cover
Contact Name
ASNGADI ROFIQ
Contact Email
asngadirofiq@iaida.ac.id
Phone
+6285231173279
Journal Mail Official
ftkiaidablokagung@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Ponpes Darussalam Blokagung P.P. Box. 201 Tegalsari Banyuwangi Jawa Timur 68485 Telp. (0333)847459, HP. 081236190417 Fax, (0333) 846221. Website: ejournal.iaida.ac.id, e-mail: ftkiaidablokagung@gmail.com
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
TARBIYATUNA : Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 27745724     DOI : https://doi.org/10.30739/tarbiyatuna.v1i01.1007
Core Subject : Education,
TARBIYATUNA (Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam) was published by the Institute for Research and Community Service (LPPM) IAIDA. TARBIYATUNA contains scientific articles from research in Education, Teaching and Learning which include : 1. Formal/School Education 2. Nonformal/Community Education 3. Informal/Family Education
Articles 118 Documents
EVALUASI PEMBELAJARAN DENGAN INTEGRASI TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR SISWA Hendra Wijaya; Hendro Prasetyono
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4396

Abstract

Abstract This research emerged from the issue of the limited effectiveness of traditional learning approaches in improving students’ academic performance. The primary goal of this study is to quantitatively examine how far the integration of Artificial Intelligence (AI)–based learning methods can enhance students’ learning outcomes compared to conventional lecture techniques. A quantitative experimental design utilizing a pretest–posttest model was applied. Data were obtained through pretests and posttests and further analyzed using the Paired Sample t-test and Analysis of Covariance (ANCOVA) to determine differences and measure the influence of learning methods on achievement levels. The results indicate a substantial improvement between the pretest and posttest scores, with a mean difference of -15.167 (t = -9.575; p < 0.001), confirming that posttest scores significantly increased after the intervention. The ANCOVA results further demonstrated that the applied learning method had a strong influence on posttest outcomes (F = 35.980; p < 0.001), while the pretest variable showed no significant effect (p = 0.497). Participants who engaged in AI-integrated learning achieved an average posttest score of 85.838, notably higher than the lecture group’s 75.729, with a 95% confidence interval verifying this difference. These findings emphasize that AI integration enhances learning personalization, comprehension, and engagement, thereby contributing positively to the overall improvement of learning outcomes compared to traditional methods. Keywords: Artificial Intelligence, Integration Method, Learning Outcomes, Learning Evaluation, Conventional Learning Abstrak Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya efektivitas pendekatan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan prestasi akademik peserta didik. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kuantitatif sejauh mana penerapan metode pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi AI dapat memberikan dampak terhadap peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan metode ceramah tradisional. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan model pretest–posttest melalui pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan instrumen pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan uji Paired Sample t-test serta Analisis Kovarians (ANCOVA) untuk menilai perbedaan serta pengaruh metode pembelajaran terhadap capaian belajar peserta. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan selisih rata-rata sebesar -15,167 (t = -9,575; p < 0,001), yang menandakan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan intervensi. Hasil ANCOVA memperkuat temuan tersebut, di mana metode pembelajaran memiliki pengaruh signifikan terhadap skor posttest (F = 35,980; p < 0,001), sedangkan nilai pretest tidak menunjukkan pengaruh berarti (p = 0,497). Rata-rata nilai posttest kelompok yang belajar dengan integrasi AI mencapai 85,838, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok ceramah sebesar 75,729, dengan interval kepercayaan 95% yang mengonfirmasi perbedaan signifikan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi AI dalam pembelajaran dapat meningkatkan personalisasi, pemahaman materi, serta keterlibatan siswa secara nyata, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar dibandingkan metode konvensional. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan, Metode Integrasi, Hasil Belajar, Evaluasi Pembelajaran, Pembelajaran Konvensional
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH Amin, Fathul; Darajat, Muhaiminah
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam pembentukan karakter disiplin siswa di Madrasah Tsanawiyah. Fokus penelitian diarahkan pada proses internalisasi nilai aqidah, akhlak, dan ibadah dalam membentuk perilaku disiplin siswa, serta strategi pembinaan kedisiplinan yang diterapkan oleh guru dan pihak sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam berperan penting dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam, pembiasaan kegiatan keagamaan, dan keteladanan guru. Strategi pembinaan disiplin dilakukan melalui pendekatan persuasif dan humanis, seperti pemberian penghargaan, penguatan positif, pengingat aturan, pembinaan personal, dan penerapan konsekuensi edukatif. Pendekatan ini sejalan dengan teori social learning Bandura tentang model perilaku dan teori reinforcement Skinner yang menekankan pentingnya penguatan positif. Implementasi nilai pendidikan Islam terbukti efektif membentuk kedisiplinan siswa dalam hal ketepatan waktu, ketaatan terhadap tata tertib, tanggung jawab belajar, dan keteraturan dalam menjalankan ibadah.
FILSAFAT PENDIDIKAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS: KRITIK PERENNIALIS TERHADAP SEKULARISASI PENDIDIKAN Anugrah Giffari; Hironimus Dafa; Ishomuddin
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4489

