cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 173 Documents
Uji Stabilitas Sediaan Salep Ekstrak Bawang Putih Jarot Yogi Hernawan; Hari Kurniawan; Ayu Puji Lestari
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.867 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.76

Abstract

Bawang Putih (Allium Sativum) merupakan tumbuhan yang banyak dibudidayakan olehmasyarakat. Bawang putih mengandung minyak atsiri, yang bersifat anti bakteri dan antiseptik. Sediaan salep yang baik memiliki komposisi basis dan zat aktif yang sebanding. Salahsatu alternative dalam upaya penanganan eksim yaitu dengan pemberian ekstrak dari tanamanherbal seperti bawang putih (Allium sativum) karena mengandung allicin, kalsium, belerang,protein, lemak, fosfor dan besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula yang palingbaik dari salep ekstrak bawang putih (Allium sativum ) dengan bobot basis vaselin albumyang berbeda yaitu FI (10 g), FII (15 g), dan FIII (20 g) serta menguji stabilitas fisik salepekstrak bawang putih yang meliputi uji homogenitas, uji daya rekat, dan uji daya sebar.Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental. Formula dibuat dengan bobot basisvaselin album 10 g, 15 g, dan 20 g. Padasetiap formula dilakukan uji stabilitas fisik(homogenitas, daya rekat, dan daya sebar). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa secara statistika dengan one way anova. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pada masing-masing formula. Salep FI homogen, memiliki daya rekat 4,17 detik, dan daya sebar 3,20 cm. Salep FII homogen, memiliki daya rekat 3,41 detik, dan daya sebar 3,30 cm. Salep FIIIhomogen, memiliki daya rekat 2,13 detik, dan daya sebar 3,43 cm. Kesimpulan penelitian iniberdasarkan hasil uji homogenitas, ketiga formula sudah memenuhi syarat homogenitas salepyang ditinjau secara visual (Bebas dari partikel-partikel yang masih menggumpal dan warnatercampur merata). Berdasarkan hasil uji daya rekat, dari ketiga formula hanya formula Iyang memenuhi syarat daya rekat salep yang baik dengan waktu 4,17 detik Karena syaratdaya rekat salep yang baik memiliki daya rekat yang tidak kurang dari 4 detik. Berdasarkanhasil uji daya sebar, ketiga formula tidak memenuhi syarat daya sebar salep karena memilikidiameter yang tidak sesuai dengan standar yang ditentukan yaitu 5-7 cm.
Pengaruh Karakteristik Pasien terhadap Adverse Drug Reactions di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Like Efriani; Annisa; Setiyati Jatiningsih; Dyah Aryani Perwitasari
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.784 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.77

Abstract

Adverse Drug Reactions adalah respon obat yang berbahaya yang tidak diinginkan dan terjadi pada dosis yang biasanya digunakan untuk profilaksis, diagnosis, atau terapi penyakit atau modifikasi fungsi fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik pasien terhadap adanya kejadian Adverse Drug Reactions di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Rancangan penelitian ini adalah prospektif kohort pada pasien rawat inap bangsal penyakit dalam kelas III RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dengan menggunakan kuisioner Naranjo scale untuk melihat kemungkinan terjadinya Adverse Drug Reactions. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif univariat. Terdapat 53 subyek yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 53 jumlah subyek yang didapatkan dibagi menjadi 4 berdasarkan skoring Naranjo scale dengan hasil pasien bukan Adverse Drug Reactions sebanyak 9 subyek (17.0%), kemungkinan Adverse Drug Reactions sebanyak 35 subyek (66.0%), kemungkinan besar Adverse Drug Reactions sebanyak 2 subyek (3.8%), dan pasti Adverse Drug Reactions sebanyak 7 subyek (13.3 %). Sampel didominan oleh pasien perempuan 33 subyek (62,3%) dengan usia paling banyak 35-65 tahun 46 subyek (86.79%), lama dirawat dirumah sakit > 5 hari sebanyak 29 subyek (54,7%), Jumlah obat yang diterima >5 obat sebanyak 36 (67,9%) memiliki potensi Adverse Drug Reactions lebih besar. Antibiotika paling berpotensi menimbulkan pasti Adverse Drug Reactions sebanyak 3 subyek (5,7%) dibandingkan obat golongan lainnya. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat 7 kasus subyek yang mengalami pasti ADR. Obat antibiotika paling berpotensi besar menimbulkan pasti ADR di bangsal penyakit dalam kelas III Rumah Sakit Dr. M. Yunus Bengkulu.
Analisa Kualitatif Zat Warna Rhodamin B pada Lipstik dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis Mursyidah; Ratih Purwanti; Hanita Christiandari
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.434 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.78

