cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 180 Documents
PERILAKU REMAJA TERKAIT PENCARIAN INFORMASI KESEHATAN SEKSUAL REPRODUKSI DI SMPN 20 MAKASSAR Febriyanti Zefanya Maengkom; Sudirman Nasir; Rizky Chaeraty Syam
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.28066

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa dimana hormon seksual remaja sudah mulai bekerja sehingga dapat menyebabkan perubahan perilaku pada remaja dalam hal kesehatan seksual dan reproduksi. Faktor yang membuat remaja banyak melakukan perilaku seksual berisiko adalah faktor predisposisi, faktor penguat dan faktor pendukung. Tujuan: Mengetahui perilaku remaja terkait pencarian informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi di SMP Negeri 20 Makassar. Metode: Menggunakan metode penelitian mixed methods dengan desain sequential explanatory designs. Jumlah sampel 85 responden dan diantaranya terdapat 20 informan yang ditentukan menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 20 Makassar pada bulan Mei-Juni 2023. Menggunakan analisis univariat dan analisis isi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa termasuk dalam motivasi tinggi (83,5%), pengetahuan yang baik (65,9%), dan sikap yang positif (89,4%). Adapun dari hasil FGD yang dilakukan didapatkan bahwa nilai yang diyakini adalah agama dan ajaran orang tua, tidak adanya norma yang berlaku, informasi yang dicari yaitu organ reproduksi, pacaran, dan kehamilan pada remaja, sumber informasi melalui buku dan media sosial, strategi yang dilakukan dalam mencari informasi yaitu mencari di sumber terpercaya. Perilaku yang ditunjukkan oleh remaja yaitu lebih menjaga kesehatan organ reproduksi, menghindari pergaulan bebas dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kesimpulan: Para remaja menunjukkan perilaku yang baik dan tidak terdapat remaja yang melakukan perilaku seksual berisiko. Hal tersebut dikarenakan para remaja memiliki pengetahuan yang baik terkait kesehatan seksual dan reproduksi juga mampu dalam menyeleksi informasi yang didapatkan ketika melakukan pencarian informasi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEGAWAI UNIVERSITAS Abdul Hadi Al Muttaqin; Lalu Muhammad Saleh; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.28157

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan kerja merupakan kejadian tidak terduga yang memicu gangguan pada suatu sistem atau individual yang diperkirakan menyebabkan 2,78 juta pekerja meninggal dunia setiap tahunnya. Kecelakaan kerja saat ini tidak lagi terbatas pada pekerjaan di pabrik, tapi juga ditemukan di gedung perkantoran. Sebagian besar kecelakaan kerja disebabkan oleh perilaku pekerja ketika bekerja. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pegawai di Universitas X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan melibatkan 336 sampel yang diambil menggunakan teknik proportional simple random sampling. Penelitian ini dilaksanakan di seluruh area lingkup Universitas X yang berlangsung selama 7 bulan, sejak Januari-Juli 2023. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat melalui pendekatan uji Chi Square. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,03 > 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara sikap (p = 0,00 > 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara persepsi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara motivasi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara komunikasi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Kesimpulan: Faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan, sikap, persepsi, motivasi, dan komunikasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku K3 pada pegawai Universitas X. Pihak Universitas X direkomendasikan untuk mengadakan program Behavior Based Safety (BBS), memaksimalkan meeting K3, dan meningkatkan giat promosi program K3.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA NIFAS DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN NIFAS Dian Fahira Syam; Apik Indarty Moedjiono; Arif Anwar
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.30172

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan ibu merupakan indikator yang menggambarkan keberhasilan pembangunan dalam sektor kesehatan, dimana kesehatan ibu mengacu pada kesehatan selama kehamilan, persalinan dan masa nifas. Kesehatan ibu pada fase tersebut harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya tanda-tanda bahaya selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang berlangsung selama bulan April – Juli 2023 di Puskesmas Tamalanrea. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 ibu pasca nifas. Teknik pengambilan sampel secara non random dengan metode  Accidental sampling. Adapun uji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas dengan nilai p = 0,009 < 0,05. Ditemukan juga hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan pemeriksaan nifas berdasarkan umur (risiko rendah p=0,042), paritas (multipara p=0,048), tempat persalinan (rumah sakit p=0,037). Adapun variabel kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas menunjukkan tidak ada hubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, tempat persalinan, keterpaparan informasi dan penggunaan KB pasca salin.  Kesimpulan: Kunjungan pemeriksaan nifas berhubungan secara statistik dengan pengetahuan tentang tanda bahaya nifas dan tidak berhubungan secara statistik dengan kejadian tanda bahaya nifas. Pemeriksaan di masa nifas sangat dianjurkan untuk mencegah dan mendeteksi timbulnya tanda bahaya nifas.
HUBUNGAN ANTARA KEKERASAN TERHADAP ANAK DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA M. Arie Rifky Syaifuddin; Rahma Rahma; Arifin Seweng
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.30186