Abstract

This article investigates the perennialist philosophical critique by Syed Muhammad Naquib Al-Attas of the secularization of education, which is identified as the source of the modern educational crisis, a crisis marked by pragmatism and the erosion of values. This research analyzes Al-Attas's body of work to unveil his critique. The findings show that Al-Attas perceives secularization not just as a political process, but rather as a philosophical program that leads to the desacralization of nature and the despiritualization of man. The most damaging consequence in education is the "loss of adab," defined as the failure to acknowledge the hierarchy of reality and knowledge, resulting in epistemological and ethical chaos. To solve this, Al-Attas offers the project of the "Islamization of Contemporary Knowledge." Its objective is to re-embed knowledge within the Islamic worldview (ru’yat al-Isl?m li al-wuj?d), aspiring to cultivate the "Man of Adab" (al-ins?n al-adab?). This article concludes that Al-Attas's philosophy offers a strong theoretical framework to diagnose the crisis in education and to propose a restorative solution that is rooted in the Islamic intellectual tradition and consistent with the principles of perennial universalism. His perspective is pertinent to tackling the challenges of contemporary education, which lacks spiritual and ethical dimensions.
PAI TEACHERS' STRATEGIES IN IMPLEMENTING THE 7 HABITS OF GREAT CHILDREN IN THE LEARNING ACTIVITIES OF GRADE V STUDENTS AT SDN BESUK KIDUL, BESUK DISTRICT Halimatus Sa’diya; Avidatul Umaidah; Endah Tri Wisudaningsih
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4492

Abstract

This study aims to describe the strategies used by Islamic Religious Education (PAI) teachers in implementing the 7 Habits of Great Children and to analyze the supporting and inhibiting factors for its implementation among fifth-grade students at SDN Besuk Kidul. The research employed a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the implementation of the 7 Habits is carried out through four main strategies: teacher role-modelling, positive reinforcement, integration of habit values into PAI learning, and collaboration between teachers and parents. These strategies were proven effective in fostering students’ religious character, discipline, responsibility, and positive social behavior. The success of the program is supported by the teacher’s commitment, strong emotional bonds between teachers and students, parental involvement, and monitoring through the 7 Habits Student Book. Meanwhile, inhibiting factors include limited time for habit development at school and inconsistency of parental assistance at home. Overall, this study confirms that habituation and role-modelling–based Islamic education practices can serve as an effective model for internalizing Islamic character values in elementary school students.
PERAN KEGIATAN SHALAT DHUHA BERJAMAAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER SPIRITUAL SISWA DI MI AL ANSHORIYAH Juwono, Hendro; Zamroni, Muhammad
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan shalat dhuha berjamaah dalam membentuk karakter spiritual siswa di MI Al Anshoriyah. Latar belakang penelitian dilandasi oleh pentingnya pembentukan karakter religius melalui pembiasaan ibadah sebagai bagian integral dari pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini Adalah MI Al Anshoriyah Desa Parijata Wetan. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat dhuha berjamaah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter spiritual siswa. Kegiatan ibadah yang dilakukan secara teratur dan terstruktur mampu menumbuhkan nilai-nilai religius yang tercermin dalam perubahan perilaku peserta didik. Dampak yang terlihat antara lain meningkatnya kedisiplinan waktu, tanggung jawab pribadi, ketenangan emosional, sikap sopan dan empati sosial, serta munculnya kesadaran beribadah dan rasa syukur kepada Allah. Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan ini meliputi komitmen kepala madrasah dan guru, fasilitas mushala yang memadai, serta pembimbingan yang berkesinambungan. Adapun faktor penghambat di antaranya kurangnya kesadaran sebagian siswa kelas rendah dan motivasi ibadah yang masih perlu ditumbuhkan. Pembiasaan shalat dhuha berjamaah merupakan strategi efektif dalam penguatan karakter spiritual siswa dan layak diterapkan sebagai program pengembangan budaya religius di sekolah dasar Islam.
DINAMIKA ETIKA DALAM PENERAPAN REWARD DAN PUNISHMENT PADA PENDIDIKAN ISLAM Andi Abd. Muis; Nur Amalina Abdul Rahman; Mardiah Wahyuni; Siti Rondhiyah
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4502

