cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 173 Documents
Hubungan Kebiasaan Melakukan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Paguyuban Lansia Dusun Kerto Desa Pleret Kabupaten Bantul Mir-a Kemila; Agustina; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, No.2, November 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.429 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i2.66

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang ≥ 140 mmHg (sistolik)dan/atau ≥ 90 mmHg (diastolik). Selain sebagai salah satu jenis penyakit yang tidak menular,hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular lainnya. Hipertensi lebih banyakmenyerang pada kelompok usia lanjut. Cara mengontrol hipertensi secara non farmakologidiantaranya adalah mengontrol pola makan, mengurangi asupan garam, melakukan manajemen stres,serta melakukan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antarakebiasaan melakukan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di paguyuban lansia dusunKerto desa Pleret kecamatan Pleret kabupaten Bantul. Metode penelitian yang digunakan adalahpenelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, subjek penelitian adalah lansiausia 60 - 74 tahun dengan jumlah sampel 75 orang diambil dengan cara purposive sampling. Analisadata dilakukan dengan SPSS dengan uji korelasi chi square. Sebesar 50,7% responden beraktivitassedang, 37,3% ringan, 9% berat, 69,3% responden mengalami hipertensi, dan 30,7% tidak hipertensi.Ada hubungan antara kebiasaan melakukan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia dipaguyuban lansia dusun Kerto desa Pleret Kecamatan Pleret kabupaten Bantul dengan P value sebesar0,000 < α (0,05).
Uji Sifat Fisik Body Scrub dari Ekstrak Ubi Jalar Ungu ( Ipomoea batatas Lam ) Ratih Purwanti; Nadhia Hanan Yumna
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, No.2, November 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.399 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i2.67

Abstract

Body scrub adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk perawatan kulit. Ubijalar ungu mempunya kandungan antosianin yang tinggi sebagai antikanker, antioksidandan antihipertensi. Ubi jalar ungu memiliki beberapa kelebihan dibandingkan ubi warnalainnya, terutama dalam hal kandungan antosianin yang lebih tinggi, juga kandunganvitamin A dan E. Ubi jalar ungu memiliki kandungan serat, karbohidat komplek, vitaminB6, asam folat, dan rendah kalori. Oleh karena kandungan antioksidannya, ubi jalar unguberpotensi dijadikan sebagai alternatif zat aktif antioksidan pada sediaan kosemtik.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat fisik sediaan body scrub dari ekstrak cairubi jalar ungu dengan parameter daya lekat, daya sebar, pH dan Homogenitas. Jenispenelitian ini adalah eksperimental. Ubi jalar ungu diambil ekstraknya dengan cara diperasselanjutnya ekstrak dibuat dalam sedian krim body scrub. Krim dibuat dengan 3 (tiga)formulasi F1, F2, dan F3 dengan variasi konsentrasi ubi jalar ungu 35%, 40% dan 45%.Sediaan yang diperoleh diuji sifat fisiknya (Homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat). Semua formula menunjukkan homogenitas yang baik. Uji pH pada F1, F2 dan F3 berturut-turut 6,4; 6,4 dan 6,5. Uji daya sebar pada ketiga formula didapatkan rata-rata daya sebar F1, F2 dan F3 yaitu 3,5 cm, 4,8 cm dan 6,3 cm. Uji daya lekat pada ketiga formuladidapatkan rata-rata F1, F2 dan F3 yaitu 6,27 detik, 3,83 detik dan 3,52 detik. Berdasarkanhasil dapat disimpulkan semua formula mempunyai homogenitas dan pH yang memenuhisyarat. Daya sebar yang memenuhi syarat adalah F3 dan uji daya lekat memenuhi syaratuji syarat adalah F1.
Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Obat di Apotek Sumber Sehat Yogyakarta Edy Suprasetya; Muhtaria; Haryo Nugroho
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, No.2, November 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.73 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i2.68

