cover
Contact Name
Anisa Sri Utami
Contact Email
anisautami95@gmail.com
Phone
+6282275004633
Journal Mail Official
redaksisalingkaabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl by Pass No 9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Salingka Abdimas
ISSN : 28089928     EISSN : 28074564     DOI : 10.31869/jsam
Core Subject : Health,
Jurnal Salingka Abdimas hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil pegabdian kepada Masyaraakat yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit)
Articles 120 Documents
PERTOLONGAN PERTAMA PADA PATAH TULANG ( FRAKTUR ) DENGAN PEMBIDAIAN DI SMA NEGERI 3 SIAK HULU riamah, riamah; Irwan, Muhammad; Syarifah, Anita; Kurniadin, Muhamad
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.5059

Abstract

Pertolongan pertama merupakan pertolongan yang dilakukan  untuk pertolongan gawat darurat yang ditangani pertama atau sementara yang dilakukan secara tepat dan cepat. Kasus traumatologi seiring dengan kemajuan jaman akan cenderung semakin meningkat. Pada kasus kecelakaan yang menimpa anak yang sesuai SMP banyak terjadi, disebabkan oleh kaki terkilir karna bermain bola atau terjatuh ditangga saat berlarian. Di antara kasus traumatologi tersebut sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya kaki tergelincir saat menuruni tangga, seorang peragawati yang menggunakan sepatu berhak tinggi tergelincir saat berjalan di atascat walk, bahkan kasus patah tulang leher akibat kecelakaan lalu-lintas yang dapat menyebabkan kematian. Pemberian pertolongan pertama dengan imobilisasi yang benar akan sangat bermanfaat dan menentukan prognosis penyakitKata Kunci: Pertolongan Pertama,  Pembidaian , Korban
APLIKASI HASIL PENELITIAN PELATIHAN DAN PENERAPAN AKUPRESUR UNTUK MENGURANGI RISIKO KOMPLIKASI HIPERTENSI DAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS SRONDOL Sulistyowati, Dina Indrati Dyah; Supriadi, Supriadi; Mardiyono, Mardiyono; Wagiyo, Wagiyo
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4713

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sekarang ini masih cukup tinggi. Salah satu penyebab kematian ibu hamil adalah hipertensi yang berlanjut ke eklamsia. Salah satu cara untuk mencegah komplikasi pada ibu hamil dan mengurangi kecemasan yaitu dengan penerapan acupressure. Akupresur adalah salah satu terapi komplementar merupakan perpaduan antara self healing dan akupresur, dimana  proses pemijatan mempunyai 2 reaksi, yaitu reaksi menguatkan (yang) dan reaksi menurunkan (yin). Pijatan-pijatan pada titik tertentu dalam terapi akupresur dapat merangsang gelombang syaraf sehingga mampu melancarkan aliran darah, merelaksasikan spasme, dan meningkatkan imun, sehingga diharapkan ibu akan menjadi rilexs, tekanan darah stabil dan kecemasan berkurang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan akupresur, sebagai kegiatan sehari-hari terhadap penurunan tekanan darah dan tingkat kecemasan  pada ibu hamil. Metode pengabdian  masyarakat  yaitu  dengan  menyelenggarakan  pelatihan  cara  melakukan pijat sederhana atau akupresur yang dapat diterapkan sehari-hari secara langsung maupun dan demonstrasi. Hasil pengabdian masyarakat adalah iabu hamil mampu menerapkan akupresur sederhana untuk mencegah peningkatkan tekanan darah dan  kecemasan pada ibu hamil dan standar operasional tentang acupresur sebagai panduan dan pengetahuan masyarakat tentang cara akupresur sederhana untuk ibu hamil untuk mencegah hipertensi lebih lanjut yang dapat diterapkan sehari-hari.
SKRINING PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA SUBUR DI KELURAHAN SENDANGGUWO SEMARANG Puspitaningrum, Dewi; Mulyanti, Lia; Mustika, Dian Nintyasari; Ristiyani, Ristiyani; Rahmayani, Alya Aulia
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4883