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan terhadap anak dapat berdampak buruk baik secara fisik maupun psikis pada anak. Berdasarkan beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa banyak remaja yang memiliki riwayat mengalami kekerasan berada pada risiko tinggi untuk terlibat dalam perilaku seksual. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengalaman mendapatkan kekerasan dengan perilaku seksual yang terjadi pada remaja di SMA Negeri 21 Makassar. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan cross sectional study yang dilaksanakan pada Februari – Maret 2023 di SMA Negeri 21 Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah semua siswa aktif tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 1266 orang dan sampel sebanyak 308 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan two stage cluster random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Continuity Correction. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 130 siswa/i (42,2%) memiliki perilaku seksual yang beresiko. Kekerasan psikologis (p=0,022) dan penelantaran (p=0,000) memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Kekerasan fisik (p=0,205) dan kekerasan seksual (p=0,304) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan dengan perilaku seksual remaja. Kesimpulan: Kekerasan psikologis dan penelantaran memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Perlu untuk mengembangkan model pembinaan remaja yang meliputi reproduksi sebagai wadah menampung permasalahan remaja atau trauma anak yang memiliki riwayat kekerasan.
RIWAYAT DAN DAMPAK PENGGUNAAN NAPZA SERTA STRATEGI KOPING PADA NARAPIDANA DAN TAHANAN Nailah Hafizhah; Sudirman Nasir; Muhammad Arsyad
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.31538

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2022, Sulawesi memiliki tingkat penyalahgunaan NAPZA tinggi, sehingga membuat lonjakan jumlah narapidana dan tahanan di Rutan. Rutan Kelas IIB Majene merangkap tugas sebagai tempat pembinaan narapidana dan penahanan tahanan, ketika melakukan skrining kesehatan mental pada desember 2022 menunjukkan sebanyak 18 orang mengalami stres dan gangguan kecemasan, 10 diantaranya adalah pengguna NAPZA. Tujuan: mengetahui riwayat tingkat penggunaan NAPZA, dampak dan strategi koping yang digunakan oleh narapidana dan tahanan di Rutan Kelas IIB Majene. Metode: Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain penelitian sequential explanatory. Besar sampel sebanyak 30 orang diantaranya terdapat 12 informan ditentukan dengan purposive sampling. Lokasi penelitian di Rutan Kelas IIB Majene pada Agustus-September 2023, menggunakan teknik analisis data univariat dan analisis data interaktif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden pernah mengkonsumsi stimulan jenis sabu (100%) dan halusinogen jenis Trihexyphenidyl (6,6%). Hasil wawancara menunjukkan dampak penggunaan NAPZA yang dirasakan sebelum masuk di Rutan adalah penurunan ekonomi, gangguan psikologis, dan gangguan kesehatan. Kemudian, dampak selanjutnya muncul di Rutan seperti kehilangan pekerjaan, stigma dan diskriminasi, adapun jenis layanan sosial mudah diakses dan terdapat pula layanan kesehatan di Rutan Kelas IIB Majene. Pemilihan strategi problem focused-coping lebih banyak dilakukan sebelum masuk di Rutan, saat masuk di Rutan strategi yang digunakan adalah strategi problem focused-coping dan emotional focused-coping. Kesimpulan: Narapidana dan tahanan merasa terbantu dalam mengurangi dampak negatif penggunaan NAPZA selama berada di Rutan Kelas IIB Majene. Rutan Kelas IIB Majene diharapkan untuk dapat membuka layanan konsultasi khusus bagi narapidana dan tahanan yang pernah menggunakan NAPZA.
DETERMINAN KEMATIAN IBU DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2020-2022 Firda Nurul Fadilah Farid; Nur Nasry Noor; Rismayanti Rismayanti
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.31594

