimpulan yaitu: (1) Ayat ini mengandung dua perintah utama bertakwa kepada Allah dan berbicara dengan benar. Ayat ini menekankan pentingnya ketakwaan sebagai landasan iman yang mendorong umat Islam untuk menjaga ucapan mereka. Pendidikan karakter jujur dalam Surah Al-Ahzab Ayat 70 menurut para mufassir menekankan bahwa kejujuran merupakan ekspresi langsung dari iman yang mendalam kepada Allah. (2) Esensi Q.S. Al-Ahzab Ayat 70 adalah (a) Hendaknya manusia selalu beriman kepada Allah (b) Hendaknya manusia selalu bertakwa kepada Allah (c) Hendaknya manusia selalu berbicara yang benar (d) Pentingnya pendidikan karakter jujur. (3) Implikasi pendidikan karakter jujur dalam Q.S. Al-Ahzab Ayat 70 adalah menunjukkan bahwa kejujuran merupakan manifestasi nyata dari iman yang mendalam kepada Allah. Ayat ini menegaskan bahwa keimanan yang autentik harus tercermin dalam tindakan nyata, khususnya dalam berbicara dan bertindak dengan benar. (4) Nilai-nilai pendidikan karakter jujur dalam Q.S. Al-Ahzab Ayat 70 adalah (a) Nilai keimanan (b) Nilai ketakwaan (c) Nilai kejujuran dalam perkataan.
Implementasi Program Tahfidz melalui Metode Talaqqi dalam Mengatasi Kesulitan Menghafal Al-Qur’an di SMP Plus Al-Aitaam Ciganitri Bandung Syifa Farihah; Aep Saepudin; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14846

Abstract

Abstract. This research was carried out at SMP Plus Al-Aitaam Ciganitri Bandung. This research used a qualitative approach. The results of the research showed (1) Tahfidz Program planning using the Talaqqi Method in overcoming difficulties in memorizing the Al-Qur'an, namely preparing Tahfidz learning activities, targeting student memorization, and delivery of material using the Talaqqi book guidelines from the book Tuhfatul Athfal and the book Al-Jazariyah (2) Implementation of the Thafidz Program through the Talaqqi Method in overcoming difficulties in memorizing the Al-Qur'an is shown through preliminary activities which are started by students carrying out Tahsin first and muroja'ah to improve reading the Al-Qur'an, after that the memorization is carried out in turn to the Tahfidz teacher. (3) Evaluation of the Tahfidz Program through the Talaqqi Method, namely through BTAQ learning to improve the reading of the Al-Qur'an and Tajwid knowledge, and evaluation of the two teachers calling students in turn to test students' memorization by continuing the verses spoken by the teacher and the students continuing. (4) supporting factors and obstacles supporting and inhibiting factors for memorizing the Al-Qur'an. The supporting factors can be family support and good friendships, while the inhibiting factors are that students are lazy about muroja'ah, not being able to read the Al-Qur'an, limited time, similarities in verses. So it can be concluded that the Talaqqi Method is an effective method for overcoming difficulties in memorizing the Al-Qur'an. Abstrak. Penelitian ini di laksanakan di SMP Plus Al-Aitaam Ciganitri Bandung penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif hasil penelitian menunjukan (1) perencanaan Program Tahfidz merencanakan melalui Metode Talaqqi dalam mengatasi kesulitan menghafal Al-Qur’an yaitu penyusunan kegiatan pembelajaran Tahfidz, menargetkan hafalan siswa, dan penyampaian materi menggunakan pedoman buku Talaqqi dari kitab Tuhfatul Athfal dan kitab Al- Jazariyah (2) Pelaksanaan Program Thafidz melaui Metode Talaqqi dalam mengatasi kesulitan menghafal Al-Qur’an ditunjukan melalui kegiatan pendahuluan yang dimulai siswa melaksanakan Tahsin terlebih dahulu serta muroja’ah untuk memperbagus bacaan Al-Qur’an, setelah itu di lakukan menyetorkan hafalan secara bergantian kepada guru Tahfidz. (3) Evaluasi Evaluasi Program Tahfidz Melalui Metode Talaqqi yaitu melalui pembelajaran BTAQ untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan Ilmu Tajwidnya, dan evalauasi kedua guru memanggil siswa secara bergantian untuk mengetest hafalan siswa dengan melanjutkan ayat yang diucapkan oleh guru dan siswa melanjutkannya. (4) faktor pendukung dan hambatan aktor pendukung dan penghambat menghafal Al-Qur’an. Faktor pendukungnya bisa dari dukungan keluarga dan pertemanan yang baik sedangkan faktor penghambat siswa malas muroja’ah, tidak bisa membaca Al-Qur’an, keterbatasan waktu, kesamaan ayat. Jadi dapat disimpulkan Metode Talaqqi merupakan metode yang efektif untuk mengatasi kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an.