cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Pengaruh Menonton Drama Korea terhadap Gaya Hidup Remaja Muslim Yurika Nur Prasetya; Erhamwilda; Enoh Nuroni
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14226

Abstract

Abstract. This research was conducted on teenagers aged 12-22 years who like Korean dramas with the aim of finding out the effect of watching Korean dramas on teenagers' lifestyles. This research uses a quantitative approach with survey methods which are included in correlation research. The type of sampling used Side Nonprobability with Purposive Sampling technique due to certain considerations, namely teenagers aged 12-22 years who like Korean dramas. The research results show 1) The intensity of teenagers in watching Korean dramas obtained a total percentage of 57.09% in the quite high category. 2) the lifestyle of teenagers who tend to watch Korean dramas gets a total percentage of 62.2% in the high category. 3) the relationship between watching Korean dramas and teenagers' lifestyles obtained a coefficient value of 0.688 with a positive relationship in the strong category between variable X and variable Y. 4) the positive impact of Korean culture is that it provides inspiration and motivation to study abroad, and other impacts is in the Korean education system which can be used as an example to improve the quality and quantity of education in the country. Negative impacts such as procrastination, namely delaying prayer times, neglect of parental duties, and the tendency to watch late at night can be signs of an obsessive tendency towards Korean drama content. Abstrak. Penelitian ini dilakukan kepada remaja berusia 12-22 tahun yang menyukai drama Korea dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh menonton drama Korea terhadap gaya hidup remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang termasuk ke dalam penelitian korelasi. Jenis pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Samping dengan teknik Sampling Purposive karena adanya pertimbangan tertentu yaitu remaja berusia 12-22 tahun yang menyukai drama Korea. Hasil penelitian menunjukan 1) Intensitas remaja dalam menonton drama Korea memperoleh total persentase sebesar 57,09% dengan kategori cukup tinggi. 2) gaya hidup remaja yang kecenderungan menonton drama Korea memperoleh total persentase sebesar 62,2% dengan kategori tinggi. 3) hubungan antara menonton drama Korea terhadap gaya hidup remaja memperoleh nilai koefisien sebesar 0,688 dengan hubungan yang positif dengan kategori kuat antara variabel X dengan variabel Y. 4) dampak positif budaya Korea adalah memberi inspirasi dan motivasi untuk menempuh Pendidikan diluar negeri, dan dampak lainnya adalah dalam sistem Pendidikan di Korea yang bisa dijadikan contoh untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Pendidikan di dalam Negeri. Untuk dampak negatif seperti prokrastinasi yaitu menunda waktu shalat, melalaikan tugas dari orangtua, dan kecenderungan untuk menonton hingga larut malam bisa merupakan tanda adanya kecenderungan obsesif terhadap konten drama Korea tersebut.
Nilai-nilai Pendidikan Akhlak Dalam Film 172 Days Nadila Putia Komala Sari
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14259