Abstract

Tes atau skrining sangat penting bagi wanita usia subur untuk mendeteksi sedini mungkin adanya resiko hipertensi. Wanita usia lebih dari 20 tahun dinajurkan untuk memeriksakan tekanan darahnya minimal 2 tahun sekali, dan wanita usia lebih dari 40 tahun keatas perlu rutin memeriksakan tekanan darah. Pemeriksaan ini juga penting untuk menghindari resiko preeklamsia. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan masyarakat khususnya pada wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah. Metode pengabdian pada masyarakat yang dilakukan yaitu dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah. Hasil pengabdian dengan dilakukan pemeriksaan tekanan darah yaitu wanita usia subur di kelurahan sendangguwo akan semakin meningkat keinginan untuk terus memantau tekanan darahnya.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DALAM MENYUSUN PELAPORAN DAN TINDAKLANJUT PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI LAYANAN KESEHATAN Riyanti, Eka; Rusmini, Sri; Faris, Muhammad
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.5334

Abstract

Pelaksanaan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) menjadi salah satu program wajib di Fasilitas layanan kesehatan.  Rumah sakit banyak yang memiliki kendala dalam membuat laporan dan analisis program PPI. Tujuan pengabdian masarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan laporan program PPI dan cara menganalisis dan meyusun laporan tindak lanjut program PPI yang ada di rumah sakit. Metode pengabdian masyarakat dilakukan metode pengajaran dengan media zoomeeting. Kuisioner pengetahuan digunakan untuk mengukur pengetahuan peserta. Pretest dilakukan sebelum materi dan posttest setelah kegiatan selesai. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan pengetahuan peserta menjadi kategori baik 100%. Rekomendasi sosialisasi penyusunan laporan program PPI, motivasi unit yang ada di rumah sakit untuk membuat dan selalu belajar melakukan analisis dari data laporan program PPI.  Kata kunci: Laporan Program PPI, analisis program PPI, pengetahuan
UPAYA MENETRALISIR KEASAMAN pH SALIVA MELALUI TINDAKAN BERKUMUR AIR KELAPA HIJAU DALAM MENCEGAH TERJADINYA KARIES GIGI ANAK SEKOLAH DASAR Warman, Anses; Arnetty, Arnetty; Zulfikri, Zulfikri
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.4918

Abstract

Karies gigi menjadi masalah besar dalam bidang kedokteran gigi dan harus diberikan perhatian yang lebih dalam praktik keseharian. Usia 6-12 tahun merupakan kelompok usia sekolah yang kritis bagi kesehatan gigi anak karena pada masa ini memasuki periode gigi bercampur. Gigi banyak mengalami masalah, misalnya gigi berlubang dan terjadi peradangan di sekitar gigi permanen yang akan erupsi. Air kelapa hijau mengandung tannin atau antidotum (anti racun) lebih banyak dibandingkan dengan jenis kelapa lainnya. Tannin bersifat antibakteri yang akan menghambat pertumbuhan bakteri. Saat ini banyak sekali obat kumur yang beredar dipasaran dengan kandungan bahan kimia yang bersifat antibakteri. Obat kumur jenis ini banyak tersedia secara komersial untuk mengurangi bakteri penyebab karies dan penyakit periodontal, namun terkadang memiliki efek samping yang kurang menguntungkan.Tujuan berkumur adalah mempertahankan kebersihan rongga mulut, lidah dan gigi dari semua kotoran serta sisa makanan agar tetap sehat dan tidak berbau, salah satunya yaitu berkumur dengan air kelapa hijau untuk mencegah terjadinya pembentukan plak, karies dan penyakit periodontal. Perlu mengadakan pengabdian kepada mitra pengabdian  yaitu murid SDN 15 Ampang Gadang Kecamatan Ampek Angkek kabupaten Agam dengan tujuan menambah pengetahuan tentang karies, cara sikat gigi yang baik dan benar serta penggunaan bahan herbal untuk mencegah terjadinya karies gigi. Metode yang digunakan yaitu ceramah, tanya jawab, demostrasi cara menyikat gigi yang baik dan benar serta pelaksanaan berkumur air kelapa hijau. Adapun hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan mitra mengenai karies gigi, dapat melakukan sikat gigi yang baik dan benar serta  manfaat air kelapa sebagai bahan alami untuk berkumur-kumur. Kata kunci : Karies gigi, Air kelapa hijau, Berkumur
UPAYA PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PARU DENGAN PENERAPAN ETIKA BATUK DAN LATIHAN PERNAFASAN Athiutama, Ari; Febriani, Indra; Erman, Imelda
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5885

