cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 180 Documents
ANALISIS RISIKO K3 DENGAN METODE HIRARC PADA OPERATOR GSE PT. GAPURA ANGKASA Ainulhaj Sapirianty T. Malik; Lalu Muhammad Saleh; Andi Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27223

Abstract

Latar Belakang: Industri penerbangan merupakan industri yang berisiko tinggi. Untuk mewujudkan pelayanan yang prima dalam industri ini maka perlunya diterapkan manajemen risiko K3 dengan metode HIRARC agar dapat meminimalisir risiko yang ada ditempat kerja. Tujuan: Mengetahui analisis risiko K3 dengan metode HIRARC pada operator GSE PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan mix method research yang menggabungkan dua bentuk pendekatan penelitian yaitu, kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Dilaksanakan pada bulan April–Mei 2023. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang dengan 5 informan utama (pekerja GSE), 4 informan kunci (SSQ dan SPV GSE), dan 2 informan pendukung (rekan kerja). Hasil: Berdasarkan identifikasi bahaya yang didapatakan yaitu, bahaya mekanik, listrik, fisik, ergonomis, dan psikologis. Hasil analisis risiko dalam penelitian ini ialah terdapat tingkatan risiko yang bervariasi yaitu dari tingkatan risiko tinggi-rendah. Tingkat risiko rendah dengan skor 4, tingkat risiko sedang dengan range 6-9, dan tingkat risiko tinggi dengan range 12-16. Hasil pengendalian risiko yang didapatkan adalah eliminasi, rekayasa teknik, administratif, dan APD. Kesimpulan: Analisis risiko K3 pada operator GSE PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin memiliki risiko yang berada pada kategori rendah, sedang, dan tinggi sehingga diperlukannya manajemen K3 dalam meminimalisir risiko dengan dilakukannya pengendalian risiko yang tepat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER Waode Sitti Nurul Aulyah; Atjo Wahyu; Syamsiar S. Russeng
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27293

Abstract

Latar Belakang: Kata-kata dan gambar di layar komputer dibuat dengan kombinasi titik cahaya kecil yang disebut piksel, yaitu paling terang di tengah dan berkurang intensitasnya ke tepi, sehingga sulit untuk mata manusia untuk mempertahankan fokus yang berkontribusi terhadap Computer Vision Syndrome (CVS). Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian  CVS pada pekerja pengguna komputer di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Metode: Penelitian observasional analitik dilakukan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan proposionate stratified sampling yang berjumlah 111 pekerja. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu istirahat mata (p=0.011), penggunaan kacamata (p=0.026), intensitas pencahayaan (p=0.008), posisi monitor (p=0.018), dan penggunan antiglare screen (p=0.001) dengan CVS. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan adalah prediktor yang paling kuat secara signifikan dalam mengembangkan CVS (OR= 3.057, 95% CI=(0.136-0.828). Sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia (p=0.190), masa kerja (p=0.770), durasi kerja (p=0.063), dan polaritas monitor (p=0.190) dengan CVS di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara waktu istirahat mata, penggunaan kacamata, intensitas pencahayaan, posisi monitor, dan penggunaan antiglare screen dengan CVS pada pekerja pengguna komputer di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Penelitian ini menyarankan mengadakan pengaturan waktu istirahat mata, melakukan pemeriksaan mata secara berkala, menggunakan kacamata saat bekerja, memperbaiki intensitas pencahayaan, mengatur posisi monitor, dan memasang antiglare screen untuk menghindari terjadinya CVS.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK PEKERJA RUMPUT LAUT DI KECAMATAN NUNUKAN SELATAN Wahyuni Wahyuni; Yahya Thamrin; M. Furqaan Naiem
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27346

