cover
Contact Name
Hermansyah
Contact Email
jurnal.alqisthi@gmail.com
Phone
+6285255868284
Journal Mail Official
jurnal.alqisthi@gmail.com
Editorial Address
Jln. Teuku Umar No.8 Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JAQ
ISSN : 23016876     EISSN : 27154750     DOI : https://doi.org/10.47030
Core Subject : Humanities, Social,
Al Qisthi: Jurnal Sosial dan Politik menerima artikel dari hasil penelitian (original research article) dan artikel telaah (review article) dari para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang ilmu sosial dan politik, yang fokus dan ruang lingkupnya meliputi kajian: Ilmu Pemerintahan; Ilmu Politik Kebijakan Publik; Administrasi Publik; Manajemen Publik; Administrasi Pembangunan; Pembangunan Daerah.
Articles 78 Documents
PENERAPAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI DI KELURAHAN SAMAENRE KECAMATAN SINJAI TENGAH Syamsuddin Syamsuddin; Jusniaty Jusniaty
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 1, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.892 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i1.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang diberikan kepada masyarakat di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai dimana diketahui bahwa Program bantuan sosial pangan yang sebelumnya merupakan Subsidi Rastra mulai ditransformasikan menjadi bantuan pangan non tunai (BPNT) pada 2017 di 44 kota terpilih, salah satunya di Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan. Tahap pertama pendistribusian KKS di 9 kecamatan pada tanggal 15-21 November 2018 dan tahap kedua pada tanggal 17-23 Desember 2018, dan untuk penyaluran komoditi di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah pada tanggal 2 Desember 2019. Saat ini, data penerima BPNT pada Agustus 2020 sebanyak 20.525 kepala keluarga (kk) di Kabupaten Sinjai, sedangkan di Kecamatan Sinjai Tengah itu sendiri terdiri dari Kelurahan dan beberaapa desa diantaranya Kelurahan Samaenre sebanyak 182 KK, Desa Baru sebanyak 211 KK, Desa Bonto sebnayak 214 KK, Desa Gantarang sebanyak 289 KK, Desa Kanrung sebanyak 343 KK, Desa Kompang sebanyak 361 KK, Desa Mattunreng Tellue sebanyak 191 KK, Desa Pattongko sebanyak 483 KK, Desa Saohiring sebanyak 302 KK, Desa Saotanre sebanyak 219 KK,dan Desa Saotengnga sebanyak 329 KK data tersebut berdasarkan data yang telah di input oleh Dinas Sosial di bulan Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran dan uraian yang jelas secara keseluruhan dari permasalahan yang ada mengenai penerapan bantuan pangan non tunai untuk mengentaskan kemiskinan. Informan yang digunakan yakni Koordinator Daerah Bantuan Pangan Non Tunai/ Program Sembako Dinas Sosial, Sekertaris Lurah, Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamatan Dinas Sosial, Pemilik E- Warung/ Agen Penyaluran Komoditi Kelurahan Samaenre, serta masyarakat Sasaran atau penerima bantuan bahan pangan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang di laksanakan di Kelurahan Samaenre, telah berjalan efektif. Namun Pihak Kelurahan dan Dinas Sosial perlu mengadakan perekapan ulang data masyarakat miskin di Kelurahan Samaenre.
PEMETAAN JEJARING STAKEHOLDER DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA LOKAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOCIAL NETWORK ANALYSIS (SNA) Muhlis Hafel; Julfi Jamil; Mohbir Umasugi; Milwan Milwan; Anfas Anfas
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 1, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.962 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i1.91

