cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 641 Documents
Landasan Filsafat Idealisme dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Muslim, Ahmad
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 1, No 1 (2022): March 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v1i1.35

Abstract

AbstrakLandasan filosofis pendidikan perlu dikuasai oleh para pendidik, adapun alasannya antara lain: Pertama, karena pendidikan bersifat normatif, maka dalam rangka pendidikan diperlukan asumsi yang bersifat normatif pula. Asumsi-asumsi pendidikan yang bersifat normatif itu antara lain dapat bersumber dari filsafat. Landasan filosofis pendidikan yang bersifat preskriptif dan normatif akan memberikan petunjuk tentang apa yang seharusnya di dalam pendidikan atau apa yang dicita-citakan dalam pendidikan. Kedua, bahwa pendidikan tidak cukup dipahami hanya melalui pendekatan ilmiah yang bersifat parsial dan deskriptif saja, melainkan perlu dipandang pula secara holistik. Adapun kajian pendidikan secara holistik dapat diwujudkan melalui pendekatan filosofis. Ada berbagai aliran filsafat pendidikan, antara lain Idealisme, Realisme, Pragmatisme, dan lain-lain. Namun demikian, bangsa Indonesia sesungguhnya memiliki filsafat pendidikan nasional tersendiri, yaitu filsafat pendidikan yang berdasarkan Pancasila. Sehubungan dengan hal ini berbagai aliran filsafat pendidikan perlu kita pelajari, namun demikian bahwa pendidikan yang kita selenggarakan hendaknya tetap berlandaskan Pancasila. Pemahaman atas berbagai aliran filsafat pendidikan akan dapat membantu pendidik untuk tidak terjerumus ke dalam aliran filsafat lain. Di samping itu, sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan memahami landasan filosofis pendidikan diharapkan tidak terjadi kesalahan konsep tentang pendidikan yang akan mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam praktek pendidikan, untuk memahami pengertian filsafat, pengertian landasan filosofis pendidikan dan konsep landasan filosofis pendidikan menurut berbagai aliran filsafat. Adapun aliran filsafat yang secara khusus akan ditelaah dalam tulisan ini adalah filsafat pendidikan idealisme.Kata Kunci: Idealisme, Kurikulum AbstractThe philosophical foundation of education needs to be mastered by educators, as for the reasons, among others: First, because education is normative, in the context of education, normative assumptions are needed as well. The normative assumptions of education, among others, can be derived from philosophy. The philosophical foundations of education that are prescriptive and normative will provide clues about what should be in education or what is aspired to in education. Second, that education is not sufficiently understood only through a partial and descriptive scientific approach, but rather needs to be viewed holistically. The holistic study of education can be realized through a philosophical approach. There are various schools of educational philosophy, including Idealism, Realism, Pragmatism, and others. However, the Indonesian nation actually has its own national educational philosophy, namely the philosophy of education based on Pancasila. In this regard, we need to study various schools of educational philosophy, however, that the education we organize should still be based on Pancasila. An understanding of the various schools of educational philosophy will be able to help educators not to fall into other schools of philosophy. In addition, as long as it does not conflict with the values of Pancasila. By understanding the philosophical foundations of education, it is hoped that there will be no mistakes in the concept of education which will result in errors in educational practice, to understand the notion of philosophy, the understanding of the philosophical foundation of education and the concept of the philosophical foundation of education according to various philosophical schools. The school of philosophy that will be specifically studied in this paper is the educational philosophy of idealism.Keywords: Idealism, Curriculum
Gotong Royong Sebagai Strategi Pengetasan Kemiskinan: Analisis Kolaborasi Pemkot Medan Dengan Komunitas Lokal (Sila Ke-3) Sipayung, Dien Solia; Manurung, Togu Samuel Riady; Pasaribu, Tresa R K; Purba, Aprilla Revalina Br; Perangin-angin, Ripka Br; Siahaan, Parlaungan Gabriel
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8149