Abstract

Masalah yang muncul dibalik peredaran produk kosmetik adalah penggunaan bahan berbahaya yangdapat mengganggu kesehatan konsumen. Menurut BPOM produk kosmetik yang mengandung bahan berbahayasalah satunya adalah lipstik yang mengandung pewarna Rhodamin B, merupakan pewarna sintetis yang seringdisalahgunakan menjadi pewarna kosmetik dan makanan serta dapat menyebabkan kanker (karsinogenik) biladigunakan dalam jangka waktu yang lama. Tujuan Penelitian ini untuk mengidentifikasi zat warna Rhodamin Bpada lipistik yang beredar di pasar “Sunday Morning”Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.Identifikasi Rhodamin B dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Eluen yang digunakan yaitueluen n- butanol, etil asetat dan amoniak ( 55 : 20 : 25 ). Sampel diambil menggunakan teknik Random sampling.Hasil identifikasi Rhodamin B menggunakan Kromatografi Lapis Tipis menunjukkan bahwa terdapat 5 sampeldari 13 sampel teridentifikasi positif mengandung Rhodamin B yang ditandai dengan nilai Rf sampel dan warnabercak secara visual dan sinar UV 254 nm, yaitu pada sampel 02= 0,75, sampel 07= 0,73, sampel 10=0,75,sampel 11=0,73 dan sampel 12= 0,74. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat 5 merk lipstik yang dijualpedagang pasar “Sunday Morning” Yogyakarta positif mengandung Rhodamin B.
RESUME MEDIS DI TINJAU DARI STANDAR MIRM 15 DI RUMAH SAKIT QUEEN LATIFA Anas Rahmad Hidayat; Sugeng; Alexia Xandra
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.165 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.79

Abstract

Latar Belakang : Resume medis merupakan ringkasan dari seluruh masa perawatan dan pengobatan selamapasien mendapatkan pelayanan di rumah sakit. Ketidaklengkapan berkasresume medis merupakan masalah yangsangat penting karena dapat berpengaruh terhadap proses pelayanan yang di lakukan oleh petugas medis danmempengaruhi kualitas dari mutu pelayanan suatu Rumah Sakit. Berdasarkan survey awal bahwa ditemukanbanyaknya data berkasresume medis yang banyak tidak terisi lengkap yaitu tanda tangan dokter dan pasien sertanama terang. Tujuan : Mengetahui resume medis di Rumah Sakit Queen Latifa di tinjau dari standar MIRM15.Metode : Peneliti ini menggunakan motede campuran dengan pendekatan sekuensial eksproratori di manapeneliti terlebih dahulu dengan analisis data kualitatif yaitu dengan wawancara petugas rekam medis, perawat,dan koordinator rekam medis kemudian membentuk dan selanjutnya dengan analisis data kualitatif terhadap 69lembar resume medis. Hasil : Isi lembar resume medis di Rumah Sakit Queen Latifa yaitu indikasi pasien masukdi rawat, diagnosis, komorbiditas, tindakan/prosedur/operasi, obat yang diberikan, kondisi pasien, instruksitindak lanjut, tanda tangan dokter dan pasien serta nama terang. Pengisian lembar resume medis sudah disesuaikan dengan standar MIRM 15. Kelengkapan penulisan lembar resume medis dengan lengkap sebanyak 28berkas dengan persentase kelengkapan mencapai ( 40,58%), dan yang tidak lengkap sebanyak 41 berkas denganpersentase kelengkapan mencapai (59,42%). Penyebab ketidaklengkapan pengisian lembar resume medisdikarenakan kesibukan dokter, pasien pulang secara APS. Upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkankelengkapan pengisian resume medis yaitu dengan cara pengecekan dan pengembalian resume medis.Kesimpulan : Lembar resume medis di Rumah Sakit Queen Latifa sudah menggunakan Standar MIRM 15.Hasil persentase 40,58% yang “lengkap” sedangkan persentase 59,43% “tidak lengkap”. Penyebabketidaklengkapan penulisan lembar resume medis dikarenakan kesibukan dokter, pasien pulang atas permintaansendiri.
Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Apotek Mercusuar Kaliwiro Wonosobo Suin Rina Dewi; Nuni Ihsana; Dyah Aryani Perwitasari
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.724 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.80