Abstract

Pemerintah Kota Ternate, Pemerintah Kota Tidore Kepulaun dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat membangun suatu kerjasama dalam pengelolaan sumberaya lokal dibidang pertanian, Perikanan dan kelauatan serta Pariwisata dengan melibatkan sejumlah stakeholder dengan tujuan untuk membentuk pola hubungan dan jejaring yang efektif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumen yang behubungan dengan fokus penelitian. Teknik analisis data menggunakan Metode Social Network Analysis (SNA) yang dijelaskan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada jejaring stakeholder terdapat beberapa aktor yang memiliki peran dalam pengelolaan sumberadaya lokal namun masih didominasi unsur pemerintah. Sementara pada nilai degree centrality untuk mengukur tingkat popularitas, nilai closeness centrality untuk mengukur tingkat kedekatan suatu stakholders dan nilai betweness centrality untuk melihat gambaran dominasi stakeholder dinyatakan bawah stakeholders Bappeda Kota Ternate, Bappeda Kota Tidore Kepulauan dan Bappeda Halmahera Barat menjadi stakeholder dominan sementara para petani, nelayan dan pekerja wisata dan pengusaha belum memiliki peran dan dominasi yang maksimal dalam pengelolaan sumberdaya lokal.
ANALISIS INOVASI LAYANAN SELULER PETERNAKAN TERINTEGRASI (LASAPI) DI KABUPATEN SINJAI Muhammad Lutfi; Umar Congge; Hermansyah Hermansyah
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 1, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.01 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i1.92

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan inovasi pemerintah daerah dalam pelayanan publik di Kabupaten Sinjai melalui program Layanan Seluler Peternakan Terintegrasi (LA SAPI) di Kabupaten Sinjai. Menjadi menarik diteliti, mengingat inovasi ini dilakukan dengan menjadikan peternak sebagai obyek layanan dengan menggunakan media seluler. Layanan LA SAPI dilakukan dalam rangka memudahkan peternak dan masyarakat umum untuk berinteraksi dan membangun komunikasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai tanpa mengganggu aktivitas keseharian mereka. Untuk memahami bagaimana inovasi berdampak pada kebutuhan masyarakat, dalam penelitian ini menggunakan 6 (enam) kriteria untuk mengukur keberhasilan suatu produk inovasi, yakni: dampak, kemitraan, keberlanjutan, kepemimpinan dan pemberdayaan masyarakat, kesetaraan gender dan pengecualian sosial, serta inovasi dalam konteks lokal dan dapat ditransfer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Untuk pengumpulan data penelitian, diperoleh melalui wawancara mendalam, pemanfaatan data-data sekunder (dokumen), dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebuah produk inovasi tidak mesti membutuhkan anggaran/dana yang besar, tetapi yang utama adalah melibatkan warga dalam program tersebut serta nilai kemanfaatan bagi masyarakat dari produk inovasi tersebut. Selain itu, keberlangsungan inovasi tersebut penting untuk dijaga dan dapat ditransfer di tempat lain, agar dapat dirasakan oleh semua pihak secara terus menerus.
KEBIJAKAN PERTANIAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN, PENDIDIKAN DAN KESEHATAN PETANI (Studi pada Kawasan Agropolitan Kabupaten Gorontalo) Mochammad Sakir
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 2, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.811 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i2.93

Abstract

Kebijakan pertanian melalui konsep agropolitan merupakan upaya menciptakan kemandirian lokal yang membawa filosofi ketergantungan daerah tertinggal terhadap daerah yang lebih maju. Program agropolitan berbasis jagung merupakan kebijakan pemerintah Kabupaten Gorontalo yang berupa pendekatan terpadu untuk pembangunan di pedesaan, khususnya pertanian jagung. Penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisis kontribusi kebijakan pertanian melalui program agropolitan berbasis jagung terhadap pendapatan, pendidikan, dan kesehatan petani di Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan adalah survey yang berusaha memaparkan secara kuantitatif kecenderungan, sikap, atau opini tentang kontribusi program agropolitan berbasis jagung terhadap pendapatan, pendidikan, dan kesehatan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program agropolitan, dapat meningkatkan pendapatan, pendidikan, dan kesehatan petani, namun tetap terjadi penguasaan petani kaya terhadap petani miskin, sehingga program ini belum dapat menghilangkan ketergantungan petani miskin kepada petani kaya.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGUATAN SIDa (SISTEM INOVASI DAERAH) MELALUI KOMODITI KOPI DI BALITBANG KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Andra Patria Saputra; Adianto Adianto
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 2, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.8 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i2.94