Abstract

Latar Belakang: Salah satu komoditas unggulan dalam sektor kelautan di Indonesia adalah rumput laut yang dalam setiap tahapan budidayanya terdapat risiko para pekerja rumput laut mengalami dermatitis kontak. Dermatitis kontak merupakan respon dari kulit dalam bentuk peradangan yang bisa bersifat akut maupun kronik yang dikarenakan pajanan dari bahan iritan maupun alergen eksternal. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja usaha rumput laut di Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel berjumlah 100 orang yang pengambilannya menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Nunukan Selatan pada 27 Maret – 27 April 2023. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan program SPSS. Hasil: Didapatkan tiga faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontak. Analisis uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara faktor usia (p=0,011), masa kerja (p=0,033), dan personal hygiene non APD (p=0,010) dengan kejadian dermatitis kontak. Namun, tidak ditemukan hubungan antara faktor jenis kelamin (p=0,960), lama kontak (p=0,510), dan penggunaan sarung tangan (p=0,188) dengan kejadian dermatitis kontak. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, masa kerja dan personal hygiene non APD dengan kejadian dermatitis kontak. Saran penelitian ini yaitu pekerja rumput laut agar menggunakan sarung tangan saat kerja dan melakukan kebersihan setelah bekerja. Pemerintah setempat disarankan agar rutin mengawasi, melakukan upaya pencegahan dan penyuluhan terkait dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN MDR-TB DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR Auliah Khoirunnisa; A.Arsunan Arsin; Indra Dwinata
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.27362

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan permasalahan kesehatan global yang telah menjadi perhatian dunia selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data WHO 10 juta orang di dunia menderita TBC dan menyebabkan 1,2 juta orang meninggal setiap tahunnya dan salah satu permasalahan yang menjadi hambatan utama dalam pemberantasan TBC adalah MDR-TB. Tujuan: Penelitian ditujukan untuk mengetahui faktor risiko kejadian MDR-TB di BBKPMM tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain case control. Populasi penelitian adalah pasien TBC dan MDR-TB yang melakukan pengobatan pada BBKPMM. Sampel berjumlah 150 responden perbandingan 1:1, dengan 75 responden masing-masing kelompok. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Odds Ratio menggunakan SPSS. Hasil: efek samping obat berisiko 2,8 kali mengalami MDR-TB (OR=2,8, 95% CI 1,25-6,57), kepatuhan minum obat rendah berisiko 12,3 kali mengalami MDR-TB (OR=12,3, 95% CI, 4,94-30,76) dan kepatuhan sedang berisiko 2,9 kali mengalami MDR-TB (OR=2,9, 95% CI, 1,02-8,78). Sedangkan variabel pengetahuan kurang berisiko 2,8 kali mengalami MDR-TB (OR=5,7, 95% CI, 1,14-28,98) dan pengetahuan cukup merupakan faktor protektif yang tidak bermakna (OR=0,5, 95% CI, 0.08-3,56), riwayat kontak berisiko 2,2 kali mengalami MDR-TB (OR=2,2, 95% CI, 1,06-4,53), perokok aktif berisiko 4,1 kali mengalami MDR-TB (OR=4,1, 95% CI, 11,99-8,47) dan perokok pasif berisiko 2 kali mengalami MDR-TB (OR=2,0 95% CI, 1.02-3,98). Kesimpulan: Efek samping obat, kepatuhan minum obat rendah dan sedang, pengetahuan kurang, riwayat kontak dan perilaku merokok merupakan faktor risiko terjadinya MDR-TB. Diharapkan untuk pihak balai agar terus berperan aktif dalam penjaringan pasien MDR-TB dan TBC, serta meningkatkan pengobatan dan pemberian edukasi kepada pasien.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA CLEANING SERVICE Andi Nurul Farihah Abustan; Awaluddin Awaluddin; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.27540

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan penurunan keinginan untuk melanjutkan pekerjaan yang disebabkan oleh kondisi-kondisi tertentu. International Labour Organitation (ILO) mencatat bahwa sebanyak dua juta pekerja meninggal setiap tahun akibat kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan kerja dan dari 58.115 sampel, 18.828 diantaranya atau sebanyak 32,8% mengalami kelelahan saat bekerja. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar selama bulan Maret – April 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 29 dengan menggunakan uji statistik chi-square test.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 responden (20.8%) yang mengalami kelelahan kerja kategori kurang lelah, 16 responden (33.3%) pekerja lelah dan sebanyak 22 responden (45.8%) sangat lelah. Hasil uji pearson chi-square test menunjukkan ada hubungan antara umur (p = 0.001), masa kerja (p = 0.001), beban kerja (p = 0.001) dan IMT (p = 0.001) dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, masa kerja, beban kerja dan IMT dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT.Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Saran bagi pekerja untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik dalam rangka mengurangi kelelahan kerja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KUNJUNGAN ANC IBU HAMIL Milka Murua; Apik Indarty Moedjiono; A. Ummu Salmah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.27712