Abstract

Tuberkulosis adalah penyebab utama kematian dari agen infeksius di seluruh dunia. Sepertiga dari populasi dunia telah tertular dengan perkiraan sepuluh juta infeksi baru secara global setiap tahunnya. Perlu dilakukan pencegahan penularan TB paru dengan menerapkan etika batuk dan latihan pernapasan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah penularan TB Paru dengan memberikan edukasi dasar agar masyarakat memahami TB Paru, melakukan etika batuk dan mampu melakukan latihan pernapasan dengan benar. Metode pelaksanaan dilakukan secara sistematis melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengabdian kepada masyarakat ini mendapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dengan nilai 48,78% menjadi 90,24% memiliki pengetahuan yang baik, peningkatan kemampuan masyarakat dengan nilai 65,85% menjadi 87,80% memiliki kemampuan praktik etika batuk dan peningkatan kemampuan masyarakat dengan nilai 29,27% menjadi 73,17% memiliki kemampuan praktik latihan pernapasan yang baik. Disimpulkan terdapat tingkat pemahaman masyarakat membaik, masyarakat dapat melakukan praktik etika batuk dan masyarakat dapat melakukan praktik latihan pernapasan dengan baik. Kegiatan ini perlu dilakukan secara terus menerus agar semakin banyak yang memahami etika batuk dan latihan pernapasan sehingga dapat mengurangi penularan TB Paru utamanya di lingkungan dengan angka kejadian tertinggi.
PENERAPAN SISTEM AKUAPONIK SEBAGAI SOLUSI PANGAN UNTUK PEMENUHAN GIZI KELUARGA BERKELANJUTAN DALAM PENCEGAHAN STUNTING Ramadhan, Galang; HSB, Fatur M Ahmad; Herian, M. Fauzan Alfatin; Kesuma, Ilham Jaya; Ramadhan, Reza Mukti; Sembiring, Khairul Rasyid; Atmaja, Pramudia; Lubis, Humairah Medina Liza
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5785

Abstract

Stunting masih menjadi masalah utama di Indonesia, terutama di kalangan keluarga dengan akses terbatas terhadap pangan bergizi. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui sistem akuaponik yang menjadi inovasi dalam bidang peternakan dan pertanian. Sistem akuaponik merupakan penggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem tertutup. Akuaponik tidak hanya menyediakan sumber protein dari ikan, tetapi juga sayuran segar yang kaya nutrisi, menjadikannya solusi yang berkelanjutan untuk pemenuhan gizi keluarga. Artikel ini membahas penerapan sistem akuaponik sebagai solusi pangan dalam pencegahan stunting, dengan fokus pada manfaat gizi, keberlanjutan, dan keterjangkauan untuk keluarga di Indonesia. Pengabdian ini bekerja sama dengan kader desa dan perangkat desa dengan tujuan menuju desa sehat bebas stunting. Hasil pengabdian masyarakat melalui sistem akuaponik ini diharapkan efektif dalam meningkatkan asupan gizi keluarga dan berpotensi mengurangi angka stunting jika diterapkan secara luas dengan asupan protein yang tinggi yang berasal dari ikan lele dan juga asupan gizi sayuran yang berasal dari tanaman.Kata kunci: akuaponik, budidaya ikan, gizi keluarga, pangan berkelanjutan, stunting
PASEHATI” PIJAT ALOEVERA SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER DALAM MENGATASI PAYUDARA BENGKAK" suciawati, Anni; Agnestiani, Maesaroh; Tusilawati, Eva; Maulidawati, Maulidawati; Amalia, Rizky Putri; irawan, ria; Barani, Siti Masita; Rohmah, Fatma Mustikaning; Fortuna, Rania Jevira
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5794

Abstract

asuhan bengkak payudara dapat diatasi secara farmakologi dan non farmakologi. Dimana terapi komplementer yang dapat diberikan pada payudara bengkak ibu nifas dengan melakukan kompres dingin gel lidah buaya pada payudara, dimana lidah buaya mengandung senyawa PGE2 yang merupakan prostaglandin yang dilepaskan oleh makrofag dan memodulasi beberapa respon radang serta meningkatkan sensitifitas nyeri.
UPAYA PEMBERDAYAAN PEER GROUP UNTUK MENCEGAH KEGAWAT DARURATAN BULLYING DI PEKANBARU Saniya, Saniya; Febrianita, Yulia; Wulandini, Putri; Nasution, Itto Nesyia; Qomariah, Siti
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5900

