cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 601 Documents
Evaluasi Kondisi Fisik dan Efektifitas Perawatan Bangunan Gedung (Studi Kasus GOR Shamrock Badminton Club) Dhurril, Dimas Farqa; Sitorus, Henni Dormensia; Mayfaliza, Yasmin; Tambunan, Tia Aprillia; Gultom, Donny Christian
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.4924

Abstract

Evaluasi kondisi fisik dan efektivitas perawatan bangunan gedung merupakan langkah penting dalam manajemen aset untuk menjaga fungsionalitas, keamanan, dan kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik dan efektivitas perawatan Gedung Olahraga (GOR) Shamrock Badminton Club di Medan. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemeriksaan visual, analisis data sekunder, pengukuran kerusakan, dan perhitungan persentase kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan pada elemen struktural dan non-struktural gedung tergolong ringan, dengan persentase kerusakan yang sangat rendah, yaitu 0,076% pada dinding, 0,011% pada lantai, dan 0,013% pada plafon. Retakan kecil ditemukan pada 10 kolom bangunan, yang meskipun tidak mengancam keselamatan secara langsung, memerlukan tindakan perbaikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan perbaikan retakan, inspeksi berkala, dan perawatan rutin untuk memastikan keandalan dan keamanan bangunan jangka panjang. Studi ini memberikan panduan praktis bagi pengelolaan fasilitas serupa dalam mempertahankan kualitas bangunan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Dengan Kebiasaan Makan dan Aktivitas Fisik pada Remaja Siswa SMA N 04 Kotabumi Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2024 Pradipta, Nadila Ajeng; Nurhartanto, Adhi; Saleh, Asep Jalaludin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.4055

Abstract

Nutritional knowledge is important for choosing foods that not only meet the body's needs but also prevent diseases. Nutritious food contains water, protein, fat, carbohydrates, as well as vitamins and minerals that are often affordable. According to Rikesdas data from 2018, it shows that among teenagers aged 15 to 19, 41% consume sweet foods, 58.43% consume sweet drinks, and 43.8% consistently consume fatty foods, high-cholesterol foods, or fried foods more than once a day. The aim is to understand how the level of nutritional knowledge, eating habits, and physical activity of students at SMA N 04 Kotabumi are interconnected. The research design uses a cross-sectional approach and is quantitative in nature. In this study, a Simple Random Sampling technique was used, and the sample consisted of 75 respondents from SMA N 04 Kotabumi. A p-value of 0.001 ( 0.05) indicates a significant association between nutritional knowledge and eating habits. Meanwhile, a p-value of 0.019 ( 0.05) shows a significant relationship between nutritional knowledge and physical activity.
Pengenalan Budaya Cuci Tangan Pakai Sabun untuk Kepedulian Kesehatan Siswa SD 050680 Padang Tualang Muhajirina, Dinda; Sintia, Tri Rahma; Salsabila, Annisa Latifah; Harahap, Faisal Halim Soritaon; Nabilah, Putri; Purba, Elsa Safitri; Susilawati, Susilawati
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.3749

Abstract

Kesehatan tangan merupakan aspek penting dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Budaya cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan terutama dalam lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi dan sosialisasi dalam membentuk kebiasaan baru di kalangan siswa terkait pentingnya mencuci tangan dengan sabun. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode partisipatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN 050680 Padang Tualang, Desa Padang Tualang, Langkat. Selain itu, guru, staf sekolah, dan orang tua juga dilibatkan sebagai responden pendukung dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan budaya cuci tangan di sekolah dasar memerlukan kolaborasi antara guru, staf sekolah, siswa, dan orang tua. Peran masing-masing pihak sangat krusial dalam memastikan keberhasilan program ini. Edukasi yang berkelanjutan, fasilitas yang memadai, dan dukungan dari semua pihak adalah kunci utama untuk membangun kebiasaan cuci tangan yang efektif di kalangan siswa.
Pelaksanaan Hidden Curriculum dalam Pembentukan Nilai-nilai Toleransi pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (di SMKN 1 Kota Serang) Rohmah, Siti; Dewi, Ratna Sari; Raharja, Reza Mauldy
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.5108

