cover
Contact Name
Anisa Sri Utami
Contact Email
anisautami95@gmail.com
Phone
+6282275004633
Journal Mail Official
redaksisalingkaabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl by Pass No 9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Salingka Abdimas
ISSN : 28089928     EISSN : 28074564     DOI : 10.31869/jsam
Core Subject : Health,
Jurnal Salingka Abdimas hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil pegabdian kepada Masyaraakat yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit)
Articles 120 Documents
Upaya Menjaga Kebersihan Gigi Dan Mulut Melalui Berkumur Air Kelapa Hijau Pada Anak Sekolah Dasar Di Jorong Pilubang Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Warman, Anses; Ifitri, Ika; Zulfikri, Zulfikri; Amiruddin, Amiruddin
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7322

Abstract

ABSTRAKKesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum yang berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang, terutama pada anak usia sekolah dasar. Anak-anak rentan mengalami masalah kebersihan gigi dan mulut akibat kurangnya pengetahuan serta kebiasaan menjaga kesehatan oral secara rutin. Salah satu upaya alami yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut adalah dengan berkumur menggunakan air kelapa hijau. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDN 21 Pilubang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik menjaga kebersihan gigi dan mulut pada anak sekolah dasar melalui sosialisasi berkumur air kelapa hijau dan praktik menyikat gigi yang benar. Kegiatan dilakukan dalam bentuk edukasi kesehatan, demonstrasi cara menyikat gigi dan berkumur yang benar, serta pendampingan langsung kepada siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta munculnya perubahan perilaku ke arah yang lebih baik dalam kebiasaan berkumur setelah menyikat gigi. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mendorong pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar sebagai alternatif perawatan kesehatan gigi dan mulut. Kata kunci: Karies gigi, Air kelapa hijau, Berkumur ABSTRACT Dental and oral health is an important part of general health that influences a person's quality of life, especially for elementary school age children. Children are vulnerable to experiencing dental and oral hygiene problems due to lack of knowledge and habits of maintaining oral health regularly. One natural effort that can be done to maintain clean teeth and mouth is to gargle with green coconut water. This community service was carried out at SDN 21 Pi Lubang, Ampek Angkek District, Agam Regency, with the aim of increasing knowledge and practice of maintaining oral hygiene among elementary school children through socializing green coconut water gargling and correct tooth brushing practices. Activities are carried out in the form of health education, demonstrations on how to brush teeth and gargle properly, as well as direct assistance to students. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the importance of maintaining oral hygiene, as well as a change in behavior towards a better habit of gargling after brushing their teeth. It is hoped that this activity can be the first step in establishing clean and healthy living behavior, as well as encouraging the use of natural ingredients that are easily obtained in the surrounding environment as an alternative for dental and oral health care. Key words: Dental caries, Green coconut water, Gargling
Upaya Pencegahan Karies dengan Mengunyah Mentimun dalam Menghambat Pembentukan Debris pada Anak Sekolah Dasar 21 Pilubang Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Ifitri, Ika -; Warman, Anses; Arnetty, Arnetty; Zulfikri, Zulfikri
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7309

Abstract

ABSTRAKKaries gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai pada anak usia sekolah dasar. Salah satu factor penyebabnya adalah terbentuknya debris akibat kebersihan mulut yang kurang optimal.kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam mencegah karies gigi melalui edukasi dan praktik mengunyah mentimun sebagai upaya alami dalam menghambat pembentukan debris. Kegiatan dilaksanakan di SDN 21 Pilubang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, dengan sasaran 149 siswa kelas I – VI. Metode pelaksanaan meliputi edukasi tentang menjaga kebersihan gigi dan mulut, demontrasi menyikat gigi yang baik dan benar, dan demontrasi cara mengunyah mentimun dengan benar. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan skor debris dan peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku anak dalam memilih makanan sehat serta menjaga kebersihan gigi secara alami. Diharapkan kegiatan serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah mendukung kesehatan gigi anak sejak diniKata kunci: Karies Gigi, Debris, Mentimun, Mengunyah ABSTRACT Dental caries remains a common oral health problem among elementary school-aged children. One contributing factor is the formation of debris due to suboptimal oral hygiene. This Community Service activity aims to increase students' knowledge and awareness of preventing dental caries through education and the practice of chewing cucumber as a natural way to inhibit debris formation. The activity was conducted at SDN 21 Pilubang, Ampek Angkek District, Agam Regency, targeting 165 students in grades I-VI. The implementation method included education on maintaining dental and oral hygiene, demonstrations on proper tooth brushing, and demonstrations on how to chew cucumber correctly. The results of the activity show a decrease in debris scores and an increase in students' understanding of the importance of maintaining dental and oral hygiene. This activity had a positive impact on changing children's behavior in choosing healthy foods and maintaining natural dental hygiene. It is hoped that similar activities can be implemented sustainably in the school environment to support children's dental health from an early age. Keywords: Dental Caries, Debris, Cucumber, Chewing
PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI (COMMUNICATION SKILLS) KEPADA PELAKU UMKM DALAM PENINGKATAN PEMASARAN PRODUK DI KELURAHAN SAWAH PADANG AUA KUNIANG KECAMATAN PAYAKUMBUH SELATAN putri, silvi adi; adzkia, legabina; setiana, iffa
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7466

