cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6281330250875
Journal Mail Official
zainulmushtofa@insud.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Qosim No. 88 Banjaraanyar, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Indonesia. Telp/Fax:(0322) 662 261/(0322) 662 261
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
ISSN : 25416774     EISSN : 25808109     DOI : 10.55352
ruang lingkup jurnal ummul qura menyambut makalah dari akademisi tentang teori filsafat paradigma konseptual penelitian akademik serta praktik keagamaan secara khusus makalah yang mempertimbangkan topik umum berikut diundang pendidikan agama Islam hukum Islam ekonomi dan bisnis Islam Kajian Al Qur an dan hadits filsafat Islam pemikiran dan sastra Islam Islam dan perdamaian Sains dan peradaban dalam Islam Islam secara nasional dan lokal Islam dan jenis kelamin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 164 Documents
PERCEPTION OF TARGET HOUSEHOLD MEMBERS ON HOPE FAMILY PROGRAM IN DRADAHBLUMBANG KEDUNGPRING LAMONGAN Nashihin Nashihin; Iwan
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 13 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.276 KB) | DOI: 10.55352/uq.v13i1.404

Abstract

Factually, the household poverty rate tied to health and education. Low and weak household income below the poverty line causes such households are unable to meet the needs of especially the health and education needs. This study aimed to describe and analyze the perceptions of members of the target households in the village hope the family program in Dradahblumbang Kedungpring Lamongan and to describe and analyze the factors that affect the internal and external perception of members of targeted household member against family program expectations in Dradahblumbang Kedungpring Lamongan. Data were analyzed by three steps, ie condensation of data, a data display, and conclusion drawing or verification. The analysis shows that Member targeted households desperately need their family program this expectation, they are well aware that with this program hope their families will receive cash assistance to alleviate the needs of family life, particularly for school fees and for other purposes. Targeted household members' opinions on the implementation of validation and updating data is generally "good", they were also very responsive, just that there are some family program participants hope that submitted the validation and updating it to the head of the group, family program companion even hope itself sometimes tell the group leader to validate and update the data members. Understanding of targeted household members on the benefits of family programs hope is "good", although there are some family program participants hope that still need intense intervention or approach. This happens because some of the participants of the family hope to use the family program funding expectations for personal use, but after a surveillance approach and gradually change for the better.
KOMPETENSI PENDIDIK DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF Musbikhin
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 13 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.772 KB) | DOI: 10.55352/uq.v13i1.405

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. A. Kompetensi Pedagogik merupakan kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. B. Kompetensi Kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. C. Kompetensi Profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya. D. Kompetensi Sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Fahrur Rosikh; Afan
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 13 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.168 KB) | DOI: 10.55352/uq.v13i1.406

Abstract

Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran bahasa Arab ada banyak aspek yang harus diperhatikan, dan salah satu diantara aspek yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah aspek pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas memiliki tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi kelas menjadi baik, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien sehingga pada akhirnya dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Dalam prakteknya di lapangan pengelolaan kelas dalam pembelajaran bahasa Arab sering terjadi berbagai permasalahan-permasalahan yang mengganggu proses pembelajaran dan mengakibatkan hasil belajar tidak tercapai dengan maksimal. Oleh karena itu, sudah seyogyanya bagi para pengajar bahasa Arab untuk mengetahui dan menguasai bidang kajian pengelolaan kelas dengan baik.
PENTINGNYA KEPALA SEKOLAH YANG PROFESIONAL DI LEMBAGA PENDIDIKAN Muh. Hasyim Rosyidi
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 13 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.211 KB) | DOI: 10.55352/uq.v13i1.407