Abstract

Reward dan punishment merupakan strategi pedagogis yang lazim digunakan dalam pendidikan Islam untuk membentuk perilaku dan akhlak peserta didik. Namun, penerapan yang tidak berlandaskan etika berpotensi menimbulkan ketergantungan pada motivasi eksternal serta berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi etika dalam penerapan reward dan punishment berdasarkan perspektif pendidikan Islam serta kritik kontemporer dalam kajian motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan sumber data berupa Al-Qur’an, hadis, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitik dengan menitikberatkan pada nilai-nilai etika Islam, seperti keadilan, rahmah, hikmah, dan orientasi tarbiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward efektif dalam meningkatkan motivasi positif apabila diberikan secara proporsional dan bermakna, sedangkan punishment hanya dibenarkan sebagai sarana edukatif yang bersifat mendidik tanpa merendahkan martabat peserta didik. Kritik psikologi modern menegaskan bahwa ketidakseimbangan penerapan reward dan punishment dapat melemahkan motivasi intrinsik. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran yang etis dan reflektif dengan menempatkan reward dan punishment sebagai instrumen pendukung pendidikan karakter. Penerapan yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkontribusi pada pembentukan motivasi internal dan tanggung jawab moral peserta didik sesuai tujuan tarbiyah Islam.
METODE DAKWAH BERBASIS SANAD: STUDI TRADISI PENGAJARAN DAN KETELADANAN K.H. MUHAMMAD ARWANI AMIN SA’ID KUDUS Fatkhullah, Imam; Mahendra, Yuzril; Firdaus, Muhammad
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4508

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya otoritas moral dan spiritual dalam dakwah Islam modern yang cenderung pragmatis dan retoris. Kajian ini bertujuan menganalisis metode dakwah berbasis sanad yang dipraktikkan K.H. Muhammad Arwani Amin Sa’id di Pesantren Yanbu‘ul Qur’an Kudus sebagai model dakwah yang menekankan kesinambungan antara ilmu (‘ilm), adab, dan amal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui telaah terhadap karya, biografi, dan literatur tentang tradisi pengajaran Arwani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanad dalam dakwah Arwani berfungsi sebagai sistem transmisi nilai yang menyatukan dimensi keilmuan, moral, dan spiritual melalui praktik talaqqi, mushafahah, dan keteladanan (uswah hasanah). Pendekatan ini membentuk integrasi antara sanad al-‘ilm, sanad al-adab, dan sanad al-amal yang menghasilkan dakwah bil hal yang otentik dan transformatif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa metode dakwah berbasis sanad relevan sebagai paradigma dakwah kontemporer yang berakar pada tradisi dan berorientasi pada pembentukan karakter. Implikasinya, model ini dapat direaktualisasi dalam pendidikan dan dakwah digital untuk memperkuat otoritas keilmuan, etika, serta moderasi keulamaan di era modern.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM INOVASI PENDIDIKAN BERBASIS TEKNOLOGI Taskya Nafsi Al Husna; Hidayati, Nur
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4567

Abstract

This study aims to describe the leadership role of madrasah principals in encouraging technology-based educational innovation. And to describe what strategies are used by madrasah principals in utilizing technology to improve the quality of education. Qualitative methods mean researching on natural object conditions. To obtain accurate results, this method is used to collect information. The instrument used in this study is snowball informant selection, the technique of collecting information sources that initially few cannot produce complete data, so we look for other people who can be used as sources of information. The analysis used in this study is data reduction and data presentation. The results of the study show that madrasah principals act as initiators of learning digitalization programs. This includes innovations implemented in madrasahs, namely the use of platforms such as Google Classroom, Madrasah e-learning, Madrasah SIM Dashboard, and using videos in learning methods, as well as online evaluation. Madrasah principals not only play a structural role, but also provide examples in the use of technology, both in management and academic supervision. This strategy not only demonstrates the madrasah principal's commitment to developing educational innovation but also reflects systematic, participatory, and adaptive planning for the dynamics of 21st-century education.

Page 12 of 12 | Total Record : 118