Abstract

Latar belakang: Keterampilan komunikasi menjadi elemen penting dalam keberhasilan pemasaran produk UMKM, termasuk pada sektor pangan dan kesehatan keluarga. Tujuan Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi pelaku UMKM di bidang produksi makanan sehat, herbal, dan produk kesehatan rumah tangga, sehingga mampu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan kepercayaan konsumen. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik komunikasi pemasaran, simulasi pitch produk, serta pendampingan intensif selama dua minggu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam menyampaikan informasi produk secara efektif, termasuk keamanan pangan, manfaat kesehatan, dan kredibilitas usaha. Kesimpulannya, pelatihan ini berkontribusi signifikan terhadap penguatan kapasitas komunikasi pelaku UMKM untuk meningkatkan pemasaran produk.
SOSIALISASI KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PENYAKIT PADA BANGSAL KEBIDANAN DI RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA PADANG Yulia, Yulfa; sharoh, mai; sari, dian; ilahi, Vitratul; Sari, Mila; Yudhanto, Satrio Bhagas; Widura, Bella
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7431

Abstract

Pemberian kode diagnosis adalah proses penetapan kode menggunakan huruf, angka, atau kombinasinya yang mewakili komponen data medis. Ketepatan pengodean menjadi hal penting dalam menunjang mutu data rekam medis, kelancaran klaim, dan laporan rumah sakit. Salah satu permasalahan yang ditemukan di Bangsal Kebidanan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang adalah ketidaktepatan kode diagnosis penyakit pada 5 (50%) rekam medis, yang berpotensi menimbulkan pending klaim. Lokasi pengabmas adalah RSI Ibnu Sina Padang pada  pada 12 s/d 14 Juni 2025, ditemukan bahwa 26 (47,3%) kode diagnosis tepat dan 29 (52,7%) tidak tepat, 28 (50,9%) penulisan diagnosis lengkap dan 27 (49,1%) tidak lengkap, 43 (78,2%) diagnosis jelas dan 12 (21,8%) tidak jelas. ketidaktepatan pengodean disebabkan ketidaklengkapan dan ketidakjelasan diagnosis yang tidak sesuai ICD-10. Oleh sebab itu sosialisasi ini dilakukan untuk meningkatkan ketelitian dan keterampilan dalam proses koding.
OPTIMALISASI MITIGASI BENCANA MELALUI PEMBENTUKAN TIM PSYCHOLOGICAL FIRST AID PADA BENCANA KEBAKARAN PADA WILAYAH RAWAN KEBAKARAN TAMBORA Mustikasari, Mustikasari; Fitria, Dian; Wardhani, Ice Yulia; Hargiana, Giur; Wijoyo, Eriyono Budi; Oktavia, Maynah; Nurfalah, Firhan
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7350

Abstract

ABSTRAK Wilayah Tambora merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Jakarta yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana kebakaran. Tingginya kepadatan bangunan, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana, serta minimnya penanganan psikologis pasca kebakaran menjadi faktor utama yang memperparah dampak sosial dan mental korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan mitigasi bencana melalui pembentukan Tim Psychological First Aid (PFA) sebagai respon awal dalam penanganan dampak psikologis bagi korban bencana kebakaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan dasar PFA, simulasi lapangan, dan evaluasi efektivitas tim. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai PFA dari rata-rata 72% menjadi 86 % serta terbentuknya tim relawan lokal yang siap tanggap memberikan pertolongan psikologis awal. Dengan demikian, program ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat Tambora dalam mitigasi bencana berbasis psikososial.
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL MELALUI EDUKASI PENANGANAN EMESIS GRAVIDARUM Aulya, Yenny; Amnah, Siti; Siauta, Jenny Anna; Carolin, Bunga Tiara
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7412