Abstract

Profesionalisme adalah cara untuk menyukseskan suatu pekerjaan dengan komitmen yang kuat dan selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan agar kualitas keprofesionalannya dapat tercapai secara berkesinambungan. Tuntutan kepala sekolah pada masa sekarang ini harus menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif dan efisien. Disamping itu, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, yang diterapkan dalam masa sekarang ini sehingga kepala sekolah harus siap jika dihadapkan pada tantangan untuk melaksanakan pengembangan pendidikan secara terarah, berencana, dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas sekolah. Dalam dunia pendidikan, kepala sekolah sebagai pemimpin yang bertanggung jawab kelancaran proses belajar mengajar disuatu sekolah. Disisi lain ia sebagai manajer yang mengatur seluruh kegiatan sekolah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, tanggung jawab terhadap kegiatan yang ada disekolah tersebut.
TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TERHADAP PRAKTEK PENGELOLAAN WAKAF UANG Hadi Ismanto; Moh. Nashiruddin Amin
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 13 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.614 KB) | DOI: 10.55352/uq.v13i1.408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuyk mengetahui tentang Praktek pengelolaan uang merupakan salah satu instrumen dalam Penelitian ini yang bertujuan untuk mencapai tujuan dalam ekonomi islam yaitu mewujudkan kehidupan yang sejahtera. Wakaf masih dipandang sebagai amalan bagi orang-orang kaya, karena pembayaran wakaf identik dengan tanah dan bangunan. Oleh karena itu saat ini di Indonesia muncul alternatif baru mengenai pembayaran wakaf yaitu wakaf tunai dengan munculnya Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 tentang pengelolaan wakaf tunai yang produktif . Namun, implementasi wakaf tunai belum sesuai dengan Undang-Undang No 41 Tahun 2004. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis data menggunakan model interaktif. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa implementasi wakaf tunai di Baitul Maal Hidayatullah dan Yayasan Dana Sosial Al-Falah belum produktif. Dana wakaf tunai di kedua lembaga tersebut masih dikelola dengan konsumtif, karena dana wakaf tunai langsung dirubah bentuknya menjadi bangunan pondok pesantren dan mushaf Al-Qur‟an. Pokok wakaf harus tetap kekal sedangkan yang diberikan hanya manfaatnya, sehingga manfaat wakaf tetap ada selama pokok masih ada. Indonesia telah menerapkan wakaf tunai dengan payung hukum tentang wakaf benda bergerak yaitu, UU No. 41 Tahun 2004 tentang wakaf dan Peraturan Pemerintah RI No. 42 Tahun 2006 Pelaksanaan UU No. 41 Tahun 2004.
ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP JASA PENGIRIMAN BARANG/SURAT DI PT POS INDONESIA DALAM IMPLEMENTASI AKAD WAKALAH BIL UJRAH R. Zainul Mushthofa; Aminah
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 13 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.094 KB) | DOI: 10.55352/uq.v13i1.409

Abstract

Dalam Hukum Perjanjian dalam Islam jasa pelayanan ekspedisi di kantor pos atau yang lainnya itu termasuk dalam perjanjian kerja, yang mana dalam undang-undang perjanjian untuk melakukan pekerjaan itu dibagi menjadi tiga macam yaitu: Perjanjian untuk melakukan jasa-jasa tertentu, Perjanjian kerja / perburuhan, dan Perjanjian pemborongan pekerjaan. Dari ketiga jenis perjanjian kerja tersebut diatas, jasa ekspedisi termasuk dalam katagori perjanjian pertama yaitu perjajian untuk melakukan jasa-jasa tertentu, yang mana satu pihak menghendaki agar pihak yang lain melakukan suatu pekerjaan berupa pengantaran barang, surat, dokumen, dll. Ini dalam Islam di sebut dengan istilah Wakalah. penulis dapat menganalisis terkait dengan jenis akadnya dalam perspektif Hukum Islam, transaksi pengiriman barang di PT Pos Indonesia cabang Paciran dapat diklasifikasikan sebagai akad wakalah muqayyadah yaitu perwakilan dengan terikat oleh syarat-syarat yang telah ditentukan dan telah disepakati bersama.
KESIAPAN PERADILAN AGAMA DALAM SENGKETA EKONOMI SYARIAH Karmuji
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 13 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.307 KB) | DOI: 10.55352/uq.v13i1.410

Abstract

Sengketa ekonomi syariah telah menjadi kewenangan mutlak pengadilan agama sehingga memiliki tugas baru, sekaligus tantangan untuk menjawab keraguan publik yang muncul tentang kesiapan pengadilan agama untuk menyelesaikan sengketanya. Terminologi ekonomi syariah tidak dibatasi dengan menyelesaikan sengketa perbankan syariah semata, melainkan juga bidang ekonomi syariah lainnya. Oleh karena perluasan kewenangan itu, menjadi tantangan tersendiri bagi aparatur peradilan agama, terutama hakimnya, karenanya dituntut untuk memahami segala perkara yang menjadi kompetensinya, dengan memperkaya pengetahuan hukum, dan dituntut lebih mendalami dan menguasai soal perekonomian syariah. Selama ini publik mengasumsikan pengetahuan hakim pengadilan agama lebih tertumpu di bidang sengketa perkawinan, waris, wasiat, hibah, waqaf dan sedekah yang ditanganinya, ketimbang pengetahuan ekonomi syariah itu sendiri. Melihat hakim telah mengenyam berbagai latar belakang jenjang pendidikan dan kondisi gedung kantor pengadilan agama yang representatif, maka pengadilan agama tentu telah dan lebih siap mengadili perkara sengketa ekonomi syariah ketimbang pengadilan dalam lingkungan peradilan umum.
AQAD IJARAH SARANA MENGENTAS KEMISKINAN UMAT DALAM LEMBAGA KEUANGAN BAITUL MAL WATTAMWIL Siswadi Siswadi; Muhyidin
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 13 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.517 KB) | DOI: 10.55352/uq.v13i1.411