Abstract

Kabupaten Merangin merupakan sebuah Kabupaten yang terletak dalam wilayah Provinsi Jambi. Sebuah Kabupaten yang memiliki luas 767.900 ha ini memiliki beberapa produk unggulan daerah, salah satunya adalah kopi robusta. Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi daerah untuk meningkatkan kualitas kopi robusta sehingga dapat mendongkrak harga jual kopi robusta. Maka, implementasi kebijakan penguatan SIDa melalui komoditi kopi harus dilaksanakan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan penguatan SIDa melalui komoditi kopi di Balitbang Kabupaten Merangin dan faktor penghambat dari implementasi kebijakan penguatan SIDa melalui komoditi kopi di Balitbang Kabupaten Merangin. Konsep teori yang digunakan peneliti adalah konsep implementasi kebijakan Maxmanian dan Sabatier dalam Anggara (2012). Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Balitbang Kabupaten Merangin dalam mengimplementasikan kebijakan penguatan SIDa masih terdapat hambatan, sehingga strategi pengembangan belum berjalan maksimal. Adapun faktor penghambat dalam implementasi kebijakannya yaitu kurangnya kapasitas dan keterampilan aparatur dan masih minimnya teknologi yang dapat digunakan untuk mengolah kopi bubuk.
BUREAUCRATIC GOVERNANCE EFFECTIVENESS IN IMPLEMENTATION FAMILY HOPE PROGRAM (PKH) IN PALOPO CITY Didik Iskandar; Ramlawati Jabbar
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 2, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1358.349 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i2.95

Abstract

Effectiveness of bureaucratic governance is defined as extent to which the bureaucratic organization realizes the program goals that have been planned and determined. Family Hope Program is a conditional cash transfer program for underprivileged communities that prioritizes three main components, namely health, education and social welfare. This study is aimed at assessing the effectiveness of bureaucratic governance in the implementation of the family of hope program in Palopo City. The research method used descriptive qualitative with data collection techniques, conducting interviews, documentation, and direct observation at location. Data management techniques used data reduction, data display, and drawing conclusions. Palopo City is the location of this research. From the results of the study, it is known that the implementation of the family of hope program in Palopo City has not been entirely effective based on effectiveness measures used, including production, efficiency, satisfaction, adaptation, and development. So that bureaucratic governance activities as the responsible organization have not been effective in implementing the family of hope program in Palopo City.
SINERGITAS PEMERINTAH DESA SALOHE DAN DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DALAM PENYELENGGARAAN BUMDESA DI KABUPATEN SINJAI Kiki Rasmala Sani; Syamsuddin Syamsuddin
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 2, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1358.152 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i2.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sinergitas Pemerintah Desa Salohe dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam Penyelenggaraan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Sinjai. Keberadaan Badan usaha milik Desa diharapkan dapat mendukung munculnya demokrasi sosial di desa melalui peningkatan kapasitas masyarakat desa secara berkelanjutan sehingga partisipasi masyarakat juga bertambah. Selain itu, pemerintah desa diharapkan mampu berpola kreatif dan inovatif dalam mendominasi kegiatan ekonomi desa melalui kepemilikan Badan Usaha Milik Desa sehingga dapat membangun perekonomian daerah guna menciptakan lapangan pekerjaan baru, menghasilkan barang dan jasa daerah, meningkatkan perdagangan antar-pemerintah daerah dan memberikan layanan yang optimal bagi konsumen. Penelitian ini menggunakan analisa deskriptif dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas Pemerintah Desa Salohe dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam penyelenggaraan Badan Usaha Milik Desa berjalan dengan baik. Pemerintah Desa Salohe juga bersinergi dengan Pendamping Desa untuk memfasilitasi pembentukan hingga berjalannya Badan Usaha Milik Desa dengan menjalin komunikasi langsung maupun tidak langsung.
SAPTA PESONA DESTINASI WISATA DI KABUPATEN SINJAI Abd Haris; Ali Anas; Hermansyah Hermansyah
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 2, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1358.57 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i2.97

