cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6281330250875
Journal Mail Official
zainulmushtofa@insud.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Qosim No. 88 Banjaraanyar, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Indonesia. Telp/Fax:(0322) 662 261/(0322) 662 261
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
ISSN : 25416774     EISSN : 25808109     DOI : 10.55352
ruang lingkup jurnal ummul qura menyambut makalah dari akademisi tentang teori filsafat paradigma konseptual penelitian akademik serta praktik keagamaan secara khusus makalah yang mempertimbangkan topik umum berikut diundang pendidikan agama Islam hukum Islam ekonomi dan bisnis Islam Kajian Al Qur an dan hadits filsafat Islam pemikiran dan sastra Islam Islam dan perdamaian Sains dan peradaban dalam Islam Islam secara nasional dan lokal Islam dan jenis kelamin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 164 Documents
Nur dalam Perspektif Al-Ghazali Khoirun Nisa'; Muhyidin
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 15 No. 1 (2020): April
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.103 KB) | DOI: 10.55352/uq.v15i1.393

Abstract

Reading this character, it never ends. This figure who was born in the city of Thusi, has never escaped the study in the world of scientific studies. Namely Imam Ghozali. The type of research used in this research is library research, namely research carried out through collecting data or scientific writings aimed at the object of research or data collection that is library in nature, or studies carried out to solve a problem that is basically focused on on a critical and in-depth study of relevant library materials. As the 20th century Ghazalian Sulaiman Dunya once said about this figure” - in Tsaqafah Al-Ghazali - we will find in Imam Ghazali there are at least two madhabs; The "Lay" Madhab which has been summarized in Tahafut al-falasifah and the "Khawas" Madhab which has been followed by the philosophers3". Imam Al-Ghazali's discussion of Nur will be included in both, even Imam Ghazali wrote intensely and specifically about it in a small book called "Mishkat An-Anwar". The book which is considered complicated and full of formulas/symbols in the Sufi world by its reviewers, will explain a lot about the characteristics of Imam Ghazali's Sufism, especially regarding Nur (the light).
IMPLEMENTASI PASAL 149 (d) KOMPILASI HUKUM ISLAM TENTANG KEWAJIBAN AYAH DALAM MEMBERIKAN BIAYA HADHANAH BAGI ANAK DI BAWAH USIA 21 TAHUN R. Zainul Mushthofa; Aminah
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 14 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.553 KB) | DOI: 10.55352/uq.v14i2.394

Abstract

Secara etimologi kata hadhanah (al-hadhanah) berarti “al-janb” yang berarti di samping atau berada di bawah ketiak, atau bisa juga berarti meletakkan sesuatu dekat tulang rusuk seperti menggendong, atau meletakkan sesuatu dalam pangkuan. Maksudnya adalah merawat dan mendidik seorang anak yang belum mumayyiz atau yang belum cakap bertindak hukum atau orang yang dewasa tetapi kehilangan akal (kecerdasannya), karena mereka belum bisa mengerjakan keperluan diri sendiri. Dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam) pasal 104 Menjelaskan yaitu: Semua biaya penyusuan anak dipertanggung jawabkan kepada ayahnya. Apabila ayahnya setelah meninggal dunia, maka biaya penyusuan dibebankan kepada orang yang berkewajiban memberi nafkah kepada ayahnya atau walinya. Kewajiban membiayai anak bagi seorang ayah ada batasnya. Kewajiban itu gugur apabila anak mencapai usia dewasa. Dewasa menurut ukuran Negara dan KHI (Kompilasi Hukum Islam) adalah 21 tahun. Kalau anaknya yang sudah dewasa itu dan secara fisik sehat sebagian besar ulama berpendapat tidak wajib memberi nafkah karena anak di anggap mampu untuk bekerja sendiri. Namun, ada sebagian ulama berpendapat sebaliknya yakni kewajiban menafkahi tetap pada ayah. Namun apabila anak yang miskin membiayai ada pada ayah.
ANALISIS SOSIO-NORMATIF TERHADAP PUTUSNYA PERKAWINAN “PERCERAIAN” DISEBABKAN ADANNYA KETIDAK HAMONISAN DALAM RUMAH TANGGA Nashiruddin; Hadi
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 14 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.438 KB) | DOI: 10.55352/uq.v14i2.395