Abstract

Abstract. 172 Days is an Indonesian drama film that was first released in 2023. The movie is based on the novel of the same name by Nadzira Shafa. The movie tells the story of Nadzira Shafa, a young woman who decides to go on a spiritual journey to find herself. She chooses to live a more religious life and meets Ameer, a young religious teacher. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What are the moral education values contained in the movie 172 Days? (2) What moral messages can be taken from the movie 172 days? Research like this is included in the category of descriptive qualitative research that uses a semiotic approach. Descriptive qualitative analysis is the process of collecting data systematically, dividing data into relevant categories, and analyzing the results. Qualitative research gives researchers the confusion to change the focus of their research according to new findings. This allows researchers to dig deeper into certain aspects that they consider important or interesting. The data collection technique used in this research is watching the movie 172 Hari carefully and recording scenes that contain moral values, Collecting data from related sources, such as film scripts, reviews, and additional relevant literature The data analysis technique used in this research is the semiotic analysis technique used in this research. Semiotics is used as a model for understanding the world as an interconnected system with units of measurement known as signs. In this way, semiotics teaches the nature of the location of a particular object. A sign is a material object with a physical form that can first be perceived by the five senses, but also has an influence on the objects that are under it and hinders its use, hence the term "sign". Thus, the sign reflects the reality that exists more than it reflects. Abstrak. Film 172 Days merupakan film drama Indonesia yang pertama kali dirilis pada tahun 2023. Film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Nadzira Shafa. Film ini menceritakan kisah Nadzira Shafa, seorang wanita muda yang memutuskan untuk menjalani perjalanan spiritual untuk menemukan jati diri. Dia memilih untuk menjalani hidup yang lebih religius dan bertemu dengan Ameer, seorang guru agama muda. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Apa saja nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam film 172 Days? (2)Apa pesan moral yang dapat diambil dari film 172 days? Penelitian seperti ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan semiotika. Analisis kualitatif deskriptif adalah proses pengumpulan data secara sistematis, membagi data ke dalam kategori yang relevan, dan menganalisis hasilnya. Penelitian kualitatif memberi peneliti kebingungan untuk mengubah fokus penelitian mereka sesuai dengan temuan baru. Hal ini memungkinkan peneliti untuk menggali lebih dalam aspek-aspek tertentu yang mereka anggap penting atau menarik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menonton film 172 Hari dengan teliti dan mencatat adegan yang mengandung nilai moral, Mengumpulkan data dari sumber-sumber terkait, seperti skrip film, ulasan, dan literatur tambahan yang relevan Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik data analisis teknik analisis semiotika digunakan dalam penelitian ini. Semiotika digunakan sebagai model untuk memahami dunia sebagai suatu sistem yang saling berhubungan dengan satuan pengukuran yang dikenal sebagai tanda. Dengan demikian jalan,semiotik mengajarkan hakikat tentang letak suatu obyek tertentu .semiotik​mengajarkan hakikat tentang letak suatu benda. Tanda adalah benda objek material dengan yang berwujud fisik bentuk fisik ​yang pertama-tama dapat dirasakan oleh pancaindra, tetapi juga mempunyai pengaruh terhadap benda-benda yang berada di bawahnya dan menghalangi penggunaannya, maka muncullah istilah "tanda". Dengan demikian, tanda refleksi realitas yang ada lebih dari sekedar refleksikan.
Implementasi Kurikulum Tahfizh Qur’an di Kuttab At-Taubah Kota Bandung Fikri Taufik Rahman; Nan Rahminawati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14286

