cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6281330250875
Journal Mail Official
zainulmushtofa@insud.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Qosim No. 88 Banjaraanyar, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Indonesia. Telp/Fax:(0322) 662 261/(0322) 662 261
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
ISSN : 25416774     EISSN : 25808109     DOI : 10.55352
ruang lingkup jurnal ummul qura menyambut makalah dari akademisi tentang teori filsafat paradigma konseptual penelitian akademik serta praktik keagamaan secara khusus makalah yang mempertimbangkan topik umum berikut diundang pendidikan agama Islam hukum Islam ekonomi dan bisnis Islam Kajian Al Qur an dan hadits filsafat Islam pemikiran dan sastra Islam Islam dan perdamaian Sains dan peradaban dalam Islam Islam secara nasional dan lokal Islam dan jenis kelamin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 164 Documents
POTRET KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN TRADISIONAL DI DESA KRANJI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN Afan
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 12 No. 2 (2018): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.622 KB) | DOI: 10.55352/uq.v12i2.414

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 yang berlokasi di Desa Kranji Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potret kehidupan masyarakat nelayan tradisional di Desa Kranji Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dari dimensi tingkat pendapatan dan pengeluaran, faktor-faktor penyebab kemiskinan dan strategi bertahan hidup. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi langsung dengan jumlah responden 45 RTN, responden diambil dengan menggunakan simple random sampling. Tingkat pendapatan rata-rata sebesar Rp. 1.061.979,- per bulan dan pengeluaran rata-rata rumah tangga nelayan tradisional sebesar Rp. 1.532.400,- per bulan. Faktor penyebab kemiskinan yang paling berpengaruh adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah. Hal ini menyebabkan mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan alternatif yang dapat membantu mereka keluar dari garis kemiskinan. Strategi bertahan hidup yang dapat dilakukan oleh masyarakat nelayan tradisional adalah dengan mengoptimalkan peran anggota keluarga, mengatur pola konsumsi dan berhutang untuk dapat bertahan hidup apabila mereka tidak melakukan kegiatan melaut dikarenakan kondisi cuaca yang tidak baik.
ANALISIS MODEL KEPEMIMPINAN DAN STRATEGI KIAI DALAM PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN SUNAN DRAJAT PACIRAN LAMONGAN JAWA TIMUR Ahmad Iwan Zunaih; Nashihin
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 12 No. 2 (2018): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.763 KB) | DOI: 10.55352/uq.v12i2.415

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis, bagaimana model kepemimpinan KH. Abdul Ghofur dan strateginya untuk memimpin dan mengembangkan Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mempelajari fenomena di pondok pesantren. Informan dalam penelitian ini adalah KH. Abdul Ghofur dan putra-putrinya, Alumni Pesantren Sunan Drajat, administrator sekolah asrama, Kepala Sekolah, guru, dan orang-orang yang tahu tentang sejarah sekolah asrama ini. Untuk mendapatkan data digunakan wawancara, observasi dan studi litaruture sedangkan analisis data dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa KH. Abdul Ghofur memiliki model kepemimpinan yang sangat bervariasi sesuai dengan keadaan dan kondisi yang dihadapi antara demokratis, otoriter, dan tegas. Ini sama dengan Teori Fiedler, kontingensi. Namun di sisi lain, kepemimpinan Abdul Ghofur memiliki model yang berbeda dengan teori Fiedler, ia memiliki karismatik dan spiritualistik yang hebat. Dan dari sisi lain, Peneliti telah menemukan penerapan Strategi hebat dalam mengembangkan Pondok Pesantren Sunan Drajat. Strategi tersebut memperkuat fasilitas pendidikan, mendirikan stasiun radio dan televisi, memperkuat partisipasi masyarakat, memperkuat kebijakan para pemimpin dan memperluas kerja sama dengan para orang tua.
PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN ISLAMI DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Abdullah Zawawi; muhyidin
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 12 No. 2 (2018): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.21 KB) | DOI: 10.55352/uq.v12i2.416