Abstract

Dalam penelitian ini membahasa terkait dengan Sapta pesona sebagai strategi yang dilakukan oleh dinas pariwisata Kabupaten Sinjai dalam meningkatkan kunjungan wisata di Pulau larea-rea. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kulaitatif melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi yang selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan model spiral. Hasil penelitian ini adalah bahwa strategi yang kemudian dilakukan oleh dinas pariwisata Kabupaten sinjai dalam mengembangkan sektor pariwisata di pulau larea-rea sudah dilakukan secara optimal sekalipun masih tetap membutuhkan inovasi di masa yang akan datang. kualitas sumberdaya manusia diberikan motivasi untuk menggerakkan proses penyuluhan destinasiwisata pulai larea-rea. Kemudian sosialisasi dilakukan secara massif dan berkesinambungan Serta ketersediaan faslitas juga akan menjadi pendukung utama yang dilakukan oleh dinas pariwisata kabupaten sinjai dalam meningkatkan jumlah pengunjng di Pulau tak berpenghuni Larea-rea.
Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negera Dalam Mendukung Pembenahan Pemerintah Daerah di Kabupaten Sinjai Arif Ferdian; Syamsiah Hasyim; M.Ardiansyah Makmur
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 12 NOMOR 1, 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.935 KB) | DOI: 10.47030/aq.v12i1.116

Abstract

Pembenahan aparatur Sipil Negara sebenarnya tidak lepas dari usaha mengembangkan kemampuan kapasitas aparatur Sipil Negara. Tahun 2020 jumlah PNS di Sinjai yakni 4.644. Banyakanya PNS di lingkup sinjai berbanding terbalik dengan sistem pelayanan yang diberikan kepada masyarakat hal ini tidak lepas dari dominasi usia 51 tahun keatas sehingga untuk meningkatkan Sumber daya manusia dibutuhkan pengembangan kapasitas Aparutr Sipil Negara oleh karena itu tujuan dalam pen Penelitian untuk menganalisis Pengembangan Kapasitas Aparutur Sipil Negara di Sinjai. Penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif adapun teknik pengumpulan data yakni observasi, Studi dokumentasi dan studi literatur. Adapun Teknik analisis data yakni kondensasi, display dan conclousing drawing. Adapun hasil penelitian yakni pembenahan pemerintah daerah kabupaten Sinjai harus memiliki 3 tingkatan yakni tingkatan Sistem, institusional dan tingkatan individu. Oleh karena itu, dalam meberikan jabatan dan posisi pada ASN untuk memenuhi instansi tertentu dalam artian mutasi, promosi jabatan harus sesuai dengan kemampuan dan tingkat prestasinya bukan berdasarkan unsur politik. Adapun saran dari peneliti yaitu Pemerintah Kabupaten Sinjai dapat melakukan pembenahan apabila mengembangkan tiga indikator yakni tingkat sistem, tingkat institusional, dan tingkat individu.
EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH: (KASUS PROGRAM AGROPOLITAN BERBASIS JAGUNG DI KABUPATEN POHUWATO) Mochammad Sakir
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 12 NOMOR 1, 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.076 KB) | DOI: 10.47030/aq.v12i1.117

Abstract

Kebijakan pertanian melalui agropolitan merupakan upaya pemerintah Kabupaten Pohuwato untuk menciptakan kemandirian lokal, dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan pada daerah lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kontribusi kebijakan pertanian terhadap perekonomian dan kondisi sosial petani jagung. Penelitian ini menggunakan desain survey dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara dengan para petani. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan t- test untuk menguji perbedaan nilai rata-rata perekonomian dan kondisi sosial petani tahun 2007 dan tahun 2020. Adapun responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah petani jagung yang menjadi peserta kebijakan pertanian melalui agropolitan tahun 2007 sampai 2020, dan merupakan petani pemilik lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pertanian melalui agropolitan berkontribusi terhadap perekonomian dan kondisi sosial petani jagung, namun hasil penelitian juga menunjukkan masih adanya ketergantungan sebagian besar petani pada pedagang pengumpul atau tengkulak, suatu kondisi yang ingin dihilangkan oleh teori ketergantungan melalui pendekatan kemandirian lokal.