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemiaatau peningkatan kadar gula darah yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.Insidensi DMT2 mencapai 90-95% dari penyakit diabetes secara umum. Salah satu luaran terapi dari suatu penyakitadalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakarakteristik pasien DMT2 dan kualitas hidupnya. Sebelum penelitian dimulai, peneliti telah mendapatkan SuratKelaikan Etik (Ethical Clearance) No.2316/B.1/KEPK-FKUMS/VIII/2019 dari Fakultas Kedokteran UniversitasMuhammadiyah Surakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitianberjumlah 73 responden diabetes melitus tipe 2 yang berkunjung ke Apotek Mercusuar Kaliwiro Wonosobo periodeAgustus sampai September 2019. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner EQ-5D-5L. Hasil penelitianmenunjukkan karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 berumur >45 tahun (80,8%), berjenis kelamin perempuan(69,9%), berstatus menikah (83,6%) dan berpendidikan rendah (75,3%). Hasil pengukuran kualitas hidup pasiendiabetes melitus tipe 2 dalam penelitian ini diperoleh nilai utility 0,85 ± 0,15 dan nilai VAS (VisualAnalog Scale) 84,38 ± 8,163. Domain rasa cemas merupakan domain yang dilaporkan memiliki banyakmasalah pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebesar 54,8%.
Faktor Penyebab Ketidaktepatan Pengodean Kasus Cedera dengan Diagram Fishbone di RS Condong Catur Sleman Yogyakarta Mustika; Ahmad Yani Noor; Harinto Nur Seha
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor2, November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.693 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i2.81

Abstract

Petugas koding harus mampu menentukan kode (ICD-10) diagnosa utama pasien dan kode penyebab luaryang tercatat dalam berkas rekam medis pasien secara tepat. Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah SakitCondong Catur Sleman Yogyakarta terhadap 25 berkas rekam medis pasien kasus cedera, didapatkan ketepatanpengodean kasus cedera sebanyak 10 (40%) berkas dan ketidaktepatan pengodean kasus cedera sebanyak 15 (60%)berkas. Sedangkan dari 25 berkas rekam medis kasus cedera, terdapat 12 berkas rekam medis disertai penyebabluarnya, dengan ketepatan pengodean penyebab luar sebanyak 1 (8,3%) berkas dan ketidaktepatan pengodeanpenyebab luar sebanyak 11 (91,7%) berkas. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor penyebab ketidaktepatanpengodean kasus cedera dengan diagram fishbone di Rumah Sakit Condong Catur Sleman Yogyakarta. Jenispenelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah penyebab ketidaktepatanpengodean kasus cedera adalah aspek man (masih merangkap tugas lain, penguasan ICD-10 penyebab luar,kemampuan menghafal kode), aspek method (pelaksanaannya belum sesuai SPO), aspek material (kronologikejadian kurang lengkap), aspek machine (SIMRS belum memfasilitasi karakter ke-4 ke-5, belum dilakukanpengembangan SIMRS) dan aspek money (belum adanya reward dan punishment). Hasil kode pengaruh terhadapinformasi yang dihasilkan guna membantu dalam memutuskan suatu keputusan untuk kemajuan rumah sakitKesimpulan penelitian ini adalah penyebab ketidaktepatan pengodean kasus cedera di Rumah Sakit Condong CaturSleman Yogyakarta yaitu dari aspek manusia, aspek metode, aspek material, aspek mesin, dan aspek money.
Efektivitas Ekstrak Daun Seledri (Apum graveilens Linn.) terhadap Diuretic Action pada Mencit (Mus musculus) sebagai Obat Hipertensi Joko Santoso
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.494 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i1.82

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kenaikan tekanan darah lebih dari 140 mmHg. Prevalansi penyakithipertensi di Indonesia mencapai 26%. Tanaman seledri merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagaimenurunkan hipertensi. Kandungan dari Seledri adalah Flavonoid dan glikosida apiin. Tujuan penelitian ini adalahdiketahuinya tingkat dosis yang efektif dari ekstrak daun seledri sebagai obat hipertensi. Metode penelitian yangdigunakan adalah eksperimental post test only control group design. Hasil penelitian ini adalah Kelompok I(Frekuensi 22 dan volume urin 6,82ml ), Kelompok II (Frekuensi 23 dan volume urin 7,96ml), Kelompok III(Frekuensi 32 dan volume urin 9,08 ), Kelompok IV (Frekuens 31 dan volume urin 8,78ml ), Kelompok V(frekuensi 9 dan volume urin 2,44ml ). Kesimpulan penelitian ini adalah Kelompok I (dosis Ekstrak daun seledri280mg) memiliki frekuensi 23 x, volume urin 6,82 dan mempunyai daya diuretic action sebesar 27,8% memilikidosis yeng efektif dibanding dengan kelompok kontrol.
PERAN KADER PKK pada PROGRAM 5NG (Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng) Dwi Ratnaningsih
Jurnal Permata Indonesia Volume10, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.41 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v10i1.83