Abstract

Latar Belakang: Kematian ibu merupakan akibat dari proses komplikasi dari tiga determinan utama yakni determinan dekat (gangguan obstetri), determinan antara (pelayanan kesehatan) dan determinan jauh (faktor sosial-demografi). Akumulasi dari ketiga determinan ini menghasilkan determinan utama yakni yang menjadi akar dari permasalahan kematian ibu adalah pelayanan Antenatal care (ANC). ANC merupakan salah satu pilar utama dalam mencapai tujuan SDGs dalam hal penurunan rasio kematian ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan kejadian tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Kaluku Bodoa. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study yang berlangsung selama bulan Mei – Juni 2023 di Puskesmas Kaluku Bodoa. Populasi pada penelitian ini sebanyak 260 ibu hamil trimester 3 dengan sampel minimal sebanyak 130 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling, adapun uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil: hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan terkait tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC dengan nilai p=0,010 < 0,05. Selanjutnya terdapat hubungan pengetahuan dengan kunjungan ANC signifikan berdasarkan umur (tidak berisiko p=0,020), pendidikan (rendah p=0,014), paritas (multigravida p=0,033), jarak kehamilan (tidak berisiko p=0,008) dan keterpaparan media (kurang p=0,004). Adapun variabel kejadian tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC tidak berhubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, jarak kehamilan dan keterpaparan media. Kesimpulan: kunjungan ANC ibu hamil berhubungan secara statistik dengan pengetahuan terkait tanda bahaya kehamilan dan tidak berhubungan dengan kejadian tanda bahaya kehamilan.  Ibu hamil sebaiknya menambah wawasan terkait tanda bahaya kehamilan dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN OBESITAS PADA ANAK PRA SEKOLAH DI KABUPATEN GOWA Auwlya Zhafitry Haris; Andi Arsunan Arsin; Rismayanti Rismayanti
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27722

Abstract

Latar Belakang: Obesitas pada anak adalah masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia dan telah menjadi epidemi global tak terkecuali Indonesia. Prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat dari 14,8% tahun 2013 menjadi 21,8% tahun 2018, Kabupaten Gowa adalah salah satu daerah dengan prevalensi obesitas pada anak yang tinggi yakni 13,27% tahun 2018 di Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan obesitas pada anak pra sekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah anak yang sekolah di TK Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu. Sampel dalam penelitian berjumlah 178 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square menggunakan Stata. Hasil: Penelitian ini memperoleh hasil anak yang mengalami obesitas sebanyak 48 orang (26,97%). Terdapat 92 orang (51,69%) yang berjenis kelamin laki-laki. Didominasi anak umur 6 tahun sebanyak 146 orang (82,02%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat faktor yang berhubungan dengan obesitas pada anak pra sekolah yaitu tingkat pengetahuan ibu (p=0,016), riwayat keluarga (p=0,041) dan pekerjaan ibu (p=0,033). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu persepsi (p=0,232) dan pola asuh anak (p=0,070). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, riwayat keluarga, dan pekerjaan ibu dengan obesitas pada anak pra sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa. Diharapkan untuk para orang tua murid agar lebih rajin dalam mencari informasi kesehatan utamanya obesitas pada anak serta menerapkannya kepada anak dalam memilih makanan jajanan yang sehat dan pola konsumsi yang sehat.
DETERMINAN KEJADIAN UNMET NEED KELUARGA BERENCANA DI KABUPATEN BARRU Miftahul Akram; Masni Masni; Rahma Rahma
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.27978