Abstract

Indonesia is one of the diverse countries with diverse religions, cultures, tribes, races, languages, and races. In this modern era, the paradigm of globalization greatly influences human nature and characteristics. Tolerance is actually not just accepting differences, but respecting each other. Tolerance is a basic element needed to realize an attitude of mutual understanding, respecting existing differences and becoming an entry point for creating conditions of harmony and dialogue between religious communities in community life. Various educational institutions accept students from various backgrounds, so this requires schools to instill the values of tolerance in all students, so that the learning process can run well. However, in reality, these things tend not to be the main focus of education in the current information era, because the ability to respect each other and recognize the diversity of students is very minimal. So, the need for a hidden curriculum in this problem. Although the existence of a hidden curriculum is not realized by students, this unplanned learning experience can still emerge, not only through interactions between students and teachers, but also through the relationship between students and their surroundings so that the values of tolerance are formed. This study aims to determine how the implementation of the hidden curriculum at SMKN 1 Kota Serang and what form the hidden curriculum takes at SMKN 1 Kota Serang and the supporting and inhibiting factors for the implementation of the hidden curriculum in the formation of tolerance values at SMKN 1 Kota Serang. This study uses a qualitative research type using observation, interview, and documentation methods. From the results of the study, it can be concluded that the implementation of the hidden curriculum running at SMKN 1 Kota Serang has been carried out well, based on the specific findings that the researcher found, the implementation of this hidden curriculum basically requires cooperation from various parties, both from the school and the parents of students. The form of activity is in the form of a hidden curriculum through habits (positive habits in class, habits that exist at school), hidden curriculum through class management, hidden curriculum through role models and relationships between teachers, hidden curriculum through school regulations, hidden curriculum through facilities and extracurricular activities. All forms of hidden curriculum activities certainly lead to learning in PKn and refer to the school curriculum, in addition to school habits that help to shape character, especially in tolerance values.
Operasi Pergantian dan Penyempurnaan Alat Kelamin Dalam Pendidikan Perspektif Fikih Kontemporer Robi'ah, Robi'ah; Muth'mainnah, Sarah; Diniati, Rina
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.4820

Abstract

Operasi penyempurnaan dan penggantian alat kelamin adalah dua prosedur medis yang berkaitan dengan perubahan fisik pada organ kelamin manusia. Operasi penyempurnaan dilakukan untuk memperbaiki kelamin yang kurang sempurna, seperti pada individu dengan kelainan kelamin ganda atau kelamin yang tidak berfungsi dengan baik. Dalam pandangan hukum Islam, operasi penyempurnaan kelamin dapat diperbolehkan jika dilakukan untuk memperjelas identitas jenis kelamin seseorang tanpa mengubah jenis kelamin internal, serta untuk mencegah dampak negatif sosial dan psikologis. Sebaliknya, operasi penggantian kelamin yang bertujuan mengubah jenis kelamin secara total, seperti dari laki-laki menjadi perempuan atau sebaliknya, dilarang dalam Islam karena dianggap mengubah ciptaan Allah. Pandangan hukum Islam terhadap kedua jenis operasi ini membedakan antara penyempurnaan dan penggantian kelamin. Operasi penyempurnaan dapat diterima dalam kasus kelainan kelamin ganda atau ketidaknormalan organ kelamin, asalkan bertujuan untuk mengembalikan fungsi kelamin dan memperjelas identitas jenis kelamin individu. Namun, operasi penggantian kelamin bagi individu dengan kelamin normal dianggap haram karena bertentangan dengan prinsip bahwa jenis kelamin adalah ketetapan Allah yang tidak boleh diubah. Hukum Islam mengajarkan bahwa penyempurnaan kelamin dapat diterima jika membawa manfaat lebih besar daripada mudharat, seperti menghindari stigma sosial, serta memperbaiki kesehatan fisik dan mental individu yang bersangkutan. Sebaliknya, perubahan jenis kelamin yang dilakukan berdasarkan kehendak pribadi untuk menyesuaikan dengan identitas diri yang berbeda dari kondisi biologis dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Hubungan Berat Badan dan Aktivitas Fisik Dengan Siklus Menstruasi Remaja Putri (Studi pada SMP N 1 Rumbia Kabupaten Lampung Tengah) Sefrita, Dea; Hervidea, Radella; Adyas, Atikah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.4001

Abstract

Masa remaja adalah fase transisi dari kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai oleh berbagai perubahan fisik, hormonal, psikologis, dan sosial. Salah satu perubahan signifikan pada remaja perempuan adalah menstruasi, yang biasanya terjadi antara usia 10 hingga 15 tahun. Gangguan menstruasi, seperti siklus tidak teratur, dismenore, dan amenore, umum terjadi di kalangan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berat badan dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi remaja putri di SMP N 1 Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan strategi analisis korelasional. Pengumpulan data dilakukan dari 100 responden, yang dipilih menggunakan teknik sampling proporsional. Pengumpulan data dilakukan dalam satu sesi, pada periode tertentu di bulan Mei hingga Juni 2024, di SMP N 1 Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah.  Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara berat badan dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (p-value 0,05). Responden dengan berat badan normal lebih cenderung memiliki siklus menstruasi yang teratur, sementara mereka yang memiliki berat badan gemuk atau obesitas lebih rentan mengalami gangguan menstruasi. Demikian pula, aktivitas fisik berlebihan atau kurangnya aktivitas fisik juga berpengaruh terhadap keteraturan siklus menstruasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa berat badan dan aktivitas fisik merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesehatan reproduksi remaja putri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pencegahan gangguan siklus menstruasi dan memperkuat strategi pendidikan kesehatan di kalangan remaja putri.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Video Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Bahaya Seks Bebas di SMA Negeri 1 Rumbia Lampung Tengah Tahun 2024 Yuliyanti, Gede; Yuliana, Dewi; Oktavia, Santi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.3626