Abstract

Peningkatan kesehatan ibu di Indonesia, yang merupakan salah satu Millenium Development Goals(MDGs), berjalan lambat dalam beberapa tahun terakhir. Masih tingginya angka kematian ibu dan anak diJawa Tengah merupakan masalah serius, sehingga membutuhkan kerja sama dari semua pihak terutamapengawasan pencanangan Program 5Ng (Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng) yang sudah di galakkan.Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena peran kader PKK yang dialami oleh subjek penelitian.Metode kualitatif mendeskripsikan peran kader PKK dasawisma di puskesmas kabupaten Magelang padaprogram 5NG. Teknik sampling non random, pendekatan purposive sample, dengan jenis sampling maximumvariation sampling. Instrumen menggunakan pedoman Diskusi Kelompok Terarah (DKT) dan pedomanwawancara mendalam yang berisi peryataan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan penjabaran cara kaderPKK dalam mengkoordinir wanita usia subur untuk memantau ibu hamil dari trimester 1 melalui tahapsosialisasi per dusun berdasar kantong-kantong persalinan, memberi tahu ibu hamil untuk segeramemeriksakan kehamilannya, memotivasi ibu hamil untuk bersalin di tenaga kesehatan, dan periksa teratursampai masa nifas. Kesimpulannya adalah peran Kader dan Tim PKK sangat mendukung dalam program 5NG dari masa kehamilan sampai masa nifas. dengan tujuan menurunkan angka kematian ibu (AKI) danangka kematian bayi (AKB).
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MISFILE BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA POLDA DIY DENGAN MENGGUNAKAN DIAGRAM FISHBONE Ahmad Yani Noor; Miskul Chaerun Nissa; Harinto Nur Seha
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.718 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.85

Abstract

Latar Belakang : Misfile merupakan berkas yang hilang, salah letak atau tidak ada di tempatseharusnya. Saat berkas mengalami misfile petugas diharuskan untuk mencari berkas hinggadapat ditemukan agar menjaga kesinambungan pelayanan yang akan diberikan karena rekammedis memuat semua pelayanan yang akan diberikan kepada pasien mulai dari pemeriksaanoleh perawat hingga diagnosis dan tindakan yang diberikan oleh dokter. Berdasarkan studipendahuluan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY didapatkan adanya permasalahan yangdijumpai yaitu sering terjadinya misfile atau salah letak berkas rekam medis yangmengakibatkan semakin lamanya pelayanan yang akan diberikan terhadap pasien.Tujuan :Mengetahui faktor penyebab terjadinya misfile berkas rekam medis di bagian filling RumahSakit Bhayangkara Polda DIY dengan menggunakan diagram fishbone. Metode : Penelitianini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dengan rancangan studikasus. Hasil Penelitian : Faktor penyebab misfile berkas rekam medis yang berpengaruh dariaspek man adalah tingkat pendidikan, tidak ada pembagian kerja disetiap unit kerja rekammedis, beban kerja petugas yang tinggi, hingga kurang ketelitian petugas dalam pengambilanberkas, aspek machine seperti penggunaan tracer yang tidak optimal dan penataan berkas dirak filling yang tidak rapi, aspek bahan yang map berkas rekam medis tidak menggunakankode warna. Faktor yang tidak menyebabkan misfile adalah berdasarkan aspek keuangan danaspek metode karena sistem penyimpanan yang menggunakan sentralisasi dan penjajaranyang sudah menggunakan Terminal Digit Filling (TDF), adanya SOP penyimpanan danpengambilan berkas rekam medis.
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Keputihan (Flour Albus) Menurut Data Pemeriksaan IVA Keliling di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah istimewa Yogyakarta Chici Riansih; J Nugrahaningtyas W Utami1
Jurnal Permata Indonesia Volume 11, Nomer 1, Mei 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.395 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v11i1.86

Abstract

Latar Belakang: Keputihan merupakan salah satu gangguan klinis yang sering dikeluhkan oleh semua wanita.Salah satu gangguan klinis dari infeksi atau keadaan abnormal alat keputihan (leukorrhea/flour albus). Keputihandapar bersifat fisiologis (normal) dan patologis (abnormal). Di Indonesia sekitar 90% wanita berpotensimengalami keputihan karena negara Indonesia adalah daerah beriklim tropis, sehingga jamur mudah berkembangyang mengakibatkan banyaknya kasus keputihan. Tujuan penelitian : mengetahui apakah adanya hubungantingkat pendidikan dengan kejadian keputihan atau flour albus menurut data pemeriksaan IVA di PerkumpulanKeluarga Berencana Indonesia (PKBI) DI Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitiananalitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakantotal sampling. Besar sampel dalam penelitian ini yaitu data yang diambil dari pemeriksaan bulan Januari-Marettahun 2019 di PKBI DIY berjumlah 92 orang. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square dengan tingkatkepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Responden yang melakukan pemeriksaan menurut data PKBI DIY sebagianbesar mengalami keputihan pada tingkat pendidikan SMP yaitu sebesar 51 orang (85,0%). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian keputihan PValue (0,003) (P<0.05). Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pendidikan dengan kejadian keputihan (FlourAlbus) menurut data pemeriksaan IVA Keliling di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DaerahIstimewa Yogyakarta.

Page 5 of 18 | Total Record : 173