Abstract

Kemiskinan di wilayah perkotaan masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat, termasuk di Kota Medan. Permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi, tetapi juga terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan sosial dan pemberdayaan. Nilai gotong royong sebagai budaya masyarakat Indonesia dapat menjadi salah satu strategi dalam membantu mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gotong royong melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan dan komunitas masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap program sosial seperti bank sampah, posyandu, dan komunitas pemuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kolaboratif tersebut mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat hubungan sosial, serta memberikan manfaat dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Dengan demikian, gotong royong yang didukung oleh kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi strategi yang efektif dalam membantu mengurangi kemiskinan serta memperkuat solidaritas sosial di masyarakat.
Kinerja Ombudsman Perwakilan Riau dalam Memproses Maladministrasi di Kota Pekanbaru Spanie, Gabriella; Mashur, Dadang
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8117

Abstract

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Riau mengawasi kualitas pelayanan publik dan memproses laporan dugaan maladministrasi di Provinsi Riau termasuk Kota Pekanbaru. Tingginya laporan masyarakat, terutama terkait tidak memberikan pelayanan dan penundaan berlarut, menunjukkan adanya persoalan dalam kualitas pelayanan publik yang menuntut kinerja pengawasan yang optimal. Selain itu, adanya ketidaksesuaian antara target dan realisasi pada dua indikator penilaian yang tercantum dalam perjanjian kinerja Ombudsman Perwakilan Riau tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kinerja Ombudsman Perwakilan Riau dalam memproses maladministrasi serta mengidentifikasi faktor penghambat secara struktural dan nonstruktural. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, obsrervasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Ombudsman Perwakilan Riau cukup baik, tetapi masih ditemukan faktor penghambat secara struktural seperti keterbatasan sumber daya manusia, tahapan proses laporan yang sistematis, dan sentralisasi kebijakan. Sedangkan faktor penghambat secara nonstruktural yaitu sulit mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dengan laporan serta kesulitan menyimpulkan hasil pemeriksaan. Peningkatan kinerja masih diperlukan agar pengawasan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Serviks Huda, Nurul; Fina, Lufina; Damanik, Siti Rahmalia Hairani
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7276

Abstract

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh di leher rahim, berasal dari epitel atau lapisan permukaan luar leher Rahim dan 99,7% disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Setelah seseorang dinyatakan menderita kanker, secara khas akan mengalami ketakutan, kecemasan, depresi dan ketidakberdayaan yang menjadikan kualitas hidupnya menurun. Umumnya pada kondisi seperti ini, seseorang membutuhkan dukungan dari keluarga dan orang sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap kualitas hidup pasien kanker serviks. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 104 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Medical Outcomes Study: Social Support Survey Instrument (MOS MSSS) dan Translation and Validation of EORTC QLQ-C30 into Indonesian Version for Cancer Patient in Indonesia. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat yaitu uji chi square. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden berada di masa pralansia (46 – 55 tahun) (45,2%), berpendidikan SMP/sederajat (41,4%), merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) (87,5%). Sebagian besar responden mempunyai dukungan sosial yang sedang (62,5%) dan memiliki kualitas hidup yang kurang baik (53,8%). Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapatkan nilai p value 0,000 dengan nilai α 0,05. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup.
Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Passing Sepak Bola pada Mahasiswa Manalu, Nimrot Capello; Aulia, Rasti; Azzahara, Echa; Zaidan, Muhammad; Ananda, Muhammad
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan passing sepak bola pada mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning dalam mata kuliah sepak bola. Keterampilan passing merupakan salah satu teknik dasar yang sangat penting dalam permainan sepak bola, karena passing yang baik akan mempermudah kerja sama tim dalam membangun serangan maupun mempertahankan penguasaan bola. Namun, dalam proses pembelajaran sering ditemukan bahwa mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam melakukan passing secara tepat dan terarah. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan mahasiswa serta membantu mereka memahami dan mempraktikkan teknik passing dengan lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah sepak bola. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas mahasiswa, tes keterampilan passing sepak bola, dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif untuk melihat peningkatan keterampilan mahasiswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan passing sepak bola mahasiswa. Selain itu, keaktifan mahasiswa dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan, dimana mahasiswa lebih terlibat dalam kegiatan diskusi, eksplorasi gerakan, serta praktik langsung dalam menemukan teknik passing yang benar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning efektif digunakan dalam pembelajaran pada mata kuliah sepak bola untuk meningkatkan keterampilan passing mahasiswa.
Analisis Persepsi Masyarakat terhadap KLB dalam Upaya Preventif Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Tuntungan Tahun 2025 Susilawati, Susilawati; Rahmayani, Rahmayani; Maharani, Marwah Naila; Sinaga, Siti Aisyah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7791