Abstract

Emesis gravidarum atau mual muntah pada kehamilan merupakan keluhan umum yang dialami oleh sebagian besar ibu hamil pada trimester pertama. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan asupan nutrisi, dan berdampak pada kesehatan ibu serta janin apabila tidak ditangani dengan baik. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang cara penanganan yang tepat menjadi salah satu faktor yang memperberat keluhan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang penanganan emesis gravidarum melalui kegiatan penyuluhan kesehatan.. Penelitian ini menggunakan pendekatan orientasi wilayah, survei mawas diri, dan diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion/FGD). Kegiatan intervensi meliputi penyuluhan tentang penangganan emesis gravidarum .Evaluasi dilakukan setelah kegiatan untuk menilai efektivitas intervensi. Kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa penyuluhan tentang  penangganan emesisi gravidarum dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai penangganan emesis gravidarum.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI PROGRAM MIL GAYA (MAKANAN IBU HAMIL DAN GERAKAN YOGA) UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN IBU HAMIL Rahmawati, Veronica Yeni; Margareth, Waisaktini; Puspasari, Jehan; Anardi, Chathrine Faniar Yoan; Law, Angelous Rheishigano
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7375

Abstract

Latar belakang: Ibu hamil rentan mengalami masalah kesehatan seiring dengan perubahan yang terjadi secara fisik maupun psikologis salah satunya adalah makanan ibu hamil dan aktivitas fisik ibu hamil. Peran kader posyandu di wilayah Kelurahan Mangga Dua Selatan Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat belum optimal dalam mendampingi ketercukupan gizi seimbang ibu hamil dan aktivitas fisik melalui senam yoga ibu hamil.Tujuan: kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam mempersiapkan, mengolah dan menyajikan menu makanan ibu hamil serta meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam mempraktikkan senam yoga ibu hamil. Metode: Kegiatan dilakukan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kelurahan Mangga Dua Selatan Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat melalui program MIL GAYA (Makanan Ibu Hamil dan Gerakan Yoga) dengan metode pelatihan terkait gizi seimbang demo masak dan pelatihan senam yoga ibu hamil. Peserta terdiri dari 22 kader posyandu dari RW 01-11. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terkait keterampilan dalam memasak menu makanan ibu hamil dan keterampilan dalam mempraktikkan senam yoga ibu hamil. Hasil: menunjukkan adanya peningkatan pada skor keterampilan memasak menu makanan ibu hamil dengan peningkatan rata-rata 1,0 dan keterampilan senam yoga dengan peningkatan rata-rata 3,0 setelah pelatihan demo masak dan senam yoga. Program MIL GAYA terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kader posyandu secara partisipatif dan interaktif. Kesimpulan: program MIL GAYA dapat menjadi strategi pemberdayaan kader posyandu yang efektif dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil, serta mendukung upaya program pemerintah untuk mencegah terjadinya stunting sejak dini
DETEKSI DINI HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS PADA LANSIA DI RPTRA BERINGIN JAKARTA SELATAN Kundaryanti, Rini; Suciawati, Anni
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7351

Abstract

Lanjut Usia (Lansia) merupakan individu yang rentan, seiring bertambahnya usia, lansia akan mengalami perubahan fisiologis yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif dan risiko terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Prevalensi  penderita  penyakit  tidak  menulat  (PTM)  di  Indonesia  sangat  tinggi.  Jenis penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia adalah hipertesi dan diabetes  mellitus. Kedua penyakit ini sering kali berkembang tanpa gejala awal, sehingga deteksi dini menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi. Deteksi dini melalui skrining berkala sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, hingga kebutaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap hipertensi dan diabetes mellitus pada lansia, meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan memberikan edukasi terkait pola hidup sehat dalam pencegahan hipertensi dan diabetes pada lansia yang berada di wilayah RW 04 Kelurahan Jagakarsa Jakarta Selatan. Adapun metodenya berupa penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu. Sasaran dari kegiatan ini adalah lansia yang berusia diatas 60 tahun. Kegiatan pengabdian ini berlangsung dengan lancar dan didapat hasil 18 dari 48 lansia (37,5%) masuk dalam kategori hipertensi stadium 1 (139/89 MmHg) dan 27 lansia  (56,25%)  diabetes mellitus dengan  GDS ≥ 200 mg%.  Diharapkan    dari   kegiatan  pengabdian    kepada masyarakat    ini    adalah    meningkatnya    pengetahuan lansia  terkait  penyakit  tidak  menular  khususnya  hipertensi  dan  diabetes  mellitus, serta  meningkatkan  kesadaran  lansia  untuk  rutin  melakukan check  up terkait kondisi kesehatan  mereka  secara  rutin  dan selalu menerapkan pola hidup sehat 
EDUKASI KESEHATAN PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI PRODUK BERMANFAAT PADA BANK SAMPAH PASIE NAN TIGO Earnestly, Femi; Nurhaida, Nurhaida; Firdaus, Firdaus; Azfa, Naila Arifah; Nugraha, Rezky Adrian; Muchlisinalahuddin, Muchlisinalahuddin
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7458