Abstract

Latar Belakang: Indonesia berada di posisi pertama dengan Angka Kematian Ibu (AKI) di ASEAN, yakni 305 per 100.000 kelahiran hidup. Kabupaten Polewali Mandar hanya menjadi salah satu penyumbang AKI terbanyak di Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Mengetahui besar risiko usia ibu, pendidikan ibu, pendidikan suami, paritas, jenis kelamin, status anemia, riwayat penyakit, Antenatal Care, teknik bersalin, dan penolong persalinan terhadap kematian ibu. Metode: Jenis penenelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi case control. Sampel kasus sebanyak 39 dan kontrol sebanyak 117. Pengambilan sampel kontrol secara simpel random sampling. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Juli 2023 di 12 Puskesmas di Polewali Mandar. Analisis  data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan analisis Odds Rasio. Hasil: Usia ibu (OR=2,69 CI: 1,11-6,38), pendidikan ibu (OR=2,56 CI: 1,11-5,68), paritas (OR= 3,32 CI: 1,03-10,18), jarak kehamilan (OR=4,31 CI: 1,45-12,60), riwayat penyakit (OR=40,06 CI: 11,41-175,13). Antenatal Care (OR=4,48 CI: 1,93-10,28), dan teknik bersalin (OR=7,46 CI: 2,91-19,11) merupakan faktor risiko kematian ibu dan bermakna secara statistik. Sedangkan pendidikan suami (OR=1,73 CI: 0,78-3,85), status anemia (OR=1,41 CI: 0,35-4,80), dan penolong persalinan (OR=2,55 CI: 0,49-11,51) secara statistik bukan merupakan faktor risiko kematian ibu.  Kesimpulan: Usia ibu, pendidikan ibu, paritas, jarak kehamilan, riwayat penyakit, antenatal care, dan teknik bersalin merupakan determinan kematian ibu. Pemerintah harus meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, penginputan dan penyimpanan data menggunakan teknologi, dan diharapkan ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal secara teratur.
HUBUNGAN TINDAKAN DAN KONDISI TIDAK AMAN DENGAN KEJADIAN HAMPIR CELAKA PEKERJA PT. X Tiara Erditta; Lalu Muhammad Saleh; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.31690

Abstract

Latar Belakang: Proyek konstruksi merupakan jenis industri yang paling banyak memberikan kontribusi dalam hal kecelakaan kerja. Berdasarkan piramida kecelakaan, tindakan dan kondisi tidak aman serta kejadian hampir celaka merupakan dasar penyebab kecelakaan yang kerap kali diabaikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tindakan dan kondisi tidak aman dengan kejadian hampir celaka pada pekerja di proyek jalan tol, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian ini yakni sebanyak 109 responden yang ditentukan dengan metode cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan di Proyek Pembangunan Jalan Akses Tol Makassar Newport (Tahap I & II), PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. pada bulan Juli 2023. Kemudian data diolah menggunakan program SPSS. Data ditampilkan dalam bentuk tabel disertai narasi. Hasil: Mayoritas responden melakukan tindakan aman (55,0%), menciptakan kondisi aman (56,0%), dan kejadian hampir celaka berkategori rendah (53,2%). Hasil penelitian pada hipotesis pertama (H1) menunjukkan terdapat hubungan antara tindakan tidak aman dengan kejadian hampir celaka (ρ-value=0,001) dengan korelasi koefisien sedang yaitu 0,326. Hasil penelitian pada hipotesis kedua (H2) menunjukkan terdapat hubungan antara kondisi tidak aman dengan kejadian hampir celaka (ρ-value=0,000) dengan korelasi koefisien sedang yaitu 0,457. Kesimpulan: Tindakan tidak aman, kondisi tidak aman, dan kejadian hampir celaka yang terjadi di proyek jalan tol, PT. Wijaya Karya termasuk dalam kategori aman dan berisiko rendah serta saling berhubungan. Perlu dipertahankan dan ditingkatkan tindakan aman dan kondisi aman di tempat kerja untuk meminimalisir kejadian hampir celaka dan juga kecelakaan kerja.
GAMBARAN PENGELOLAAN PENGETAHUAN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2023 Farhah Husain Ghanus; A. Indahwaty Sidin; Irwandy Irwandy
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.32707

