cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 173 Documents
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BAWANG PUTIH ( Allium Sativum L) TERHADAP Staphylococcus aureus Ratih Purwanti; Edy Suprasetya; Ida Kurniawati
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.87

Abstract

Fenomena resistensi bakteri terhadap antibiotik saat ini menjadi masalahutama dalam dunia kefarmasian. Hal ini menyebabkan antibiotik menjadi kurang efektif dalampengobatan. Bawang putih (Allium sativum L) secara tradisional telah dikenal sejak lama sebagaiantibiotik dan banyak digunakan sebagai alternatif pengobatan alami dari beberapa penyakitkarena infeksi. Senyawa yang berperan sebagai antibakteri yang terkandung dalam bawangputih adalah allisin, alkaloid, saponin dan tanin. Bakteri Staphylococcus aureus merupakanbakteri gram positif penyebab penyakit seperti bisul, jerawat, pneumonia, meningitis danarthtritis.Tujuan : Mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih sebagai antibakteri terhadapbakteri Staphylococcus aureus. Metode Penelitian : Penelitian Eksperimental dengan desainPost Only Control. Bawang putih (Allium sativum L) diekstrak dengan metode maserasi denganpelarut etanol. Ekstrak etanol bawang putih dibuat dengan variasi konsentrasi 25%, 50%, 75%dan 100%. Akuadest digunakan sebagai kontrol. Kemudian diamati daya hambatnya terhadapbakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram. Hasil : Pada konsentrasi 25%, zonahambat bakteri yang dihasilkan sebesar 0,826 cm, konsentrasi 50% sebesar 0,836 cm,konsentrasi 75% sebesar 0,896 cm, dan konsentrasi 100% adalah 1,028 cm.Kesimpulan : Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih mempunyai aktivitas anti bakteriterhadap S. Aureus. Semakin besar konsentrasi ekstrak, aktivitasnya juga semakin besar.
Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Abortus di Klinik Pratama Amanda Gamping Sleman Yogyakarta Tahun 2018 Roswita Jenina Mema; Amalina Tri Susilani
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.415 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i1.88

Abstract

Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 Angka Kematian Ibu (AKI) yangberkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Indonesia memilikiAngka Kematian Ibu (AKI) yang masih tergolong tinggi di antara negara-negara ASEAN. Asia Tenggaramemiliki kasus abortus tertinggi, sebesar 39 per 1000 Wanita Usia Subur Indonesia merupakan negara dengankejadian abortus tertinggi di Asia Tenggara, Angka kematian ibu dan Anak (AKI). Tujuan penelitian ini adalahdiketahuinya faktor-faktor penyebab terjadinya abortus di Klinik Pratama Amanda. Metode penelitian adalahdeskriptif kuantitatif dengan tekhnik pengambilan sampel dengan cara total sampel, instrumen penelitian beruparekam medis, data sekunder. Analisa data menggunakan analisa Univariat.. Hasil penelitian menunjukkanabortus dari faktor usia beresiko > 35 tahun sebesar (53,41%), pada paritas >3 kali sebesar (62,79%) dan faktorjarak kehamilan >5 tahun sebesar (46,51%). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor penyebab terjadinyaabortus di Klinik Pratama Amanda sebagian besar pada usia >35 tahun, Paritas > 3 kali dan jarak kehamilan >5tahun.
Social Networking System sebagai Media Promosi Kesehatan Reproduksi Remaja di Yogyakarta Harpeni Siswatibudi
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.145 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i1.90