Abstract

Apotek merupakan lini terdepan dalam pelayanan langsung oleh tenaga kefarmasian kepadamasyarakat yang membutuhkan pelayanan obat. Untuk memberikan pelayanan farmasi yang baik danbenar, tenaga kefarmasian hendaklah selalu meningkatkan pengetahuan tentang pelayanan kefarmasiantermasuk pelayanan obat kepada pasien. Kepuasaan merupakan fungsi dari kinerja dan harapan jikakinerja dibawah harapan maka konsumen tidak puas dan konsumen akan sangat puas jika kinerjanyamelebihi harapan .Kepuasaan konsumen menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari mutupelayanan kesehatan yang diberikan apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasanpelayanan obat yang didapatkan di Apotek Sumber Sehat Yogyakarta terhadap harapan dan persepsikonsumen, kemudian hasilnya dilakukan uji apakah ada hubungan antara kinerja dan harapan dengankepuasan konsumen. Pengambilan data penelitian ini dilakukan dengan total sampling terhadapkonsumen Apotek Sumber Sehat Yogyakarta, responden diambil secara acak dan berseda mengisikuisioner.Hasil penelitian menujukkan bahwa 80 responen menyatakan harpan akan pelayanan yangbagus sebesar 86,78% dan persepsi 88%. Kesimpulan tingkat kepuasan konsumen tentang pelayananobat di apotek sumber sehat yogyakarta berdasarkan data harapan dan persepsi konsumen dapat dikataknpuas dengan pelayanan apotek.
Survey Keberhasilan Implementasi Teknologi Sistem Informasi Kesehatan Barupada Perawat sebagai Pengguna di Rumah Sakit Permata Bunda Wahyu Joko Pamungkas; Sri Bintang Pamungkas; Aglita Janis Rupita
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, No.2, November 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.142 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i2.69

Abstract

Semakin banyak teknologi baru yang tersedia dalam asuhan keperawatan yang dapatmeningkatkan kualitas asuhan, mengurangi biaya, atau meningkatkan kondisi kerja. Namun,efek tersebut hanya dapat dicapai jika teknologi digunakan sebagaimana mestinya. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang faktor penentuyang mempengaruhi keberhasilan pengenalan teknologi baru seperti yang dipersepsikan olehstaf perawat. Sampel penelitian ini adalah staf perawat yang representatif secara nasional (sudahteregistrasi ners), di antaranya 93 (83%) menyelesaikan kuesioner survei tentang pengalamanmereka dengan teknologi yang baru diperkenalkan. Peserta adalah perawat yang bekerja dirumah sakit di wilayah kabupaten Banyumas. Hasil yang didapatkan adalah setengah dariresponden dihadapkan pada pengenalan teknologi baru dalam tiga tahun terakhir. Hanyasetengah dari mereka yang menilai pengenalan teknologi sebagai hal yang positif. Faktor yangpaling sering disebut sebagai penghambat penggunaan aktual terkait dengan (jenis) teknologi itusendiri, seperti malfungsi, kemudahan penggunaan, relevansi bagi pasien, dan risiko bagipasien. Selanjutnya staf perawat menekankan pentingnya strategi inovasi yang memadai.
Pola Peresepan Analgetik Di Apotek Kimia Farma No. 64 Yogyakarta Tahun 2019 Aglita Janis Rupita
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, No.2, November 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.696 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i2.70

Abstract

Pemilihan obat analgetik untuk mengurangi rasa nyeri harus tepat agar tercapai efek terapiyang diinginkan. Pola resep yang salah pada analgetik juga sering mengakibatkan efek samping daninteraksi obat yang menyebabkan reaksi obat yang serius dan merugikan. Penelitian bertujuan untukmengetahui pola peresepan analgetik meliputi golongan analgetik, jenis obat, jenis analgetikberdasarkan generik non generik,kombinasi analgetik , dan interaksi analgetik di Apotek KimiaFarma no.64 Yogyakarta tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif denganpengambilan data secara retrospektif. Sampel penelitian adalah resep analgetik sebanyak 155 lembarresep. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitiandisajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Sebanyak 43,37% peresepan golongan analgetik asamfenilasetat, jenis analgetik diklofenak 43,37%, peresepan analgetik non generik 64,24% analgetiktungal 92,90% serta tidak ditemukan interaksi 100%. Pola peresepan analgetik di Apotek KimiaFarma No. 64 Yogyakarta tahun 2019 paling banyak diresepkan berdasarkan golongan analgetikyaitu golongan Asam Fenilasetat jenis obat diklofenak peresepan analgetik tunggal non generik dantidak ditemukan adanya interaksi dalam satu resep berdasarkan MIMS 2016.
PERANCANGAN USER INTERFACE SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS DI BAGIAN PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN Rina Yulidaa
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.172 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.71