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk melihat bagaimana masyarakat Wilayah Tuntungan, Medan, memandang Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) dan apa saja cara yang mereka lakukan untuk mencegahnya pada tahun 2025. Menurut informan 1 dkk (tahun 2025), daerah ini sering mengalami kasus DBD (disebut daerah endemis) dan jumlah kasusnya naik turun terus, oleh karena itu penting untuk memahami bagaimana masyarakat merespons saat ada wabah DBD. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengadakan wawancara mendalam dan melihat langsung kondisi di lapangan, dengan bertanya kepada warga masyarakat, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat; cara kerja ini sama seperti yang dilakukan dalam penelitian serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan masyarakat sangat khawatir dengan KLB DBD, terutama khawatir akan dampaknya pada anak-anak, dan mereka mengira penyebab utama DBD adalah lingkungan yang kotor dan kondisi cuaca. Masyarakat merasa bahwa fogging (semprotan untuk membunuh nyamuk) efektif untuk mencegah DBD, tapi cara mencegah yang disebut 3M Plus (menguras tempat yang ada air, menutup wadah yang bisa jadi sarang nyamuk, mengubur barang bekas) masih jarang dilakukan karena banyak orang sibuk bekerja, kurang memiliki alat yang diperlukan, dan informasi tentang risiko DBD dari dinas kesehatan belum sampai dengan baik. Penyuluhan kesehatan yang ada dirasa kurang menarik dan jarang dilakukan, sementara itu informasi dari media sosial seringkali tidak benar (hoaks) dan membuat orang panik, namun tokoh masyarakat berperan sangat penting karena mereka dipercaya oleh masyarakat dan bisa membantu menyampaikan informasi yang benar serta menghentikan penyebaran berita bohong. Hasil penelitian ini sama dengan yang dilakukan Dameria Gultom (tahun 2018) yang mengatakan bahwa semakin banyak orang tahu tentang DBD, semakin baik pula tindakan pencegahannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk mencegah DBD dengan baik di Tuntungan, diperlukan cara kerja yang menyeluruh di antaranya adalah memberikan pendidikan yang kreatif dan menarik, menyediakan alat pencegahan yang mudah digunakan, memperkuat peran tokoh masyarakat, mengelola informasi di dunia digital dengan baik, dan mengajak semua orang di komunitas untuk bekerja sama melalui gotong royong. Penelitian ini diharapkan bisa membantu membuat program kesehatan masyarakat yang sesuai dengan kondisi lokal dan berdasarkan fakta, untuk mengatasi wabah DBD di daerah perkotaan.
Makna Nyanyian Lagu Sitalasari dalam Acara Tradisi Pernikahan Adat Batak Simalungun Daely, Apriliani; Hasanah, Aulia; Aini, Retno Anggelica; Amanda, Riva; Marbun, Shela Jenari; Wulandari, Ayu Nadira
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8150