Abstract

Promosi Kesehatan pada sasaran dengan usia muda perlu mendapatkan perhatian lebih,khususnya tenntang kesehatan reproduksi remaja, dalam hal ini promosi kesehatan tatanan dilingkungan komunikasi. Oleh karena itu promosi kesehatan dengan mengembangkan mediayang tepat sasaran akan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keseimbangan keputusan bagiremaja itu sendiri. Mengingat perkembangan teknologi dan karakteristik remaja, makakomunikasi virtual melalui social networking system (salah satunya adalah jejaring socialFacebook) dapat dimanfaatkan sebagai media promosi kesehatan reproduksi remaja.Diketahuinya peran media teknologi social networking system dalam promosi kesehatanreproduksi remaja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Untuk mencapai tujuanpenelitian, penelitian ini dirancang dengan jenis rancangan penelitian quasi eksperimen, denganmenggunakan kelompok kontrol dan kelompok eskperimen (kelompok perlakuan), namun tidaksecara acak memasukkan (nonrandom assignment) responden untuk masing-masing kelompoktersebut. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai dengan September 2015.
Hubungan Kualitas Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan dengan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan di Puskemas Kasihan I Kabupaten Bantul Muhamad Syarifudin; Ahmad Yani Noor; Haryo Nugroho
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.441 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i1.91

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan tidak senantiasa dipelihara dan ditingkatkan, besar kemungkinan jumlahpasien akan menyusut. Faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan akanmempengaruhi jumlah kunjungan. Apabila pasien tidak puas misalnya karena menunggu terlalu lama,“provider” yang kurang ramah, keterampilannya juga kurang, akan membuat pasien kecewa. Berdasarkan studipendahuluan yang dilakukan oleh peneliti kepada staf rekam medis Puskesmas Kasihan I Bantul, bahwa pernahada komplain dari pasien BPJS karena pelayanan TPPRJ yang cenderung lama. Masalah ini juga pernahditemukan langsung oleh peneliti, pasien yang mengeluh dan komplain terhadap pelayanan dibagian pendaftaranpasien rawat jalan ketika penulis melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Puskesmas Kasihan I Bantul.Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan kualitas pelayanan pendaftaran rawat jalan dengan tingkatkepuasan pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Kasihan I Kabupaten Bantul. Jenis penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel denganteknik purpossive sampling yang berjumlah 100 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakankuisioner. Hasil penelitian ini adalah pada kualitas pelayanan sebagian besar responden memiliki jawaban baikyaitu 49 responden, tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan menunjukan sebagian besar responden memilikijawaban puas yaitu 54 responden. Hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kualitaspelayanan pendaftaran dengan tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan. Kesimpulan penelitian ini adalahtingkat kepuasan menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki jawaban puas dengan kualitaspelayanan ditempat pendaftaran pasien rawat jalan Puskesmas Kasihan I Bantul.
GAMBARAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI KLINIK PRATAMA BHARA MEDIKA KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH Susanto; M. Juang Saputra
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.92

Abstract

Keselamatan pasien saat ini menjadi perhatian utama dalam berbagai pelayanan kesehatan.Setiap langkah dalam proses pemberian pelayanan pada tingkatan fasilitas kesehatan apapunmengandung resiko akan terjadinya kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan. Telahbanyak penelitian dilakukan terkait masalah keselamatan pasien di seluruh penjuru dunia.Namun sebagian besar besar masih berfokus pada penelitian keselamatan pasien dalam wilayahpelayanan kesehatan di rumah sakit, begitupun program dan kebijakan yang di keluarkan padasuatu negara. Sedangkan penelitian terkait keselamatan pasien yang berfokus pada pelayanankesehatan primer masih sangat sedikit. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran budayakeselamatan pasien sebelum menghadapi akreditasi di klinik pratama Bhara Medika Purworejo.Metode: Penelitian kuantitatif, cross sectional. Data diperoleh dari kuesioner versi medical officedan dianalisis secara deskriptif menggunakan software workbook Medical Office Survey ExcelTool versi 5.4 yang juga dikeluarkan oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ).Hasil: Dari 15 responden yang penelitian ini, berasal dari semua sektor organisasi pelayananklinik (medis, paramedis, staf administratif, manajerial, non-medis). Masa kerja terbanyak(47%) responden adalah di antara satu hingga kurang dari tiga tahun. Dan waktu kerja dalamseminggu sebanyak 73% masih di bawah 41 jam. Dari 12 dimensi budaya keselamatan pasien,dimensi kerja sama tim dan pelayanan pasien yang berkelanjutan mendapatkan respon positifyang tertinggi (97%). Dan hanya dimensi pembelajaran berorganisasi yang mendapat responpositif paling sedikit (64%). Hasil yang didapatkan dari responden juga tidak berbeda jauhdengan database yang dikeluarkan oleh AHRQ dari 2.437 kantor medis pada tahun 2017.Kesimpulan: Hampir seluruh dimensi patient safety culture di klinik Bhara Medika termasukmendapat respon positif di atas 50%. Dan Dimensi pembelajaran tekanan dalam bekerja danritme pekerjaan, dan juga dimensi proses kerja dan standardisasi masih harus menjadiperhatian bagi klinik Bhara Medika karena mendapatkan respon positif terendah.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG JENIS PELAYANAN DAN MANFAAT JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KELURAHAN PURBAYAN KECAMATAN KOTAGEDE YOGYAKARTA Hari Kurniawan
Jurnal Permata Indonesia Volume 9, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.657 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v9i1.93