Abstract

“Perkawinan yang ideal menjadi harapan setiap pasangan yang melangsungkan perkawinan, akan tetapi tidak selamanya seperti yang diharapkan, kegagalan dalam perkawinan akibat konflik (ketidakharmonisan) dari keluarga atau rumah tangga sering diakhiri dengan perceraian. Ketidakharmonisan keluarga adalah keadaan suatu keluarga yang didalamnya sudah tidak ada lagi ketenangan lahir maupun batin, karena berkurangnya atau tiadanya kerelaan dan keselarasan untuk hidup bersama dalam kesatuan keluarga. Ketidakharmonisan keluarga harus diselesaikan supaya keluarga tetap bahagia, sejahtera, dan mendapatkan ketenangan batin. Apabila keluarga sudah tidak harmonis lagi, maka sangat rawan akan terjadi perceraian. Karenanya, dalam hal ini perceraian merupakan jalan terakhir yang ditempuh apabila kedua belah pihak sudak tidak mungkin rukun kembali.”
ANALISIS KOMPARASI HUKUM ISLAM DAN UNDANG UNDANG NO 2 TAHUN 2012 TERHADAP PRAKTIK PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM Dani
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 14 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.405 KB) | DOI: 10.55352/uq.v14i2.396

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia dan berkembangnya ekonomi masayarakat menuntut adanya pertambahan infrastruktur dan fasilitas umum. Hal ini membutuhkan lahan yang cukup banyak, sedangkan lahan yang dikuasai Negara tidak mencukupi kebutuhan ini. Sehingga dibutuhkan pembebasan lahan milik individu masyarakat untuk membangun infrastruktur. Pembebasan lahan ini kerap menimbulkan konflik di lapangan. Pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang nomor 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Undang-undang ini disusun untuk mengatur mekanisme pengadaan tanah dan meminimilasir timbulnya konflik dalam pengadaan tanah. Dalam penelitian ini akan dibahasa tentang praktik pengadaan tanah untuk perluasan jalan di Desa Duduk Sampeyan dalam perspektif hukum Islam.
EKONOMI ISLAM DALAM KONSEP ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI Afan; Zawawi
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 14 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.91 KB) | DOI: 10.55352/uq.v14i2.397

Abstract

Ekonomi Islam mempunyai tugas yang berbeda dengan ekonomi konvensional. Tugasnya selain mempelajari realita perilaku agen-agen ekonomi, baik rumah tangga produsen, rumah tangga konsumen, maupun pemerintah, juga harus merumuskan konsep perilaku ideal menurut ajaran Islam yang seharusnya dilakukan oleh agen-agen ekonomi, sekaligus efek-efeknya yang mungkin bagi perekonomian. Konkretnya, ilmu ini disamping menjelaskan variabel-variabel yang terkait, yang mungkin menyebabkan ketimpangan antara perilaku real dengan perilaku ideal juga bertugas menyarankan strategi yang tepat untuk mengarahkan perilaku agen-agen ekonomi agar perilaku yang ideal dapat terwujud. Ontologi membahas tentang hakikat apa yang dikaji, atau dengan kata lain, ontologi adalah science of being qua being. Epistemologi membahas tentang bagaimana badan ilmu pengetahuan disusun. Dengan kata lain, membahas tentang ruang lingkup dan batas-batas ilmu pengetahuan. Pertanyaan yang harus dijawab: Dari mana sumber ilmu pengetahuan? Bagaimana sifat dari ilmu pengetahuan itu? Bagaimana memverifikasi kebenarannya? Kebenaran wahyu bersifat dogmatis dan absolut, sehingga peran wahyu dalam pencarian kebenaran sangatlah penting. Tetapi, kita dituntut menempatkan kebenaran rasional dan fakta empiris dalam kerangka Islam secara keseluruhan. Nyatanya, Islam memandang penting kedudukan akal, sampai-sampai Allah murka terhadap orang-orang yang tidak mau menggunakan akalnya. Kajian aksiologis ekonomi Islam ialah membicarakan ekonomi Islam dari segi nilai dan manfaat. Keberadaan ekonomi Islam diharapkan mampu menjadi problem solver.
PRINSIP SYARI’AH DALAM STRATEGI PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN MURABAHAH LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH BAITUL MAL WAT TAMWIL(BMT) Siswadi Siswadi; Rohman
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 14 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.09 KB) | DOI: 10.55352/uq.v14i2.398