Abstract

ABSTRAK Bullying merupakan masalah perilaku yang umumnya terjadi pada remaja, dimana lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman yang menyebabkan stres untuk sebahagian anak akibat dibully oleh teman sekolahnya.. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat dalam kehidupan remaja. Fokus dari hubungan sebaya adalah bagaimana seseorang dapat diterima dalam suatu pertemanan dengan teman yang memiliki kesamaan dalam usia, latar belakang ataupun nasib. Strategi pencegahan bullying yang dapat dilakukan pada remaja antara lain dengan menyadari dan terampil untuk memulai dan mengajak orang lain dalam melakukan hubungan yang positif, mencegah orang lain berperilaku bullying dan mempunyai koping yang efektif ketika dibully. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan informasi berupa penyuluhan kesehatan terkait bullying kepada remaja serta peran teman sebaya sebagai sosial support ketika terjadinya bullying. Kegiatan ini sudah dilaksanakan di salah satu sekolah menengah atas yang ada di Pekanbaru. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan pre test menggunakan metode focus group discussion (FGD), selanjutnya pemaparan materi dan diakhiri dengan melaksanakan post test. Hasil yang didapatkan pada kegiatan pengabdian ini adalah 96% siswa siswi memahami materi yang disampaikan. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini, siswa siswi dapat mengetahui tentang bullying dan memahami pentingnya peran teman sebaya (peer group) untuk mencegah kegawatdaruratan bullying.   Kata Kunci : Bullying, Peer Group, Remaja ABSTRACTBullying is a behavioral problem that generally occurs in teenagers, where the school environment can provide experiences that cause stress for some children due to being bullied by their school friends. Peer relationships have a strong role in the lives of teenagers. The focus of peer relationships is how a person can be accepted into a friendship with friends who are similar in age, background or destiny. Bullying prevention strategies that can be implemented in adolescents include being aware and skilled in initiating and inviting others to have positive relationships, preventing other people from behaving in bullying ways and having effective coping when being bullied. The aim of this activity is to increase knowledge and information in the form of health education regarding bullying to teenagers as well as the role of peers as social support when bullying occurs. This activity was carried out at one of the high schools in Pekanbaru. This service activity begins with a pre-test using the focus group discussion (FGD) method, then a presentation of the material and ends with carrying out a post-test. The results obtained from this service activity were that 96% of the students understood the material presented. It is hoped that after participating in this service activity, students will be able to know about bullying and understand the importance of the role of peers (peer groups) in preventing bullying emergencies.  Keywords: Bullying, Peer Group, Teenagers
PELATIHAN FIRST AID PADA GURU SERTA SISWA-SISWI SMA 5 AGUSTUS PEKANBARU Wulandini S, Putri; Febrianita, Yulia; Fitri, Ainil; Sukarni, Sukarni; Marlita, Lora; Faisal, Faisal; Putri, Retno
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5860

Abstract

Latar  belakang atau pentingnya topik pengabdian masyarakat: P3K    (First    Aid)    merupakan upaya    pertolongan     dan    perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari  dokter  atau  paramedik.  Berarti  pertolongan   tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa  pertolongan  sementara  yang  dilakukan  oleh  petugas  P3K  (petugas medik atau orang awam) yang pertama melihat korban. Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan   P3K   dilakukan   tidak   baik   malah   bisa   memperburuk   akibat kecelakaan bahkan membunuh korban. Tujuan pengabdian masyarakat adalah Adapun tujuan dari kegiatan pelaksanaan ini adalah untuk memberikan pelatihan first aid untuk mencegah kecatatan dan kematian. Mitra pengabdian adalah SMK 5 Agustus . Manfaat Kegiatan adalah Menurunkan Angka kecatatan dan angka Kematian. Metode dalam pengabdian adalah dalam pengabdian kali ini yaitu di Awali dengan  pemateri dan mendemostrasikan dapat memberikan rasa kepercayaan seutuhnya. Hasil pengabdian: Setelah mendapatkan pelatihan peserta dapat memberikan bantuan awal jika ditemukan kasus yang dapat diberikan pertolongan pertama. Kesimpulan: meningkatnya kemampuan peserta dalam memberikan bantuan first aid  Saran: Diharapkan peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diterapkan pada diri sendiri maupun orang lain.

Page 8 of 12 | Total Record : 120