Abstract

Asuransi memegang peranan penting dalam memberikan kepastian proteksi bagi manusia. Asuransi kesehatan di Indonesia merupakan jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iurannya atau dibayar oleh pemerintah. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah badan yang ditunjuk untuk menyelenggarakan JKN. Pengetahuan masyarakat akan manfaat dan jenis layanan kesehatan JKN, penting untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan program JKN. Tujuan : Diketahuinya tingkat pengetahuan masyarakat tentang jenis pelayanan dan manfaat Jaminan Kesehatan Nasional. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif diskriptif. Analisis Deskriptif digunakan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Untuk data numerik digunakan nilai mean atau rata-rata, median dan standar deviasi. Katerwakilan populasi dilakukan dengan pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer, dilakukan dengan penyebaran koesioner. Penelitian dilakukan di wilayah Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta, pada bulan April sampai dengan bulan Juni tahun 2016. Hasil Penelitian : Tingkat pengetahuan masyarakat tentang jenis pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional yaitu baik berjumlah 0 (0%) responden, cukup berjumlah 83 (83%) responden, dan kurang berjumlah 17 (17%) responden. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang manfaat Jaminan Kesehatan Nasional yaitu baik berjumlah 30 (30%) responden, cukup berjumlah 60 (60%) responden, dan kurang berjumlah 10 (10%) responden. Kesimpulan Tingkat pengetahuan masyarakat tentang jenis pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional di Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta, berdasarkan hasil penelitian menunjukan hasil terbesar dengan katagori cukup sebesar 83%. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang manfaat Jaminan Kesehatan Nasional di Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta, berdasarkan hasil penelitian menunjukan hasil terbesar dengan katagori cukup sebesar 60%.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MENOPAUSE DENGAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENOPAUSE DI KELURAHAN JIWO WETAN KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN Dwi Ratnaningsih; Dyan Novita sari
Jurnal Permata Indonesia Volume 9, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.95 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v9i1.94