Abstract

Latar Belakang: Salah satu komponen yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran (fertilitas). Di tengah angka pemakaian KB di Indonesia yang semakin naik, data SDKI 2017 menyebutkan angka kejadian unmet need juga masih cukup tinggi yakni sebesar 10,6% dibandingkan target nasional 8,3%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian unmet need di Kabupaten Barru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Penentuan sampel menggunakan metode proportional stratified random sampling dimana sampel kasus sebanyak 50 orang dan kontrol sebanyak 100 orang di Kecamatan Barru. Analisis data menggunakan analis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji odds ratio untuk mengetahui besar risiko variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil: Dari delapan variabel yang diteliti, terdapat empat variabel yang berhubungan dengan kejadian unmet need. Hasil penelitian menunjukkan riwayat penggunaan kontrasepsi (OR=2,373), pengetahuan (OR=9,586), dukungan suami (OR=14,571), dan penerimaan informasi KB (OR=3,778) merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Sedangkan, umur, status pekerjaaan, pendidikan, dan ketersediaan pelayanan KB bukan merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian unmet need adalah riwayat penggunaan kontrasepsi, pengetahuan, dukungan suami, dan penerimaan informasi KB. Sedangkan umur, pendidikan, status pekerjaan, dan ketersediaan pelayanan KB bukan merupakan faktor risiko kejadian unmet need. Bagi petugas kesehatan agar sosialisasi maupun pemberian informasi tentang KB dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Kabupaten Barru.
FAKTOR RISIKO TIDAK MEMAKAI ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA Islahhatul Fuada Syamsul; Arifin Seweng; Masni Masni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27986

Abstract

Latar Belakang: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu alat kontrasepsi jangka panjang bagi wanita dengan tingkat efektivitas yang paling tinggi dan aman dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Dalam pelaksanaan program keluarga berencana, salah satu masalah yang dihadapi adalah masih rendahnya akseptor KB yang menggunakan KB MKJP salah satunya AKDR sedangkan untuk jenis KB Non MKJP cenderung meningkat. Tujuan: Mengetahui faktor risko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian ini adalah semua akseptor KB yang tercatat di wilayah uskesmas Kaluku Bodoa sebanyak 1484 orang yang terdiri dari kasus (non AKDR) dan kontrol (AKDR). Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Odds Ratio. Hasil: Terdapat beberapa variabel yang merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR.  Hasil penelitian menujukkan bahwa umur (OR=17,66), pendidikan (OR=6,80), jenis kelamin anak (OR=2,31), paritas (OR=6,57), dukungan suami (OR=53,29), keterpaparan media informasi (OR=6,58) merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Sedangkan jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Kesimpulan: Umur, pendidikan, jenis kelamin anak, paritas, dukungan suami dan keterpaparan media informasi merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR, sedangkan jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar. Saran bagi pihak PLKB untuk melakukan penyuluhan agar meningkatkan kontribusi Masyarakat melalui program KB.
GAMBARAN MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT MEDIS DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR Siti Sarah Dwi Maudika Lestari; Dian Saputra Marzuki; Amran Razak
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.28010

Abstract

Latar Belakang : Manajemen kesehatan adalah suatu subsistem yang menghimpun upaya administrasi kesehatan yang didukung oleh pengelolaan daya dan informasi penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengaturan hukum kesehatan yang terpadu dan saling mendukung yang berguna untuk menjamin tercapainya derajat kesehatan. Berlandaskan pada empat fungsi manajemen agar suatu organisasi dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dapat dilakukan pengelolaan limbah padat medis. Tujuan : Mengetahui gambaran manajemen pengelolaan limbah padat medis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode: Jenis penilitian ini adalah kualitatif dengan metode observasi dan in-depth interview. Jumlah informan 7 orang dipilih dengan metode purposive sampling yang terdiri dari, 1 Kepala Instalasi K3LH, 2 Staff K3LH, 3 Cleaning Service, dan 1 Perawat RS Ibnu Sina. Hasil: Manajemen di RS Ibnu Sina dalam pengelolaan limbah padat medis memiliki perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan pengawasan yang sesuai dengan peraturan PERMEN LHK No. 56 Tahun 2015, namun belum optimal. Aspek perencanaan yang jelas pada tujuannya, pengorganisasian yang memiliki standar, akan tetapi pelaksanaan yang belum maksimal seperti ditemukannya limbah yang masih tercampur dan juga belum disediakan jalur pengangkutan limbah, dan pengawasan yang maksimal berupa laporan serta evaluasi setiap bulannya. Kesimpulan: Pengelolaan limbah padat medis di RS Ibnu Sina yaitu menjaga lingkungan rumah sakit tetap bersih dan juga mencegah lingkungan rumah sakit serta orang disekitarnya tidak terkena penyakit akibat limbah padat medis.  Perencanaan yang disusun juga sudah sesuai meliputi tentang SOP yang jelas, penyediaan sarana prasarana, kebutuhan SDM yang sesuai hingga dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan limbah padat medis di RS Ibnu Sina Kota Makassar.