Abstract

Baitul Mal Wattamwil (BMT) build and develops an economic structure and a structure of civil society that is justly prosperous, progressing, and prosperous with justice based on Sharia and the blessing of Allah SWT. Murabahah product is a contract of purchase and purchase financing where the principal price and profit margin are known and agreed upon by both parties, at which time the transaction is handed over, the goods are traded while the payment can be paid in installments The pillars of murabahah financing products that must be fulfilled in transactions include; (1) the contractor, namely bai ’(seller) in this case is BMT and Musytari (buyer), in this case, is the customer who needs and needs goods. (2) The object of the contract is mabi '(merchandise), tsaman (price), (3) Shigah, ijab and qabul. Sharia marketing has four characters namely Rabaniyah, Akhlaqiyah, Al-Waqiiyah and Insyaniyah. These characters will get a marketing that is in accordance with the principles of shari'ah and distinguishes it from other marketing (non-shari'ah). The character of Rabaniyah must be possessed by an Islamic marketer who is convinced that Allah SWT is always close to him and watches over him when he does all kinds of business.
EKONOMI ISLAM SEBAGAI MODEL EKONOMI ALTERNATIF Sutopo; Musbikhin
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 14 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.126 KB) | DOI: 10.55352/uq.v14i2.400

Abstract

Hadirnya ekonomi Islam dapat menjadi alternatif di tengah-tengah sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme. Sistem ini mengupayakan tercapainya pemerataan distribusi pendapatan demi tegaknya keadilan, kesejahteraan, kebaikan dilandaskan pada nilai-nilai dasar Islam. Perbedaan mendasar dari sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya terletak pada sistem pertukaran dan transfer satu arah yang terpadu yang mempengaruhi alokasi kekurangan sumber-sumber daya sehingga terjadi proses pertukaran langsung yang relevan dengan kesejahteraan menyeluruh di dasarkan pada empat pilar utama : ekonomi rabbaniyah; ekonomi akhlaki, ekonomi kemanusiaan dan ekonomi pertengahan (tawazzun).
عمر به الخطاب َ الفتُح اإلسالميت في عٍذ خالفتً Fahrur Rosikh
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 14 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.637 KB) | DOI: 10.55352/uq.v14i2.401

Abstract

ملخص : ػّش ثٓ اٌخطبة ِٓ أؽذ خالفبء اٌشاؽذ٠ ٓاألسثغ. ٚ٘ٛ اٌخٍ١فخ اٌضبٔ١خثؼذ خٍ١فخ أثٟ ثىش اٌقذ٠ك، ٠زٌٛٝ اٌخٍ١فخ ػؾش عٕٛاد، ٚ٠ٕزؾش اإلعالَ فٟػٙذ خالفزٗ ؽزٝ خبسط اٌغض٠شح اإلعالِ١خ. ٚوبْ ػّش فٟ اٌغبٍ٘١خ ؽذ٠ذا ػٍٝاٌّغٍّ١ٚ ٓ٠ؼبسك اٌذػٛح اإلعالِ١خ ِؼبسمخ ؽذ٠ذح. ٌٚىٓ، ثؼذ اعالِٗفؾت ػّش اٌشعٛي، فؤؽغٓ فؾجزٗ ٚٚلف ؽ١١برٗ ػٍٝ اٌّذافؼخ ػٕٗ ٚإٌقشػٓ اإلعالَ. ؽٙذ ػّش ثؼل غضٚاد ِغ سعٛي هللا. ٚٚلؼذ فٟ ػٙذ خالفزٗاٌفزٛػ اإلعالِ١خ اٌىض١شح ٘ذفب ٌٍذػٛح اٌٝ رٛؽ١ذ هللا ٚاإل٠ّبْ ثشعبٌزٗ.
MEMBUMIKAN PANCASILA (AL-USHUL AL-KHAMSAH) MU’TAZILAH Muhyidin Muhyidin; Nashihin
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 14 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.988 KB) | DOI: 10.55352/uq.v14i2.402