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2025 jumlah wnaita berusia tua akan meningkat dari 107 juta menjadi 373 juta. Sekitar 12 milyar wanita akan mencapai usia 50 tahun 2030 dan 80% diantaranya berada di Negara berkembang, pertumbuhan populasi wanita menopause sendiri sebesar 3% dinegara berkembang dan 1% dinegara maju. Tujuan Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang menopause dengan persiapan menghadapi menopause di Kelurahan Jiwo Wetan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten.Metode penelitian :Penelitian menggunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2015 dengan ubyek penelitian ibu berusia 40-45 tahun. Sebagian populasi diambil sebagai sampel dengan metode random sampling sebanyak 84 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data dengan uji statistik spearman rank menggunakan program komputerisasi program SPSS.VHasil Penelitian : Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang menopause dengan persiapan menghadapi menopause di Kelurahan Jiwo Wetan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten yang ditunjukan oleh nilai rho hitung sebesar 0,089, sehingga nilai rho hitung > rho tabel (0,094> 0,422).Tingkat pengetahuan ibu tentang menopause termasuk dalam kategori kurang yaitu 48 (57,1%), sedangkan persiapan menghadapi menopause termasuk dalam kategori tidak siap 47 (56%). Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang menopause dengan persiapan ibu menghadapi menopause di Kelurahan Jiwo Wetan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten.
ANALISA STRATEGI DAN DAMPAK STRATEGI MANAJEMEN RUMAH SAKIT AKIBAT SELISIH UNIT COST TINDAKAN SECTIO CAESARIA DENGAN TARIF INA CBGs DI RSKIA. X. Wahyu Joko Pamungkas
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.95

Abstract

Dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah diatur pola pembayarankepada fasilitas kesehatan tingkat lanjutan adalah dengan INA-CBG’s sesuai dengan PeraturanPresiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Tarif dari penetapan pemerintahini, pada beberapa jenis pelayanan nilainya tidak sesuai dengan unit cost pelayanan yang adadirumah sakit. Salah satunnya adalah pelayanan Sectio Caesarea. Melakukan Analisa terhadapstrategi manajemen rumah sakit dalam menghadapi permasalahan selisih unit cost tindakansectio caesaria dengan tarif INA CBG’s.dan melakukan analisa terhadap dampak yang timbulakibat strategi manajemen rumah sakit dalam menghadapi permasalahan selisih selisih unit costtindakan sectio caesaria dengan tarif INA CBG’s.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkualitatif dengan menggunakan pendekatan rasionalistik. Dengan fenomena yang ada dalampenelitian ini, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode deskriptifhanyalah memaparkan situasi atau peristiwa. Penelitian dengan metode ini tidak mencari ataumenjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. Dengan adanya selisihunit cost tindakan sectio caesaria dengan tarif INA CBG’s, Manajemen RSKIA.X melakukanlangkah-langkah dan strategi manajerial untuk mengatasi selisih nilai tersebut. Selama periodeobservasi 2013-2017 , RSKIA.X melakukan 4 Strategi Utama dan terjadi dampak utama, yaitu :Strategi Iur Biaya Total , terjadi dampak hukum berupa Surat Teguran Pertama dari BPJS,Strategi Penyesuaian Proporsi antara Biaya dan Tarif INA CBG’s Tanpa Iur Biaya terjadi dampakdefisit keuangan, keselamatan pasien terganggu, Stabilitas kepegawain turun, Strategi Iur BiayaTotal terjadi dampak hukum berupa Surat Teguran Kedua, Strategi Iur Biaya Terkendali terjadidampak defisit keuangan terkendali, Stabilitas kepegawain turun namun masih terkendali.Selisih unit cost tindakan sectio caesaria di RSKIA. X dengan tarif INA CBG’S membuatmanajemen rumah sakit harus membuat strategi untuk dapat mengatasi selisih negatif yangterjadi. Pada setiap strategi yang dilakukan oleh manajemen RSKIA. X mempunyai dampak danresiko yang bervariasi, dampak hukum, dampak medis, dampak resiko keselamatan pasien, dandampak finansial dll.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN BERAT BADAN BAYI UMUR 6-12 BULAN DI PUSKESMAS MLATI I SLEMAN YOGYAKARTA Rizka Agnes; Gianni Chelsia
Jurnal Permata Indonesia Volume 9, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.706 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v9i1.96