Abstract

Lagu Sitalasari merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang terdapat dalam tradisi pernikahan adat Batak Simalungun. Lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dalam upacara adat, tetapi juga mengandung berbagai nilai budaya dan pesan moral yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam lirik lagu Sitalasari yang dinyanyikan dalam tradisi pernikahan adat Batak Simalungun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa lirik lagu Sitalasari yang dianalisis berdasarkan makna yang terkandung di dalamnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi terhadap sumber-sumber yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Sitalasari mengandung berbagai nilai budaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Batak Simalungun, seperti nilai penghormatan terhadap orang tua, pentingnya menjaga adat istiadat, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis bagi pasangan pengantin. Selain itu, lagu ini juga memiliki fungsi sosial sebagai media penyampaian nasihat dan doa dalam upacara pernikahan adat. Dengan demikian, lagu Sitalasari tidak hanya memiliki nilai estetika sebagai karya seni musik tradisional, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan budaya dalam kehidupan masyarakat Batak Simalungun.
Pengaruh Problem Based Learning Berbantuan Website HTML 5 Terhadap Pemecahan Masalah Siswa pada Materi Energi Terbarukan Irfani, Vania Ayu; Simanjuntak, Mariati Purnama
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh problem based learning (PBL) berbantuan website HTML 5 terhadap pemecahan masalah siswa pada materi energi terbarukan di kelas X. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X pada salah satu SMA Negeri di Binjai, Sumatera Utara berjumlah 7 kelas. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas X-2 sebagai kelas eksperimen yang menggunakan PBL berbantuan website HTML 5 dan kelas X-1 sebagai kelas kontrol yang menggunakan PBL, masing-masing kelas terdiri dari 36 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes pemecahan masalah siswa yang sudah divalidasi. Adanya pengaruh PBL berbantuan website HTML 5 terhadap pemecahan masalah siswa dianalisis dengan uji-t dengan syarat data berdistribusi normal dan homogen, dan uji N-gain untuk mengetahui peningkatannya. Peningkatan N-gain pemecahan masalah siswa pada kelas eksperimen sebesar 0,66 dan kelas kontrol sebesar 0,46, masing-masing kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa penerapan PBL berbantuan website HTML 5 berpengaruh secara signifikan dan meningkatkan pemecahan masalah siswa pada materi energi terbarukan.
Implementasi Kebijakan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Polres Morowali Utara Mandias, Sonny Rivaldo; Natsir, Nawawi; Hamid, Abdul
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7598

Abstract

This study aims to determine the implementation of the Bhayangkara Policy for Maintaining Public Security and Order at the North Morowali Police. This study uses qualitative data collection methods. The research location is at the North Morowali Police Station. The theory used in this study is the theory put forward by George C. Edward III. Seven informants participated in this study. Data were obtained from observations, interviews, and documentation. The data analysis methods included data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing/verification. The research concludes that the policy's implementation has not been optimal. This is evident in four key aspects of public policy implementation: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure, which still face various obstacles. First, from a communication perspective, coordination between leaders, implementers, and the assisted community has not been effective. Instructions and information regarding the implementation of Bhabinkamtibmas duties are often not conveyed clearly and consistently. The lack of outreach to the community also results in low public understanding of the Bhabinkamtibmas' role and function. Second, from a resource perspective, the limited number of Bhabinkamtibmas personnel and supporting facilities such as operational vehicles, communication equipment, and budget support have resulted in suboptimal implementation of duties in the field. Third, from an implementation perspective, the commitment and motivation of some Bhabinkamtibmas members in carrying out community development duties are still low. Fourth, from a bureaucratic perspective, the work mechanisms and coordination between divisions within the Police Resort and between the Police Resort and the local government are not yet fully integrated.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Shooting Sepak Bola pada Mahasiswa Manalu, Nimrot Capello; Azhari, Nazmi; Rahmawati, Ashfah; Aliza, Esa; Khairani, Puspa
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan shooting sepak bola pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah sepak bola dengan jumlah 28 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas mahasiswa dan tes keterampilan shooting sepak bola. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan membandingkan hasil keterampilan shooting mahasiswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan shooting sepak bola mahasiswa. Nilai rata-rata mahasiswa pada tahap pra-siklus sebesar 66 dengan persentase ketuntasan 42%. Pada siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 74 dengan persentase ketuntasan 68%. Selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 87 dengan persentase ketuntasan 89%. Selain itu, aktivitas belajar mahasiswa juga mengalami peningkatan dari kategori cukup menjadi sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan keterampilan shooting sepak bola pada mahasiswa.