Abstract

Abstract. Seeing the current era there is a need for a process of Qur'an tahfizh education, especially at the elementary level, to overcome the current problem of lack of reading and memorizing the Qur'an in children, Therefore, there needs to be an institution that adopts tahfizh education, both starting from the elementary school level and even up to the highest level. However, in this study, the researcher conducted a research on the tahfizh al-Qur'an curriculum at the elementary school level. The research used in this study uses qualitative research with a field research model (Field Research). The data collection techniques used in this study used observation, interview, and documentation methods. The results showed that: (1) The curriculum developed by Kuttab At-Taubah still refers to the vision and mission of Islamic Unity Education, the curriculum is designed by adopting the curriculum inherited by the scholars that focus learning on ulumusy-shari'ah and tahfizh al-Qur'an for the formation of the Qur'ani generation and mutafaqquh fid din. (2) Implementing the tahfizh curriculum, Kuttab At-Tawbah conducts several activities such as the existence of tahfizh subjects every day as a special time for students to memorize the Qur'an. More supervision from teachers on children's memorization development. (3) Evaluation of the curriculum carried out by teachers so that it can run optimally and there are inputs for improving the Qur'anic tahfizh education curriculum (4) The factors that become obstacles are also factors that support the running of the Qur'anic tahfizh education curriculum. Abstrak. Melihat zaman saat ini perlu adanya proses pendidikan tahfizh al-Qur’an,terlebih di tingkat SD, untuk mengatasi permasalah yang terjadi saat ini terhadap kurang nya membaca dan menghafal al-Qur’an pada anak-anak, maka perlu adanya lembaga yang mengadosi pendidikan tahfizh baik itu dimulai dari tingkat SD bahkan sampai jenjang yang tertinggi. Namun dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian kurikulum tahfizh al-Qur’an di tingkat sekolah dasar (SD). Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan model penelitian lapangan (Field Research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan metode dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) kurikulum yang di kembangkan oleh Kuttab At-Taubah tetap mengacu pada visi dan misi dari Pendidikan Persatuan Islam, Kurikulum yang dirancang dengan mengadopsi pada kurikulum warisan para ulama yaitu memfokuskan pembelajaran pada ulumusy-syari’ah dan tahfizh al-Qur’an demi terbentuknya generasi Qur’ani dan mutafaqquh fid din. (2) Mengimplementasikan kurikulum tahfizh, Kuttab At-Taubah melakukan beberapa kegiatan seperti adanya mata pelajaran tahfizh setiap harinya sebagai waktu khusus bagi santri untuk menghafal Al-Qur’an. pengawasan yang lebih dari para guru terhadap perkembangan hafalan anak-anak. (3) Evaluasi terhadap kurikulum yang dilakukan oleh guru-guru agar dapat berjalan maksimal serta adanya masukan-masukan untuk ditingkatkannya kurikulum pendidikan tahfizh al-Qur’an (4) Adapun faktor yang menjadi kendala juga faktor yang menjadi pendukung terhadap berjalannya kurikulum pendidikan tahfizh al-Qur’an tersebut.
Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas V SDN 044 Cicadas Awigombong Bandung Niko Apriyanto; Erhamwilda
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14362

Abstract

Abstract. Changing times require educational institutions to innovate to improve education quality. Focusing on developing social skills, providing emotional support, and applying technology is crucial to meet globalization and Industrial Revolution 4.0 challenges. Education must consider individual interests and talents, employing a differentiated approach to create an inclusive, relevant learning environment. This research uses a qualitative approach and descriptive methods to explain differentiated learning in fifth-grade Islamic religious education. Through interviews, observations, and field studies, in-depth data is gathered to understand this phenomenon. The results show that the qualitative approach and descriptive method offer a comprehensive understanding of differentiated learning in Islamic religious education. At SDN 044 Cicadas Awigombong, this model has increased fifth graders' learning interest. Integrated planning, implementation, and evaluation allow students to learn according to their styles, promoting active participation and better material understanding. The differentiated learning approach in Islamic religious education has proven effective in creating an inclusive environment supporting students' holistic development. Teachers identify individual needs, organize modules by learning styles, and conduct holistic evaluations, increasing student engagement, academic achievement, and personal growth, making learning enjoyable. Abstrak. Perubahan zaman menuntut lembaga pendidikan untuk berinovasi guna meningkatkan mutu pendidikan. Berfokus pada pengembangan keterampilan sosial, memberikan dukungan emosional, dan menerapkan teknologi sangat penting untuk menghadapi tantangan globalisasi dan Revolusi Industri 4.0. Pendidikan harus mempertimbangkan minat dan bakat individu, menggunakan pendekatan yang berbeda untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif untuk menjelaskan pembelajaran diferensiasi pada pendidikan agama Islam kelas V. Melalui wawancara, observasi, dan studi lapangan, data mendalam dikumpulkan untuk memahami fenomena ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kualitatif dan metode deskriptif menawarkan pemahaman komprehensif tentang pembelajaran berdiferensiasi dalam pendidikan agama Islam. Di SDN 044 Cicadas Awigombong, model ini telah meningkatkan minat belajar siswa kelas V. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi terpadu menjadikan siswa untuk belajar sesuai dengan gaya mereka, mendorong partisipasi aktif dan pemahaman materi yang lebih baik. Pendekatan pembelajaran diferensiasi dalam pendidikan agama Islam terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan inklusif yang mendukung perkembangan siswa secara holistik. Guru mengidentifikasi kebutuhan individu, mengatur modul berdasarkan gaya belajar, dan melakukan evaluasi holistik, meningkatkan keterlibatan siswa, prestasi akademik, dan pertumbuhan pribadi, sehingga menjadikan pembelajaran menyenangkan.
Peran Orangtua Asuh terhadap Pembinaan Akhlak Anak di Salah Satu Panti Asuhan di Kota Bandung Ananda Yusfa Rahman; Erhamwilda; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14415