Abstract

Pemanfaatan Teknologi Informasi menjadi salah satu infrastruktur yang penting dalampelayanan jasa kesehatan kepada pasien. Banyaknya permasalahan yang terjadi dilapangandalam pelayanan admnistrasi pendaftaran kususnya pendaftaran pasien rawat jalan contohnyaadalah masih bersifat manual, pencatatan rekam medik yang dilakukan dengan cara mencatatpada kartu rekam medik, sehingga terjadi human error, pencarian data rekam medik yangmemakan waktu lama dan pencatatan laporan penyakit yang terkadang kurang akurat. Selaindata medik pasien, penyakit seorang yang diderita oleh pasien sangatlah bermacam-macamdan obat yang diberikan kepada setiap pasien ada yang sama dan ada pula yang berbeda Daripermasalahan tersebut muncul suatu gagasan untuk merancang user interface sistem informasirekam medis di bagian pendaftaran, yang akan dapat membantu pasien melakukan pedaftaranpasien rawat jalan secara elektronik dan cepat dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
Kualitas Hidup Penderita Hipertensi di Apotek Mercusuar Kaliwiro Wonosobo Teguh Uji Sungkowo; Rachma Greta Putri; Dyah Aryani Perwitasari
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.436 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.72

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya kematian akibat penyakit tidak menular didunia.Kondisi hipertensi dengan ataupun tanpa komplikasi pada akhirnya akan menimbulkan ketidaknyamanan danmempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kualitashidup penderita hipertensi.Penelitian dilakukan dengan metode cross sectional, dengan mengkaji data dari pengisiankuesioner dan formulir data karakteristik kesehatan oleh responden.Penelitian ini berdasarkan Etichal ClearanceNo.2315/B.1/KEPK-FKUMS/VIII/2019 dariKEPK FK-UMS tanggal 03 Agustus 2019. Penelitian dilakukanterhadap 69 penderita hipertensi yang berkunjung di Apotek Mercusuar Kaliwiro Wonosobo periode Agustus – September 2019. Kualitas hidup diukur menggunakanThe Indonesian EQ-5D-5L Value Set. Data dianalisismenggunakan software SPSS. Gambaran sebaran tingkat hipertensi responden dalam penelitian ini adalah hipertensitingkat 1 (15,94%), hipertensi tingkat 2 (33,3%), hipertensi tingkat 3 (37,68%), dan hipertensi sistolik terisolasi(13,04%). Nilai rerata utility 0,83426±0,145946 dan nilai rerata EQ-VAS 81,74±10,841. Proporsi masalah kesehatantertinggi dilaporkan dalam dimensi rasa nyeri/tidak nyaman ( 69,57%),dan terendah adalah perawatan diri(5,80%). Dari 69 responden terdapat 17,39% yang melaporkan tidak ada masalah kesehatan pada semua dimensi dengan nilaiindeks 1,000.
Pengembangan Makanan Tape dengan Bahan Dasar dari Biji Buah Nangka (Beton) (Artocarpus heterophyllus Lam.) yang Dikombinasikan dengan Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) sebagai Obat Antidiabetes Joko Santoso; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.018 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.73