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi status gizi anak balita berstatus kurang gizi (BB/U) di Indonesia masih sebesar 19,6% dan terjadi peningkatan dibandingkan pada tahun 2010. Di Provinsi D.I Yogyakarta, prevalensi balita dengan status kurang gizi dan gizi buruk berjumlah 42,907 (16,2%). Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti frekuensi pemberian makanan pendamping ASI, jenis makanan pendamping ASI, porsi permberian dan cara pemberian yang tentunya sangat mempengaruhi status gizi bayi, terutama pada berat badan bayi. Kecukupan gizi pada anak bisa terlihat dari pertumbuhan fisiknya yang normal. Pertumbuhan yang paling umum dilihat adalah dari berat badan bayi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada tanggal 16 Februari 2016, dengan wawancara mengenai pengertian MP-ASI, manfaat MP-ASI, tujuan MP-ASI, pola pemberian MP-ASI, dan jenis-jenis MP-ASI. 1 diantara ibu masih belum bisa memahami tentang pengertian MP-ASI dan manfaat MP-ASI. Dari keseluruhan ibu tersebut tidak mengetahui tentang bagaimana pola pemberian MP-ASI pada bayi mereka secara benar. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang makanan pendamping ASI dengan berat badan bayi umur 6-12 bulan di Puskesmas Mlati 1 Yogyakarta Tahun 2016. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 316 ibu yang memiliki bayi, sampel berjumlah 76 ibu yang memiliki bayi, pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk data primer dan KMS untuk data sekunder. Metode analisa data dengan menggunakan uji Spearmank rank. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian yang didapat sebagian besar responden berada pada rentang usia 20-30 tahun yaitu 61 (80,3%) dan memiliki pendidikan menengah sebanyak 57 (75%), sebagian besar ibu memiliki pengetahuan tentang makanan pendamping ASI dalam kategori cukup sebanyak 51 (67,1%) dan memiliki bayi dengan berat badan cukup yaitu sebanyak 59 (77,6%). Tingkat pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI mempunyai hubungan yang signifikan dengan berat badan bayi umur 6-12 bulan yang ditunjukkan dari nilai sig 0,034<0.05. Kesimpulan : Ada Hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang makanan pendamping ASI dengan berat badan bayi 6-12 bulan.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam.) SEBAGAI ANTIDIARE PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI DENGAN MINYAK JARAK (Oleum Ricini) Joko Santoso; Desi Fibri
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.383 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.97

Abstract

Latar Belakang : Daun Nangka adalah tanaman yang berpotensi sebagai obattradisional antidiare. Golongan senyawa aktif yang teridentifikasi dalam daun nangkaantara lain flavonoid, saponin dan tanin. Senyawa tanin bersifat sebagai astringent,mekanisme tanin sebagai astringen adalah dengan menciutkan permukaan usus atau zatyang bersifat proteksi terhadap mukosa usus dan dapat menggumpalkan protein. Diaremerupakan penyakit yang memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia. Tujuan :Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah daun nangka memiliki efek antidiare.Serta mengetahui dosis yang efektif untuk menghentikan diare. Metode : Penelitian inimerupakan penelitian eksperimental. Penelitian eksperimental adalah penelitian yangdilakukan dengan pengamatan atau perlakuan. Penelitian ini menggunakan pendekatanpost only control group design. Variable bebas yang di gunakan pada penelitian ini adalahmencit jantan usia 2 – 3 bulan dengan berat badan 20 – 25 g. Variabel terikat yangdigunakan pada penelitian ini adalah konsistensi feses dan frekuensi diare.Pengumpulan data menggunakan pengamatan untuk melihat konsistensi feses danfrekuensi diare yang dihasilkan 15 menit. Hasil Penelitian : Dosis ekstrak daun nangka500mg/kgBB lebih efektif dalam mengatasi diare pada mencit jantan yang diinduksidengan minyak jarak (oleum ricini) dibandingan ekstrak daun nangka 250mg/kgBB danekstrak daun nangka 375mg/kgBB. Kesimpulan : Ekstrak daun nangka efektifdigunakan untuk antidiare pada kelompok III (ekstrak daun nangka 500mg/kg BB)

Page 6 of 18 | Total Record : 173