Abstract

Dalam suatu perusahaan, seorang pemimpin dituntut untuk bisa mengembangkan suatu perusahaan dan dalam mengembangkan perusahaan itu seorang pemimpin bisa menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif dengan menerapkan kepemimpinan yang mengedepankan tentang kekeluargaan dan kebersamaan, dengan kepemimpinan seperti itu karyawan akan merasa nyaman dalam mengerjakan pekerjaannya, perusahaan akan meningkat dan lebih berkembang kalau karyawanya merasa senang dalam melakukan pekerjaan yang di berikan oleh perusahaan. Kepemimpinan yang islami yaitu merupakan kegiatan menuntun membimbing, memandu jalan yang diridhoi Allah SWT. kepemimpinan disini semata-mata hanya mencari atau melakukan kegiatan yang sesuai yang diridhoi Allah SWT. Setiap pemimpin sebagai kepribadian orang yang beriman dan harus menampilkan sikap-sikap dan prilaku yang patut untuk diterapkan dalam kehidupan. Manajemen Sumber Daya Manusia diharuskan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang baru diterima sehingga dapat menyesuaikan dengan lingkungan kerja dan dapat menjadi sumber daya manusia yang handal dan baik dalam kinerjanya. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal, manajemen sumber daya manusia harus melakukan pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan keahlian yang dimiki.
PENDIDIKAN KARAKTER, RUH BANGSA YANG TERABAIKAN Musbikhin
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 12 No. 2 (2018): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.314 KB) | DOI: 10.55352/uq.v12i2.417

Abstract

Karakter merupakan ciri khas yang dimiliki suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut dan merupakan mesin yang mendorong bagaimana seeorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu. Orang yang memiliki karakter kuat akan memiliki mementum untuk mencapai tujuan. Disisi lainmereka yang memiliki karakter lemah akan mudah goyah, akan lebih lambat dalam bergerak, dan tidak dapat menarik orang lain untuk bekerjasama dengannya. Dari berbagai pengertian di atas dapat dinyatakan bahwa kualitas atau kekuatan mental dan moral, akhlak atau budi pekerti individu yang merupakan kebribadian khusus yang menjadii pendorong atau penggerak serta membedakan dengan individu yang lain. Seseorang sudah dapat dikatakan berkarakter jika telah berhasil menyerap nilai-nilai dan keyakinan yang dikehendaki masyarakat serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam hidupnya.Demikian pula seorang pendidik dikatakan berkarakter jika ia memiliki nilai dan keyakinan yang dilandasi hakekat dan tujuan pendidikan serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.
ISLAM BICARA MU’AMALAH Nashiruddin; sutopo
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 12 No. 2 (2018): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.588 KB) | DOI: 10.55352/uq.v12i2.418

Abstract

Islam adalah agama yang sempurna. Aturan-aturan hukum hukum dan moral ditujukan untuk mengatur hubungan antara manusia dan Sang Pencipta (Khalik) dan juga sesama makhluk agar manusia hidup bersaudara didalam rasa damai , adil dan kasih sayang—termasuk juga aturan tentang hal yang berkaitan dengan transaksi (akad) jual beli. Islam telah menjelaskan beberapa macam transaksi baik yang halal maupun yang diharamakan oleh syari‟ah. Berbagai jenis transaksi (akad) yang telah diatur oleh ajaran Islam menjadi bidang kajian tersendiri dalam hukum Islam yang sering disebut dengan Fiqih Mu‟amalah. Dalam kehidupan kita banyak sekali terjadi transaksi, ada bentuk transaksi yang halal, ada juga transaksi yang di haramkan oleh Syara‟, seperti yang tertera dalam suatu keterangan, al-halaal bayyinun wal-haroom bayyinun, maksudnya adalah sesuatu yang halal itu sudah pasti dan yang haram juga sudah pasti, contohnya adalah transaksi jual beli, Allah SWT telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, namun walaupun demikian fenomena yang terjadi disekitar kita ada yang berbeda, sering kita menjumpai berbagai macam transaksi yang halal namun dibimbui dengan sesuatu yang haram, contohnya seperti bai‟ gharar, yaitu Seorang penjual menipu pembeli dengan cara menjual barang dagangan yang di dalamnya terdapat cacat. Penjual itu mengetahui adanya cacat namun menyembunyikannya.
PEMERATAAN PEREKONOMIAN UMAT (PETANI) MELALUI PRAKTIK MUKHABARAH DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Siswadi Siswadi
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 12 No. 2 (2018): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.521 KB) | DOI: 10.55352/uq.v12i2.419