Abstract

Mu‟tazilah yang lahir abad ke-2 Hijrah membawa dimensi baru dalam pemikiran teologi. Ia membawa masalah-masalah teologi lebih mendalam bila dibanding dengan teologi lain. Pembahasan teologis yang dilakukan oleh Mu‟tazilah lebih rasional, karena kaum Mu‟tazilah lebih banyak menggunakan akal dalam pembahasannya. Jika ada arti ayat yang tidak dapat ditangkap oleh akal, maka mereka melakukan ta‟wil hingga ada kesejajaran antara arti ayat Al-Qur‟an dengan akal. Hal itu pula yang menyebabkan golongan ini dikenal dengan sebutan “Kaum rasionalis islam”. Kaum Mu‟tazilah merupakan kelompok yang berfikir rasional yang pertama dalam Islam. Mereka berjasa dalam menyusun teologi yang sistimatis dan filosofis sehingga dapat mempertahankan serangan-serangan yang datang dari orang luar, meskipun pada akhirnya banyak orang yang tidak setuju dengan pendapatnya. Kadangkala mereka mendapat caci makian yang sangat berlebih-lebihan dari lawannya karena tidak mampu menangkap pemikiran yang dilontarkan oleh kaum Mu‟tazilah itu. Dampak lebih jauh dari adanya perbedaan pendapat dengan kelompok lain itu menimbulkan ajaran-ajaran atau faham masing-masing. Ajaran dasar yang menjadi pegangan kaum Mu‟tazilah dikenal dengan sebutan al-Ushul al-Khamsah atau dikenal sebagai “Pancasila” Mu‟tazilah (Harun Nasution, 1972 : 42). Ajaran dasar Mu‟tazilah itu adalah (1). al-Tauhid, (2). al-„Adl, (3). al-Wa‟ad, wa al-Wa‟id, (4). al-Manzilah bain al-Manzilatain, dan (5). al-Amr bi al-Ma‟ruf wa al-Nahy „an al-Munkar.
PERAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DALAM MENGANTARKAN KESUKSESAN HIDUP Rofiq; Nisa
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 14 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.467 KB) | DOI: 10.55352/uq.v14i2.403

Abstract

Psikologi adalah ilmu yang ingin mempelajari manusia. Manusia sebagai satu kesatuan yang bulat antara jasmani dan rohani. Manusia sebagai individu, R.S Woodworth memberi batasan tentang psikologi sebagai berikut: “Psychology can be defined as the science of the activities of the individual”. Psikologi pendidikan yang merupakan pecahan dari psikologi. Kini para ahli psikologi pendidikan pada umumnya berpendapat bahwa psikologi pendidikan adalah psikologi yang diterapkan didalam pendidikan. Karena psikologi pendidikan mendasarkan uraiannya pada metode-metode ilmiah untuk mendapatkan dan mengaplikasikan pengetahuan didalam bidang pendidikan, maka psikologi pendidikan disebut pula ilmu terapan atau “applied science”. Apa yang hendak diselidiki oleh psikologi ialah segala sesuatu yang dapat memberikan jawaban tentang apa sebenarnya manusia itu, mengapa ia berbuat / berlaku demikian, apa yang mendorongnya berbuat demikian, apa maksud dan tujuannya ia berbuat demikian. Dengan singkat dapat kita katakan bahwa psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Yang dimaksud dengan tingkah laku disini ialah segala kegiatan atau tindakan atau perbuatan manusia yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, yang disadari maupun yang tidak disadarinya. Termasuk di dalamnya: cara ia berbicara, berjalan, berpikir atau mengambil keputusan, cara ia melakukan sesuatu yang datang dari luar dirinya, maupun dari dalam dirinya.

Page 6 of 17 | Total Record : 164


Filter by Year

2017 2025