Abstract

Minyak bekas masak adalah limbah dari rumah yang sering dibuang sembarangan atau dipakai lagi dalam memasak. Penggunaan kembali minyak bekas dapat menimbulkan zat berbahaya seperti senyawa karsinogenik asam lemak trans dan radikal bebas yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit degeneratif. Selain itu, membuangnya ke dalam saluran air dapat mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat. Pemakaian minyak jelantah sampai dua kali pemanasan masih dapat ditoleransi. Namun jika lebih dari dua kali, terlebih jika warnanya sudah berubah menjadi kehitam-hitaman, maka minyak tersebut sudah tidak baik dan harus dihindarkan. Kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan mengenai risiko minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan, serta memberikan pelatihan untuk mengolahnya menjadi produk yang berguna, seperti sabun dan lilin aromaterapi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik langsung, dan penilaian peserta dengan memberikan kuisioner kepada peserta pengabdian kepada pengelola Bank Sampah Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang bahaya kesehatan dari minyak bekas dan keterampilan mereka dalam membuat produk olahan yang aman dan memiliki nilai ekonomis, dimana peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra meningkat dari 48% ke 90%. Program ini menjadi contoh pendidikan kesehatan pencegahan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.Kata kunci: minyak jelantah, edukasi kesehatan, sabun, lilin aromaterapi, pemberdayaan masyarakat
OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BAYI MELALUI PELATIHAN PIJAT BAYI DI KELURAHAN BATIPUH PANJANG KECAMATAN KOTO TANGAH saputri, lita angelina; BD, Faridah
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7395

Abstract

Masa bayi merupakan periode emas dan juga masa kritis pada perkembangan seseorang, sehingga diperlukan stimulasi yang optimal untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan. Pijat bayi sangat penting bagi kesehatan bayi, terutama apabila dilakukan oleh orang tua sendiri. Pijat bayi dapat memberikan banyak manfaat antara lain penambahan berat badan, menstimulasi perkembangan, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu anak lebih fokus, memperbaiki kualitas tidurnya, meningkatkan ikatan orang tua-anak, dan meningkatkan produksi ASI. Namun, disayangkan banyak orang tua yang tidak mampu dan percaya diri untuk melakukan pijat pada bayi mereka. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk optimalisasi tumbuh kembang bayi melalui pelatihan pijat bayi. Adapun lokasi kegiatan adalah di Kelurahan Batipuh Panjang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang pada bulan Maret sampai dengan Oktober 2025 dengan jumlah sasaran 54 Orang ibu hamil dan yang memiliki bayi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap monitoring dan evaluasi. Didapatkan hasil pengabdian masyarakat bahwa dari hasil pre-test didapatkan pengetahuan ibu sebelum pelatihan dengan rata-rata 33,3%. Setelah pelaksanaan pelatihan pengetahuan ibu meningkat dengan rata-rata 90,7%. Berdasarkan observasi peneliti didapatkan hasil responden yang dapat melakukan pijat bayi dengan kategori cukup 25% dan dengan kategori baik 75,6%. Kegiatan pijat bayi terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi sehingga menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi. Diharapkan kegiatan pijat bayi dapat dilaksanakan ibu sebagai rutinitas serta dibutuhkan evaluasi lebih lanjut terkait pengaruh pijat bayi terhadap tumbuh kembang bayi setelah dilakukan pelatihan pijat bayi. 

Page 12 of 12 | Total Record : 120