Abstract

Islam hal yang mengatur antara hubungan manusia dengan manusia kita mengenal adanya prinsip muamalah yang pada praktiknya saat ini juga diterapkan dalam urusan pertanian, sebab kebanyakan orang yang memiliki hewan ternak dan yang mempunyai hewan tunggangan, juga mampu untuk bercocok tanam dan berhasil mengolah tanah sampai panen, tetapi dia tidak mempunyai sebidang tanah sebagai lahan pertanian. Mukhbarah salah satu bentuk kerja sama antara pekerja atau buruh dan pemilik tanah. Dalam banyak kasus, pihak buruh memiliki keahlian mengolah tanah namun tidak memiliki tanah, dan ada pemilik tanah tidak mempunyai keahlian dalam mengolah tanah tersebut. Mukhabarah merupakan kegiatan mengerjakan tanah (orang lain) seperti sawah atau ladang dengan imbalan sebagian hasilnya (seperdua, sepertiga atau seperempat). Sedangkan biaya pengerjaan dan benihnya ditanggung orang yang mengerjakan. Mukhabarah” diperbolehkan oleh sebagian besar para sahabat rodhiyallohu „anhum, tabi‟in dan para imam serta tidak diperbolehkan oleh sebagian yang lain. Dalil orang-orang yang membolehkannya adalah muamalah Rosululloh shollallohu „alaihi wa sallam dengan penduduk khaibar. Syarat secara umum dalam mukhabarah diantaranya : Pemilik kebun dan penggarap harus orang yang baligh dan berakal, Benih yang akan ditanam harusjelas dan menghasilkan, Lahan merupakan lahan yang menghasilkan,jelas batas batasnya,dan diserahkan sepenuhnya kepada penggarap, Pembagian untuk masing-masing harus jelas penentuannya, Jangka waktu harus jelas menurut kebiasaan.. Pemerataan perekonomian dapat berlangsung dengan merata dengan adanya aqad Mukhobarah.
BUNGA BANK HARAM salim
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 12 No. 2 (2018): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.658 KB) | DOI: 10.55352/uq.v12i2.420

Abstract

Sejak jaman Rasulullah SAW, fungsi perbankan menerima titipan harta, meminjamkan uang untuk keperluan konsumsi dan keperluan bisnis serta melakukan pengiriman uang Istilah bank tidak dikenal termasuk dalam khazanah keilmuan Islam. Yang dikenal adalah istilah jihbiz (penerima titipan), naqiq (kurir), sarraf (penukar uang). Dalam praktek perbankan konvensional saat ini, fungsi tersebut dilakukan berdasarkan sistem bunga. Bank konvensional tidak serta merta identik dengan riba, namun kebanyakan praktek dapat digolongkan riba. “Prinsip kehati-hatian” adalah pedoman pengelolaan Bank yang wajib dianut guna mewujudkan perbankan yang sehat, kuat dan efisien sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kegiatan usaha yang berasaskan Prinsip Syariah, antara lain, adalah kegiatan usaha yang tidak mengandung unsur Riba, Maisir, Gharar, Haram, Zalim. Dalam mencapai tujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional Perbankan Syariah tetap berpegang pada Prinsip Syariah secara menyeluruh (kaffah) dan konsisten (istiqamah)
PANDANGAN AL QUR AN TERHADAP TEORI EPISTEMOLOGI R. Zainul Mushthofa; Aminah
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 12 No. 2 (2018): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.773 KB) | DOI: 10.55352/uq.v12i2.421