Abstract

Tape Merupakan makanan tradisional yang digemari oleh berbagai macam kalangan masyarakat dansudah menjadi kearifan lokal di Indonesia misalkan peuyem yang berasal dari bandung dan sudah menjadi iconkota tersebut. Sebagian besar tape dibuat dengan bahan baku dari singkong dan ketan. Tetapi makanan tape inidianggap sebelah mata karena tape belum diketahui manfaat dari tape tersebut dan belum terbukti secara empiris.kemajuan di bidang teknologi pangan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan biji nangka secara optimal.Biji nangka selama ini menjadi limbah di beberapa kalangan masyarakat sehingga biji nangka ini dapat diolahmenjadi tape. Biji nangka mempunyai kandungan kimia yaitu karbohidrat dan protein. Daun kelor mempunyaikandungan kimia yaitu flavonoid, vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat untuk obat diabetes. Sehinggapeneliti tertarik untuk mengembangkan makanan tape dengan berbahan baku biji buah nangka (beton)dikombinasikan dengan daun kelor sehingga bermanfaat untuk kesehatan. Tujuan : Menciptakan danmengembangkan produk kearifan lokal Indonesia terhadap makanan tape dengan berbahan baku biji nangkayang dikombinasikan dengan daun kelor sebagai obat antidiabetes dibuktikan secara empiris. Metode penelitianeksperimental pre-post test control group design loboratories. Penelitian ini mempunyai TKT (Tingkat KesiapanTeknologi) tingkat 3 karena masih dalam tahapan pengembangan secara laboratorium dan siap menuju ke TKTlebih tinggi dan siap untuk menuju ke prototipe. Hasil : Tape biji nangka memiliki tekstur semi padat, aromatikdan rasa manis.Kesimpulan : Biji nangka bisa diolah menjadi makanan tape dan memiliki tekstur yang semipadat, aromatis dan rasanya manis serta memiliki kandungan protein yang tinggi yaitu 5,57% dan dapatbermanfaat sebagai obat Diabetes Melitus tipe 2.
DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) SEBAGAI OBAT GANGGUAN GINJAL PADA TIKUS WISTAR YANG DIBERI CISPLASTIN Edy Suprasetya
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.646 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.74

Abstract

Daun sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fsb.) merupakan tanaman yang secara empiris dapatdigunakan untuk mengobati gangguan ginjal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efeknefroprotektif ekstrak etanol daun sukun daun sukun pada tikus putih jantan galur wistar yangdiinduksi dengan cisplastin terhadap parameter fungsi ginjal seperti BUN, Ureum dan KreatininPenelitian ekperimental menggunakan tikus putih jantan galur wistar 20 ekor, berat badan 150-250 g.Kelompok normal (+) diberi CMC-Na P.O. Kelompok kontrol (-)induksi cisplastin 60 mg/M2 I.P.Kelompok dosis I, II, III dengan EEDS50 mg/kgBB,100mg/kgBB dan 200mg/kgBB P.O. Pemberian daun sukun pada ketiga kelompok dosis menunjukkan efek memperbaiki ginjal. Hasil uji Kruskall-Wallis didapat nilai p=0,009 (<0,05) BUN dan ureum, yang artinya terdapat perbedaan signifikan pemberian ekstrak daun sukun dalam penurunan kadar BUN dan ureum. Pada kreatinin nilai p=0,134 >0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan untuk kadar kreatinin.
Faktor Penghambat Penerapan SIMRS di RSU Mitra Paramedika Yogyakarta Berdasarkan Diagram Fishbone Anugrah Prasetyo Aji; Noveza Darhayati; Harinto Nur Seha
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.858 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.75

Abstract

Berdasarkan PERMENKES 82 tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS),rumah sakit diwajibkan menjalankan SIMRS. SIMRS sangat diperlukan bagi rumah sakit dalam memberikanpelayanan kepada pasien. Berdasarkan Studi pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Mitra ParamedikaYogyakarta pada tanggal 16 April 2019, rumah sakit tersebut sudah menerapkan SIMRS, tetapi dalam penerapannyabelum diimplementasikan di semua unit atau instalasi di rumah sakit. Tujuan Penelitian adalah mengetahui analisisfaktor penghambat dalam penerapan SIMRS di Rumah Sakit Umum Mitra Paramedika dengan menggunakandiagram fishbone. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatankualitatif, dengan melakukan wawancara dan observasi dan dianalisis dengan diagram fishbone di tinjau dari aspekman, money, material, machine, method. Hasil dari penelitian adalah faktor penghambat dilihat dari sumber dayamanusia (man), belum mencukupi sumber daya manusia, kurangnya pemahaman tentang SIMRS. Rancangan dana(money) yang ada masih belum mencukupi untuk pengadaan, penyusutan dan pelatihan SIMRS. Cara (methode), diunit atau instalasi belum terdapat SOP (Standar Operasional Prosedur). Alat (meachine) yang digunakan masihkurang memadai dan kurang mencukupi. Bahan (material), program belum sesuai dengan kebutuhan pengguna,SIMRS kurang update, koneksi jaringan yang masih kurang optimal. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sumberdaya manusia yang tersedia belum mencukupi, kurangnya anggaran dana dalam pengembangan SIMRS, belumsemua unit terdapat SOP SIMRS, dan jumlah komputer yang kurang.

Page 4 of 18 | Total Record : 173