Abstract

Abstract. Children without parents and from economically disadvantaged families often face various challenges in their moral development. The importance of a structured and systematic mentoring pattern in orphanages not only influences the individual moral development of children but also has the potential to shape a generation with strong moral values who contribute positively to society in the future. The objectives of this study are to describe (1) the planning (2) the implementation and (3) the evaluation. In this research, a qualitative descriptive approach was employed; data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using qualitative analysis, which involved data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of the study indicate that (1) planning begins with a thorough analysis of the initial moral conditions through observation and interviews to design a program tailored to the needs of children. The program aims to develop moral values, positive behaviors, social skills, and integrity through a structured curriculum with various activities and self-reflection. (2) Implementation is based on meticulous observation, interviews, and needs analysis to ensure relevance and effectiveness. Foster parents play a key role as role models and provide continuous guidance, addressing challenges from diverse family backgrounds with strict rules and creative approaches. (3) Periodic evaluation through observation, behavior recording, and discussions help identify positive changes, with program adjustments made according to feedback and children's development. Abstrak. Anak-anak yang tidak memiliki orang tua dan berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi sering menghadapi berbagai tantangan dalam perkembangan akhlaknya. Pentingnya pola pembinaan yang terstruktur dan sistematis di panti asuhan bukan hanya mempengaruhi perkembangan akhlak anak-anak secara individual, tetapi juga berpotensi untuk membentuk generasi yang memiliki nilai-nilai akhlak yang kuat dan berkontribusi positif dalam masyarakat di masa depan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Perencanaan pembinaan akhlak anak di salah satu panti asuhan di Kota Bandung(2) Pelaksanaan pembinaan akhlak anak di salah satu panti asuhan di Kota Bandung (3) Evaluasi pembinaan akhlak anak di salah satu panti asuhan di Kota Bandung. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif; pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif, yang mencakup reduksi data, penampilan data, dan verifikasi/menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan dimulai dengan analisis mendalam terhadap kondisi awal akhlak melalui observasi dan wawancara untuk merancang program yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Program bertujuan mengembangkan nilai-nilai moral, perilaku positif, kemampuan sosial, dan integritas melalui kurikulum terstruktur dengan berbagai kegiatan dan refleksi diri. (2) Pelaksanaan didasarkan pada observasi teliti, wawancara, dan analisis kebutuhan untuk memastikan relevansi dan efektivitas. Pengasuh berperan sebagai teladan dan memberikan bimbingan terus-menerus, menghadapi tantangan latar belakang keluarga dengan peraturan ketat dan pendekatan kreatif. (3) Evaluasi berkala melalui observasi, pencatatan perilaku, dan diskusi membantu mengidentifikasi perubahan positif, dengan penyesuaian program sesuai masukan dan perkembangan anak-anak.
Peran Musyrif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Santri Melalui Program Muwajjahah di Pondok Pesantren Modern Al-Muawanah Cidawalong adi sukma barkah; aziz, helmi; Surbiantoro, Eko
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14423