Abstract

Remaja adalah individu yang berada dalam rentang usia 10-19 tahun (WHO, 2021). Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020, sekitar 21 juta remaja perempuan berusia 15-19 tahun di negara berkembang mengalami kehamilan setiap tahunnya, dan hampir setengah dari kehamilan tersebut (49%) merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui media video terhadap pengetahuan dan sikap remaja mengenai bahaya seks bebas di SMA Negeri 1 Rumbia Lampung Tengah pada tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pra-eksperimental. Desain yang digunakan adalah one group pretest-posttest tanpa kelompok pembanding atau kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah uji t dependen (paired sample test). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2024 dengan pemilihan sampel menggunakan metode random sampling dari populasi yang terdiri dari 120 siswa kelas XI, dan sampel yang digunakan sebanyak 35 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan dan sikap sebelum intervensi adalah 61,86, dan meningkat menjadi 76,57 setelah intervensi. Rata-rata nilai sikap sebelum intervensi adalah 64,92, dan meningkat menjadi 76,00 setelah intervensi. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Uji T dengan nilai p-value 0,00 0,05 (Ha diterima, Ho ditolak), dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui media video terhadap tingkat pengetahuan dan sikap siswa. Diharapkan siswa dapat lebih memahami bahaya seks bebas yang dapat menyebabkan putus sekolah atau kehamilan yang tidak diinginkan.
Penerapan Model Pembelajaran Matematika Realistik Materi Geometri Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas IV SDN 158 Pekanbaru Suhardi, Dwi Librina; Alim, Jesi Alexander; Alpusari, Mahmud
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.4305

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran matematika realistik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Lokasi penelitian di kelas IVB SDN 158 Pekanbaru. Instrumen penelitian terdiri dari perangkat pembelajaran (Modul Ajar dan LKPD) dan instrumen pengumpul data (lembar pengamatan dan tes kemampuan penelaran matematis). Berdasarkan hasil analisis lembar pengamatan diperoleh bahwa pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus II lebih baik dari siklus I. Hasil tes kemampuan penalaran matematis menujukkan bahwa nilai kemampuan penalaran matematis keseluruhan peserta didik pada tes awal adalah 50,16 meningkat pada siklus I menjadi 70,78 dan pada siklus II menjadi 83,68. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran matematika realistik dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan penalaran matematis peserta didik kelas IV B SDN 158 Pekanbaru pada materi geometri.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Pasien Gangguan Jiwa Untuk Kontrol di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung Tahun 2024 Istiviona, Sausan; Rahman, Aulia; Yuliani, Eka
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.3906

Abstract

Dukungan keluarga merupakan informasi verbal atau nonverbal, saran dan bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan subjek didalam lingkungannya atau yang berupa kehadiran dan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional dan berpengaruh pada tingkah laku penerimanya (Sefrina Latipun, 2016). Dukungan keluarga sangat penting bagi penderita gangguan jiwa dalam tingkat kepatuhan agar penderita gangguan jiwa tau akan pentingnya kepatuhan kontrol untuk mencegah kekambuhan gejala gangguan jiwa. Menurut WHO, pada 2022 terdapat sekitar 35 juta orang mengalami gangguan jiwa, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta orang terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia (WHO, 2022). Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan Dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien gangguan jiwa untuk kontrol di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian Analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 10 sampai 25 juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang melakukan kontrol Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung Pada Bulan Januari-April 2024 sejumlah 255 pasien dan sample sebanyak 77 responden. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatatkan sebanyak 58 responden (75,3%) memiliki dukungan keluarga tidak baik; sebanyak 39 responden (50,6%) memiliki tingkat kepatuhan tidak patuh. Hasil penelitian juga didapatkan p-value 0,002 (p-value0,05) yang artinya terdapat Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Pasien Gangguan Jiwa Untuk Kontrol di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Diharapkan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung agar dapat menjalankan program kesehatan dalam mencegah terjadinya peningkatan jumlah kekambuhan pasien gangguan jiwa dengan memberikan sosialisasi.
Implementasi E-Hazard Guard: Transformasi Digital Untuk Efisiensi Pelaporan Kecelakaan Kerja di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara Susanti, Nofi; Munika, Tia; Hasibuan, Talitha Azaria; Lubis, Amru Prabowo
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.5031

Abstract

UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara menghadapi tantangan dalam pelaporan kecelakaan kerja yang masih dilakukan secara manual. Sistem berbasis kertas ini sering kali menyebabkan keterlambatan pelaporan, ketidakakuratan data, dan hambatan dalam tindakan preventif untuk mencegah insiden yang berulang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan E-Hazard Guard, sebuah sistem pelaporan digital yang dapat mempercepat dan mempermudah proses pelaporan kecelakaan kerja. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan Focus Group Discussion. Sistem ini memungkinkan pelaporan insiden melalui barcode yang diakses oleh tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) tanpa perlu login, sehingga laporan dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan cepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pelaporan insiden tidak hanya mengurangi risiko kesalahan manusia, tetapi juga mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan budaya keselamatan di tempat kerja. Rekomendasi untuk keberhasilan implementasi sistem ini meliputi evaluasi rutin, perbaikan teknis, dan penyesuaian terhadap regulasi yang berlaku.