Abstract

Ibrahim sering kali berpikir dan merenungkan berhala-berhala dari batu yang dipuja dan disembah oleh kaumnya. Kemudian timbul pertanyaan dihatinya, mengapa benda-benda yang tidak dapat berbuat apa-apa itu disembah? Lalu dimanakah Tuhan yang sebenarnya? Ketika nabi Ibrahim melihat bulan dan bintang di malam hari, lalu matahari di siang hari, ia berkata di dalam hati, mungkinkah benda itu Tuhan? Tetapi, ternyata ketika bulan dan bintang menghilang dan matahari pun terbenam, ia kemudian berkata “Aku tak akan bertuhan kepada benda-benda seperti itu.”Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang lalu dia berkata: “Inilah Tuhanku.” Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata: “Aku tidak suka pada yang tenggelam.” Ketika ia melihat bulan yang terbit, dia berkata: “Inikah Tuhanku?” tetapi setelah bulan itu terbenam, ia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.” Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar.” Maka tatkala matahari itu terbenam, dia bekata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesunggunya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”Setelah nabi Ibrahim beranjak dewasa, Allah memberikan akal dan kecerdasan yang luar biasa kepadanya. Dan mulailah nabi Ibrahim as menyampaikan dakwahnya.
PERJANJIAN NOMINEE DALAM KAITANNYA DENGAN EPASTIAN HUKUM BAGI PIHAK PEMBERI KUASA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG POKOK AGRARIA DAN UNDANG- UNDANGKEWARGANEGARAAN Hadi Ismanto; Afiyah
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 12 No. 2 (2018): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.875 KB) | DOI: 10.55352/uq.v12i2.422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan mengenai Perjanjian Nominee dalam ketentuan hukum di Indonesia. Menganalisis sejauh mana ketentuan hukum di Indonesia dapat memberikan kepastian hukum bagi pihak pemberi kuasa dalam perjanjian Nominee dan untuk mengetahui apakah dalam pengembangan investasi Indonesia Perjanjian Nominee dapat menjadi suatu alternatif yang menguntungkan, mengingat kerja sama Internasional antar negara telah menjadi suatu kebutuhan dalam perekonomian dunia. Penelitian ini bersifat kepustakaan dengan metode penelitian normatif. Adapun berdasarkan uraian latar belakang, perumusan masalah, dan tujuan penelitian, serta berdasarkan hasil anlisis dalam penilitian ini dapat dikemukakan kesimpulan bahwa pada dasarnya Perjanjian Nominee sebagai adalah salah satu bentuk dari Perjanjian Nominee sebagai salah satu bentuk dari Perjanjian Innominaat tidak secara tegas dan khusus. Namun dalam pelaksanaannya perjanjian Innominaat harus tunduk pada ketentuan-ketentuan dalam Buku III KUHPerdata termasuk asas-asas yang terkandung di dalam KUHPerdata yang berkaitan dengan Hukum Perjanjian. Sehingga untuk memberikan kepastian hukum bagi pihak pemberi kuasa dalam perjanjian Nominee perlu diperhatikan asas pacta sunt servanda, prinsip itikad baik, konsep “ sebab yang halal”, dan perjanjian tambahan yang lainnya yang diperlukan untuk meng-eliminate tingkat resiko yang akan timbul.
PSIKOLOGI BAHASA ARAB Khoirun Nisa'
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 12 No. 2 (2018): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.399 KB) | DOI: 10.55352/uq.v12i2.423

Abstract

Bahasa arab punya ciri khasnya sendiri, daya tariknya. Tentunya punya kesulitannya bagi non penuturnya asli. Dari sinilah kita yang non arab, yang ingin mencapai derajat pembelajarannya yang baik, maka kita tentu dituntut untuk mengenal bahasa arab itu sendiri sebagai objeknya. Ada yang pernah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”. Mengenal bahasa arab tidak hanya mengenalnya sebatas sebagai bahasa asing, tapi lebih dalam menelusurinya dari dalam tentang sejarahnya, logat-logatnya dan lain sebagianya. Dalam psikologi pembelajaran bahasa arab misalnya, kita akan dipaparkan memngenai bagaimana cara belajar dan mengondisikan para pembelajar agar dapat mencapai pembelajaran yang diinginkan. Ia, lebih membahasa subyeknya. Bahasa arab adalah bahasa yang kaya dengan kosakata. Kosakata dalam bahasa arab merangkum semua bidang. Ia dapat diperhatikan berdasarkan kepada kata-kata yang dikondifikasi di dalam kamus-kamus bahasa arab, pembentukan satu kata kata saja bisa menunjuk ke beberapa makna. Sebab itulah, bahasa arab punya tingkat kesulitan yang besar dibanding bahasa inggris. Pembelajaran system pembelajaran berdasarkan asumsi dasar pada dasarnya adalah terpaut dengan hakikat yang diajarkan, misalnya siapa yang diajar, apa yang diajarkan, untuk apa belajar dan strategi apa yang diterapkan.

Page 8 of 17 | Total Record : 164


Filter by Year

2017 2025