Abstract

Abstract. This study discusses the role of Musyrif on supporting the effectiveness of learning through the Muwajjah program at Pondok Pesantren Modern Al Muawanah Cidawalong. The self study program is an additional training at night, where students receive direct guidance from Musyrif. The aim of this study is to examine the role of Musyrif in increasing student learning outcomes and the factors that influence the success of the Muwajjah program. The research method used is aqualitative and descriptive approach, involving interview, observation and literature studies or documentation studies. The results showed that Musyrif role plays a significant role in improving the learning outcomes of Santri through various activities such as going daily night attendance, reporting on learning progress, counseling guidance, so leading and worshiping together. However, the success of the program is influenced by internal and external factors, such as Santri motivation, the presence of teachers and favorite subject. Therefore, the appropriate program and the work of Musyrif play an important role in increasing the learning outcomes of students. Abstrak. Studi ini mengkaji peran musyrif dalam mendukung efektivitas pembelajaran melalui program muwajjahah di Pondok Pesantren Modern Al-Mu`awanah Cidawalong. Program muwajjahah sendiri adalah pembelajaran tambahan pada malam hari di mana santri mendapatkan bimbingan langsung dari musyrif. Study ini bertujuan adalah untuk mengkaji peran musyrif pada peningkatan hasil belajar santri, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program muwajjahah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif, yang melibatkan wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran musyrif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar santri melalui berbagai kegiatan seperti absensi harian malam, laporan perkembangan belajar, bimbingan konseling, dan ibadah kolektif. Namun, keberhasilan program juga dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal seperti motivasi santri, kehadiran guru, dan mata pelajaran favorit. Dengan demikian, program muwajjahah dan peran musyrif secara sinergis berperan aktif dalam meningkatkan hasil belajar santri.
Implementasi Model Pembelajaran Beyond Center and Circle Time (BCCT) pada Mata Pelajaran PAI Siswa Kelas Intensif di MI Al-Furqon I Bandung Nurdila; Erhamwilda; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14442

Abstract

Abstract. This research was conducted at MI Al-Furqon 1 Bandung intensive grades 1-4, this research uses a qualitative approach with qualitative descriptive methods. The results showed (1) The planning of the BCCT learning model in MI has been going well, by utilizing innovative learning media and instilling the values of adab and morals and has a specialty that is in TFP (Term, Fact and Principle) or teaching modules that are linked to the postulates of the Qur'an and hadith in the lesson plan. (2) The implementation of the BCCT learning model in PAI subjects consists of environmental footing, namely determining the location and learning media, initial footing, namely inviting students to pray and then conveying the rules in learning, individual footing, namely the teacher provides motivation to students and footing after work (recalling), namely the teacher asks students to retell the activities that have been carried out. (3) Evaluation of the BCCT learning model emphasizes parental involvement and assessment of student understanding and behavior. (4) The advantages are the development of religious and moral practices such as Monday-Thursday fasting and tahfidz with the 18 Muslim attitudes program, the weaknesses are facilities and infrastructure that need to be improved. So, it can be concluded that the application of the BCCT model at MI Al-Furqon I Bandung has the potential as an effective learning model in improving PAI learning with improvements to its facilities and infrastructure. Abstrak. Penelitian ini dilaksanakan di MI Al-Furqon 1 Bandung kelas 1-4 intensif, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Perencanaan model pembelajaran BCCT di MI telah berjalan dengan baik, dengan memanfaatkan media pembelajaran inovatif dan penanaman nilai-nilai adab dan akhlak serta memiliki kekhasan yaitu di dalam TFP (Term, Fact and Principle) atau modul ajar yang dihubungkan dengan dalil Al-qur’an dan hadits dalam RPP. (2) Penerapan model pembelajaran BCCT pada mata pelajaran PAI terdiri dari pijakan lingkungan yaitu menentukan lokasi dan media pembelajaran, pijakan awal yaitu mengajak siswa berdoa lalu menyampaikan aturan dalam pembelajaran, pijakan individu yaitu guru memberikan motivasi kepada siswa dan pijakan setelah bekerja (recalling) yaitu guru meminta siswa untuk menceritakan kembali kegiatan yang telah dilakukan. (3) Evaluasi model pembelajaran BCCT menekankan keterlibatan orang tua dan penilaian terhadap pemahaman serta perilaku siswa. (4) Kelebihannya yaitu pembinaan praktik agama dan akhlak seperti shaum senin kamis dan tahfidz dengan program 18 sikap muslim, kelemahannya yaitu sarana dan prasarana yang perlu diperbaiki. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model BCCT di MI Al-Furqon I Bandung memiliki potensi sebagai model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pembelajaran PAI dengan perbaikan pada sarana dan prasarananya.
Pengaruh Metode Bernyanyi terhadap Kemampuan Mengingat Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Cangkuang 06 Kabupaten Bandung Farida Nahwa Pirdausi; Dedih Surana; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14485