Abstract

Latar Belakang: Salah satu intangible asset yang dimiliki oleh seluruh organisasi adalah pengetahuan. Rumah sakit adalah organisasi yang padat akan pengetahuan dan dituntut senantiasa mengelola pengetahuan dengan baik demi meningkatkan kualitas layanan, meningkatkan employee engagement, dan menciptakan inovasi. Tujuan: Melihat gambaran pengelolaan pengetahuan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitik. Penelitian ini dilakukan di RS Universitas Hasanuddin pada bulan September-November 2023. Populasi penelitian ini berjumlah 197 karyawan. Sampel sebanyak 130 orang yang diambil dengan dengan teknik proportional sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Applied Knowledge Management Instrument (AKMI) yang digunakan khusus untuk melihat gambaran pengelolaan pengetahuan di rumah sakit kemudian data dianalisis menggunakan software SPSS secara univariat. Hasil: Implementasi pengelolaan pengetahuan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin pada dimensi persepsi, motivasi internal, motivasi eksternal, penciptaan, berbagi, kerja sama, kepemimpinan, budaya, dan hambatan semua dalam kategori “sangat baik”. Dimensi motivasi eksternal merupakan dimensi yang paling rendah nilainya. Sementara dimensi kerja sama merupakan dimensi yang paling tinggi nilainya. Kesimpulan: Implementasi pengelolaan pengetahuan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin pada 9 dimensi dalam kategori “sangat baik”. Rumah sakit perlu memotivasi karyawan dalam praktik berbagi pengetahuan serta memberikan peluang promosi dan penghargaan bagi karyawan yang telah menjalankan sistem pengelolaan pengetahuan.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN PASIEN DENGAN LOYALITAS PASIEN DI RSUP DR. TADJUDDIN CHALID MAKASSAR Noor Aliyah; Alimin Maidin; Rini Anggraeni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.32935

Abstract

Latar Belakang:  RSUP Dr. Tadjuddin Chalid, Makassar merupakan institusi pelayanan kesehatan yang diharapkan meningkatkan loyalitas pasiennya. Penurunan loyalitas pasien terjadi tahun 2020 - 2022. Penurunan loyalitas berkaitan dengan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Oleh karena itu masalah hubungan loyalitas pasien  dengan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, penting diketahui guna meningkatkan kemampuan rumah pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan loyalitas pasien dengan kualitas pelayanan dan kepuasan pasienn. Metode: Jenis penelitian ialah observasional analitik desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah pasien poliklinik tahun 2022. Data sampel sebanyak 425 pasien, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa responden memberi tanggapan yang baik pada semua dimensi kualitas, kepuasan dan Loyalitas. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara Kualitas pelayanan dan Kepuasan pasien dan Loyalitas pasien. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dan  kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien. Manajemen rumah sakit dapat meningkatkan loyalitas dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien.Latar Belakang:  RSUP Dr. Tadjuddin Chalid, Makassar merupakan institusi pelayanan kesehatan yang diharapkan meningkatkan loyalitas pasiennya. Penurunan loyalitas pasien terjadi tahun 2020 - 2022. Penurunan loyalitas berkaitan dengan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Oleh karena itu masalah hubungan loyalitas pasien  dengan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, penting diketahui guna meningkatkan kemampuan rumah pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan loyalitas pasien dengan kualitas pelayanan dan kepuasan pasienn. Metode: Jenis penelitian ialah observasional analitik desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah pasien poliklinik tahun 2022. Data sampel sebanyak 425 pasien, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa responden memberi tanggapan yang baik pada semua dimensi kualitas, kepuasan dan Loyalitas. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara Kualitas pelayanan dan Kepuasan pasien dan Loyalitas pasien. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dan  kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien. Manajemen rumah sakit dapat meningkatkan loyalitas dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien.
HUBUNGAN ASPEK SWITCHING BARRIER DENGAN LOYALITAS PASIEN RAWAT INAP RSUD LABUANG BAJI Nurun Nisaa; Darmawansyah Darmawansyah; Nurhayani Nurhayani
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.34291

Abstract

Latar Belakang: Salah satu strategi untuk mempertahankan loyalitas pasien yaitu dengan menerapkan strategi switching barrier. Switching barrier adalah rintangan yang dirasakan oleh seorang konsumen saat mereka mencoba beralih dari suatu penyedia jasa ke penyedia jasa lainnya. Tujuan: Mengetahui hubungan aspek switching barrier dengan loyalitas pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional study. Sampel merupakan pasien rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar yang berjumlah 182 orang yang diambil dengan metode accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di RSUD Labuang Baji Makassar pada bulan Januari-Februari 2024. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji Fisher’s. Hasil: Tidak ada hubungan antara switching cost dengan loyalitas pasien (p=0.065). Ada hubungan antara interpersonal relationship dengan loyalitas pasien (p=0.014). Ada hubungan antara attractiveness of alternative dengan loyalitas pasien (p=0.000). Ada hubungan antara switching barrier dengan loyalitas pasien (p=0.000). Kesimpulan: Tingkat switching cost pasien rawat inap tidak memiliki hubungan dengan loyalitas pasien, sedangkan aspek interpersonal relationship dan attractiveness of alternative serta switching barrier memiliki hubungan dengan loyalitas pasien rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar. Disarankan kepada rumah sakit untuk meningkatkan citra merek dan kepada semua petugas kesehatan agar terus bersikap ramah dan empati kepada pasien.