Abstract

Lembaga keuangan syariah sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan umat upaya mengentas kemiskinan dengan menjembatani pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang memiliki dana melalui produk dan jasa keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yang memiliki ciri yang berbeda dengan Lembaga keuangan lain. Beriring dengan waktu dan tuntutan zaman, Lembaga keuangan syariah berkembang menjadi berbagai alternative pilihan termasuk BMT (Baitul mal Wattamwil), Asuransi, Koperasi, Bank dan masih banyak lembaga keuangan lain yang berkembang dimasyarakat. Islam melarang praktik riba serta akumulasi kekayaan hanya pada pihak tertentu secara tidak adil. Secara praktis, bentuk produk jasa dan pelayanan, prinsip-prinsip dasar hubungan antara lembaga keuangan dan nasabah, serta cara-cara berusaha yang halal dalam lembaga keuangan syariah, masih sangat perlu disosialisasikan secara luas. Pemberian Ujroh yang sesuai berdasarkan kriteria yang telah ditentukan Islam akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan Umat Islam dan bisa menaggulangi kemiskinan Umat.
STRES DAN SOLUSINYA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAN ISLAM Muhimmatul Hasanah
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 13 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.815 KB) | DOI: 10.55352/uq.v13i1.412

Abstract

Stres adalah respon tubuh yang diakibatkan karena adanya tuntutan dari luar diri individu yang melebihi kemampuan dalam memenuhi tuntutan untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah tersebut. Orang hidup tidak mungkin terhindar dari stres untuk itu kita harus dapat menyikapi dan mengelola stres dengan baik sehingga kualitas hidup kita menjadi lebih baik. Dalam artikel ini membahas stres dan bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres. Cara mengatasi stres dapat dilakukan dengan manajemen stres dan psikoterapi islam. Manajemen stres dilakukan dengan cara cognitive restructuring, journal writing dan time management, dapat juga dilakukan dengan teknik penenangan pikiran yaitu dengan cara meditasi, pelatihan relaksasi autogenik, pelatihan relaksasi neuromuscular. Sedangkan psikoterapi islam yang dapat digunakan untuk mengatasi stres yaitu dengan sholat, dzikir, Al-Quran.
PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA, IRAN, DAN PERANCIS Elva Imeldatur Rohmah
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 13 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.135 KB) | DOI: 10.55352/uq.v13i1.413

Abstract

Berkembangnya kemauan dan tindakan manusia atau masyarakat mengakibat kan berkembangnya sistem pemerintahan dan konsep trias politika dengan variasinya masing-masing. Variasi ini terdapat dalam pelaksanaan pemerintahan di negara Indonesia, Iran, maupun Perancis. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan perbandingan mendasar sistem pemerintahan pada ketiga negara tersebut dilihat dari konstitusinya masing-masing. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode komparatif, yakni membandingkan sistem pemerintahan dan konsep trias politika yang diterapkan di Indonesia, Iran, dan Perancis. Dalam sistem pemerintahan presidensial benar-benar ada pemisahan kekuasaan perundang-undangan dan kekuasaan pemerintahan. Sedangkan sistem pemerintahan campuran merupakan bentuk variasi dari sistem pemerintahan parlementer dan sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan campuran ini bukanlah merupakan bentuk dari yang sebenarnya, ini merupakan modifikasi dari sistem parlementer atau pun sistem presidensial yang selanjutnya disebut dengan sistem semi presidensial. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa pada saat ini Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial tidak murni, Iran menganut sistem pemerintahan presidensial dan parlementer, sedangkan Perancis menganut sistem semi presidensial. Masing-masing lembaga (eksekutif, legislatif, dan yudikatif) di negara Indonesia, Iran, dan Perancis belum mampu menjadi lembaga yang independen karena di negara-negara tersebut satu lembaga dapat mengintervensi lembaga kekuasaan yang lain.

Page 7 of 17 | Total Record : 164


Filter by Year

2017 2025