Abstract

Abstract. The study was conducted to examine the effect of the singing method on students' memory abilities and the effectiveness of the singing method in Islamic Education learning using a quantitative approach with a type of Quasi-Experimental Design and Nonequivalent Control Group Design. The research sample consisted of students from classes III A and C, selected using purposive sampling based on the results of the students' final assessments. The results indicate that: 1) The average score of students before the application of the singing method was 58.79 in the experimental class and 54.41 in the control class. 2) After the application of the singing method, the average score in the experimental class increased to 83.93, while in the control class that did not use the singing method, it became 58.97. This shows that the class using the singing method had higher results. 3) The t-test showed a calculated t-value of 10.316, which is greater than the critical t-value of 1.668, leading to the conclusion that the singing method has an impact on students' memory abilities. The n-gain test results showed an average student score of 0.636, which falls into the medium category, and a score of 63.65%, which is considered quite effective. The conclusion is that the singing method can optimize students' memory abilities and is quite effective for use with students.Top of FormBottom of FormTop of FormBottom of Form Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah pengaruh dari metode bernyanyi pada kemampuan mengingat siswa dan tingkat efektivitas metode bernyanyi dalam pembelajaran Agama Islam denganmenggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Quasi Experimental Designs dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari peserta didik kelas III A dan C, menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan hasil Penilaian Akhir Siswa. Hasil nya menyatakan bahwa: 1) Nilai rata-rata siswa sebelum penerapan metode bernyanyi yaitu 58,79 pada kelas eksperimen dan 54,41 pada kelas kontrol. 2) Setelah penerapan metode bernyanyi, nilai rata-rata di kelas eksperimen meningkat menjadi 83,93, sedangkan di kelas kontrol yang tidak menggunakan metode bernyanyi menjadi 58,97. Ini menunjukkan bahwa kelas yang menggunakan metode bernyanyi memiliki hasil yang lebih tinggi. 3) Uji t menunjukkan nilai untuk t hitung 10,316 > t tabel 1,668, dengan ini dapat diambil kesimpulan bahwa adanya pengaruh metode bernyanyi terhadap kemampuan mengingat siswa. Hasil uji n-gain menunjukkan rata-rata skor siswa 0,636, yang berada dalam kategori sedang, dan nilai 63,65%, yang termasuk kategori cukup efektif. Kesimpulan nya bahwa metode bernyanyi ini dapat mengoptimalkan kemampuan mengingat siswa dan cukup efektif untuk diterapkan pada siswa.
Peran Guru Tahfidz dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur'an Siswa Kelas VII di SMP PGII 1 Bandung Muhammad Wais Khairudin; Helmi Aziz; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14577

Abstract

Abstract. This research aims to determine the role and strategies of tahfidz teachers in improving the ability to memorize the Al-Qur'an for class VII students at SMP PGII 1 Bandung. The role of tahfidz teachers and the strategies used by tahfidz teachers in improving students' ability to memorize the Al-Qur'an is the core of the research. Knowing that each individual has a different ability to memorize the Al-Qur'an, some are even not fluent in reading the Al-Qur'an, which affects the quality of their memorization, which is of interest to researchers to find out the role of tahfidz teachers in improving students' ability to memorize the Al-Qur'an. The method used in this research is a descriptive qualitative approach. The data collection was carried out through primary and secondary data using data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. In improving students' ability to memorize the Al-Qur'an, tahfidz teachers act as motivators, mentors, teachers, evaluators, facilitators and role models. After conducting research, it was found that not all students have the same ability in memorizing the Al-Qur'an, so the tahfidz teacher must know each student's understanding. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran, dan strategi guru tahfidz dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an siswa kelas VII di SMP PGII 1 Bandung. Peran guru tahfidz dan strategi yang digunakan oleh guru tahfidz dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an pada siswa menjadi inti dari penelitian. Mengetahui bahwasanya setiap individu mempunyai kemampuan menghafal Al-Qur’an yang berbeda bahkan ada yang belum lancar dalam membaca Al-Qur’an sehingga mempengaruhi dalam kualitas hafalannya menjadi ketertarikan peneliti untuk mengetahui peran guru tahfidz dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif pendekatan kualitatif. Adapun pengambilan data yang dilakukan melalui data primer maupun sekunder dengan teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an siswa, guru tahfidz berperan sebagai motivator, pembimbing, pengajar, evaluator, fasilitator, dan sebagai teladan. Setelah dilakukan penelitian, ditemukan hasil bahwasanya tidak semua siswa mempunyai kemampuan yang sama dalam menghafalkan Al-Qur’an, sehingga guru tahfidz harus mengetahui kepahaman masing masing siswa.
Upaya Guru Mengaji dalam Mengatasi Kesulitan dan Meningkatkan Baca Tulis Qur’an di DTA Baitul Husna di Desa Cijeruk Kabupaten Bandung Putri Ramadhani; Helmi Aziz; Enoh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14588

Abstract

Abstract. This study aims to the efforts, results, and inhibiting factors of the Quran teacher in overcoming difficulties and improving the reading and writing skills of 5th and 6th grade students at DTA Baitul Husna, Cijeruk Village, Bandung Regency. The lack of lesson hours and the importance of the ability to read and write the Qur'an are the background in this study. Based on this background, it is of interest to researchers to find out the efforts made by Koranic teachers in overcoming difficulties and improving students' Al-Qur'an reading and writing skills. The method used in this research is descriptive method through qualitative approach. The data collection was carried out through primary and secondary data with collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. There are several efforts made by DTA teachers, including: teachers act as mentors, motivators, and counselors. After the research was conducted, several results were found that not all students have the same level of intelligence in terms of reading and writing the Qur'an, so the teacher needs to know the understanding of each student through the Qur'an reading test every day. In the process, students are not allowed to continue to the next stage if they do not really understand. Teachers at DTA Baitul Husna provide a special day for calligraphy training on Friday. Thus, students are expected to be able to achieve learning objectives in terms of reading and writing the Qur'an. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk upaya, hasil, dan faktor penghambat guru mengaji dalam mengatasi kesulitan dan meningkatkan keterampilan baca tulis qur’an peserta didik kelas 5 dan 6 di DTA Baitul Husna Desa Cijeruk Kabupaten Bandung. Kurangnya jam pelajaran dan pentingnya kemampuan baca tulis Al-Qur’an menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, menjadi ketertarikan peneliti untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru mengaji dalam mengatasi kesulitan-kesulitan dan meningkatkan keterampilan baca tulis Al-Qur’an peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Adapun pengambilan data dilakukan melalui data primer maupun sekunder dengan teknik pengumpulan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Terdapat beberapa upaya yang dilakukan oleh guru DTA, diantaranya: guru berperan sebagai pembimbing, motivator, dan konselor. Setelah dilakukan penelitian, ditemukan beberapa hasil bahwa tidak semua peserta didik memiliki tingkat kecerdasan yang sama dalam hal baca tulis Al-Qur’an, sehingga guru perlu mengetahui kepahaman masing-masing peserta didik melalui tes membaca Al-Qur’an setiap harinya. Dalam prosesnya, peserta didik tidak diperbolehkan untuk lanjut ke tahap selanjutnya apabila belum benar-benar paham. Guru di DTA Baitul Husna menyediakan hari khusus untuk pelatihan kaligrafi di hari jumat. Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu mencapai tujuan pembelajaran dalam hal baca tulis Al-Qur’an.